Anda di halaman 1dari 5

NILAI HERITABILITAS DAN RIPITABILITAS SERTA METODE PENDUGAANNYA (2 minggu) 1.

Pengertian - Fenotipe suatu populasi ternak umumnya bervariasi dari nilai minimum sampai maksimum. Keragaman fenotipe (VP) pada dasarnya merupakan keragaman yang dapat diamati yang disebabkan oleh adanya keragaman genetik (VG) dan keragaman lingkungan (VL). VP = VG + VL. Sumber keragaman lain adalah keragaman yang timbul akibat adanya interaksi genetik dengan lingkungan (VGxL). - Keragaman genetik bisa disebabkan oleh aksi gen-gen aditif (VA) dan bisa gen-gen non aditif seperti gen dominan (VD), dan aksin gen epistasis (VI). - Dengan demikian keragaman fenotiepe menjadi: VP = VA + VD + VI + VL. - Keragaman genetik adalah keragaman yang dapat diwariskan. - Heritabilitas menghitung proporsi dari keragaman fenotip yang dikontrol oleh gen. Proporsi keragaman yang dikontrol gen tersebut dapat diwariskan kepada keturunannya. - Heritabiltas (h2) dihitung dengan dua macam, yaitu heritabilitas dalam arti luas H2 = VG/VP atau H2 = (VA + VD + VI)/( VA + VD + VI + VL) dan heritabilitas dalam arti sempit : h2 = VA/VP. - Dengan demikian maka heritabilitas adalah bagian dari keragaman total (yang diukur dengan ragam) dari suatu sifat yang diakibatkan oleh pengaruh genetik.. - Heritabilitas dalam sempit mengeluarkan pengaruh gen dominan dan epistasis karena daya pewarisannya rendah - Nilai heritabilitas berkisar dari 0-1. Nilai heritabilitas dikatakan tinggi jika mencapai 0,4. dikatakan sedang jika nilainya 0,2- 0,4 serta dikatakan rendah jika < 0,2. - Kadang-kadang dugaan nilai heritabilitas mencapai 1 atau lebih, hal ini secara teoritis tidak mungkin. Jika terjadi kemungkinan disebabkan oleh: 1) keragaman disebabkan oleh lingkungan yang berbeda untuk kelompok keluarga yg berbeda yang dianggap disebabkan oleh keturunan, 2) metode statistik yg tidak tepat dan 3) kesalahan mengambil contoh. 2. Cara-cara Pendugaan hilai heritabilitas - Pada dasarnya pendugaan h2 didasarkan pada prinsip bahwa ternak yang masih memiliki hubungan keluarga akan memiliki fenotipe yang lebih mirip jika dibandingkan dengan ternak lain yang tidak ada hubungan kekerabatannya. - Taksiran h2 bertujuan menyatukan ragam genetik aditif dan menyingkirkan semua pengaruh lingkungan.

Melalui Percobaan Seleksi:  Heritabilitas dalam hal ini adalah bagian dari keunggulan tetua yg diwariskan kepada anaknya. Pendugaan dilakukan melalui seleksi beberapa generasi dan kemajuan yg diperoleh dibandingkan dengan jumlah keunggulan yang tetua terpilih pada seluruh generasi percobaan seleksi, yg dihitung dengan persamaan berikut: h 2 ! KTS

KDS

, dimana KTS = kumulatif

tanggapan seleksi dan KDS = kumulatif diferensial seleksi.  Cara ini hanya efektif untuk hewan percobaan dilaboratorium atau pada ternak dengan siklus hidup yang pendek.  Beberapa kelemahan cara ini adalah: 1) hasilnya hanya berlaku untuk populasi yg diteliti, 2) peluang kesalahan pengambilan contoh sangat besar. 3. Cara-cara Pendugaan Berdasarkan Regresi Anak Tetua (Parret Offspring Regression)

Contoh 1: Sapi perah betina dikawinkan dengan pejantan yang diuji keturunannya. Sapi betina dikelompokkan menjagi dua (kelompok produksi tinggi dan rendah) atas dasar produksi susu anaknya pada laktasi pertama.

Selanjutnya dilakukan perbandingan produksi kedua kelompok dengan laktasi berikutnya dan dengan produksi anaknya untuk masing-masing kelompok. Perhatikan skema berikut:
Produksi Pertama 199,9 Produksi Kedua 185,0 Y 19,8 178,0 Z 172,0 165,21 153,7 Produksi dari anak betinanya 6,4

46,1

Repeatabilitas untuk kasus diatas adalah: R ! 19.8

46.1

! 0.43 2(6,4) 46,1 ! 0, 28

Perbedaan catatan produksi anak-anak kedua kelompok adalah 6,4 (mewakili setengah dari perbedaan genetik tetua jantannya kedua kelompok). Dengan demikian h 2 !

Contoh 2: Pejantan sapi potong dibagi 2 kelompok berdasarkan PBB (tinggi dan rendah) masing-masing 19 ekor. Setiap kelompok dikawinkan dengan betina secara acak. Keturunan masing-masing dihitung PBB pada umur yang sama dengan tetuanya. Data percobaan sebagai berikut:

PBB pejantan (Tinggi) 1016 g PBB keturunan pejantan (Tinggi) Perbedaan 821 g 821 g Perbedaan 46 g 775 g PBB keturunan pejantan (Rendah)

748 g PBB pejantan (Rendah)

Dugaan heritabilitas adalah : h 2 !

2(46) 821

! 0.34 .

Biasanya untuk taksiran h2 anak tetua digunakan regresi data anak terhadap data orang tuanya dan secara statistik digunakan persamaam berikut:

bop !

Cov op
2 WP

2 WG /2 2 2 sehingga h ! 2(cov op ) / W P . 2 WP

Contoh 3. 17 ekor ayam jantan ditimbang umur 8 minggu dan kemudian masing-masing dikawinkan dengan betina secara acak. Keturunan anak jantan masing-masing juga ditimbang umur 8 minggu dan rataannya masing disajikan dalam tabel berikut. Berat Umur 8 Minggu Pejantan (X) 601 733 793 795 818 838 854 880 882 895 952 953 961 979 995 997 1.040 14.966 13.375.506
2

X X

=
2

Rata-Rata Keturunan (Y) 910 983 976 1.050 1.080 1.040 1.040 1.025 994 1.030 1.021 1.078 964 976 1.110 1.041 1.035 Y = 17.353

Hasil Kali (XY) 546.910 720.539 773.968 934.750 883.440 871.520 888.160 902.000 876.708 921.850 971.992 1.027.334 926.404 955.504 1.104.450 1.037.877 1.076.400 XY = 15.319.806

( X )

n x 2 = 13.375.506-13.175.362
= 200.114

= 13.175.362

( X )( Y )

= 15.276.764

xy

= 15.319.806 15.276.764

W = 200.114/16 = 12.507,125

2 x

=43.042 Cov xy = 43.042/16 = 2.690,125

b yx !

2.690,125 ! 0.215 = 12.507,125

h 2 ! 2(0.215) ! 0.43

4. 5. 6. 7.

Cara pendugaan heritabilitas melalui korelasi saudara tiri sebapak (Paternal Half Sib Correlations) Cara pendugaan heritabilitas melalui metode analisa saudara kandung (Full Sib Method of Analysis) Cara-cara pendugaan heritabilitas melalui metode yang lain Keterandalan pendugaan nilai heritabilitas

KORELASI GENETIK DIANTARA SIFAT-SIFAT 1. Pengertian korelasi genetik, korelasi fenotipik dam korelasi lingkungan 2. Manfaat memahami korelasi genetik diantara sifat 3. Cara-cara pendugaan nilai korelasi genetik 4. Cara pendugaan korelasi genetik melalui percobaan seleksi 5. Cara pendugaan korelasi genetik melalui penggunaan metode statistik 6. Masalah-masalah dalam penggunaan praktis korelasi genetik PANDANGAN UMUM TENTANG SELEKSI (2 minggu) 1. Peranan seleksi dalam mengubah frekuensi gen 2. Kemajuan yang diharapkan dari seleksi 3. Beberapa penelitian seleksi secara klasik 4. Cara memaksimumkan kamajuan seleksi 5. Pengaruh ukuran populasi terhadap efektifitas seleksi 6. Pengaruh IB tehadap efektifitas seleksi 7. Pengaruh transplantasi embrio tehadap efektifitas seleksi 8. Batas kemampuan seleksi PENDUGAAN KEMAJUAN GENETIK DAN PEMBANDINGAN BERBAGAI PROGRAM SELEKSI (2 minggu) 1. Rumus-rumus pendugaan 2. Simpangan baku nilai genetik aditif 3. Kecermatan pendugaan nilai genetik aditif 4. Ketepatan seleksi pada seleksi individual 5. Kecermatan evaluasi dengan catatan keturunan 6. Ketepatan seleksi dengan catatan produksi saudara kandung dan tiri 7. Intensitas seleksi dan selang generasi 8. Optimalisasi pengukuran kemajuan genetik 9. Seleksi negatif INTERAKSI GENOTIPE DENGAN LING-KUNGAN 1. Berbagai macam interaksi genotipe dengan lingkungan 2. Cara pengukuran interaksi genotipe dengan lingkungan 3. Interaksi genotipe dengan lingkungan dan akibatnya 4. Lingkungan dan seleksi 5. Interaksi genotipe dengan lingkungan dan diferensial seleksi terkoreksi SILANG DALAM DAN KEKERABATAN (2 minggu) 1. Prinsip-prinsip silang dalam 2. Koefisien silang dalam dan cara menghitungnya 3. Kekerabatan 4. Pengaruh silang dalam terhadap fenotipe 5. Pengaruh silang dalam terhadap penurunan beberapa sifat produksi 6. Pengaruh silang dalam pada populasi terbatas 7. Penggaluran 8. Pandangan umum tentang silang dalam SILANG LUAR DAN HETEROSIS (2 minggu) 1. Pengantar 2. Tujuan silang luar 3. Pengaruh silang luar 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi heterosis dan pemanfaatannya

5. 6. 7. 8. 9. 10.

Pengaruh silang luar pada berbagai macam anggota keluarga Penggabungan beberapa sifat Program persilangan komersial Pembentukan bagsa baru Grading Up Metode persilangan