P. 1
Presentasi BIK Utk Wartawan

Presentasi BIK Utk Wartawan

4.0

|Views: 372|Likes:
Dipublikasikan oleh vindras
Presentasi mengenai Biro Informasi KRedit Indonesia utk Pers
Presentasi mengenai Biro Informasi KRedit Indonesia utk Pers

More info:

Published by: vindras on Sep 30, 2008
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/24/2013

pdf

text

original

BIRO INFORMASI KREDIT

BIRO INFORMASI KREDIT DAN SISTEM INFORMASI DEBITUR
BANDUNG, DESEMBER 2007

DIREKTORAT PERIZINAN DAN INFORMASI PERBANKAN
1

PERAN BIK
Menyelenggarakan SISTEM INFORMASI DEBITUR (SID) untuk: Memperlancar fungsi intermediasi Meminimalkan asymmetric information antara penyedia dana dan penerima dana

Mempercepat pengambilan keputusan penyediaan dana Menurunkan biaya penyediaan dana Membantu pengelolaan risiko kredit

2

ARSITEKTUR TEKNOLOGI INFORMASI SID
PELAPOR BIRO INFORMASI KREDIT
Import Teks File Ekstrane t BI

Intranet BI

Firewall
SID Server
6 WEB Server 12 Dispatcher

SAN

Web Interaktif User Intern BI

3

PROSES SID
PELAPORA N BIRO INFORMASI KREDIT
Input Proses Output

PERMINTAAN IDI

Pelaporan Online

Laporan Debitur

IDI Historis

Pelapor

SID Server

Pelapor Bank Indonesia Pelaporan Off-line (CD/Disket) Aplikasi ATULIDA

4

H. MEKANISME PERMINTAAN INFORMASI DEBITUR
• Pelapor Indonesia
1
Koneksi ke Server BI • User Authentication • Koneksi ke Web Server • User logon

Bank

3

2

Pemasukan Data : - Nama - Alamat - NPWP - No.KTP/ No. Akte - Tgl Lahir/ Tgl AKte

- Cari Informasi Debitur berdasar kombinasi kunci - Tampilkan daftar debitur yang ditampilkan per halaman Appl Server WEB Server

Ekstranet BI

Database Server

4

Pilih Debitur dari daftar untuk mendapatkan informasi detail/ lengkap Debitur tersebut

6

Simpan/ Cetak Informasi Debitur yang didapat

5

Buat informasi detail/ lengkap dari Debitur yang dipilih

5

MANFAAT INFORMASI DEBITUR
MEMPERLUAS AKSES PENYEDIAAN KREDIT PENYEDIAAN INFORMASI KUALITAS DEBITUR MENINGKATKAN KESADARAN PENTINGNYA MENJAGA REPUTASI KREDIT MENINGKATKAN PERAN MASYARAKAT MENGONTROL DATA KREDIT MEMPERLANCAR PENYEDIAAN KREDIT MEMPERMUDAH MANAJEMEN RISIKO

DEBITUR & MASYARAKAT LUAS TERMASUK UMKM
PENCIPTAAN DISIPLIN PASAR

LEMBAGA PENYEDIA DANA (BANK DAN NON BANK)
TRANSPARANSI KEPADA MASYARAKAT

6

PERKEMBANGAN BIK
Biro kredit yang ideal tidak hanya memberikan informasi kredit kepada anggota, tapi juga informasi kepada non anggota (termasuk nasabah bank) dan produk - produk informasi untuk mengelola risiko kredit.
POSISI BIK SAAT INI SETELAH PBI SID BARU 30 NOV 2007 POSISI BIK PADA AWAL PEMBENTUKAN 29 JUNI 2006

Biro Kredit Standar Internasional

• Credit Report (Informasi Negatif & Informasi Positif) • Consumer Report

Biro Kredit Komprehensif Biro Kredit Khusus

Credit Report (Informasi Negatif & Informasi Positif)

VALUE ADDED SERVICES: • Credit Scoring • Manajemen Risiko • Sarana Pencegahan Fraud • Jasa Konsultasi

Credit Report (Informasi Negatif)

Sumber: David Emery, Dun and Bradstreet, 2004

7

ASPEK PENGUATAN BIK
PENYEMPURNAAN PENGATURAN (PBI, SURAT EDARAN, DLL)

PERATURAN

PENYEMPURNAAN SOFTWARE PENINGKATAN KAPASITAS HARDWARE & JARINGAN

TEKNOLOGI & SISTEM INFORMASI

BIRO INFORMASI KREDIT PELAPOR & MASYARAKAT
PERLUASAN PELAPOR PENYEDIAAN INFORMASI DEBITUR KEPADA MASYARAKAT

8

PERKEMBANGAN PRODUK DAN LAYANAN
Perluasan produk dalam bentuk consumer report yaitu informasi debitur yang ditujukan untuk debitur Penyediaan data historis pembayaran yaitu kolektibilitas dan jumlah hari tunggakan) pada credit report dan consumer report yang dihasilkan Layanan counter BIK di Gerai Info, Bank Indonesia

9

LATAR BELAKANG PERUBAHAN KETENTUAN SID
meningkatkan disiplin pasar transparansi kondisi debitur edukasi masyarakat ttg pentingnya menjaga reputasi perkreditan untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan pelaporan SID, keakuratan serta kualitas data dan Informasi Debitur
(Perubahan PBI NO.7/8/PBI/2005 tanggal 24 Januari 2005 menjadi PBI NO.9/14/PBI/2007 tanggal 30 November 2007)
10

MATERI PERUBAHAN KETENTUAN SID
perluasan pengguna informasi debitur kpd debitur sendiri dan pihak lain bukan Pelapor (dalam rangka pelaksanaan UU); kriteria BPR yang wajib menjadi Pelapor SID; besarnya sanksi kewajiban membayar Lembaga Keuangan Non Bank (LKNB); bagi

kewenangan BI untuk melakukan pemeriksaan terhadap Pelapor SID; mekanisme pelaksanaan sanksi.

11

PROGRES DATA BIK
Launching BIK (Juni 2006)
JUMLAH PELAPOR • Bank Umum • BPR • Perusahaan Pembiayaan JUMLAH DEBITUR • Bank Umum • BPR • Perusahaan Pembiayaan JUMLAH DEBTOR IDENTIFICATION NUMBER (DIN) • Bank Umum • BPR • Perusahaan Pembiayaan JUMLAH PERMINTAAN IDI • Bank Umum • BPR • Perusahaan Pembiayaan 340 130 208 2 17,992,734 17,731,258 261,468 12,991,748 12,634,826 356,914 257,376 257,238 138

Nov 2007
618 130 487 3 33,635,528 31,8058,722 1,718,781 108,025 27,045,552 25,389,221 1,562,131 94,210 2,474,238 2,420,180 50,485 3,573

12

13

C. PERBANDINGAN PBI SID
KETERANGAN Pelapor KETENTUAN SID LAMA (PBI No. 7/5/2005) Bank Umum, PKKSB, dan LKBB. KETENTUAN SID BARU (PBI No. 9/14/PBI/2007) BPR, Bank Umum, BPR, LKNB, PKKSB, Koperasi Simpan Pinjam.

Kriteria BPR yang BPR dengan total aset BPR dengan total aset Rp10 wajib menjadi Rp10 Miliar atau lebih. Miliar atau lebih selama 6 Pelapor (enam) bulan berturut-turut BPR yang telah memiliki TA mencapai Rp10 Miliar dalam jangka waktu 2 (dua) bulan terakhir sebelum berlakunya PBI baru, wajib menjadi Pelapor bila memenuhi kriteria yg ditetapkan.

14

C. PERBANDINGAN PBI SID
KETERANGAN KETENTUAN SID LAMA (PBI No. 7/5/2005) KETENTUAN SID BARU (PBI No. 9/14/PBI/2007) BPR dengan total aset di bawah Rp10 Miliar yang memiliki infrastruktur yang memadai dan kesesuaian struktur data debitur dengan SID Laporan Debitur disampaikan paling lambat 3 (tiga) bulan sejak diberikannya user-id & password Kriteria BPR yang BPR dengan total aset di dapat menjadi bawah Rp10 Miliar yang Pelapor memiliki infrastruktur yang memadai

Kewajiban penyampaian laporan Debitur untuk pertama kali (bagi Pelapor baru) Pengkinian oleh BI

Laporan Debitur disampaikan paling lambat 2 (dua) bulan setelah melakukan kegiatan operasional

data Hanya dapat dilakukan Dapat dilakukan terhadap: terhadap Pelapor yang - pelapor yang mengalami mengalami pembekuan pencabutan izin usaha atau kegiatan usaha atau likuidasi, atau - Pelapor yang tidak dapat likuidasi lagi mengup-date data 15 debiturnya.

C. PERBANDINGAN PBI SID
KETERANGAN Periode Penyampaian Koreksi KETENTUAN SID LAMA (PBI No. 7/5/2005) Koreksi disampaikan paling lambat tanggal 12 setelah bulan Laporan Debitur yang bersangkutan KETENTUAN SID BARU (PBI No. 9/14/PBI/2007) Penyampaian koreksi dibedakan: -Atas temuan Pelapor : paling lambat tanggal 12 setelah bulan laporan bersangkutan. -Atas temuan BI : paling lambat tanggal 12 pada periode penyampaian Laporan Debitur berikutnya.

16

C. PERBANDINGAN PBI SID
KETENTUAN SID LAMA (PBI No. 7/5/2005) Penyampaian Penyampaian laporan laporan secara off- secara off-line line dilakukan apabila Pelapor: -berkedudukan di daerah yang belum tersedia fasilitas telekomunikasi; -mengalami force majeure; -baru memulai kegiatan operasional dg batas waktu 2 bulan setelah melakukan kegiatan operasional; -mengalami gangguan teknis. KETERANGAN KETENTUAN SID BARU (PBI No. 9/14/PBI/2007) Penyampaian laporan secara off-line dilakukan apabila penyampaian secara on-line melalui kantor pusat/cabang lainnya dari Pelapor tidak dapat dilakukan.

17

C. PERBANDINGAN PBI SID
KETENTUAN SID LAMA (PBI No. 7/5/2005) Periode Penyampaian off-line penyampaian dilakukan paling laporan secara off- lambat tanggal 12 line setelah bulan Laporan Debitur yang bersangkutan. Pengecualian --Pelaporan KETERANGAN KETENTUAN SID BARU (PBI No. 9/14/PBI/2007) Penyampaian off-line dilakukan paling lambat 3 hari kerja setelah batas akhir periode penyampaian Laporan. Pengecualian pelaporan diberikan kepada Pelapor yang mengalami force majeure dengan pemberitahuan tertulis kepada BI.

18

C. PERBANDINGAN PBI SID
KETENTUAN SID LAMA (PBI No. 7/5/2005) Pihak yang dapat Pelapor meminta Informasi Debitur KETERANGAN KETENTUAN SID BARU (PBI No. 9/14/PBI/2007) - Pelapor (secara on-line); - Debitur (Kunjungan ke Gerai Info – BI atau kepada Pelapor yang memberikan penyediaan dana kepada Debitur ybs); atau - Pihak lain dalam rangka melaksanakan UndangUndang (kepada BI). - Mengajukan permohonan tertulis dengan menunjukkan asli bukti identitas diri dan asli surat kuasa (bila dikuasakan). - Segala akibat hukum sepenuhnya tanggung jawab Debitur yang bersangkutan.
19

Prosedur permintaan IDI oleh Debitur

---

C. PERBANDINGAN PBI SID
KETERANGAN Penjelasan tertulis Pelapor KETENTUAN SID LAMA (PBI No. 7/5/2005) --KETENTUAN SID BARU (PBI No. 9/14/PBI/2007) - Pelapor wajib memberikan dari penjelasan tertulis kepada Debitur atau calon Debitur yang ditolak penyediaan dananya karena akibat langsung dari Informasi Debitur. - Hanya berlaku apabila terdapat permintaan tertulis dari Debitur atau calon Debitur ybs. Penyampaian Paling lambat 1 bulan Paling lambat 2 bulan sejak BI daftar pihak- sebelum berlakunya memberikan user-id dan pihak yang kewajiban pelaporan. password Web SID. ditujuk terkait dengan SID - BI melakukan pengawasan Pengawasan --terhadap pemenuhan kewajiban Pelapor. - Pelapor wajib memberikan informasi yang dibutuhkan.

20

SANKSI
SANKSI YANG DIBERIKAN NO . JENIS KESALAHAN BANK UMUM Rp. 1 Terlambat menyampaikan Laporan Debitur 1,000,000 Penundaan pemberian IDI 2 Tidak menyampaikan Laporan Debitur BPR, PKKSB, LKNB, KSP Rp. 100,000 Penundaan pemberian IDI Per hari kerja keterlambatan untuk setiap Kantor Pelapor Sampai dengan diterimanya Laporan Debitur oleh BI Per Laporan Debitur untuk setiap Kantor Pelapor Sampai dengan diterimanya Laporan Debitur oleh BI Per hari kerja keterlambatan untuk setiap Kantor Pelapor Per Debitur untuk setiap Kantor Pelapor   28 KETERANGAN PASAL

 

29  

50,000,000 Penundaan pemberian IDI

5,000,000 Penundaan pemberian IDI

3

Terlambat menyampaikan koreksi laporan atas temuan Pelapor Laporan tidak disampaikan sesuai dengan ketentuan atas temuan BI

30

100,000

25,000

4

250,000 Maksimal 10.000.000

25,000 Maksimal 1.000.000

31 ayat (1)  

21

SANKSI
SANKSI YANG DIBERIKAN NO . JENIS KESALAHAN BANK UMUM Rp. 5 Terlambat menyampaikan koreksi laporan atas temuan BI 250,000 Maksimal 10.000.000 Penundaan pemberian IDI BPR, PKKSB, LKNB, KSP Rp. 25,000 Maksimal 1.000.000 Penundaan pemberian IDI Per Debitur untuk setiap Kantor Pelapor   Sampai dengan diterimanya koreksi Laporan Debitur oleh BI Per Laporan Debitur untuk setiap Kantor Pelapor Per hari kerja keterlambatan untuk setiap Kantor Pelapor 32 ayat (1) 31 ayat (2) KETERANGAN PASAL

 

6

Penyampaian laporan secara off-line yang tidak memenuhi ketentuan Terlambat menyampaikan laporan secara off-line

1,000,000

100,000

7

32 ayat (3)

1,000,000

100,000

22

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->