Anda di halaman 1dari 3

Experiment Telur Telanjang Dua Ilmuwan muda kita yaitu M Dafa QM dan Bilqis NDM sedang mencoba untuk

melakukan experiment telur telanjang atau perak. Experiment ini menggunakan gelas sebagai wadah, telur, cuka, dan air. Adapun tujuannya adalah untuk mengamati bagaimana kulit luar sebutir telur dapat terkikis habis hingga yang tertinggal adalah kulit dalam yang membungkus isi telur dalam waktu 7 hari atau lebih. Ini adalah catatan yang dibuat oleh para Ilmuwan cilik kita 1. Hari ke-1 tanggal 17-7-2011 Menaruh telur ke dalam gelas dan menuangkan air 1/2 gelas setelah itu menuangkan cuka 1/4 gelas. Telur Mengambang ditengah tengah gelas dan timbul gelembung udara diseluruh telur. setelah kira-kira 30 menit,telur naik kepermukaan air. 2. Hari ke-2 tanggal 18-7-2011 Telur masih mengambang dipermukaan air, air tampak agak keruh. Air dan cuka diganti dengan yang baru. Kulit telur terasa lembek dan sudah ada pengelupasan walaupun masih sedikit. 3. Hari ke-3 tanggal 19-7-2011 Telur mulai membesar, sudah terjadi pengelupasan lebih banyak dibanding hari pertama. telur terasa lebih lembek. Air dan cuka diganti dengan yang baru.

4. Hari ke-4 tanggal 20-7-2011 Telur sudah membesar dan kulit luar mulai terkelupas sedikit demi sedikit. Air dan cuka diganti

5. Hari ke-5 tanggal 21-7-2011 Kulit luar sudah mengelupas 90%, sudah terlihat warna perak. Telur sudah tidak muat lagi digelas karena pembesaran yang terjadi. AIr, cuka, dan gelas diganti.

6. Hari ke-11 tanggal 27-07-2011 Telur sudah terkelupas 96% terlihat kulit dalam yang berwarna perak/putih.

Kesimpulan: Kulit luar telur yang terbuat dari zat kapur terkikis sedikit demi sedikit oleh cuka sehingga dalam waktu 7 hari ke atas sebagian besar kulit luar telah terkelupas. Cuka merupakan keluarga Asam detailnya adalah Asam Asetat yang bila dicampur bersama air menjadi asam lemah hal ini dibuktikan dengan experiment di atas dimana diperlukan waktu yang cukup lama agar kulit terluar telur dapat dikikis.