Bahan Kuliah International Trade

PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Prof. Dr. H. Syamsurijal Tan, SE, MA

Kuliah I Peranan
Open economy Globalisasi Desentralisasi / Otonomi Daerah
Negara Makin Maju / Kuat Apabila Negara Tersebut Semakin Terbuka (X, dan M) Semakin Besar GDP

EKSPOR DAN IMPOR

‡ GDP

= C + I + G + (X-M)

‡ Sumber pendapatan Penerimaan dalam negeri negara
(pajak)

Penerimaan luar negeri
(investasi asing, hutang luar negeri dan hibah)

‡ Sumber penerimaan daerah PAD DAU DAK Penerimaan lain yang syah Investasi asing Hutang Hibah .

Hubungan tersebut dalam bentuk ekspor dan impor (Goods and Services). Resource Berbeda SPESIALISASI International Price .Kuliah 1 International Economics Bagian dari ilmu ekonomi yang mempelajari hubungan ekonomi antara satu negara dengan negara lain (Bilateral atau Multilateral).

Labor Intensive) .The Gain From Trade Ekspor dan Impor Spesialisasi dalam Produksi Barang (Capital Intensive.

Kaitan Dengan Teori Ekonomi Welfare Production Optimization Maximum Utility Maximum Profit Dalam Perdagangan Internasional Foreign and Domestict Variables (Px. Yf. e) Dalam Perdagangan Domestik (faktor Domestik lebih dominan) Dasar Analisis Perdagangan International. Bedanya Ruang Lingkup . dan Ydom. ER. Pm.

Modal. Termasuk asuransi internasional dan sumber keuangan lainnya. Khusus ekspor (X) dan Impor (M). neraca pemabayaran dan Pasar Valuta Asing serta Integrasi Ekonomi . Tanah). Investasi asing. Pinjaman. Hibah dan Foreign Invesment Secara spesifik ruang lingkup : perdagangan barang dan jasa. kebijakan.International Economics ‡ International Trade Khusus perdagangan barang-barang dan jasa-jasa (Tenaga Kerja. ‡ International Finance Berkaitan dengan keuangan internasional (uang dan lembaga serta sistem perdagangan). hutang luar negeri. Dan Kebijakan perdagangan (Trade Policy). Skill.

dan Biaya Transportasi. ‡ Impor membeli produk/komoditi dari luar negeri oleh suatu negara WHY (X dan M) Perbedaan Harga antara Harga DN dengan Harga LN Dipengaruhi Kurs.Kuliah II EKSPOR DAN IMPOR Ekspor (X) dan Impor (M) ‡ Menjual produk ke luar negeri melewati batas negara. kualitas P(ln) > P(dn) P(ln) < P(dn) Ekspor Impor .

Ekspor Devisa Membayar M Membayar Foreign Debt Cadangan Devisa Semua Mata Uang Asing Yang Berlaku Internasional Negara Makin Kuat Ekspor devisa Impor Investasi GDP / PDRB .

kebijakan berorientasi kuantitatif (kuota dan larangan serta subsidi).Strategi perdagangan ‡ Inward Looking Strategy (menoleh kedalam): andalan pasar dalam negeri. Kebijakan lebih banyak yang bersifat tarif. . ‡ Outward Looking Strategy (menoleh keluar) :bukan saja pasar dalam negeri tetapi juga pasar luar negeri (semakin berkurang kebijakan non tarif). Orientasi perdagangan luar negeri.

looking Perkembangan ekonomi dunia. semua negara di dunia harus mematuhinya. Ingat dunia semakin menuju Free Trade Area.Proses pembangunan GDP Perkapita (meningkat) strategy Outward looking Inward strategy. Tahun 2020. Melalui WTO semakin mengurangi kebijakan bersifat kuantitatif (larangan dan quota) kepada kebijakan tarif. World to be smaller as globalization. . semakin membuktikan pergeseran tersebut.

meskipun secara persentase masih relatif kecil. Bila dilihat dari perkembangan data sejak tahun 1993 (2. ‡ Kontribusi ekspor dalam PDRB Jambi semakin besar. . daerah yang maju adalah daerah yang semakin mampu memerankan atau memperbesar ekspor dan Impor. ‡ Terbaik ekspor lebih besar dari impor sehingga sisanya dapat untuk membayar hutang dan meningkatkan devisa serta kegunaan lainnya.KAITAN DENGAN PEMBANGUNAN JAMBI ‡ Sejalan dengan nafas pembangunan nasional.21 persen).3 persen) sampai 2007 (4.

.Salah satu program pemerintah daerah adalah :       Meningkatkan ekspor Diversifikasi pasar Diversifikasi barang Meningkatkan kualitas Meningkatkan penggunaan teknologi Semakin mengarah kepada barang olahan yang harganya relatif baik dan stabil.

Persoalan : ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Masih didominasi produk primer Lamahnya sentuhan teknologi Keterbatasan pasar Keterbatasan jenis produk Lemahnya penggunaan teknologi .

Struktur Perekonomian Daerah Berdasarkan Sektor Primer. sekunder dan Tersier Tahun 2000-2006 .

.

.

Hercksher Ohlin A. Paham Markantilisme B.TEORI PERDAGANGAN A. Teori Moderen . Teori Klasik (Adam Smith dan david Ricardo) C. Perkembangan Teori Lain : Keuntungan Kometitif .Haberler .

so ³penumpukan emas´ Pentingnya peran pemerintah Export surplus Dalam kenyataan : penumpukan emas tidak mungkin/terjadi. emas akan kembali mengalir ke negara lain melalui impor .Paham Markantlisme (Thomas Munn) ‡ ‡ ‡ ‡ Gold Standard Wealth is Gold.

Teori KLasik : Keuntungan Mutlak (Adam Smith) ‡ Q = f ( L) ‡ Keuntungan Absolut dilihat dari : jumlah tenaga kerja atau biaya tenaga kerja ‡ Pemakaian tenaga kerja paling sedikit atau upah paling murah disebut negara mempunyai keuntungan absolut ‡ Negara memperoleh the gain from trade. ‡ Prinsip ³laissez faire´ ‡ Dasar Tukar International (1 : 1) .

adakala dilihat dari keuntungan komparatif kedua negara juga menguntungkan melakukan perdangan. Q = f ( L) Keuntungan komparatif dilihat dari : jumlah tenaga kerja atau biaya tenaga kerja Pemakaian tenaga kerja paling sedikit atau upah paling murah disebut negara mempunyai keuntungan absolut Negara memperoleh the gain from trade.Teori Klasik : (Keuntungan Komparatif David Ricardo)  ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ Kritik terhadap Adam Smith.5) . Prinsip ³laissez faire´ Dasar Tukar International (1 : 1. tidak semua diukur dari keuntungan mutlak.

Suatu negara sebaik mungkin dan menguntungkan memproduksi dan mengekspor produk yang padat sumber daya yang dimilikinya dan mengimpor produk lain. Karet Sawit Kopi Kelapa Dll INDONESIA Indononesia mempunyai keuntungan absolut Termasuk Provinsi Jambi .

Negara Jepang Indonesia Pakaian /L 30 100 Mesin/L 120 20 DTD 1 M = 4P 1 M = 1/5P .

Negara Jepang Indonesia Pakaian /L 240 100 Mesin/L 120 20 DTD 1 M = 2P 1 M = 1/5P .

Teori Moderen ‡ Haberler (menggunakan dasar teori mikro menjelaskan perdagangan) Kurve PPC Kurve Indiferens .

Beberapa Asumsi 1. Pasar persaingan sempurna 2. Q = f (L. Tidak ada perubahan teknologi 4. Tidak ada biaya transportasi . K) 3.

Esensinya : Sama saja dengan teori David Ricardo. Kain Sebelum Trade E = equilibrium DTD : 60M = 20K OME = Kosumsi Mesin = Q OKE = Konsumsi Kain = Q 20 E2 IC2 E1 KE IC1 ME Mesin 60 . sama-sama menginginkan suatu negara menghasilkan dan memproduksi dan mengekspor produk yang padat sumber daya dan mengimpor produk lainnya. Teori Haberler menjelaskan spesialisasi dalam perdagangan akan menguntungkan kedua negara.

Substansi  Prinsipnya ³spesialisasi´  Perdagangan dua negara berkembang (ekspansi produksi)  Transfer teknologi  Penyerapan tenaga kerja  Dampak multiplier lain menjadi .

3. 4. 6. . L) (Proportion and intensity of production factor) ‡ Asumsi 1. 5.Teori Hecksher Ohlin (H-O) Q = f (K. dan dua barang Perfect Competition Faktor produksi tidak dapat berpindah antar negara No Transportation cost Dapat dibuat rangking produk yang diperdagangkan Tingkat teknologi relatif sama. 2. Dua negara.

KEBIJAKAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL .

Kebijakan lebih banyak yang bersifat tarif. . kebijakan berorientasi kuantitatif (kuota dan larangan serta subsidi). ‡ Outward Looking Strategy (menoleh keluar) :bukan saja pasar dalam negeri tetapi juga pasar luar negeri (semakin berkurang kebijakan non tarif). Orientasi perdagangan luar negeri.Strategi perdagangan ‡ Inward Looking Strategy (menoleh kedalam): andalan pasar dalam negeri.

subsidi.‡ A.Non tarif ke tarif dan bahkan menuju nol Dampak : Konsumsi Produksi Penerimaan pemerintah . Tarif (pajak ekspor. Non Tarif (kuota. pajak impor) ‡ B. Laranagan) ‡ Y/pop ---------.

Laut Cina Selatan Riau Sumatera Barat PROVINSI JAMBI Bengkulu Sumatera Selatan .

dll .Ekonomi Produk yang berbeasis pertanian Kerakyatan Jambi Produk berbasis sumber daya alam Produk Usaha Kecil Menengah Keunggulan Komparatif ‡Kelembagaan Keunggulan Kompetitif ‡SDM ‡Infrastruktur ‡Pemasaran ‡Permodalan.

SEKILAS EKONOMI JAMBI A. Persewaan dan Jasa Keuangan Jasa PDRB 2005 28.52 10.23 6.76 23.81 21.89 100 .77 7.75 15.88 9.01 100 2007 23.11 100 2009 22.08 6. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.88 4.41 1.26 12.55 4.33 11.55 10.02 4.93 15.89 5.65 12.89 0.47 14.11 14. Struktur Ekonomi Jambi (harga berlaku) Sektor Pertanian Pertambangan dan penggalian Industri pengolahan Listrik. Air dan Gas Bangunan Perdagangan.03 3.93 0.82 4.

Air dan Gas Bangunan Perdagangan.56 5.25 7.42 3.47 14. Hotel dan Restoran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.38 2007 4.62 6.21 5.14 19.27 8.60 5.58 6.10 6.06 5.81 17.60 2009 6.57 9.37 .85 5.56 0.61 1.71 4. Pertumbuhan sektoral Sektor Pertanian Pertambangan dan penggalian Industri pengolahan Listrik.04 7.86 9.11 6.11 9.47 8.04 3.B.45 4.90 5. Persewaan dan Jasa Keuangan Jasa PDRB 2005 4.45 7.

gurami. casseavera. Potensi Ekonomi dan Peluang ‡ Pertanian (tanaman bahan pangan. kayu. kelapa sawit. dan kerbau) Perikanan (ikan emas. kentang. pinang dan kopi). perternakan dan kehutanan). sapi. bawal. cumi-cumi. batu bara dan emas) Industri manufaktur (kertas. perikanan.C. melinjo dan sawo) Peternakan (kambing. udang dsb) Kehutanan (kayu log. kedele. meskipun produksi semakin menurun karena area semakin sempit). jagung. Pertambangan (migas. patin. kelapa. CPO dsb) ‡ Keunggulan Komparatif ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ BELUM DIOLAH SECARA OPTIMAL PRODUK PRIMER . Tanaman pangan dan holtikultura (padi. Perkebunan (karet. tenggiri gurami.kayu lapis). perkebunan. jeruk.

625 660.319 Produksi (Ton) 239.518 .075 1.546 8.123 1.062.502 14.118 28.D.770 5.320 123.432 302.103.112 62.152 135.182 25. Produk Unggulan Perkebunan No Komoditi 1 2 3 4 5 6 Karet Kelapa sawit Kelapa Casseavera Kopi Aneka Tanaman Jumlah Luas (ha) 561.

pro-job. . ‡ Agenda Mitigasi: Program pembangunan harus secara tegas mengacu pada sasaran-sasaran reduksi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan intensitas energi dari pertumbuhan ekonomi.‡ Strategi tiga jalur (triple track strategy). dan pro-growth yang berbasiskan pada prinsip proenvironment. yakni pro-poor.

D. Infrastruktur ‡ ‡ ‡ ‡ Jalan Jembatan Pelabuhan Udara Pelabuhan Laut/Sungai Angkutan Jalan Raya Angkutan Laut Angkutan Sungai/Danau Angkutan Udara Jasa Penunjang Angkutan Pelabuhan ‡Sultha Taha ‡Udara Bungo ‡Depati Parbo ‡Muaro Sabak ‡Talang Duku ‡Kuala Tungkal .

Pengolahan SDA dan Rawan Bencana .

Sering Kebakaran Rawan Kebakaran .

Pembukaan lahan dengan bakar .

STRATEGI PEMBANGUNAN 2. Pembentukan Kawasan Industri yang Berdekatan dengan Pelabuhan Muara Sabak Muara Sabak Kawasan Industri .

.

.

.

49 . Deperindag telah melansir 314 pos tarif dari 8 sektor usaha dan UKM untuk ditunda dan dimodifikasi tarifnya yaitu: ‡ Makanan dan Minuman ‡ Petrokimia ‡ Tekstil & Produktif Tekstil ‡ Besi Baja ‡ Dll. 1. 2.ASEAN-CHINA FREE TRADE (ACFT) Ada dua kamus perdagangan china yaitu Murah dan Murah Sekali.

ASEAN-CHINA FREE TRADE (ACFT) PRODUK MURAH PABRIK/INDUSTRI TUTUP PHK BESAR-BESARAN PENGANGGURAN KEMISKINAN PEREKONOMIAN TURUN 50 .

LOGIKA BERFIKIR MENGHADAPI ACFT PRODUK IMPORT MURAH TDK LAKU KONSUMEN PILIH PRODUK DN PABRIK TIDK JADI TUTUP EXPORT PRODUK INDUSTRI MENINGKAT PEREKONOMIAN MENINGKAT 51 .

dan dilakukan oleh penduduk suatu negara.NERACA PEMBAYARAN (BALANCE OF PAYMENT) Pengertian ‡ BOP merupakan catatan sistimatis tentang kegiatan atau transaksi ekonomi antara satu negara dengan lain dalam satu tahun. ‡ Transaksi yang dicatat adalah : transaksi ekonomi (hibah tidak dicatat). Kalau di Indonesia disebut Neraca Pembayaran Indonesia (NPI). Ekspor dicatat pada kredit dan impor pada kolom debit. Misalnya transaksi yang dilakukan oleh kedutaan tidak dicatat dalam BOP. Sistematis karena BOP dicatat dengan terstruktur dan dua negara mencatat transaksi yang sama pada debit dan kredit. .

‡ Manfaatnya sebagai pedoman bagi swasta dan pemerintah dalam mengambil kebijakan terutama dalam pengembangan ekspor dan impor (X dan M). jasa. . yang juga dapat mencerminkan neraca perdagangan.Tujuan dan Manfaat ‡ Tujuannya adalah tersusunnya Balance of Payment suatu negara. termasuk pengembangan investasi ke suatu negara. transaksi berjalan dan neraca modal suatu negara dengan negara lain.

land (rent). yang merupakan transaksi ekspor dan impor barang saja. skill (profit). Biasa disingkat BOT Xb ± Mb = 0 (balance) Biasanya positif (+) Xb ± Mb > 0 (surplus) Xb . Faktor : labor (wages/saleries). Non-faktor (jasa transportasi. Biasanya negatif (-). dan pariwisata). asuransi.Struktur BOP ‡ Neraca Perdagangan (Balance of Trade).Mb < 0 (defisit) ‡ Neraca Jasa (Jasa faktor dan non-faktor). capital (interest rate). karena X < M .

‡ Indonesia biasanya surplus dalam neraca barang. ‡ Kontribusi terbesar dan diperkirakan surplus biasanya pada jasa tenaga kerja. karena ekspor barang lebih besar dari impor barang.‡ Indonesia sangat lemah pada neraca jasa. . hal ini termasuk karakteristik negara sedang berkembang. sebagai akibat dari besarnya ekspor tenaga kerja kasar seperti buruh. yang kurang mempunyai sumber daya manusia terampil. pembantu rumah tangga dan baby sisters.

‡ Transaksi Berjalan (current account). Xb + Xj = Mb + Mj (balance) Xb + Xj > Mb + Mj (surplus) Xb + Xj < Mb + Mj (defisit) Biasanya negatif (-) . Transaksi barang ditambah jasa.

termasuk Indonesia disebabkan oleh defisit neraca jasa lebih besar dari surplus neraca barang. dengan . Ilustrasi hipotetis : X(labor) > M(labor) X(transportasi) < M(transportasi) X(pariwisata) < M(pariwisata) X(asuransi) < M(asuransi) X(capital) < M(capital) X(land) < M (land) X(skill) < M (skill) ‡ Hal ini sangat erat kaitannya karakteristik negara berkembang.‡ Defisit transaksi berjalan di negara berkembang.

. loby dan kuatkan pasar tradisional) ‡ Kurangi impor jasa yang tidak berkaitan dengan investasi (antara lain impor pariwisata). ‡ Lakukan imbauan untuk lebih menggunakan produk dalam negeri terutama produk konsumsi. ‡ Tingkatkan kualitas produk dengan mengintrodusir penggunaan teknologi yang tepat. ‡ Lakukan ekspansi pasar (giatkan promosi.Kebijakan Pemerintah ‡ Tingkatkan ekspor non-migas (tingkatkan produksi dengan menambah input dan difersifikasi produk).

‡ Tingkatkan ekspor jasa terutama jasa pariwisata (dengan meningkatkan promosi-promosi dan membenahi sarana dan prasarana). . ‡ Tekan impor barang konsumsi dan barang jadi yang dapat di produksi dalam negeri. ‡ Kurangi biaya produksi untuk meningkatkan daya saing produk ekspor Indonesia.

Yang terjadi sekarang sudah menjadi ketergantungan.‡ Neraca Modal (capital account). Disini diperlukan pemikiran. karena pinjaman tetap berfungsi sebagai pelengkap dana pembangunan. . atau investasi asing di luar negeri). Besarannya tergantung kepada Besaran neraca transaksi berjalan Pinjaman pemerintah (jangka panjang dan jangka pendek. Dalam neraca modal juga termasuk investasi (investasi langsung dari luar negeri. Ini bersifat jangka panjang. pelunasan pinjaman). Transaksi yang berkaitan dengan investasi asing dan hutang luar negeri. Cicilan dan bungan hutang >pinjaman baru.

deposito bank di luar negeri atau deposito asing di dalam negeri. ‡ Transaksi lalu lintas moneter (monetery movement) atau LLM ‡ Transaksi ini hanya sebagai penyeimbang. LLM (+). pembelian atau penjualan surat-surat berharga. . supaya Balance of Payment menjadi balance. berarti BOP defisit.Modal jangka pendek (kredit perdagangan yang diterima dari atau diberi ke luar negeri. Jadi bukan transaksi ekonomi yang memperlihatkan adanya ekspor dan impor riil. Bila LLM (-) berarti BOP surplus.

KERANGKA DASAR NERACA PEMBAYARAN (Hipotetis Angka) Transaksi Berjalan ‡ Ekspor barang ‡ Impor barang ‡ Jasa-jasa (neto) -jasa-jasa non faktor -jasa-jasa faktor SDR Lalu Lintas Modal -Jangka pendek -Jangka panjang Lalu Lintas Moneter TOTAL (BOP) -20 20 10 -50 (-20) (-30) 30 5 25 -10 0 20 15 5 5 15 10 0 5 0 0 .

Pinjaman Modal E.1 1.b) ‡ Jasa-jasa ‡ Transaksi Berjalan B.3 . Pinjaman Pemerintah C.VERSI REPELITA A.0.0.9 - .4 6. Selisih yang tidak diperhitungkan 20.7.4. Lalu Lintas Moneter F.4 .0 -15.2.3 0.4 .b) Non-migas Migas ‡ Impor (f. Pelunasan Pinjaman Pemerintah D. Barang dan Jasa ‡ Ekspor (f.o.0 .

Perdagangan disini adalah jual beli mata uang (dollar AS. punsterling dan juga mata uang lainnya).PASAR VALUTA ASING (Foreign Exchange Market) Pendahuluan ‡ Pertemuan antara pembeli dengan penjual dengan diikuti transaksi perdagangan mata uang (misalnya antara rupiah dengan dollar AS). ‡ . Pasar yang formal adalah di Bank dan Money Changer. Yen.

D(dollar AS) > S(dollar AS). Demikian sebalinya. depresiasi rupiah. ‡ Misalkan kurs rupiah per dollar AS.‡ Dalam perdagangan tersebut yang dipersoalkan adalah : price yang disebut dengan kurs (exchange rate). . ‡ Kurs selalu berfluktuasi tergantung permintaan (D) dan penawaran (S). maka terjadi apresiasi Dollar AS.

. yang dikenal dengan sistem hedging. Untuk menghindari kerugian dalam transaksi perdagangan internasional akibat perubahan kurs. Transfer daya beli antar mata uang (menentukan nilai tukar satu mata uang dengan mata uang lainnya) 2. Dapat berfungsi memberi kredit dalam transaksi perdagangan internasional 3. 4. Melalui mekanisme pasar valuta asing dapat menjembatani terjadi keterlambatan pembayaran transaksi perdagangan internasional.Fungsi Pasar Valuta Asing 1.

00 disebut apresiasi rupiah dan depresiasi dollar AS .000 = US $ 1.500 = US $ 1.00 = 123 Yen (kurs antara dollar AS dengan Yen Jepang) Kemudian ‡ Rp.000 = US $ 1. ‡ US $ 1.11. apresiasi dollar AS. 10.00 disebut depresiasi rupiah. ‡ Rp. 9.Exchange Rate (kurs) ‡ Rp.00 (kurs antara rupiah dengan dollar AS).

maka kurs terbaik adalah kurs yang diciptakan oleh pasar.‡ Berapa nilai kurs yang baik ?. Jika pasar bergerak secara normal sebagai akibat pergerakan ekonomi yang normal. yang selanjutnya akan mempengaruhi neraca pembayaran. ‡ Depresiasi atau apresiasi akan mempengaruhi ekspor dan impor. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kurs yaitu : ‡ PDB ‡ Interest Rate ‡ Inflasi ‡ ‡ Kebijakan pemerintah Cadangan devisa .

Hubungan dengan BOP
‡ Posisi BOP dan cadangan devisa likuiditas alat pembayaran luar negeri. merupakan

‡ ‡

Defisit bersifat akut artinya arus devisa keluar (D>S) Dalam FER, maka nilai tukar ditentukan oleh supply dan demand. If D>S maka depresiasi rupiah. Dan bila D < S, maka apresiasi rupiah.

PDB ---- Investasi ---

D(VA) --- ER

R ----- Iinvestasi ---- D(VA) --- ER Inflasi --- D(impor) ----- D(VA) -- ER Kebijaksanaan (devaluasi) ----- ER

SISTEM KURS 1.Fixed Exchange Rate (FER) 2.Flexible Exchange Rate (FLER) 3.Free Flexible Exchange Rate (FFER)

Keterangan : Rp 9000 Celling price Floor price Betul-betul bebas, tidak ada harga batas atas dan batas bawah. Harga yang ditentukan oleh demand dan supply. = 1 Dollar AS

Nominal dan Effective Exchange Rate ER(nominal) : Rp/ Dollar AS EER : e . (Pdn / Pln) EER. telah memperhitungkan harga luar negeri (inflasi) dengan harga dalam negeri (inflasi) .C.

PENYESUAIAN NERACA PEMBAYARAN
‡ Secara pencatatan BOP seimbang, tetapi dalam kenyataan dapat defisit atau surplus. ‡ Untuk itu harus dilakukan penyesuaian dengan kebijakan devaluasi atau revaluasi. Devaluasi untuk BOP defisit dan revaluasi untuk BOP surplus. ‡ Defisit apabila transaksi autonomous debet lebih besar dari kredit. Dan surplus apabila transaksi autonomus debet lebih kecil dari transaksi autonomus kredit.

Kurs yang Fleksibel
kurs E2 r2 r1 Defisit D´ D¶ 0 V1 V2 Valuta asing E1 S Devaluasi untuk BOP defisit dan Reveluasi untuk BOP yang surplus

‡ Devaluasi atau revaluasi tidak berlaku pada sistem valuta yang free floating exchange rate. ‡ Seberapa besar melakukan adjusment terhadap nilai rupiah tergantung elastisitas kurve permintaan dan penawaran

‡ Perhatikan ilustrasi kurve
Kurs Kurs Elastis - Kurs (berubah kecil)

VA Inelastis - Kurs (berubah becil)

VA

Peningkatan penawaran VA (X>M) atau sebab lainnya Kurs E¶ r1 r2 Surplus E´ D V1 V2 V3 Valuta Asing S¶ S´ Surplus dilakukan revaluasi rupiah .

bila Qd(VA) > QS(VA). ‡ Campur Tangan Pemerintah Pemerintah intervensi langsung menstablikan nilai tukar. maka pemerintah mensupply VA kepasa dan bila sebaliknya pemerintah melakukan pembelian. Kurs S S¶ D´ D¶ V1 V2 VA .Kurs Tetap 1.

Penyesuaian Moneter 2.MS turun ---.2.P turun --. sehingga (X=M).1. sehingga (X=M) 2. melalui kenaikan GDP menyebabkan kenaikan M.2.1. melalui penurunan GDP. Melalui Price BOP DEFISIT --. BOP SURPLUS .2. Mekanisme otomatis 2. menyebabkan menurunnya M. Penyesuaian Pendapatan Melalui mekanisme pendapatan (income adjusment) dan penyesuaian moneter (monetary adjusment). SURPLUS (X>M).X naik. DEFISIT (X<M).Sebaliknya .CADANGAN DEVISA turun -.

2. ‡ BOP SURPLUS (sebaliknya) .2.2.CADANGAN DEVISA turun .r naik -. Melalui Interest Rate ‡ BOP DEFISIT .Capital Inflow ----X naik.

Negara berkembang lebih banyak membutuhkan investasi asing.  Variasi dan tingkat kebutuhan investasi asing dpengaruhi oleh kemajuan ekonomi suatu negara.INVESTASI ASING Pendahuluan  Salah satu sumber penerimaan negara adalah investasi asing (foreign invesment)  Arus modal masuk dari satu negara ke negara lain bervariasi sesuai dengan kebutuhan suatu negara dan perkembangan ekonomi dunia.  Current account defisit ditutup dengan investasi asing .

...  Investasi = Investasi Dalam Negeri (PMDN) + Investasi Asing (PMA) .«««««««««««.(1)  Penerimaan pemerintah ± pengeluaran pemerintah = tabungan pemerintah. atau Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)...G = GNS «««.Kenapa Penting Investasi Asing  Investasi asing mempunyai peranan penting dalam perekonomian suatu negara..... Atau ditulis : GR . (2) dimana : GR = Government Revenue G = Government Expenditure GNS = Gross National Saving) ..... karena tidak semua kebutuhan dalam negeri dapat dibiayai dengan kemampuan Anggaran Pedapatan Belanja Negara (APBN).....

sehingga GNS positif  GNS  GNS < Kebutuhan Investasi (investasi domestik) = Investasi Domestik + PMA Kebutuhan Investasi Domestik  Terus mengalami peningkatan sejalan dengan perkembangan perekonomian dan perkembangan penduduk suatu negara. terdapat pola tranformasi investasi asing. sehingga akan mengurangi kebutuhan akan investasi asing. meskipun terjadi pergeseran.  Dalam pola transformasi ekonomi. GR ± G > 0. .  Kenaikan pendapatan perkapita suatu negara akan semakin meningkatnya tabungan pemerintah.

DI / GDP (meningkat)  Y/Capita -----. terjadi pergeseran kebutuhan investasi dari kebutuhan dana investasi kepada semakin meningkatnya porsi kebutuhan transfer teknologi dan pengetahuan. Y/Capita -----. . Negara berkembang sangat lemah dengan sumber daya manusia sehingga penguasaan teknologi jauh tertinggal dari negara maju.  Kebutuhan teknologi dan pengetahuan membutuhkan proses yang panjang.FI / GDP (menurun)  Y/Capita (makin meningkat).

 Manfaat investasi asing tergantung kepada perencanaan dan kebijakan negara penerima seperti tingkat korupsi. kebutuhan investasi lebih banyak dipengaruhi keunggulan kompetitif yang dimilikinya. yang menyebabkan interdependency among countries menjadi tinggi. . dan ada juga yang lebih unggul dalam teknologi lainnya. sehingga tercipta saling ketergantungan. Sering perjanjian kerjasama dikaitkan dengan investasi.  Ada satu negara lebih unggul dalam teknologi kimia.  Kemudian investasi asing juga dijadikan komoditi politik. Bagaimana dengan antar negara maju.

 Sebagai konsekuensi penggunaan modal asing..  Selain pembayaran bunga modal. maka suatu negara harus pula mengembalikannya dalam bentuk jasa-jasa modal (interest rate dan keuntungan modal).. ABMA AMMA BJIA = arus bersih masuk modal asing = arus masuk modal asing = balas jasa investasi asing (3) .  ABMA = AMMA ± BJIA «««««««««««. juga ada pembayaran keuntungan yang di trasfer ke pemilik modal tersebut.

berfluktuatif.  Posisi negatif menunjukkan Indonesia sebetulnya menjadi eksportir modal bukan importir modal.Kebutuhan Investasi Asing di Indonesia  Kalau diamati data perkembangan arus modal asing masuk ke Indonesia sejak tahun 1970-2007 (37 tahun). . Dalam tahun 2000-an terdapat kecenderungan menurun. tetapi secara kumulatif menunjukkan posisi negatif.  Dalam periode tahun 1970-an sampai tahun 1990-an terdapat kecenderungan meningkat.

‡ Demikian sebaliknya yang terjadi dalam tahun 2000-an. . Pertukaran pemerintahan juga menyebabkan reorientasi dalam memandang kepentingan investasi asing tersebut.kenaikan harga minyak dunia menyebabkan melonjaknya keuntungan yang diperoleh investor asing pada sektor minyak bumi. kemungkinan disebabkan terjadinya lonjakan keuntungan investor di luar minyak.‡ Beberapa faktor penyebab adalah : (1). dan (2). sebagai akibat kebijakan pemerintah antara lain kemudahan pajak dan murahnya harga tenaga kerja dan modal.

inf. eks. ¨PMA/ ¨inf <0. r.Faktor-faktor yang mempengaruhi PMA      GDP Interest rate (r) Inflasi (inf) Ekspektasi keuntungan (eks) Tenaga kerja (L) PMA = f (GDP. ¨PMA/ ¨r < 0. L. dan ¨PMA/ ¨L >0 . e) Log PMA = o + 1LogGDP + 2r + 3 logEks + 4LogL + 4sar + e ¨PMA/ ¨GDP >0 . sar.

dapat diduga keutnungan perusahaan lebih besar dari yang diperoleh Jambi. Dari sisi tenaga kerjapun penerimaan tenaga kerja penduduk Jambi lebih kecil dari luar Jambi.Bagaimana dengan Provinsi Jambi ‡ Investasi asing yang terkenal di Jambi adalah dalam sektor pertambangan khususnya minyak dan gas. karena lemahnya dalam bidang : pendanaan. ‡ Dari sisi penerimaan. . ‡ Disinilah terjadi capital outflows. ‡ Kebergantungan Jambi akan investasi asing sangat tinggi. tenaga kerja dan teknologi. yang dikelola oleh perusahaan Petricina.

. tidak pernah akan menjadi efektif bila tidak disentuh oleh investasi asing).  Pembangunan pelabuhan Muara Sabak juga membutuhkan investasi asing. karena keterbatasan dana dan teknologi.  PLTA Kerinci belum beroperasi sampai sekarang karena kekurangmampuan inestasi domestik. batu bara dll). Sumber daya alam yang potensial di Jambi (emas.

skill. inflasi. suku bunga bank) Negara majupun masih membutuhkan hutang luar negeri Keterbatasan (teknologi. dana membutuhkan bantuan luar negeri dan produk lainnya) . Pendahuluan      Hutang luar negeri (Foreign debt) Kebutuhan akan hutang luar negeri merupakan konsekuensi dari perkembangan ekonomi suatu negara Indonesia semakin membutuhkan hutang luar negeri sejak tahun 1966 (krisis ekonomi paling parah.HUTANG LUAR NEGERI 1.

Konseptual ‡ Y-C = S ‡ S ---. semakin besar kebutuhan debt .keseimbangan ‡ S < I ----------.I ‡ S = I -----------.2.dalam kenyataan (resources gap) ‡ Sehingga : S + debt = I Keseimbangan ‡ Semakin besar selisih antara S dengan I.

current account defisit (trade gap)  X + debt = M  Semakin besar selisih antara ekspor dan impor akan semakin besar kebutuhan akan hutang . Dilihat dari Balance of Payment (BOP)  X ± M = 0 -------.3.trade equilibrium  X < M ------.

.persentase hutang luar negeri / PDB semakin menurun.  Y/Cap -----------. Pelaku dan Proses Transformasi  Hutang pemerintah (bilateral dan multilateral melalui IMF atau IBRD dll)  Hutang swasta (hutang yang langsung dilakukan oleh swasta  Current account defisit merupakan salah satu sebab suatu negara berutang.4.

Faktor yang mempengaruhi FOREIGN DEBT ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ ‡ GDP Interest rate (r) Exchange rate (kurs) Inflasi (inf) Penduduk (pdd) Ekspor dan impor (X-M) Current Account defisit (Cur) Tabungan (S) Cadangan devisa (Cad) DEBT .5.

............ dan ¨DEBT/pdd <0 ¨DEBT/ ¨X-M <0 ............ X-M............ ¨DEBT/ ¨inf <0.. Pdd........ (3)  Artinya sekitar 25 persen dari ekspor adalah utk membayar pokok dan cicilan hutang....x 100) ...... Kurs..... ¨DEBT/ ¨S <0 ....... ¨DEBT/ ¨CUR <0 ..... CUR.. Total ekspor (Tx) (2)  DSR = f (Po + CH.... ¨DEBT/ ¨r < 0.. (1) ¨DEBT/ ¨GDP <0 . S) .................... r...........DEBT = f (GDP.. Tx) ...... Inf...... ¨DEBT/ ¨S <0 Indikator  Debt Services Ratio (DSR) maksimum 25 persen dari total ekspor.. Pokok (Po) + Cicilan Hutang (CH  DSR = -----------------------------------------------.....

Pengalaman Indonesia  Dalam UUD 1945 dijelaskan foreign debt merupakan pelengkap dana pembangunan. sumber utama adalah dana dalam negeri.6.  Bunga diharapkan dan diusahan kecil. pinjaman lunak dan sifatnya tidak mengikat.  Dalam sejarah perkembangan ekonomi Indonesia tidak terlepas dari hutang luar negeri. . karena setelah dijajah Belanda dan Jepang Indonesia membutuhkan dana yang besar untuk pelaksanaan pembangunan.

Hanya pelengkap Foreign Debt (GBHN) Dimanfaatkan sesuai dengan arah pembangunan Tidak mengikat dan dikaitkan dengan kepentingan politik Dimanfaatkan sefektif mungkin .

Kebijakan bantuan program  Sesuai dengan prioritas pembangunan B.A. Kebijakan tentang tenaga ahli  Pengalaman luas  Keahlian yang tidak dimiliki DN C. Pendidikan dan latihan  Pendidikan dan latihan LN sesuai yang dibutuhkan  Terintegrasi dengan perencanaan tenaga kerja ‡ Kebijakan Lain . Kebijakan tentang tenaga sukarela  Tidak mengganggu tenaga kerja asal Indonesia  Hanya bersifat membantu D.

Inflasi tidak terkendali.  Kebijakan pemerintah adalah : reschedulling. hutang baru. akhirnya Indonesia mendapat hutang baru. . dan investasi asing. dan hutang luar negeri menjadi beban pembangunan.  Indonesia memberi kreteria (tidak dikaitkan dengan politik. kondisi perekonomian Indonesia ³resesi´. pembayaran dalam batas kemampuan negara.  Diawali dari Tokyo Club terus Paris Meeting. dan digunakan untuk proyek-proyek yang produktif dan bermanfaat). Tahun 1966.

Bantuan Program (mencakup usaha untuk mensukseskan pelaksanaan program pemerintah. . bantuan ini disebut ³official development assistence atau capital aid. Bantuan Proyek (diarahkan untuk pelaksanaan proyek tertentu).Pengelompokan Bantuan Luar Negeri A. yang membutuhkan devisa dan dana rupiah). Bantuan Teknik (dengan tujuan tranfer of knowledge dan technology) A. A. Bantuan Pangan (khusus untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas pangan). B.

. Brazil.  Indonesia termasuk kategori lima negara penghutang terbesar dunia (meksiko. China dan Indonesia). Dalam kenyataan hutang luar negeri telah menjadi penentu biaya pembangunan. DSR jauh melampaui batas aman Bank Dunia (25 %).  Bahkan hutang luar negeri telah menjadi persoalan serius yang menghambat kelancaran pembangunan Indonesia. Federasi Rusia.

yang erat kaitannya dengan hutang baru selalu lebih besar dari pembayaran cicilan pokok hutang lama.  Patut diduga persoalan korupsi merupakan salah satu sebab kurang efektifnya pemanfaatan foreign debt terhadap perkembangan pembangunan ekonomi Indonesia. sehingga neto hutang terus mengalami peningkatan. . Hutang Indonesia terus mengalami peningkatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful