Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 1975 Sehat adalah suatu kondisi yang terbebas dari segala jenis

penyakit, baik fisik, mental, dan sosial. Sehat meurut UU no. 23 Tahun 1992 adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi Ilmu kesehatan masyarakat menurut profesor Winslow adalah ilmu dan seni mencegah penyakit, memperpanjang hidup, meningkatkan kesehatan fisik dan mental, dan efisiensi melalui usaha masyarakat yang terorganisir untuk meningkatkan: 1. sanitasi lingkungan, 2. kontrol infeksi di masyarakat, 3. pendidikan individu tentang kebersihan perorangan, 4. pengorganisasian pelayanan medis dan perawatan, 5. untuk diagnosa dini, 6. pencegahan penyakit dan 7. pengembangan aspek sosial, yang akan mendukung agar setiap orang di masyarakat mempunyai standar kehidupan yang kuat untuk menjaga kesehatannya. Status kesehatan seseorang, menurut blum (1981) ditentukan oleh empat faktor yakni: 1. Lingkungan, berupa lingkungan fisik (alami, buatan) kimia (organik / anorganik, logam berat, debu), biologik (virus, bakteri, microorganisme) dan sosial budaya (ekonomi, pendidikan, pekerjaan). 2. Perilaku yang meliputi sikap, kebiasaan, tingkah laku. 3. pelayanan kesehatan: promotif, perawatan, pengobatan, pencegahan kecacatan, rehabilitasi, dan 4. genetik, yang merupakan faktor bawaan setiap manusia. Menurut Suma’mur (1976) Kesehatan kerja merupakan spesialisasi kesehatan/kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan agar pekerja/ masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya baik fisik, mental maupun sosial dengan usaha preventif atau kuratif terhadap penyakit/ gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh faktor pekerjaan dan lingkungan kerja serta terhadap penyakit umum. Keselamatn kerja : suatu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Pengertian Kecelakaan Kerja (accident) adalah suatu kejadian atau peristiwa yang tidak diinginkan yang merugikan terhadap manusia, merusak harta benda atau kerugian terhadap proses.

keadaan gizi dan sebagainya. mental dan sosial sehingga upaya penempatan pekerja yang sesuai dengan kemampuannya perlu diperhatikan. 3. indikator derajat kesehatan masyarakat secara umum dapat dilihat dari : 1. Bayi lahir 5. kesehatan dan kinerja seseorang pekerja sangat dipengaruhi oleh: 1.Ditempat kerja. ergonomik. lingkungan Kerja sebagai beban tambahan. 2. Kapasitas Kerja yang banyak tergantung pada pendidikan. ukuran tubuh. kimia. Angka kesakitan (Morbiditas) . kesegaran jasmani. baik berupa faktor fisik. Angka kematian bayi (infant mortality) dan balita menurun 3. keterampilan. maupun aspek psikososial. biologik. Beban Kerja berupa beban fisik. Umur harapan hidup (Life expectations) : 2. Tingkat kecerdasan penduduk : 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful