Anda di halaman 1dari 29

Tugas Teori Akuntansi

Oleh: Keisha Tiara Sari 0951004 Rebeka Grasiela 0951087 Linda Hasarina 0951276

Universitas Kristen Maranatha 2011

Bab 1 Pendahuluan dan Metodologi Akuntasi

Kapan seharusnya pendapatan diakui? Pertama kasus ini menunjukkan bahwa masalah yang bersifat teoritis bukanlah semata mata masalah teori yang sifatnya sangat praktis baik bagi manejemen maupun bagi auditor. Kedua , kasus ini menunjukkan bahwa teori akuntansi seringkali merupakan masalah pertimbangan professional yang di buat oleh orang orang yang terlibat dalam kasus kasus tertentu. Para akuntan yang berpraktik seringkali harus menggunakan pertimbangan mereka sendiri dalam masalah masalah yang bersifat teoritis. Pendekatan Terhadap Teori Akuntansi Pendekatan Pajak
Asal mula teori akuntansi pajak, kita akan segera menemukan bahwa

tujuan tujuan akuntansi pajak sangat berbeda dengan tujuan tujuan pelaporan keuangan. IRS tidak begitu tertarik pada pengukuran penghasilan suatu perusahaan dibandingkan dengan penetapan suatu dasar untuk keperluan pajak. Akibatnya, kesimpulan akuntansi pajak tidak relevan untuk keperluan kita. Ini mempunyai dampak yang besar pada praktik akuntansi di banyak bidang. Dalam mengangkat praktik akuntansi yang rata rata menjadi praktik standar yang dipakai perusahaan perusahaan yang lebih baik pada saat itu , hal ini menciptakan suatu perbaikan dalam praktik akuntansi umum dan dalam mempertahankan konsistensi. Sayangnya aturan aturan pajak mempunyai pengaruh yang merugikan pada teori dan prinsip akuntansi dalam banyak bidang. Pendekatan Legal Pendekatan kedua terhadap akuntansi yang banyak dipakai para pendatang baru untuk menganalisis situasi situasi seperti kasus ABC adalah dengan

menyarankan untuk memperoleh pendapat hokum (legal). Suatu penjualan harus diakui bila hak milik legal berpindah. Sayangnya, cara ini tidak menyelesaikan masalah tersebut segampang yang diharapkan orang karena biasanya hak berpindah bila persidangan yang mengadili suatu kasus memutuskan bahwa hak memang sudah berpindah. FASB, dalam menetapkan suatu Kerangka Dasar Konseptual untuk akuntansi, menyelidiki penggunaan hukum untuk menetapkan prinsip prinsip akuntansi. Pendekatan Etika
Pendekatan Etika terhadap teori akuntansi menekankan konsep konsep

keadilan, kebenaran , dan kewajaran ( justice, truth, fairness). Setiap konsep ini menemukan jalannya sendiri untuk sampai pada Kerangka Dasar Konseptual yang diciptakan FASB. Pertimbangan seperti tidak adanya kesengajaan untuk memihak (bias) dan kejujuran penyajian (representational faithfulness) dianggap sebagai karakteristik yang perlu dalam system akuntansi yang andal. Netralitas, yang berarti bahwa informasi tidak boleh dipoles agar mempengaruhi perilaku kea rah tertentu, adalah sifat yang sangat penting dalam penetapan standar. Pertimbangan etika, dengan kata lain, mempunyai pengaruh yang ,eresap di seluruh aspek akuntansi. Akan tetapi, tidak semua yang mengacu pada kebenaran dalam akuntansi mempunyai definisi yang sama mengenai fakta. Sebagian mengacu pada fakta akuntansi sebagai data yang objktif dan dapat diuji (verifiable). Jadi, biaya historis merupakan fakta akuntansi bagi mereka. Bagi yang lainnya, istilah kebenaran digunakan untuk mengacu pada penilaina aktiva dan beban menurut ukuran ekonomi saat ini. Kebenaran dengan dalil atau pernyataan yang menurut mereka merupakan prinsip prinsip yang sudah mapan. Misalnya banyak yang menganggap pengakuan keuntungan pada saat penjualan aktiva merupakan pelaporan keadaan yang sebenarnya, bahwa pelaporan suatu

taksiran kenaikan nilai aktiva, sebelum penjualan, sebagai penghasilan biasa, tidak mengandung kebenaran.

Pendekatan Ekonomi
Pendekatan Makroekonomi mencoba menjelaskan pengaruh prosedur

pelaporan alternative pada pengukuran ekonomi dan aktivitas ekonomi pada tingkatan yang lebih luas daripada perusahaan, seperti industry atau perekonomian nasional. Sebagian orang berpendapat bahwa tujuan tujuan ekonomi nasional menghendaki laporan akuntansi yang memungkinkan dan bahkan mendorong di bagikannya dividen yang lebih tinggi dan pengeluaran modal yang lebih besar dalam periode perekonomian yang lesu serta mengurangi investasi dalam periode inflasi. Walaupun sebagian besar Negara melaksanakan kebijakan makro ekonomi melalui kebijakan moneter dan fiscal serta pengendalian langsung, beberapa Negara khususnya Swedia berupaya untuk mendasar konsep dan praktik akuntansi pada sasaran sasaran makroekonomi. Salah satu dampak pendekatan ini adalah bahwa tujuan melaporkan penghasilan yang stabil dari tahun ke tahun mengesahkan digunakannya cadangan dan kebijakan penyusutan yang fleksibel. Mikroekonomi menjelaskan pengaruh prosedur pelaporan alternative pada pengukuran ekonomi dan aktifitas ekonomi pada tingkatan perusahaan. Teori akuntansi modern yang berdasar pada mikroekonomi, oleh karenanya berfokus pada perusahaan sebagai satuan usaha ekonomi yang kegiatan utamanya mempengaruhi perekonomian melalui operasi pasar. Pendekatan ini mengambil fundamennya dasar pemikiran (premis) bahwa informasi keuangan memiliki konsekuensi ekonomi yang tidak bisa dielakkan. Akuntansi Sosial Korporasi pandangan mikroekonomi terhadap akuntansi tidak mesti mencakup semua pengaruh perusahaan pada masyarakat.

Biaya polusi lingkungan, pengangguran, kondisi kerja yang tidak sehat, dan masalah masalah lainnya biasanya tidak dilaporkan oleh perusahaan , kecuali sejauh biaya biaya itu ditanggung langsung oleh perusahaan melalui pemajakan dan regulasi.

Pendekatan Perilaku
Sebuah alternative selain pendekatan ekonomi adalah dengan

mengandalkan diri pada pandangan pandangan psikologi dan sosiologi dalam perkembangan teori akuntansi. Focus dalam pendekatan ini adalah relevansi informasi yang dikomunikasikan kepada para pengambil keputusan dan prilaku berbagai individu atau kelompok sebagai akibat dari disajikannya informasi akuntansi. Pemakai terpenting laporan akuntansi, yang disajikan kepada mereka yang berada diluar perusahaan, biasanya dianggap mencakup para pemegang saham, investor, kreditor, dan badan badan pemerintah akan tetapi teor teori perilaku juga memeprhitungkan pengaruh laporan eksternal pada keputusan manajemen dan efek umpan balik (feedback effect) dari tindakan para akuntan dan auditor. Teori teori perilaku mencoba mengukur dan mengevaluasi pengaruh pengaruh ekonomi, psikologis, dan sosiologis yang ditimbulkan oleh proseur prosedur akuntansi alternative dan media pelaporan. Pendekatan perilaku terhadap teori akuntansi telah mendorong para akuntan akademisi maupun praktisi untuk mencari tujuan tujuan dasar akuntansi. Pendekatan Struktural Pendekatan klasik dalam akuntansi untuk menyelesaikan masalah masalah seperti yang ditimbulkan ABC dapat disebut sebagai pendekatan yang structural karena pendekatan itu memfokuskan pada struktur system

akuntansi itu sendiri. Para akuntan mencoba untuk mengklarifikasikan transaksi transaksi yang serupa dengan cara yang serupa atau lebih formalnya, mengupayakan adalah konsistensi dalam mencatat dan melaporkan transaksi. Mengklarifikasikan Teori Teori Akuntansi Teori sebagai bahasa Banyak yang menyebut akuntansi sebagai bahasa bisnis. Pragmatic adalah ilmu tentang pengaruh bahasa ; semantic adalah ilmu tentang makna bahasa : dan sintaksis adalah ilmu tentang logika atau tata bahasa. Walaupun bisa dikatakan bahwa hampir semua akuntansi sekarang orientasinya bersifat pragmatic, semantic, dan sintaksis juga penting dalam teori akuntansi. Semantic penting karena idealnya informasi keuangan memiliki kandungan ekonomi atau fisik yang disepakati baik oleh pihak pembuat maupun pemakain informasi itu. Sintaksis penting dalam akuntansi karena idealnya suatu bagian informasi keuangan berhubungan secara logis dengan bagian lainnya. Teori sebagai pemikiran
Cara kedua untuk mengklasifikasikan bentuk perdebatan teoritis adalah

dengan menanyakan apakah argumentasi argumentasi itu mengalir dari hal hal yang merupakan generalisasi menuju hal hal yang spesifik (pemikiran deduktif) atau apakah mengalir dari hal hal yang spesifik menuju generalisasi (pemikiran induktif). Dalam akuntansi, hasil generalisasi itu sering kali disebut postulat. Dari postulat postulat ini, para akuntan berharap dapat menyimpulkan prinsip prinsip akuntansi yang akan menjadi dasar bagi penerapan yang konkrit atau praktis. Dengan metode deduktif, penerapan aturan aturan praktis disimpulkan dari postulat dan bukan mengamati praktik. Pemikiran deduktif tujuan merupakan bagian yang penting dalam proses deduktif, karena tujuan yang

berbeda mungkin memerlukan struktur yang sama sekali berbeda dan menghasilkan prinsip yang berbeda. Misalnya akuntansi pajak berbeda dengan tujuan dasar akuntansi keuangan. Inilah salah satu alasan utama mengapa aturan-aturan untuk menentukan laba kena pajak berbeda dalam banyak hal dengan praktik yang berlaku umum untuk menentukan laba keuangan. Metode yang lebih tepat untuk merumuskan logika dalam pemikiran deduktif ditemukan dalam pendekatan aksiomatik atau pendekatan matematis terhadap teori akuntasi. Simbol-simbol dalam bentuk metode model-model matematis yang menggunakan aljabar matriks atau logika simbolis. Salah satu kelemahan utama metode deduktif adalah bahwa, jika salah satu postulat atau premis ternyata salah, kesimpulannya juga bisa salah. Terlalu jauh dari realitas untuk dapat menurunkan prinsip-prinsipyang realistis dan dapat dilaksanakan, untuk menghasilkan dasar bagi aturan praktis. Tujuan utama teori memberikan kerangka dasar bagi pengembangan ide-ide baru dan prosedur-produser baru, serta untuk memberikan bantuan dalam menentukan pilihan pilihan dia antara prosedur prosedur alternative. Jika tujuan tujuan ini tercapai, teori tidak mesti seluruhnya didasarkan seluruhnya pada konsep praktis atau bahwa teori itu dbatasi pada pengembangan prosedur yang benar benar dapat dilaksanakan dan praktis menurut teknologi yang ada saat itu. Pada kenyataannya, banyak dari prinsip dan prosedur yang sekarang berlaku merupakan pedoman tindakan yang umum dan bukan aturan aturan spesifik yang dapat diikuti dengan setepat tepatnya dalam setiap kasus. Pemikiran induktif proses induktif terdiri atas penarikan kesimpulan umum dari hal hal yang spesifik. Dimulai dengan seperangkat contoh khusus, menyatakan bahwa contoh contoh ini mewakili suatu kesatuan yang lebih besar, dan menyimpulkan suatu generalisasi tentang kesatuan itu. Ilmu pengetahuan yang mengandalkan pengalamn diberi istilah empiris. Teori akuntansi yang mengumpulkan data keuangan untuk menarik kesimpulan dapat dianggap empiris. Keunggulan pendekatan induktif adalah bahwa pendekatan ini tidak mesti

terbatas pada model atau struktur yang telah terbentuk sebelumnya. Kelemahan utama pendekatan induktif adalah bahwa para pengamat cenderung dipengaruhi oleh ide ide di bawah sadar mengenai apa saja yang merupakan hubungan yang relevan itu dan data apa saja yamg harus diamati. Kelemahan lain pendekatan induktif adalah bahwa, dalam akuntansi, data mentah kemungkinan berbeda untuk setiap perusahaan. Hubungan hubungan juga mungkin berbeda, sehingga sukar untuk melakukan generalisasi. Teori sebagai panduan (script)
Baik teori induktif maupun deduktif dapat bersifat deskriptif (positif) atau

prespektif (normative). Teori teori yang deskriptif mencoba mengemukakan dan menjelaskan informasi keuangan apa yang disajikan dan dikomunikasikan kepada para pemakai data akuntansi serta bagaimana penyajian dan pengkomunikasiannya. Teori teori yang normative mencoba menentukan data apa yang harus dikomunikasikan dan bagaimana data harus disajikan berarti teori itu mencoba menjelaskan apa yang seharusnya dan buka apa yang sebenarnya disajikan. Verifikasi Teori Verifikasi dapat didefinisikan sebagai penetapan akseptabilitas, atau kebenaran suatu teori. Semua teori haruslah baik secara logika, tetapi diluar itu sifa verifikasi akan tergantung pada sifat teori yang diverifikasi. Teori teori normative dinilai dengan cara yang satu teori teori positif dengan cara yang lain. Teori teori normative, termasuk teori verifikasi itu sendiri, dinilai dari kewajaran asumsi asumsinya. Teori teori deskriptif dievaluasi dengan dua cara yang berbeda, tergantung pada apakah teori itu memiliki kandungan empiris atau tidak. Teori teori sintaksis merupakan teori teori deskriptif tanpa kandungan empiris. Teori teori itu dikonfirmasikan hanya dengan logika. Teori teori semantic merupakan teori teori deskriptif yang mempunyai kandungan empiris. Karena teori teori itu dimaksudkan untuk menyatakan sesuatu

tentang dunia nyata, kebenarannya tergantung pada pengamatan. Verifikasi teori teori semantic dapat diperoleh melalui penelitian riset yang menentukan apakah pemakai informasi akuntansi memahami arti yang ingin disampaikan oleh penghasil informasi itu, dalam konteks teori yang relevan. Teori teori pragmatic menekankan kegunaan akuntansi bagi para investor dan pihak pihak lainnya. Verifikasi teori teori itu tidak terlalu tergantung pada kebenarannya melainkan pada nilai nilai teori itu bagi pemakai. Dengan kata lain, kita tidak memverifikasikan teori akuntansi pragmatic itu sendiri, melainkan kegunaannya. Pengujian teori teori deskriptif seringkali dilakukan dalam bentuk ramalan (prediksi). Misalnya teori gravitasi memungkinkan para ilmuwan meramalkan bagaimana pergerakan benda benda saat jatuh dan pengujian dapat dilakukan.

Kesimpulan Teori seperti yang tercantum dalam kamus Webster, teori akuntansi dapat didefinisikan sebagai seperangkat koheren prinsip prinsip yang hipotesis, konseptual, dan pragmatis yang membentuk suatu kerangka acuan umum untuk menyelidiki sifat akuntansi. Definisi ini sengaja dibuat luas agar mencakup baik pandangan yang lebih tradisional mengenai teori sebagai kerangka acuan umum untuk mengevaluasi dan mengembangkan praktik praktik akuntansi yang baik, maupun pandangan yang lebih modern mengenai teori sebagai kerangka acuan umum yang digunakan untuk menjelaskan dan meramalkan praktik akuntansi.

Bab 2 Empat Ribu Tahun Sejarah Akuntansi


Masa Renaisans
Kita tidak tahu siapa yang menciptakan akuntansi. Namun, kita tahu bahwa

system tata buku berpasangan secara bertahap mulai muncul selama abad ke 13 dan ke 14 di beberapa pusat perniagaan di Italia bagian utara. Catatan pertama mengenai system tata buku berpasangan yang lengkapa pertama kali di temukan dalam catatan catatan kota Genoa, Italia untuk tahun 1340. Pada tahun 1949, ketika buku Pacioli terbit, hampir semua mesin pembukuan, seperti yang kita kenal sekarang, sudah ada. Ketika kongres memerintahkan dibentuknya Securities and Exchange Commission di tahun 1934 untuk mengatur akuntansi. Kongres tidak menciptakan suatu system informasi yang baru; sebaliknya Kongres hanya

mencoba mengatur system yang sudah tumbuh sendiri selama lebih dari lima abad. Karena manajemen, dengan bantuan para akuntan manajemen, agaknya telah menciptakan system system akuntansi yang memadai tanpa bantuan intervensi pemerintah, timbul satu pertanyaan mengenai apakah intervensi ini benar benar perlu. Asal Mula Istilah Istilah dalam akuntansi Debet, kredit, ayat jurnal, buku besar, akun, neraca saldo, neraca, dan laporan laba rugi semuanya berasal dari masa Renaisans. Oleh karena itu, akuntansi bisa saja mengaku sebagai silsilah yang sama mulainya seperti banyak seni liberal lainnya. Sebagian dari warisan masa Renaisans adalaha perbendaharaan kata yang kaya, yang hampir semuanya berasal dari periode ini. Seperti debt, debtor, debnture, dan debit misalnya semua yang diturunkan dari kata dasar, debere yaotu berhutang, yang disingkat menjadi dr yang dipakai dalam ayat jurnal. Kredit datang dari akar kata yang sama dengan creed yang berarti sesuatu yang dipercaya. Kata itu juga berarti orang yang dipercaya seseorang seperti, kreditor. Kata asalnya berasal dari bahasa Latin adalah credere yang disingkat menjadi cr yang digunakan dalam ayat jurnal. Antesden Antesden Akuntansi Kisah akuntansi ini mengungkapkan bagaimana kosmopolitannya nenek moyang kita. Sejarah akuntansi dengan cepat memeperlihatkan bahwa kebudayaan kita hampir seluruhnya merupakan deviasi dari kebudayaan kebudayaan lain. Kisah ini juga akan menekankan fakta bahwa umat manusia melakukan langkah langkah intelektual dan social yang paling agung dalam masa masa penuh damai dan tenggang rasa. Peradaban Awal
Jauh sebelum peradaban Eropa berkembang, perekonomian yang canggih

telah muncul di Timur Tengah dan Timur Jauh. Dinasti Shang di Cina sudah ada sejak tahun 1600 SM, smentara catatan catatan mengenai kebudayaan yang canggih di India berasal dari tahun 2300 SM. Piramuda piramida megah Mesir yang tertua di antaranya dibangun 4000 tahun

yang lalu. Alexander Agung membangun kota Alexandria, tempat didirikannya perpustakaan yang paling luar biasa dalam dunia kuno. Pada tahun 235 SM perpustakaan itu sudah menampung 500,000 manuskrip. Di sanalah, pada awal abad ke 2 Claudius Ptolemeus, salah seorang cendekiawan terhebat di dunia mengembangkan teori astrologi. Banyak catatan akuntansi berasal dari masa masa yang sangat dini ini. Misalnya, para petani Mesir di tepian sungai Nil membayar para juru tagih dengan gandum dan rami untuk pemakaian air irigasi. Tanda terima diberikan kepada para petani dengan menggambar banyaknya gandum pada dinding rumah para petani itu. Para arkeolog juga yakin bahwa kepingan tanah liat yang berlimpah di daerah Mesopotamiajuga digunakan untuk keperluan akuntansi. System akuntansi yang canggih tampaknya sudah ada di Cina sejak tahun 2000 SM dan referensi referensi menunjukkan bahwa bangsa Cina sudah mengenal baik tata buku berpasangan yang berkembang di Roma pada masa awal Masehi Yang Lebih Kontroversial, sebagian orang bahkan mengklaim bahwa orang orang Romawi sudah mengenal konsep penyusutan. Pengaruh Bangsa Arab
Tahun 765 para pemimpin Islam, dari kekhalifahan Abassiyah,

memindahkan ibu kota kerajaan Islam ke sebuah kota yang baru didirikan, yang di masa Irak modern disebut Bagdad. Di sana, dalam salah satu takdir yang penuh teka teki yang mengubah hidup kita, khalifah kedua Al Mansur, jatuh sakit. Para anggota istananya, dalam upaya mencari obat, menemukan biara Jundi Shapur. Biara ini didiami oleh pengikut Nestorius, mantan Kepala Biara Konstantinopel yang dibuang oleh Dewan Euphesus di tahun 431 karena mengajarkan ilmu klenik. Para pengikut Nestorius ini telah membawa salinan salinan sejumlah manuskrip kuno dalam pelarian mereka dan karenanya, hampir secara ajaib, ilmu pengetahuan Yunani terselamatkan juga. Hasilnya adalah dibangunnya pusat pengetahuan terbesar dalam millennia pertama itu di Bagdad. Ke

lembaga itulah orang orang Arab membawa dari India salah satu penemuan terbesar dalam pemikiran manusia : konsep nol. Di sekolah ini Musa Al Khwarizmi, ahli matematika Arab terbesar dan ahli perpustakaan khalifah yang sakit, menulis bukunya Al Jabr Wal Mugabala. Dari buku inilah kita menurunkan istilah aljabar. Yang menjadi pusat karyanya adalah penemuan konsep nol oleh bangsa India dan bersamaan dengan itu gagasan mengenai nilai tempat (place value) yang memungkinkan para cendekiawan India mngembangkan system numeric yang kita gunakan sekarang. Kemajuan Teknologi dan Perubahan Sosioekonomi
Daerah daerah Timur memeberi lebih banyak dari sekedar buku. Dalam

pertempuran Samarkan di tahun 751, bala tentara Arab merebut sebuah pabrik kertas dari orang orang Cina. Tidak lama kemudian, Xativa, sebuah kota kecil di Valencia, menjadi pusat pembuatan kertas di benua Eropa. Mesiu yang ditemukan oleh bangsa Cina di abad ke 9, dieksploitasi demi keperluan perang oleh bangsa mongol dan tidak lama kemudian memasuki Eropa. Pada tahun 1180 Alexander Neckham, saudara angkat Raja Richard dan kepala biara Cirencester, menggambarkan sebuah kompas yang digunakan di Cina. Tidak sampai satu abad kemudian, Alfonso yang Bijak, Raja Spanyol atas Castile dan Leon, mewajibkan penggunaan kompas sebagai navigasi. Kemajuan terbesar yang ditemukan adalah layar segitiga yang dikenal sebagai layar lateen, yang tahun 1250 menggantikan layar segiempat orang orang Roma. Karena ditemukannya layar lateen memungkinkan pelayaran sepanjang tahun yang tadinya tidak mungkin dilakukan. Layar ini, serta kemudi yang terletak di buritan, yang mungkin diturunkan bangsa Cina melalui bangsa Arab, memungkinkan diciptakannya caravel (sejenis kapal layar kecil) bangsa Portugis. Suatu efek samping yang tragis dari peningkatan perdagangan ini adalah mudahnya penyakit menyebar di dunia. Karena wabah pes di Erop[a system feudal runtuh ketika para

petani meninggalkan tanah mereka untuk mencari upah yang lebih tinggi. Suatu perekonomian berdasarkan uang mulai menggantikan kewajiban lama yang berdasarkan kelas masyarakat. Salah satu efek samping dari wabah itu adalah kenaikkan besar besaran dalam biaya pembuatan manuskrip akibat begitu banyaknya kaum terpelajar dalam masyarakat yang meninggal. Ikhtisar Antesden
Dalam dunia seperti inilah akuntansi melihat kelahirannya. Seperti yang

disebut Littleton, masa itu adalah masa saat sejumlah peristiwa, yang ia sebut antesden bertemu. Perangkat antesden yang satu merupakan kemampuan berekspresi: seni menulis, perkembangan aritmatika, dan penggunaan uang secara luas sebagai denominator umum. Perangkat lainnya bersifat kelembagaan dan mencakup konsep property pribadi, perkembangan kredit, dan akumulasi modal. Dari antesden antesden ini, usaha patungan dan persekutuan, sebagai lembaga lembaga untuk memudahkan akumulasi dan penggunaan modal, mungkin merupakan pengaruh terkuat dalam penciptaan kebutuhan akan konsep satuan usaha akuntansi dan kebutuhan untuk menghitung laba. Debet dan Kredit Tetapi mengapa konsep tata buku berpasangan? Konsep dualitas yang begitu sering digunakan untuk menjelaskan ayat berpasangan hanya mengharuskan diakuinya dua sisi dalam setiap transaksi. Hal ini dapat dilakukan sama mudahnya dengan satu kolom dengan menggunakan tanda tambah dan kurang seperti dalam dua kolom menggunakan debet dan kredit. Fakta yang aneh adalah walaupun penemu penemu akuntansi mempunyai konsep konsep seperti uang, ekuitas, dan beban dalam melakukan pekerjaan mereka, pada saat itu mereka belum mengenal angka negative. Oleh karenanya, akun bentuk T diciptakan untuk menunjukkan kenaikan pada sisi yang satu dan pengurangan di sisi yang lain.

Era Stagnasi Dimulai pada abad ke 15, kota kota Itali mulai menurun baik secara politis maupun sebagai pusat pusat perdagangan. Dengan ditemukannya Dunia Baru dan dibuka rute rute perdagangan baru, pusat perdagangan pindah ke Spanyol dan portugis dan kemudian ke Antwerpen dan Belanda. Jadi wajar saja jika system tata buku berpasangan Italia menyebar ke Negara Negara lain. Era Eksplorasi
Era eksplorasi dipicu oleh besarnya kekuatan kota kota Itali, yang

menghalangi partisipasi bagian Eropa selebihnya dalam perdagangan di Mediterania. Bangsa Portugis menunjukkan jalan dengan menelusuri pantai Afrika dalam caravel caravel mereka yang rapuh. Perusahaan Saham Bersama (joint stock company). Kebutuhan finansial petualangan petualangan para penjelaja besar ini membawa dalam perkembangan perusahaan saham bersama, yang akan berperan penting dalam akuntansi. Perusahaan perusahaan ini dapat dipandang sebagai perluasan commenda Itali san cikal bakal korporasi modern. South Sea Bubble. Perusahaan perusahaan saham bersama segera tiba pada akhir yang spektakuler. Hanya ada sedikit kesempatan investasi pada awal abad ke 18. Kesempatan yang ada menarik kerumunan investor yang berkumpul untuk ikut serta dalam masalah masalah baru, sehingga menyebabkan harga saham berlipat dua atu bahkan tiga. Perusahaan yang paling terkenal adalah South Sea Company yang dibentuk untuk menggeruk laba dari perdagangan budak antara Afrika dan Amerika Selatan. Revolusi Industri
Era stagnasi diakhiri dengan perkembangan kedua dalam arti penting

akuntansi dalam periode ini: dimulainya Revolusi Industri. Asal mulanya

mungkin terjadi dalam periode saat cuaca di Inggris sedang bagus, yang menghasilkan serangkain panen yang baik dan menyebabkan harga makanan turun, dan selanjutnya memungkinkan masyarakat menikmati gizi dan kesehatan yang lebih baik. Bersamaan dengan itu, kesadaran akan dasar dasar kebersihan pribadi telah menurunkan wabah stelah empat abad yang dipenuhi kematian. Bangkitlah kegiatan manufaktur untuk memenuhi permintaan ini dan penemuan penemuan mulai mengubah tempat kerja. Dampaknya bagi akuntansi bersifat langsung dan tidak langsung. Misalnya, datangnya system pabrik dan produksi massa menyebabkan aktiva tetap mempunyai porsi yang cukup besar dalam proses produksi dan distribusi, sehingga menyebabkan konsep penyusutan semakin penting. Dengan meningkatnya kebutuhan akan informasi manajemen mengenai biaya produksi dan biaya yang harus ditetapkan dalam penilaian persediaan, meningkat pula kebutuhan akan system akuntansi biaya.

Bangkitnya Profesi Akuntansi

Dengan dimulainya Revolusi Industri, para spesialis akuntansi mulai menampakkan diri. Edinburgh memimpin, dengan memasukkan tujuh akuntan dalam daftar anggota dewan kota tahun 1773. Pada awal abad ke 19, baru ada kurang dari 50 akuntan public yang tercatat dalam daftar seluruh kota besar di Inggris dan Skotlandia. Dan pada tahun 1854 dibentuklah Society Of Accountants di Edinburgh berdasarkan piagam kerajaan yang member hak pada akuntan untuk menyebut diri mereka sebagai chartered accountants American Institute of CPAs
Industrialisasi di Amerika diiringi oleh besarnya aliran modal yang masuk

dari luar negeri dan khususnya dari Inggris Raya, kekuatan ekonomi terkemuka pada saat itu. Oleh karena itu, wajar saja bila para akuntan Inggris sampai ke Amerkia Serikat sebagai auditor. Pada tahun 1887,

walaupun jumlahnya kecil, telah cukup percaya diri untuk membentuk American Association of Public Accountants, cikal bakal American Institute of Certified Public Accountants modern dengan Journal Of Accountancy sebagai publikasi pembawa benderanya. National Association of Accountants NAA dibentuk tahun 1919 untuk mewakili kepentingan para akuntan manajemen. Sekretarisnya selama bertahun tahun, Dr. Stuart C. Macleod, bersikeras bahwa NAA haruslah terutama menjadi wahana pendidikan, dan sampai sekarangpun masih demikian. Pada tahun 1972 NAA membentuk Institute of Management Accounting, yang mengelola pendidikan yang diperlukan untuk menempuh ujian ujian untuk mendapatkan Certificate of Management Accounting (CMA). Asosiasi ini juga menerbitkan jurnal bulanan yang disebut Management Accounting.

American Accounting Association


American Association of University Instructors in Accounting dibentuk

dalam tahun 1916, dan mengganti namanya pada tahun 1935 menjadi American Acccounting Association ( AAA). Sejak awal organisasi ini mencoba mendorong dan mensponsori riset, mengembangkan prinsip dan standar akuntansi serta mencoba mendapatkan dukungan dalam praktik. Pendekatan yang umum dari komite eksekutifnya adalah mengajukan prinsip yang umum dan mendasar yang dapat menjadi dasar laporan keuangan. Tujuan mereka adalah melihat laporan laporan keuangan yang cukup seragam dan dapat di pahami, untuk mendukung pendapat mengenai kondisi keuangan dan kemajuan perusahaan tersebut. AAA mensponsori dua jurnal utama yang lebih tua yaitu The Accounting Review dan accounting Horizons.

Masa Depan akuntansi Dalam masa 500 tahun sejak Pacioli menulis bukunya, akuntansi itu sendiri sebenarnya tetap konstan. Pacioli akan merasa senang jika ia melihat system akuntansi yang ada sekarang. Tak diragukan lagi ada berbagai instrument keuangan yang akan membuatanya bingung tetapi seklai dijelaskan bahwa instrument instrument itu hanyalah bentuk bentuk kredit baru yang harus dimasukkan. Para pemorgraman kemudian dengan setia mencoba merefleksikan ide ide abad pertengahan ini pada layar computer modern. Akuntasni harus berpegang pada penemuan penemuan baru yang berjanji akan mengubah pelaopran keunagan seperti yang kita lakukan sekarang.

Bab 5 Kerangka Dasar Konseptual


Hirarki Unsur Unsur Tujuan adalah sesuatu ke arahnya upaya diarahkan, suatu arahan atau akhir tindakan, suatu sasaran. Tujuan ini adalah subyek dari SFAC1. Informasi yang dibutuhkan mencakup identifikasi kategori yang luas dari informasi akuntansi keuangan yang dibutuhkan oleh pemakai.

Karakteristik kualitatif adalah cirri cirri informasi akuntansi yang cenderung untuk menambah keuangannya. Karakteristik kualitatifnya dapat diharapkan : Dapat bertahan terhadap pengujian waktu Pervasive yaitu berlaku bagi semua satuan usaha akuntansi Dapat diterapkan yaitu mampu diterapkan dan peka terhadap pengujian tujuan. Fundamental adalah konsep konsep dasar yang mendasari pengukuran transaksi dan kejadian dan mengungkapkannya dalam cara yang berarti bagi pemakai informasi akuntansi. Standar merupakan pemecahan umum atas masalah masalah akuntansi keuangan. Interpretasi menjernihkan, menjelaskan, atau menguraikan secara panjang lebar standar akuntansi dan pelaporan sebagai suatu alat bantu bagi penerapannya dalam praktik akuntansi. Praktik adalah sasaran untuk mencapai tujuan tujuan dasar sari laporan keuangan. Tujuan Tujuan Akuntansi
Pendekatan awal untuk mendefinisikan tujuan tujuan akuntansi

berfokuspada perhitungan dan penyajian laba bersih yamg dihasilkan dari aturan realisasi dan penandingan tertentu dengan neraca yang menghubungkan periode kini ke periode mendatang. Oleh karena itu, penekanannya adalah pada proses pengumpulan data dan format laporan keuangan. Kesulitan utama dengan penekanan pada proses akuntansi dan struktur pelaporan tradisional adalah bahwa istilah istilah akuntansi seperti laba bersih, pendapatan, dan pengukuran pengukuran, seperti biaya historis, sedikit atau tidak

mempunyai makna penafsiran pada fenomena dunia nyata. Pendekatan semantic yang berfokus pada pengukuran dan pelaporan kekayaan dalam istilah yang akrab bagi seorang ekonom. APB Statement No. 4, misalnya menetapkan tujuan tujuan umum pelaporan keuangan sebagai ketentuan dari informasi keuangan yang dapat diandalkan mengenai sumber dan kewajiban ekonomi dari suatu usaha. Dalam nada yang sama, Accounting Research Study No. 1 menyatakan tujuan akuntansi adalah :
1. Untuk mengukur sumberdaya yang dimiliki oleh satuan usaha tertentu.

2. Untuk menunjukkan tuntutan tuntutan terhadap dan kepentingan dalam satuan usaha tersebut. 3. Untuk mengukur perubahan dalam sumber daya, tuntutan dan kepentingan tersebut. 4. Untuk menetapkan perubahan itu pada periode waktu yang dapat ditemtukan. 5. Untuk menyatakan hal hal di atas dalam nilai uang sebagai satuan umum. Kesulitan dasar dari penerapan tujuan tujuan semantic adalah ketidakmampuan untuk mendefinisikan hal itu cukup jelas untuk memungkinkan kesepakatan baik pada pemilihan unsure yang tepat yang dicakup, atau pun pada pengukurannya. FASB, meski tidak menolak pendekatan semantic atau sintaktik, memberi penekanan utama pada pendekatan pragmatic. Masalah yang ditimbulkan adalah bahwa mereka gagal membuat penyempurnaan dalam akuntansi. Jenis argumentasi lain melihat akuntansi sebagai suatu senjata ideologisdalam konflik social mengenai distribusi pendapatan dan kesejahteraan. Ini menyatakan bahwa memutuskan siapa yang harus di umtungkan dalam penyiapan laporan keuangan adalah pertanyaan politis disamping teknis. Penataan penyusunan standar di Amerika Serikat, dan di Negara lain, ditujukan

untuk melindungi kepentingan public, maka public memerlukan pertimbangan yang lebih penuh dalam penentuan tujuan tujuan akuntansi.

Kelompok Pemakai Masalah pertama adalah mendefinisikan kelompok pemakai utama. Beberapa beragumentasi bahwa ini adalah manajemen itu sendiri. Yang lain membela pekerja, atau pelanggan, atau public. FASB berpendapat bahwa pemegang saham, investor lain, dan kreditor adalah pemakai utama akuntansi. Mereka menyimpulkan dari asumsi asumsi mereka mengenai kelompok pemakai utama bahwa pelaporan keuangan harus berguna untuk pengambilan keputusan investasi, kredit, dan keputusan sejenis. Tujuan pelaporan keuangan seharusnya tidak menyediakan informasi untuk investor dengan kewenangan dan kemampuan terbatas, tetapi lebih untuk membuat informasi yang tersedia bagi public yang sebaliknya bisa digunakan untuk memperoleh laba monopoli oleh mereka yang mempunyai akses pada informasi rahasia atau dari dalam. Tujuan Pemakai Setiap kelompok pemakai dapat mempunyai tujuan yang berbeda untuk pelaporan keuangan. Ada juga perbedaan dalam kelompok kelompok. Demekian pula, banyak manajer organisasi nirlaba merasa proses penetapan standar membias ke arah tujuan dari perusahaan yang mencari laba. Berbagai sudut pandang ini menunjukkan keinginan untuk penyajian laporan uang berbeda untuk pemakai yang berbeda, atau untuk sejumlah besar informasi, yang banyak diantaranya mungkin tidak relevan bagi pemakai tertentu. Akuntabilitas Namun kesulitan lain dalam penetapan tujuan tujuan yang tepat untuk pelaporan keuangan adalah bahwa pemakai hanyalah satu sisi dari persamaan

informasi. Informasi mempunyai potensi untuk memepengaruhi perilaku baik pemakai maupun pemasoknya. Karena itu kedua pihak harus mempertimbangkan dalam transmisi informasi tersebut. Karakteristik Kualitatif
Karakteristik kualitatif pada mulanya didefinisikan sebagai sifat informasi

yang penting agar membuatnya berguna. Board membedakan antara kualitas khusus pemakai dan khusus keputusan. Klasifikasi yang pertama memfokuskan pada kualitas kualitas yang berhubungan dengan pemakai. Jadi, sifat pemakai adalah penentu kunci dalam memeutuskan informasi apa yang diberikan. Karena intelektualitas atau dapat dimengertinya informasi yang diajukan tergantung pada sifat pemakai, karakteristik ini diklasifikasikan sebagai khusus pemakai. Di pihak lain, karakteristik seperti ketepatan waktu tidak bergantung pada pemakai, karena semua pemakai menginnginkan informasi yang tepat waktu. Informasi lain bersifat khusus bagi keputusan tertentu. Manfaat dan Biaya Informasi harus bermanfaat biaya yaitu, manfaatnya harus melebihi biayanya. Meskipun kelihatannya sederhana, analisis manfaat biaya informasi akuntansi sangat sulit dilakukan: bahkan tidak mungkin.

Relevansi Relevansi telah didefinisikan secara beraneka ragam. Pada dasarnya, informasi yang relevan adalah informasi yang mempunyai hubungan dengan masalah yang dihadapi. Informasi dapat mempunyai hubungan sedikitnya dalam tiga cara : mempengaruhi tujuan, dengan mempengaruhi pemahaman, dan dengan mempengaruhi keputusan.

Tujuan Relevansi : tercapai bila informasi memungkinkan tujuan dari pengguna dapat dicapai. Sulit untuk menentukan kapan tercapainya karena tujuan bersifat subjektif. Relevansi semantic : tercapai bila penerima informasi memahami arti sesungguhnya informasi yang dilaporkan. Pada intinya ini merupakan syarat mutlak akan tetapi bukan tujuan akhir. Relevansi keputusan : tercapai bila fasilitas keputusan informasi dibuat untuk pemakai. Nilai Peramalan
Konsep nilai peramalan diturunkan dari model penilaian investasikan yang

didefinisikan oleh FASB sebagai kualitas informasi yang membantu pemakai untuk meningkatkan kemungkinan peramalan dengan benar hasil kejadian masa lalu atau sekarang. Agar data akuntansi relevan dengan pengambilan keputusan oleh investor, hal itu harus menyediakan masukan ke dalam model keputusan investor. Sebelum uji kemampuan peramalan dapat diterapkan, harus ada beberapa pengetahuan mengenai model keputusan apa yang digunakan atau ,odel keputusan apa yang seharusnya digunakan investor. Kesulotan utama dalam penggunaan model deskriptif adalah investor dibatasi oleh informasi yang disediakan bagi mereka. Karena itu, sulit mengevaluasi pengaruh data atau prosedur akuntansi alternative. Pendekatan normative mempunyai manfaat yaitu memberikan kebebasan untuk memilih prosedur akuntansi dan data akuntansi alternative yang sebelumnya tidak dilaporkan. Nilai Umpan Balik Informasi juga mempunyai peran penting dalam menguatkan atau mengkoreksi harapan harapan sebelumnya. Informasi megenai hasil dari satu keputusan seringkali merupakan masukan kunci dalam pengambilan keputusan berikutnya. Informasi jenis ini seringkali disebut umpan balik.

Ketepatan waktu : informasi tidak relevan jika tidak tepat waktu, yaitu hal

itu haris tersedia bagi pengambil keputusan sebelum kehilangan kapasitasnya untuk mepengaruhi keputusan. Ketepatan waktu tidak menjamin relevansi, tetapi relevansi tidaklah mungkin tanpa ketepatan waktu. Oleh karena itu, ketepatan waktu adalah batasan penting pada publikasi laporan keuangan. Akumulasi, peringkasan, dan penyajian selanjutnya informasi akuntansi harus dilakukan secepat mungkin untuk menjamin tersedianya informasi sekarang di tangan pemakai.
Relevansi , Informasi, dan Data : konsep relevansi memungkinkan

seseorang membuat perbedaan yang berguna antara informasi dan data. Data dapat didefinisikan sebagai pengukuran atau deskripsi dari obyek atau kejadian. Informasi dapat didefinisikan sebagai data yang mempunyai pengaruh mengejutkan pada si penerima. Informasi harus menguramgi ketidakpastian, mengkomunikasikan pesan bagi pengambilkeputusan yang mempunyai nilai yang lebih besar daripada biayanya dan secara potensial menimbulkan tanggapan bagi si pengambil keputusan.
Keandalan : keandalan khusus keputusan utama lain, didefinisikan dalam

SFAC 2 sebagai ; kualitas informasi yang menjamin bahwa informasi secara wajar bebas dari kesalahan dan bias dan secara jujur menyajikan apa yang dimaksudkan untuk dinyatakan. Keandalan, menurut FASB adala suatu fungsi dari : 1. Kejujuran Penyajian ( Representational Faithfulness)
Jika seseorang bergantung pada informasi, sangat penting bagi

informasi tersebut untuk melaporkan secara jujur fenomena yang dimaksudkan untuk dinyatakan. Kesesuaian atau persetujuan antara suatu ukuran atau deskripsi dan fenomena yang dimaksudkan untuk digambarkan (beberapa menyebutnya keabsahan). 2. Dapat Diuji

Kata verify (menguji atau membuktikan) diturunkan dari kata Latin berus yanga artinya kebenaran. Menguji berarti menetapkan kebenarannya. Jadi, diasumsikan tidak adanya penilaian subyektif dan pengaruh pribadi. Kemampuan melaui consensus di antara para pengukur untuk menjamin bahwa informasi itu menyajikan apa yang dimaksudkan untuk dinyatakan atau bahwa metode pengukuran yang dipilih telah digunakan tanpa kekeliruan atau bias. 3. Kenetralan
Bias adalah kecenderungan dari suatu ukuran untuk jatuh lebih

sering pada satu sisi daripada sisi yang lain daripada sisi yang lain yang dimaksudkan cenderung jatuh secara sama pada masing masing sisi. Maka bebas dari bias berarti kemampuan prosedur pengukuran untuk memberikan suatu deskriptif akurat dari atribut yang dipertimbangkan itu. Istilah kenetralan sangat berhubungan, tetapi tidak identik bebas dari bias. Kenetralan berarti bahwa seseorang tidak memihak pada suatu hasil yang ditentukan lebih dulu.

Daya Banding Board menyatakan bahwa keguanaan informasi ssangat besar apabila hal itu dinyatakan dalam suatu cara sehingga seseorang dapat membandingkan satu satuan usaha dengan yang lain atau dengan satuan usaha yang sama sepanjang waktu. Maka daya banding didefinisikan sebagai kualitas infromasi yang memungkinkan pemakai untuk mengidentifikasikan kesamaan dan perbedaan antara dua set fenomena ekonomi.

1.

Keseragaman : istilah keseragaman (uniformity) menyiratkan

bahwa kejadian yang sama diperhitungkan kesamaannya. Akuntansi untuk biaya penelitian dan pengembangan adalah suatu contoh keseragaman kaku dalam akuntansi. Akuntasnsi untuk kerugian bersyarat, yang memungkinkan perlakuan berbeda menurut tingkat probabilitas, diberikan sebagai suatu contoh keseragaman terbatas dalam akuntansi.
2.

Konsistensi : konsistensi dalam penggunaan prosedur akuntansi

sepanjang waktu disyaratkan karena kesulitan pembuatan prediksi berdasarkan data seri waktu yang tidak diukur dan diklasifikasikan dalam cara yang sama sepanjang waktu. Materialitas
Konsep relevansi menyiratkan bahwa semua informasi harus disajikan

yang dapat membantu dalam memprediksi jenis informasi yang dibutuhkan dalam proses keputusan atau mungkin membantu secara langsung dalam pengambilan keputusan. Tetapi materialitas juga telah digunakan dalam pengertian positif untuk menentukan apa yang harus diungkapkan untuk pemakaian umum, yang tidak tertentu. Yaitu, informasi bisa dianggap material (sehingga pengungkapan diperlukan) jika pengetahuan dari informasi ini dapat berarti penting bagi pemakai laporan akuntansi. Sifat dasar materialitas adalah mungkin bahwa penilaian dari orang rasional yang megandalkan pada laporan itu akan diubah atau dipengaruhi oleh pemasukan atau koreksi dari pos itu. Materialitas bisa juga dilihat sebagai suatu kendala yang ditentukan oleh ketidakmampuan pemakai spesifik untuk menagani sejumlah besar rincian. Materialitas bisa berhubungan dengan pentingnya perubahan nilai, perbaikan kesalahan dalam laporan sebelumnya, atau pada beberapa sarana pengungkapan data yang dikualifikasikan dan penjelasan atau kualifikasi data yang relevan. Fundamental

Satuan Usaha
Definisi satuan usaha (entity) akuntansi penting karena ia

mendefinisikan bidang kepentingan dan dengan demikian mempersempit kemungkinan obyek kegiatan dan karakterisitik mereka yang bisa dipilih untuk dimasukkan dalam laporan keuangan. Satu pendekatan pada definisi satuan usaha akuntansi adalah menentukan unit ekonomi yang mempunyai kendali atas sumber daya, menerima tanggung jawab umtuk membuat dan melaksanakan komitmen, dan melaksanakan kegiatan ekonom. Konsep satuan usaha dapat mencakup perusahaan legal, satu divisi dari perusahaan itu atau perusahaan super, seperti konsolidasi dari beberapa perusahaan yang saling berhubungan. Kelangsungan Hidup Usaha
Suatu asumsi yang pada umumnya dibuat mengenai sifat satuan usaha

akuntansi yang relevan adalah bahwa kebanyakan unit ekonomi diorganisasikan untuk beroperasi sepanjang suatu periode waktu yang tidak terbatas. Suatu langkah logis untuk mengakui bahwa satuan usaha harus dipandang sebagai tetap beroperasi secara tidak terbatas dalam keadaan normal (postulat kelangsungan hidup usaha). Alasan memasukkan konsep kelangsungan hidup dalam serangkaian fundamental umumnya adalah untuk mendukung teori manfaat dari penilaian, atau dalam beberapa kasus untuk mendukung penggunaan biaya historis sebagai lawan nilai likuidasi. Periodositas Konsep periodisitas merujuk pada kenyataan bahwa akuntan mengukur laba sepanjang periode calendar yang biasa, seperti satu tahun , satu triwulan, atau satu bulan. Pentingnya konsep ini berdasar pada kenyataan bahwa laba relative mudah diukur sepanjang seluruh masa hidup suatu proyek secara umum, laba seumur hidup proyek

sama dengan kas yang diperoleh sepanjang masa hidup proyek. Sangat sulit menentukan laba sebelum akhir proyek. Ketidak pastian dan Konservatisme
Ketidak pastian dalam akuntansi timbul dari dua sumber utama.

Pertama, akuntansi umumnya berhubungan dengan satuan usaha yang diharapkan mempunyai kelangsungan hidup di masa yang akan datang. Karena alokasi sringkali dibuat antara masa lalu dan sekarang, asumsi harus dibuat mengenai logika alokasi alokasi ini berdasarkan harapan masa datang. Kedua pengukuran akuntansi seringkali diasumsikan merupakan pernyataan moneter mengenai kekayan yang mensyaratkan taksiran jumlah masa datang yang tidak pasti. Batasan umum ketidakpastian telah berlaku dasar bagi konsep akuntansi tradisional konservatisme. Konsep konservatisme adalah suatu kendala pada penyajian data yang sebaliknya mungkin dapat diandalkan dan relevan. Untuk mengerti konservatisme dalam akuntansi, kita harus mencoba untuk memahami kondisi kondisi yang menyebabkannya dan menunjukkan unsure kebenaran dalam kendala itu, jika memang benar benar ada. Istilah konservatisme umumnya digunakan untuk mengartikan bahwa akuntan harus melaporkan yang terendah dari beberapa nilai yang mungkin untuk aktiva dan pendapatan dan yang tertinggi dari beberapa nilai yang mungkin untuk kewajiban dan beban. Salah satu argument konservatisme adalah bahwa kecenderungan akuntansu terhadap pesimisme dianggap penting untuk mengimbangi optimisme yang berlebihan dari manajer dan pemilik. Unit Moneter
Meskipun data akuntansi tidak terbatas pada pengukuran dalam satuan

unit moneter, laporan akuntansi secara tradisional mencakup terutama informasi keuangan. Batasan atau kendala yang paling serius adalah karena kenyataan bahwa nilai unit moneter tidak stabil sepanjang

waktu. Kendala pengukuran dari ketidakstabilan unit pengukuran memerlukan beberapa modifikasi dalam penggunaan harga pertukaran dari periode waktu yang berbeda yang dinyatakan dalam satuan uang.