Anda di halaman 1dari 18

FENOMENA TRANSPORT

1. Lintasan Bebas Rata-rata Marilah sekarang kita anggap sejumlah sifat-sifat gas yang bergantung pada fakta bahwa molekul memiliki ukuran tertentu dan membuat tumbukan dengan molekul yang lain. Pada kajian teori kinetik gas ideal ukuran molekul dianggap tidak ada atau dianggap titik. Pada gambar 1, molekul tertentu dinyatakan dengan bulatan hitam yang bergerak diantara molekul lain yang dinyatakan dengan bulatan putih. Masing masing lintasan

Gambar 1. Lintasan bebas molekul Antara tumbukan disebut lintasan bebas. Kita ak menghitung panjang rata-rata lintasan bebas tersebut atau lintasan bebas rata-rata, yang dinyatakan dengan P. Untuk perhitungan lintasan bebas rata-rata, kita asumsikan : a) pada suatu saat semua molekul gas diam kecuali satu molekul yang selalu bergerak. b) Molekul yang bergerak memiliki laju v c) Melekul-molekul berbentuk bola dengan jari-jari V. d) Pada saat tumbukan jarak pusat tumbukan adalah 2V.

2V

Gambar 2. Jarak antar pusat molekul

e) Molekul yang bertumbukan, satu dianggap membesar menjdi berjari-jari 2V, dan yang lain mengecil menjadi titik.

. 2V
Gambar 3. penampang tumbukan

Penampang bola yang membesar yang menjadi berjejari 2V disebut penampang tumbukan. Luas penampang tumbukan W adalah :
W = T(2V )2 W = 4TV2

Dalam selang waktu t detik, molekul menempuh jarak v .t sepnjang lintasan zigzag tak beraturan, dan melewati volume silinder yang panjangnya v .t dan luas penampangnya
W. Dalam selang waktu ini, molekul bertumbukan dengan semua molekul yang ada

dalam volume ini. Jika ada n molekul per satuan volume, maka jumlah tumbukan dalam volume silinder yang dilewati molekul adalah : nW v t, dan jumlah tumbukan per satuan waktu, atau frekuensi tumbukan z, adalah : z = nW v ................................ ................................ ................................ ................(1) Jarak rata-rata antara tumbukan atau lintasan bebas rata-rata sama dengan jarak total ayng ditempuh dalam waktu t dibagi dengan jumlah tumbukan dalam rentang waktu tersebut. Jadi,
P! v.t Wnv.t

Atau
P! 1 ................................ ................................ ................................ .................. (2) Wn

Perhitungan lebih lanjut, yakni dengan memperhitungkan molekul yang dim, kecepatan molekul terdistribusi, menurut Claussius, jalan bebas rata-rata tersebut diformulasikan sebaga berikut.
P! 0.75 Wn

Dengan asumsi berlaku distribusi kecepatan Maxwell, maka jalan bebas rata-rata dapat dinyatakan :
P! 0.707 Wn

Untuk berkas elektron yang memiliki kondisi yang jauh berbeda dengan gas, jalan bebas rata-rata dirumuskan sebagai :
P! 1 3Wn

2. Jalan Bebas Rata-rata Di dalam penurunan persamaan keadaan gas ideal, tumbukan antara molekul diabaikan, yang mana ekuivalen dengan anggapan molekul sebagai titik. Pengabaian tumbukan ini karena tekanan hanya bergantung hanya pada nilai rata-rata dari kuadrat kelajuan dari semua molekul. Tumbukan akan mengubah kecepatan molekul individual, tetapi tidak akan mengubah jumlah molekul yang memiliki kecepatan tertentu. Dengan kata lain, bila beberapa molekul kehilangan kecepatan tertentu sebagai hasil tumbukan, molekul yang lain memperoleh kecepatan yang sama dengan kecepatan molekul yang hilang dalam tumbukan. Selanjutnya dicari bentuk fungsi dari jalan bebas molekul. Jika panjang jalan bebas dinyatakan dengan x maka yang dicari dalam persoalan ini adalah berapa

banyaknya molekul yang memiliki jalan bebas dengan panjang dari x sampai x + dx. Misalkan pada suatu saat dalam suatu volume terdapat N 0 molekul, dan masing-masing molekul bertumbukan satu dengan yang lain. Setiap tumbukan mengeluarkan satu molekul dari grup N 0 . Setelah beberapa saat dari permukaan jumlah molekul yang masih dalam grup adalah N. Jumlah molekul yang belum bertumbukan dinyatakan dengan N. Dari molekul yang masih ini, dapat dibayangkan jalan bebas sepanjang x kemudian di saat berikutnya jalan ini bertambah.dengan dx. Selama molekul memperpanjang jalan bebas

sepanjang dx kemungkinan molekul itu bertumbukan keluar dari grup. Hal ini akan mengurangi jumlah harga N yang belum bertumbukan. Bila pengurangan molekul selama pertambahan jalan bebas sejauh dx adalah dN maka dapat dikatakan besarnya dN sebanding dengan N dan dx. Jadi dapat dirumuskan: dN !  Pe N dx di mana Pe menyatakan konstanta perbandingan yang disebut dengan kemungkinan tumbukan yang besarnya tergantung pada kondisi fisik dari molekul gas. Tanda minus menyatakan jumlah molekul yang keluar karena tumbukan. Dari persamaan ini dapat ditulis:
dN !  Pe dx N N x dN !  Pe dx N 0 N0

?ln N AN N

! ? Pe xA 0

ln N  ln N 0 !  Pe x N ! e  Pe x N0
N ! N 0 e [  Pe x ] ................................ ................................ ........................ (3)

Kalau harga N ini dimasukkan dalam persamaan: dN !  Pe Ndx maka, didapat:


dN !  Pe N 0 e [  Pe x ] dx dN !  Pe N 0 e
[  Pe x ]

dx

Selanjutnya bila tanda minus dihilangkan didapatkan persamaan: dN ! Pe N 0 e[  Pe x ] dx (4)

di mana dN menyatakan jumlah molekul yang memiliki jalan bebas dengan panjang dari x sampai (x + dx). Dengan mengetahui perumusan dN maka P dapat dihitung dengan perumusan sebagai berikut.

x dN
P!
0

N0
g

xP
P!
0 g

N 0 e [  Pe x ] dx N0

P ! Pe x e [  Pe x ] dx
0

1 g P ! Pe x  x e [  Pe x ] P e 0
g P !  x e [  Pe x ]  e [  Pe x ] dx 0 g 1 P !  x e [  Pe x ]  e [  Pe x ] d (  Pe x ) Pe 0 0 g

x 1 P !  [  Pe x ]  e [  Pe x ] Pe e 0

x x 1 1 P !  [  Pe x ]  e [  Pe x ]  [  Pe .0 ]  e [  Pe .0 ] Pe Pe e e 1 1 P !  0  0  0  Pe Pe 1 P !0 Pe P ! 1 Pe ................................ ................................ ................................ (5)

Pernyataan
P!

berbanding terbalik dengan

Pe . Karena

besarnya

1 , Wn

aka Pe ! Wn Selanjutnya dapat pula ditulis:

N ! N 0 e [  Pe x ] N ! N 0 e
x  P

dN !  Pe N 0 e [  Pe x ] dx dN !  N 0 P e dx P
x

................................ ................................ ........... (6) 5

Dari persamaan N ! N 0 e
x yaitu sebagai berikut: P

x  P

diperoleh grafik hubungan antara

N terhadap N0

Grafik N

N0

terhadap

x P

N N0

0,37

x P
Gambar 4. Grafik N terhadap

N0

x P

Dari persamaan

N  dN ! 0 e P dx P

diperoleh grafik hubungan antara

dN terhadap x yaitu sebagai berikut: dx

Grafik

dN terhadap x adalah; dx

dN dx
N

Ruas !
0

dN v dx !N dx

dN dx

Luas di bawah grafik = N

x
Gambar 5. Grafik

dN terhadap x dx

3. Koefisien Viscositas Pandang dua buah pelat diletakkan sejajar. Pelat bagian atas digerakkan dengan kecepatan v yang konstan ke kanan. Diantara kedua pelat tersebut terdapat gas. Karena gas memiliki viskositas atau gesekan dalam, maka untuk menjaga agar bergerak dengan kecepatan konstan, diperlukan gaya untuk melawan viskositas tersebut. Pelat bergerak

S Pelat diam

Gambar 6. Gas antara pelat bergerak

dan pelat diam. Koefisien viscositaas diberi tandaL (eta). persamaan sebagai berikut.

Besarnya L didefinisikan dengan

F ! LA

du F du !L atau dy A dy ................................ ................................ . (7)

Dengan F adalah gaya viskositas yang arahnya sejajar dengan arah gerak. Gaya ini bekerja pada permukaan pelat dengan luas A (bila gradien kecepatan du/dy tegak lurus pelat). Garis putus-putus SS sebagai permukaan dalam gas pada ketinggian di atas pelat diam. Misalkan u menyatakan kecepatan gas ke arah kanan, dan du/dy laju perubahan kecepatan terhadap ketinggian. Kecepatan u adalah merupkan superposisi dari kecepatan random molekul-molekul termal, dengan demikian gas tidak dalam kesetimbangn termal. Molekul-molekul secara kontinu menyeberangi permukan putus-putus baik dari atas maupun dari bawah. Kita asumsikan bahwa terjadi tumbukan sebelum molekul menyeberangi permukaan. Masing-masing molekul memerlukan kecepatan aliran menuju ke kanan, yang berkaitan dengan ketinggian tertentu saat terjadinya tumbukan. Karena kecepatan aliran di atas permukaan lebih besar dibandingkan dengan di bawah permukaan, molekul-molekul yang menyeberang dari atas momentumnya lebih besar (menuju kekanan) dibandingkan dengan molekul-molekul yang menyeberang dari bawah. Hasil neto laju transport momentum per satuan luas yang menyeberangi permukaan, sama dengan gaya viskositas per satuan luas. Jadi, viskositas gas tidak muncul dari gaya gesekan antara molekul, melainkan dari momentum yang dibawa menyeberangi permukaan sebagai hasil dari gerak random termal.

Pada gambar berikut titik molekul dengan masing-masing tinggi y di atas atau di bawah bidang A bertumbukan terakhir sebelum melewati bidang A.

normal

dV

U
r y

d[ S dA Gambar 6 Gambar 7 keterangan:

U = sudut antara r dan garis normal dari dA


dV = volume kecil r = jarak dV dengan pusat dA d [ = sudut ruang dengan tutup dA Kita kembali ke pengertian frekwensi tumbukan 2 dan jumlah molekul per satuan volume n. Dari sini dapat dihitung: 1) Jumlah molekul dalam dV adalah ndV 2) Jumlah tumbukan yang terjadi dalam dV dalam waktu dt adalah
1 v z v ndV v dt ! 1 zn dVdt 2 2

Jumlah tumbukan ini mengakibatkan jalan bebas ke segala arah. Jumlah jalan bebas yang terjadi:
2 v 1 v z v ndV v dt ! zn dVdt 2 ................................ ............................. (8)

3) Jumlah tumbukan yang mengakibatkan timbulnya jalan bebas mengarah ke dA adalah:


d[ d[ v zndVdt ! zndVdt 4T 4T ................................ ................................ ....... (9)

4) Besar d[ !

dA cos U r2

5) Jumlah molekul yang sampai pada dA tanpa bertumbukan lagi sama dengan jumlah molekul yang mengarah dA dikalikan dengan e Hal ini berdasarkan rumus:
N ! N 0e
x  P T  P

6) dV ! r 2 sin U dU dJ dr 7) Jumlah molekul yang keluar dari dV dalam waktu dt tanpa bertumbukan lagi dan lewat dA, adalah:
 d[ z n dV dt e P 4T  1 dA cos U ! z n dV dt e P 4T r2  1 dA cos U ! z n r 2 sin dU dJ dr dt e P 4T r2 x x T

 1 z n dA dt sin U cos U e P dU dJ dr ................................ ........... (10) 4T

8) Untuk mendapatkan jumlah molekul yang lewat dA dalam waktu dt dari segala arah dan dari segala jarak dilakukan integrasi: a. terhadap U dengan batas 0T 2

b. terhadap J dengan batas 0-2 T c. terhadap r dengan batas g Perhitungannnya:


T

2 2T g

0 0 0

1 4 T z n d A dt sin U cos U e

x  P

dUdJdr

! 1 z nPdA dt 4

10

Karena z !

v , maka hasil ini dapat ditulis: P

1 z nP dA dt ! 1 v nPdA dt 4 4P
! 1 v ndA dt 4

................................ ............................. (11)

9) Jumlah molekul yang lewat dA tanpa melakukan tumbukan lagi per satuan luas per satuan waktu: = 1 v ndA dt : dAdt ! 1 v n ! 1 nv 4 4 4 ................................ ..................... (12) 10) Perhitungan v a. Jumlah molekul yang lewat dA dalam waktu dt tanpa tumbukan lagi adalah:
1 z nP d A dt sin U cosU e  P dUdJdr 4
x

b. Tinggi volume dV dari dA adalah r cos . Harga y dihitung dengan mengalikan fungsi volume dV dari dA dengan jumlah molekul yang lewat dA tanpa bertumbukan lagi, diintegrasi untuk arah segala arah dan dari segala jarak dibagi dengan jumlah molekul yang dating dari segala arah dan dari segala jarak. Jadi,
T

y ! 1 z nPdA dt sin U cos 2 UdU dJ re 4


0 0 0 T

2T

x  P

! 1 z nPdA dt sin U cos UdU dJ re 4


0 0 0

2T

x  P

1 z nP dA dt ! 6

1 z nP dA dt 4

y ! 2 P ................................ ................................ ................................ 3

(13)

11

Sehingga kecepatan molekul sebelum masuk dA adalah: du u2 P 3 dy


3 P

u
2 P 3

du u2 P 3 dy
Gambar 8

1) Momentum molekul pada tempat y adalah: du (u  2 P ) 3 dy

2) Jumlah momentum yang lewat dari atas per satuan luas per satuan waktu adalah 1 nv v (u  2 P du ) 3 dy 4 3) Jumlah momentum yang lewat dari bawah per satuan luas per satuan waktu adalah 1 nv v (u  2 P du ) 3 dy 4 4) Jumlah total momentum yang lewat adalah: 1 nv v {(u  2 P du )  (u  2 P du ) } 3 dy 3 dy 4 1 nv v m( 4 P du ) 3 dy 4 = du ! 1 nv v mP 4 dy

Jumlah perubahan momentum ini per satuan luas per satuan waktu sama dengan gaya viscositas per satuan luas.
1 nv v P du ! L du 3 dy dy Jadi :L ! 1 nv mP ................................ ................................ .......... (15) 3

................................ ................................ ..... (14)

12

4. Koefisien Konduktivitas Panas Konduksi kalor dapat dihitung dengan dasar teori transportasi sebagai berikut.

 
Gambar 9.

Kedua pelat diam tapi berbeda temperaturnya, misalkan pelat atas memiliki temperatur lebih tinggi dari yang di bawah. Dengan demikian dalam gas ini mempunyai gradient temperatur yang dituliskan secara matematik sebagai berikut
dT dy

Energi rata-rata molekul dalam temperatur T dapat dilukiskan sebagai perumusan w !


f kT 2

; di mana f adalah derajat kebebasan. Jarak rata-rata dari pelat

dA sampai ke tumbukan terakhir sebelum molekul-molekul dA sama seperti


perhitungan di atas yaitu y !
2 P 3

Maka pada jarak y di atas pelat dA temperaturnya 2 dT T P 3 dy Sedangkan yang di bawah pelat dA temperaturnya
T 2 dT P 3 dy

Sedangkan jumlah molekul yang lewat pelat dA persatuan volume dan persatuan waktu adalah
1 nv . Di mana n = jumlah molekul persatuan volume dan v adalah 4

kecepatan rata-rata molekul. Jumlah ini bisa lewat dari atas kebawah atau dari bawah ke atas. Dengan dasar harga-harga tersebut di atas dapat dinyatakan:

13

1. Jumlah energi yang lewat pelat dA persatuan luas persatuan waktu dari atas ke bawah adalah
f 1 2 dT nv v k T  P 4 2 3 dy

2. Jumlah energi yang lewat pelat dA dan satuan luas persatuan waktu dari bawah keatas adalah
f 1 2 dT nv v k T  P 4 2 3 dy f 1 2 dT 2 dT T  P nv v k T  P 4 2 3 dy 3 dy

3. Jumlah total energi yang lewat adalah


1 f 4 dT nv v k P 4 2 3 dy dT 1 nv fkP 6 dy

! !

Definisi dari konduktivitas termal (K) dapat dituliskan persatuan waktu, yaitu H ! kA dT dy ................................ ................................ ........................ (16)

Di mana H = panas yang melalui luas A per satuan waktu, dengan demikian dT H !k dy A dT dT 1 n v fkP !K dy 6 dy Jadi, K !
1 n v fkP ................................ ................................ ................... (17) 6

4. Difusi Sebuah bejana dibagi dengan sebuah partisi, seperti pada gambar 8. Pada sisi kiri dan kanan terdapat gas A dan B yang berbeda, namun pada temperatur dan tekanan yang sama. Jadi, jumlah molekul per satuan volume adalah sama untuk kedua sisi.

Gas A partisi
Gambar 10

Gas B

14

Jika partisi dihilangkan, tidak ada gerakan molekul ke arah satu sama lainnya. Tetapi setelah berselang beberapa lama, kedua gas akan menyebar ke seluruh ruangan. Peristiwa ini disebut difusi. Difusi ini juga bisa terjadi pada zat cair dan padat. Peristiwa difusi terjadi sebagai konsekuensi dari gerak random molekul, konsentrasi kedua jenis molekul berbeda di kedua bagian tempat, atau kalau terdapat gradien konsentrasi. Peristiwa difusi juga bisa dipandang sebagai perpindahan partikel yang menyeberangi permukaan. Disamping itu, difusi pada gas juga terjadi karena adanya gradien temperatur, yakni gradien dalam kecepatan random termal. Dalam hal praktis, fenomena difusi ini sering menjadi rumit karena peristiwa : (1) superposisi aliran hidrodinamika yang muncul dari perbedaan tekanan, (2) efek dari molekul-molekul yang meloncat dari dinding bejana, (3) jika terdapat lebih dari satu jenis molekul sehingga laju difusinya berbeda. Untuk lebih menyederhanakan dalam pembahasan difusi ini, maka dibatasi : (1) difusi terjadi pada molekul-molekul sejenis (self-difussion), (2) bejana diasumsikan cukup besar dibandingkan dengan jalan bebas rata-rata, dengan demikian tumbukan molekul dengan dinding dapat diabaikan, (3) tekanan diasumsikan sama, sehingga tidak ada aliran hidrodinamik, dan (4) semua molekul dianggap sama dalam bentuk dan ukurannya. Untuk analisis lebih lanjut, molekul-molekul dapat dibedakan dan diberi tanda. Pada gambar 9, garis vertikal menyatakan permukaan khayal di dalam bejana yang sangat besar. Bejana berisi campuran molekul yang diberi tanda dan tak diberi tanda. Jumlah molekul per satuan volume pada setiap titik adalah sama sehingga tekanan pada setiap titik juga sama. Dalam hal ini temperatur pada setiap titik juga dianggap sama.
dV

U
r cosU

dA

Gambar 11

15

Misalkan n menyatakan jumlah jumlah molekul yang diberi tanda per satuan volume pada setiap titik. Kita asumsikan bahwa n hanya sebagai fungsi x saja, di mana sumbu X tegak lurus terhadap bidang vertical. Kita asumsikan juga bahwa gradien konsentrasi dn/dx juga seragam dan berharga positif, dengan demikian n bertambah dari kiri ke kanan. Selanjutnya jika no adalah konsentrasi dari molekul bertanda pada bidang vertikal, maka konsentrasi pada tempat berjarak x dari bidang vertikal adalah :
n ! no  Q dn dx ................................ ................................ .................... (18)

Kalau konsentrasi disebelah kanan lebih besar dari sebelah kiri maka jumlah molekul bertanda yang lewat bidang dari kanan ke kiri akan melebihi jumlah molekul bertanda yang lewat bidang dan arah yang berlawanan. Jumlah total molekul bertanda yang lewat bidang vertikal dari kiri ke kanan dalam arah sumbu x positif persatuan luas persatuan waktu ditandai dengan . Koefesien dari difusi dilambangkan dengan (D) dan didefinisikan dengan persamaan
+ ! D dn dx ................................ ................................ ........................ (19) dn positif maka dx

Tanda negatif dimasukkan karena jika disebutkan di atas.

negatif seperti

Mula-mula kita ingin mendapatkan jumlah molekul bertanda yang memulai membentuk jalan bebasnya pada elemen volume dV pada gambar di atas dalam waktu dt. Kalau n' menyatakan jumlah total molekul persatuan volume dan sama di semua titik. Jumlah total jalan bebas yang terjadi dalam dv dalam waktu dt, telah dihitung diatas adalah 2 n' dVdt Jika n menyatakan jumlah molekul bertanda persatuan volume dalam dV, perbandingan molekul ini dengan jumlah total molekul adalah Dan bagian jalan bebas juga bebas dari molekul bertanda adalah
n n'

n untuk molekul bertanda. Karena itu jumlah jalan n' n zn ' dVdt ! zndVdt n'

Jumlah kawat dA tanpa melakukan tumbukan lagi adalah

16

 1 zndAdt sin U cos Ue P dU dJ dn 4n ................................ .................... (20)

Masukkan persamaan n ! n 0  r cos U

dn ke dalam di atas, maka diperoleh: dx


r r

  1 dn 1 dAdt sin U cos 2 U r e P dU dJ dr ! z no dAdt sin U cos U e P dU dJ dr  z 4T dx 4T

Sekarang kita integrasi persamaan di atas untuk seluruh U dari 0 sampai T/2, seluruh J dari 0 sampai 2T, dan seluruh r dari 0 sampai g.
T

1 z no dAdt ! 4T
T 2

sin U cos U dU dJ e
0 2T g 0 0

2T

r  P

dr 

1 dn dAdt z 4T dx

2 sin U cos U dU 0

dJ
0

r e
0

r  P

dr

dn 1 1 dAdt ................................ ............................ (21) zno PdAdt  zP2 dx 4 6

Jadi, jumlah molekul yang melewati bidang dari kiri ke kanan, per satuan luas per satuan waktu, yang dinyatakan dengan , yaitu :
+! dn 1 1 zn o P  zP 2 dx 4 6

Dengan car yang sama, jumlah molekul yang melewati bidang dari kanan ke kiri adalah :
+! dn 1 1 zn o P  zP2 dx 4 6

Jumlah molekul total yang melewati bidang dari kiri ke kanan adalah 1 1 2 dn dn 1 1 + ! zno P  zP 2  zno P  zP 6 6 dx 4 dx 4 dn 1 + !  zP2 dx 3 Berdasarkan persamaan + !  D
dn maka diperoleh: dx

1 D ! zP 2 3 ................................ ................................ ........................ (22)

Atau, karena z !R

1 , maka didapatkan nilai D adalah D ! v P 3

17

Lintasan bebas rata-rata P adalah :


P! 2 1 n 'W

di mana n adalah jumlah total molekul per satuan volume. Jadi, kita dapat menulis :
1 1 D! v 2 3 n 'W

Dengan menggunakan persamaan L !

1 mv dan fakta tentang kerapatan V 3 2W

sama dengan perkalian nm, maka kita mendaptkan hubungan antara difusi dengan koefisien viskositas, yaitu : D!
L V ................................ ................................ ................................ ................. (23)

18