PENGERTIAN VARIABEL · Sering diartikan sebagai: “konsep yang mempunyai variabilitas”.

· Konsep diberi pengertian sebagai: “penggambaran atau abstraksi dari suatu fenomena tertentu”. Ø Contoh: konsep tentang: gizi, sehat, sakit, kesuburan, dll JENIS VARIABEL Secara garis besar, hanya ada dua jenis variabel: yaitu variabel yang mempengaruhi dan variabel yang dipengaruhi (Pratiknya, 2003). · VARIABEL BEBAS: (disebut juga variabel pengaruh, variabel perlakuan, penyebab, treatment, dan sebagainya), adalah variabel yang bila dalam suatu saat berada bersama variabel lain, variabel yang terakhir ini berubah (atau diduga berubah) dalam variasinya. · VARIABEL TERGANTUNG: variabel yang berubah karena variabel bebas (disebut juga variabel terpengaruh, variabel tak bebas/ terikat, efek, dan sebagainya Sebagai bentuk lain dari variabel bebas, dikenal pula istilah variabel perantara, variabel pendahulu, dan variabel prakondisi. · Variabel perantara: disebut juga sebagai variabel penghubung, ialah variabel yang menjembatani pengaruh suatu variabel bebas dengan variabel tergantung. Ø Contoh: penyakit cacing (variabel bebas) akan mempengaruhi terjadinya anemi (variabel tergantung) dengan melalui mekanisme perdarahan kronis saluran cerna (variebel perantara). · Variabel pendahulu: ialah variabel bebas yang berpengaruh pada pada variabel tergantung, tetapi sekaligus juga berpengaruh pula pada variabel lain yang juga berperan sebagai variabel bebas terhadap variabel tergantung tersebut. Ø Contoh: tingkat pendidikan (variabel pendahulu) mempengaruhi penerimaan terhadap cara pengobatan modern (variabel bebas). Penerimaan terhadap cara pengobatan moderen mempengaruhi kepercayaan terhadap cara pengobatan tradisional (variabel terikat). · Variabel prakondisi: ialah variabel yang keberadaannya merupakan prasyarat bagi bekerjanya suatu variabel bebas terhadap variabel tergantung. Ø Contoh: mikobakterium tuberkulosis (variabel bebas) dapat menyebabkan tbc paru (variabel tergantung) bila individu berada dalam kondisi fisik yang lemah (variabel prakondisi) KORELASI ANTAR VARIABEL · Korelasi Simetris: antar dua variabel ada hubungan, tetapi tidak mekanisme pengaruhmempengaruhi, masing-masing bersifat mandiri. Korelasi simetris terjadi karena:

secara umum dikenal ada dua macam variabel penelitian. Variabel diskrit (Variabel Nominal) / Skala Nominal Variabel yang variasinya tidak menunjukkan perurutan atau kesinambungan. Tiap variasi berdiri sendiri atau terpisah. Contoh: Ø Golongan darah Ø Jenis penyakit Ø Jenis kelamin Ø Agama Ø Suku 2. dengan satu variabel bebas bersifat mempengaruhi variabel tergantung. Ø Contoh: korelasi antara malnutrisi dengan malabsorbsi. merupakan variabel tergantung dari variabel bebas pertumbuhan. · Korelasi Timbal balik (reciprocal): korelasi antara dua variabel. sementara malnutrisi mengakibatkan atropi selaput lendir usus yang mengakibatkan malabsorbsi SKALA PENGUKURAN VARIABEL Berdasarkan tingkat pengukuran (level of measurement). Interval. dan Rasio. Variabel kontinum Variabel yang variasi nilainya merupakan perurutan atau kontinuitas satu dengan yang lain.Ø Kebetulan Ø Sama-sama merupakan akibat dari faktor (variabel bebas) yang sama (misal: hubungan antara tinggi dan berat badan. 2003) 1. Malabsorbsi akan mengakibatkan malnutrisi. variabel kontinuum dibagi menjadi 3 macam: Ordinal. sehingga yang . Contoh: tingginya kadar lipoprotein berat jenis rendah (Low density lipoprotein) dalam darah akan mengakibatkan aterosklerosis. yang antar keduanya saling pengaruh mempengaruhinya. · Korelasi Asimetris: korelasi antar dua variabel. Ø Merupakan indikator konsep yang sama (misal: hubungan antara “kekuatan” kontraksi otot dan “ketahanan” kontraksi otot yang merupakan indikator “kemampuan” kontraksi otot. Variabel Ordinal/ Skala Ordinal Variabel yang batas satu variasi nilai ke variasi nilai yang lain tidak jelas. yaitu variabel diskrit dan variabel kontinum: (Pratiknya. Berdasarkan kontinuitas ini variasi ini.

sama. Sementara “jarak” atau interval antara nilai tersebut tidak dapat dibandingkan. · Definisi operasional adalah unsur penelitian yang memberitahukan bagaimana caranya mengukur suatu variabel. tetapi nilai mutlaknya tidak dapat dibandingkan secara matematik. berat badan. sedangkan skala interval dan rasio bisa menggunakan statistik parametrik. DEFINISI OPERASIONAL · Konsep-konsep yang sudah diterjemahkan menjadi satuan yang lebih operasional. biasanya belum sepenuhnya siap untuk diukur. Nilai variasi dapat dibandingkan seperti pada variabel ordinal (sama. usia Ø Kadar zat dan jumlah sel tertentu Ø Dosis obat. atau lebih rendah daripada nilai yang lain. lebih besar. variabel dan konstruk. Contoh Skala Interval: Ø Suhu Ø Tingkat kecerdasan (IQ) Ø Beberapa indeks pengukuran tertentu Variabel Rasio/ Skala Rasio Variabel yang disamping interval jelas batasnya. yakni. · Definisi operasional adalah semacam petunjuk pelaksanaan bagaimana caranya .dapat dibandingkan hanyalah nilai tersebut lebih tinggi. Contoh: Ø Panjang. sehingga jarak atau intervalnya dapat dibandingkan. atau lebih kecil). dll Skala pengukuran variabel penting untuk penentuan uji statistik yang sesuai: skala nominal dan ordinal hanya bisa menggunakan uji statistik non parametrik. juga variasi nilainya mempunyai batas yang tegas dan mutlak (titik nolnya absolut). oleh karena batas-batas variasi nilai pada interval adalah arbitrer (angka nolnya tidak absolut). Contoh: Ø Tingkat pendidikan atau kekayaan Ø Tingkat keparahan penyakit Ø Tingkat kesembuhan Ø Derajat keganasan kanker Variabel Interval/ Skala Interval Variabel yang batas variasi nilai satu dengan yang lain jelas.

mengukur suatu variabel. · Definisi operasional adalah suatu informasi ilmiah yang amat membantu peneliti lain yang ingin mengukur variabel yang sama Contoh: Variabel = pendidikan. 2 = lulus Akper Skala ukur : Ordinal . Definisi operasional: Adalah pendidikan formal keperawatan tertinggi yang pernah ditamatkan oleh perawat pada saat mengisi kuesioner penelitian ini. Cara dan alat ukur : wawancara dengan kuesioner Hasil ukur : 1 = lulus SPK.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful