Anda di halaman 1dari 5

Julian 9a-17 Musik Renaisans (1450-1600)

Kata renaisans diturunkan dari kata re (kembali) dan naissance (lahir). Artinya kelahiran kembali terhadap budaya Yunani-Romawi Klasik; yang menjadi induk kebudayaan Eropa. Saat itu di Eropa terjadi banyak perubahan terutama terhadap pandangan dan pemikiran. Oleh karena itu, masa renaisans ini banyak melahirkan perkembangan ilmu pengetahuan. Pada masa renaisans, musik gereja semacam gregorian semakin ditinggalkan seiring dengan era Reformasi Gereja yang berkembang di Eropa saat itu. Masyarakat Eropa mulai mengembangkan permainan solo sebuah instrumen dan paduan suara besar. Selain itu, komposisi untuk instrumen alat musik seperti organ dan piano juga berkembang, dari sekedar untuk mengiringi lagu, menjadi permainan solo. Para musisi mulai mengembangkan komposisi musik yang lebih sederhana dengan melodi yang mengalir dan harmoni yang terdengar lembut. Salah satu pelopornya adalah komposer Inggris bernama John Dunstable. Selain itu, juga terdapat nama seperti Giovanni da Palestrina William Byrd, dan Tomas Luis de Victoria. Beberapa ciri-ciri musik renaisans adalah sebagai berikut. 1.Musik barat mulai menjadi rasional sejak zaman renaisans. 2.Teknik komposisi digunakan secara rasional sehingga lahirlah teknik yang sekarang kita kenal sebagai kontrapung. 3.Musik renaisans disebut gaya polifoni a cappella atau polifioni vokal. 4.Ada logika dalam musiknya dan terungkap dalam bentuk komposisi. Misalnya, motet (rohaniah) dan mandrigal (duniawi). Dari zaman renaisans ini pula lahir teknik-teknik baru dalam musik, antara lain sebagai berikut. 1.Penemuan ideal bunyi yang sifatnya sensual (misalnya, bunyi paralel terts dan sekts). Ini bertahan sampai akhir zaman Romantik. Contoh ideal bunyi ini dapat kita lihat dalam komposisi Fauxbourdorn, yang terakhir dipakai oleh komponis Jerman, Richard Strauss (akhir abad ke-19). 2.Teknik prinsip variasi, sebagai teknik variasi melodi. Contoh, dalam komposisi Missa, karya Dufay. Teknik ini masih terus dipakai oleh para musisi hingga sekarang.

3.Arsitektonik nada melalui periodisasi, melalui kadens-kadens (subdominan, dominan) dengan menggunakan ulangan-ulangan bagian komposisi; dan melalui kontras antar kelompok- kelompok bunyi. 4.Penataan keseluruhan komposisi menurut ukuran-ukuran yang mudah ditangkap oleh manusia. 5.Bahasa afeksi (nilai-nilai rasa) musik sebagai jalan yang spontan dari komponis ke pentas dan ke penonton. Hal ini terus berlangsung hingga sekarang ini. Musik Renaissance adalah musik eropa barat yang berkembang pada masa Renaissance. Zaman Renaissance yang dalam bahasa Perancis berarti kelahiran kembali adalah sebuah zaman yang berkisar dari awal abad ke 14 dan sampai kepada abad ke 17. zaman Renaissance bermula di negara Italia di akhir abad pertengahan dan menjalar ke seluruh eropa. Zaman Renaissance berpusar kepada kebangkitan intelektual yang berdasarkan sumber-sumber klasik. Pada zaman ini kepausan dan para bangsawan menjadi pelindung dari kesenian dan juga politik negara, terdapat juga kebangkitan dalam seni rupa dan seni lukis serta pada zaman ini juga terjadi kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan. Pada Zaman Renaissance terdapat berbagai usaha intelektual untuk menggali kemanusiaan secara seutuhnya dengan kemurnian awal yang menjadi titik ukur pengertian Humanisme awal dalam filsafat barat, humanisme juga melahirkan banyak keindahan artisitik seni yang tinggi dan terbuka. Hal ini dapat dilihat dari kontribusi para seniman Renaissance yang terkenal seperti Leonardi Da Vinci, Michielangelo dan Raphaello.

Musik Renaissance Dalam masa Renaissance sebagaimana dengan Zaman Abad Pertengahan, musik Vokal dianggap jauh lebih penting dari musik Instrumental. Sebagaimana pada perkembangan filsafat dalam zaman ini, berkembang falsafah humanisme, maka interst humanistik juga terjadi dalam musik, sehingga terjadi hubungan yang erat antara kata-kata (lirik) dan vocal.

Para komponis Renaissance membuat musik untuk menekankan arti dan emosi dari teks lagu. Seorang Musikolog Italia yang bernama Zarlino mengatakan ketika kata dari sebuah lirik lagu menyatakan: ratapan, kesakitan, patahy hati, erangan dan tangisan maka biarlah harmoni dari lagu tersebut penuh dengan kesedihan. Para Komposer Renaissance sering menggunakan lukisan kata-kata, yaitu sebuah representasi musik dari gambaran puitisasi tertentu. Contoh kata-kata puitis seperti naik kesurga biasanya akan diwakili dengan serangkaian notasi yang meninggi dst. Dalam musik gereja, alat musik yang masih terus dan diijinkan penggunaanya hanyalah organ pipa.

Karakteristik dan Texture dari Musik Renaissance Texture dari msuik Zaman renaissance yang terutama adalah perkembangan dengan pesat dari musik Poliphoni. Sebuah lagu Choral secara tipikal mempunyai empat,lima atau enam suara dengan interest melodi yang sejajar, masing-masing suara mempunyai tema melodi yang sama yang muncul bergantian sebagaimana musik jenis Kanon. Musik Renaissance lebih penuh dari musik abad pertengahan. Dalam kebanyakan musik Renaissance penggunaan interval ketiga (terts) sebagai konsonan merupakan sebuah idiom atau kebiasaan musik yang digemari pada zaman awal renaissance. Idiom ini membuat musik renaissance terdengar santai karena stabil dan kaya dalam harmoni. Dalam zaman ini Register Bass pertama kali digunakan, sebagai musik dasar dari sebuah lagu, dan kebanyakan Register Bass mempunyai range nada sebanyak 4 oktaf sehingga dapat menghasilkan harmoni yang kaya bagi lagu tersebut. Musik Choral dalam masa Renaissance tidak memerlukan pengiring instrumental, sehingga kebanyakan ahli musik mengatakan bahwa zaman renaissance adalh zaman emas bagi Musik A Capella (musik tanpa iringan), walaupun demikian kadang penggunaan alat musik masih

sering tergunakan untuk mengiringi musik vokal., tetapi penggunaan instrumen musik dalam musik choral hanyalah untuk memperjelas garis vokal sehingga dapat mngisi kekosongan penyanyi yang kebetulan tidak datang. Tetapi iringan musik bagi musik vokal (choral) sangatlah jarang.

Musik Sakral Dua bentuk utama dalam musik sakral adalah motet dan misa, keduanya hampir mirip dalam gaya hanya saja misa adalah sebuah komposisi yang lebih panjang dibandingkan motet. Motet Renaissance adalah sebuah karya musik choral polyphoni yang terset kan seuai dengan teks latin diluar ordinarium missa. Sedangkan Misa Renaissance adalah sebuag komposisi choral polyphoni yang terdiri dari lima bagian: Kyrie, Gloria, Credo, Sanctus dan Agnus Dei. Bentul musik sakral Renaissance yang lain adalah Madigrale Spirituale dan Laude, bentuk bentuk ini kurang berkembang dibandingkan bentuk Motet dan Missa.

Tokoh-Tokoh Musik Sakral dari Zaman Renaissance Josquin Desprez (1440-1521) Giovani Perluigi Palestrina (1525-1594) Johannes Ockeghem (1410-1497)

Musik Sekular

Selama zaman Reniassance musik sekular vokal sangatlah menjadi terkenal di seluruh Eropa Barat, musik di setkan kepada puisi/pantun dalam berbagai macam bahasa seperti: Italia, Perancis, Jerman, Spanyol, Belanda dan Inggris. Musik Sekular Renaissance biasa digubah untuk sebuah group vokal atau solo vokal dengan iringan satu atau lebih instrumen musik. Banyak komponis mengimitasi suara alam seperti kicauan burung atau teriakan serta pekikan Jenis musik yang terpenting dalam musik vokal zaman Renaissance adalah Madrigal, Madrigal adalah sebuah karya musik vokal untuk solo, atau beberapa suara solo (one voice per part, satu suara penyanyi untuk setiap bagian suara) yang di set kan untuk sebuah puisi kecil yang singkat biasanya tentang cinta. Seperti Motet, Madrigal menggunakan kombinasi antara poliphoni dan monophoni, tetapi tidak seperti motet, madrigal menggunakan lukisan kata-kata dan harmonisasi yang cukup berbeda dengan motet. Seni Madrigal Renaissance bermula di Italia skitar tahin 1520-an ketika saat itu terjadi kebangkitan semngat sastra puisi dalam kesusastraan itali, saat itu untuk menunjang kebangkitan ini, dipublikasikan madrigal sebanyak ribuan dan kebanyakan dinyanyikan oleh golongan aristokrat dan bangsawan. 1588 dengan kekalahan Armada Spanyol terhadap Militer Inggris, beberapa banyak Madrigal italia diterjemahkan ke bahasa Inggris sehinggabanyak komposer Inggris yang mulai menciptakan Madrigal juga, dan berlangsung selama lebih dari 30 tahun, pada zaman pemerintahan Ratu Elizabeth I (1533-1603) dan William Shakespeare (1564-1616) merupakan zaman keemasan baik bagi tradisi Madrigal Inggris ataupun Kesusatraan Inggris. Jikalau di Italia liriknya kebanyakan serius sedangkan di Inggris kebanyakan liriknya humoris dan ringan. Jenis musik lain selain Madrigal: frottola, caccia, chanson (rondeau, virelai, bergerette, ballade, musique mesure), canzonetta, villancico, villanella, villotta, lute song. motet-chanson atau motet sekular.