Anda di halaman 1dari 22

MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN ANTENATAL CARE PATOLOGI PADA NY.

N GESTASI 36 MINGGU DENGAN PRESENTASE BOKONG DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR TANGGAL 24 06 - 2008 No. Register : 01 53 83

Tanggal Kunjungan : 24 06 2008 Tanggal Pengkajian : 24 06 2008 LANGKAH I. IDENTIFIKASI DATA DASAR A. Nama Umur Nikah / lamanya Agama Suku Pendidikan Pekerjaan Alamat B. 1. 2. 3. Identifikasi Istri / Suami : Ny. N / Tn. K : 22 Tahun / 30 Tahun : 1x / + 4 tahun : Islam / Islam : Makassar / Makassar : D-III / S1 : Wiraswasta / Wiraswasta : Jl. Kumala Riwayat Kehamilan Sekarang GII PI AO HPHT : 15 10 2007 HTP : 22 07 2008

4.

Ibu mengatakan ini kehamilan yang kedua dan tidak

pernah keguguran. 5. 6. 7. Ibu mengatakan umur kehamilan + 8 bulan. Ibu mengatakan khawatir dengan keadaannya. Ibu merasakan pergerakan janin pada bulan Maret

2008 dan lebih banyak dirasakan disebelah kanan serta tidak merasa nyeri perut. 8. resep dokter. A.
No 1 2 Tempat Bersalin RSUD

Ibu tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan tanpa

Riwayat persalinan dan nifas yang lalu


Tahun 2005 Kehamilan umur Keadaan 9 bln Aterm Persalinan Jenis penolong spontan Dokter Bayi / anak L/P BBL/PBL L 3000 Keadaan Hidup

L. Baji 2008 hamil sekarang

C. 1. 2. 3. 4. D. 1. 2.

Riwayat Kesehatan yang Lalu Tidak ada riwayat penyakit jantung, malaria dan asma Ibu tidak pernah dioperasi dan transfusi darah Tidak ada riwayat alergi Ibu tidak ada riwayat penyakit keturunan Riwayat Psiko sosial, Ekonomi dan Spiritual Kehamilan ini direncanakan dengan suami Suami adalah pengambil keputusan dalam keluarga

3.

Ibu dan keluarga ingin persalinannya dibantu oleh

dokter / bidan dan berlangsung secara normal 4. E. Ibu banyak berdoa untuk keselamatannya dan janin Riwayat Keluarga Berencana

Ibu pernah menggunakan alat kontrasepsi. Alat kontrasepsi yang digunakan adalah jenis suntikan 3 bulan F. 1. a. Riwayat pemenuhan kebutuhan dasar Pola nutrisi Kebiasaan : Pola makan teratur dengan menu nasi,

lauk, sayur dan buah frekuensi 3x sehari serta minum air putih 1-6 gelas/hari b. Selama hamil : Ibu makan 3-4 kali sehari, minum 7-8

gelas sehari ditambah susu 2 gelas 2. a. Pola eliminasi Kebiasaan : BAK 5-6 kali sehari, warna kuning muda

dan bau khas dan BAB 1 kali sehari, konsistensi dan warna kuning. b. perubahan 3. a. jam b. Selama hamil : tidak ada perubahan Istirahat Kebiasaan : Tidur malam 7- 8 jam dan tidur siang 1-2 Selama hamil : BAK lebih sering, BAB tidak ada

4. a.

Personal hygiene Kebiasaan : mandi 2x sehari, sikat gigi 3x sehari dan

keramas 3x seminggu b. Selama hamil : tidak ada perubahan

H. Pemeriksaan Fisik 1. a. b. c. d. 2. Keadaan umum : Kesadaran komposmentis BB : 51 kg TB : 156 cm Lila : 24 cm Tanda-tanda vital : N : 84 x/menit P : 24 x/menit Inspeksi, palpasi, perkusi dan auskultasi a. Kepala 1) Inspeksi : tidak ada ketombe, rambut hitam dan tidak

TD : 110/70 mmHg S : 370C 3.

mudah tercabut 2) b. Wajah 1) 2) Inspeksi : Ekspresi wajah nampak cemas Palpasi : tidak ada oedema pada wajah Palpasi : tidak ada nyeri tekan

c. Mata Inspeksi : Konjungtiva merah muda dan sklera tidak ikterus d. Hidung 1) Inspeksi : Simetris kiri dan kanan dan tidak ada

peradangan (polip) 2) e. Leher 1) Inspeksi : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid dan vena Palpasi : tidak ada nyeri tekan

jugularis 2) Palpasi : Tidak teraba adanya pembesaran kelenjar limfe

f. Mulut dan gigi Inspeksi : Mulut tampak bersih dan 2 gigi yang caries g. Telinga 1) 2) Inspeksi : tidak ada pengeluaran serumen Palpasi : tidak ada nyeri tekan

h. Payudara 1) Simetris kiri dan kanan, puting susu terbentuk,

hyperpigmentasi pada aerola mammae 2) Palpasi : tidak teraba massa pada mammae

i. Abdomen

1)

Inspeksi : pembesaran perut sesuai umur kehamilan,

nampak adanya striae albicans, tonus otot agak kendor dan tidak ada bekas luka operasi 2) Palpasi :

Leopold I : 3 jrbpx (32 cm) Leopold II : pu-ki Leopold III : bokong Leopold IV : BAP (Konvergen) auskultasi : DJJ terdengar jelas, teratur dan kuat dengan frekuensi 135 x/menit pada kuadran kiri atas j. Tungkai 1) 2) 3) Inspeksi : simetris kiri dan kanan serta tidak ada varices Palpasi : tidak ada oedema pada tungkai Perkusi : refleks patella kiri dan kanan (+/+)

k. Pemeriksaan laboratorium (LAB) 1) 2) 3) Reduksi : (-) Abdomen : (-) Hb : 11,6 gr%

LANGKAH II. IDENTIFIKASI DIAGNOSA/MASALAH AKTUAL Diagnosa : GV PIV AO, gestasi 27 minggu, Puka, BAP, situs memanjang (bokong), intra uterine, tunggal, hidup, keadaan ibu dan janin. Masalah Aktual : Presentase bokong

1. GV PIV AO DS : - Ibu mengatakan hamil kedua dan tidak pernah keguguran DO : - Tampak striae albicans, striae livide, linea nigra dan tidak ada luka bekas operasi - Tampak hyperpigmentasi pada aerola mammae, putting susu menonjol dan ada colostrum

Analisa dan interpretasi data - Pada kulit terdapat hyperpigmentasi, pigmentasi ini disebabkan oleh pengaruh Menophore Stimulating Hormone (MSH) yang meningkat, MSH ini adalah salah satu hormon yang juga dikeluarkan oleh lobus anterior hipofisis, tidak jarang dijumpai kulit perut seolah-olah retakretak warnanya berubah agak hiperemik dan kebiru-biruan disebut striae livide, setelah partus berubah warnanya menjadi putih dan disebut striae albicans. (Ilmu Kebidanan, Hal. 97-98, Sarwono Prawirohardjo). - Mammae akan membesar dan tegang akibat hormon somato inmatropin estrogen dan progesterone dan mengeluarkan ASI. (Ilmu Kebidanan, Hal. 25 Sarwono Prawirohardjo). 2. Masa gestasi 36 minggu DS ; HPHT tanggal 15 10 2007 DO : - Perut membesar sesuai umur kehamilan dengan hasil palpasi

- Leopold I dengan TFU (30 cm, 3 jrbpx) Analisa dan interpretasi data Menurut rumus neagle dari HPHT tanggal 15 10 2007 sampai tanggal 24 06 2008, umur kehamilan 36 minggu dengan hasil palpasi Leopold I yaitu TFU 30 cm (3 jrbpx)

3. Letak memanjang / Pu-ki DS : - Ibu mengatakan pergerakan janinnya kuat terutama disebelah kanan DO : - Palpasi Leopold II : teraba punggung disebelah kiri abdomen ibu Analisa dan interpretasi data - Pertumbuhan uterus pada bulan ke-4 sampai akhir kehamilan berangsur-angsur menjadi lonjong. Bentuk inilah yang menyebabkan bentuk janin berada dalam letak memanjang dan untuk menyesuaikan bentuk janin yang juga memanjang (Obstetri Fisiologi Padjajaran, Hal.142) - Pada palpasi Leopold II teraba adanya tahanan yang lebar seperti papan pada sisi perut ibu sebelah kiri dan didukung adanya terdengar bunyi jantung pada kuadran kiri perut ibu menandakan punggung kiri. (Obstetri fisiologi Padjajaran, hal.165 dan ilmu kebidanan penyakit kandungan dan KB, hal.153).

4. Presentase bokong, BAP DS : DO : - Pada Leopold III teraba bagian terendah janin yaitu bokong - Pada palpasi Leopold IV BAP (konvergen) Analisa dan interpretasi data Pada palpasi Leopold III teraba bagian lunak yang menandakan bokong Pada palapasi Leopold IV bagian terendah masih dapat digerakkan / masih terdorong keatas dan jari-jari masih bertemu satu sama lain. berarti bagian terendah janin belum masuk kedalam rongga panggul (Obstetri Fisiologi Padjajaran, Hal. 162-166) 5. Intra uterine DS : - Ibu mengatakan selama hamil tidak ada nyeri perut - Ibu mengatakan tidak nyeri bila diraba DO : - TFU 31 cm, pembesaran perut sesuai umur kehamilan Analisa dan interpretasi data - Pada kehamilan uterus membesar karena pengaruh hormon estrogen yang diproduksi oleh plasenta - Bagian besar janin dapat diraba pada saat palpasi Leopold III dan ibu merasakan nyeri saat janin bergerak 6. Janin Tunggal dan hidup DS : - Tidak ada riwayat keturunan kembar

- Ibu mengatakan gerakan janin aktif disebelah kanan DO : - Pada saat palpasi teraba dua bagian besar bayi yaitu kepala dan bokong - Auskultasi DJJ, terdengar jelas dan teratur pada kuadran kiri dengan frekuensi 135 x/menit

Analisa dan interpretasi data - Teraba 2 bagian besar janin yaitu kepala pada kuadran atas perut dan bokong pada kuadran bawah perut serta punggung disisi kiri ibu. - Salah satu tanda pasti janin hidup adalah pergerakan janin sudah dirasakan pada kehamilan 29 minggu untuk primigravida dan 16 minggu untuk multigravida (Ilmu kebidanan, hal. 120) - Auskultasi DJJ dapat terdengar dengan stetoskop leanes pada kehamilan 16-20 minggu, dimana bunyi jantung teratur dan kuat dengan frekuensi 135 x/i (Obstetri Fisiologi Padjajaran, hal.169-170). 7. Keadaan janin hidup DS ; - Ibu merasakan pergerakan janinnya kuat DO : - Auskultasi DJJ terdengar jelas, kuat dan teratur pada kuadran kiri atas dengan frekuensi 135 x/menit Analisa dan interpretasi data

Pergerakan janin yang dirasakan ibu dan adanya bunyi jantung janin menandakan janin dalam keadaan baik (Ilmu kebidanan penyakit kandungan dan KB, hal.150). 8. Ibu dengan masalah kecemasan DS : - Ibu mengatakan khawatir dengan keadaannya dan ibu selalu bertanya-tanya tentang kondisi dan janinnya DO : - Ekspresi wajah ibu nampak cemas

Analisa dan interpretasi data Karena adanya gangguan yang dirasakan ibu dimana janin berada letak bokong sehingga ibu merasa cemas. LANGKAH III. ANTISIPASI DIAGNOSA/MASALAH POTENSIAL Kemungkinan ibu tidak dapat melahirkan secara normal LANGKAH IV. EVALUASI PERLUNYA TINDAKAN / MASALAH POTENSIAL kolaborasi LANGKAH V. RENCANA TINDAKAN Masalah aktual : kecemasan Tujuan : - Kecemasan berkurang Kriteria : - TTV dalam batas normal TD : sistole 100 140 dan diastole 70-90 mmHg

N : 60 90 x/i P : 18 x/menit 24 x/menit S ; 360C 37,50C Intervensi 24 Juni 2008 1. Beri penjelasan tentang hasil pemeriksaan bahwa letak janin dalam keadaan sungsang Rasional : Penyampaian dan penjelasan tentang hasil pemeriksaan kepada ibu sangat penting agar ibu dapat mengetahui keadaan janinnya. 2. Berikan HE pada ibu tentang a. Anjurkan ibu untuk istirahat yang cukup

Rasional : Istirahat dapat mengurangi beban kerja jantung yang mengalami peningkatan karena kehamilan dan tidak melakukan pekerjaan yang berat (Obstetri Fisiologis Padjajaran, hal. 208). b. 1) Gizi ibu hamil Menganjurkan ibu untuk mengurangi karbohidrat

Rasional : Karena ibu akan menambah pertumbuhan janin yang berlebihan (gizi kesehatan, hal.119) 2) Menganjurkan ibu untuk menambah konsumsi protein

Rasional : Karena metabolisme bertambah untuk pertumbuhan janin, kelenjar buah dada dan untuk penambahan volume darah (Obstetri padjajaran, hal.206) 3) Menganjurkan ibu hamil tetap memperbanyak mineral (air)

Rasional : Air menambah keringat dan juga pengeluaran racun melalui usus dan ginjal (Obstetri Fisiologi padjajaran, hal. 207) 4) Menganjurkan ibu memperbanyak mengkonsumsi vitamin

Rasional : Gunanya untuk pertumbuhan janin (Obstetri Fisiologi padjajaran, hal. 207) 5) Menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang

mengandung zat besi Rasional : Untuk menambah pembentukan sel-sel darah agar tidak terjadi anemia pada ibu (Obstetri Fisiologi padjajaran, hal. 206) c. Menganjurkan ibu untuk menjaga kebersihan badannya

Rasional : kebersihan badan mengurangi kemungkinan infeksi karena badan yang kotor banyak mengandung kuman-kuman. 3. Jelaskan pada ibu tentang 9 tanda bahaya kehamilan Rasional : Dengan menjelaskan kepada ibu tentang tanda bahaya kehamilan, ibu dapat mengerti dan melaksanakan anjurkan

bidan jika mengalami bahaya kehamilan (Obstetri Fisiologi padjajaran, hal. 214). 4. Menghitung gerakan janin Rasional : Dengan mengajarkan pada ibu cara menghitung gerakan janin, ibu dapat memantau sendiri kondisi kesejahteraan janin secara Objektif, sekaligus meningkatkan pengetahuan ibu tentang kehamilan. 5. Penatalaksanaan pemberian obat a. B. Compleks

Rasional : Menambah nafsu makan, apabila kekurangan Vit.A, B. Compleks, ini dapat mencegah kemungkinan terjadinya perdarahan post partum pada bayi baru lahir, perdarahan post partum dan atrofi dan ovarium. (Obstetri Fisiologi padjajaran, hal. 207). b. Vitamin C mencegah serabut, penting sekali untuk

Rasional : Selain

pertumbuhan janin dan dapat juga mempercepat proses penyerapan sari-sari makanan (Obstetri Fisiologi

padjajaran, hal. 206) c.Fe Rasional : untuk pembuatan Hb janin d. Kalk

Rasional : kalk sangat penting untuk pembuatan tulang-tulang janin (Obstetri Fisiologi padjajaran, hal. 206) 6. Follow up Rasional : Tujuan asuhan dapat dicapai secara efisien dan efektif dan dapat mendeteksi secara dini gejala-gejala apa yang

dialaminya (Obstetri Fisiologi padjajaran, hal. 214) LANGKAH VI. IMPLEMENTASI Tanggal 24 Juni 2008 1. Menjelaskan kepada ibu tentang kondisi kehamilannya yaitu : a. b. Letak janin ibu dalam keadaan bokong Keadaan janin ibu baik dan DJJ 135 x/menit

2. Memberi HE kepada ibu tentang : a. Istirahat yang cukup

Ibu sebaiknya istirahat (tidur) yang cukup dalam waktu 8 jam pada malam hari dan 1-2 jam pada siang hari b. Gizi ibu hamil 1) Menganjurkan ibu mengurangi konsumsi karbohidrat seperti nasi, singkong dan jagung 2) Menganjurkan ibu untuk menambah konsumsi protein karena sangat dibutuhkan dalam kehamilan, sedapat-dapatnya dari protein yang dibutuhkan berasal dari hewan (telur, tempe, tahu dna

daging) selebihnya diambil dari protein tumbuh-tumbuhan (kcangkacangan) 3) Menganjurkan ibu hamil tetap memperbanyak minum air putih, cukup banyak kira-kira 6-8 gelas sehari 4) Ibu mencapai kesehatan yang optimal dianjurkan ibu

mengkonsumsi vitamin yang berasal dari buah-buahan seperti apel, pisang dan pepaya 5) Menganjurkan ibu untuk sering mengganti pakaian dalam bila basah, kotor ataupun lembab. 3. Mendiskusikan tentang 9 tanda bahaya kehamilan a. b. c. d. e. f. g. h. i. Perdarahan jalan lahir Oedema pada wajah dan tangan Adanya nyeri kepala yang hebat dan menetap Penglihatan kabur Pergerakan janin berkurang Nyeri perut Muntah-muntah yang berlebihan Demam Perdarahan pervaginam

4. Menganjurkan ibu untuk menghitung gerakan janin, ibu dapat memantau kesejahteraan janin dengan cara :

a. sehari b.

Waktu menghitung gerakan janin hanya dilakukan sekali dalam

Dilakukan pada waktu yang sama setiap hari ditentukan oleh

ibu sendiri berdasarkan kapan waktu janinnya bergerak. c. Dilakukan pada waktu ibu berbaring dalam keadaan miring

normalnya 1 gerakan dalam 1 jam. d. Ibu harus melapor jika ada kelainan

5. Penatalaksanaan pemberian obat : a. b. c. d. B. Kompleks 3x1 Vit.C 3x1 Kalk 1x1 Fe 1x1 : setiap habis makan

: setiap habis makan : sesudah makan pagi : sesudah makan malam

6. Follow up a. b. Menganjurkan ibu untuk datang kembali 4 minggu kemudian Menjelaskan kepada ibu tentang tujuan kunjungan berikutnya

yaitu untuk memantau kehamilan dan mendeteksi dini komplikasi kehamilan. LANGKAH VII. EVALUASI Tanggal 24 Juni 2008 1. Ekspresi wajah ibu tampak tenang 2. ibu tidak bertanya-tanya lagi tentang keadaannya 3. Ibu mengerti dengan penjelasan yang diberikan

4. Ibu bersedia untuk datang kembali untuk memeriksakan kehamilannya / follow up

PENDOKUMENTASIAN HASIL ASUHAN KEBIDANAN ANTENATAL PATOLOGI PADA NY. F GESTASI 36 MINGGU DENGAN PRESENTASE BOKONG DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR TANGGAL 24 06 2008 (SOAP)

No. Register

: 01 53 83

Tanggal Kunjungan : 24 06 2008 Tanggal Pengkajian : 24 06 2008 Kunjungan : ulang

Identifikasi Istri / Suami

Nama Umur Nikah / lamanya Agama Suku Pendidikan Pekerjaan Alamat Data Subjektif (S) 1. GII PI AO

: Ny. N / Tn. K : 22 Tahun / 30 Tahun : 1x / + 4 tahun : Islam / Islam : Makassar / Makassar : D-III / S1 : Wiraswasta / Wiraswasta : Jl. Kumala

2. HPHT tanggal 15 10 2007 3. Ibu mengatakan ini kehamilan yang kedua dan tidak pernah keguguran 4. Ibu mengatakan umur kehamilan + 8 bulan 5. ibu khawatir dengan keadaannya 6. Pertama kali pergerakan janin dirasakan pada bulan Maret 7. Tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan tanpa resep dokter Data Objektif (O) 1. HPHT : 22 07 2008 2. TTV : TD : 110/70 mmHg S : 370C 3. BB = 65 kg N : 84 x/menit P : 24 x/menit

4. TB = 157 cm 5. Palpasi : Leopold I : 3 jari bawah px (32 cm) Leopold II : pu-ki Leopold III : kepala Leopold IV : BAP (Konvergen) 6. Auskultasi DJJ terdengar jelas, teratur dan kuat dengan frekuensi 135 x/menit pada kuadran kiri atas 7. Pembesaran perut sesuai umur kehamilan Assesment (A) Diagnosa : GII PI AO, gestasi 36 minggu, letak memanjang, Pu-ki, presentase kepala, BAP, intra uterine, tunggal, hidup, keadaan ibu dan janin baik dengan masalah kecemasan. Planning (P) 1. Menyampaikan hasil pemeriksaan kepada ibu bahwa janin dalam keadaan presentase bokong Hasil : Ibu sudah mengerti kondisi janinnya 2. Mengkaji tingkat kecemasan Hasil : Kecemasan berkurang 3. Beri HE pada ibu tentang istirahat, gizi dan vulva hygiene Hasil : Ibu mengerti dan bersedia melakukan ajarakan yang diberikan 4. Memberikan support material dan spiritual pada ibu Hasil : Ibu tampak bersemangat

5. Menjelaskan kepada ibu tentang 9 tanda bahaya kehamilan Hasil : Ibu mengerti tentang penjelasan yang diberikan 6. Mengajarkan ibu untuk menghitung gerakan janin Hasil : Ibu mengerti dan bersedia melakukannya 7. Penatalaksanaan pemberian obat-obatan Hasil : Ibu bersedia mengkonsumsi obat yang diberikan 8. Menganjurkan ibu untuk datang kembali / follow up tiap minggu bila ada keluhan Hasil : Ibu bersedia datang untuk memeriksakan kehamilannya tiap minggu atau ada keluhan

MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN ANTENATAL CARE PATOLOGI PADA NY. N GESTASI 36 MINGGU DENGAN PRESENTASE BOKONG DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR TANGGAL 24 06 - 2008

OLEH KELOMPOK 1. 2. 3. 4. 5. 6. A. CICIJAYANTI A. NUR ANISA ARAS ADE IRMA SURIANI ANDRIANI ASTUTI DAHLIA ERVIONITA

PROGRAM D-III KEBIDANAN UNIVERSITAS INDONESIA TIMUR MAKASSAR 2010