Anda di halaman 1dari 6

f. Tes provokasi Dilakukan pada keadaan yang meragukan.

Tes yang dilakukan : tes kamar gelap, tes midriasis, tes membaca, tes bersujud (prone test). Untuk glaucoma sudut tertutup, yang umum dilakukan adalah teskamar gelap (karena pupil akan midriasis dan pada sudut bilik mata yang sempit, ini akan menyebabkan tertutupnya sudut bilik mata).Caranya adalah ukur TIOawal, kemudian pasien masuk kamar gelap selama 60 -90 menit.Ukur segeraTIOnya.Kenaikan 8 mmHg, tes provokasi (+) .
2.9 DIAGNOSIS BANDING Beberapa penyakit yang mirip dengan glaucoma akut adalah : 1. Iridosiklitis akut. 2. Konjungtivitis akut. 3. Keratitis. 4. Skleritis. 5. Katarak senilis 6. Glaukoma sudut tertutup kronik 7. Cluster headache 8. Migraine 2.10 PENCEGAHAN 1. De tek si din i Sa lah sa tu satu ca ra pe nce gaha n gla u ko ma ada la h d e n g a n d e t e k s i s e d i n imungkin.Tidak ada tindakan yang dapat mencegah terjadinya glaukoma sudutterbuka.Jika penyakit ini ditemukan secara dini, maka hilangny a fungsi penglihatan dan kebutaan bisa dicegah dengan pengobatan. Orang-orang yangmemiliki resiko menderita glaukoma sudut tertutup sebaiknya menjalanip e m e r i k s a a n m a t a y a n g r u t i n d a n j i k a r e s i k o n y a t i n g g i s e b a i k n y a m e n j a l a n iiridotomi untuk mencegah serangan akut. y Me n gin ga t h i l a n g n ya penglihatan seca ra p e r m a n e n y a n g d i s e b a b k a n o l e h glaukoma, sebaiknya setiap orang memperhatikan kesehatan matanya dengan cara melakukan pengukuran tekanan bola mata secara rutin setiap 3 tahun,terutama bagi orang yang usianya di atas 40

tahun. y Faktor risiko lain yang perlu diwaspadai adalah  mereka yang memiliki riwayat keluarga penderita glaukoma,  mata minus tinggi atau plus tinggi (miopia),  se rta pe nde rita pen ya kit siste mik sep erti d i a b e t e s a t a u k e l a i n a n v a s c u l a r (jantung). y Pemeriksaan mata rutin yang disarankan adalah setiap enam bulan sekali,khususnya b agi orang dengan risiko tinggi.Untuk mengukur tekanan bolamata kerusakan mata yang diderita dilakukan tes lapang pandang mata. y Sebaiknya diperiksakan tekanan bola mata bila mata kemerahan dan sakitkepala berat. 2. Nutrisi yang adekuat (banyak mengandung vitamin A dan Beta Karoten) Faktor r i s i k o p a d a s e s e o r a n g y a n g b i s a m e n d e r i t a g l a u k o m a a d a l a h s e p e r t i d i a b e t e smellitus dan hipertensi, untuk itu bagi yang menderita diabetes mellitusdianjurkan untuk mengurangi mengkonsumsi gula agar tidak terjadi komplikasi glaukoma, sedangkan untuk penderita hipertensi dianjurkan untuk diet rendahgaram karena jika tekanan darah naik cepat akan menaikkan tekanan bola mata. 3. Gaya Hidup (Life style) yang sehat seperti menghindari merokok dan olahragateratur. Olahraga dapat merendahkan tekanan bola mata sedikit. 4. Pencegahan lanjutan bagi yang sudah menderita glaukoma agar tidak bertambahparah/untuk mencegah tingginya tekanan intraokuler yaitu : - Me n gu ran gi stre ss - Hindari membaca dekat karena pupil akan menjadi kecil sehingga glaucomaakan memblok pupil - Hindari pemakaian obat simpatomimetik karena pupil akan melebar (dilatasi) - Diet rendah natrium

- Pe mba ta sa n kafe in - Me nce ga h ko n stipa si - Mencegah manuver valsava seperti batuk, bersin, dan mengejan karena akanmeningkatkan TIO - Me ne mp atkan p a sie n da la m p o sisi su pina si da pat m e m b a n t u p a s i e n m e r a s a nyaman dan mengurangi tekanan intra okular. Diyakini juga bahwa denganposisi supinasi, lensa jatuh menjauh dari iri s yang mengurangi blok pupil.
2.11 PENATALAKSANAAN 1. Terapi medikamentosa 1. 1. Age n o smotik 1.2. Karbonik anhidrase inhibitor 1.3. Miotik kuat (Parasimpatomimetik) 1. 4. Be ta-b lo c ke r 1.5. Alpha adrenergic agonist 1.6. Analog Prostaglandin 1.7. Kortikosteroid Topikal 2. Observasi respon terapi 2.1. Monitor ketajaman visus, edema kornea, dan ukuran pupil 2.2. Ukur tekanan intraocular setiap 15 menit 2.3. Gonioskopi 3. Parasintesis 4. Bedah Laser 4.1. Laser iridektomi 4.2. Laser iridoplasti 5. Bedah insisi 5.1. Iridektomi bedah insisi 5.2. Trabekuloktomi 6. Ekstraksi lensa 7. Tindakan profilaksis: 4.1. Laser iridektomi 4.2. Laser iridoplasti

~ Terapi medikamentosa Penatalaksanaan Glaukoma sudut tertutup terdiri dari mengurangi tekananintra okular, menekan inflamasi, dan pemulihan

sudut tertutup. 1.1. Agen osmotic Agen efektif untuk menurunkan tekanan intra okuler dan efeknya menjernihkan kornea.Pemberiannya dianjurkan kepada pasien yang tidak mengalamiemesis.Agen-agen hiperosmotik berguna untuk mengurangi volume vitreus yang kebalikannya menurunkan tekanan intraokuler.Penurunan intra okular memulihkan iskemia iris dan memperbaiki kepekaan terhadap pilokarpin dan obat obatan lainnya.Agen-agen osmotic menyebabkan diuresis osmotic dan mengurangicairan tubuh total.Agen-agen tersebut tidak boleh digunakan pada pasien penyakit jantung dan penyakit ginjal. 1.1.1. Gliserin Dosisefektif 1-1.5/kgBB dalam 50% cairan.Aman digunakan pada pasien diabetes karena tidak dimetabolisme.Puncak efek hipotensif okuler terlihat dalam 1-3 jam. Bila tidak dapat diberikan oral (mis: mual muntah) dapat diberikan secara intravena dalam 20% cairan dengan dosis 2gr/kgBBselama 30 menit. Maksimal penurunan tekanan dijumpai dalam 1jam setelah pemberian iv. 1.1.2. Manitol Pada penderita payah jantung pemberian manitol berbahaya. Karena volume darah yang beredar meningkat sehingga memperberat kerja jantung yang telah gagal. Pemberian manitol juga dikontraindikasikan pada penyakit ginjal dengan anuria. Kongesti atu udem paru yang berat dehidrasi hebat dan pendarahan intra kranial Kecuali bila akan dilakukan kraniotomi serta pada pasien yang hipersensitivitas Terhadap manitol. 1.1.3. Ureum intravena Dosis 1-1,5 g/kg i.v.tidak seefektif manitol karena berat molekulnya lebih rendah sehingga lebih cepat dipenetrasi pada mata. Penggunaannya harusdengan pengawasan ketat untuk menghindari komplikasi kardiovaskuler. 1.2. Karbonik Anhidrase Inhibitor Mengurangi produksi akuos humor dengan menghambat karbonik anhidrasedi badan siliar sehingga mengurangi TIO secara cepat. - Asetazolamide

Merupakan pilihan yang sangat tepat untuk pengobatan darurat pada glaukomaakut. Asetazolamide sebaiknya diberikan dengan dosis awal 500mg IV yang diikuti dengan 500mg per oral. Sekarang diketahui bahwa karbonik anhidraseinhibitor oral sedikit atau tidak ada sama sekali efek samping sistematik. Methazolamide Dosis 50-100mg p.o 2 atau 3 kali sehari (total tidak lebih dari 600mg/hari) Dorzolamide Berbeda dengan obat-obat yang lebih tua, Dorzolamide sanggup menerobos ke dalam mata dengan aplikasi topical. Dichlorphenamide Dosis awal 100-200mg per oral, diikuti 100 mg setiap 12 jam sampai tercapai respons yang diinginkan. Dosis pemeliharaan (maintenance) yang biasa untuk glaukoma adalah 25-50 mg 3 atau 4 x/hari. Dosis harian total tidak melebihi 300mg. Brinzolamide Brinzolamide adalah penghambat karbonik anhidrasi yang digunakan pada matad e n g a n k a d a r 1 % . Brinz ola mide d igu na kan un tu k men go ba ti te kana n y a n g meningkat pada mata karena glaukoma sudut terbuka.Brinzolamide jugadigunakan untuk mengatasi kondisi yang disebut hipertensi pada mata.

1.3.Miotik kuat (Parasimpatomimetik) Pilokarpin 2%atau4%s e t i a p 1 5 m e n i t s a m p a i 4 k a l i p e m b e r i a n s e b a g a i i n i s i a l t e r a p i . Ti d a k e f e k t i f p a d a s e r a n g a n y a n g s u d a h l e b i h d a r i 1- 2 j a m . H a l i n i k a r e n a m u s k u l u s s p h i n g te r p u p i l s u d a h i s k e m i k s e h i n g g a t i d a k d a p a t m e r e s p o npilokarpin 1.4. Beta blocker Bekerja dengan cara mengurangi produksi akuos humor. Levobunolol 0,25%, 0,5%Betaxolol HCl .Betaxolol HCl adalah penghambat reseptor betal selektif yang digunakan untuk pengobatan glaukoma dalam bentuk sediaan gel untuk

mata dengan kadar 0,1%dan tetes mata dengan kadar 0,5%.Timolol maleat Merupakan beta bloker tetes mata nonselektif. Sebagai inisial terapi dapatdiberikan 2 kali dengan interval setiap 20 menit dan dapat diulang dalam 4, 8 dan12 jam kemudian. Tersedia dalam bentuk tetes mata dengan kadar 0,25%, 0,5%dan 0,68%. 1.5. Alpha adrenergic agonist Dapat ditambahkan untuk lebih mengurangi p r o d u k s i a k u o s h u m o r d a n mengurangi hambatan outflow akuos.BrimonidineApraclonidine 0,5%, 1% 1.6. Analog Prostaglandin Latanoprost 0,005%merupakan senyawa analog prostaglandin yang dapatmenurunkan tekanan intraokuler dengan cara meningkatkan outflow akuos humor. Dosis 1 tetes/ hari. Tersedia dalam bentuk tetes mata dengan kadar 0,005%, dan jugadikombinasi dengan Timolol maleate.