Anda di halaman 1dari 20

Dalam Konferensi II Promosi Kesehatan 1988 di Adelaide, Australia.

Ada 4 area kegiatan yang diprioritaskan, yaitu:


Mendukung kesehatan perempuan Memperbaiki jaminan dan keamanan pangan dan gizi. Mengurangi konsumsi tembakau (rokok) dan minuman berakohol Menciptakan lingkungan yang mendukung hidup sehat.

GENDER DALAM BIDANG KESEHATAN

Konsep Gender (1)


Gender sebagai Jenis Kelamin Sosial
Laki-Laki Perempuan

Jenis kelamin Biologis (Seks) kodrati, universal, kekal Bentukan Sosial, budaya

Gender
(Jenis Kelamin Sosial) Kontekstual, bisa berubah

PERBEDAAN JENIS KELAMIN & GENDER


JENIS KELAMIN Perbedaan biologis laki-laki dan perempuan berikut fungsi reproduksinya GENDER Perbedaan sifat, peran, posisi, dan tanggungjawab laki-laki dan perempuan hasil konstruksi sosial

Ciptaan Tuhan Bersifat kodrati Tidak dapat diubah fungsinya Tidak dapat dipertukarkan Berlaku sepanjang zaman & di mana saja

Perempuan : Menstruasi, Hamil, Melahirkan & Menyusui Laki-laki : Membuahi (spermatozoa)

Buatan manusia Bersifat sosial Dapat berubah Dapat dilakukan laki-laki & perempuan sesuai dengan kebutuhan, kesempatan & komitmen Tergantung waktu & kepatutan budaya setempat

Permasalahan Gender
Gender menjadi isu karena membawa berbagai kesenjangan dalam situasi laki-laki dan perempuan dalam berbagai bidang yang berupa subordinasi, marginalisasi, beban ganda, kekerasan pada perempuan serta pelabelan (stereotype). Intinya, gender menjadi masalah apabila terjadi ketidakadilan bagi laki-laki dan perempuan, antara lain:
Salah satu jenis kelamin dirugikan, Salah satu jenis kelamin dibedakan derajatnya, Salah satu jenis kelamin dianggap tidak cakap dibanding dengan jenis kelamin lain, Salah satu jenis kelamin diperlakukan lebih rendah.

Kesetaraan Gender
hak Memperoleh akses yang sama atas hak-hak dasar; Berpartisipasi yang sama dalam proses pencapaian Berpartisipasi hakhak-hak dasar dan sumber daya pembangunan, termasuk proses pengambilan keputusan; Memiliki kontrol yang sama atas sumber daya pembangunan; dan Memperoleh manfaat yang sama dari hasil pembangunan;

BENTUK-BENTUK KETIDAKADILAN GENDER

Marginalisasi

Violence

Stereotipe

Subordinasi

Bourden

Kekerasan Berbasis gender

Psikologis Fisik Ekonomi Seksual

Individual Komunitas Negara

KDRT Pornografi Traficking/ prostitusi

Kategori Sosial

Setara

Akses, partisipasi, kontrol, manfaat

Ras Etnisitas Klas Agama

Keadilan Sosial

Gender

Hak-hak Dasar

Hidup Pangan/Papan Kesehatan Pendidikan Politik Ekonomi Sosial Budaya

Indikator Kesetaraan Gender (1)


Indikator tingkat dampak: indikator yang bersifat makro yang biasanya mengacu pada indikator yang disepakati secara nasional, misalnya: Indeks Pembangunan Gender (Gender Development Index-GDI) merupakan indeks pencapaian kemampuan dasar pembangunan manusia untuk mengetahui kesenjangan pembangunan manusia antara laki-laki dan perempuan. Variabel GDI: angka harapan hidup, pendidikan, pendapatan Indeks Pemberdayaan Gender (Gender Empowerment Measures-GEM) merupakan indeks yang mengukur peran aktif perempuan dan kehidupan ekonomi dan politik. Variabel GEM: partisipasi perempuan dalam politik, partisipasi dalam bidang ekonomi, partisipasi dalam pengambilan keputusan serta penguasaan sumber daya ekonomi. Tujuan Pembangunan Milenium atau Millenium Development Goals (MDGs), terutama terkait dengan tujuan tiga, yakni mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Indikator Kesetaraan Gender (2)


Indikator pada tingkat hasil/outcome, yakni indikator yang merupakan hasil langsung dari pelayanan yang diberikan oleh suatu organisasi/SKPD dalam jangka waktu satu sampai lima tahun: Misalnya: Data/indeks yang menjelaskan hasil suatu layanan; misalnya:
populasi laki-laki dan perempuan yang mendapatkan pelayanan yang berkualitas; jumlah rumah tangga miskin yang mendapat pelayanan air bersih, jumlah pekerja laki-laki dan perempuan mendapatkan jaminan sosial tenaga kerja, perempuan korban kekerasan yang mendapatkan pelayanan terpadu

Indikator Kesetaraan Gender (3)


Indikator pada tingkat output, yakni indikator yang merupakan hasil langsung dari suatu kegiatan; misalnya:
Rasio laki-laki dan perempuan yang mendapatkan pelatihan pencegahan flu burung Perempuan yang terlibat dalam Musrenbang

Indikator spesifik gender, yakni indikator yang secara khusus terkait dengan satu jenis kelamin saja, misalnya:
Angka kekerasan terhadap perempuan, Jumlah kasus trafficking di kalangan perempuan

KEADILAN GENDER DALAM KESEHATAN (WHO)


1) Keadilan dalam (status) kesehatan, tercapainya derajat kesh yg setinggi mungkin (fisik,psikologis, dan sosial) bagi setiap warga negara. 2) Keadilan dalam pelayanan kesehatan, yg berarti bahwa pelayanan diberikan sesuai kebutuhan tanpa tergantung pada kedudukan sosial (gender) seseorang dan diberikan sebagai respon terhadap harapan yg pantas dari masy. dgn penarikan biaya pelayanan yg sesuai dengan kemampuan.

KESETARAAN GENDER DALAM KESEHATAN


(Sumber daya) (tingkat RT), perempuan dan laki-laki mempunyai alokasi yang sama untuk mengakses pelayanan kesehatan (tingkat ekonomi), perempuan dan laki-laki mempunyai hak yang sama untuk membelanjakan uang untuk keperluan kesehatan

TUJUAN ANALISIS Gender

1.

Mengidentifikasi kesenjangan gender (peran, akses, kontrol dan manfaat yang diperoleh).

2. Mengetahui latar belakang terjadinya kesenjangan gender


3. Merumuskan permasalahan sebagai akibat adanya kesenjangan gender. 4. Mengidentifikasi langkah-langkah/ tindakan intervensi yang diperlukan.

IDENTIFIKASI MASALAH MASALAH GENDER Dalam Bidang Kesehatan

LEMBAR KERJA
MASALAH AKSES

ANALISIS PENYEBAB SOLUSI

PARTISIPASI

KONTROL MANFAAT

TUGAS KELOMPOK
Gender dalam : 1. pelayanan kesh. Dasar 2. KB 3. IMS 4. HIV/AIDS 5. TBC 6. Dipteri 7. Malaria 8. Gizi Buruk 9. Peny. Kronis (DM dan Hipertensi) 10. Pembiayaan Kesehatan (Jamkesmas) 11. Posyandu Lansia

INSTRUMEN PENILAIAN
Isi Makalah Sistematika Penulisan (PENDAHULUAN, ISI, PENUTUP, DAFTAR PUSTAKA) Keakuratan sumber data/ informasi Kajian teori Analisis dan deskripsi Penarikan kesimpulan

TERIMA KASIH