Anda di halaman 1dari 15

Kajian Kritis Ilmiah Evidence Based Medicine

Research Question Pertanyaan penelitian disebutkan secara eksplisit bagaimanakah efek kognitif dan perilaku anak-anak dengan epilepsi rolandic benigna yang diintervensi dengan TPM dibandingkan dengan karbamazepin (CBZ) dengan menggunakan dosis efektif dari masing-masing obat sebagai terapi tunggal?

P Population : Anak-anak dengan epilepsi rolandic benigna berusia 5-15 tahun. I Intervention : Pemberian TPM mulai diberikan sebesar 12.5 mg per hari dan dititrasi sampai setidaknya 50 mg per hari pada pasien-pasien dengan berat < 30 kg dan 75 mg atau 100 mg per hari pada pasien-pasien dengan berat >30 kg selama 4 minggu. CBZ dimulai sebesar 10 mg/kg/hari dan dititrasi sampai setidaknya 20 mg.kg.hari selama 4 minggu. Eskalasi individual tambahan dimungkinkan sampai dosis toleransi maksimum, 4 mg/kg/hari untuk TPM dan 30 mg.kg/hari untuk CBZ sampai 22 minggu. C Control : tidak ada kelompok kontrol dalam penelitian ini O Outcome : fungsi kognitif dan pengendalian perilaku

Is it unlikely that important, relevant studies were missed? Penelitian ini meskipun telah didukung oleh penelitian yang relevan :
y

French et al, melaporkan bahwa TPM efektif sebagai terapi tunggal untuk dewasa dan anak-anak (usia lebih dari 3 tahun) dengan epilepsi

Lee et al dan Fritz et al, TPM telah menyebabkan efek samping kognitif yang berhubungan dengan sistem saraf pusat (CNS), antara lain, perlambatan psikomotor, permasalahan bahasa, dan kesulitan dengan memori

Gilliam et al dan Privitera et al, menyebutkan dosis yang lebih rendah berkisar dari 25 sampai 500 mg/hari dapat membatasi efek samping kognitif dari TPM pada dewasa dengan kejang onset-parsial

Tetapi tinjauan latar belakang masalah mengenai aspek terapi CBZ belum ada di pendahuluan/latar belakang Were the criteria used to select articles for inclusion appropriate? Kriteria inklusi disebutkan yaitu :
y y y

berusia 5-15 tahun dengan kecerdasan yang normal memiliki setidaknya dua parsial onset kejang selama 6 bulan

Kriteria ekslusi disebutkan yaitu :


y y y y y y y y

penderita terbukti mengalami kerusakan otak progresif mengalami lesi neurodegenerative kerusakan kognitif yang dapat mengganggu riwayat gangguan kejiwaan mengkonsumsi obat penenang dalam 6 bulan terakhir riwayat tidak patuh dalam mengkonsumsi obat antiepilepsi ketidakmampuan untuk mengendalikan kejang riwayat nefrolitiasis dan pasien yang telah mengkonsumsi obat apa pun terkait dengan nefrolitiasis

pasien yang sebelumnya pernah diobati dengan kedua terapi TPM atau CBZ.

Were the included studies sufficiently valid for the type of question asked? Ya, metode sesuai dengan pertanyaan penelitian
y y y y

Metode penelitian: eksperimen dengan randomized non control trial Metode sampling dengan secara randomisasi Follow up dilakukan cukup lama 28 minggu Subyek intervensi dan Peneliti blind selama penelitian

Were the result similar from study to study? Ya, penelitian yang dilakukan oleh Blum et al, menunjukkan terapi TPM dapat memberi efek samping secara bermakna lebih besar daripada OAE yang lain

What were the result? Selama periode percobaan, persentase pasien yang bebas kejang tidak berbeda antara kelompok perlakuan (69,6% TPM, 70,0% CBZ; p = 0,968). Demikian pula, perubahan persentase rata-rata dari baseline pada frekuensi kejang tidak berbeda antara kelompok perlakuan selama fase titrasi (-73% TPM, -72% CBZ; p = 0.94) atau fase pemeliharaan (-100% TPM, -100% CBZ). Analisis dari rata-rata yang disesuaikan menunjukkan bahwa efek terkait pengobatan dengan kenaikan berat badan adalah berbeda (p = 0,000; 95% CI: 1,284-3,012) dalam perbandingan antara kelompok TPM dan CBZ. Setelah pengobatan 28 minggu, pasien yang menerima TPM, didapati kenaikan berat badan rata-rata 0,511 kg (1,7% dari berat badan baseline), sedangkan pasien yang diobati CBZ didapati kenaikan berat badan rata-rata 2,659 kg (8,6% dari berat badan baseline) Pengukuran kognitif PIQ, persamaan, rentang angka, penyelesaian gambar, pengaturan gambar, pengkodean, labirin, BGT, BGT recall, dan masalah perilaku penarikan, kecemasan / depresi, masalah pemikiran, perilaku agresif, masalah perilaku seksual, masalah internalisasi, masalah eksternalisasi, masalah perilaku total, dan perilaku nakal semua menunjukkan peningkatan skor untuk kedua obat. Hal ini dicatat bahwa semua tes menunjukkan peningkatan lebih dalam kelompok yang diobati CBZ kecuali untuk penyelesaian gambar, labirin, BGT recall dan perilaku nakal. Khususnya, variabel labirin menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik pada pasien yang diobati CBZ dibandingkan dengan pasien yang diobati TPM (p = 0,026; 95% CI: 0,20-3,10). Dari variabel-variabel yang mengukur fungsi kognitif kosakata, pemahaman, dan masalah perilaku dari skor Conners (orang tua), sosial, skala kompetensi total menunjukkan perburukan pada skor dengan kedua obat. Namun, semua tes memiliki perubahan besar dalam arah negatif untuk pasien yang diobati

TPM kecuali pemahaman dan skor Conners (orang tua). Khususnya, aritmatika menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik pada perbandingan antara kedua kelompok perlakuan (p = 0,037; 95% CI: 0,07-2,12) How are the result presented? Hasil ditampilkan dalam tabel saja tanpa grafik

Validity

1.

Was the assignment of patient to treatment randomized? Ya, pada penelitian ini dilakukan randomisasi

2. Were the groups similar at the start of trial ? Ya, kedua kelompok penelitian dapat disamakan saat baseline (homogen) 3. Aside from the allocated treatment, were groups treated equally? Ya, pada kedua kelompok mendapat perlakuan sama, Penelitian ini menyertakan fase baseline selama 6 bulan dan fase penapisan selama 1 minggu dimana kepenuhan syarat ditentukan dan semua prosedur penapisan dilaksanakan. 4. Were all patients who entered the trial accounted for? And were they analysed in the group to which they were randomized? Pada penelitian ini tidak didapatkan perhitungan jumlah sampel, dilakukan analisa tiap kelompok perlakuan. Semua subyek diikuti sampai akhir penelitian dan dalam proses penapisan didapatkan 10 subyek yang gagal dinyatakan sesuai kriteria inklusi. Dari 112 subyek tersebut yang memenuhi seluruh kriteria penelitian pada awal intervensi dan 6 bulan skreening

neuropsikometrik sebanyak 58 subyek dikelompokkan dalam kelompok perlakuan TPM. Sebanyak 54 lainnya dikelompokkan dalam kelompok perlakukan CBZ. Selama 6 bulan intervensi (setelah dititrasi 4 minggu sebelumnya) pada kelompok intervensi TPM sebanyak 6 subyek drop out karena efek samping, dan 7 subyek drop out karena penyebab selain obat. Pada

kelompok intervensi CBZ 5 subyek drop out karena efek samping, dan 6 subyek drop out karena penyebab selain obat.

5. Were measure objective or were the patient and clinicians kept blind to which treatment was being received? Ya , peneliti blind selama penelitian

Importance 1. How large was the treatment effect? Terhadap Bangkitan Kejang Selama periode percobaan, persentase pasien yang bangkitan kejang tidak berbeda antara kelompok perlakuan Demikian pula, perubahan persentase ratarata dari baseline pada frekuensi kejang tidak berbeda antara kelompok perlakuan selama fase titrasi atau fase pemeliharaan. Terhadap Efek Samping Kejadian merugikan yang muncul karena pengobatan dan keluhan kognitif tidak berbeda nyata antara kelompok TPM dan CBZ, walaupun pasien yang diobati TPM sedikit lebih banyak dilaporkan disfungsi memori dan mengantuk dan pasien CBZ lebih bermakna. Efek pengobatan terhadap berat badan berbeda pada kedua kelompok dalam perbandingan antara kelompok TPM dan CBZ. Hasil tes neuropsikologis Pengukuran kognitif PIQ, persamaan, rentang angka, penyelesaian gambar, pengaturan gambar, pengkodean, labirin, BGT, BGT recall, dan masalah perilaku penarikan, kecemasan / depresi, masalah pemikiran, perilaku agresif, masalah perilaku seksual, masalah internalisasi, masalah eksternalisasi, masalah perilaku total, dan perilaku nakal semua menunjukkan peningkatan skor untuk kedua obat. Hal ini dicatat bahwa semua tes menunjukkan peningkatan lebih dalam kelompok yang diobati CBZ kecuali untuk

penyelesaian gambar, labirin, BGT recall dan perilaku nakal. Khususnya, variabel labirin menunjukkan peningkatan yang signifikan secara statistik pada pasien yang diobati CBZ dibandingkan dengan pasien yang diobati TPM (p = 0,026; 95% CI: 0,20-3,10). Dari variabel-variabel yang mengukur fungsi kognitif kosakata, pemahaman, dan masalah perilaku dari skor Conners (orang tua), sosial, skala kompetensi total menunjukkan perburukan pada skor dengan kedua obat. Namun, semua tes memiliki perubahan besar dalam arah negatif untuk pasien yang diobati TPM kecuali pemahaman dan skor Conners (orang tua). Khususnya, aritmatika menunjukkan perbedaan yang signifikan secara statistik pada perbandingan antara kedua kelompok perlakuan (p = 0,037; 95% CI: 0,07-2,12)

What is the measure? (69,6% TPM, 70,0% CBZ; p = 0,968) dan perubahan persentase rerata fase titrasi (-73% TPM, -72% CBZ; p = 0.94), fase pemeliharaan (-100% TPM, 100% CBZ). Efek pengobatan terhadap berat badan berbeda bermakna (p = 0,000; 95% CI: 1,284-3,012). Setelah pengobatan 28 minggu, pasien yang menerima TPM mengalami kenaikan berat badan rata-rata 0,511 kg (1,7% dari berat badan baseline), sedangkan pasien yang diobati CBZ mengalami kenaikan berat badan rata-rata 2,659 kg (8,6% dari berat badan baseline).

2. How precise was the estimate of the treatment effect? Kejang berulang pada kelompok yang mendapat TPM dan CBZ tidak bebeda bermakna. Efek samping pada perubahan berat badan antara yang diberi TPM dan CBZ berbeda bermakna (yang mendapat CBZ peningkatan berat badan rata-rata lebih tinggi dibanding yang mendapat TPM)

Applicability 1. Do these result apply to your patient? Ya, terutama pada pasien anak usia 5-15 tahun dengan Benign Rolandic Epilepsy. Pernyataan diatas merujuk kepada hasil penelitian ini terhadap efek samping terhadap kejang berulang, kenaikan rerata berat badan, dan fungsi kognitif serta perilaku.

TELAAH KRITIS KAJIAN STRUKTUR PENULISAN MAKALAH

1. Judul
y y y

Menarik tetapi melebihi 12 kata Informatif dan menggambarkan isi penelitian Tidak terdapat singkatan

2. Penulis dan institusi


y y

Nama sudah ditulis sesuai dengan kaidah jurnal Nama institusi dan korespondensi jelas

3. Abstrak
y y y

Abstrak tidak terstruktur, mengandung komponen IMRAD, cukup informatif Tidak menggunakan singkatan dan tidak terlalu panjang (kurang 250 kata) Kata kunci disebutkan

4. Pendahuluan
y y y y

Terdiri dari 2 paragraf, kurang dari 1 halaman Terdapat latar belakang meskipun masih ada yang kurang tentang latar belakang efek OAE CBZ dan tujuan penelitian Hipotesis disebutkan Didukung pustaka yang relevan untuk latar belakang efek OAE TPM tetapi tidak CBZ

5. Hipotesis
y

Disebutkan

6. Metode
y y y y

Jenis penelitian : experimental dengan randomized trial Tempat penelitian disebutkan Waktu penelitian tidak disebutkan hanya lama penelitian Populasi target : anak Epilepsi rolandic benigna

Populasi terjangkau : anak Epilepsi rolandic benigna di 12 senter di Korea Selatan Subjek : anak Epilepsi rolandic benigna usia 5-15 tahun di 12 senter studi di Korea Selatan Kriteria inklusi disebutkan Kriteria ekslusi disebutkan Perhitungan jumlah sampel tidak disebutkan Analisa penelitian disebutkan Program komputer yang digunakan disebutkan Persetujuan penelitian disebutkan (komisi etik)

y y y y y y y

7. Hasil penelitian
y y y y

Tabel karakteristik subyek disebutkan pada table 1 Jumlah subyek yang diteliti disebutkan Penulisan tabel sudah tepat, judul tabel diletakkan diatas tabel, tidak diakhiri dengan titik dan tidak ada garis diantara angka-angka dalam tabel Tabel yang dicantumkan tidak cukup informative, khususnya pada tabel yag mengulas hasil fungsi kognitif dan permasalahan perilaku sesudah intervensi 6 bulan dengan TPM dan CBZ, hanya memaparkan sesudah intervensi, tetapi sebelum intervensi tidak dipaparkan. Hasil penelitian yang penting disebutkan dengan jelas

8. Diskusi
y y y y

Keterbatasan penelitian disebutkan Tidak mengulang hal yang sudah dikemukakan pada hasil Peneliti membandingkan hasil dengan penelitian sebelumnya dan justifikasi teorinya cukup jelas Kesimpulan disebutkan pada bagian akhir diskusi

9. Ucapan terimakasih
y

Disebutkan

10. Daftar Pustaka


y

Mengacu sistem Vancouver

KAJIAN KRITIS ILMIAH (CAW)

1. Apa rumusan masalah jurnal ini? 1. Rumusan masalah : Pertanyaan penelitian disebutkan secara eksplisit Bagaimanakah efek topiramate (TPM) dibandingkan carbamazepine (CBZ) dengan dosis yang memadai sebagai terapi tunggal untuk anak-anak dengan Benign Rolandic Epilepsy? 2. Apa metode penelitian yang digunakan? Apakah metode yang dipilih sesuai dengan rumusan penelitian? Metode penelitian yang digunakan : randomized trial. Metode yang digunakan sudah sesuai dengan masalah penelitian 3. Apa populasi target? Apa sampling framenya dan metode sampling? Populasi target : anak Epilepsi rolandic benigna Populasi terjangkau : anak Epilepsi rolandic benigna di 12 senter di Korea Selatan Subjek : anak Epilepsi rolandic benigna usia 5-15 tahun di 12 senter studi di Korea Selatan Sampling frame :
o Kriteria Inklusi : disebutkan o Kriteria eksklusi : tidak disebutkan

Metode sampling : disebutkan, secara random 4. Apa studi faktor? Bagaimana cara pengukurannya? Studi faktor : fungsi kognitif dan permasalahan perilaku Cara pengukuran : klinis, EEG, neuropsikometrik dan wawancara dengan orang tua

5. Apa outcome factor pada penelitian ini? Membandingkan OAE TPM dan CBZ dalam aspek minimalnya efek samping terkait fungsi kognitif dan perbaikan fungsi kognitif serta permasalahan perilaku 6. Apa saja bias yang relevan pada penelitian ini? Bias prosedur : tidak didapatkan Recall bias : didapatkan Bias ketaatan : tidak didapatkan 7. Cara perhitungan besar sampel? Apa kekuatan penelitian disebutkan ? Cara perhitungan besar sampel tidak disebutkan Kekuatan penelitian disebutkan 8. Apa analisa penelitian disebutkan? Disebutkan, perbandingan antar dua kelompok dianalisis dengan uji t-test independent 9. Apa kesimpulan yang diambil dari penelitian ini? Apakah peneliti menghasilkan hipotesa baru? Kesimpulan penelitian ini: Pola perubahan neuropsikometrik dengan TPM secara keseluruhan tampaknya tidak jauh berbeda efek sampingnya dibandingkan CBZ. Akan tetapi, hasil keluaran dengan dosis target minimum tidak berbeda bermakna dibandingkan antara grup intervensi Penelitian ini tidak menghasilkan hipotesis baru

EVIDENCE BASED MEDICINE

1. Research Question : Bagaimanakah efek topiramate (TPM) dibandingkan carbamazepine (CBZ) dengan dosis yang memadai sebagai terapi tunggal untuk anak-anak dengan Benign Rolandic Epilepsy? 2. P Population : Penderita berusia 5-15 tahun dengan kecerdasan yang normal dan memiliki setidaknya dua parsial onset kejang selama 6 bulan pada awal gejala. Klinis dan ECG menunjukkan kesesuaian dengan Benign Rolandic Epilepsy, orang tua dan / atau pasien setuju diberikan OAE; kejang siang hari, setidaknya 1 episode kejang kejang selama 6 bulan. Studi pendahuluan diperlukan pencitraan resonansi magnetik untuk menunjukkan ada/tidaknya lesi otak progresif. Kriteria eksklusi penderita terbukti mengalami kerusakan tak progresif atau mengalami lesi neurodegenerative; kerusakan kognitif yang dapat mengganggu, riwayat gangguan kejiwaan, membutuhkan obat penenang dalam 6 bulan terakhir, pemeriksaan senyawa aktif selama 30 hari terakhir, riwayat tidak patuh dalam mengkonsumsi obat antiepilepsi, ketidakmampuan untuk mengendalikan kejang, riwayat nefrolitiasis dan pasien yang telah mengkonsumsi obat apa pun terkait dengan nefrolitiasis dan pasien yang sebelumnya pernah diobati dengan kedua terapi TPM atau CBZ.

I Intervention

: Setelah tahap skreening, fase 4 minggu dosis eskalasi

dimulai selama TPM dan CBZ diperkenalkan dan dititrasi untuk target minimum. Dosis.TPM diberikan awal pada 12,5 mg per hari dan dititrasi setidaknya 50 mg per hari pada pasien <30 kg dan 75 mg atau 100 mg per hari pada pasien >30 kg selama 4 minggu. CBZ dimulai pada dosis 10 mg / kg / dan dititrasi untuk setidaknya 20 mg / kg / hari selama 4 minggu. tambahan eskalasi individu diizinkan sampai dengan toleransi maksimum pada dosis 4 mg / kg / hari untuk TPM dan 30 mg / kg / hari untuk CBZ hingga 22 minggu.

C Kontrol normal

: Penderita berusia 5-15 tahun dengan kecerdasan yang

dan memiliki setidaknya dua parsial onset kejang selama 6 bulan pada awal gejala. Klinis dan ECG menunjukkan kesesuaian dengan Benign Rolandic Epilepsy, orang tua dan / atau pasien setuju diberikan OAE; kejang siang hari, setidaknya 1 episode kejang kejang selama 6 bulan. Studi pendahuluan diperlukan pencitraan resonansi magnetik untuk menunjukkan ada/tidaknya lesi otak progresif.

O Outcome

: Subyek penelitian sebanyak 112 anak yang memnuhi

kriteria inklusi dari berbagai Centre. Dari 112 subyek tersebut yang memenuhi seluruh kriteria penelitian pada awal intervensi dan 6 bulan skreening neuropsikometrik sebanyak 58 subyek dikelompokkan dalam kelompok perlakuan TPM. Sebanyak 54 lainnya dikelompokkan dalam kelompok perlakukan CBZ. Selama 6 bulan intervensi (setelah dititrasi 4 minggu sebelumnya) pada kelompok intervensi TPM sebanyak 6 subyek drop out karena efek samping, dan 7 subyek drop out karena penyebab selain obat. Pada kelompok intervensi CBZ 5 subyek drop out karena efek samping, dan 6 subyek drop out karena penyebab selain obat. Pada pengamatan bulan ke-7 : dosis rata-rata harian TPM adalah 3,4 mg / kg / hari (SD: 1,6) dan rata-rata dosis CBZ adalah 21,6 mg / kg / hari (SD: 3,2 mg / kg). dari 45 pasien pada TPM, 30 pasien memiliki target dosis minimum, 50 mg pada pasien <30 kg dan 75 mg pada pasien > 30 kg. Dari 43 pasien pada CBZ, hanya 3 pasien memiliki dosis> 20 mg / kg /hari. Data neuropsikometri tersedia untuk 88 pasien (45 pasien untuk TPM dan 43 pasien untuk CBZ). Dari variabel kognitif yang diukur, menunjukkan hasil

yang buruk pada kelompok intervensi TPM (p = 0,037) sebuah tes tambahan.menunjukkan perbaikan yang bermakna pada kelompok intervensi CBZ (p = 0,026). dari variabel perilaku, tidak ada perubahan signifikan yang ditemukan tetapi nilai memiliki kecenderungan negatif untuk TPM. Ketika 30 pasien memnuhi target dosis minimum untuk TPM dibandingkan dengan 40 pasien yang diobati dengan dosis miminum CBZ, tidak ada perburukan pada efek kognitif dan perilaku pada yang diberikan TPM.

3. Apakah desain penelitian yang digunakan sudah dapat menjawab pertanyaan penelitian ? Desain penelitian ini adalah suatu Randomized Non Control Trial, yang sudah dapat untuk menjawab tujuan penelitian 4. Kemana penelitian ini ditujukan ? Sebagai suatu Clinical Evidence dalam tatalaksana penderita Benign Rolandic Epilepsy dengan membandingkan penggunaan terapi TPM dan CBZ,

mengetahui efikasi dan efek dari kedua obat pada fungsi kognitif dan perilaku penderita epilepsy dalam tatalaksana Benign Rolandic Epilepsy.

5. Apakah PICO dari penelitian ini sudah cukup ? Ya PICO yang digunakan sudah cukup untuk menjawab tujuan penelitian Populasi Intervensi Control Outcome : yang dipilih sudah dapat mewakili : sudah sesuai : kurang sesuai : sudah sesuai tujuan

6. Seberapa jauh penelitian sudah dilakukan ?

Berdasarkan penelusuran kami pada Cochrane Library dengan kata kunci Cognitive function, Behavioral problems, Topiramate, Carbamazepine, Benign rolandic epilepsy, didapatkan 4 buah penelitian yang melihat terapi TPM dan CBZ terhadap fungsi kognitif dan perilaku pada Benign Rolandic Epilepsy, 1 buah penelitian serupa dengan penelitian ini dan merupakan bagian dari penelitian multisenter dengan hasil yang sama, 1 buah penelitian yang melihat efek terapi Clobazam (CBL) dibandingkan CBZ terhadap fungsi kognitif dan perilaku pada Benign Rolandic Epilepsy, 1 penelitian meneliti tentang efek CBZ terhadap fungsi kognitif dan perilaku pada Benign Rolandic Epilepsy.

7. Apa hasil penelitian ? Pola perubahan neuropsychometric dengan TPM tampak sedikit lebih buruk secara keseluruhan dibandingkan dengan CBZ. Namun, hasil dengan pemberian target minimum dosis tidak menunjukkan perbedaan bermakna pada kedua kelompok perlakuan.