Anda di halaman 1dari 20

BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Di perguruan tinggi, khususnya jenjang S1, mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah, seperti makalah, laporan praktikum, dan skripsi (tugas akhir). Yang disebut terakhir umumnya merupakan laporan penelitian berskala kecil tetapi dilakukan cukup mendalam. Sementara itu makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis pakar-pakar dalam bidang tertentu yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian. Dalam beberapa hal, ketika mahasiswa melakukan praktikum, ia sebetulnya sedang melakukan verifikasi terhadap proses penelitian yang telah dikerjakan ilmuwan sebelumnya. Kegiatan praktikum didesain pula untuk melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian. Menulis karya ilmiah adalah suatu keterampilan seseorang yang didapat melalui berbagai latihan menulis. Meskipun berbagai cara dapat digunakan untuk memperluas hasil pemikiran tersebut, media yang banyak digunakan untuk mengkomunikasikannya adalah media cetak atau dengan kata lain melalui tulisan. Makin efektif tulisan yang dibuat, makin kemungkinan tulisan dipahami pembaca. Untuk menghasilkan tulisan yang efektif tentu dibutuhkan keterampilan tehnik menulis yang memadai. Membicarakan tehnik menulis, artinya membicarakan cara
1

mengemas ide dalam bentuk tulisan sedemikian rupa sehingga orang yang membaca tulisan tersebut dapat menangkap ide yang disampaikan dengan benar. 2.2 Rumusan Masalah 2.2.1 Apa yang dimaksud dengan karya ilmiah? 2.2.2 Sebutkan jenis jenis karya ilmiah? 2.2.3 Sebutkan ciri ciri karya ilmiah? 2.3 Tujuan 2.3.1 Mengetahui pengertian karya ilmiah. 2.3.2 Mengetahui jenis jenis karya ilmiah. 2.3.3 Mengetahui ciri ciri karya ilmiah.

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Hakekat Karya Ilmiah 2.1.1 Pengertian Karya Ilmiah a. Karya Ilmah Menurut I Gede Meter (2010) Karangan ilmiah atau karya tulis ilmiah adalah suatu karangan yang materinya diperoleh dari hasil penelitian tertentu, dengan tata penulisan yang ketat, dengan tujuan penulisannya adalahuntuk menemukan, mengembangkan dan menguji suatu pengetahuan. b. Karya Ilmiah menurut Verani Rosita Verani Rosita (14 maret 2010) menyatakan bahwa, Karya ilmiah merupakan karya tulis yang menyajikan gagasan, deskripsi atau pemecahan masalah masalah secara sistematis, disajikan secara objektif dan jujur, dengan menggunakan bahasa baku, serta didukung oleh fakta, teori, atau bukti bukti empiric. Tujuan penulisan karya ilmiah, antara lain untuk menyampaikan gagasan, memenuhi tugas dalam studi, untuk mendiskusikan gagasan dalam suatu pertemuan, mengikuti perlombaan, serta untuk menyebarluaskan ilmu pengetahuan atau hasil penelitian. Karya ilmiah dapt berfungsi sebagai rujukan untuk meningkatkan wawasan, serta menyebarluaskan ilmu pengetahuan.Bagi penulis karya ilmiah bermanfaat untuk

meningkatkan keterampilan membaca dan menulis, berlatih mengintegrasikan berbagai gagasan dan menyajikan ide secara sistematis, memperluas wawasan, serta member kepuasan intelektual. c. Menurut Brotowijoyo

Menurut Brotowijoyo,yang di kutip oleh Zaenal Arifin sebagai berikut: Karangan Ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodelogi penulisan yang baik dan benar. Karya ilmiah atau dalam bahasa Inggris (scientific paper) adalah laporan tertulis dan publikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan. Terdapat berbagai jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya semua itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan. Data, simpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah biasa dijadikan acuan (referensi) ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya. Isi (batang tubuh) sebuah karya ilmiah harus memenuhi syarat metode ilmiah. Menurut John Dewey ada 5 langkah pokok proses ilmiah, yaitu: (1). Mengenali dan merumuskan masalah. (2). Menyusun kerangka berpikir dalam rangka penarikan hipotesis. (3). Merumuskan hipotesis atau dugaan hasil sementara. (4). Menguji hipotesis, dan (5). Menarik kesimpulan. d. Karya Ilmiah Menurut Laura Neliana

Laura Neliana (23 Februari 2011) mengemukakan, karangan ilmiah adalah karangan ilmu pengatahun yang menyajikan fakta umum dan menurut metodologi panulisan yang baik dan benar, ditulis dengan bahasa konkret, gaya bahasanya formal, kata-katanya tekhnis dan didukung dengan fakta umum yang dapat dibuktikan benar atau tidaknya. 2.1.2 Tujuan Penulisan Karya Ilmiah Karya ilmiah ditulis dengan berbagai tujuan , sebagai berikut:
1. Menyampaikan gagasan kepada masyarakat luas atau kalangan tertentu. Tujuan

seperti ini pada umumnya terkait dengan karya ilmiah yang berupa artikel yang dimuat dalam berbagai media massa. 2. Memenuhi tugas yang diberikan sebagai persyaratan dalam study. Tujuan seperti ini, terkait dengan tugas penulisan makalah dari guru atau dosen, serta penulisan skripsi, tesis dan desertasi. 3. Mendiskusikan gagasan dengan kalangan tertentu dalam sebuah pertemuan ilmiah. 4. Mengikuti perlombaan penulisan karya ilmiah. 5. Menyebar hasil penelitian kepada masyarakat luas atau kalangan tertentu. 2.1.3 Fungsi Karya Ilmiah Ada beberapa fungsi karya ilmiah, diantaranya adalah:
1. Sebagai rujukan atau reference dalam mempersiapkan karya tulis atau kegiatan

ilmiah
2. Fungsi edukatif, yaitu sebagai sarana pendidikan yang dapat meningkatkan

wawasan seseorang dalam bidang ilmu. 3. Karya ilmiah berfungsi diseminatif, yaitu menyebarluaskan perkembangan bidang ilmu pada masyarakat luas atau kelompok tertentu.
5

2.1.4 Manfaat Karya Ilmiah Zaenal Arifin (1993) menyebutkan ada enam manfaat penulisan karya ilmiah, yaitu: 1. Mengembangkan keterampilan membaca yang efektif karena penulis harus membaca berbagai rujukan sebelum menulis. 2. Penulis mendapat kesempatan untuk berlatih mengitegrasikan hasil bacaan dengan gagasan sendiri, kemudian mengembangkannya dengan pemikiran yang matang. 3. Mengakrabkan penulis dengan kegiatan perpustakaan. 4. Meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikandan menyajikan fakta dan datasecara jelas dan sistematis. 5. Dengan menulis karya ilmiah penulis akan mendapatka kepuasan intelektual. 6. Dengan menulis karya ilmiah penulis ikut menyumbang bagi perluasan cakrawala ilmu pengetahuan mesyarakat.

2.2 Jenis jenis Karangan Ilmiah A. Buku Pelajaran Dikatakan sebagai karya tulis ilmiah di bidang pendidikan karena memiliki kebenaran ilmiah dan disusun dengan landasan teori tertentu. B. Makalah Makalah adalah sebuah karya tulis ilmiah mengenai suatu topik tertentu yang mencakup dalam ruang lingkup permasalahan. Ciri-ciri makalah
6

1. Merupakan hasil kajian literatur atau hasil laporan pelaksanaan kegiatan lapangan mengenai suatu permasalahan. 2. Mendemonstrasikan pemahaman teoritik dan kemampuan menerapkan prosedur, prinsip dan teori yang berhubungan dengan permasalahan 3. Menunjukkan kemampuan pemahaman isi dan berbagai sumber yang digunakan. 4. Mendemonstrasikan kemampuan menyusun berbagai sumber informasi dalam satu kesatuan sintesis yang utuh. Makalah yang sering digunakan dalam karya tulis ilmiah
1. Common paper, makalah yang dibuat secara deskriptif dan dengan mengemukakan

berbagai aliran dan pendapat serta diperlukan argumentasi untuk mempertahankan suatu aliran atau pendapat tersebut.
2. Position paper, makalah yang dibuat untuk menunjukkan penguasaan pengetahuan serta

di pihak mana penulis berdiri dan diperlukan sintesis juga evaluasi dalam penyusunannya. C. Modul Adalah materi pelajaran yang disusun sedemikian rupa sehingga pembacanya diharapkan dapat menyerap sendiri materi tersebut. D. Diktat Pelajaran Adalah catatan tertulis suatu bidang studi yang disiapkan oleh guru untuk mempermudah pengayaan materi pelajaran atau bidang studi yang dibahas dalam proses pembelajaran.
7

E. Terjemahan Adalah karya tulis hasil penerjemahan dari buku atau karya tulis bahasa asing ke bahasa Indonesia atau sebaliknya. Syarat seorang penerjemah, yaitu: 1. 2. 3.
4.

Menguasai materi yang akan diterjemahkan. Menguasai bahasa asing. Menguasai bahasa Indonesia yang baik. Menguasai teknik menterjemahkan. Memahami latar belakang dari budaya bahasa asing tersebut.

5.

F. Laporan Hasil Penelitian

Merupakan sajian tertulis dari hasil kegiatan penelitian yang telah dilakukan atau bisa dikatakan sebagai pertanggungjawaban dari kegiatan penelitian. Jika disusun dalam kaitannya dengan persyaratan akademik, maka bentuk laporannya dapat berupa skripsi, tesis atau disertasi.

Skripsi

Skripsi adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan Program Sarjana (S1). Skripsi merupakan bukti kemampuan akademik mahasiswa dalam penelitian yang berhubungan dengan masalah yang dibahas. Karakteristik Skripsi:
8

1) Untuk bidang pendidikan, skripsi terarah pada eksplorasi atau pemecahan masalah pendidikan. 2) Untuk bidang non-kependidikan, skripsi terarah pada permasalahan bidang keilmuan yang sesuai dengan program studi mahasiswa. 3) Ditulis atas dasar hasil pengamatan dan observasi lapangan atau penelaahan pustaka. 4) Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar

Tesis:

Tesis adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan Program Magister (S2). Tesis merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam penelitian dan pengembangan ilmu pada salah satu bidang keilmuan dalam Ilmu Pendidikan Karakteristik Tesis: 1. Berfokus pada kajian mengenai salah satu isu sentral yang tercakup dalam salah satu disiplin dalam ilmu pendidikan sesuai dengan program studi yang ditempuh oleh mahasiswa yang bersangkutan. 2. Merupakan pengujian empirik terhadap posisi teoritik tertentu. 3. Menggunakan data primer sebagai data utama yang dapat ditunjang oleh data sekunder. 4. Ditulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, kecuali untuk program studi bahasa asing.
9

Disertasi

Disertasi adalah karya tulis ilmiah resmi akhir seorang mahasiswa dalam menyelesaikan Program S3 ilmu pendidikan. Disertasi merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan penemuan baru dalam salah satu disiplin Ilmu Pendidikan. Karakteristik Disertasi: 1. Berfokus pada kajian mengenai salah satu disiplin Ilmu Pendidikan sesuai dengan bidang yang dipelajari. 2. Kajian berfokus pada penemuan baru dalam disiplin ilmu yang dikaji secara mendalam. 3. Mengunakan data primer sebagai data utama, ditunjang oleh data sekunder apabila diperlukan. 4. Ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, kecuali untuk program studi bahasa asing.
G. Artikel Ilmiah

Artikel ilmiah berbeda dengan laporan hasil penelitian yang baku. Perbedaannya terdapat pada: 1. Bahan yang ditulis dalam artikel ilmiah lebih bersifat singkat padat dan enak dibaca. 2. Sistematika diawali dengan kajian pustaka yang merupakan pendukung atau pembahasan rasional pentingnya masalah yang diteliti. 3. Prosedur penulisan artikel dapat ditulis sebelum laporan penelitian diselesaikan
10

Macam-macam artikel ilmiah 1. Artikel Ilmiah Hasil Penelitian adalah tulisan ilmiah yang didasarkan pada hasil penelitian yang telah dilakukan. Artikel ini disusun sedemikian rupa sehingga tetap menampilkan semua aspek laporan hasil penelitian, tetapi dalam format yang lebih ringkas. 1. Artikel Ilmiah Non Penelitian adalah artikel-artikel hasil pemikiran yang relevan, hasil penelitian terdahulu, disamping teori yang dapat digali dari buku-buku teks. Prosedur tehnik penulisan artikel ilmiah 1. Pengembangan gagasan. 2. Perencanaan penulisan naskah. 3. Pengembangan paragraf. 4. Penulisan draf. 5. Finalisasi. Komponen-komponen artikel ilmiah 1. Judul Judul hasil pemikiran hendaknya mencerminkan masalah yang dibahas. Pemilihan kata-kata yang mengandung unsur-unsur utama masalah dan judul harus memiliki daya tarik yang cukup kuat bagi pembaca.
11

2. Nama Penulis Nama penulis artikel hendaknya tanpa disertai gelar akademik atau profesional guna menghindari bias seniorita dan wibawa serta inferioritas penulis. 3. Abstrak dan kata kunci Berisi ringkasan dari isi artikel yang dituangkan secara padat, bukan pengantar atau pengantar penulis. 4. Pendahuluan Menguraikan hal-hal yang dapat menarik perhatian pembaca dan hendaknya berisi paparan tentang permasalahan penelitian, wawasan dan rencana penulis dalam rangka pemecahan masalahnya. 5. Bagian inti Lazimnya bagian inti berisi kupasan, analisis argumentasi, komparasi, keputusan dan pendirian atau sikap penulis mengenai masalah yang dibicarakan. 6. Metode

Menguraikan bagaimana penelitian dilakukan seperti rancangan atau desain penelitian, sasaran atau target penelitian, teknik pengumpulan data,

pengembangan instrumen dan teknik analisis data. 7. Hasil penelitian


12

Hasil penelitian hendaknya disajikan secara padat, dan komunikatif. 8. Pembahasan

Dalam pembahasan, penulis menyajikan hasil interpretasi temuannya dan mengaitkannya dengan struktur pengetahuan yang telah mapan, dan hasil penelitian terdahulu. Sehingga diharapkan lahirnya teori-teori baru atau modifikasi teori yang telah ada. 9. Penutup, kesimpulan dan saran

Merupakan bagian akhir yang pada dasarnya mengakhiri diskusi dengan sesuatu pendirian atau menyodorkan beberapa alternatif penyelesaian. 10. Daftar rujukan

Semua rujukan yang terdapat dalam tulisan hendaknya dimasukkan ke dalam daftar rujukan.
H.

ArtikelIlmiahPopular Berbeda dengan artikel ilmiah, artikel ilmiah popular tidak terikat secara ketat dengan aturan penulisan ilmiah. Sebab, ditulis lebih bersifat umum, untuk konsumsi publik. Dinamakan ilmiah populer karena ditulis bukan untuk keperluan akademik tetapi dalam menjangkau pembaca khalayak. Karena itu aturan-aturan penulisan ilmiah tidak begitu ketat. Artikel ilmiah popular biasanya dimuat di surat kabar atau majalah.

I.

KertasKerja Kertas kerja pada prinsipnya sama dengan makalah. Kertas kerja dibuat dengan analisis
13

lebih dalam dan tajam. Kertas kerja ditulis untuk dipresentasikan pada seminar atau lokakarya, yang biasanya dihadiri oleh ilmuwan. Pada perhelatan ilmiah tersebut kertas kerja dijadikan acuan untuk tujuan tertentu. Bisa jadi, kertas kerja dimentahkan karena lemah, baik dari susut analisis rasional, empiris, ketepatan masalah, analisis, kesimpulan, atau kemanfaatannya. 2.3 Ciri ciri Karya Ilmiah Menurut I. G. A. K Wardani, dkk ( 2008), cirri cirri karya ilmiah adalah sebagai berikut: 1. Dari segi isi, karya ilmiah menyajikan pengetahuan yang dapat berupa gagasan, deskripsi tentang sesuatu atau pemecahan satu masalah. 2. Pengatahuan yang disajikan tersebut didasarkan pada fakta atau data ( kajian empiric) atau pada teori teori yang telah diakui kebenarannya. 3. Sebuah karya ilmiah mengandung kebenaran yang objekti serta kejujuran dalam penulisannya. 4. Bahasa yang digunakan adalah bahasa baku dan banyak digunakan istilah teknis, disamping istilah yang bersifat denotative. 5. Sistematika tulisan mengikuti cara tertentu.

Ciri cirri karya ilmiah menurut Verani Rosita (2010) 1. Empiris, yaitu imformasi yang disampaikan bersifat factual yang diperoleh berdasarkan hasil pengamatan, kajian pustaka, penelitan. 2. Sistematis, yaitu adanya keteraturan, keterkaitan, ketergantungan antar bagian.
3. Objektif, yaitu bebas dari prasangka perorangan atau pribadi. 14

4. Analitik, yaitu berusaha membeda bedakan pokok soalnya kedalam bagian yang lebih rinci. 5. Verifikatif yaitu, mengandung kbenaran ilmiah yang dapat diuji. Ciri cirri Karya Ilmiah Menurut Wikipedia Indonesia (2010) Dalam karya ilmiah ada 4 aspek yang menjadi karakteristik utamanya, yaitu : a. Struktur sajian

Struktur sajian karya ilmiah sangat ketat, biasanya terdiri dari bagian awal (pendahuluan), bagian inti (pokok pembahasan), dan bagian penutup. Bagian awal merupakan pengantar ke bagian inti, sedangkan inti merupakan sajian gagasan pokok yang ingin disampaikan yang dapat terdiri dari beberapa bab atau subtopik. Bagian penutup merupakan simpulan pokok pembahasan serta rekomendasi penulis tentang tindak lanjut gagasan tersebut. b. Komponen dan Substansi

Komponen karya ilmiah bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun semua karya ilmiah mengandung pendahuluan, bagian inti, penutup, dan daftar pustaka. Artikel ilmiah yang dimuat dalam jurnal mempersyaratkan adanya abstrak. c. Sikap penulis

Sikap penulis dalam karya ilmiah adalah objektif, yang disampaikan dengan

15

menggunakan gaya bahasa impersonal, dengan banyak menggunakan bentuk pasif, tanpa menggunakan kata ganti orang pertama atau kedua. d. Benggunaan bahasa

Bahasa yang digunakan dalam karya ilmiah adalah bahasa baku yang tercermin dari pilihan kata/istilah, dan kalimat-kalimat yang efektif dengan struktur yang baku.

Ciri cirri Karya Ilmiah Menurut Laura Neliana (2011) Secara ringkas, ciri-ciri karya ilmiah dapat diuraikan sebagai berikut: 1. Objektif. Keobjektifan ini tampak pada setiap fakta dan data yang diungkapkan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, tidak dimanipulasi. Juga setiap pernyataan atau simpulan yang disampaikan berdasarkan bukti-bukti yang bisa dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siapa pun dapat mengecek (memvertifikasi) kebenaran dan keabsahannya. 2. Netral. Kenetralan ini bisa terlihat pada setiap pernyataan atau penilaian bebas dari kepentingan-kepentingan tertentu baik kepentingan pribadi maupun kelompok. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang bersifat mengajak, membujuk, atau

mempengaruhi pembaca perlu dihindarkan.

16

3. Sistematis. Uraian yang terdapat pada karangan ilmiah dikatakan sistematis apabila mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya. Dengan cara demkian, pembaca akan bisa mengikutinya dengan mudah alur uraiannya. 4. Logis. Kelogisan ini bisa dilihat dari pola nalar yang digunakannya, pola nalar induktif atau deduktif. Kalau bermaksud menyimpulkan suatu fakta atau data digunakan pola induktif; sebaliknya, kalau bermaksud membuktikan suatu teori atau hipotesis digunakan pola deduktif. 5. Menyajikan Fakta (bukan emosi atau perasaan). Setiap pernyataan, uraian, atau simpulan dalam karya ilmiah harus faktual, yaitu menyajikan fakta. Oleh karena itu, pernyataan atau ungkapan yang emosional (menggebu-gebu seperti orang berkampanye, perasaan sedih seperti orang berkabung, perasaan senang seperti orang mendapatkan hadiah, dan perasaan marah seperti orang bertengkar) hendaknya dihindarkan. 6. Tidak Pleonastis Maksudnya kata-kata yang digunakan tidak berlebihan alias hemat. Kata-katanya jelas atau tidak berbelit- belit (langsung tepat menuju sasaran).

17

7. 8. 9.

Bahasa yang digunakan adalah ragam formal. Penulisannya cermat, tepat dan benar serta tulus Tidak mengejar keuntungan pribadi

Kesalahan yang dapat ditemukan dalam Karya Ilmiah. 1. Salah mengerti audience atau pembaca tulisannya. 2. Salah dalam menyusun struktur pelaporan.
3. Salah dalam mengutip pendapat orang lain sehingga baerkesan menjiplak.

4. Penggunaan bahasa Indonesia yang belum baik dan benar. 5. Salah dalam penulisan bagian kesimpulan. 6. Tata cara penulisan Daftar Pustaka yang kuran enak. 7. Tidak konsisten dalam format tampilan.

8. Kesalahan Penggunaan dan Penulisan Tanda Baca

Penulis sering melakukan kesalahan dalam penggunaan tanda baca koma (,) dalam karya tulisnya. Di dalam EYD disebutkan bahwa tanda koma (,) digunakan untuk: 1) rincian, 2) memisahkan kalimat setara, 3) memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimat, 4) setelah konjungsi antarkalimat, 5) petikan langsung, 6) memisahkan nama dengan alamat, 7) memisahkan nama dengan gelar akademik, 8) mengapit aposisi, dan 9)

18

di muka angka persepuluhan. Peneliti juga sering melakukan kesalahaan dalam menggunakan tanda titik dua (:).

Selain itu, dalam karya tulis siswa juga tidak jarang ditemukan kekurangtepatan pengetikan ataupun penulisan tanda baca. Pengetikan tanda baca rapat dengan kata yang diikuti, tidak perlu spasi. Spasi digunakan setelah tanda baca dituliskan.

9. Penggunaan Konjungsi

Penggunaan konjungsi sehingga serta dan sering ditemukan dalam karya tulis siswa. Hanya saja, siswa belum memahami secara benar bahwa sehingga serta dan merupakan konjungsi antarklausa, bukan konjungsi antarkalimat. Tidak jarang ditemukan konjungsi sedangkan berada di awal kalimat, begitu juga dengan konjungsi dan. Hal tersebut yang membuat ketidakbakuan kalimat pada karya tulis siswa. Selain itu, penggunaan konjungsi di mana, yang mana juga sering ditemukan dalam karya tulis siswa. Dalam bahasa Indonesia, kata di mana dan yang mana bukanlah konjungsi, tetapi kata tanya.
10. Penyusunan Kalimat

Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya, kalimat dalam karya ilmiah harus logis,
19

sesuai dengan kaidah penulisan dan penyusunan kalimat, tidak berbelit-belit, dan tidak ambigu. Kalimat yang terlalu panjang dengan menggunakan berbagai jenis konjungsi justru dapat membingungkan pembaca dalam memahami maksud kalimat. Begitu juga kalimat yang tidak jelas unsur-unsur pembentuknya, misalnya subjeknya tidak jelas juga dapat membingungkan pembaca. Selain itu, kalimat dalam karya ilmiah haruslah logis agar tampak keilmiahannya.

Dari segi kaidah, kalimat yang tidak logis bisa saja benar. Kalimat tersebut sudah memenuhi unsur minimal kalimat, yaitu unsur subjek dan predikat. Hanya saja, makna kalimat tersebut tidak logis karena kesalahan pilihan katanya, seperti tampak pada contoh berikut. 1) Karya tulis saya berhasil dikalahkan oleh karya tulis dari sekolah lainnya. 2) Penelitian ini membutuhkan waktu yang relatif panjang.

20

Anda mungkin juga menyukai