Anda di halaman 1dari 4

Identifikasi Karbon dan Hidrogen dalam senyawa organic

I.Tujuan Mengidentifikasi adanya unsur karbon dan Hidrogen dalam senyawa Organic II.Dasar Teori Senyawa karbon banyak terdapat di alam dan merupakan komponen terbesar mahluk hidup. Beberapa bahan yang akrab dengan manusia umumnya merupakan senyawa karbon, misalnya seperti telur, kayu, daging atau beras. Dulu senyawa karbon tidak dapat dibuat di laboratorium. Setelah fredich Wohler berhasil membuat urea melalui pemanasan pada tahun 1923, maka senyawa organik lain mulai dibuat di laboratorium. Adanya unsur karbon dan hidrogen dalam sampel organik, secara lebih pasti dapat ditunjukkan melalui cara kimia, yaitu dengan uji pambakaran (lihat gambar 1). Pembakaran sampel organik akan megubah Karbon (C) menjadi karbon dioksida (CO2) dan Hidrogen (H) menjadi air (H2O). Gas Karbon dioksida dapat dikenali berdasarkan sifatnya yang mengeruhkan air kapur, sedangkan air dapat dikenali dengan kertas kobalt. Air mengubah warna kertas kobalt dari biru menjadi merah muda (pink).

Gambar 1. Bagan percobaan untuk menunjukkan kandungan unsur karbon dan hidrogen dalam sampel organik. Karbon dan Hidrogen akan teroksidasi menjadi karbon dioksida dan uap air. Karbon dioksida dikenali dengan menggunakan air kapur, sedangkan air dikenali dengan menggunakan kertas kobalt. III. Alat dan Bahan a. Alat - Tabung reaksi - Sumbat dan Pipa - Gelas Kimia - Penjepit tabung - Pembakar Bunsen

b. Bahan - Garam - Tepung beras - Susu bubuk - CuO - Larutan Ca(OH)2 IV. Langkah Kerja 1. Campurkan 2 spatula susu bubuk dengan setengah spatula CuO ke dalam tabung reaksi 2. Masukan 50mL Ca(OH)2 3. Rangkai alat seperti gambar dibawah 4. Panaskan sampel menggunakan pembakar Bunsen lalu amati perubahannya 5. Untuk menguji adanya H2O, tempelkan kertas kobalt biru ke sumbat tabung, lalu amati perubahan yang terjadi 6. Lakukan langkah yang sama untuk bahan-bahan yg lain

V. Tabel Pengamatan N o 1 Bahan yang diuji Susu Bubuk Hal yang dapat diamati Muncul gelembung-gelembung pada larutan kapur, larutan kapur menjadi keruh, Susu berubah warna menjadi kecoklatan. Muncul gelembung-gelembung pada larutan kapur, Tepung beras berubah warna menjadi kecoklatan.

Tepung Beras

Garam

Tidak ada gelembunggelembung pada larutan kapur.

VI. Pertanyaan 1. Apa yang terjadi ketika Susu bubuk dipanaskan? Susu bubuk berubah warna menjadi kecoklatan, munculnya gelembung-gelembung di larutan kapur, Larutan kapur lamakelamaan menjadi keruh 2. Jelaskan fungsi CuO pada reaksi tersebut! Sebagai Oksidator 3. Bagaimana menguji keberadaan karbon pada percobaan tersebut Munculnya gas CO2 dalam percobaan yang akan bereaksi dengan larutan Ca(OH)2 4. Tuliskan reaksi yang terjadi ketika gas CO2 bereaksi dengan larutan Ca(OH)2! Senytwa apa yang dihasilkan? CO2(g) + Ca(OH)2(aq) -> CaCO3(s) + H2O(l) Senyawa yang dihasilkan yaitu Senyawa CaCO3 5. Bagaimana cara menguji keberadaan hydrogen pada percobaan tersebut? Munculnya gelembung-gelembung udara pada larutan Ca(OH)2 VII. Pembahasan Pada percobaan dengan menggunakan Susu Bubuk dan Tepung beras setelah dibakar diatas pembakar Bunsen. Lama-Kelamaan Susu bubuk dan tepung beras berubah warnanya menjadi kecoklatan. Lalu munculnya gelembung-gelembung pada larutan air kapur. Setelah beberapa lama air kapur menjadi keruh, ini merupakan hasil CO2 yang bereaksi dengan larutan air kapur sehingga menghasilkan CaCO3 dan air. Keberadaan air dapat dibuktikan dengan Kertas kobalt biru yang akan menjadi merah apabila terkena air VIII. Kesimpulan Keberadaan unsure C dapat dibuktikan dengan perubahan warna yang terjadi pada larutan air kapur yang menjadi keruh. Sedangkan pada unsure H dapat dibuktikan dengan menggunakan kertas kobalt biru. Senyawa-senyawa yang mempunyai unsure ini merupakan Senyawa Organik. IX. Daftar Pustaka http://buugik.blogguru.org/2011/04/12/1-identifikasi-karbon-dan-hidrogendalam-senyawa-karbon/ http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-sma-ma/menguji-keberadaanunsur-c-h-dan-o-dan-keunikan-atom-karbon/