Anda di halaman 1dari 2

ii

ABSTRAK Latar belakang: Di Indonesia mioma uteri ditemukan 2,39%-11,70% pada semua penderita ginekologi yang dirawat Gejala mioma uteri secara medis dan sosial cukup meningkatkan morbiditas, disini termasuk menoragia, ketidak nyamanan daerah pelvis, dan disfungsi reproduksi. Kejadiannya lebih tinggi pada usia diatas 35 tahun, yaitu mendekati angka 40%. Etiologi bagi mioma uteri adalah belum diketahui pasti tetapi diduga mempunyai kaitan dengan hormon estrogen dan siklus menstruasi. Terapi standar dan efektif bagi mioma uteri adalah histerektomi tetapi miomektomi bisa menjadi pilihan apabila pasien masih mahu mengekalkan kesuburannya. Objektif: untuk mengetahui karakteristik penderita mioma uteri di RSUP Haji Adam Malik Medan pada tahun 2009 berdasarkan usia, menarke, kehamilan, paritas, aborsi, indeks massa tubuh, kadar hemoglobin, keluhan utama, jenis mioma uteri yang dideritai dan pilihan terapi pasien. Metode: Penelititan ini adalah deskriptif dengan pendekatan crosssectional. Data rekam medis diambil dari ruangan simpanan rekam medis RSUP Haji Adam Malik dari bulan Juni hingga Agustus 2010. Data kemudiannya dianalisa secara manual dan kemudian dipresentasikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi. Hasil: Daripada 98 sampel hanya 73 sampel sahaja yang memenuhi kriteria inklusi. Dari hasil penelitian didapatkan insidensi mioma uteri terjadi pada usia 40-49 tahun yaitu sebanyak 33 kasus (45.2%). Penderita mioma uteri dengan menarke pada usia 13-15 tahun ditemukan sebesar 29 kasus (39,7%). Penderita mioma uteri dengan paritas 2-5 adalah sebanyak 41 kasus (56,2%) dan abortus 1 kali pula sebanyak 12 kasus (16,4%). Kadar hemoglobin >11gr% adalah yang terbanyak ditemukan yaitu sebesar 28 kasus (38,4%) tetapi penderita mioma uteri yang mengalami anemia adalah sebesar 45 kasus (61,6%). Keluhan uatam penderita mioma uteri yang tersering adalah perdarahan pervaginam yaitu sebesar 30 kasus (41,1%).Mioma uteri jenis submukosa ditemukan sebesar 4 kasus (5,5%). Penatalaksanaan yang menjadi pilihan penderita mioma uteri adalah histerektomi total yaitu sebesar 58 kasus (79,5%). Kata Kunci: mioma uteri, usia, menarke, paritas, aborsi, kadar hemoglobin, keluhan utama, mioma submukosa dan histerektomi.

Universitas Sumatera Utara

iii

ABSTRACT

Background: In Indonesia fibroids was found 2,39%-11,70% in all of the gynecologies cases. The simptoms of fibroids causes high morbidity to the patients including menoragia, pelvic discomfort and reproductive dysfunction. The incidence was higher for those whose age above 35 years old which is nearly 40%. The definite etiology of fibroid is not yet known for sure, but it has a relation with estrogen hormone and menstrual cycle.The general standard and most effective therapy for fibroid is hysterectomy but for those who want to preserve their fertility, miomectomy could be an option. Objective: To know the characteristics of fibroid patients at RSUP Haji Adam Malik Medan in 2009 based on age, menarche, pregnency, parity, abortion, body mass index (BMI), hemoglobin rate, chief complain, type of fibroid and therapies. Design Method: The research is descriptive cross-sectional. The material of this research was taken from the patients medical records with fibroid at RSUP Haji Adam Malik Medan. The data was analyzed manually and presented in a distribution frequency tables. Result and conclusion: From 98 samples only 73 could be used as samples for this research due to some sample doesnt fufill the criteria. The most frequent incident for fibroid was 40-49 years old patient which was 33 cases (45,2%). Patients with menarche at age 13-15 years old was found with 29 cases (39,7%). Patients with 2-5 parity in 41 cases (56,2%). Patients with abortion 1 time was 12 cases (16,4%). Most frequent hemoglobin rate were >11 gr% and was found in 28 cases (38,4%) but patients with anemia were found in 45 cases (61,6%). The most frequent chief complaint were bleeding with 30 cases (41.1%). Submucosal fibroid was the most frequent fibroid found in patients with 4 cases (5.5%). Total hysterectomy was the most frequent therapy that was done which were 58 cases (79,5%). Keywords: fibroid, age, menarche, parity, abortion, hemoglobin rate, chief complain, submucosal and hysterectomy.

Universitas Sumatera Utara