Anda di halaman 1dari 2

KEPEMIMPINAN

Kepemimpinan merupakan sesuatu yang muncul dari diri seseorang sebagai komitmen bahwa ia ingin dan bersedia menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri, bagi keluarganya, bagi lingkungan pekerjaannya, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya.

Kepemimpinan bukanlah mengenai jabatan, gelar, ataupun gengsi, melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya, ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peace) dan membentuk bangunan karakter yang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya, dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya, pada saat itulah seseorang lahir menjadi pemimpin sejati.

Pada

kenyataannya,

seringkali

seorang

pemimpin

sejati

tidak

diketahui

keberadaannya oleh mereka yang dipimpinnya. Bahkan ketika misi atau tugas terselesaikan, maka seluruh anggota tim akan mengatakan bahwa merekalah yang melakukannya sendiri. Pemimpin sejati adalah seorang pemberi semangat (encourager), motivator, inspirator, dan maximizer. Ini berarti, pemimpin bukanlah seseorang yang dapat memerintah bawahannya seenaknya dan mengharapkan pujian serta penghormatan dari mereka yang dipimpinnya. Kepemimpinan sejati adalah kepemimpinan yang didasarkan pada kerendahan hati.

Pelajaran mengenai kerendahan hati dan kepemimpinan sejati dapat kita peroleh dari kisah hidup Nelson Mandela. Seorang pemimpin besar Afrika Selatan, yang membawa bangsanya dari negara yang rasialis, menjadi negara yang demokratis dan merdeka. Selama 27 tahun penderitaan dalam penjara pemerintah Apartheid, Nelson Mandela tidak pernah menyerah, ia malah mengalami perubahan karakter, memperoleh kedamaian dalam dirinya, dan menjadi manusia yang rendah hati.

Kenneth Blanchard, seorang penulis terkenal, berkata bahwa kepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Perub ahan karakter adalah segala-galanya bagi seorang pemimpin sejati. Tanpa perubahan dari dalam, tanpa

Tugas Manajemen

Deasy Silvia Andriani / 2010110018

kedamaian diri, tanpa kerendahan hati, tanpa adanya integritas yang kokoh, daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan, dan visi serta misi yang jelas, se seorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati.

Tanpa kita sadari, sebenarnya setiap orang mempunyai potensi untuk menjadi pemimpin. Namun, untuk dapat menjadi seorang pemimpin yang baik, seseorang harus memahami kelebihan dan kekurangan dirinya, baru kemudian memahami kelebihan dan kekurangan orang-orang yang dipimpinnya. Selain itu, pemimpin yang baik pun harus

memiliki visi dan misi hidup yang jelas, serta kemampuan tinggi untuk menjadi pemimpin sejati. Tanpa visi dan misi maupun sasaran yang jelas dalam kehidupannya, berarti seseorang telah gagal menjalani kehidupannya, karena dengan adanya tujuan hidup, seseorang akan dapat mengalami perbaikan seluruh kinerja kehidupannya. Jika ia telah gagal menghadapi kehidupannya sendiri, bagaimana seseorang dapat memimpin orang lain?

Oleh karena itu, seorang pemimpin yang sejati harus senantiasa bertumbuh, belajar dan berkembang, baik secara internal (pengembangan kemampuan intrapersonal, kemampuan teknis, pengetahuan, dll), maupun dalam hubungannya dengan orang lain (pengembangan kemampuan interpersonal dan metoda kepemimpinan).

Seperti yang dikatakan oleh John Maxwell: The only way that I can keep leading is to keep growing. The day I stop growing, somebody else takes the leadership baton. That is the way it always it. Satu-satunya cara agar saya tetap menjadi pemimpin adalah saya harus senantiasa bertumbuh. Ketika saya berhenti bertumbuh, orang lain akan mengambil alih kepemimpinan tersebut.

Pustaka: http://freddyiriawan.com/motivasi/pemimpin-sejati/

Tugas Manajemen

Deasy Silvia Andriani / 2010110018

Beri Nilai