Anda di halaman 1dari 18

-NURFAHANA -NABILAH

Imbalans antara eksitasi dan inhibisi Adanya sinkroni dari pelepasan neuronal

Eksitasi yang berlebihan

Letupan neuronal yang cepat waktu kejang, merekrut sistim neuronal yang berhubungan secara sinaptik, sehingga terjadi pelepasan yang berlebihan

Kejang

Sistemik

Tumor

Trauma, Non-epileptik Infeksi, dan Epileptik Serebrovaskuler Kejang

Demam

Hiponatremia berat penurunan kesadaran dan kejang


Hiponatremia akibat adanya edema sel otak karena air dari ektrasel masuk ke intrasel yang osmolalitas-nya lebih tinggi.

Hipernatremia usia lanjut @ penderita diabetes insipidus


Oleh karena air keluar maka volume otak mengecil dan menimbulkan robekan pada vena menyebabkan perdarahan lokal dan subarakhnoid.

Cth : Meningioma, glioblastoma, dan astrositoma Lokasi terutama supratentorium dan mengenai korteks terutama semakin menghampiri sulkus sentralis. Tekanan intrakranial yang melonjak secara cepat

Kejang

Jaringan parut

Efek mekanis

Terganggunya aliran darah

Iskemia KEJANG Destruksi kontrol inhibitorik dendrit Perubahan sistem penyangga ion ekstrasel

Infeksi

Kejang dapat terjadi akibat fase akut atau sekuele dan infeksi susunan saraf pusat (SSP) yang Disebabkan oleh bakteri, virus atau parasit.

GANGGUAN PADA CEREBROVASKULER

Inj ri ere r l

Periode l ten i
(Epileptogene i ; ker s k n neuronal segera atau lam at, neurogenesis, gliosis, axonal dan dendritic plastisitas, angiogenesis, inflamasi, dan reorganisasi molekular reseptor dan kanal ion)

ejang spontan

Memiliki berbagai etiologi

Kumpulan gejala dan tanda klinis, ditandai oleh bangkitan (seizure) berulang akibat gangguan fungsi otak secara intermitten

Terjadi oleh lepas muatan listrik abnormal dan berlebihan di neuron neuron secara paroksismal

Pemeriksaan jalan napas, pernafasan, dan sirkulasi Penatalaksanaan Menghentikan kejang secara umum Menemukan harus meliputi : penyebabnya Menangani penyebabnya

*Dengan tujuan untuk mengontrol kejang agar tidak sampai terjadi kerusakan saraf

Control

pemberian enzodiazepin intravena @ IM


Lorazepam 4 mg diazepam 10 mg (dewasa). pantau apabila terjadi depresi kardiovaskular atau pernafasan.

Pemberian enitoin, apabila tidak berespon ter adap enzodiazepin.


20 mg/kg IV & dapat ditamba 10 mg/kg IV hati-hati Pemberian enitoin parenteral jika diberikan terlalu epat (Propylene glycol) hipotensi, aritmia, jantung bahkan kematian.

sam valproat dapat mengobati semua jenis kejang. (dosis15-20 mg/kg). tau Fenobarbital(dosis 20-30 mg/kg).

pemberian anti epilepsi + infus (bila terapi obat tidak mumpan).


pentobarbital bolus 5-15 mg/kg lanjutkan infus 0.5-10 mg/kg/jam. @ Midazolam 0.2 mg/kg bolus lanjutkan infus 0.05-2 mg/kg/jam.

Infeksi susunan saraf pusat dan selaputnya Neoplasma dan perdarahan di dalam rongga intrakranium Gangguan peredaran darah otak

Antibiotik atau obat-obat lain

Tindakan operatif.

Pemberian oksigen mungkin dapat membantu mengatasi hipoksia

Prinsip kerja obat anti kejang :

Meningkatkan transmisi neurotransmitter eksitatorik (GABA) Menurunkan transmisi neurotransmitter eksitatorik (biasanya glutamat) Memodifikasi hantaran ion (bekerja pada pompa sodium)

TIPE KEJANG 1. Kejang Parsial a. Parsial Sederhana b. Parsial Kompleks

OBAT ANTI KEJANG

Karbamazepin, fenitoin, valproat Karbamazepin, fenitoin, valproat

c. Parsial yang diserta kejang tonik- Karbamazepin, fenobarbital, fenitoin, primidon, klonik menyeluruh sekunder valproat.

. Kejang Generalisata a. Absence Seizure b. Seizure mioklonik c. Seizure tonik-klonik Etosuksimid, valproat Valproat Karbamazepin, fenobarbital, fenitoin, primidon, valproat

Tergantung dari beberapa hal:

Lamanya serangan Etiologi Tipe bangkitan Keparahan atau berapa besar kerusakan yang terjadi pada parenkim otak dan Lokasi terjadinya lesi.

ANY QUESTION ??