Anda di halaman 1dari 42

PPN & PPn BM

(PENGERTIAN UMUM)

PPn & PPnBm 1

PPN & PPn BM


(PENGERTIAN UMUM)

PAJAK ATAS KONSUMSI BKP/JKP DI DALAM DAERAH PABEAN


OLEH

ORANG PRIBADI BADAN


PPn & PPnBm 2

OBJEK PPN
PASAL 4 UU PPN
PENYERAHAN BKP DLM DRH PABEAN PENYERAHAN JKP DLM DRH PABEAN EKSPOR BKP IMPOR BKP
PEMANFAATAN BKP TDK BERWUJUD DR LUAR DRH PBN PEMANFAATAN JKP DR LUAR DAERAH PABEAN

PENYERAHAN AKTIVA BEKAS (PASAL 16D UU PPN)

MEMBANGUN SENDIRI (PASAL 16C UU PPN jo. KMK 554/2000 s.t.d.d. KMK 320/2002)

OLEH PENGUSAHA
PPn & PPnBm

OLEH ORANG ATAU BADAN


3

BKP
PASAL 1 AYAT (2) DAN (3)

BARANG BERWUJUD

BARANG TAK BERWUJUD


BARANG BERGERAK

BARANG TAK BERGERAK

PPn & PPnBm

SEMUA JENIS BARANG PADA PRINSIPNYA MERUPAKAN BKP, KECUALI DITENTUKAN LAIN OLEH UU PPN
4

BUKAN BKP
PASAL 4A AYAT (2)
BARANG HASIL PERTAMBANGAN ATAU PENGEBORAN YANG DIAMBIL LANGSUNG DARI SUMBERNYA BARANG KEBUTUHAN POKOK YG SANGAT DIBUTUHKAN RAKYAT BANYAK (BERAS, GABAH, JAGUNG, SAGU, KEDELAI, GARAM) MAKANAN DAN MINUMAN YG DISAJIKAN DI HOTEL, RUMAH MAKAN, WARUNG, DAN SEJENISNYA UANG, EMAS BATANGAN, DAN SURAT BERHARGA

DITETAPKAN LEBIH LANJUT DGN PP NOMOR 144 TAHUN 2000


PPn & PPnBm 5

PENYERAHAN BKP
PASAL 1A AYAT (1)
PENYERAHAN HAK ATAS BKP KARENA SUATU PERJANJIAN PENGALIHAN BKP OLEH KARENA SUATU PERJANJIAN SEWA BELI & PERJANJIAN LEASING PENYERAHAN BKP KEPADA PEDAGANG PERANTARA ATAU MELALUI JURU LELANG PEMAKAIAN SENDIRI & PEMBERIAN CUMA-CUMA PERSEDIAAN BKP & AKTIVA YG MENURUT TUJUAN SEMULA TDK UNTUK DIPERJUALBELIKAN YG MASIH TERSISA PADA SAAT PEMBUBARAN PERUSAHAAN, SEPANJANG PPN ATAS PEROLEHAN AKTIVA TSB. MENURUT KETENTUAN DAPAT DIKREDITKAN. PENYERAHAN BKP DARI PUSAT KE CABANG ATAU SEBALIKNYA & PENYERAHAN BKP ANTAR CABANG PENYERAHAN BKP SECARA KONSINYASI
PPn & PPnBm 6

TIDAK TERMASUK PENYERAHAN BKP


PASAL 1 AYAT (2)

PENYERAHAN BKP KEPADA MAKELAR SEBAGAIMANA DIMAKSUD DLM KUHD PENYERAHAN BKP UNTUK JAMINAN UTANG PIUTANG PENYERAHAN BKP DARI PUSAT KE CABANG ATAU SEBALIKNYA & PENYERAHAN ANTAR CABANG DLM HAL PKP MEMPEROLEH IZIN PEMUSATAN TEMPAT PAJAK TERUTANG

PPn & PPnBm 7

JKP
PASAL 1 AYAT (5) DAN (6) JASA ADALAH SETIAP KEGIATAN PELAYANAN BERDASAR PERIKATAN/PERBUATAN HUKUM YANG MENYEBABKAN SUATU BARANG, FASILITAS, KEMUDAHAN, ATAU HAK

TERSEDIA UNTUK DIPAKAI,


TERMASUK JASA YG DILAKUKAN UNTUK MENGHASILKAN BARANG KARENA PESANAN ATAU PERMINTAAN DENGAN BAHAN DAN ATAS PETUNJUK DARI PEMESAN (MAKLON)

SEMUA JENIS JASA PADA PRINSIPNYA MERUPAKAN JKP, KECUALI DITENTUKAN LAIN OLEH UU PPN PPn & PPnBm
8

BUKAN JKP
PASAL 4A AYAT (3)
JASA-JASA DI BIDANG: PELAYANAN MEDIK PELAYANAN SOSIAL PENGIRIMAN SURAT DGN PERANGKO PERBANKAN, ASURANSI, FINANCE LEASE KEAGAMAAN PENDIDIKAN KESENIAN & HIBURAN YG TELAH DIKENAKAN PAJAK TONTONAN PENYIARAN YG BUKAN BERSIFAT IKLAN ANGKUTAN UMUM DI DARAT & DI AIR TENAGA KERJA PERHOTELAN JASA YANG DISEDIAKAN PEMERINTAH DALAM RANGKA MENJALANKAN PEMERINTAHAN SECARA UMUM

PPn & PPnBm

DITETAPKAN LEBIH LANJUT DGN PP NOMOR 144 TAHUN 2000


9

KEWAJIBAN PKP
PASAL 3A AYAT (1) DAN (2)
PENGUSAHA YG MELAKUKAN : PENYERAHAN BKP DI DLM DAERAH PABEAN PENYERAHAN JKP DI DLM DAERAH PABEAN EKSPOR BKP TERMASUK PENGUSAHA KECIL YG MEMILIH UNTUK DIKUKUHKAN MENJADI PKP
MELAPORKAN USAHA UNTUK DIKUKUHKAN SEBAGAI PKP MEMUNGUT MENYETOR MELAPORKAN

PPN & PPn BM YG TERUTANG

MEMBUAT FAKTUR PAJAK


PPn & PPnBm 10

DPP PPN
PASAL 1 ANGKA 17 HARGA JUAL PENGGANTIAN NILAI IMPOR NILAI EKSPOR NILAI LAIN YG DITETAPKAN DG. KEPMENKEU (KMK 567/2000) s.t.d.d. KMK 251/2002
PPn & PPnBm 11

PPN = DPP PPN X Tarif

SAAT TERUTANG PPN


(PASAL 11 UU PPN)

Pasal 13 PP 143/2000 s.t.d.d. PP 24/2002


SAAT PENYERAHAN BKP/JKP SAAT IMPOR BKP SAAT PEMANFAATAN BKP TDK BERWUJUD /JKP DR. LUAR PABEAN EKSPOR BKP ( PASAL 11 (1) ) SAAT PEMBAYARAN ( PASAL 11 (2) )
APABILA PEMBAYARAN DITERIMA SEBELUM TERJADINYA: PENYERAHAN BKP/JKP PEMANFAATAN BKP TDK BERWUJUD / JKP DARI LUAR DAERAH PABEAN DI DLM DRH PABEAN

DJP DAPAT MENETAPKAN SAAT LAIN SEBAGAI SAAT TERHUTANGNYA PAJAK (PASAL 11 (4) ) PPn & PPnBm
12

DETAIL BKP

SAAT TERUTANGNYA PPN


BKP Berwujud Bergerak
Saat penyerahan; atau Saat Pembayaran

BKP Berwujud Tidak Bergerak


BKP Tidak Berwujud
-Saat -Saat -Saat -Saat

-Saat Pembayaran Saat dan Saat Penyerahan hak


dinyatakan sbg Piutang; harga ditagih; diterima pembayaran; kontrak ditandatangani.

JKP

Jasa Pemborong Bangunan


-Saat pembayaran uang muka -Saat Pembayaran termijn; -Saat pembuatan berita acara;

Selain Pemborong Bangunan


-Saat brg/fasilitas tersedia; -Saat dilakukan penagihan; -Saat pembayaran.

JKP dari luar Daerah Pabean


PPn & PPnBm

= BKP tidak berwujud


13

TEMPAT TERUTANG PPN ( PASAL 12 )


PKP IMPOR
BKP TDK BERWUJUD/ JKP DARI LUAR DAERAH PABEAN
TEMPAT TINGGAL TEMPAT KEDUDUKAN ATAU TEMPAT USAHA ORANG PRIBADI ATAU BADAN
( PASAL 12 (4) )

PEMANFAATAN

TEMPAT TINGGAL TEMPAT KEDUDUKAN TEMPAT KEGIATAN USAHA TEMPAT LAIN DITETAPKAN OLEH DIRJEN PAJAK
( PASAL 12 (1) )

TEMPAT BKP DIMASUKAN KE DALAM DAERAH PABEAN DAN DIPUNGUT MELALUI DJBC
( PASAL 12 (3) )

DIRJEN PAJAK DAPAT MENETAPKAN SATU TEMPAT ATAU LEBIH SEBAGAI TEMPAT TERUTANG PPN PASAL 12 AYAT (2) UU PPN PPn & PPnBm
14

PKP MEMPUNYAI SATU ATAU LEBIH TEMPAT KEGIATAN USAHA DI LUAR TEMPAT TINGGAL/TEMPAT KEDUDUKAN
TERLETAK PADA SATU WILAYAH KERJA KPP PKP MEMILIH SALAH SATU TEMPAT PAJAK TERHUTANG CUKUP MEMILIKI SATU NPPKP TERLETAK PADA WILAYAH KERJA KPP YG BERBEDA TERUTANG DI SETIAP TEMPAT KEGIATAN USAHA WAJIB DIKUKUHKAN SEBAGAI PKP DI SETIAP KPP YBS.

DAPAT MENGAJUKAN PERMOHONAN TERTULIS UNTUK MEMILIH SATU TEMPAT ATAU LEBIH SBG TEMPAT TERUTANGNYA PAJAK ( SENTRALISASI / PEMUSATAN PPN )

KEGIATAN PENYERAHAN BKP / JKP UNTUK SEMUA TEMPAT KEGIATAN USAHA HANYA DILAKUKAN OLEH SATU ATAU LEBIH TEMPAT KEGIATAN USAHA ADM. PENJUALAN & KEUANGAN DISELENGGARAKAN TERPUSAT PADA SATU ATAU LEBIH TEMPAT KEGIATAN USAHA PPn & PPnBm FAKTUR PAJAK & FAKTUR PENJUALAN DIBUAT OLEH PUSAT 15

FAKTUR PAJAK
( PASAL 1 ANGKA 23 ) BUKTI PUNGUTAN PAJAK YG

YG. DIBUAT OLEH PKP


ATAS

YG. DIGUNAKAN OLEH DJBC


ATAS

PENYERAHAN BKP/JKP
PPn & PPnBm

IMPOR BKP

16

SAAT PEMBUATAN FAKTUR PAJAK


KEP-549/PJ./2000 S.T.D.T.D. KEP-433/PJ./2002
Pada akhir bulan berikutnya setelah bulan penyerahan BKP/JKP dlm hal pembayaran diterima setelah bulan penyerahan, kecuali apabila pembayaran diterima sebelum akhir bulan berikutnya, maka FP Standar harus dibuat pada saat diterimanya pembayaran.
Pada saat pembayaran, dlm hal pembayaran terjadi sebelum penyerahan BKP/JKP.

Pada saat pembayaran termijn, dalam hal Penyerahan sebagian tahap pekerjaan. Pada saat PKP rekanan menyampaikan tagihan kepada Pemungut PPN (WAPU).

FP Gabungan dibuat paling lambat pada akhir bulan berikutnya setelah bulan penyerahan, kecuali jika PPn & PPnBm terjadi pembayaran maka atas pembayaran tersebut dibuatkan FP Standar tersendiri.

17

JENIS-JENIS FAKTUR PAJAK


FAKTUR PAJAK STANDAR: FAKTUR PAJAK YG BENTUK & ISINYA SESUAI DENGAN PASAL 13 (5) UU PPN DIATUR DALAM KEP-549/PJ.2000 s.t.d.d. KEP-323/PJ/2001 dan KEP-433/PJ./2002 FAKTUR PAJAK GABUNGAN: FP STANDAR YG DIBUAT UNTUK PENYERAHAN SATU BULAN TAKWIM PASAL 13 AYAT (2) UU PPN FAKTUR PAJAK SEDERHANA: DIATUR DALAM KEP-524/PJ./2000 s.t.d.d. KEP-425/PJ./2001 DOKUMEN TERTENTU YG DIPERLAKUKAN SBG FAKTUR PAJAK STANDAR DIATUR DALAM KEP-522/PJ/2000 s.t.d.d. KEP-312/PJ./2001
PPn & PPnBm 18

FAKTUR PAJAK STANDAR


FAKTUR PAJAK STANDAR
HARUS MENCANTUMKAN
( PASAL 13 (5) )

NAMA, ALAMAT, NPWP, YG MENYERAHKAN BKP/JKP NAMA, ALAMAT, NPWP PEMBELI BKP / PENERIMA JKP JENIS BARANG ATAU JASA, JUMLAH HARGA JUAL ATAU PENGGANTIAN & POTONGAN HARGA PPN YG DIPUNGUT PPn BM YG DIPUNGUT KODE,NO.SERI & TGL. PEMBUATAN FAKTUR NAMA, JABATAN & TANDA TANGAN YG BERHAK MENANDATANGANI FAKTUR PAJAK
FAKTUR PAJAK HARUS DIISI SECARA LENGKAP,JELAS, BENAR & DITANDATANGANI OLEH PEJABAT YG DITUNJUK OLEH PKP

FAKTUR PAJAK YG DIISI SESUAI DG KETENTUAN DISEBUT FAKTUR PAJAK STANDAR

PPn & PPnBm

DIRJEN PAJAK DAPAT MENETAPKAN DOKUMENDOKUMEN TERTENTU SEBAGAI FAKTUR PAJAK ( PASAL 13 (6) ) 19

FAKTUR PAJAK SEDERHANA


( PASAL 13 (7) ) PKP YG MELAKUKAN PENYERAHAN KEPADA
KONSUMEN AKHIR dan TIDAK DIKETAHUI IDENTITASNYA

DAPAT MEMBUAT
FAKTUR PAJAK SEDERHANA MINIMAL HARUS MEMUAT :
NAMA, ALAMAT, DAN NPWP YG MENYERAHKAN BKP ATAU JKP JENIS & KUANTUM JUMLAH HARGA JUAL ATAU PENGGANTIAN YG SUDAH TERMASUK PAJAK ATAU BESARNYA PAJAK DICANTUMKAN SECARA TERPISAH PPn & PPnBm TGL. PEMBUATAN FAKTUR PAJAK SEDERHANA 20

DOKUMEN TERTENTU YANG DIPERLAKUKAN SEBAGAI FAKTUR PAJAK STANDAR


PASAL 13 AYAT (6)
KEP. Dirjen Pajak KEP-522/PJ./2000 s.t.d.d. KEP-312/PJ./2001
b. PEB yang telah difiat muat oleh pejabat yang berwenang dari DJBC dan dilampiri dengan invoice yang merupakan satu kesatuan yg tidak terpisahkan dengan PE; c. Surat Perintah Penyerahan Barang (SPPB) yang dibuat oleh BULOG/DOLOG untuk penyaluran tepung terigu; d. Paktur Nota Bon Penyerahan (PNBP) yang dibuat/dikeluarkan oleh PERTAMINA untuk penyerahan BBM dan atau bukan BBM; e. Tanda pembayaran atau kuitansi untuk penyerahan jasa telekomunikasi. f. Ticket, tagihan Surat Muatan Udara (Airway Bill), atau Deliverry Bill, yang dibuat untuk penyerahan jasa angkutan udara dalam negeri; g. SSP untuk pembayaran PPN atas pemanfaatan BKP tidak berwujud atau JKP dari luar Daerah Pabean; h. Nota Penjualan Jasa yang dibuat/dikeluarkan untuk penyerahan jasa kepelabuhanan; i. Tanda pembayaran atau kuitansi listrik.

Dokumen-dokumen yg dapat diperlakukan sebagai Faktur Pajak Standar: a. PIB yang dilampiri SSP/bukti pungutan pajak oleh DJBC untuk impor BKP

SYARAT
PPn & PPnBm

Minimal harus memuat: a. Identitas yang berwenang menerbitkan dokumen; b. Nama dan alamat penerima dokumen; c. NPWP dalam hal penerima dokumen adalah sebagai WPDN; d. Jumlah satuan barang apabila ada; e. Dasar Pengenaan Pajak; f. Jumlah pajak yang terutang kecuali dalam hal ekspor.

21

LARANGAN MEMBUAT FAKTUR PAJAK


PASAL 14

ORANG PRIBADI / BADAN YG TIDAK DIKUKUHKAN SEBAGAI PKP DILARANG MEMBUAT FAKTUR PAJAK DLM HAL FAKTUR PAJAK TELAH DIBUAT PAJAK YG TERCANTUM DLM FAKTUR PAJAK HARUS DISETORKAN
KE

KAS NEGARA
PPn & PPnBm 22

SANKSI & ASPEK PAJAK TERKAIT FP


PKP Penjual KESALAHAN: TERLAMBAT MEMBUAT FAKTUR PAJAK FAKTUR PAJAK TIDAK DIISI LENGKAP Jika terlambat lebih dari 3 bulan tidak dianggap sbg FP Standar PPN tidak dapat dikreditkan PKP Pembeli

2% X DPP PPN

2% X DPP PPN

PPn & PPnBm 23

RETUR BKP
( PASAL 5A ) PPN DAN PPn.BM
A T A S PENYERAHAN BKP YANG DIKEMBALIKAN MENGURANGI
PK DAN PPn BM TERUTANG OLEH PKP PENJUAL PADA MASA PAJAK TERJADINYA PENGEMBALIAN BKP TSB PM DARI PKP PEMBELI DG CATATAN PM TSB TELAH DIKREDITKAN BIAYA ATAU HARTA BAGI PKP PEMBELI DLM HAL PAJAK ATAS BKP YG DIKEMBALIKAN TELAH DIBEBANKAN SBG BIAYA ATAU TELAH DIKAPITALISIR 24

TATACARA DITETAPKAN DGN KEP.MEN. KEUANGAN (KMK 596/1994) PPn & PPnBm

PENYERAHAN BKP/JKP KEPADA PEMUNGUT PPN


PASAL 16 A (1) PENYERAHAN BKP / JKP KEPADA PEMUNGUT PPN PAJAK TERUTANG DIPUNGUT DISETOR DILAPORKAN
O L E H

BENDAHARAWAN PEMERINTAH KPKN

PEMUNGUT PPN

Tatacara pemungutan, penyetoran, & pelaporan diatur dgn KMK No. 563/KMK.03/2003
PPn & PPnBm 25

PAJAK MASUKAN YG DAPAT DIKREDITKAN


HARUS MEMENUHI SYARAT: MATERIAL
BERHUBUNGAN LANGSUNG DGN KEGIATAN USAHA YG PENYERAHANNYA TERUTANG PPN (PRODUKSI, DISTRIBUSI, PEMASARAN & MANAJEMEN) BENTUK, KOLOM & ISIAN SESUAI DGN KEP549/PJ./2000 s.t.d.d. KEP-323/PJ./2001 & KEP-433/PJ./2002 DIISI LENGKAP, BENAR, & DITANDATANGANI ORANG YG BERWENANG
PPn & PPnBm

FORMAL

DIBUAT TEPAT WAKTU (KEP-424/PJ./2003)

26

PAJAK MASUKAN YG TDK DPT DIKREDITKAN


PASAL 9 AYAT (8) PENGELUARAN UNTUK:
PEROLEHAN BKP/JKP SEBELUM PENGUSAHA DIKUKUHKAN SEBAGAI PKP
PEROLEHAN BKP/JKP YG TDK MEMPUNYAI HUBUNGAN LANGSUNG DG KEGIATAN USAHA PEROLEHAN & PEMELIHARAAN KENDARAAN BERMOTOR, SEDAN, JEEP, STATION WAGON, VAN& COMBI KECUALI BRG DAGANGAN ATAU UNTUK DISEWA PEMANFAATAN BKP TDK BERWUJUD ATAU PEMANFAATAN JKP DARI LUAR DAERAH PABEAN SEBELUM PENGUSAHA DIKUKUHKAN SEBAGAI PKP PEROLEHAN BKP/JKP YG BKT PUNGUTAN PAJAKNYA BERUPA FAKTUR PJK SEDERHANA PEROLEHAN BKP/JKP YG FAKTUR PAJAKNYA TIDAK MEMENUHI KETENTUAN SEBAGAIMANA DIMAKSUD DLM PASAL 13 (5) PEMANFAATAN BKP TDK BERWUJUD ATAU PEMANFAATAN JKP DARI LUAR DAERAH PABEAN YG FAKTUR PAJAKNYA TDK MEMENUHI KETENTUAN SEBAGAIMANA DIMAKSUD DLM PASAL 13 (6) PEROLEHAN BKP/JKP YG PM-NYA DITAGIH DG PENERBITAN KETETAPAN PAJAK

PEROLEHAN BKP/JKP YG PM-NYA TDK DILAPORKAN DLM SPT MASA PPN YG DIKETEMUKAN PADA WAKTU DILAKUKAN PEMERIKSAAN PPn & PPnBm 27

PENGKREDITAN PAJAK MASUKAN


PASAL 9 AYAT (2) S.D. (4) & PASAL 13 PM DAPAT DIKREDITKAN DG PK MASA PAJAK YG SAMA
( PASAL 9 (2) )

JIKA TDK ADA PK PADA MASA PAJAK YBS, PM TETAP DPT DIKREDITKAN
(PASAL 9 (2A) )

PK > PM
SELISIH DIBAYAR OLEH PKP (PASAL 9 (3) )

PM > PK
SELISIH DAPAT DIRESTITUSI ATAU DIKOMPENSASI (PASAL 9 (4) )

PPn & PPnBm

PENGHITUNGAN DAN TATA CARA RESTITUSI DIATUR DGN KEP-DJP (PSL 9 (13) )
28

PENGKREDITAN PM PADA MASA PAJAK TIDAK SAMA


PASAL 9 AYAT (9) PAJAK MASUKAN DAPAT DIKREDITKAN PADA MASA PAJAK BERIKUTNYA SELAMBATNYA 3 BULAN SETELAH BERAKHIRNYA MASA PAJAK
SYARAT: BELUM DIBEBANKAN SBG BIAYA ATAU DIKAPITALISASI DAN BELUM DILAKUKAN PEMERIKSAAN
PPn & PPnBm 29

PENYERAHAN DALAM SUATU MASA PAJAK


PASAL 9 AYAT (5) & (6) PENYERAHAN YG TERUTANG PAJAK
PAJAK MASUKAN

PENYERAHAN YG TDK TERUTANG PAJAK

DAPAT DIKETAHUI DG PASTI DARI PEMBUKUAN


PM YG TERKAIT DG PENYERAHAN YG TERUTANG PPN DAPAT DIKREDITKAN

PM TIDAK DAPAT DIKETAHUI DENGAN PASTI


PENGKREDITAN PM DIATUR DENGAN KEP.MEN.KEU. No. 575/KMK.04/2000 PM YG TELAH DIKREDITKAN HARUS DIHITUNG KEMBALI PADA AKHIR THN BUKU
30

PPn & PPnBm

PPN TIDAK DIPUNGUT ATAU DIBEBASKAN


PASAL 16B KEGIATAN DI KAWASAN TERTENTU / TEMPAT TERTENTU DLM DRH PABEAN PENYERAHAN BKP TERTENTU ATAU PENYERAHAN JKP TERTENTU IMPOR BKP TERTENTU PEMANFAATAN BKP TIDAK BERWUJUD TERTENTU DARI LUAR DAERAH PABEAN PEMANFAATAN JKP TERTENTU DARI LUAR DAERAH PABEAN DIATUR DGN PERATURAN PEMERINTAH, a.l.:
PP 146/2000; PP 12/2001 s.t.d.t.d. PP 46/2003.
PPn & PPnBm 31

OBJEK PPn BM
(PASAL 5 UU PPN)

DIKENAKAN SEKALI
PENYERAHAN BKP MEWAH IMPOR BKP MEWAH

OLEH PENGUSAHA YANG MENGHASILKAN BKP MEWAH

DI DALAM DAERAH PABEAN DALAM LINGKUNGAN PERUSAHAAN DAN PEKERJAANNYA


32

PPn & PPnBm

PPN DI BATAM
PPN/PPn BM TIDAK DIPUNGUT ATAS: IMPOR BKP; DAN PEROLEHAN BKP DARI DALAM DAERAH PABEAN, YG AKAN DIGUNAKAN UTK MENGHASILKAN BKP YANG DIEKSPOR. PKP YG MELAKUKAN PENYERAHAN BKP WAJIB MENERBITKAN FP YG DICAP PPN dan atau PPn BM Tidak Dipungut Sesuai PP Nomor 63 Tahun 2003 ATAS IMPOR BKP DJBC MEMBUBUHKAN CAP PPN dan atau PPn BM Tidak Dipungut Sesuai PP Nomor 63 Tahun 2003 PADA SETIAP LEMBAR PIB. APABILA BKP TIDAK DIGUNAKAN UNTUK MENGHASILKAN BKP UNTUK DIEKSPOR, PPN/PPn BM YG TIDAK DIPUNGUT HARUS DIBAYAR KEMBALI DITAMBAH SANKSI SESUAI KETENTUAN YG BERLAKU.
PPn & PPnBm 33

YANG DIKENAKAN PPN DI BATAM


TERHADAP: IMPOR DAN ATAU PENYERAHAN BKP SELAIN YG AKAN DIGUNAKAN UNTUK KEGIATAN MENGHASILKAN BKP YG DIEKSPOR; DAN PENYERAHAN JKP DI/KE/DARI KB BATAM TERUTANG PPN/PPn BM YANG PENGENAANNYA DILAKUKAN SECARA BERTAHAP SESUAI KMK. PEMANFAATAN BKP TIDAK BERWUJUD DAN ATAU JKP DARI LUAR DAERAH PABEAN DI DLM KB BATAM.
DASAR HUKUM: PP NOMOR 63 TAHUN 2003 KMK 583/KMK.03/2003
PPn & PPnBm 34

BATASAN PENGUSAHA KECIL PPN


KMK 571/KMK.03/2003 PENGUSAHA KECIL ADALAH PENGUSAHA YG MELAKUKAN PENYERAHAN:

BKP

JKP
YANG

BKP dan JKP

JUMLAH PEREDARAN BRUTO ATAU PENERIMAAN BRUTO TIDAK LEBIH DARI Rp 600 JUTA.
PPn & PPnBm 35

PENGUSAHA KECIL
YANG SAMPAI DENGAN SUATU BULAN DALAM TAHUN BUKU, JUMLAH PEREDARAN BRUTO DAN ATAU PENERIMAAN BRUTONYA MELEBIHI Rp 600 JUTA MAKA WAJIB MELAPORKAN USAHANYA UTK DIKUKUHKAN MENJADI PKP PALING LAMBAT PADA AKHIR BULAN BERIKUTNYA

APABILA S.D AKHIR BULAN BERIKUTNYA TIDAK MELAPORKAN UTK DIKUKUHKAN MENJADI PKP, MAKA SAAT PENGUKUHAN ADALAH AWAL BULAN BERIKUTNYA. KEWAJIBAN UTK MEMUNGUT PPN DIMULAI SEJAK SAAT PENGUKUHAN MENJADI PKP.
PPn & PPnBm 36

PEMUNGUT PPN DAN PPn BM (WAPU PPN/PPn BM)


KMK 563/KMK.03/2003

SEJAK 1 JANUARI 2004, PEMUNGUT PPN DAN PPn BM HANYA BENDAHARAWAN PEMERINTAH DAN KPKN. BADAN-BADAN TERTENTU TIDAK LAGI MENJADI PEMUNGUT PPN, KECUALI:
ATAS PENYEREHAN BKP/JKP YANG PENYERAHANNYA DILAKUKAN PALING LAMBAT PADA 31-12-2003 DAN FP-NYA DITERBITKAN SEBELUM 31-01-2004.

WAJIB MEMUNGUT PPN/PPn BM TERUTANG DAN MENYETORKANNYA PALING LAMBAT 31 JAN 2004.
PPn & PPnBm 37

JASA ANGKUTAN UMUM DI DARAT DAN DI AIR KMK 527/2003


jo. KEP-395/2001

JASA ANGKUTAN UMUM DI DARAT DAN DI AIR YANG TIDAK DIKENAKAN PPN
JASA ANGKUTAN UMUM DI DARAT, TERMASUK JASA ANGKUTAN UMUM DI JALAN, JASA ANGKUTAN TAKSI, DAN JASA ANGKUTAN KERETA API. JASA ANGKUTAN UMUM DI AIR, TERMASUK JASA ANGKUTAN UMUM DI LAUT, JASA ANGKUTAN ANGKUTAN UMUM DI SUNGAI DAN DANAU, DAN JASA ANGKUTAN UMUM PENYERBERANGAN.

TIDAK DIKENAKAN PPN KECULAI DILAKUKAN DGN CARA:


ADA PERJANJIAN LISAN/TULISAN. TDK TERMASUK DLM PENGERTIAN PERJANJIAN: TIKET, KARCIS, BUKTI PEMBAYARAN JASA, B/L, DLL; WAKTU/TEMPAT PENGANGKUTAN TELAH DITETAPKAN SESUAI PERJANJIAN; DAN KENDARAAN ANGKUTAN DIGUNAKAN HANYA UTK MENGANGKUT MILIK SATU ORANG DAN ATAU ORANG YG TERIKAT PERJANJIAN.

PPn & PPnBm 38

SENTRALISASI / PEMUSATAN PPN


OTOMATIS
KEP-515/PJ/2000 s.t.d.t.d. KEP389/PJ./2003, DAN KEP-390/PJ./2003

WP BESAR

WP BUMN KEP-394/PJ./2003

WAJIB MEMBERITAHUKAN

WP YG MENYAMPAIKAN SPM PPN/PPn BM DGN CARA EFILING KEP-128/PJ./2003

SELAIN WP TERSEBUT DI ATAS

MENGADMINISTRASIKAN PERSEDIAAN & PEMBELIAN UNTUK OPERASIONAL UNIT YBS, DGN DANA KAS KECIL (TIDAK BERLAKU UNTUK PABRIK) PEDAGANG ECERAN: JIKA KEGIATAN & ADM PEMBELIAN UNTUK SELURUH OUTLET DIPUSATKAN PPn & PPnBm (KEP-128/PJ./2003)
39

SYARAT UTAMA: UNIT YG DIPUSATKAN HANYA

MENGAJUKAN PERMOHONAN

Tempat Pembayaran/ Penyetoran Pajak


Kantor Pos dan Giro Bank Pemerintah, kecuali BTN Bank Pembangunan Daerah Bank Devisa Bank-bank lain penerima setoran pajak Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Khusus untuk impor tanpa LKP
PPn & PPnBm 40

Saat pembayaran/ penyetoran PPN/PPn BM


PPN dan PPn BM yang dihitung sendiri oleh PKP harus disetorkan paling lambat tanggal 15 bulan takwim berikutnya setelah bulan Masa Pajak. Contoh : Masa Pajak Januari 1996, penyetoran paling lambat tanggal 15 Pebruari 1996. PPN dan PPn BM yang tercantum dalam SKPKB, SKPKBT, dan STP harus dibayar/ disetor sesuai batas waktu yang tercantum dalam SKPKB, SKPKBT, dan STP tersebut. PPN/ PPn BM atas Impor, harus dilunasi bersamaan dengan saat pembayaran Bea Masuk, dan apabila pembayaran Bea Masuk ditunda/ dibebaskan, harus dilunasi pada saat penyelesaian dokumen Impor
PPn & PPnBm 41

Lanjutan.
PPN/PPn BM yang pemungutannya dilakukan oleh:
Bendaharawan Pemerintah, harus disetor selambatlambatnya tanggal 7 bulan takwim berikutnya setelah Masa Pajak berakhir. Pemungut PPN selain Bendaharawan Pemerintah, harus disetor selambat-lambatnya tanggal 15 bulan takwim berikutnya setelah Masa Pajak berakhir. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang memungut PPN/ PPn BM atas Impor, harus menyetor dalam jangka waktu sehari setelah pemungutan pajak dilakukan.

PPN dari penyerahan gula pasir dan tepung terigu oleh Badan Urusan Logistik (BULOG), harus dilunasi sendiri oleh PKP sebelum Surat Perintah Pengeluaran Barang (D.O) ditebus.
PPn & PPnBm 42