Anda di halaman 1dari 15

Pengertian Paragraf Paragraf merupakan inti penuangan buah pikiran dalam sebuah karangan.

Dalam sebuah paragraf terkandung satu unit buah pikiran yang didukung oleh semua kalimat dalam paragraf tersebut; mulai dari kalimat pengenal, kalimat topik, kalimat-kalimat penjelas, sampai pada kalimat penutup. Himpunan kalimat ini saling bertalian dalam satu rangkaian untuk membentuk sebuah gagasan. Paragraf dapat juga dikatakan sebagai sebuah karangan yang paling pendek (singkat). Dengan adanya paragraf, kita dapat membedakan di mana suatu gagasan mulai dan berakhir. Kita akan kepayahan membaca tulisan atau buku, kalau tidak ada paragraf, karena kita seolah-olah dicambuk untuk membaca terus menerus sampai selesai. Kitapun susah memusatkan pikiran pada satu gagasan ke gagasan lain. Dengan adanya paragraf kita dapat berhenti sebentar sehingga kita dapat memusatkan pikiran tentang gagasan yang terkandung dalam paragraf itu. Pentingnya Paragraf dalam Kalimat Kegunaan paragraf yang utama adalah untuk menandai pembukaan topik baru, atau pengembangan lebih lanjut topik sebelumnya (yang baru). Kegunaan lain dari paragraf ialah untuk menambah hal-hal yang penting untuk memerinci apa yang diutarakan dalam paragraf terdahulu. Syarat-syarat Pembentukan dan Pengembangan Paragraf Dalam pembentukan / pengembangan paragraf, perlu diperhatikan persyaratan-persyaratan berikut : 1. Kesatuan Sebagaimana telah dipaparkan di depan, bahwa tiap paragraf hanya mengandung satu gagasan pokok. Fungsi paragraf adalah untuk mengembangkan gagasan pokok tersebut. Untuk itu, di dalam pengembangannya, uraian-uraian dalam sebuah paragraf tidak boleh menyimpang dari gagasan pokok tersebut. Dengan kata lain, uraian-uraian dalam sebuah paragraf diikat oleh satu gagasan pokok dan merupakan satu kesatuan. Semua kalimat yang terdapat dalam sebuah paragraf harus terfokus pada gagasan pokok. 2.Kepaduan Syarat kedua yang harus dipenuhi oleh suatu paragraf ialah koherensi atau kepaduan. Sebuah paragraf bukanlah sekedar kumpulan atau tumpukan kalimat-kalimat yang masing-masing berdiri sendiri-sendiri, tetapi dibangun oleh kalimat-kalimat yang mempunyai hubungan timbal balik. Urutan pikiran yang teratur akan memperlihatkan adanya kepaduan, dan pembaca pun dapat dengan mudah memahami/mengikuti jalan pikiran penulis tanpa hambatan karena adanya perloncatan pikiran yang membingungkan. Kata atau frase transisi yang dapat dipakai dalam karangan ilmiah sekaligus

sebagai penanda hubungan. 3.Kelengkapan Syarat ketiga yang harus dipenuhi oleh suatu paragraf adalah kelengkapan. Suatu paragraf dikatakan lengkap jika berisi kalimat-kalimat penjelas yang cukup menunjang kejelasan kalimat topik/gagasan utama Letak Kalimat Topik dalam Sebuah Paragraf Sebagaimana telah dipaparkan di depan bahwa sebuah paragraf dibangun dari beberapa kalimat yang saling menunjang dan hanya mengandung satu gagasan pokok saja. Gagasan pokok itu dituangkan ke dalam kalimat topik / kalimat pokok. Kalimat topik/kalimat pokok dalam sebuah paragraf dapat diletakkan, di akhir di awal, di awal dan akhir, atau dalam seluruh paragraf itu. Berikut ini secara urut akan dipaparkan contoh-contoh paragraf dengan kalimat topik yang terletak di awal, di akhir, di awal dan akhir, serta dalam seluruh paragraf.

Pola Pengembangan Paragraf Pengembangan paragraf mencakup dua persoalan utama, yakni: 1. Kemampuan memerinci gagasan utama paragraf ke dalam gagasan-gagasan penjelas. 2. Kemampuan mengurutkan gagasan-gagasan penjelas kedalam gagasan-gagasan penjelas. Gagasan utama paragraf akan menjadi jelas apabila dilakukan perincian yang cermat. Perincian-perincian itu dapat dilakukan dengan bermacam pola pengembangan. Pola pengembangan yang dipakai, antara lain ditentukan oleh gagasan atau masalah yang hendak dikemukakan. Misalnya, apabila gagasan yang hendak disampaikan itu berupa urutan peristiwa, maka pola pengembangan yang sebaiknya dipilih adalah pola kronologis (naratif) atau proses (eksposisi). Lain lagi apabila masalahnya itu mengenai sebab-akibat suatu kejadian, maka pola yang dipilih adalah pola kausalitas (eksposisi, Argumentasi). Pilihan pola pengembangan ditentukan pula oleh pandangan penulis itu sendiri terhadap masalah yang hendak disampaikannya. Paragraf merupakan hasil dari berbagai panjang kalimat yang merupakan kesatuan dari inspirasi sang penulis pada saat membuat kalimat. Didalam suatu paragraf terdapat pola paragraf yang menggambarkan jenis latar dari paragraf tersebut. Berikut ini adalah pola pengembangan pada paragraf.
1. Pola pengembangan paragraf contoh.

Adalah suatu paragraf yang dilatar belakangi oleh contoh dari suatu kejadian. Contoh:

Mungkin anda semua telah memahami dengan yang namanya korupsi yang belakangan ini terkuak ke masyarakat setelah beberapa jagoan korupsi tertangkap. Contoh korupsi yang dilakukan oleh salah satu pejuang korupsi yang bernama gayus tambunan adalah menggelapkan uang pajak negara yang sangat banyak. Uang pajak yang kita bayarkan kepada negara dengan seenaknya digunakan untuk kebutuhan hidup seorang manusia yang tidak memiliki rasa puas dengan penggelapan uang negara.
2. Pola pengembangan paragraf definisi.

Paragraf yang menjelaskan isi dari pemahaman tulisan dengan penjabaran yang sangat jelas. Contoh: Pentingnya belajar bahasa indonesia yang baik dan benar di jaman sekarang ini adalah tindakan yang sangat penting dilakukan karena pada saat ini bangsa indonesia telah mengalami penggunaan bahasa indonesia. Kebebasan penggabungan bahasa dengan bahasa internasional adalah salah satu penyebabnya. Saat ini anak muda ibukota menggunakan bahasa indonesia dengan logat bahasa yang dicampur dengan bahasa asing yang sangat gaul menurut mereka. Padahal, jika kita melihat ke masa lalu betapa sulitnya berbahasa antar daerah karena hampir setiap daerah memiliki bahasa adat. Karena itu, fungsi dari bahasa indonesia yang sebenarnya penghubung antar daerah dalah hal komunikasi.
3. Pola pengembangan paragraf perbandingan.

Suatu jenis paragraf yang memiliki dasar pola pembanding dari dua bahasan. Contoh: Teman adalah orang yang kita kenal dan terkadang dia selalu ada mengisi hari hari kita dengan kebersamaan. Teman dapat menjadi panutan yang baik dan terkiadang hal yang buruk pun tanpa kita sadari dapat merasuk ke dalam diri kita. Sahabat merupakan orang yang sangat dekat dengan kita karena sahabat yang baik adalah orang yang ada disaat kita senang dan selalu ada di ssat kita tengah mengalami kesulitan. Sahabat berbeda dengan teman karena dalam pengertiannya sahabat adalah teman yang dekat.
4. Pola pengembangan paragraf sebab akibat.

Merupakan penceritaan sang penulis menjabarkan suatu tulisan dari awal hingga terjadi. Contoh:

Kasih adalah salah satu wanita yang pintar baik dalam hal pelajaran maupun dalam hal bergaul. Dari kecil ia selalu dididik keras oleh keluarganya untuk selalu rajin belajar dan selalu berteman dengan teman yang baik dan di ajarkan untuk tidak mengikuti hal buruk yang dilakukan temannya. Hingga lulus kuliah dia memiliki nilai yang baik dan kini ia bekerja di sebuah rumah sakit terkenal sebagai dokter umum. Hal yang dahulu ditanamkan adalah rajin belajar sejak kecil berdampak positif hingga kini bagi dia dan orang lain.
5. Pola pengembangan paragraf klasifikasi.

Paragraf yang berpola pada tingkatan yang dibuat sang penulis yang berbasis pada pembedaan kelompok. Contoh: Indonesia adalah negara kesatuan yang terdiri atas pulau-pulau yang berjumlah amat banyak dan saling menjaga keutuhan negara. pengklasifikasian waktu indonesia terbagi atas 3 waktu yang terdiri atas WIB (waktu indonesia barat), WITA (waktu indonesia tengah) dan WIT (waktu indonesia timur). Klasifikasi ini dilakukan karena perbedaan waktu yang beragam antara WIB, WITA dan WIT yang mengakibatkan dibuatnya pembagian waktu.
6. Pola pengembangan paragraf spansial

Pola spansial adalah pola pengembangan paragraf yang didasarkan atas ruang dan waktu. Pola ini menggambarkan suatu ruangan dari kiri ke kanan, dari timur ke barat, dari bawah ke atas, dari depan ke belakang, dan sebagainya. Uraian tentang kepadatan penduduk suatu daerah dapat dikemukakan dengan landasan urutan geografi (misalnya: dari barat ke timur atau dari utara ke selatan). Deskripsi mengenai sebuah gedung bertingkat dapat dilakukan dari tingkat pertama berturut-turut hingga tingkat terakhir, penggambaran terhadap suasana suatu lingkungan dapat dilakukan mulai dari siang, sore, hingga malam hari. Contoh: Pada malam hari, pemandangan rumah terlihat begitu eksotis. Apalagi dengan cahaya lampu yang memantul dari seluruh penjuru rumah. Dari luar bangunan ini tampak indah, mampu memberikan pancaran hangat bagi siapa saja yang memandangnya. Lampulampu taman yang bersinar menambah kesan eksotis yang telah ada. Begitu hangat. Begitu indah.

7. Pola pengembangan paragraf sudut pandang.

Pola sudut pandang adalah pola pengembangan paragraf yang didasarkan tempat atau posisi seorang penulis dalam melihat sesuatu. Pola sudut pandang tidak sama dengan pola spansial. Dalam pola ini penggambaran berpatokan pada posisi atau keberadaan penulis terhadap objek yang digambarkannya itu. Untuk menggambarkan sesuatu tempat atau keadaan, pertama-tama penulis mengambil sebuah posisi tertentu. Kemudian, secara perlahan-lahan dan berurutan, ia menggambarkan benda demi benda yang terdapat dalam tempat itu, yakni mulai dari yang terdekat kepada yang terjauh. Contoh: Sekarang hanya beberapa langkah lagi jaraknya mereka dari tebing diatas jalan. Medasing menegakkan dirinya sambil menguasai ke muka dan ia pun berdiri tiada bergerak sebagai pohon diantara pohon-pohon yang lain. Oleh isyarat yang lebih terang dari perkataan itu maju sekian temannya sejajar dengan dia.
8. Pola pengembangan paragraf proses.

Proses merupakan suatu urutan dari tindakan-tindakan atau perbuatan-perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu atau urutan dari suatu kejadian atau peristiwa. Untuk menyusun sebuah proses, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut. 1) penulis harus mengetahui perincian-perincian secara menyeluruh. 2) penulis harus membagi proses tersebut atas tahap-tahap kejadiannya. 3) penulis menjelaskan tiap urutan itu ke dalam detail-detail yang tegas sehingga pembaca dapat melihat seluruh proses dengan jelas. Contoh : Pohon anggur, di samping buahnya yang digunakan untuk pembuatan minuman, daunnya pun dapat digunakan sebagai bahan untuk pembersih wajah. Caranya, ambilah daun anggur secukupnya. Lalu, tumbuk sampai halus. Masaklah hasil tumbukan itu dengan air secukupnya dan tunggu sampai mendidih. Setelah itu, ramuan tersebut kita dinginkan dan setelah dingin baru kita gunakan untuk membersihkan wajah. Insya Allah, kulit wajah kita akan kelihatan bersih dan berseri-seri.
9. Pola pengembangan paragraf ilustrasi

Sebuah gagasan yang terlalu umum, memerlukan ilustrasi-ilustrsi konkret. Dalam karangan eksposisi, ilustrasi-ilustrsi tersebut tidak berfungsi untuk membuktikan suatu pendapat. Ilustrasi-ilustrsi tersebut dipakai sekedar untuk menjelaskan maksud penulis.

Dalam hal ini pengamatan-pengamatan pribadi merupakan bahan ilustrasi yang paling efektif dalam menjelaskan gagasan-gagasan umum tersebut. Contoh : Satu-satunya bidang pembangunan yang tidak memahami imbas krisis ekonomi sektorsektor di bidang pertanian. Misalnya, perikanan masih meningkat cukup mengesankan, yaitu 6,65 persen; demikian pula perkebunan, yang meningkat 6,46 persen. Walaupun terkena kebakaran sepanjang tahun, sektor kehutanan masih tumbuh 2,95 persen. Secara umum, kontribusi dari sektor-sektor pertanian terhadap produk domestik broto (PDB) meningkat dari 18,07 persen menjadi 18,04 persen. Padahal selama 30 tahun terakhir, pangsa sector pertanian merosot dari tahun ke tahun. Dalam paragraf tersebut penulis mengemukakan sejumlah pendapat, antara lain bahwa kita (pembaca) harus menjadi seorang pengamat manusia. Untuk meyakinkan pembaca atas argumentasinya itu, penulis mengemukakan sejumlah alasan, bahwa dengan menjadi seorang pengamat manusia, kita akan memiliki kemampuan dalam mengembangkan hubungan positif dengan orang lain. Bacalah paragraf di bawah ini dengan teliti! Harga minyak dunia yang mencapai hampir $70 AS per barel akan memaksa pemerintah untuk menyediakan dana subsidi BBM sebesar Rp113,7 triliun. Karena pemakai BBM terbanyak adalah golongan menengah atas, berarti pemerintah menguras APBN justru untuk menyubsidi mereka, sementara rakyat miskin tidak mendapat apa-apa. Oleh karena itulah pemerintah berusaha menghemat pengeluaran untuk subsidi BBM, dan hasil dari penghematan itu akan didistribusikan kepada 15,5 juta keluarga miskin dalam bentuk uang tunai langsung sebesar Rp 100.000,00 per bulan selama satu tahun. Akan tetapi, ada pihak-pihak yang menyangsikan efektivitas langkah pemerintah itu. Alasannya, subsidi langsung sebesar Rp 100.000, itu tidak akan sebanding dengan kenaikan harga kebutuhan sehari-hari sebagai akibat berantai dari naiknya harga BBM. Di sisi lain, model pemberian uang tunai secara cuma-cuma dipandang tidak mendidik dan akan menimbulkan ketergantungan. Selain itu, model ini juga akan merangsang banyak orang untuk memiskinkandirinya dengan harapan mendapat bantuan pemerintah daripada merangsang untuk bekerja agar bisa keluar dari kemiskinan.

1. Gagasan utama paragraf pertama adalah.. a. Subsidi BBM sebesar 113,7 triliun lebih banyak dinikmati golongan menengah atas. b. Akibat mahalnya harga minyak dunia, pemerintah menyediakan dana subsidi BBM. c. Rakyat miskin tidak mendapat apa-apa dari subsidi BBM yang begitu besar.

d. Pemberian subsidi kepada keluarga miskin menimbulkan masalah.

2. Simpulan bacaan di atas adalah a. Kebijakan pemerintah untuk mensubsidi langsung rakyat miskin dipandang tidak mendidik karena akan membuat mereka malas. b. Kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM akan menyelamatkan APBN yang tertekan akibat kenaikan harga minyak dunia. c. Kebijakan pemerintah untuk menaikkan kesejahteraan rakyat miskin melalui subsidi langsung sebesar Rp. 100.000,- per bulan. d. Subsidi BBM sebesar 113,7 triliun lebih banyak dinikmati golongan menengah atas. 3. Mengapa langkah pemerintah untuk mensubsidi keluarga miskin disangsikan keefektifannya? a. karena besarnya subsidi tidak sebanding dengan kenaikan harga kebutuhan sehari-hari dan sistem ini dinilai tidak mendidik. b. karena jumlah orang miskin di Indonesia sangat banyak sehingga sulit membaginya secara merata. c. karena pemerintah harus menyediakan dana subsidi sedikitnya 113,7 triliun. d. karena yang menggunakan BBM terbanyak adalah masyarakat ekonomi menengah ke atas.

4.

Pemanasan global sebagai akibat dari efek rumah kaca telah mematikan ribuan biodiversitas. Makna istilah biodiversitas dalam kalimat tersebut adalah

a . kelangkaan hewan b. keistimewaan hayati c. keanekaragaman hayati d. keberagaman hewani

5. Cermatilah pendapat berikut : Untuk menjaga agar rupiah tidak merosot terhadap dolar, Bank Indonesia harus menaikkan suku bunga rupiah. Dengan suku bunga yang tinggi, peredaran rupiah akan berkurang sehingga nilai rupiah otomatis akan naik. Kalimat yang logis untuk menyanggah pendapat tersebut adalah

a. Untuk menjaga agar nilai rupiah tidak merosot semua impor harus dihentikan

sehingga cadangan devisa (dolar)kita utuh. Kalau devisa kita banyak, nilai rupiah akan terangkat. b. Merosotnya nilai rupiah terhadap dolar tidak hanya karena rupiah yang beredar sedikit, tetapi juga karena kebutuhan dolar meningkat sehingga harga dolar naik dan sebaliknya rupiah tertekan. c. Kalau dilihat secara historis, nilai rupiah terhadap dolar terus menerus dari waktu ke waktu. Barangkali ini takdir Tuhan yang tidak bisa diubah oleh manusia. d. Menaikkan suku bunga merupakan instrumen klasik yang tidak akan efektif untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, apalagi untuk menaikkannya. 6Hal ini ditandai oleh banyaknya barang elektronik yang beredar di masyarakat. Pemunculan barang tersebut sudah sampai di kalangan masyarakat menengah ke bawah. Ada yang dikategorikan barang mewah dan ada pula yang dikategorikan barang bukan mewah. Kalimat kesimpulan yang tepat untuk melengkapi paragraf di atas adalah . a. b. c. d. Perkembangan teknologi dewasa ini sangat pesat. Sudah muncul lagi model baru tahun ini. Keistimewaan alat itu sangat mencengangkan. Teknologi canggih perlu dimiliki oleh masyarakat

7. Era globalisasi membawa dampak ganda. Di satu sisi era ini membawa iklim yang semakin terbuka untuk bekerja sama saling mengisi dan saling melengkapi demi kepentingan bersama pihak-pihak yang bekerja sama.Di sisi lain, era ini juga sekaligus melahirkan situasi persaingan yang semakin ketat dan semakin tajam. Paragraf di atas menyatakan bahwa era globalisasi .... a. b. c. d. 8. a. b. c. d.
8.

menimbulkan persainggan yang sangat tajam semakin melahirkan persaingan membawa iklim yang semakin terbuka membawa dampak ganda Contoh kalimat yang paling tepat adalah: Buku itu saya sudah baca hingga tamat Kau jangan pukul anak itu Kami akan lihat nanti Tindakannya membahayakan negara Perairan indonesia memang surga bagi nelayan asing. Potensi perikanan nasional itu mencapai 8 juta ton setahun. Tak heran bila banyak kapal asing yang memanfaatkannya. Penanda hubungan (koherensi) antara kalimat kedua dan ketiga dalam paragraf di atas yang tepat adalah ... tetapi c. maka namun d. sesudah itu

a. b.

8.

Ada beberapa syarat agar barang dan jasa perusahaan nasional kita mampu berkompetisi secara global. Yang pertama adalah ketepatan waktu dalam penyediaan barang dan jasa. Yang kedua adalah kualitas produk. Barang dan jasa yang kita jual dengan harga yang mampu bersaing dan terjangkau. Selanjutnya, yang tidak kalah pentingnya adalah kecepatan. Kita harus dapat dengan cepat, menyediakan barang dan jasa secara tepat waktu, berkualitas tinggi dan dengan harga terjangkau. Jenis pengembangan yang digunakan dalam paragraf di atas adalah... a. b. c. d. induktif sebab akibat deduktif deduktif induktif

BAB IV Paragraf Eksposisi

A.Pengertian Paragraf Eksposisi Eksposisi atau paparan merupakan bentuk karangan yang memaparkan, menjelaskan, menguraikan, atau memerikan ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan tujuan untuk memperluas wawasan pengetahuan pembaca. Eksposisi adalah suatu karangan yang bertujuan memberikan penjelasan atau informasi kepada pembaca tentang suatu hal. Oleh karena itu, karangan eksposisi disebut juga karangan informatif. Pada karangan eksposisi, informasi yang dikemukakan dimaksudkan sebagai penjelasan gagasan penulis tentang suatu hal/objek. Karangan eksposisi bertujuan agar pembaca memperoleh informasi atau keterangan yang sejelas-jelasnya tentang objek tersebut. Dengan demikian, tujuan utama karangan eksposisi adalah memberitahu, mengupas, menguraikan, atau menerangkan sesuatu. Titik perhatian lebih mengarah pada kecerdasan atau akal, bukan perasaan atau emosi pembaca. Yang harus selalu diingat adalah bahwa karangan eksposisi

sama sekali tidak mendesak atau memaksa orang lain untuk menerima pandangan atau pendirian tertentu, tetapi semata-mata memberikan informasi. Umumnya menjawab pertanyaan apa, kapan, di mana, mengapa, dan bagaimana. Untuk memaparkan hal yang dikemukakan, tidak jarang karangan eksposisi menggunakan contoh, grafik, tabel, serta berbagai bentuk fakta dan data lainnya. B. Ciri-ciri paragraf eksposisi. a. Memaparkan definisi (pengertian).
b. Memaparkan langkah-langkah, metode, atau cara melaksanakan suatu kegiatan. c. Dari awal sampai akhir berupa pemaparan. d. Bahasa bermakna denotasi/sebenarnya. e. Fakta dipakai sebagai alat kontribusi. f. Gaya tulisan bersifat informatif.

g. Bersifat tidak mempengaruhi.


h. Disertai bukti, data, contoh, gambar, dll.

C. Jenis Pengembangan Paragraf Eksposisi Paragraf eksposisi dapat dikembangkan dengan berbagai macam pola pengembangan, diantaranya:
1. Pola pengembangan proses

Proses merupakan suatu urutan dari tindakan-tindakan atau perbuatan-perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu atau perurutan dari suatu kejadian atau peristiwa. Pada pola pengembangan proses penulis menjelaskan tiap urutan ke dalam detail-detail yang tegas sehingga pembaca dapat melihat seluruh proses itu dengan jelas. Misalnya, bagaimana sebuah mesin bekerja? Bagaimana cara membuat brem? Jawaban atas pertanyaan tersebut mengacu pada suatu proses. Kata penghubung yang biasa digunakan pada pola pengembangan proses adalah mula-mula, lalu, kemudian, setelah itu, dan sebagainya. Contoh: Pohon anggur, di samping buahnya yang digunakan untuk pembuatan minuman, daunnya pun dapat digunakan sebagai bahan untuk pembersih wajah. Caranya, ambillah daun anggur secukupnya. Lalu, tumbuk sampai halus. Masaklah hasil tumbukan itu dengan air secukupnya dan tunggu sampai mendidih. Setelah itu, ramuan tersebut kita dinginkan dan setelah dingin baru kita gunakan untuk membersihkan wajah. Insya Allah, kulit wajah kita akan kelihatan bersih dan berseriseri.

2. Pola pengembangan definisi.

Pada pola pengembangan definisi ini paragraf dikembangkan dengan memberikan keterangan atau arti terhadap sebuah istilah atau hal. Di sini kita tidak menghadapi hanya suatu kalimat, tetapi suatu rangkaian kalimat untuk menjelaskan suatu hal. Contoh: Ozone therapy adalah pengobatan suatu penyakit dengan cara memasukkan oksigen murni dan ozon berenergi tinggi ke dalam tubuh melalui darah. Ozone therapy merupakan terapi yang sangat bermanfaat bagi kesehatan, baik untuk menyembuhkan penyakit yang kita derita maupun sebagai pencegah penyakit.

3. Pola pengembangan contoh/ilustrasi

Sebuah gagasan yang terlalu umum memerlukan ilustrasi/contoh yang konkret. Dalam eksposisi, contoh-contoh tersebut tidak berfungsi untuk membuktikan suatu pendapat, tetapi contoh-contoh tersebut dipakai untuk menjelaskan dan menegaskan ide, gagasan, dan maksud penulis. Dalam hal ini pengalaman pribadi merupakan bahan ilustrasi/contoh yang paling efektif dalam menjelaskan gagasan-gagasan umum tersebut. Kata penghubung yang biasa digunakan pada pola pengembangan contoh/ilustrasi adalah misalnya, seperti, contoh, dan sebagainya. Contoh: Sebenarnya, kondisi ekonomi kita sudah relatif membaik. Indikatornya dapat dilihat dari berbagai aspek. Misalnya, dalam bidang otomotif. Setiap hari kita temukan aneka kendaraan melintas di jalan raya. Sepeda motor baru, mobil pun baru. Ini menandakan bahwa taraf hidup masyarakat mulai membaik. Indikator lain seperti daya beli masyarakat akan kebutuhan sandang, pangan, dan papan. Dalam bidang papan, misalnya, banyak warga masyarakat yang membangun tempat tinggal yang permanen.
4. Pola pengembangan perbandingan

Pola pengembangan paragraf yang dikembangkan dengan menggunakan dua sudut pandang perbandingan secara berpasangan, misalnya unsur kesamaan dan perbedaan, keuntungan dan kerugian, kelebihan dan kekurangan. Kalimat utama dalam paragraf perbandingan menyatakan dua hal yang akan dibandingkan. Maksud dari

perbandingan itu antara lain untuk menjelaskan pada suatu penilaian yang relatif mengenai kedua hal yang dibandingkan itu. Kata penghubung yang biasa digunakan pada pola pengembangan perbandingan adalah dibandingkan dengan, jika dibandingkan dengan, daripada, dan sebagainya. Contoh: Tema lagu anak-anak zaman dulu lebih bervariasi dan mengandung pesan-pesan pendidikan yang bermanfaat bagi perkembangan mental-psikologis anak jika dibandingkan dengan lagu anak-anak masa kini. Anak-anak zaman dulu telah belajar tentang kebesaran Tuhan (Pelangi), alam sekitar (Lihat Kebunku), kasih sayang (Oh, Ibu dan Ayah), transportasi (Tamasya), dan pendidikan (Lihatlah Kawan) melalui lagu-lagu tersebut. Lagu tersebut mampu mendatangkan kegembiraan juga memperluas wawasan pengetahuan anak-anak. Dibandingkan dengan lagu-lagu lama, lagu anak-anak zaman sekarang kurang memiliki variasi tema. Lagu-lagu tersebut kurang memperhatikan nilai yang ingin ditanamkan pada diri anak dan lebih memperhatikan kebutuhan pasar. Jadi, temanya bersifat temporer karena mengikuti perubahan selera pasar. Unsur kesamaan yang masih ditemukan dalam kedua kelompok lagu ini ialah para pencipta lagu masih berusaha menciptakan irama yang gembira dan ritme yang sederhana, seperti kehidupan anak-anak itu sendiri.
5. Pola pengembangan pertentangan/kontras

Berbeda dengan pola perbandingan, pola pertentangan hanya mempertentangkan atau menyatakan perbedaan dari dua hal yang dibandingkan. Kalimat utama menjelaskan inti perbedaan yang dilihat dari sudut pandang tertentu, misalnya fungsi, ciri, ukuran fisik, dan sebagainya. Kata penghubung yang biasa digunakan pada pola pengembangan pertentangan/kontras adalah berbeda, berbeda dengan, akan tetapi, tetapi, namun, padahal, sebaliknya, dan sebagainya. Contoh: Tugas seorang konduktor pada pergelaran orkestra di negara-negara barat berbeda dengan kebanyakan konduktor pergelaran orkestra di Indonesia. Konduktor pergelaran orkestra di negara barat bertanggung jawab penuh pada kualitas musik orkestra yang ditampilkan. Syarat utama menjadi konduktor tentu secara musikal harus memiliki wawasan yang luas dan mendalam, baik secara teoretis maupun praktis. Berbeda dengan konduktor negara barat, menurut penuturan Widya Kristanti, seperti halnya dirinya, di Indonesia konduktor untuk orkestra, khusunya yang bersifat

populer, umumnya tidak mempunyai latar belakang akademis. Bahkan lebih dari itu, kebanyakan konduktor tersebut masih bekerja rangkap sebagai music director ( pimpinan pergelaran musik) dan masih terkait dengan masalah-masalah prapoduksi dan produksi pergelaran musik itu sendiri.
6. Pola pengembangan analogi

Pola analogi merupakan perbandingan yang sistematis dari dua hal yang berbeda tetapi dengan memperlihatkan kesamaan segi atau fungsi dari kedua hal yang dibandingkan tadi. Jika dalam pola perbandingan berusaha menunjukkan kesamaan antara dua hal dalam kelas yang sama, tetapi dalam pola analogi menunjukkan kesamaan antara dua hal yang berlainan kelas. Kata penghubung yang digunakan dalam pola pengembangan analogi sama dengan pada pola pengembangan perbandingan. Contoh: Struktur suatu karangan atau buku pada hakikatnya mirip atau sama dengan suatu pohon. Bila pohon dapat diuraikan menjadi batang, dahan, ranting, dan daun, maka karangan atau buku dapat diuraikan menjadi tubuh karangan, bab, sub-bab, dan paragraf. Tubuh karangan sebanding dengan batang, bab sebanding dengan dahan, sub-bab sebanding dengan ranting, dan paragraf sebanding dengan daun.
7. Pola pengembangan umum-khusus atau khusus-umum

Pola pengembangan umum-khusus berarti memaparkan suatu permasalahan bertolak dari suatu pernyataan yang bersifat umum kemudian berangsur-angsur menyempit ke hal-hal yang bersifat khusus. Hal atau pernyataan yang bersifat umum berkedudukan sebagai pokok informasi (pikiran utama), sedangkan hal yang bersifat khusus berkedudukan sebagai informasi tambahan (pikiran penjelas). Apabila pola ini dibalik, yaitu memaparkan hal-hal yang bersifat khusus kemudian memuncak pada hal yang bersifat umum, pola pengembangannya bergeser menjadi khusus-umum. Contoh: Sifat konflik di negeri ini sudah mulai bergeser dari vertikal ke horizontal. Semula konflik vertikal, yaitu konflik antara rakyat setempat dan pemerintah pusat, hanya terjadi di daerah-daerah tertentu yang secara historis memang memiliki potensi konflik seperti Aceh dan Papua. Kini konfliknya berubah sifat menjadi horizontal, yaitu antara sesama warga masyarakat. Konflik horizontal ini umumnya dipicu oleh suatu isu tertentu yang entah dihembuskan oleh siapa, kemudian isu tersebut direspon

positif oleh warga masyarakat. Terjadilah pro dan kontra di kalangan warga. Kondisi seperti ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh mereka yang kita kenal sebagai provokator. 8. Pola pengembangan klasifikasi Klasifikasi adalah sebuah proses untuk mengelompokkan hal-hal atau sesuatu yang dianggap memiliki kesamaan tertentu. Paragraf eksposisi klasifikasi dikembangkan berdasarkan suatu kategori umum kemudian diikuti dengan penjelasan anggotanya. Pola pengembangan klasifikasi pada dasarnya hanya menyebutkan sejumlah kategori menurut sudut pandang tertentu. Contoh: Pemerintah akan memberikan bantuan pembangunan rumah atau bangunan kepada korban gempa. Bantuan pembangunan rumah tersebut disesuaikan dengan tingkat kerusakannya. Warga yang rumahnya rusak ringan mendapat bantuan sekitar 10 juta. Warga yang rumahnya rusak sedang mendapat bantuan sekitar 20 juta. Warga yang rumahnya rusak berat mendapat bantuan sekitar 30 juta. Calon penerima bantuan tersebut ditentukan oleh aparat desa setempat dengan pengawasan dari pihak LSM. 9. Pola pengembangan sebab-akibat Pengembangan paragraf eksposisi dapat pula dinyatakan dengan mempergunakan sebab-akibat. Dalam hal ini, sebab bisa bertindak sebagai gagasan utama, sedangkan akibat sebagai perincian pengembangannya. Atau sebaliknya, akibat sebagai gagasan utama, sedangkan untuk memahami sepenuhnya akibat itu perlu dikemukakan sejumlah sebab sebagai perinciannya. Kata penghubung yang biasa digunakan pada pola pengembangan sebab-akibat adalah sebab, akibatnya, sehingga, maka, dan sebagainya Contoh: Pada tahun 2002, produksi padi turun 3,85 persen. Akibatnya, impor beras meningkat, diperkirakan menjadi 3,1 juta ton pada tahun 2003. Sesudah swasembada pangan tercapai pada tahun 1984, pada tahun 1985, kita mengekspor sebesar 371,3 ribu ton beras, bahkan 530,7 ribu ton pada tahun 1993. Akan tetapi, pada tahun 1994, neraca perdagangan beras kita tekor 400 ribu ton. Sejak itu, impor beras meningkat dan pada tahun 2002 mencapai 2,5 juta ton.