Anda di halaman 1dari 21

PERKEMBANGAN MASA PRANATAL HINGGA MASA BAYI

Disusun oleh: RIZQI PRASTOWO 09302244067

JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA FAKULTAS ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN MATEMATIKA UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA YOGYAKARTA 2011

PEMBAHASAN

A. PERKEMBANGAN PRANATAL

Perkembangan pranatal meliputi, Masa prenatal dimulai pada saat terjadinya proses konsepsi, yakni pertemuan antara sperma dan ovum hingga berakhir pada saat bayi dilahirkan. Masa ini berlangsung antara 180 sampai 344 hari lamanya. Setelah masa ini, seorang ibu akan melahirkan bayinya. Namun, ada kalanya usia kelahiran dapat terjadi secara mendadak dan terjadi sebelum usia enam bulan. Karena kondisi fisik janin yang belum genap berusia tujuh bulan sangat lemah, belum mampu bernafas secara mandiri, dan metabolism tubuh belum berfungsi sempurna, akibatnya janin tersebut cenderung meninggal dunia karena belum mampu menyesuaikan dengan lingkungan di luar rahim ibunya. 1. Tahap-tahap Perkembangan Masa Prenatal Para ahli membagi pertumbuhan dan perkembangan masa prenatal menjadi tiga tahap, yaitu. a. Tahap Germinal Tahap germinal (praembrionik) merupakan awal dari kehidupan manusia. Proses ini dimulai ketika sperma melakukan penetrasi terhadap sel telur dalam proses pembuahan yang normalnya terjadi akibat hubungan seksual antara lakilaki dan perempuan. Pada tahap ini zygote terbentuk, kemudian bergerak ke bawah tubafalopi menuju rahim. Zygote ini merupakan sel tunggal yang kemudian akan mengalami perkembangbiakan menjadi dua sel identik. Sel-sel tersebut terus berkembang menjadi jutaan sel. Proses perkembangan zygote di dalam rahim ini disebut blastosyst. Bagian luar blastosyst akan menjadi plasenta, sedangkan bagian dalam akan menjadi embrio. Pada minggu kedua, placenta mulai terbentuk. Bagian dalam sel memadat dan berkembang menjadi tiga lapisan yang disebut piringan embrionik (embryonic disc), yaitu: (a) ectoderm, lapisan paling luar yang akan berkembang menjadi kulit janin, (b) endoderm, lapisan paling dalam yang bakal menjadi organ-organ internal, seperti sistem pernafasan, sistem

pencernaan, pancreas atau organ internal lainnya, (c) mesoderm, lapisantengah yang berfungsi untuk memisahkan antara kulit dalam, otot-otot, tulang, sistem sirkulasi udara maupun pengeluaran lain (anus). Zigote yang sudah menjadi calon makhluk hidup mulai menempel pada dinding rahim. Proses menempel atau melekatnya zigot pada dinding rahim setelah masa konsepsi dinamakan implantasi. b. Tahap Embrio Tahap embrio dimulai ketika zigot telah tertanam dengan baik pada dinding rahim. Dalam tahap ini, system dan organ dasar bayi mulai terbentuk dari susunan sel. Masa ini dianggap sebagai masa yang kritis karena bentuk fisik yang saat itu berkembang pesat dapat terganggu oleh kondisi yang kurang baik. Bila organism memperoleh perawatan intensif, maka ia akan berkembang menjadi individu yang normal, sehat fisik maupun psikis. Sebaliknya bila kurang memperoleh perhatian dengan baik, organism akan berkembang menjadi individu yang abnormal, baik fisik ataupun psikis. Diantara placenta dan bayi terdapat tiga pembuluh darah mirip tali panjang yang disebut tali pusar. Salah satu pembuluh ini berfungsi untuk mengangkut darah yang berisi sari makanan dan oksigen dari placenta ke bayi, Dua saluran yang lainnya berfungsi untuk melakukan transportasi darah yang berisi karbondioksida dan pembuangan dari bayi ke placenta. Jika kita mengikuti perkembangan embrio, kita akan menemukan setelah empat minggu, proses differensiasi mulai terjadi dimana sekelompok sel di dalam embrio mengubah dirinya menjadi bentuk organ tertentu yang lebih besar. c. Tahap Janin Masa ini memiliki pertumbuhan yang sangat cepat. Embrio yang berkembang menjadi janin sudah memiliki organ-organ internal (jantung, paruparu, usus besar dan sebagainya) dan eksternal (tangan, kaki, jari-jari kepala) secara lengkap. Janin makin memanjang dan system organ tubuh berkembang

semakin kompleks. Hal ini akan terus berlangsung hingga organisme itu matang dan siap untuk dilahirkan. Periode Janin (akhir bulan kedua perhitungan menurut bulan sampai lahir) 1. Terjadi perubahan pada bagian-bagian tubuh yang telah terbentuk, baik dalam bentuk/rupa maupun perubahan aktual, dan terjadi perubahan dalam fungsi. Tidak tampak bentuk-bentuk baru pada saat ini. 2. Pada akhir bulan ketiga, beberapa organ dalam cukup berkembang sehingga dapat mulai berfungsi. Denyut jantung janin dapat diketahui sekitar minggu kelima belas. 3. Pada akhir bulan kelima, berbagai organ dalam telah menempati posisi hampir seperti posisi di dalam tubuh dewasa. 4. Sel-sel saraf, yang ada sejak minggu ketiga, jumlahnya meningkat pesat selama bulan-bulan kedua, ketiga, dan keempat. Apakah peningkatan pada saat ini akan terus berlangsung atau tidak, bergantung pada kondisi di dalam tubuh ibu, seperti kekurangan gizi yang sebaliknya mempengaruhi perkembangan sel saraf terutama dalam bulan-bulan terakhir periode prenatal. 5. Biasanya gerak-gerak janin tampak pertama kali antara minggu kedelapan belas dan dua puluh. Kemudian meningkat cepat sampai akhir bulan kesembilan di mana gerakan mulai berkembang karena penuhnya pembungkus janin dan tekanan pada otak janin pada saat janin mengambil posisi kepala di bawah di daerah pinggul dalam persiapan untuk lahir. Gerak-gerak janin ini berlainan macamnya, yaitu menggelinding dan menendang, gerak pendek atau cepat. 6. Pada akhir bulan ketujuh, janin sudah cukup berkembang dan dapat hidup bila lahir sebelum waktunya. 7. Pada akhir bulan kedelapan, tubuh janin sudah lengkap terbentuk, meskipun lebih kecil dibandingkan dengan bayi normal yang cukup bulannya.

2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Masa Prenatal Para ahli psikologi perkembangan yang membahas mengenai

perkembangan manusia selalu mengkaitkan istilah nature dan nurture. Dimana setiap perkembangan manusia dipengaruhi oleh interaksi dari kedua hal tersebut. Konsep nature muncul dipengaruhi oleh aliran filsafat barat yang dikemukakan oleh Jean Jacquess Rousseau. Ia menyatakan bahwa faktor-faktor alamiah mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia. Istilah nature mengandung pengertian faktor-faktor alamiah yang berhubungan dengan aspek bio-fisiologis terutama keturunan, genetis dan herediter. Perkembangan manusia sangat dipengaruhi oleh faktor keturunan. Sifat-sifat, maupun kepribadian yang dimiliki oleh orang tua akan diturunkan melalui unsur gen kepada anak-anaknya. Bukan hanya yang bersifat fisiologis seperti: berat badan, tinggi badan, warna kulit, rambut, jenis penyakit, akan tetapi juga karakteritik psikologis yang menyangkut tipe, kepribadian, kecerdasan, bakat, kreativitas, dan lain-lain. Sedangkan konsep nurture dipengaruhi oleh aliran filsafat empirisme yang dikemukakan oleh Jhon Locke. Melalui teori tabula rasa, Locke mengatakan bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan suci, bagaikan kertas putih yang masih bersih, ia percaya bahwa baik dan buruknya perkembangan hidup manusia tidak dilepaskan dari pengaruh lingkungannya. Konsep nurture merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan lingkungan eksternal, seperti: pola asuh, pendidikan, sosial budaya, media masa, status sosial ekonomi, agama, dan sebagainya. Seorang individu akan berkembang menjadi orang dewasa yang baik, mandiri, cerdas, dan bertanggung jawab, apabila ia berada dalam lingkungan hidup yang mendukung perkembangan tersebut. Lingkungan hidup yang buruk akan menyebabkan individu berkembang menjadi seorang pribadi yang tidak baik, bodoh, jahat, dan sebagainya.

a. Genetis Pertumbuhan setiap indivividu sudah terprogam sejak masa konsepsi yang dipengaruhi oleh faktor genetis. Perubahan panjang, tinggi, berat badan bayi akan terjadi secara otomatis karena pengaruh genetika (keturunan). Faktor keturunan lebih menekankan pada aspek biologis atau herediter yang dibawa melalui aliran darah dalam kromosom. Faktor genetis cenderung bersifat statis dan merupakan predisposisi untuk mengarahkan pertumbuhan dan perkembangan seseorang. Kalau sejak awal orang tua memiliki karakteristik fisiologis yang sehat, maka akan menurunkan generasi yang sehat pula. Sebaiknya bila orang tua tidak sehat, maka keturunanya pun akan mengalami gangguan atau penyimpangan secara fisik atau psikis. Para ahli Psikologi perkembangan mengakui bahwa aspek fisik maupun psikis seorang individu sangat dipengaruhi oleh unsur genetis, karakteristik tersebut akan nampak pada hal-hal sebagai berikut. 1) Sifat- sifat Fisik Sifat-sifat fisik yang dapat diturankan secara genetis misalnya wajah, tangan, kaki atau bagian-bagian organ tubuh lainnya. Hal ini dapat terjadi pada anak tunggal maupun kembar. Bila orang tua memiliki suatu jenis penyakit tertentu seperti: tekanan darah tinggi, penyakit jantung, epilepsi, atau paruparu, kemungkinan besar anak-anak yang dilahirkan pun mempunyai resiko terserang penyakit yang sama. 2) Intelegensi Kecerdasan yang dimilki orang tua akan dapat menurun pada anakanaknya. Meskipun anak-anak tersebut diasuh oleh orang tuanya sendiri maupun oleh orang lain, sifat kecerdasan orang tua akan tetap menurun. Pandangan ini dipengaruhi oleh pemikiran filsuf naturalis dari Perancis, J.J. Rousseau yang mengatakan bahwa anak cerdas dihasilkan dari orang tua yang cerdas.

3) Kepribadian Kepribadian merupakan organisasi dinamis dari aspek fisiologis, kognitif maupun afektifyang membantu pola prilaku individu dalam rangka menyesuaikan diri dengan lingkungan. Sebagai organisasi yang dinamis, maka kepribadian akan mempengaruhi perubahan pola pemikiran, sikap, dan perilaku seseorang. Selain dipengaruhi oleh faktor interaksi dengan lingkingan hidupnya, kepribadian dipengaruhi pula oleh faktor genetis yang dibawa sejak lahir. Dalam berbagai penelitian yang dilakukan oleh ahli psikologi perkembangan ditemukan bahwa baik kepribadian yang normal ataupun abnormal, pada dasarnya, diturunkan dari kedua orang tuanya. Gen yang terdapat di dalam nukleus dari telur yang dibuahi pada masa embrio mempunyai sifat tersendiri pada tiap individu. Manifestasi hasil perbedaan antara gen ini dikenal sebagai hereditas. DNA yang membentuk gen mempunyai peranan penting dalam transmisi sifat-sifat herediter. Timbulnya kelainan familial, kelainan khusus tertentu, tipe tertentu dan dwarfism adalah akibat transmisi gen yang abnormal. Haruslah diingat bahwa beberapa anak bertubuh kecil karena konstitusi genetiknya dan bukan karena gangguan endokrin atau gizi. Peranan genetik pada sifat perkembangan mental masih merupakan hal yang diperdebatkan. Memang hereditas tidak dapat disangsikan lagi mempunyai peranan yang besar tapi pengaruh lingkungan terhadap organisme tersebut tidak dapat diabaikan. Pada saat sekarang para ahli psikologi anak berpendapat bahwa hereditas lebih banyak mempengaruhi inteligensi dibandingkan dengan lingkungan. Sifat-sifat emosionil seperti perasaan takut, kemauan dan temperamen lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan dibandingkan dengan hereditas, yaitu: Jenis kelamin pada umur tertentu pria dan wanita sangat berbeda dalam ukuran besar, kecepatan tumbuh, proporsi jasmani dan lain-lainnya sehingga memerlukan ukuran-ukuran normal tersendiri. Wanita menjadi dewasa lebih

dini, yaitu mulai adolesensi pada umur 10 tahun, pria mulai pada umur 12 tahun. Ras atau bangsa. Oleh beberapa ahli antropologi disebutkan bahwa ras kuning mempunyai tendensi lebih pendek dibandingkan dengan ras kulit putih. Perbedaan antar bangsa tampak juga bila kita bandingkan orang Skandinavia yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang Italia. Keluarga tidak jarang dijumpai dalam suatu keluarga terdapat anggota keluarga yang pendek anggota keluarga lainnya tinggi. Umur kecepatan tumbuh yang paling besar ditemukan pada masa fetus, masa bayi dan masa adolesensi. b. Lingkungan Lingkungan memiliki peran yang besar bagi perubahan yang positif atau negatif pada individu. Lingkungan yang baik tentu akan membawa pengaruh positif bagi individu, sebaliknya lingkungan yang kurang baik akan cenderung memperburuk perkembangan individu. Seorang psikolog ekologis, Urie menyatakan bahwa lingkungan tersebut bersifat stratifikasi yakni berlapis-lapis dari yang terdekat sampai yang terjauh. Pengaruh lingkungan menjadi lebih kuat pada periode sensitif. Masing-masing pertumbuhan system organ atau anggota tubuh memiliki periode sensitif yang rentan terhadap pengaruh lingkungan. Berbagai faktor eksternal tidak hanya dapat menyebabkan keguguran, namun juga ketidaksempurnaan dari bayi yang dikandung. Penelitian ilmiah menunjukan bahwa faktor eksternal atau lingkungan dapat mempengaruhi perkembangan pra kelahiran dan juga proses kelahiran. Agen eksternal yang dapat mempengaruhi ini disebut dengan teratogen. Teratogen adalah segala virus, obat-obatan, zat kimia, radiasi, atau agenlingkungan lain yang dapat membahayakan perkembangan embrio atau janin hingga menyebabkan kerusakan fisik, kebutaan, kerusakan otak, dan bahkan kematian. Selain teratogen, kondisi emosional ibu, asupan gizi dan usia ibu juga dapat mempengaruhi kehamilan.

Karena itu, para ahli psikologis maupun medis berusaha keras untuk mengatasi dan membantu perawatan pada wanita hamil. Hal ini pun tak lepas dari peran dan tanggung jawab dari calon ayah dan calon ibu untuk bekerja sama menjaga kualitas pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat secara fisiologis maupun psikologis.
B.

PERKEMBANGAN PADA MASA BAYI 1. Perkembangan Fisik Masa Bayi a. Refleks Bagaimanakah sesungguhnya refleks pada masa bayi itu. Bayi tidak lagi dipandang sebagai organisme yang pasif, yang tidak dapat berbuat apapun. Bayi bayi yang baru lahir memang terbatas secara fisik. Namun, refleks gerakan otomatis membantu perilaku bayi yang baru lahir itu. Misalnya, menghisap. Bagi bayi menghisap adalah suatu metode yang penting untuk memperoleh gizi dan suatu kegiatan yang menyenangkan.
b. Pola cephalocaudal dan proximodistal

Pola cephalocaudal adalah pertumbuhan dari atas ke bawah, pola proximodistal adalah petumbuhan dari pusat keluar. 1). Cephalocaudal atau head to tail direction ( dari arah kepala kemudian kekaki). Misal : Mengangkat kepala dulu kemudian dada dan ekstremitas bawah. 2). Proximadistal atau Near to far direction ( menggerakan anggota gerak yang paling dekat dengan pusat/sumbu tengah dan yang lebih jauh dari pusat). Misal : bahu dulu baru jari-jari c. Tinggi dan Berat Rata rata bayi yang baru lahir di Amerika panjangnya 20 inchi dan beratnya 7 pon. Bayi bertumbuh sekitar 1 inchi per bulan selama tahun

pertama dan bertambah berat hampir tiga kali lipat dari tahun pertama kelahiran mereka. Tingkat pertumbuhan bayi menurun pada tahun kedua. d. Keterampilan Motorik Kasar dan Halus Keterampilan motorik kasar meliputi kegiatan-kegiatan otot besar seperti menggerakkan lengan dan berjalan. Sejumlah peristiwa penting motorik kasar terjadi pada kira kira usia 12 hingga 13 bulan. Keterampilan motorik harus meliputi gerakan yang lebih halus dibandingkan dengan gerak motorik kasar, dan mencakup keterampilan seperti kecekatan jari. Sejumlah peristiwa penting motorik halus terjasdi pada masa bayi, diantaranya perkembangan keterampilan meraih dan menggenggam. e. Keadaan Para peneliti telah merangkaikan sistem klasifikasi yang berbeda ; salah satunya yang meliputi tujuh kategori keadaan bayi, termasuk tidur nyenyak, mengantuk, waspada dan terfokus, dan terfokus secara kaku. Bayi bayi yang baru lahir biasannya tidur 16 hingga 17 jam sehari. Pada usia 4 bulan, mereka mendekati pola tidur orang dewasa. Aktivitas tidur yang terjadi pada masa bayi seringkali ditandai dengan gerakan bola mata yang tidak teratur saat mata mereka tertutup. Aktivitas ini disebut juga REM slip (rapid eyes movement) tingginya persentase tidur REM (kira kira setengah dari waktu tidur bayi) dapat merupakan alat rangsang tersendiri, atau dapat pula meningkatkan perkembangan otak. Sindrom kematian bayi tiba-tiba (sudden infant death syndrome) adalah suatu kondisi yang terjadi ketika seorang bayi berhenti bernapas dan meninggal secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas. f. Gizi Bayi-bayi harus mengkonsumsi sekitar 50 kalori per hari, atas setiap pon berat mereka. Konsensus yang sedang berkembang saat ini ialah meminum asi

lebih baik daripada mengkonsumsi makanan botol, tetapi meningkatnya jumlah ibu-ibu pekerja berarti lebih sedikit bayi yang minum asi. Kekurangan protein yang parah dapat menyebabkan marasmus, terbuangnya jaringan penting pada tubuh bayi. Kondisi ini utamanya disebabkan oleh kekurangan asi pada masa awal perkembangan bayi. g. Pelatihan buang air Terlatih buang air adalah suatu keterampilan fisik motorik yang pada umumnya dicapai pada usia 3 tahun di dalam kebudayaan Amerika Utara. Akhir-akhir ini ada suatu kecenderungan untuk memulai pelatihan buang air lebih awal dibandingkan dengan di masa lalu; banyak orang tua dewasa mulai pelatihan buang air bagi anak-anak mereka yang baru belajar berjalan pada usia sekitar 20 bulan hingga 2 tahun. 2. Perkembangan Sensoris dan Persepsi pada Masa bayi a. Sensasi dan Persepsi Ketika informasi melakukan kontak dengan penerimaan sensor mata, telinga, lidah, hidung, kulit sensasi terjadi. Persepsi adalah interpretasi apa yang dirasakan. b. Persepsi Visual

Pernyataan William James yang mengatakan bahwa persepsi visual bayi merupakan suatu kebingungan yang luar biasa adalah tidak benar. Persepsi bayi yang baru lahir lebih maju dari yang kita pikirkan sebelumnya. Penelitian Fantz yang memperlihatkan bahwa bayi lebih senang pada pola bergaris daripada potongan benda/piringan berwarna cerah memperlihatkan bahwa bayi yang baru lahir memiliki pemahaman visual. Penglihatan bayi yang baru lahir kira-kira 20/600 pada bagan Snellen; pada usia 6 bulan, penglihatan meningkat hingga sekurang-kurangnya 20/100 pada skala yang sama. Wajah ialah suatu pola visual yang penting bagi bayi yang baru lahir. Bayi secara berangsur-angsur menguasai suatu uriutan

langkah dalam mempersepsi wajah manusia. Suatu studi klasik oleh Gibson dan Walk memperlihatkan bahwa melalui penggunaan suatu jurang visual, bayi berusia 6 bulan ternyata dapat mempersepsi kedalaman. Pengetahuan perseptual yang inheren, semakin bayak jumlah peneliti, seperti Spelke, yang yakin bayi kecil memiliki pengetahuan inheren tentang bagaimana dunia persepsi bekerja. c. Sentuhan dan Rasa Sakit

Sentuhan pada bayi yang baru lahir, benar-benar membari respon terhadap sentuhan. Bayi ynag baru lahir dapat merasakan sakit. Penelitian tentang sunat yang dilakukan pada bayi memperlihatkan bahwa laki-laki berusia 3 hhari mengalami rasa sakit tetapi dapat menyesuaikan diri dengan stres. d. Persepsi Intermodal

Adanya koordinasi dan integrasi informasi yang diterima indra penglihatan dan pendengaran disebut persepsi menyeluruh. Penelitian menunjukan bahwa bayi berusia 4 bulan memiliki persepsi menyeluruh. Pandangan persepsi langsung dan pandangan konstruktif adalah dua pandangan persepsi penting ynag mebuat prediksi tentang persepsi menyeluruh. 3. Perkembangan Kognitif Bayi a. Teori Piaget Tahap sensori-motorik berlangsung dari lahir hingga kira-kira usia 2 tahun dan meliputi kemajuan dalam kemampuan bayi untuk mengorganisasikan dan mengkoordinasikan sensasi yang ia terima melalui gerakan-gerakan fisik. Tahap ini memiliki enam subtahap: refleks sederhana, kebiasaan pertama dan reaksi sirkuler primer, reaksi sirkuler sekunder (Reproduksi kejadian yang menarik), koordinasi reaksi sirkuler sekunder, reaksi sirkuler tersier keingintahuan akan sesuatu yang baru, dan internalisasi skema. Piaget membagi tahap sensorimotor dalam enam periode, yaitu:

1) Periode 1 : Refleks (umur 0 1 bulan) Periode paling awal tahap sensorimotor adalah periode refleks. Ini berkembang sejak bayi lahir sampai sekitar berumur 1 bulan. Pada periode ini, tingkah laku bayi kebanyak bersifat refleks, spontan, tidak disengaja, dan tidak terbedakan. Tindakan seorang bayi didasarkan pada adanya rangsangan dari luar yang ditanggapi secara refleks. 2) Periode 2 : Kebiasaan (umur 1 4 bulan) Pada periode perkembangan ini, bayi mulai membentuk kebiasankebiasaan pertama. Kebiasaan dibuat dengan mencoba-coba dan mengulang-ngulang suatu tindakan. Refleks-refleks yang dibuat diasimilasikan dengan skema yang telah dimiliki dan menjadi semacam kebiasaan, terlebih dari refleks tersebut menghasilkan sesuatu. Pada periode ini, seorang bayi mulai membedakan benda-benda di dekatnya. Ia mulai mengaakan diferensiasi akan macam-macam benda yang dipegangnya. Pada periode ini pula, koordinasi tindakan bayi mulai berkembang dengan penggunaan mata dan telinga. Bayi mulai mengikuti benda yang bergerak dengan matanya. Ia juga mulai menggerakkan kepala kesumber suara yang ia dengar. Suara dan penglihatan bekerja bersama. Ini merupakan suatu tahap penting untuk menumbuhkan konsep benda. 3) Periode 3 : Reproduksi kejadian yang menarik (umur 4 8 bulan) Pada periode ini, seorang bayi mulai menjamah dan memanipulasi objek apapun yang ada di sekitarnya (Piaget dan Inhelder 1969). Tingkah laku bayi semakin berorientasi pada objek dan kejadian di luar tubuhnya sendiri. Ia menunjukkan koordinasi antara penglihatan dan rasa jamah. Pada periode ini, seorang bayi juga menciptakan kembali kejadiankejadian yang menarik baginya. Ia mencoba menghadirkan dan mengulang kembali peristiwa yang menyenangkan diri (reaksi sirkuler sekunder). Piaget mengamati bahwa bila seorang anak dihadapkan pada sebuah benda yang dikenal, seringkali hanya menunjukkan reaksi singkat dan tidak mau

memperhatikan agak lama. Oleh Piaget, ini diartikan sebagai suatu pengiaan akan arti benda itu seakan ia mengetahuinya. 4) Periode 4 : Koordinasi Skemata (umur 8 12 bulan) Pada periode ini, seorang bayi mulai membedakan antara sarana dan hasil tindakannya. Ia sudah mulai menggunakan sarana untuk mencapai suatu hasil. Sarana-sarana yang digunakan untuk mencapai tujuan atau hasil diperoleh dari koordinasi skema-skema yang telah ia ketahui. Bayi mulai mempunyai kemampuan untuk menyatukan tingkah laku yang sebelumnya telah diperoleh untuk mencapai tujuan tertentu. Pada periode ini, seorang bayi mulai membentuk konsep tentang tetapnya (permanensi) suatu benda. Dari kenyataan bahwa dari seorang bayi dapat mencari benda yang tersembunyi, tampak bahwa ini mulai mempunyaikonsep tentang ruang. 5) Periode 5 : Eksperimen (umur 12 18 bulan) Unsur pokok pada perode ini adalah mulainya anak memperkembangkan cara-cara baru untuk mencapai tujuan dengan cara mencoba-coba (eksperimen) bila dihadapkan pada suatu persoalan yang tidak dipecahkan dengan skema yang ada, anak akan mulai mecoba-coba dengan Trial and Error untuk menemukan cara yang baru guna memecahkan persoalan tersebut atau dengan kata lain ia mencoba mengembangkan skema yang baru. Pada periode ini, anak lebih mengamati benda-benda disekitarnya dan mengamati bagaimana bendabenda di sekitarnya bertingkah laku dalam situasi yang baru. Menurut Piaget, tingkah anak ini menjadi intelegensi sewaktu ia menemukan kemampuan untuk memecahkan persoalan yang baru. Pada periode ini pula, konsep anak akan benda mulai maju dan lengkap. Tentang keruangan anak mulai mempertimbangkan organisasi perpindahan benda-benda secara menyeluruh bila benda-benda itu dapat dilihat secara serentak.

6) Periode Refresentasi (umur 18 24 bulan) Periode ini adalah periode terakhir pada tahap intelegensi sensorimotor. Seorang anak sudah mulai dapat menemukan cara-cara baru yang tidak hanya berdasarkan rabaan fisis dan eksternal, tetap juga dengan koordinasi internal dalam gambarannya. Pada periode ini, anak berpindah dari periode intelegensi sensori motor ke intelegensi refresentatif. Secara mental, seorang anak mulai dapat menggambarkan suatu benda dan kejadian, dan dapat menyelesaikan suatu persoalan dengan gambaran tersebut. Konsep benda pada tahap ini sudah maju, refresentasi ini membiarkan anak untuk mencari dan menemukan objek-objek yang tersembunyi. Sedangkan konsep keruangan, anak mulai sadar akan gerakan suatu benda sehingga dapat mencarinya secara masuk akal bila benda itu tidak kelihatan lagi. b. Pemrosesan Informasi Perspektif pemrosesan informasi dan perkembangn bayi, tidak seperti Piaget, para pakar psikologi pemrosesan informasi tidak menggambarkan masa bayi sebagai suatu tahap atau serangkaian subtahap perkembangan sensoris-motorik. Sebaliknya, mereka menekankan pentingnya perkembangn kognitif seperti perhatian, memori, dan pemikiran. Para pakar psikologi pemrosesan informasi yakin bahwa bayi kecil lebih maju daripada yang dibayangkan oleh Piaget, bahwa kemampuan-kemampuan perhatian, simbolis, imitasi, dan konseptual terjadi jauh lebih awal dalam perkembangan mereka daripada yang dipikirkan oleh Piaget. Habituasi adalah penyajian yang diulang-ulang dari rangsangan yang sama, yang menyebabkan berkurangnya perhatian terhadap rangsangan tersebut. Apabila suatu rangsangan yang berbeda diberikan dan bayi memberi perhatian kepada rangsangan itu, dishabituasi terjadi. Bayi yang baru lahir dapat mengalami habituasi, tetapi habituasi semakin akut selama 3 bulan pertama masa bayi.

Memori ialah penyimpanan informasi sepanjang waktu. Memori berkembang jauh lebih awal pada masa bayi dan lebih spesifik daripada kesimpulan yang dikemukakan sebelumnya. Bayi dapat meniru ekspresi wajah orang lain dalam beberapa hari pertama kehidupan. Meltzoff mendemonstrasikan bahwa imitasi yang ditunda (deffered imitation)terjadi pada kira-kira usia 9 bulan, jauh lebih awal daripada yang diyakini Piaget. c. Perbedaan-perbedaan Individual dalam Intelegensi Skala perkembangan bagi bayi berasal dari tradisi penggunaan tes IQ dengan anak-anak yang lebih tua. Skala ini kurang verbal dibandingkan dengan tes IQ. Gesell adalah salah seorang pengmbang awal tes bayi. Skala masih digunakan secara luas oleh para dokter spesialis anak; skala ini disebut dengan developmental quotient (DQ). Skala perkembangan yang paling luas digunakan dewasa ini, dikembangkan oleh Nancy Bayle, yang terdiri dari skala motorik, skala mental, profil perilaku bayi. 4. Perkembangan Bahasa a. Pengertian Bahasa Bahasa meliputi suatu sistem simbol yang kita gunakan untuk berkomunikasi satu sama lain. Sistem itu ditandai dengan penciptaan yang tidak pernah berhenti dan adanya sistem atau aturan. Sistem atau aturan itu meliputi fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan pragmatik. b. Pengaruh Biologis Fakta bahwa evolusi biologis membentuk manusia menjadi ciptaan linguistik tidak diragukan lagi. Chomsky berpendapat bahwa manusia terikat secara biologis untuk mempelajari bahasa dan memiliki suatu alat penguasaan bahasa. Pengalaman Genie dan anak-anak lain menunjukan bahwa tahuntahun awal masa anak-anak merupakan periode yang penting untuk belajar bahasa. Jika pengenalan bahasa tidak terjadi sebelum masa remaja, maka

ketidakmampuan dalam menggunakan tata bahasa yang baik akan dialami seumur hidup. c. Pengaruh Perilaku dan Perkembangan Bahasa hanyalah bentuk lain dari perilaku. Para ahli perilaku yakin bahasa dipelajari khususnya melalui penguatan dan imitasi, walupun kemungkinan ini lebih merupakan usaha yang memudahkan pembelajaran bahasa daripada daripada hal mutlak diperlukan. Beberapa orang dewasa mengajarkan bahasa kepada bayi adalah denagn cara motherese, recasting, echoing, expanding, dan labelling. Orang tua sebaiknya berbicara dengan anak secara ekstensif, khususnya tentang apa yang sedang bayi pelajari saat itu. Pembicaraan sebaiknya mengutamakan pembicaraan langsung bukan pembicaraan mekanis. d. Perkemebangan Bahasa Beberapa tonggak sejarah dalam perkembangan bahasa bayi ialah mengoceh (3 hingga 6 bulan), kata pertama dipahami (6 hingga 9 bulan), pertumbuhan perbendaharaan kata yang diterima (mencapai 300 kata atau lebih pada usia 2 tahun), kata pertama diucapkan (10 hingga 15 bulan), dan pertumbuhan perbendaharaan kata yang diucapkan (mencapai 200 hingga 275 kata pada usia 2 tahun). Hipotesis holofrase menyatakan bahwa suatu kata tunggal sering digunakan untuk mengartikan suatu kalimat yang sempurna; ini menandai kata pertama bayi. Pada usia 18 hingga 24 bulan, bayi sering bicara dalam pengucapan 2 kata. Pembicaraan telegrafis adalah penggunaan kata-kata yang pendek dan tepat untuk berkomunikasi ini menandai pengucapan 2 kata oleh balita.

5. Proses Day Care Keluarga, Kedekatan, Ayah sebagai Pengasuh Bayi, dan Perangai a. Proses Keluarga Anak-anak bersosialisasi denagn orang tua mereka sama seperti orang tua bersosialisasi dengan anak-anak mereka. Scaffolding, sinkronisasi, dan pengaturan bersama merupakan dimensi penting sosialisasi timbal balik. Keluarga ialah suatu sistem yang terdiri dari individu-individu yang berinteraksi denagn subsistem yang berbeda, sebagian dyadic, sebagian lainnya polyadic. Model Blesky menggambarkan dampak langsung dan dampak tidak langsung. b. Keterikatan Keterikatan ialah suatu relasi antara dua orang dimana setiap orang benarbenar merasakan kehadiran orang lain dan melakukan berbagai hal untuk memastika relasi itu tetap berkelanjutan. Pada masa bayi, keterikatan banyak diasosiasikan denagn ikatan antara pengasuh dan bayi. Teori etologi Bowlsby menekankan bahwa pengasuh dan bayi secara naluriah memicu keterikatan. Keterikatan pada pengasuh meningkat kira-kira pada usia 6 hingga 7 bulan. Ainsworth yakin bahwa perbedaan-perbedaan individual dalam keterikatan dapat dikelompokan kedalam kategori aman, menghindar, dan menolak. Ainsworth yakin bahwa bayi yang merasakan keterikatan yang aman memiliki pengasuh yang peka dan tanggap. Dalam beberapa penlitian keterikatan dengan secure attachment diasosiasikan denagn kompetensi sosial dikemudian hari pada masa kanak-kanak. Beberapa developmentalis yakin bahwa terlalu banyak penekanan diberikan kepada keterikatan; mereka yakin bahwa faktor keturunan dan perangai, pada satu sisi, dan keragaman individu dan lingkungan disekitar bayi, pada sisi lain, memiliki peran yang lebih besar.

6. Perkembangan Emosional, Perkembangan Kepribadian, dan Masalah serta Gangguan a. Hakikat Emosi Anak-anak emosi ialah perasaan atau afeksi yang melibatkan suatu campuran antara gejolak fisiologis dan perilaku yang terlihat. Emosi dapat diklasifikasikan ke dalam afeksi positif dan afeksi negatif. Fungsi utama emosi adalah penyesuaian diri (adaptation) dan kelangsunagn hidup (survival), pengaturan (regulation), dan komunikasi (communication). Emosi ialah bahasa pertama yang dikomunikasikan oleh orang tua dan bayi sebelum bayi dapat berbicara. Kemampuan berkomunikasi secara afektif antara bayi dan orang dewasa memungkinkan terkoordinasinya interaksi bayiorang dewasa. b. Perkembangan Emosional pada Masa Bayi Izard mengembangkan Maximally Discriminative Facial Coding System, MAX, untuk mengkodekan ekspresi emosi bayi. Berdasarkan sistem ini, minat, ketegangan, dan rasa muak/jijik muncul pada saat lahir, senyuim sosial terlihat pada usia kira-kira 4 hingga 6 minggu, kemarahan, keheranan, dan kesedihan terjadi pada kira-kira usia3 hingga 4 bulan., ketakutan pada usia 5 hingga 7 bulan, rasa malu pada usia 6 hingga 8 bulan, dan rasa hina dan bersalah pada usia 2 tahun. Menangis ialah mekaniosme yang paling penting yang dimiliki oleh bayi yang baru lahir untuk berkomunikasi dengan dunia mereka. Bayi kira-kira memiliki 3 tipe tangisan: tangisan dasar, tangisan marah, tangisan rasa sakit. Kebanyakan orang tua pada umumnya dapat menjelaskan apakah suatu tangisan bayi berarti kemarahan atau rasa sakit. Tersenyum ialah suatu perilaku afektif komunikatif yang penting oleh bayi. Dua tipe tersenyum dapat dibedakan pada bayi: refleksif dan sosial.

c. Perkembangan Kepribadian Erikson berpendapat bahwa tahun pertama ditandai oleh krisis rasa percaya dan tidak percaya; gagasannya tentang rasa percaya banyak persamaannya denagn konsep Ainsworth tentang keterikatan yang aman (secure attachment). Pada beberapa tahap dalam pertengahan kedua tahun kedua kehidupan, beyi mengembangkan suatu rasa dirinya sendiri. Kemandirian menjadi tema sentral pada tahun kedua kehidupan. Mahler berpendapat bahwa bayi menjauhkjan dirinya dari ibu dan kemudian mengembangkan individuasi. Erikson menekankan bahwa tahun kedua kehidupan ditandai oleh tahap otonomi versus rasa malu dan ragu-ragu. d. Masalah dan Gangguan Suatu pemahaman atas penganiayaan anak memerlukan informasi tentang pengaruh budaya, keluarga, dan peran lingkungan masyarakat. Penganiayaan seksual anak-anak saat ini diakui sebagai suatu masalah yang semakin meluas dibandingakan denagn yang diyakini sebalumnya. Autisme ialah suatu gangguan yang parah yang tampak pertama kali pada masa bayi. Ini meliputi ketidakmampuan berelasi denagn orang, ketidakmampuan berbicara, dan kecewa atas perubahan dalam hal-hal rutin atau pada lingkungan disekitarnya. Autisme tampaknya melibatkan beberapa bentuk disfungsi otak organik dan faktor keturunan.

DAFTAR PUSTAKA

Prayitno, E.(1992). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Depdikbud Sulasti, M.(1986). Psikologi Perkembangan. Yogyakarta:FIP:IKIP Yogyakarta Izzaty, Rita Eka, dkk.2008.Perkembangan Pesera Didik.Yogyakarta:UNY Press Purwakania Hasan, Aliah B. 2006. Psikologi Perkembangan Islami. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. http://www.psikologi-perkembangan-masa-pranatal.co.cc tangaal 26 Desember pukul 14.23 http://ayurai.wordpress.com/2009/07/05/faktor-yang-berpengaruh-padapertumbuhan-prenatal/ yang diakses pada tangaal 3 Januari 2011 pukul 16.56 yang diakses pada