Anda di halaman 1dari 11

Pilihan Ganda

1. Apabila dicermati materi dalam Pasal 4A UU PPN 1984, ternyata kegiatan usaha atau pekerjaan perusahaan katering yang menyebabkan pengusaha katering memiliki status bukan PKP karena............ a. menyerahan non BKP b. menyerahkan non JKP c. menyerahkan non BKP sama dengan restoran d. menyerahkan non BKP dan menyerahkan non JKP Dasar hukum: Pasal 4 A ayat 2 dan ayat 3 2. PT Bangun Persada selaku pemborong dan sudah dikukuhkan sebagai PKP menyerahkan gedung yang sudah selesai direnovasi kepada Kementerian Agama pada tanggal 17 Januari 2011. Surat Penagihan disampaikan pada tanggal 16 Februari 2011, namun pembayarannya baru diterima pada tanggal 7 April 2011, sehingga Faktur Pajak wajib dibuat a. paling lambat pada tanggal 7 April 2011 b. paling lambat pada tanggal 16 Februari 2011 c. pada tanggal 7 April 2011 d. pada tanggal 16 Februari 2011 3. Salah satu legal karakter PPN adalah PPN sebagai pajak atas konsumsi menimbulkan konsekuensi PPN bukan pajak atas kegiatan bisnis sehingga . a para pengusaha tidak perlu dikenai PPN b. PPN hanya dikenakan kepada konsumen c. PKP sebenarnya tidak pernah membayar PPN sehingga jangan dibebani PPN d. PPN dikenakan hanya atas penyerahan BKP/JKP untuk dikonsumsi bukan untuk kegiatan produksi 4. Sesuai dengan refleksi dari salah satu karakteristiknya sehingga PPN mendapat sebutan bukan pajak atas kegiatan bisnis maka ketika BKP atau JKP selaku objek PPN diserahkan antar PKP dan digunakan untuk menjalankan kegiatan usaha melakukan penyerahan kena pajak, maka secara yuridis para PKP tersebut sebenarnya .. a. membayar PPN yang terutang b. tidak membayar PPN c. berhak mengkreditkan Pajak Masukan d. wajib memungut PPN yang terutang

5. PT Bangun Perkasa selaku pemborong bangunan dikukuhkan sebagai PKP sejak 18 Mei 2001, pada tanggal 12 Mei 2011 menjual dua unit mobil masing-masing berupa jip yang semula untuk kegiatan operasional di lokasi proyek dengan Harga Jual Rp 30.000.000,00, dan bus yang semula untuk antar jemput anak sekolah para karyawan perusahaan dengan Harga Jual Rp 60.000.000,00, .......... a. dikenai PPN seluruhnya 10% x 10% x Rp 90.000.000,00 = Rp 900.000,00 b. dikenai PPN 10% x Rp 90.000.000,00 = Rp 9.000.000,00 karena syarat Pajak Masukan dapat dikreditkan tidak relevan lagi c. dikenai PPN 10% x Rp 60.000.000 saja, karena Pajak Masukan atas pembelian jip tidak dapat dikreditkan d. dikenai PPN 10% x Rp 30.000.000,00 karena syarat Pajak Masukan dapat

dikreditkan tidak lagi menjadi persyaratan umum


Dasar hukum : Pasal 16D UU PPN 1984 6. Salah satu pertimbangan pengenaan PPnBM di samping PPN terhadap anggota masyarakat yang mengonsumsi BKP Yang Tergolong Mewah adalah . a. sesuai dengan karakteristik PPN sebagai pajak atas konsumsi b. untuk mencegah anggota masyarakat tertentu mengonsumsi BKP Yang Tergolong Mewah misalnya minuman mengandung alkohol c. untuk mengurangi kesenjangan beban pajak yang dipikul oleh anggota masyarakat yang ber-penghasilan tinggi dengan anggota masyarakat yang berpenghasilan rendah d. untuk memenuhi karateristik PPnBM selaku pungutan tambahan di samping PPN.

KISI-KISI PPN DAN PEMBAHASAN

Page 1

7. Salah satu karakteristik PPN adalah PPN sebagai pajak objektif yang bermakna bahwa dalam pengenaannya PPN sangat ditentukan oleh adanya objek pajak tanpa memperhatikan kondisi subjektif subjek pajaknya, sehingga PPN. a. memperhatikan asas keadilan karena setiap orang atau badan yang mengonsumsi BKP atau JKP yang sama dikenai PPN dengan jumlah yang sama b. memperhatikan asas keadilan karena anggota masyarakat yang berpenghasilan tinggi maupun rendah diperlakukan sama c. tidak memperhatikan asas keadilan karena memberi perlakuan sama terhadap orang yang berpenghasilan tinggi dengan yang berpenghasilan rendah d. sangat memperhatikan asas keadilan karena tidak bersikap diskriminatif. 8 Atas penyerahan buah kelapa sawit oleh PT Perkebunan yang telah dikukuhkan sebagai PKP kepada PT Industri Minyak sawit a. tidak terutang PPN karena buah-buahan termasuk non BKP b. tidak dikenai PPN karena memperoleh fasilitas dibebaskan dari pengenaan PPN c. dikenai PPN karena buah kelapa sawit adalah BKP d. dikenai PPN karena buah kelapa sawit adalah BKP namun memperoleh fasilitas dibebaskan Dasar hukum : Memori penjelasan Pasal 4A ayat 2 UU PPN 1984 9. PT Woro-Woro sudah dikukuhkan sebagai PKP, melakukan kegiatan memasarkan produk Belgium PLc. yang berkedudukan di Brussel untuk di kawasan Asia Tenggara. Atas imbalan (fee) yang diterima dari Belgium PLc. . a. terutang PPN karena termasuk ekspor JKP b. tidak terutang PPN karena tidak termasuk JKP yang atas ekspornya dikenai PPN c. terutang PPN karena jasa tersebut dilakukan di dalam Daerah Pabean d. tidak terutang PPN karena jasa pemasaran ini dimanfaatkan di luar Daerah Pabean. Dasar hukum : SE 145/PJ/2010 10. Pada tanggal 18 Mei 2011, PT Abdi Tunggal yang sudah dikukuhkan sebagai PKP pengelola sebuah pasar swalayan, menerima Faktur Pajak tertanggal 19 Desember 2010 atas penmbelian sebuah mobil box yang penyerahannya dilakukan pada tanggal 20 September 2010 dari Dealer kendaraan bermotor maka Pajak Masukan dalam Faktur Pajak ini . a. dapat dikreditkan dalam SPT Masa PPN Maret 2011 b. dapat dikreditkan dengan cara pembetulan SPT Masa PPN Maret 2011 c. tidak dapat dikreditkan karena penerimaannya sudah melampaui 3 bulan setelah akhir Masa Pajak d. dapat dikreditkan dengan cara pembetulan SPT Masa PPN Desember 2010 11. Berkaitan dengan kegiatan renovasi bangunan rumahnya seluas 330 m2, Tn Akbar menurunkan dan mengganti atap yang sudah tua, lapuk, dimakan rayap sehingga ketika hujan banyak yang bocor. Pelaksanaanya dikerjakan oleh Pak Hasan dan teman-temannya selakui tukang kayu dan tukang batu harian, menghabiskan biaya Rp 20.000.000,00 .. a. terutang PPN Membangun Sendiri berdasarkan Pasal 16C UU PPN 1984 sebesar Rp 800.000,00 b. terutang PPN Membangun Sendiri berdasarkan Pasal 16C UU PPN 1984 sebesar Rp2.000.0000,00 c. tidak terutang PPN Pak Hasan dan teman-temannya tidak dikukuhkan sebagai PKP d. tidak terutang PPN karena membangun sendiri dalam Pasal 16C UU PPN 1984 tidak termasuk renovasi Dasar hukum: PMK-39/PMK.03/2010 12. PT Kencana telah dikukuhkan sebagai PKP dengan jenis usaha industri keramik berkedudukan di kawasan berikat, membeli barang modal berupa mesin dari PT Indomesin Andalan di DPIL a. memperoleh fasilitas PPN tidak dipungut karena berada di kawasan berikat b. memperoleh fasilitas dibebaskan dari pengenaan PPN meskipun berada di kawasan berikat c. memperoleh fasilitas PPN Ditanggung Pemerintah karena berada di kawasan berikat d. tidak dikenai PPN karena UU PPN 1984 tidak berlaku di kawasan berikat Dasar hukum : PMK.101/PMK.03/2005 13 Sesuai dengan perjanjian waralaba (franchise) Sasmita yang membuka usaha restoran fast food menggunakan merek Sinamobento, sebuah merek dagang dari sebuah restoran di Jepang, mentransfer royalti kepada pemilik merek dagang di Jepang . a. terutang PPN dan wajib disetor ke kas negara dan Sasmita wajib melaporkan usahanya untuk
KISI-KISI PPN DAN PEMBAHASAN Page 2

dikukuhkan sebagai PKP b. terutang PPN dan wajib disetor ke kas negara, dan Sasmita wajib mendaftarkan diri untuk memperoleh NPWP apabila ia belum memiliki NPWP c. tidak terutang PPN karena pengusaha restoran bukan PKP d. tidak terutang PPN karena royalti bukan objek PPN Dasar hukum : Pasal 4 ayat 1 huruf d UU PPN 1984 jo. PMK 40/PMK.03/2010 14. Ketika PT Mebel Nusantara selaku PKP pabrikan mebel di kawasan berikat menyerahkan sejumlah almari dan meja biro box kepada Bank Bakti Nusa yang juga berlokasi di kawasan berikat a. tidak perlu membuat Faktur Pajak karena penyerahan BKP di/antar Kawasan Berikat mendapat fasilitas PPN Tidak Dipungut b. tidak perlu membuat Faktur Pajak karena penyerahan BKP ke Kawasan Berikat mendapat fasilitas Bebas PPN c. wajib membuat Faktur Pajak untuk memungut PPN yang terutang d. wajib membuat Faktur Pajak meskipun memperoleh fasilitas PPN Tidak Dipungut Dasar hukum : PMK-101/PMK.03/2005 15. PT Mustika Kencana adalah pabrikan yang berkedudukan di kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas (Kawasan Bebas) mentransfer royalti atas pemakaian merek dagang dan jasa konsultasi serta pemasaran kepada sebuah perusahaan di Jerman selaku pemilik merek dagang dimaksud .............. a. tidak dikenai PPN karena pemanfaatannya dilakukan di Kawasan Bebas b. memperoleh fasilitas PPN Tidak Dipungut c. memperoleh fasilitas Bebas PPN d. tidak dikenai PPN karena penyerahan BKP/JKP dilakukan di atau ke Kawasan Berikat Dasar hukum : PP 2 tahun 2009 16. Ketika PT Kidang Talun, selaku KP Pemborong bangunan mentransfer royalti kepada pemilik hak cipta teknologi pembangunan rumah tahan gempa di Jepang, sehubungan dengan pembangunan rumah untuk korban bencana alam gempa bumi yang dananya berasal dari hibah (grant) luar negeri............. a. dikenai PPN atas pemanfaatan BKP Tidak Berwujud dari luar, di dalam Daerah Pabean b. tidak dikenai PPN c. dikenai PPN tetapi memperoleh fasilitas Dibebaskan dari PPN d. dikenai PPN tetapi memperoleh fasilitas PPN Tidak Dipungut Dasar hukum : PP 42 tahun 1995 17. PT Antasena yang berkedudukan di Jakarta telah dikukuhkan sebagai PKP dengan bidang usaha bengkel mesin pabrik, melakukan perbaikan mesin pabrik milik PT Indo Tekstil selaku PDKB a. wajib membuat Faktur Pajak untuk memungut PPN yang terutang b. tidak perlu membuat Faktur Pajak karena memperoleh fasilitas Bebas PPN c. membuat Faktur Pajak meskipun memperoleh fasilitas PPN Tidak Dipungut d. tidak perlu membuat Faktur Pajak karena penyerahan JKP kepada PDKB tidak terutang PPN Dasar hukum : PMK-101/PMK.03/2005 18. Dalam tahun 2010, PT Kemukus adalah PKP industri mebel membangun sendiri sebuah gedung untuk gerai seluas 350 m2. PPN atas pembelian bahan bangunan dari PKP toko bahan bangunan, merupakan Pajak Masukan yang tidak dapat dikreditkan sehingga berkenaan dengan pelaksanaan Pasal 16D UU PPN 1984, apabila dikemudian hari gedung tersebut dijual a. tidak dikenai PPN karena Pajak Masukannya tidak dapat dikreditkan b. tidak dikenai PPN karena dilakukan tidak dalam kegiatan usaha atau pekerjaan PT Kemukus c. dikenai PPN Pasal 16D karena Pajak Masukan tersebut sebenarnya sudah dikreditkan d. dikenai PPN karena sejak 1 April 2010 syarat Pajak Masukan dapat dikreditkan tidak relevan lagi 19. Gerbong kereta api bekas yang merupakan hibah dari Pemerintah Jepang kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk menambah armada angkutan umum yang dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia .. a. tidak dikenakan PPN karena yang diimpor berupa gerbong kereta api bekas b. dikenakan PPN dengan tarif 10% meskipun yang diimpor gerbong kerea api bekas
KISI-KISI PPN DAN PEMBAHASAN Page 3

c. dibebaskan dari pengenaan PPN meskipun yang diimpor berupa gerbong kereta api bekas d. mendapat fasilitas PPN tidak dipungut karena merupakan hibah dari negara lain Dasar hukum : PP 12 tahun 2001 jo. PP 31 tahun 2007 20. Setelah melakukan penyerahan BKP pada tanggal 7 Agustus 2010, PT Utilisasi Permana selaku PKP Pedagang Besar membuat Faktur Pajak Standar pada tanggal 8 November 2010 dan sudah dilaporkan sebagai Pajak Keluaran dalam SPT Masa PPN Masa Pajak November 2010. Faktur Pajak ini baru diserahkan kepada PKP Pembeli ketika sudah ada kepastian pembayaran PPN-nya, yaitu pada tanggal 21 Maret 2011, sehingga Pajak Masukan dalam Faktur Pajak ini bagi PKP Pembeli.. a. tidak dapat dikreditkan karena pembuatannya sudah melampau jangka waktu 3 bulan sejak saat Faktur Pajak seharusnya dibuat b. tidak dapat dikreditkan karena diterima dalam suatu Masa Pajak dalam tahun pajak yang berbeda dengan tahun pembuatan Faktur Pajak c. masih memenuhi syarat untuk dikreditkan dalam SPT Masa PPN Masa Pajak Februari 2011 yang disampaikan ke KPP paling lama tanggal 31 Maret 2011 d. dapat dikreditkan dengan cara pembetulan SPT Masa PPN Desember 2010 21. Saat pembuatan Faktur Pajak adalah: a. Saat pembayaran oleh pembeli b. Saat penagihan harga jual oleh penjual c. Saat penyerahan BKP kepada pembeli. d. Saat pengiriman BKP kepada pembeli. Dasar hukum : Pasal 13 ayat 1 a UU PPN 1984 22. Pajak Masukan yang dapat dikreditkan: a. Faktur Pajak yang tidak cacat b. Faktur Pajak yang ada hubungannya dengan kegiatan usaha c. Faktur Pajak Sederhana d. Faktur Pajak Standar. 23. Kelebihan Pajak Pertambahan Nilai dalam 1 (satu) masa pajak pada Ps. 9 ayat 4, a. Harus dikompensasikan ke masa pajak berikutnya. b. Dapat dimintakan restitusi setiap masa pajak c. Dapat diajukan restitusi pada akhir tahun buku d. Dapat dimintakan restitusi akhir tahun pajak. Dasar hukum : Pasal 9 ayat 4 a UU PPN 1984 24. PPN yang dibayar atas pembelian BKP oleh pemegang paspor luar negeri, a. Seluruhnya dapat dimintakan kembali. b. Hanya meliputi sebagian BKP tertentu saja c. Hanya PPN yang nilainya paling sedikit Rp. 500.000,00 d. Hanya PPN yang nilainya paling banyak Rp. 500.000,00 Dasar hukum : Pasal 16E UU PPN 1984 25. Pasal 16 F UU PPN 1984 merupakan, a. Pasal yang memang merupakan pasal baru dalam UU Perpajakan kita. b. Sudah pernah diatur dalam UU PPN, kemudian dicabut. c. Sudah pernah diatur dalam UU KUP. d. Sudah pernah diatur dalam UU PPSP. 26. Ahmadi, karyawan PT Begananda sedang menyusun redaksional surat perjanjian jual beli kendaraan bermotor dengan Harga Jual Rp 20.000.000,00 menggunakan kertas meterai. Dalam perjanjian pada kertas meterai ini ditegaskan bahwa pihak pembeli dipersyaratkan membayar uang muka sebesa 5%, kemudian kendaraan bermotor akan diserahkan paling lama 30 (tiga puluh) hari sejak uang muka diterima oleh PT Begananda selaku pedagang eceran (dealer) kendaraan bermotor. Selain itu ada pernyataan bahwa uang muka sebesar Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah) telah terima setelah surat perjanjian ini ditandatangani oleh kedua pihak. Sehubungan dengan itu maka ketika kertas meterai akan ditandatangani oleh kedua belah pihak ................ a. tidak perlu dibubuhi meterai tempel b. wajib dibubuhi dua keping meterai tempel masing-masing Rp 6.000,00
KISI-KISI PPN DAN PEMBAHASAN Page 4

c. wajib dibubuhi meterai tempel Rp 6.000,00 d. wajib dibubuhi meterai tempel Rp 3.000,00 27. Karena pada akhir bulan Fransiska jatuh sakit sehingga tidak dapat masuk kantor, padahal pada hari itu merupakan hari pembayaran gaji karyawan maka Fransiska membuat surat kuasa kepada salah seseorang untuk menerima gajinya. Karena surat kuasa pengambilan gaji merupakan dokumen yang bersifat perdata maka ............... a. terutang Bea Meterai sebesar Rp 6.000,00 b. terutang Bea Meterai sebesar Rp 3.000,00 c. tidak terutang Bea Meterai d. terutang Bea Meterai Rp 3000,00 atau Rp 6.000,00 tergantung jumlah gaji Dasar hukum : Pasal 2 ayat 1 huruf a UU No. 13 tahun 1985 28. Ketika melakukan pemeriksaan, Pemeriksa pajak menemukan pelanggaran penggunaan mesin teraan Bea Meterai. Karena mengalami kerusakan, penggunaan mesin teraan mencapai Rp 17.500.000,00 melampaui jumlah Bea Meterai yang disetor menggunakan SSP sebesar Rp 15.000.000 juta. Sehubungan dengan itu pengguna mesin teraan .................. a. diwajibkan menyetor kelebihan penggunaan mesin teraan sebesar Rp 2.500.000,00 b. wajib menyetor kelebihan penggunaan mesin teraan ditambah denda 200% c. dikenai sanksi berupa pencabutan ijin penggunaan mesin teraan d. perngusaha yang bersangkutan dikenai sanksi pidana Dasar hukum : PER 45/PJ/2008 29. Ijazah S1 yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi swasta .............. a. terutang Bea Meterai Rp 6.000,00 b. terutang Bea Meterai Rp 3.000,00 c. terutang Bea Meterai ijazah yang dikeluarkan oleh perguruan tinggi swasta merupakan dokumen bersifat hukum perdata d. tidak terutang Bea Meterai Dasar hukum : Pasal 4 huruf b UU 13 tahun 1985 30. Surat-surat kerumahtanggaan merupakan dokumen yang tidak terutang Bea Meterai, tetapi apabila dikemudian hari digunakan sebagai alat bukti di depan sidang pengadilan, maka terutang Bea Meterai yang pelunasannya dilakukan dengan cara................ a. menggunakan Meterai Tempel Rp 6.000,00 b. menggunakan Meterai Tempel Rp 3.000,00 atau Rp 6.000,00 tergantung jumlah uang yang disebut c. pemeteraian kemudian yang dilakukan oleh petuga kantor pos d. menyetor tunai ke kas negara menggunakan SSP Dasar hukum : Pasal; 2 ayat 3 UU 13 tahun 1985 jo. PasalKMK-476/KMK.03/2002 jo. PER 23/PJ/2010 31. Surat Saham dan Surat Obligasi merupakan bentuk surat berharga yang dikenai Bea Meterai ......... a. Rp 3.000,00 berapapun nilai nominal saham atau obligasi yang tercantum di dalamnya b. Rp 6.000,00 karena merupakan dokumen yang bersifat perdata c. Rp 3.000,00 atau Rp 6.000,00 sesuai dengan nilai nominal yang tercantum di dalamnya d. Rp 3.000,00 karena merupakan dokumen yang bersifat sama dengan cek atau bilyet giro Dasar hukum : Pasal 2 ayat 1 huruf d UU 13 tahun 1985 32. Ketika PT Guntur Saketi menyerahkan BKP kepada pembeli dengan Harga Jual Rp100.000.000,00, maka selalu PKP wajib membuat Faktur Pajak dengan PPN sebesar Rp 10.000.000,00 ............. a. wajib dibubuhi Meterai Tempel Rp 6.000,00 b. wajib dibubuhi Meterai Tempel dengan tarif tetap Rp 3.000,00 c. tidak perlu dibubuhi Meterai Tempel karena merupakan dokumen pajak d. Bea Meterai-nya dilunasi menggunakan mesin teraan Dasar hukum : Pasal 4 ayat 1 huruf e UU 13 tahun 1985 33. Berdasarkan UU Nomor 13 Tahun 1985, Bea Meterai adalah pajak atas ......................... a. dokumen yang memilik arti tertentu bagi pembuatnya
KISI-KISI PPN DAN PEMBAHASAN Page 5

b. dokumen yang pembuatannya ditutup dengan tanda tangan c. dokumen yang bersifat perdata d. Dokumen yang disebut dalam UU Nomnor 13 Tahun 1985 Dasar hukum : Pasal 1 angka 1 UU No. 13 tahun 1985 34. Kertas Meterai dan Meterai Tempel dapat diperoleh dengan cara membeli di kantor pos pedagang eceran yang ditunjuk.............. a. karena merupakan benda pos seperti halnya perangko b. meskipun bukan benda pos c. meskipun merupakan benda meterai sebagai tanda pelunasan pajak d. karena pengadaannya oleh PT Pos Indonesia atau

35. Dokumen yang dibuat di luar negeri ketika akan digunakan di Indonesia wajib dilunasi terlebih dahulu Bea Meterai yang terutang dengan cara ................ a. dibubuhi Meterai Tempel Rp 6.000,00 b. dibubuhi Meterai Tempel Rp 6.000,00 kemudian dilegalisasi oleh KPP yang terkait c. pemeterai kemudian yang dilakukan di KPP d. pemeteraian kemudian yang dilakukan oleh kantor pos Dasar hukum : Pasal 1 ayat 2 huruf d dan pasal 10 UU 13 tahun 1985 jo. KMK476/KMK.03/2002 jo. PER 23/PJ/2010

SOAL HITUNGAN
1. PT KALIMONGSO adalah PKP industri sepatu, tas dan barang-barang dari kulit sejak 18 Maret 2000. Produknya menggunakan merek LA SPINOLA, merek dagang yang berasal dari SEPANYOL. Dalam Masa Pajak Mei 2011, tercatat beberapa kegiatan penyerahan sepatu sebagai berikut : a. 7 Mei 2011 menerima pembayaran dari PT Santana sebuah perusahaan industri biskuit di Kawasan Berikat sehubungan dengan penyerahan sepatu pada tanggal 1 April 2011 dengan Harga Jual Rp70.000.000,00. b. 12 Mei 2011 mengambil sejumlah sepatu dan tas kulit untuk diberikan kepada karyawan sebagai bonus akhir tahun buku 2010. Harga Jual seluruhnya sebenarnya Rp78.000.000,00 termasuk laba kotor 20%. c. 17 Mei 2011 menyerahkan bahan baku berupa kulit domba dengan Harga Jual Rp 350.000.000,00 kepada PT Dahlia sebuah perusahaan industri sepatu di Kawasan Berikat. d. 21 Mei 2011 menerima pembayaran dari PT Padas Gempal atas penyerahan sepatu yang dilakukan pada tanggal 5 April 2011 dengan Harga Jual Rp 150.000.000,00. e. 25 Mei 2011 melakukan penyerahan secara konsinyasi kepada Plasa Guntur sejumlah sepatu dengan tas kulit masing-masing dengan Harga Jual Rp 500.000.000,00, dan Rp800.000.000,00. f. Transaksi dengan Pemungut PPN sebagai berikut : 1) 26 Mei 2011 menerima pembayaran Rp900.000.000,00 dari Bendahara KEMDIKNAS melalui KPPN atas penyerahan 15.000 pasang sepatu untuk siswa SD yang dananya berupa hibah (grant) dari UNESCO, sesuai dengan surat tagihan tertanggal 1 Mei 2011. 2) 28 Mei 2011 menyampaikan tagihan kepada Satuan Kerja Pengadaan Tas Kulit dan Sepatu Wanita untuk peserta Loka Karya Wanita Teladan, Kementerian Pemberdayaan Wanita dengan Harga Jual sesuai dalam surat Perjanjian sebesar Rp 132.000.000,00 termasuk PPN. 3) 30 Mei 2011 menyerahkan sejumlah sepatu kepada Satuan Kerja Pengadaan Sepatu Untuk Transmigran di Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan Harga Penyerahan sejumlah Rp330.000.000,00 termasuk PPN. g. Pajak Masukan berdasarkan Faktur Pajak yang diterima adalah : 1) Faktur Pajak tertanggal 12 April 2011 dengan PPN Rp30.000.000,00 sehubungan dengan pembelian kulit bahan baku sepatu dari PT Sura Andini yang penyerahannya dilakukan pada tanggal 2 Maret 2011. Faktur Pajak ini baru diterima tanggal 23 Mei 2011. 2) Faktur Pajak tertanggal 13 Mei 2011, dengan PPN Rp27.000.000,00 sehubungan dengan pembelian kain pelapis sepatu dari PT Sinar Pelangi yang penyerahannya dilakukan pada tanggal 15 Februari 2011. 3) PPN atas transfer royalti kepada pemilik merek dagang di Sepanyol disetor menggunakan SSP pada tanggal 13 Mei 2011, sedangkan royalti ditranfer pada tanggal 21 April 2011 adalah sebesar Rp90.000.000,00. Hitung : Berapa PPN yang wajib dibayar ke Kas Negara untuk Masa Pajak Mei 2011 ?

KISI-KISI PPN DAN PEMBAHASAN

Page 6

KISI-KISI PPN DAN PEMBAHASAN

Page 7

Jawab: No. Tanggal FP Transaksi PK PK tidak masuk perhitungan/ mendapat fasilitas 10%x 70.000.000 =7.000.000 PM PM tidak dpt dikredit/ mendapat fasilitas Ket

1 April 2011

Penerimaan Pembayaran atas penyerahan sepatu ke PDKB (PMK-101/PMK.03/2005)

Tidak mendapat fasilitas karena tidak untuk diolah kembali Masuk masa Pajak April 2011

b c

12 Mei 2011 17 Mei 2011

5 April 2011

e f.1

25 Mei 2011 1 Mei 2011

Pemberian Cuma-Cuma BKP (KEP-87/PJ/2002) Penyerahan bahan baku ke PDKB (PMK101/PMK.03/2005) Penerimaan pembayaran atas penyerahan BKP pasal 4 ayat 1 huruf a Penyerahan konsinyasi (Pasal 1A UU PPN 1984) Penyerahan kepada pemungut atas transaksi penyerahan BKP dengan dana berasal dari luar negeri

10/120 X 78.000.000 =6.500.000 10% x 350 jt =35 juta 10% x150 jt =15 juta 10% x 500 jt= 50 jt 10% x 800 jt= 80 jt 10% x 900 jt =90 jt FP dibubuhi cap PPN & PPnBM tidak dipungut sesuai dengan PP 42 tahun 1995 10/110 x 132 jt =12 jt 10/110 x 330 jt =30 jt PPN tidak dipungut

Masa Pajak April

f.2 f.3

28 Mei 2011

Penyerahan kepada pemungut PPN Belum dibuat FP Penyerahan kepada pemungut karena FP dibuat saat penagihan

Dipungut Kementrian Pemberdayaan Wanita Belum dibuat FP

KISI-KISI PPN DAN PEMBAHASAN

Page 1

g.1

12 April 2011

g.2 g.3

13 Mei 2011 13 Mei 2011

Pembuatan FP masih dlm jangka waktu 3 bln dan diterima dalam waktu 3 bulan Pembuatan FP masih dlm jangka waktu 3 bln Pemanfaatan BKP tidak berwujud dari luar daerah pabean 136.500.000

30.000.000

27.000.000 90.000.000

Dikreditkan pajak yang yaitu Mei Dikreditkan pajak Mei Dikreditkan pajak Mei

pada masa tidak sama pada masa pada masa

TOTAL

147.000.000

Perhitungan PPN KB/LB PK 136.500.000 PM 147.000.000 LB (10.500.000)

KISI-KISI PPN DAN PEMBAHASAN

Page 2

2. HITUNGAN LAGI :D
Pengusaha Kena pajak B adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industry pembuatan barang-barang electronic. Pada bulan Januari 2011 membeli mobil Box seharga Rp. 150.000.000,- dan PPN sebesar Rp. 15.000.000,-. Mobil Box tersebut semula akan digunakan untuk kegiatan pabrik. Ternyata dalam tahun 2011 mobil Box tersebut digunakan untuk kegiatan social sebanyak 20% dan untuk kegiatan pabrik sebanyak 80%. Pertanyaan: Hitung Pajak Masukan yang harus diperhitungkan kembali pada bulan Maret 2012. Dasar hukum: Pasal 9 ayat 7 dan 7a UU PPN 1984 jo. PMK-78/PMK.03/2010 Diketahui: y Pembelian Mobil box (termasuk barang modal) seharga Rp150.000.000 y PPN PM Rp15.000.000 y Kegiatan sosial 20% y Kegiatan pabrik 80% Saat pembelian pada bulan Januari 2011: Dikreditkan pada masa pajak Januari 2011 sebesar Rp15.000.000 Alokasi PM setiap tahunnya = 15.000.000/4 =3.750.000 Pada akhir tahun pajak dilakukan penghitungan kembali: PM =80% x 15.000.000/4 PM=3.000.000 PM yang harus diperhitungkan kembali adalah Rp3.750.000 Rp3.000.000 = Rp750.000 (Mengurangi masa pajak pada masa penghitungan kembali. Paling lambat akhir bulan ketiga setelah tahun pajak berakhir)

3.

Esay
a. Sebutkan perbedaan Pasal 1 A ayat 1d dengan Pasal 16 D UU PPN 1984. Perbedaan Bunyi Pasal Pasal 1A ayat 1 1d pemakaian sendiri dan/atau pemberian cuma-cuma atas Barang Kena Pajak; Pasal 16D Pajak Pertambahan Nilai dikenakan atas penyerahan Barang Kena Pajak berupa aktiva yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan oleh Pengusaha Kena Pajak, kecuali atas penyerahan aktiva yang Pajak Masukannya tidak dapat dikreditkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (8) huruf b dan huruf c." Tidak ada aturan pelaksanaan khusus ttg 16D Harga jual (PP138 tahun 2000)

Aturan KEP-87/PJ/2002 pelaksanaan DPP DPP nilai lain yaitu Harga jual dikurangi laba kotor (PMK75/PMK.03/2010 jo. KEP87/PJ/2002 ) Objek Seluruh BKP selama BKP tersebut ada kaitan dengan kegiatan usaha (menurut Pak Untung dan menurut saya karena syarat penyerahan dikenakan PPN jika - dilakukan PKP dalam Daerah
KISI-KISI PPN DAN PEMBAHASAN

BKP yang menurut tujuan semula tidak untuk diperjualbelikan, tidak termasuk sedan, station wagon serta BKP yang tidak berkaitan dengan kegiatan usaha

Page 1

Pabean - dalam rangka kegiatan usaha -yang diserahkan BKP Seluruh BKP baik yang berkaitan dengan kegiatan usaha maupun yang tidak berkaitan dengan kegiatan usaha (menurut Pak Rinaldi Sudjatina & Pak Hari Sugiharto) Pembayaran Tidak ada pembayaran Saat Saat penyerahan BKP pembuatan FP

Penyerahan kepada

PKP itu sendiri, kepada karyawan, atau kepada pihak lain yang dilakukan tanpa pembayaran

Ada pembayaran Saat penyerahan BKP, dalam hal pembayaran lebih dulu dari penyerahan, maka saat pembuatan FP adalah saat pembayaran Kepada pihak lain dengan pembayaran

b. Apa isi Pasal 16 A UU PPN 1984. Intinya tentang Pemungut PPN Kalau ditanya isi pasal aja ya copas aja pasal 16A Tapi kalau pertanyaannya tentang jelaskan mekanisme pemungutan PPN menurut pasal 16A silakan pelajari kembali KMK-563/KMK.03/2003 jo. PMK73/PMK.03/2010.

Pasal 16A (1) Pajak yang terutang atas penyerahan Barang Kena Pajak dan atau penyerahan Jasa Kena Pajak kepada Pemungut Pajak Pertambahan Nilai dipungut, disetor, dan dilaporkan oleh Pemungut Pajak Pertambahan Nilai. Tata cara pemungutan, penyetoran, dan pelaporan pajak oleh Pemungut Pajak Pertambahan Nilai sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), diatur dengan Keputusan Menteri Keuangan." (KMK-563/KMK.03/2003 jo. PMK-73/PMK.03/2010 Wajib dipelajari ya PMK nya Adik-adik

(2)

Sukses Buat UAS nya Nanti! Practice Makes Perfect

Dibahas oleh: Rizmy Otlani Novastria Segera hubungi saya jika ada perbedaan pendapat , okeeh... ^^

KISI-KISI PPN DAN PEMBAHASAN

Page 2