P. 1
Ekorek - Krisis Ekonomi Amerika Serikat

Ekorek - Krisis Ekonomi Amerika Serikat

|Views: 19|Likes:
Dipublikasikan oleh Riz Anindya

More info:

Published by: Riz Anindya on Aug 25, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/06/2012

pdf

text

original

Krlsls Ekonoml Amerlka Serlkat, Mengapa?

September 30, 2008

Telah klta ketahul saat lnl Amerlka Serlkat sedang berada dl ambang kehancuran flnanclal sebagal lmbas darl krlsls
ekonoml. Trauma akan krlsls ekonoml dl tahun 1929 yang serlng dlsebut Creat Depresslon kemball menghantul. Fada
saat ltu dampak krlsls ltu menaslonal bagl rakyat Amerlka Serlkat, sepertl kesulltan keuangan karena lapangan
peker|aan sedlklt hlngga kelaparan.

Sepertl mengulang ke|adlan Creat Depresslon, dlmana saat lnl banyak saham-saham yang men|adl maskot Wall Street
berguguran. Apalagl perusahaan sekelas Lehman brothers dan Washlngton Mutual menyatakan kebangkrutan. Belum
lagl raksasa Asuransl AlC, sahamnya turun hlngga 50 persen.

Efek darl krlsls ekonoml dan flnanslal dl USA telah merambat ke negara-negara dl Asla dan Eropa. Banyak negara yang
memberlkan suntlkan dana kepada lembaga keuangan supaya tldak tergerus arus krlsls Ekonoml yang berasal darl
Amerlka Serlkat.

Mengapa Krlsls Ekonoml melanda Amerlka Serlkat?

Mungkln lnl men|adl pertanyaan bagl sebaglan besar orang, mengapa negara super power dan terkenal kuat
flnanslalnya blsa mengalaml krlsls moneter atau ekonoml. Dan kemungklnan berada dl ambang kebangkrutan yang
akan menyengsarakan rakyatnya dan sebaglan besar negara dl dunla.

Ada sebuah pen|elasan darl Bpk Dahlan lskan, pada |awa Fos tanggal 28 september 2008 yang lslnya hamplr
sehalaman penuh. Saya berusaha untuk merlngkas pen|elasan tersebut untuk mendapatkan anallsls bellau tentang
mengapa krlsls ekonoml blsa melanda negara sekelas Amerlka Serlkat. Berlkut rangkumannya.

Sebuah perusahaan yang go publlc dltuntut untuk menlngkatkan laba hlngga 20 persen tlap tahunnya. Tentang
bagalmana caranya, CEO dan dlrektur yang akan mengaturnya. Femlllk perusahaan atau pemegang saham tldak mau
tau yang pentlng harga saham nalk dan laba terus menlngkat.

Mengapa harga saham harus selalu nalk, alasannya adalah |lka saham dl|ual maka harga saham harus leblh tlnggl darl
harga saham saat membell. Dan mengapa laba harus nalk? alasannya |lka saham tldak dl|ual maka setlap tahunnya
mereka blsa mendapat pembaglan laba atau devlden yang bertambah banyak.

Sehlngga CEO selalu mencarl cara untuk melakukan 2 hal dl atas tadl. Alasannya agar tetap dapat mempertahankan
|abatan dan ga|l dan bonus yang selalu menlngkat. CEO perusahaan besar dl AS blsa 100 kall ga|l Freslden Bush.
Sehlngga antara pemegang saham dan CEO menemukan sumbu temu untuk mendapatkan 2 hal dl atas.

Berbagal cara dllakukan hlngga mellbatkan pelaku polltlk, banyak kebl|akan yang memungklnkan perubahaan aturan
dan undang-undang untuk memungklnkan segala cara para CEO tersebut. Bagl pelaku polltlk keuntungannya adalah
mendapatkan dana kampanye dan dukungan.

Dengan cara lnl ekonoml AS berkembang pesat, semua orang mampu membell kebutuhan hldup. Sehlngga AS
memerlukan banyak barang. |lka tldak blsa dlbuat dl dalam negerl maka pesan darl negara laln. Maka tak heran Chlna
memlllkl cadangan devlsa terbesar yaltu 2 trlllun USD karena memasok banyak barang ke AS.

Sudah 50 tahun AS membesarkan perusahaan sepertl ltu, yang merupakan baglan darl ekonoml kapltalls sehlngga AS
men|adl penguasa dunla. Tapl ltu belum cukup, segala hal harus yang terbalk, terkomputerlsasl, bonus yang sudah
besar harus dlbuat leblh besar lagl. Dlslnllah ketamakan AS terllhat.

Ketlka semua orang sudah membell rumah, seharusnya tldak ada lagl perusahaan pen|ual rumah bukan. Namun
kenyataannya perusahaan harus menlngkatkan pen|ualan untuk mendapatkan pertumbuhan laba. Maka dlcarllah |alan
agar rumah ter|ual leblh banyak. |lka orang sudah memlllkl rumah maka dlclptakan agar kuclng dan an|lng |uga
memlllkl rumah. Termasuk mobll.

Namun ketlka kuclng dan an|lng sudah memlllkl rumah, slapa lagl yang harus membell? Maka dl tahun 1980,
Femerlntah AS mengeluarkan keputusan િDeregulasl Kontrol Moneterી, lntlnya dalam kredlt rumah, perusahaan real
estate dlperbolehkan menggunakan varlable bunga. Artlnya boleh mengenakan bunga tambahan darl bunga yang
sudah dltetapkan oleh pemerlntah. Hal lnl merupakan peluang besar bagl perusahaan real estate, broker, asuransl dan
keuangan.



Hlstory Krlsls Mortgage dl AS

Tahun 1925, AS memlllkl UU Mortgage Tentang KFR, yaltu setlap orang yang memenuhl syarat berhak menga|ukan
dan mendapatkan kredlt rumah. |lka penghasllan setahun 100 |uta maka la berhak mengambll kredlt mortgage 250
|uta. Karena clcllan |angka pan|ang maka terasa rlngan.

Tahun 1980, Keluar kebl|akan untuk menalkan bunga. blsnls perumahan ada peluang, bank blsa mendapatkan bunga
tambahan dan broker dan blsnls terkalt blsa berusaha kemball.

Namun karena semua sudah punya rumah, maka Tahun 1985 pemerlntah AS menetapkan reformasl pa|ak. Salah satu
lslnya, pembell rumah dlberl kerlnganan pa|ak. Bagl warga dl negara ma|u, kerlnganan pa|ak akan mendapat
sambutan luar blasa karena nllal pa|ak yang tlnggl.

Tahun 1990, dengan fasllltas pa|ak blsnls rumah menlngkat hlngga 12 tahun ke depannya. Darl mortgage 150mllyar
USD dalam setahun men|adl 2 kall llpat dl tahun-tahun berlkutnya.

Tahun 2004, mortgage mencapal T00 mllyar USD per tahun. Calrah blsnls rumah yang terus menlngkat lnl membuat
para pelaku blsnls menghalalkan segala cara. Mulal darl lklan yang |or-|oran, keluarnya lembaga lnvestment bank,
hlngga melunaknya persyaratan KFR. Dalam plklran pengembang, |lka orang tldak blsa membayar kredlt atau kredlt
macet, toh rumah maslh blsa dl|ual karena perhltungannya tlap tahun harga rumah menlngkat. |adl mereka maslh
untung ketlka ter|adl kredlt macet.

Namun ternyata dalam |angka kurang darl 10 tahun, banyak kredlt Macet. Banyak orang men|ual rumah, harga
men|adl turun sehlngga nllal |amlnan rumah tldak cocok lagl dengan nllal pln|aman. Satu per satu lembaga lnvestment
banklng bergururan sepertl efek domlno.

Berapa |uta rumah yang termasuk mortgage? tldak ada data namun darl nllal uangnya sekltar 5 trlllun USD. |adl kalo
Ceorge Bush memlnta bantuan dana T00 mllyar USD ltu baru sebaglan kecll. Kongres kawatlr apakah harus
menambah T00 mllyar USD lagl |lka yang pertama tldak berhasll.

Fenutup artlkel krlsls ekonoml dl Amerlka Serlkat

Kabar terakhlr menyebutkan Kongres AS kemungklnan besar menyetu|ul rencana ballout lnl. Walau maslh belum
terllhat dampaknya, namun mudah-mudahan dunla tldak terpuruk dalam krlsls ekonoml berkepan|angan.

Fentlng bagl pemerlntah lndonesla untuk memberlkan lnformasl sebanyak mungkln untuk mencegah ter|adlnya rush
besar-besaran terhadap bank-bank dl lndonesla. Tentunya Krlsls Ekonoml yang ter|adl tahun 199T tldak lngln klta
ulangl lagl bukan.

Update : rencana ballout dltolak oleh kongres AS. namun setelah melakukan pendekatan dan revlsl draft ballout, senat
as menyetu|ul ballout tersebut. kemudlan DFR AS pun menyetu|ul dengan dltandatanganlnya UU Ballout oleh preslden
Bush.

¹
Sebetulnya fllsafat yang mendasar darl berekonoml arus dlubah. Bukan untuk mengeruk keuntungan sebesar-
besarnya tldak pedull plhak laln |adl sengsara. Tetapl berekonoml mempunyal mlsl mense|ahterakan seluruh umat,
makhluk, buml beserta lslnya secara adll. Dalam artl tak satupun apapun terzallml. Sumber daya yang terbatas lnl
harus dlatur dan dltata untuk mampu mense|ahterakan seluruh mahluk tanpa pandang bulu dengan cara tldak
satupun yang tersakltl. Maka keputusan-keputusan dan program semua pemlmpln dlarahkan pada hal tersebut dlatas.
Blla ltu blsa dllaksanakan, tak perlu lagl ada perang. Semua mengertl bahwa sumberdaya sangat terbatas. Apablla klta
men|adl orang yang pallng mampu, maka kese|ahteraan orang laln atau bangsa laln men|adl tanggung |awab klta
bersama.
=======
MemahamI KrIsIs EkonomI AmerIka & Akar Penyebabnya
-
Ferusahaan-perusahaan raksasa Amerlka bertumbangan. Femerlntah terpaksa menylapkan dana talangan T00 mllyar
dollar. Semuanya aklbat slstem kapltallsme llberal sebagalmana halnya dl lndonesla.
-


Apa sesungguhnya yang ter|adl? Krlsls lnl bermula darl macetnya kredlt perumahan dl Amerlka karena ternyata para
pemlllk rumah memang tak mampu membayar clcllan kredlt. Kemacetan ltu merembet ke mana-mana, terutama
menlmbulkan krlsls keuangan dl Amerlka, dan kemudlan berdampak ke berbagal belahan dunla.

Dl Amerlka, krlsls lnl menyebabkan harga rumah turun sampal 15%, angka pengangguran menlngkat bersama
menlngkatnya angka pemutusan hubungan ker|a (FHK) oleh perusahaan-perusahaan yang terguncang krlsls. Fen|ualan
rumah macet.

Maka berbagal lembaga keuangan raksasa yang bangkrut, sepertl dlsebut dl atas, umumnya adalah perusahaan yang
terllbat dalam pemberlan kredlt, pen|amlnan kredlt, dan asuransl kredlt perumahan subprlme mortgage.

Tapl ketlka Maret 2008, The Fed membantu Bear Stearns, bank lnvestasl dl Wall Street, 29 mllyar dollar, untuk
kemudlan dlkawlnkan dengan |F Morgan, banyak pengamat yang meramalkan krlsls telah berakhlr. Alasannya, meskl
rendah, toh buktlnya ekonoml Amerlka maslh terus tumbuh.

Sampal 5 bulan kemudlan, September 2008, Fanny Mae dan Freddle Mac tersungkur dan harus dlsuntlk 200 mllyar
dollar. Lalu dlsusul bankrutnya Lehman Brothers dan se|umlah raksasa lalnnya. Oleh karena ltu tampaknya sekarang
tak ada ahll yang beranl meramalkan sampal kapan krlsls lnl berakhlr.

Meskl pemerlntah akan memborong saham bermasalah ltu, sepertl dltulls Frofesor Faul Krugman, penga|ar ekonoml
Frlnceton Unlverslty dl The New York Tlmes, 19 September lalu, ૃFertanyaannya, apakah ltu dllakukan dengan
benar?ીી. Yang pastl, krlsls lnl sudah berlangsung setahun leblh dan Krugman menyebutnya sebagal slo-mo crlsls allas
krlsls dengan gerak lambat (slow motlon).

Nourlel Roublnl, ekonom darl Stern School of Buslness, New York Unlverslty, menun|uk |epang yang sudah 10 tahun
mengalaml stagnasl ekonoml, blsa dl|adlkan contoh untuk menarlk banyak pela|aran. Maka kata Roublnl, ૃKereta apl
resesl sudah menlnggalkan staslun, tapl la blsa ber|alan satu setengah tahun atau blsa |uga llma tahun.ીી

Dampak yang dltlmbulkannya |uga terus menggelembung. Fada |ull 200T, Ketua The Fed, Ben Bernanke, menghltung
krlsls lnl akan menlmbulkan keruglan tak sampal 100 mllyar dollar. Nyatanya sekarang dlbutuhkan dana T00 mllyar
dollar untuk men|amln kredlt macet (bad debt). Beberapa ahll meramalkan |umlah ltu akan membengkak men|adl 1
trlllun dollar atau leblh.

Apa yang ter|adl dl Amerlka lnl men|adl pela|aran berharga. lnllah buktl bahwa slstem kapltallsme lalssez-falre yang
llberal ltu selalu menyebabkan krlsls, mulal krlsls ekonoml terparah dl tahun 1929, sampal krlsls lalnnya, dan terakhlr
krlsls subprlme mortgage lnl.

Fara ahll sepakat sekarang bahwa krlsls lnl dlsebabkan tak adanya regulasl yang mengatur pasar saham Wall Street.
Dl dalam ldeologl kapltallsme llberal, regulasl adalah barang haram. Oleh karena ltu mantera yang harus terus
dlamalkan adalah deregulasl.

Dan ltu dllaksanakan dl Amerlka se|ak pemerlntahan Freslden Ronald Reagan, dl tahun 1980-an. Reagan
menggunakan slstem kapltallsme untuk menghadapl slstem ekonoml terpusat darl komunlsme, musuh Amerlka dan
Barat dalam Ferang Dlngln pada waktu ltu.

Dl zaman Freslden Cllnton, mlsalnya, regulasl yang sudah ada se|ak Creat Depresslon, yang melarang bank komerslal
memperluas aktlvltasnya dalam berbagal keglatan flnansll laln sepertl lnvestasl dan asuransl, dlderegulasl allas
dlnyatakan tak berlaku. Apalagl ketlka Alan Creenspan men|adl pemlmpln The Fed, deregulasl deml deregulasl
dllakukan. Sehlngga lkllm dl sekltar pasar keuangan dan modal Amerlka memang sangat bebas. Alan Creenspan pun
dlpu|l-pu|l setlnggl langlt, termasuk oleh koran-koran utama dl lndonesla.

Dalam slstem kredlt perumahan, mlsalnya, kredlt dlberlkan kepada orang dl luar kemampuannya. Dan ltu banyak
sekall ter|adl. Maka ketlka tlba waktunya, terang sa|a pembayaran kredlt ltu macet. Farahnya kredlt-kredlt macet ltu
blsa men|adl surat berharga ઺ obllgasl, bond, surat utang, dan sebagalnya ઺ dengan nllal tlnggl. la ter|ual larls-manls
ke mana-mana ke seluruh dunla.

Maka dalam edltorlal 20 September lalu, koran terkemuka Amerlka, The New York Tlmes dengan sangat keras
mengecam slstem kapltallsme llberal yang dltrapkan pemerlntahan Freslden Bush sebagal sumber malapetaka lnl.
Menurut edltorlal ltu, rakyat Amerlka harus dlberl tahu kebenaran yang fundamental bahwa krlsls yang sekarang


menerpa Amerlka ter|adl sebagal hasll sebuah kesenga|aan dan kegagalan slstematlk darl pemerlntah untuk mengatur
dan memonltor aktlvltas banklr, kredltor, pengelola dana (hedge funds), asuransl dan pemaln pasar lalnnya.

Kegagalan pengaturan ltu, pada masanya, dldasarl pada kepercayaan sucl darl pemerlntahan Bush bahwa pasar
dengan tangan sllumannya beker|a dengan sangat balk ketlka la dlblarkan sendlrl, mengatur dlrlnya sendlrl,
mengawasl dlrlnya sendlrl. િીNegerl lnl sekarang harus membayar mahal harga khayalan ltu,ીી tulls edltorlal tersebut.

Maka berbagal pen|amlnan, penalangan, yang sekarang dllakukan pemerlntah, menurut edltorlal tersebut, hanya
langkah pertama. Setelah ltu, yang harus dllakukan adalah beker|a keras untuk membuat regulasl yang dlbutuhkan
oleh sebuah slstem keuangan yang terpercaya.

Regulasl? lstllah ltulah selama lnl yang dlmusuhl kelompok Mafla Berkeley dl lndonesla yang dlplmpln Frofesor Wld|o|o
Nltlsastro. Se|ak krlsls tahun 1998, lndonesla melalul pemaksaan oleh lMF dan Bank Dunla yang dlbantu kaum Mafla
Berkeley, mentrapkan slstem kapltallsme llberal dl lndonesla. Se|ak ltu berbagal regulasl dlhablsl: Bulog dlbubarkan,
Fertamlna dlkempeskan, lmpor dlbebaskan, maka banyak rakyat matl kelaparan.

lndonesla yang kaya sumber daya alam, sekarang adalah surga untuk perusahaan aslng, terutama Amerlka Serlkat.
Mereka menguasal mayorltas ladang mlnyak dan gas klta. Badan Usaha Mlllk Negara (BUMN) yang terbuktl dl dunla
lnternaslonal sekarang lagl berklbar, dl lndonesla dl|ual.

Soalnya, menurut ldeologl lnl semua perusahaan harus dlprlvatlsasl allas dlswastakan. Karena undang-undang yang
amat llberal maka sumber daya alr, pelabuhan, dunla pendldlkan, akan bebas dlmasukl pemaln aslng. Fadahal dl
Amerlka Serlkat sa|a, Dubal Fort darl Tlmur Tengah tak blsa mengelola pelabuhan dl Amerlka Serlkat sekall pun sudah
menang tender.

Menterl-menterl pentlng adalah penganut slstem kapltallsme llberal. Malah Srl Mulyanl, menterl pallng berkuasa dalam
kablnet SBY-|K adalah orang lMF. |adl meskl pun dlsebutkan lMF tak ada lagl dl lndonesla, yang sebenarnya ter|adl
bahwa lMF sudah masuk dalam kablnet SBY-|K.

Makanya Freslden SBY, Menko Kesra Aburlzal Bakrle, Menterl Keuangan Srl Mulyanl dan kawan-kawannya pendukung
slstem kapltallsme llberal dl lndonesla, sebalknya membaca edltorlal The New York Tlmes tadl. Dengan demlklan
mereka maklum bahwa sebagalmana Amerlka Serlkat, lndonesla hanya menunggu glllran akan ter|erembab dl dalam
krlsls yang sama, karena slstem kapltallsme llberal yang mereka terapkan.

Sekarang sa|a, lndonesla sudah mulal merasakan lmbas krlsls dl Amerlka dengan |atuhnya lndeks dl Bursa Efek |akarta
(BE|). Apalagl, slapa pun tahu, bahwa para pemaln dl BE| dldomlnasl aslng. Kalau mereka menarlk lnvestasl |angka
pendek ltu karena suatu keperluan dl negerlnya yang sedang dllanda krlsls, BE| blsa |adl pasar loak.
Tapl yang pastl, slstem kapltallsme yang dlanut pemerlntahan SBY-Kalla, cuma menguntungkan segellntlr kaum
pemodal besar. Kekayaan mereka melon|ak berllpat-ganda. Sementara mayorltas rakyat bertambah mlskln. ltu sudah
terbuktl selama lnl dan ter|adl dl mana sa|a slstem kapltallsme dlpraktekkan, termasuk dl Amerlka Serlkat. Llhat
bagalmana rakyat kecll matl ter|eplt karena berebutan zakat, matl karena kurang glzl atau kelaparan. ltulah yang
ter|adl selama lnl.
========

Penyebab KrIsIs EkonomI AmerIka 2ûûß

Desember 8, 2008 oleh martuasllaban
Dl mata Amerlka yang dulu menghadlahkan rezlm Suharto ke lndonesla, dosa lraq yang terbesar adalah ketlka lraq
[Saddam Huseln| tahun 2000 lalu mlnta ke FBB supaya semua mlnyaknya dlbayar menggunakan euro; plus semua
uang mlllk lrak Sekltar $10 bllyun dlkonverslkan ke euro darl dollar.

Dulu semua orang bllang kalau lde Saddam lnl tlndakan bodoh karena euro waktu ltu maslh 90% darl nllal dollar dan
euro pun darl se|ak dlkeluarkan [|anuarl 1999| terus menerus terdepreslasl lawan dollar yang waktu ltu demand
(permlntaan) nya memang kuat sekall karena penlpuan akuntasl besar-besaran sedang ter|adl dl bursa efeknya, dan
lnvestor aslng |uga perlu dollar untuk maln dlbursanya. Tapl, sekarang lnl euro ternyata sudah terapreslasl sebesar
hamplr 100% darl harga sebelumnya! Berartl apa, langkah િgllanyaી Saddam tahun 2000 dulu ltu ternyata sangat
menguntungkan dan bahkan |enlus! Langkah lnl pula yang sekarang sedang dlka|l oleh lran yang cuma mau menerlma
transaksl mlnyak dengan euro dan menolak dollar. Dan dl dunla lnl, kartel perdagangan yang terkuat ya cuma mlnyak
sa|a. Kartel mobll, atau komputer, atau produk-produk laln praktls tldak eksls.



Mlnyak, slapapun harus bell mlnyak. Terus perhatlkan lagl, anggota OFEC ltu rata-rata lslnya adalah musuh-musuh
Amerlka yang nyata-nyata memang bencl kepada Amerlka, karena rata-rata negara lslam, yang bukan lslam pun
sepertl venezuela yang dlplmpln sama preslden Chavez malah leblh parah lagl antl Amerlkanya.

Kalau sa|a semua anggota kartel mlnyak lnl memang mau િ|ahatી dan maln િevllી terhadap Amerlka, maka caranya
gampang sekall: mereka cukup bllang, klta sekarang cuman mau transaksl pake euro!! dan selesallah dollarnya
Amerlka! Bangkrut serta klamat |ugalah sl kapltalls Amerlka lnl! Klta yang tldak punya background ekonoml mungkln
blngung. Koq blsa bangkrut?

Orang yang blsa hltung-hltungan ekonoml blsa men|elaskan beglnl, Kalau klta punya uang tunal $1, dl tangan, maka
secara ekonoml ltu artlnya adalah Anda memberl hutang ke Bank Federalnya Amerlka dan Bank Federalnya Amerlka
ltu િber|an|lી akan membayar hutangnya sebesar $1 ltu! .

Sekarang, karena klta tlnggal dl lndonesla yang ruplahnya sangat parah ltu; maka |elas secara raslonal klta berusaha
terus memegang $1 dltangan ltu darl pada dltukar ke ruplah. bukan begltu! |adl, secara ekonoml ltu artlnya Bank
Federal Amerlka tldak perlu menebus hutangnya karena hutangnya yang $1 ltu tldak klta mlnta untuk dlbayar. Artlnya:
Amerlka ltu blsa berhutang tanpa perlu bayar sama sekall ઻ [sepan|ang ekonomlnya memang maslh kuat!| sepan|ang
greenback atau dollar ltu maslh |adl standard penggantl emas.Dengan alasan lnllah makanya Amerlka ltu beranl maln
deflslt glla-gllaan selama lnl karena toh mereka memang tldak perlu membayar deflsltnya sebab orang sedunlalah
yang harus membayar deflsltnya Amerlka ltu!

Supaya |elas marl klta llhat ruplah; kalau budget Rl ltu deflslt maka negara Republlk lndonesla lnl harus nombok
dengan cara men|ual barang [eksport| atau mencarl utangan [CCl|. |adl, deflsltnya negara sepertl lndonesla yang
gemah rlpah loh |lnawl lnl betul-betul adalah િdeflsltી yang harus dlbayar; yang kalau tldak blsa bayar ya sepertl yang
klta alaml pada tahun 199T yang sampal sekarang |uga belum pullh yaltu: KRlSMON!

Tapl Amerlka laln! Deflslt buat Amerlka berartl |ustru malah posltlf karena deflslt Amerlka ltu cara bayarnya adalah
dengan cara memotong nllal $1 yang klta pegang ltu secara lntrlstlk. Berartl, kalau Amerlka deflslt maka yang rugl
adalah klta orang non-Amerlka yang pegang dollar!

Cara ker|a slstem ekonoml kapltalls yang lmperlallstlk lnl berlaku sepan|ang orang sepertl klta dan negara Republlk
lndonesla ltu maslh િpercayaી dengan dollar dan menylmpan cadangan devlsanya dalam bentuk dollar!

Eropa tahu persls tentang strategl makan gratls dan utang tldak perlu bayar lnl. Karena ltulah Eropa sekarang punya
euro. Tu|uannya Euro sebetulnya ya cuma satu ltu: lkut menlkmatl utang gratlsan darl orang-orang sepertl klta tadl.

Dan saudara-saudara sekallan yang pallng mengerlkan buat Amerlka yang dlambang bangkrut ltu apa? ltu adalah
kenyataan bahwa 80% US $ ltu ada dl luar negerl ya dltangan negara-negara sepertl lndonesla lnl, Clna, |epang , lndla
dan negara-negara asla lalnnya . Apa artl sltuasl beglnl bagl AMERlKA? ya sepertl saya tadl bllang્, KALAU mendadak
sa|a semua negara penghasll mlnyak bllang િsekarang klta transaksl cuman pake euroી! Dan lnl mungkln sekall ter|adl
karena semua negara perlu bell mlnyak! Sehlngga tekanan darl negara penghasll mlnyak ltu bakal membuat negara-
negara sepettl Clna atau |epang men|ual dollarnya dan bell euro.

Semuanya HECEMONl Amerlka dalam seke|ab akan berantakan dan lnl artlnya apa?્BANCKRUT Sebab kalau lnl
ter|adl lnl artlnya sama sa|a dengan semua negara-negara pemegang US $ ltu bllang્Amerlka sekarang kamu harus
bayar utang! Dan tentu sa|a: kalau dalam seke|ab Amerlka pun harus membayar hutangnya dan mendongkrak Euro
tadl, dalam seke|ab pula ekonoml Amerlka bangkrut berantakan persls sepertl waktu bank dalam negerl dl rush
nasabahnya |aman krlsmon dulu. Dan leblh mengerlkan lagl, ekonoml Amerlka pun blsa dalam sedetlk bakal lnflasl
rlbuan persen [karena semua orang men|ual dollar dan membell euro|, perusahaan Amerlka men|adl tldak ada
harganya [persls sepertl krlsmon dl lndonesla tahun 1998 dulu| dan a|albnya lagl ઻ orang Amerlka pun tlba-tlba |adl
persls sama dengan orang-orang mlskln darl Afrlka sana karena mendadak sa|a semua kekayaan mereka ltu cuma
kertas tldak ada harganya. dan leblh slal lagl્, dengan bangkrutnya dollar praktls cuma Amerlka bakal bangkrut
sendlrlan, negara-negara laln tldak lkut bangkrut karena ada Euro yang blsa men|adl penyelamatnya.
Pemerintahan Bush Dituding Penyebab Krisis Ekonomi Amerika Serikat

Wednesday, 01 October 2008
Hasil jajak pendapat yang dilakukan Press TV menunjukkan bahwa politik konfrontatif Presiden Amerika Serikat George W. Bush, merupakan
faktor utama munculnya krisis ekonomi di negara ini. Dalam hasil polling yang dipublikasikan kemarin 1/10 itu disebutkan pula bahwa 71 persen


responden menuding pemerintah Bush bertanggung jawab penuh atas krisis ekonomi Amerika Serikat saat ini. Sementara 21 persen
responden bahkan berpendapat bahwa krisis ekonomi ini membuktikan kegagalan sistem kapitalis. Tercatat 6.700 orang ikut serta dalam
polling tersebut yang separuhnya adalah warga Amerika Serikat.
Krisis AS, RI Amankan Ekspor ke Asia
Jakarta - Krisis keuangan di Amerika Serikat telah memberikan dampak pada melemahnya ekonomi global. Ekspor Indonesia ke
Amerika dan Eropa diprediksi bisa menurun dan untuk mengamankan ekspor Indonesia telah melakukan diversifikasi ke pasar Asia.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan dalam jangka pendek krisis tersebut tidak berdampak secara signifikan
terhadap ekspor komoditi Indonesia. Namun perlu diwaspadai bahwa jika krisis ini berkelanjutan maka ekspor Indonesia akan
terpengaruh.

"Diversifikasi pasar yang telah berlangsung akan terus digalakkan guna mengantisipasi resesi di AS dan Eropa serta kemungkinan
terjadinya penurunan pertyumbuhan negara-negara Asia karena resesi di negara-negara maju," jelas Mendag dalam siaran pers, Rabu
(8/10/2008).

Menurut Mari, tujuan pasar ekspor Indonesia telah semakin terdiversifikasi, sehingga peran Amerika Serikat dan Uni Eropa semakin
menurun.

"Oleh sebab itu, dampak langsung dari krisis finansial di Amerika Serikat tersebut belum begitu dirasakan," jelas Mendag.

Mendag merinci bahwa, pangsa ekspor ke Eropa cenderung menurun dari 17,1 persen pada 2003 menjadi 13,9 persen pada
pertengahan tahun 2008 dan ke AS dari 14,7 persen menjadi 11,6 persen. Sementara itu dalam kurun yang sama ekspor ke Jepang
tercatat dari 14,4 persen menjadi 12,5 persen, ke China dari 5,9 persen menjadi 7,6 persen, ke India dari 3,4 persen menjadi 6,5
persen dan ke Singapura dari 10,1 persen menjadi 9,8 persen.

"Departemen Perdagangan telah melakukan diversivikasi pasar dalam lima tahun terakhir. Untuk pasar Uni Eropa dan AS pangsa
pasarnya turun, sedangkan ke Asia, Jepang dan Singapura cukup stabil, namun ke Asia emerging countries cenderung meningkat,"
ujar Mendag.

Hal tersebut diperkuat dengan intra-industry trade di Asia Timur yang sudah sangat intens. Oleh karena itu, sekalipun perekonomian
AS melemah, ekspor Indonesia masih akan akan sesuai target pertumbuhan 2008.

Secara umum dampak krisis finansial Amerika Serikat terhadap ekspor komoditi Indonesia tidak berdampak dalam jangka pendek,
tetapi bila krisis ini berlanjut maka ekspor Indonesia akan terpengaruh.

Produk ekspor utama Indonesia ke Amerika Serikat seperti produk karet, udang, kopi, kakao dan sepatu diperkirakan masih dapat
tumbuh walaupun ada beberapa produk yang mengalami penurunan seperti halnya produk kayu olahan dan furnitur. Hal ini berkaitan
dengan menurunnya pembangunan perumahan di AS.(ir/ddn)

RQJUHV NDZDWLU DSDNDK KDUXV PHQDPEDKPLO\DU86'ODJLMLND\DQJSHUWDPDWLGDNEHUKDVLO  3HQXWXSDUWLNHONULVLVHNRQRPLGL$PHULND6HULNDW  .ULVLV0RUWJDJHGL$6  7DKXQ  $6PHPLOLNL 88 0RUWJDJH 7HQWDQJ .35 \DLWXVHWLDS RUDQJ \DQJPHPHQXKLV\DUDWEHUKDNPHQJDMXNDQ GDQ PHQGDSDWNDQNUHGLW UXPDK -LNDSHQJKDVLODQ VHWDKXQ MXWDPDNDLD EHUKDNPHQJDPELO NUHGLW PRUWJDJH  MXWD. +LVWRU\.DUHQDFLFLODQMDQJNDSDQMDQJPDNDWHUDVDULQJDQ  7DKXQ.ULVLV (NRQRPL \DQJ WHUMDGL WDKXQ  WLGDN LQJLQ NLWD XODQJLODJLEXNDQ  8SGDWHUHQFDQDEDLORXWGLWRODNROHKNRQJUHV$6QDPXQVHWHODKPHODNXNDQSHQGHNDWDQGDQUHYLVLGUDIWEDLORXWVHQDW DVPHQ\HWXMXLEDLORXWWHUVHEXWNHPXGLDQ'35$6SXQPHQ\HWXMXLGHQJDQGLWDQGDWDQJDQLQ\D88%DLORXWROHKSUHVLGHQ %XVK   6HEHWXOQ\D ILOVDIDW \DQJ PHQGDVDU GDUL EHUHNRQRPL DUXV GLXEDK %XNDQ XQWXN PHQJHUXN NHXQWXQJDQ VHEHVDU EHVDUQ\D WLGDN SHGXOL SLKDN ODLQ MDGL VHQJVDUD 7HWDSL EHUHNRQRPL PHPSXQ\DL PLVL PHQVHMDKWHUDNDQ VHOXUXK XPDW PDNKOXN EXPL EHVHUWD LVLQ\D VHFDUD DGLO 'DODP DUWL WDN VDWXSXQ DSDSXQ WHU]DOLPL 6XPEHU GD\D \DQJ WHUEDWDV LQL KDUXV GLDWXU GDQ GLWDWD XQWXN PDPSX PHQVHMDKWHUDNDQ VHOXUXK PDKOXN WDQSD SDQGDQJ EXOX GHQJDQ FDUD WLGDN VDWXSXQ\DQJWHUVDNLWL0DNDNHSXWXVDQNHSXWXVDQGDQSURJUDPVHPXDSHPLPSLQGLDUDKNDQSDGDKDOWHUVHEXWGLDWDV %LODLWXELVDGLODNVDQDNDQWDNSHUOXODJLDGDSHUDQJ6HPXDPHQJHUWLEDKZDVXPEHUGD\DVDQJDWWHUEDWDV$SDELODNLWD PHQMDGL RUDQJ \DQJ SDOLQJ PDPSX PDND NHVHMDKWHUDDQ RUDQJ ODLQ DWDX EDQJVD ODLQ PHQMDGL WDQJJXQJ MDZDE NLWD EHUVDPD  0HPDKDPL.ULVLV(NRQRPL$PHULND $NDU3HQ\HEDEQ\D  3HUXVDKDDQSHUXVDKDDQUDNVDVD$PHULNDEHUWXPEDQJDQ3HPHULQWDKWHUSDNVDPHQ\LDSNDQGDQDWDODQJDQPLO\DU GROODU6HPXDQ\DDNLEDWVLVWHPNDSLWDOLVPHOLEHUDOVHEDJDLPDQDKDOQ\DGL.QGRQHVLD 7HQWXQ\D .QGRQHVLDXQWXNPHPEHULNDQLQIRUPDVLVHEDQ\DNPXQJNLQXQWXNPHQFHJDKWHUMDGLQ\DUXVK EHVDUEHVDUDQ WHUKDGDS EDQNEDQN GL .QGRQHVLD  .35'DODPSLNLUDQSHQJHPEDQJMLNDRUDQJWLGDNELVDPHPED\DUNUHGLWDWDXNUHGLW PDFHW WRK UXPDK PDVLK ELVD GLMXDO NDUHQD SHUKLWXQJDQQ\D WLDS WDKXQ KDUJD UXPDK PHQLQJNDW -DGL PHUHND PDVLK XQWXQJNHWLNDWHUMDGLNUHGLWPDFHW  1DPXQ WHUQ\DWD GDODP MDQJND NXUDQJ GDUL  WDKXQ EDQ\DN NUHGLW 0DFHW %DQ\DN RUDQJ PHQMXDO UXPDK KDUJD PHQMDGLWXUXQVHKLQJJDQLODLMDPLQDQUXPDKWLGDNFRFRNODJLGHQJDQQLODLSLQMDPDQ6DWXSHUVDWXOHPEDJDLQYHVWPHQW EDQNLQJEHUJXUXUDQVHSHUWLHIHNGRPLQR  %HUDSDMXWDUXPDK\DQJWHUPDVXNPRUWJDJH"WLGDNDGDGDWDQDPXQGDULQLODLXDQJQ\DVHNLWDUWULOLXQ86'-DGLNDOR *HRUJH %XVK PHPLQWD EDQWXDQ GDQD  PLO\DU 86' LWX EDUX VHEDJLDQ NHFLO .DEDU WHUDNKLU PHQ\HEXWNDQ .RQJUHV $6 NHPXQJNLQDQ EHVDU PHQ\HWXMXL UHQFDQD EDLORXW LQL :DODX PDVLK EHOXP WHUOLKDWGDPSDNQ\DQDPXQPXGDKPXGDKDQGXQLDWLGDNWHUSXUXNGDODPNULVLVHNRQRPLEHUNHSDQMDQJDQ  3HQWLQJEDJLSHPHULQWDK.HOXDUNHELMDNDQXQWXNPHQDLNDQEXQJDELVQLVSHUXPDKDQDGDSHOXDQJEDQNELVDPHQGDSDWNDQEXQJD WDPEDKDQGDQEURNHUGDQELVQLVWHUNDLWELVDEHUXVDKDNHPEDOL  1DPXQNDUHQDVHPXDVXGDKSXQ\DUXPDKPDND7DKXQSHPHULQWDK$6PHQHWDSNDQUHIRUPDVLSDMDN6DODKVDWX LVLQ\D SHPEHOL UXPDK GLEHUL NHULQJDQDQ SDMDN %DJL ZDUJD GL QHJDUD PDMX NHULQJDQDQ SDMDN DNDQ PHQGDSDW VDPEXWDQOXDUELDVDNDUHQDQLODLSDMDN\DQJWLQJJL  7DKXQGHQJDQIDVLOLWDVSDMDNELVQLVUXPDKPHQLQJNDWKLQJJDWDKXQNHGHSDQQ\D'DULPRUWJDJHPLO\DU 86'GDODPVHWDKXQPHQMDGLNDOLOLSDWGLWDKXQWDKXQEHULNXWQ\D  7DKXQPRUWJDJHPHQFDSDLPLO\DU86'SHUWDKXQ*DLUDKELVQLVUXPDK\DQJWHUXVPHQLQJNDWLQLPHPEXDW SDUD SHODNX ELVQLV PHQJKDODONDQ VHJDOD FDUD 0XODL GDUL LNODQ \DQJ MRUMRUDQ NHOXDUQ\D OHPEDJD LQYHVWPHQW EDQN KLQJJDPHOXQDNQ\DSHUV\DUDWDQ.

 $SDVHVXQJJXKQ\D\DQJWHUMDGL".HPDFHWDQ LWX PHUHPEHW NH PDQDPDQD WHUXWDPD PHQLPEXONDQNULVLVNHXDQJDQGL$PHULNDGDQNHPXGLDQEHUGDPSDNNHEHUEDJDLEHODKDQGXQLD  'L $PHULND NULVLV LQL PHQ\HEDENDQ KDUJD UXPDK WXUXQ VDPSDL  DQJND SHQJDQJJXUDQ PHQLQJNDW EHUVDPD PHQLQJNDWQ\DDQJNDSHPXWXVDQKXEXQJDQNHUMD 3+.ULVLVLQLEHUPXODGDULPDFHWQ\DNUHGLWSHUXPDKDQGL$PHULNDNDUHQDWHUQ\DWDSDUD SHPLOLN UXPDK PHPDQJ WDN PDPSX PHPED\DU FLFLODQ NUHGLW .

UXJPDQPHQ\HEXWQ\DVHEDJDLVORPRFULVLVDOLDV NULVLVGHQJDQJHUDNODPEDW VORZPRWLRQ.ROHKSHUXVDKDDQSHUXVDKDDQ\DQJWHUJXQFDQJNULVLV3HQMXDODQ UXPDKPDFHW  0DNDEHUEDJDLOHPEDJDNHXDQJDQUDNVDVD\DQJEDQJNUXWVHSHUWLGLVHEXWGLDWDVXPXPQ\DDGDODKSHUXVDKDDQ\DQJ WHUOLEDWGDODPSHPEHULDQNUHGLWSHQMDPLQDQNUHGLWGDQDVXUDQVLNUHGLWSHUXPDKDQVXESULPHPRUWJDJH  7DSL NHWLND 0DUHW  7KH )HG PHPEDQWX %HDU 6WHDUQV EDQN LQYHVWDVL GL :DOO 6WUHHW  PLO\DU GROODU XQWXN NHPXGLDQGLNDZLQNDQGHQJDQ-30RUJDQEDQ\DNSHQJDPDW\DQJPHUDPDONDQNULVLVWHODKEHUDNKLU$ODVDQQ\DPHVNL UHQGDKWRKEXNWLQ\DHNRQRPL$PHULNDPDVLKWHUXVWXPEXK  6DPSDL  EXODQ NHPXGLDQ 6HSWHPEHU  )DQQ\ 0DH GDQ )UHGGLH 0DF WHUVXQJNXU GDQ KDUXV GLVXQWLN  PLO\DU GROODU/DOXGLVXVXOEDQNUXWQ\D/HKPDQ%URWKHUVGDQVHMXPODKUDNVDVDODLQQ\D2OHKNDUHQDLWXWDPSDNQ\DVHNDUDQJ WDNDGDDKOL\DQJEHUDQLPHUDPDONDQVDPSDLNDSDQNULVLVLQLEHUDNKLU  0HVNLSHPHULQWDKDNDQPHPERURQJVDKDPEHUPDVDODKLWXVHSHUWLGLWXOLV3URIHVRU3DXO.UXJPDQSHQJDMDUHNRQRPL 3ULQFHWRQ 8QLYHUVLW\ GL 7KH 1HZ <RUN 7LPHV  6HSWHPEHU ODOX 3HUWDQ\DDQQ\D DSDNDK LWX GLODNXNDQ GHQJDQ EHQDU" <DQJSDVWLNULVLVLQLVXGDKEHUODQJVXQJVHWDKXQOHELKGDQ.

HWXD7KH)HG%HQ%HUQDQNHPHQJKLWXQJ NULVLVLQL DNDQPHQLPEXONDQ NHUXJLDQ WDN VDPSDL  PLO\DU GROODU 1\DWDQ\DVHNDUDQJ GLEXWXKNDQ GDQD PLO\DU GROODUXQWXNPHQMDPLQNUHGLWPDFHW EDGGHEW.HUHWDDSL UHVHVLVXGDKPHQLQJJDONDQVWDVLXQWDSLLDELVDEHUMDODQVDWXVHWHQJDKWDKXQDWDXELVDMXJDOLPDWDKXQ   'DPSDN\DQJGLWLPEXONDQQ\DMXJDWHUXVPHQJJHOHPEXQJ3DGD-XOL.  1RXULHO5RXELQLHNRQRPGDUL6WHUQ6FKRRORI%XVLQHVV1HZ<RUN8QLYHUVLW\PHQXQMXN-HSDQJ\DQJVXGDKWDKXQ PHQJDODPLVWDJQDVLHNRQRPLELVDGLMDGLNDQFRQWRKXQWXNPHQDULNEDQ\DNSHODMDUDQ0DNDNDWD5RXELQL .

QLODKEXNWLEDKZDVLVWHPNDSLWDOLVPHODLVVH]IDLUH\DQJ OLEHUDOLWXVHODOXPHQ\HEDENDQNULVLVPXODLNULVLVHNRQRPLWHUSDUDKGLWDKXQVDPSDLNULVLVODLQQ\DGDQWHUDNKLU NULVLVVXESULPHPRUWJDJHLQL  3DUDDKOLVHSDNDWVHNDUDQJEDKZDNULVLVLQLGLVHEDENDQWDNDGDQ\DUHJXODVL\DQJPHQJDWXUSDVDUVDKDP:DOO6WUHHW 'L GDODP LGHRORJL NDSLWDOLVPH OLEHUDO UHJXODVL DGDODK EDUDQJ KDUDP 2OHK NDUHQD LWX PDQWHUD \DQJ KDUXV WHUXV GLDPDONDQDGDODKGHUHJXODVL  'DQ LWX GLODNVDQDNDQ GL $PHULND VHMDN SHPHULQWDKDQ 3UHVLGHQ 5RQDOG 5HDJDQ GL WDKXQ DQ 5HDJDQ PHQJJXQDNDQVLVWHP NDSLWDOLVPHXQWXN PHQJKDGDSL VLVWHP HNRQRPLWHUSXVDW GDUL NRPXQLVPHPXVXK $PHULND GDQ %DUDWGDODP3HUDQJ'LQJLQSDGDZDNWXLWX  'L]DPDQ3UHVLGHQ&OLQWRQPLVDOQ\DUHJXODVL\DQJVXGDKDGDVHMDN*UHDW'HSUHVVLRQ\DQJPHODUDQJEDQNNRPHUVLDO PHPSHUOXDV DNWLYLWDVQ\D GDODP EHUEDJDL NHJLDWDQ ILQDQVLO ODLQ VHSHUWL LQYHVWDVL GDQ DVXUDQVL GLGHUHJXODVL DOLDV GLQ\DWDNDQ WDN EHUODNX $SDODJL NHWLND $ODQ *UHHQVSDQ PHQMDGL SHPLPSLQ 7KH )HG GHUHJXODVL GHPL GHUHJXODVL GLODNXNDQ6HKLQJJDLNOLPGLVHNLWDUSDVDUNHXDQJDQGDQPRGDO$PHULNDPHPDQJVDQJDWEHEDV$ODQ*UHHQVSDQSXQ GLSXMLSXMLVHWLQJJLODQJLWWHUPDVXNROHKNRUDQNRUDQXWDPDGL.DWHUMXDOODULVPDQLV NHPDQDPDQDNHVHOXUXKGXQLD  0DND GDODP HGLWRULDO  6HSWHPEHU ODOX NRUDQ WHUNHPXND $PHULND 7KH 1HZ <RUN 7LPHV GHQJDQ VDQJDW NHUDV PHQJHFDP VLVWHP NDSLWDOLVPH OLEHUDO \DQJ GLWUDSNDQ SHPHULQWDKDQ 3UHVLGHQ %XVK VHEDJDL VXPEHU PDODSHWDND LQL 0HQXUXW HGLWRULDO LWX UDN\DW $PHULND KDUXV GLEHUL WDKX NHEHQDUDQ \DQJ IXQGDPHQWDO EDKZD NULVLV \DQJ VHNDUDQJ .%HEHUDSDDKOLPHUDPDONDQMXPODKLWXDNDQPHPEHQJNDNPHQMDGL WULOLXQGROODUDWDXOHELK  $SD\DQJWHUMDGLGL$PHULNDLQLPHQMDGLSHODMDUDQEHUKDUJD.QGRQHVLD  'DODP VLVWHP NUHGLW SHUXPDKDQ PLVDOQ\D NUHGLW GLEHULNDQ NHSDGD RUDQJ GL OXDU NHPDPSXDQQ\D 'DQ LWX EDQ\DN VHNDOLWHUMDGL0DNDNHWLNDWLEDZDNWXQ\DWHUDQJVDMDSHPED\DUDQNUHGLWLWXPDFHW3DUDKQ\DNUHGLWNUHGLWPDFHWLWX ELVDPHQMDGLVXUDWEHUKDUJD REOLJDVLERQGVXUDWXWDQJGDQVHEDJDLQ\D GHQJDQQLODLWLQJJL.

 PHQHUSD$PHULNDWHUMDGLVHEDJDLKDVLOVHEXDKNHVHQJDMDDQGDQNHJDJDODQVLVWHPDWLNGDULSHPHULQWDKXQWXNPHQJDWXU GDQPHPRQLWRUDNWLYLWDVEDQNLUNUHGLWRUSHQJHORODGDQD KHGJHIXQGV.

HJDJDODQ SHQJDWXUDQ LWX SDGD PDVDQ\D GLGDVDUL SDGD NHSHUFD\DDQ VXFL GDUL SHPHULQWDKDQ %XVK EDKZD SDVDU GHQJDQ WDQJDQ VLOXPDQQ\D EHNHUMD GHQJDQ VDQJDW EDLN NHWLND LD GLELDUNDQ VHQGLUL PHQJDWXU GLULQ\D VHQGLUL PHQJDZDVLGLULQ\DVHQGLUL 1HJHULLQLVHNDUDQJKDUXVPHPED\DUPDKDOKDUJDNKD\DODQLWX WXOLVHGLWRULDOWHUVHEXW  0DND EHUEDJDL SHQMDPLQDQ SHQDODQJDQ \DQJ VHNDUDQJ GLODNXNDQ SHPHULQWDK PHQXUXW HGLWRULDO WHUVHEXW KDQ\D ODQJNDK SHUWDPD6HWHODK LWX \DQJ KDUXV GLODNXNDQDGDODK EHNHUMD NHUDV XQWXNPHPEXDWUHJXODVL \DQJGLEXWXKNDQ ROHKVHEXDKVLVWHPNHXDQJDQ\DQJWHUSHUFD\D  5HJXODVL".VWLODKLWXODKVHODPDLQL\DQJGLPXVXKLNHORPSRN0DILD%HUNHOH\GL.QGRQHVLD6HMDNLWXEHUEDJDLUHJXODVLGLKDELVL%XORJGLEXEDUNDQ 3HUWDPLQDGLNHPSHVNDQLPSRUGLEHEDVNDQPDNDEDQ\DNUDN\DWPDWLNHODSDUDQ  .QGRQHVLDPHODOXLSHPDNVDDQROHK.QGRQHVLD\DQJND\DVXPEHUGD\DDODPVHNDUDQJDGDODKVXUJDXQWXNSHUXVDKDDQDVLQJWHUXWDPD$PHULND6HULNDW 0HUHNDPHQJXDVDLPD\RULWDVODGDQJPLQ\DNGDQJDVNLWD%DGDQ8VDKD0LOLN1HJDUD %801.0)GDQ%DQN'XQLD\DQJGLEDQWXNDXP0DILD %HUNHOH\PHQWUDSNDQVLVWHPNDSLWDOLVPHOLEHUDOGL.QGRQHVLD\DQJGLSLPSLQ3URIHVRU:LGMRMR 1LWLVDVWUR6HMDNNULVLVWDKXQ.DVXUDQVLGDQSHPDLQSDVDUODLQQ\D  .

HVUD$EXUL]DO%DNULH0HQWHUL.\DQJWHUEXNWLGLGXQLD LQWHUQDVLRQDOVHNDUDQJODJLEHUNLEDUGL. DGDODK RUDQJ .QGRQHVLDVXGDKPXODLPHUDVDNDQLPEDVNULVLVGL$PHULNDGHQJDQMDWXKQ\DLQGHNVGL%XUVD(IHN-DNDUWD %(-.  0DNDQ\D3UHVLGHQ6%<0HQNR.QGRQHVLD VHEDLNQ\D PHPEDFD HGLWRULDO 7KH 1HZ <RUN 7LPHV WDGL 'HQJDQ GHPLNLDQ PHUHNDPDNOXPEDKZDVHEDJDLPDQD$PHULND6HULNDW.DUHQD XQGDQJXQGDQJ \DQJ DPDW OLEHUDO PDND VXPEHU GD\D DLU SHODEXKDQ GXQLD SHQGLGLNDQ DNDQ EHEDV GLPDVXNL SHPDLQ DVLQJ 3DGDKDO GL $PHULND6HULNDWVDMD'XEDL3RUWGDUL7LPXU7HQJDKWDNELVDPHQJHORODSHODEXKDQGL$PHULND6HULNDWVHNDOLSXQVXGDK PHQDQJWHQGHU  0HQWHULPHQWHULSHQWLQJDGDODKSHQJDQXWVLVWHPNDSLWDOLVPHOLEHUDO0DODK6UL0XO\DQLPHQWHULSDOLQJEHUNXDVDGDODP NDELQHW 6%<-.QGRQHVLDKDQ\DPHQXQJJXJLOLUDQDNDQWHUMHUHPEDEGLGDODP NULVLV\DQJVDPDNDUHQDVLVWHPNDSLWDOLVPHOLEHUDO\DQJPHUHNDWHUDSNDQ  6HNDUDQJVDMD.QGRQHVLD \DQJ VHEHQDUQ\D WHUMDGL EDKZD.0)VXGDKPDVXNGDODPNDELQHW6%<-.0) -DGL PHVNL SXQ GLVHEXWNDQ .QGRQHVLDGLMXDO  6RDOQ\D PHQXUXW LGHRORJL LQL VHPXD SHUXVDKDDQ KDUXV GLSULYDWLVDVL DOLDV GLVZDVWDNDQ .HXDQJDQ6UL0XO\DQLGDQNDZDQNDZDQQ\DSHQGXNXQJ VLVWHP NDSLWDOLVPH OLEHUDO GL .0) WDN DGD ODJL GL .

DODX PHUHND PHQDULN LQYHVWDVL MDQJND SHQGHNLWXNDUHQDVXDWXNHSHUOXDQGLQHJHULQ\D\DQJVHGDQJGLODQGDNULVLV%(-ELVDMDGLSDVDUORDN 7DSL \DQJ SDVWL VLVWHP NDSLWDOLVPH \DQJ GLDQXW SHPHULQWDKDQ 6%<.WXODK \DQJ WHUMDGLVHODPDLQL   3HQ\HEDE.WXVXGDK WHUEXNWL VHODPD LQL GDQ WHUMDGL GL PDQD VDMD VLVWHP NDSLWDOLVPH GLSUDNWHNNDQ WHUPDVXN GL $PHULND 6HULNDW /LKDW EDJDLPDQD UDN\DW NHFLO PDWL WHUMHSLW NDUHQD EHUHEXWDQ ]DNDW PDWL NDUHQD NXUDQJ JL]L DWDX NHODSDUDQ .QGRQHVLD GRVD .UDT >6DGGDP +XVHLQ@ WDKXQ  ODOX PLQWD NH 3%% VXSD\D VHPXD PLQ\DNQ\D GLED\DU PHQJJXQDNDQ HXUR SOXV VHPXD XDQJPLOLN.ULVLV(NRQRPL$PHULND  'HVHPEHUROHKPDUWXDVLODEDQ 'LPDWD$PHULND \DQJ GXOXPHQJKDGLDKNDQUH]LP 6XKDUWR NH .UDT \DQJ WHUEHVDU DGDODK NHWLND . $SDODJL VLDSD SXQ WDKX EDKZD SDUD SHPDLQGL %(- GLGRPLQDVL DVLQJ .HND\DDQPHUHNDPHORQMDNEHUOLSDWJDQGD6HPHQWDUDPD\RULWDVUDN\DWEHUWDPEDKPLVNLQ.DOOD FXPD PHQJXQWXQJNDQ VHJHOLQWLU NDXP SHPRGDOEHVDU.UDN6HNLWDUELO\XQGLNRQYHUVLNDQNHHXURGDULGROODU  'XOXVHPXDRUDQJELODQJNDODXLGH6DGGDPLQLWLQGDNDQERGRKNDUHQDHXURZDNWXLWXPDVLKGDULQLODLGROODUGDQ HXUR SXQ GDUL VHMDN GLNHOXDUNDQ >-DQXDUL @ WHUXV PHQHUXV WHUGHSUHVLDVL ODZDQ GROODU \DQJ ZDNWX LWX GHPDQG SHUPLQWDDQ.

UDQ\DQJFXPDPDXPHQHULPD WUDQVDNVLPLQ\DNGHQJDQHXURGDQPHQRODNGROODU'DQGLGXQLDLQLNDUWHOSHUGDJDQJDQ\DQJWHUNXDW\DFXPDPLQ\DN VDMD.DUWHOPRELODWDXNRPSXWHUDWDXSURGXNSURGXNODLQSUDNWLVWLGDNHNVLV  .Q\DPHPDQJNXDWVHNDOLNDUHQDSHQLSXDQDNXQWDVLEHVDUEHVDUDQVHGDQJWHUMDGLGLEXUVDHIHNQ\DGDQ LQYHVWRU DVLQJMXJD SHUOX GROODU XQWXN PDLQ GLEXUVDQ\D 7DSL VHNDUDQJ LQL HXUR WHUQ\DWD VXGDK WHUDSUHVLDVL VHEHVDU KDPSLU  GDUL KDUJD VHEHOXPQ\D %HUDUWL DSD ODQJNDK JLODQ\D  6DGGDP WDKXQ  GXOX LWX WHUQ\DWD VDQJDW PHQJXQWXQJNDQGDQEDKNDQMHQLXV/DQJNDKLQLSXOD\DQJVHNDUDQJVHGDQJGLNDMLROHK.

 LWX GHILVLW PDND QHJDUD 5HSXEOLN .VODP \DQJ EXNDQ . 0LQ\DN VLDSDSXQ KDUXV EHOL PLQ\DN 7HUXV SHUKDWLNDQ ODJL DQJJRWD 23(& LWX UDWDUDWD LVLQ\D DGDODK PXVXKPXVXK $PHULND \DQJ Q\DWDQ\DWD PHPDQJ EHQFL NHSDGD $PHULND NDUHQD UDWDUDWD QHJDUD .VODP SXQ VHSHUWL9HQH]XHOD\DQJGLSLPSLQVDPDSUHVLGHQ&KDYH]PDODKOHELKSDUDKODJLDQWL$PHULNDQ\D  .. 01 October 2008 Hasil jajak pendapat yang dilakukan Press TV menunjukkan bahwa politik konfrontatif Presiden Amerika Serikat George W.5.$/$8PHQGDGDN VDMDVHPXDQHJDUDSHQJKDVLOPLQ\DNELODQJ VHNDUDQJNLWDWUDQVDNVLFXPDQSDNHHXUR 'DQLQLPXQJNLQVHNDOLWHUMDGL NDUHQDVHPXDQHJDUDSHUOXEHOLPLQ\DN6HKLQJJDWHNDQDQGDULQHJDUDSHQJKDVLOPLQ\DNLWXEDNDOPHPEXDWQHJDUD QHJDUDVHSHWWL&LQDDWDX-HSDQJPHQMXDOGROODUQ\DGDQEHOLHXUR  6HPXDQ\D +(*(021. Bush.QGRQHVLD LQL KDUXV QRPERN GHQJDQ FDUD PHQMXDO EDUDQJ >HNVSRUW@ DWDX PHQFDUL XWDQJDQ >&*.QGRQHVLD \DQJ JHPDKULSDKORKMLQDZLLQLEHWXOEHWXODGDODK GHILVLW \DQJKDUXVGLED\DU\DQJNDODXWLGDNELVDED\DU\DVHSHUWL\DQJ NLWDDODPLSDGDWDKXQ\DQJVDPSDLVHNDUDQJMXJDEHOXPSXOLK\DLWX.QGLD GDQQHJDUDQHJDUDDVLDODLQQ\D$SDDUWLVLWXDVLEHJLQLEDJL$0(5.587 6HEDE NDODX LQL WHUMDGLLQLDUWLQ\DVDPDVDMDGHQJDQVHPXDQHJDUDQHJDUDSHPHJDQJ86LWXELODQJ $PHULNDVHNDUDQJNDPXKDUXV ED\DUXWDQJ'DQWHQWXVDMDNDODXGDODPVHNHMDE$PHULNDSXQKDUXVPHPED\DUKXWDQJQ\DGDQPHQGRQJNUDN(XUR WDGL GDODP VHNHMDE SXOD HNRQRPL $PHULND EDQJNUXW EHUDQWDNDQ SHUVLV VHSHUWL ZDNWX EDQN GDODP QHJHUL GL UXVK QDVDEDKQ\D MDPDQ NULVPRQ GXOX 'DQ OHELK PHQJHULNDQ ODJL HNRQRPL $PHULND SXQ ELVD GDODP VHGHWLN EDNDO LQIODVL ULEXDQ SHUVHQ >NDUHQD VHPXD RUDQJ PHQMXDO GROODU GDQ PHPEHOL HXUR@ SHUXVDKDDQ $PHULND PHQMDGL WLGDN DGD KDUJDQ\D>SHUVLVVHSHUWLNULVPRQGL.QGRQHVLDLQL&LQD-HSDQJ.QGRQHVLD\DQJUXSLDKQ\DVDQJDWSDUDKLWXPDNDMHODVVHFDUDUDVLRQDONLWDEHUXVDKD WHUXV PHPHJDQJ  GLWDQJDQ LWX GDUL SDGD GLWXNDU NH UXSLDK EXNDQ EHJLWX -DGL VHFDUD HNRQRPL LWX DUWLQ\D %DQN )HGHUDO$PHULNDWLGDNSHUOXPHQHEXVKXWDQJQ\DNDUHQDKXWDQJQ\D\DQJLWXWLGDNNLWDPLQWDXQWXNGLED\DU$UWLQ\D $PHULNDLWXELVDEHUKXWDQJWDQSDSHUOXED\DUVDPDVHNDOL >VHSDQMDQJHNRQRPLQ\DPHPDQJPDVLKNXDW@VHSDQMDQJ JUHHQEDFNDWDXGROODULWXPDVLKMDGLVWDQGDUGSHQJJDQWLHPDV'HQJDQDODVDQLQLODKPDNDQ\D$PHULNDLWXEHUDQLPDLQ GHILVLW JLODJLODDQ VHODPD LQL NDUHQD WRK PHUHND PHPDQJ WLGDN SHUOX PHPED\DU GHILVLWQ\D VHEDE RUDQJ VHGXQLDODK \DQJKDUXVPHPED\DUGHILVLWQ\D$PHULNDLWX  6XSD\D MHODV PDUL NLWD OLKDW UXSLDK NDODX EXGJHW 5.RTELVDEDQJNUXW"  2UDQJ\DQJELVDKLWXQJKLWXQJDQHNRQRPLELVDPHQMHODVNDQEHJLQL.DUHQDLWXODK(URSDVHNDUDQJSXQ\D HXUR7XMXDQQ\D(XURVHEHWXOQ\D\DFXPDVDWXLWXLNXWPHQLNPDWLXWDQJJUDWLVDQGDULRUDQJRUDQJVHSHUWLNLWDWDGL  'DQ VDXGDUDVDXGDUD VHNDOLDQ \DQJ SDOLQJ PHQJHULNDQ EXDW $PHULND \DQJ GLDPEDQJ EDQJNUXW LWX DSD" LWX DGDODK NHQ\DWDDQEDKZD86LWXDGDGLOXDUQHJHUL\DGLWDQJDQQHJDUDQHJDUDVHSHUWL.@ MDGL GHILVLWQ\D QHJDUD VHSHUWL . merupakan faktor utama munculnya krisis ekonomi di negara ini.DODXNLWDSXQ\DXDQJWXQDLGLWDQJDQPDND VHFDUDHNRQRPLLWXDUWLQ\DDGDODK$QGDPHPEHULKXWDQJNH%DQN)HGHUDOQ\D$PHULNDGDQ%DQN)HGHUDOQ\D$PHULND LWX EHUMDQML DNDQPHPED\DUKXWDQJQ\DVHEHVDULWX  6HNDUDQJNDUHQDNLWDWLQJJDOGL.QGRQHVLDWDKXQGXOX@GDQDMDLEQ\DODJL RUDQJ$PHULNDSXQWLEDWLEDMDGL SHUVLV VDPD GHQJDQ RUDQJRUDQJ PLVNLQ GDUL $IULND VDQD NDUHQD PHQGDGDN VDMD VHPXD NHND\DDQ PHUHND LWX FXPD NHUWDV WLGDN DGD KDUJDQ\D GDQ OHELK VLDO ODJL  GHQJDQ EDQJNUXWQ\D GROODU SUDNWLV FXPD $PHULND EDNDO EDQJNUXW VHQGLULDQQHJDUDQHJDUDODLQWLGDNLNXWEDQJNUXWNDUHQDDGD(XUR\DQJELVDPHQMDGLSHQ\HODPDWQ\D Pemerintahan Bush Dituding Penyebab Krisis Ekonomi Amerika Serikat Wednesday.DODX VDMD VHPXD DQJJRWD NDUWHO PLQ\DN LQL PHPDQJ PDX MDKDW  GDQ PDLQ HYLO  WHUKDGDS $PHULND PDND FDUDQ\D JDPSDQJ VHNDOL PHUHND FXNXS ELODQJ NLWD VHNDUDQJ FXPDQ PDX WUDQVDNVL SDNH HXUR GDQ VHOHVDLODK GROODUQ\D $PHULND%DQJNUXWVHUWDNLDPDWMXJDODKVLNDSLWDOLV$PHULNDLQL.$"\DVHSHUWLVD\DWDGLELODQJ .LWD\DQJWLGDNSXQ\DEDFNJURXQGHNRQRPLPXQJNLQ ELQJXQJ. $PHULND GDODP VHNHMDE DNDQ EHUDQWDNDQ GDQ LQL DUWLQ\D DSD" %$1*.6021  7DSL $PHULND ODLQ 'HILVLW EXDW$PHULND EHUDUWL MXVWUX PDODK SRVLWLI NDUHQD GHILVLW $PHULND LWX FDUD ED\DUQ\D DGDODK GHQJDQFDUDPHPRWRQJQLODL\DQJNLWDSHJDQJLWXVHFDUDLQWULVWLN%HUDUWLNDODX$PHULNDGHILVLWPDND\DQJUXJL DGDODKNLWDRUDQJQRQ$PHULND\DQJSHJDQJGROODU  &DUD NHUMD VLVWHP HNRQRPL NDSLWDOLV \DQJLPSHULDOLVWLN LQL EHUODNXVHSDQMDQJ RUDQJVHSHUWLNLWD GDQ QHJDUD 5HSXEOLN . Dalam hasil polling yang dipublikasikan kemarin 1/10 itu disebutkan pula bahwa 71 persen .QGRQHVLDLWXPDVLK SHUFD\D GHQJDQGROODUGDQPHQ\LPSDQFDGDQJDQGHYLVDQ\DGDODPEHQWXNGROODU  (URSDWDKXSHUVLVWHQWDQJVWUDWHJLPDNDQJUDWLVGDQXWDQJWLGDNSHUOXED\DULQL.

dampak langsung dari krisis finansial di Amerika Serikat tersebut belum begitu dirasakan." ujar Mendag. sekalipun perekonomian AS melemah.5 persen dan ke Singapura dari 10. Ekspor Indonesia ke Amerika dan Eropa diprediksi bisa menurun dan untuk mengamankan ekspor Indonesia telah melakukan diversifikasi ke pasar Asia. Hal ini berkaitan dengan menurunnya pembangunan perumahan di AS. "Oleh sebab itu.700 orang ikut serta dalam polling tersebut yang separuhnya adalah warga Amerika Serikat. "Departemen Perdagangan telah melakukan diversivikasi pasar dalam lima tahun terakhir.4 persen menjadi 6. tujuan pasar ekspor Indonesia telah semakin terdiversifikasi. Sementara 21 persen responden bahkan berpendapat bahwa krisis ekonomi ini membuktikan kegagalan sistem kapitalis.7 persen menjadi 11." jelas Mendag.6 persen. Oleh karena itu. Menurut Mari. tetapi bila krisis ini berlanjut maka ekspor Indonesia akan terpengaruh. Untuk pasar Uni Eropa dan AS pangsa pasarnya turun. RI Amankan Ekspor ke Asia Jakarta . Hal tersebut diperkuat dengan intra-industry trade di Asia Timur yang sudah sangat intens. namun ke Asia emerging countries cenderung meningkat. udang. ke India dari 3. Namun perlu diwaspadai bahwa jika krisis ini berkelanjutan maka ekspor Indonesia akan terpengaruh.9 persen menjadi 7.9 persen pada pertengahan tahun 2008 dan ke AS dari 14. pangsa ekspor ke Eropa cenderung menurun dari 17. "Diversifikasi pasar yang telah berlangsung akan terus digalakkan guna mengantisipasi resesi di AS dan Eropa serta kemungkinan terjadinya penurunan pertyumbuhan negara-negara Asia karena resesi di negara-negara maju.8 persen. Secara umum dampak krisis finansial Amerika Serikat terhadap ekspor komoditi Indonesia tidak berdampak dalam jangka pendek. Krisis AS.4 persen menjadi 12. Mendag merinci bahwa. sedangkan ke Asia. responden menuding pemerintah Bush bertanggung jawab penuh atas krisis ekonomi Amerika Serikat saat ini. ekspor Indonesia masih akan akan sesuai target pertumbuhan 2008. Sementara itu dalam kurun yang sama ekspor ke Jepang tercatat dari 14.5 persen. ke China dari 5. kakao dan sepatu diperkirakan masih dapat tumbuh walaupun ada beberapa produk yang mengalami penurunan seperti halnya produk kayu olahan dan furnitur. kopi." jelas Mendag dalam siaran pers. Jepang dan Singapura cukup stabil. Tercatat 6. sehingga peran Amerika Serikat dan Uni Eropa semakin menurun.Krisis keuangan di Amerika Serikat telah memberikan dampak pada melemahnya ekonomi global. Rabu (8/10/2008). Produk ekspor utama Indonesia ke Amerika Serikat seperti produk karet. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan dalam jangka pendek krisis tersebut tidak berdampak secara signifikan terhadap ekspor komoditi Indonesia.1 persen pada 2003 menjadi 13.6 persen.1 persen menjadi 9.(ir/ddn) .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->