Anda di halaman 1dari 10

MODUL 7 MERINTIS USAHA BARU DAN MODEL PENGEMBANGANNYA

TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS : Agar mahasiswa mampu untuk : 1. Mengggambarkan langkah2 memasuki dunia usaha 2. Mengenal cara2 merintis usaha baru dan model pengembangannya. 3. Mengenal cara membeli perusahaan yang sudah dirintis 4. Mengidentifikasi profil usaha kecil dan cara pengembangannya MATERI YANGDIBAHAS : 1. Cara memasuki dunia usaha Merintis usaha baru Membeli perusahaan yang sudah didirikan. Franchising (Waralaba) 2. Profil usaha kecil dan model pengembangannya 3. Kerangka hipotetis pengembangan usaha kecil. Materi 6.1 CARA MEMASUKI DUNIA USAHA. Dalam hal ini ada 3 cara yang dapat dilakuan ,yaitu : 1.Merintis usaha baru, Yaitu dengan membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan modal, ide, organisasi serta manajemen yang dirancang sendiri. Ditinjau dari bentuknya dapat berupa (a) Perusahaan milik sendiri (sole proprietorship), yaitu bentuk usaha yg dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang. (b) Persekutuan (partnership), yaitu suatu kerja sama dua orang atau lebih yang secara bersama sama menjalankan usaha bersama dan (c) Perusahaan berbadan hukum, yaitu perusahaan yg didirikan atas dasar badan hukum dengan modal berupa saham2. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mendirikan bisnis sendiri : i. Mantapkan keinginan untuk berbisnis sendiri. kecil/menengah ii. Mulailah dengan membuatkomitmen untuk menjadi seorang pengusaha

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Susetya Hadi

KEWIRAUSAHAAN

iii.

Lakukan penelitian tentang industri dan pasar dari produk yang akan dibisniskan.

Iv Punya keahlian tertentu. v. Memahami sifat dasar bisnis yang akan dipilih vi. Lihat ruang lingkup secara keseluruhan dari bisnis yang dipilih dan kaji peluang pasar saat ini dan mendat vii. Bentuk usaha dan bentuk kepemilikan yg akan dipilih 2.Membeli perusahaan orang lain (buying) Yaitu dengan membeli perusahaan yg telah didirikan dan diorganisir oleh orang lain dimana nama serta organisasi nya sudah ada. Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah : i. Mantapkan keinginan untuk berbisnis dengan membeli bisnis yg sudah jalan. ii. Mulailah dengan membuat komitmen untuk menjadi seorang pengusaha dengan meneruskan atau mengambil alih komitmen yg telah dibuat orang lain. iii. Lakukan market research iv. Lakukan penyesuaian dengan budaya baru usaha tsb. v. Pahami sifat dasar bisnis yang dipilih vi. Lihat ruang lingkup secara keseluruhan termasuk peluang dan tantangan yg dihadapi vii. Perlu evaluasi mendalam dan audit terhadap perusahaan yg akan dibeli viii. Teliti mengapa perusahaan tsb dijual ix. Kaji apakah perusahaan tsb telah mempunyai net work pasar maupun citra yg baik. x. Selidiki dulu sejarah berdirinya perusahaan tsb. 3.Franchising (waralaba) Yaitu suatu kerjasama antara franchisee dengan perusahaan induk (franchisor) dalam mengadakan persetujuan jual beli hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha. Kerjasama ini biasanya dengan dukungan awal seperti pemilihan tempat, rencana bangunan, pembelian peralatan,pola arus kerja, pemiliham permodalan. karyawan,akuntansi, kwalitas, riset, konsultasi, nasihat penetapan standar,promosi,pengendalian hokum, dan sumber

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Susetya Hadi

KEWIRAUSAHAAN

6.1.1 MERINTIS USAHA BARU Salah satu syarat yang diperlukan bila seseorang ingin memasuki dunia usaha adalah dimilikinya jiwa wirausaha oleh orang yang bersangkutan. Sementara itu menurut hasil penelitian Peggy Lambing (2000) ,sekitar 43 % responden wirausaha mendapatkan ide bisnis dari pengalaman yg diperoleh saat bekerja di perusahaan. Selanjutnya sejumlah 15 % responden telah mencoba dan mereka merasa mampu mengerjakannya dengan lebih baik, sedangkan 11 % menyatakan bahwa mereka memulai usaha untuk memenuhi peluang pasar dan sisanya yaitu sejumlah 31 % Karenna hobi. Pendekatan yg digunakan untuk mencari peluang mendirikan usaha baru : 1. Inside-out approach (idea generation) yaitu pendekatan berdasarkangagasan sebagai kunci yang menentukan keberhasilan usaha. Dalam hal ini penentuan jenis usaha yang akan dirintis didasarkan pada ketrampilan,kemampuan, latar belakang apa yg dimilikinya. 2. The out side in approach (opportunity recognation), yaitu pendekatan yg menekankan pada basis ide bahwa suatu perusahaan akan berhasil apabila menanggapi atau menciptakan suatu kebutuhan yang ada di pasar. Jadi dapat dikatakan sebagai environment scanning yaitu alat untuk pengembangan yg akan ditransfer menjadi peluang2 ekonomi, yg dalam hal ini dapat berupa surat kabar,laporan periodik tentang perubahan ekonomi,jurnal perdagangan dan pameran dagang,publikasi pemerintah dan informasi lisensi produk yg disediakan oleh broker, universitas,ataupun perusahaan lainnya. Menurut Norman Scarborough, kompetensi usaha yg diperlukan berkenaan dengan inside out approach mencakup : 1. Kemampuan teknik, yaitu kemampuan tentang bagaimana memproduksi produk dan bagaimana cara menyajikannya. 2. Kemampuan pemasaran, yaitu kemampuan tentang bagaimana menemukan pasar, pelanggan dan harga yg tepat. 3. Kemampuan fiansial, yaitu kemampuan tentang bagaimana memperoleh sumber2 dana dan cara menggunakannya. 4. Kemampuan hubungan, dan yaitu kemampuan tentang relasi, bagaimana serta cara mencari,memelihara mengembangkan kemampuan

komunikasi maupun negoisasi. 5. Disamping itu harus memiliki ide dan kemauan yg kuat

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Susetya Hadi

KEWIRAUSAHAAN

Salah satu aspek yag dapat berperan sebagai pendorong sekaligus bisa juga sebagai penghambat jalannya perusahaan adalah aspek lingkungan , yg secara garis besar dibedakan menjadi dua yaitu lingkungan mikro dan lingkungan makro. Dalam hal ini lingkungan mikro adalh lingkungan yg ada kaitan langsung dengan operasional perusahan seperti pemegang saham, manajemen, karyawan, pemasok, pelanggan,distributor dan sebagainya. Sedangkan lingkungan makro adalah adalah lingkungan diluar perusahaan yg dapat mempengaruhi daya hidup perusahaan secara keseluruhan yang mencakup : Lingkungan ekonomi (lokal, regional, internasional), lingkungan teknologi, lingkungan sospolkam, lingkungan demografi dan gaya hidup. Dari berbagi lingkungan seperi tsb diatas lah peluang baru dalam bisnis diperoleh. Zimmerer menganalisis peluang baru tsb dengan suatu analisis yg disebut CROSS-IMPACT ANALYSIS, seperti berikut : Kecenderungan Ekonomi

Faktor demografi & Gaya hidup

PELUANG BARU

Lingk.sospolkam

Kemajuan teknologi

Hambatan2 yg mungkin dihadapi dalam upaya memasuki industri : 1. Sikap dan kebiasaan pelanggan. Loyalitas pelanggan terhadap perusahaan baru masih kurang, hal yg sebaliknya terjadi pada perusahaan yang sudah ada. 2. Switching cost (biaya perubahan)

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Susetya Hadi

KEWIRAUSAHAAN

yaitu biaya2 yg diperlukan untuk pelatihan kembali para karyawan dan penggantian alat maupun system yg lama 3. Respon dari pesaing yg ada yg secara agresif akan mempertahankan market share yg ada. Sementara itu sebagai wirausahawan harus memahami beberpa hak perlindungan bagi perusahaan seperti hak paten (suatu pengakuan dari lembaga yg berwenang atas penemuan produk baru yang diberi kewenangan untuk membuat,menggunakan dan menjualpenemuannya selama paten tsb masih dalam jaminan), merk dagang (brand name) hak cipta (suatu hak istimewa guna melindungi pencipta berkenaan dengan keorisinilan ciptaannya).

6.1.2 MEMBELI PERUSAHAAN YG SUDAH DIDIRIKAN. Beberapa alas an mengapa membeli perusahaan yg sudah didirikan, yaitu kemungkianan risiko lebih rendah, lebih mudah dan cepat menghasilkan, memiliki peluang untuk membeli dengan harga yg lebih murah (bisa ditawar). Dilain pihak ada pula kerugian atau permasalahan yg timbul baik secara internal maupun eksternal, yaitu :

1. Banyaknya pesaing , ukuran peluang pasar, kesinambungan pasokan


bahan baku bahan pembantu ataupun bahan tambahan. Marketing channel, dll (masalah eksternal). 2. Masalah internal seperti reputasi perusahaan/image, masalah karyawan, masalah lokasi ataupun masalah masa depan perusahaan yg lainnya. Beberapa aspek yg perlu diperhatikan dan dianalisis sebelum melakukan kontrak jual beli perusahaan : a. Pengalaman apa yg dimiliki untuk mengoperasikan perusahan tsb. b. Mengapa perusahaan tsb berhasil tetapi mengalami krisis c. Dimana lokasi perusahaan tsb d. Berapa harga yg rasional untuk membeli perusahaan tsb. e. Apakah membeli perusahaan tsb akan lebih menguntungkan dibandingkan dengan merintis sendiri usaha baru. f. Bank yang melayani perusahaan yg akan dibeli perusahaan yg akan dibeli. g. Kontak2 perusahaan seperti pemasok, distributor,pelanggan, dll stake holder

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Susetya Hadi

KEWIRAUSAHAAN

h. Jaringan kerja sama bisnis dan sosial perusahaan yg akan dibeli i. Jurnl perdagangan dan media yg digunakan perusahaan yg akan dibeli.

Sementara itu menurut Zimmerer ada lima hal kritis yg perlu dicermati berkaitan dengan alasan mengapa seseorang membeli perusahaan, yaitu : 1. Alasan pemilik menjual perusahaan. Apakah kekyaannya berbentuk tangibel ataukah intangibel seperti hak paten, hak cipta dll..Apakah masih prospektif, layak guna serta efisien? 2. Potensi produk yg dihasilkan. Potensi pasar apa yg dimiliki baik berkenaan dengan komposisi dan karakteristik pelanggan maupun karakteristik dan komposisi pesaing. 3. Aspek legal yg dimiliki perusahaan. Dalam hal ini yg harus dipertimbangkan adalah hal2 yg berkaitan dengan prosedur pemindahan kekayaan dan balik nama dari penjual ke pembeli. 4. Kondisi keuangan perusahaan yg akan dijual, apakah dalam keadaan sehat ataukah sebaliknya. Teliti laporan keuangannya secara cermat. Setelah berbagi hal diatas dianalisis secara cermat, langkah berikutnya adalah : a. Yakinkan bahwa anda tidak akan merintis usaha baru. b. Tentukan jenis perusahaan yg diinginkan dan apakah anda mampu mengelolanya. c. Pertimbangkan gaya hidup yg anda inginkan.Apa yg diharapkan dari pwerusahaan tsb. d. Pertimbangkan lokasi yg diinginkan. e. Pertimbangkan kembali aya hidup, apakah anda ingin persh tsb untuk selamanya. f. Jajagi penyandang dana sebelumnya g. Persiapkan diri anda sebaik-baiknya. h. Tetapkan perusahaan yg ingin dibeli i. j. Pilihlah penjual terbaik.Apa alasan menjual persh.tsb. Adakan penelitian sekali lagi untuk meyakinkan bhw anda memang akan membelinya. k. Buatlah surat perjanjian dalam bentuk yg spesifik, misal jangka waktu pembayaran berakhir l. Jangan lupa untuk menilai karyawan m. Yakinkan bhw harga yg ditawarkan betul2 mencerminkan nilai perusahaan.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Susetya Hadi

KEWIRAUSAHAAN

6.1.3

FRANCHISING ( Waralaba). Waralaba merupakan kerjasama manajemen untuk menjalankan perusahaan

cabang /penyalur. Inti waralaba ini adalah memberi hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha dari perusahaan induk, dengan demikian dapat dikatakan sebagai suatu persetujuan lisensi menurut hukum antara suatu perusahaan penyelenggara/produsen malaksanakan usaha, Perusahaan yg memberi lisensi disebut FRANCHISOR, sedangkan yg diberi lisensi/penyalur disebut FRANCHISEE. Perusahaan induk (franchisor) mengijinkan franchisee untuk menggunkan nama, tempat/daerah, bimbingan, latihan karyawan, periklanan dan perbekalan material secara berkelanjutan. Dukungan awal mencakup salah satu atau keseluruhan aspek2 berikut : (1) Pemilihan tempat (2) Rencana bangunan (3) Pembelian peralatan (5) Pemilihan karyawan (6) Periklanan (7) Grafik (8) Bantuan pada acara pembukaan. dengan penyalur atau perusahaan lain untuk

(4) Pola arus kerja

Selain bantuan awal , bantuan lain yg berlanjut dapat berupa : (a) Pencatatan dan akuntansi (b) Konsultasi (c) Pemeriksaan dan standar (d) Promosi (e) Pengendalian kwalitas (f) Nasihat hukum (g) Riset (h) Material lainnya.

Dalam kerjasama waralaba ini, perusahaan induk memberi bantuan manajemen secara berkesinambungan, keseluruhan citra, pembuatan, teknik pemasaran diberikan ke perusahaan franchisee. Dasar hukum penyelenggaraan franchising adalah kontrak antara franchisor dengan franchisee, yg secara umum mencakup ketentuan2 berikut : FRANCHISOR setuju untuk : * Memberikan suatu wilayah penjualan yg berdiri sendiri kpd hranchisee * Menyediakan sejumlah pelatihan dan bantuan manajemen FRANCHISEE setuju untuk : Menyelenggarakan perusahaan sesuai de ngan persyaratan yg diajukan franchisor Menginvestasikan secara minimaum jum lah tertentu pada perusahaan.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Susetya Hadi

KEWIRAUSAHAAN

* Memberikan barang2 dagangan kpd franchisee secara bersaing * Memberikan nasihat kpd francisee ttg

Membayar ke franschisor suatu jumlah tertentu (semacam fee tetap) Membangun, atau kalau tidak franchisee yg telah disetujui franschisor

lokasi perusahaan dan desin bangunan menyediakan fasilitas perusahaan seperti * Memberikan bantuan finansial tertentu Membeli persediaan dan material standar atau nasihat finansial ke franchisee lainnya dari franchisor atau dari pemasok yg telah disetujui. Keuntungan usaha franchising (by Zimmerer) : 1. Adanya pengarahan, pelatihan dan pengawasan berkelanjutan dari franchisor 2. Diberikannya bantuan finansial, utamanya pada awal pembukaan yg mumnya perlu biaya yg tinggi. 3. Keuntungan dari penggunaan nama,merk, produk yg telah terkenal. Kelemahan franchising (by Zimmerer) 1. Tak tertutup kemungkinan program latihan tidak sesuai dengan keinginan 2. Pembatasan kreativitas penyelenggara usaha franchisee 3. Franchisee jarang mempunyai hak untuk menjual perusahaannya ke pihak lain tanpa menawarkan terlebih dulu pada pihak franchisor dengan harga yg sama. KELEBIHAN DAN KELEMAHAN tiga cara memasuki usaha : Bentuk 1.Merintis usaha Kelebihan * Gagasan murni * Bebas beroperasi * Fleksibel dan mudah penga turan 2. Membeli perusasahaan * Kemungkinan sukses * Lokasi sudah cocok nya sudah mantap * Sudah siap operasi Kelemahan * Pengakuan nama kurang * Fasilitas in efisien * Penuh ketidakpastian * Persaingan kurang diketahui * Persh yg dijual biasanya lemah * Peralatan tak efisien * Sulit inovasi

* Karyawan dan pemasok biasa * Mahal

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Susetya Hadi

KEWIRAUSAHAAN

3. Franchising

* Mendapat pengalaman dlm logo, nama, teknik produksi,pelatihan teknik,bantuan modal *Penggunaan nama, merk yg sudah terkenal

* Tidak mandiri * Kreativitas tidak berkembang

* Menjadi interdependen, terdo minasi,rentan thd perubahan franchisor.

Materi 6.2 PROFIL USAHA KECIL DAN MODEL PENGEMBANGANNYA. Pada kenyataannya batasan usaha kecil sangat bervariasi/berbeda satu dengan lainnya, hal mana tergantung pada fokus masing2 permasalahan. Dalam Small Business Act dikemukakan : A small business is one which independently owned and operated and is not dominant in its field Menurut Small Bisnis Development Center University of Winconsin, perusahaan kecil mempunyai ciri2 sbb. : Greater potential, greater risk, limited acces to capital, one or few managers and less able to survive major mistakes Di Indonesia sendiri belum ada batasan dan kriteria yg baku berkenaan dng usaha kecil. Berbagai instansi menggunakan batasan dan criteria menurut focus permasalahan yg dituju. Smentara itu berdasarkan UU No. 9 / 1995 pasal 5 tentang usaha kecil, dikemukakan beberapa criteria usaha kecil sbb. : 1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak dua ratus juta rupiah, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha, atau 2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak satu milyar rupiah. BPS (1988) mendifinisikan usaha kecil dengan ukuran tenaga kerja, yaitu 5 s/d 19 orang yg terdiri dari pekerja kasar yg dibayar,pekerja pemilik dan pekerja keluarga. Sedangkan Commity for Economic Development, mengemukakan criteria usaha kecil sbb. : (1) Manajemen berdiri sendiri, manajer adalah pemilik ; (2) Modal disediakan oleh pemilik atau kelompok kecil ; (3) Daerah operasi bersifat local dan (4) Ukuran dalam keseluruhan relative kecil.

Materi 6.3 KERANGKA HIPOTETIS PENGEMBANGAN USAHA KECIL. Hasil studi yg dilakukan oleh John Eggers dan Kim Leahy mengidentifikasi enam tahap pengembangan bisnis yaitu tahap konsepsi (conception), survival, stabilisasi, orientasi pertumbuhan, pertumbuhan yg cepat dan kematangan.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Susetya Hadi

KEWIRAUSAHAAN

Banyak konsep yg dikemukakan para ahli ekonomi dan manajemen modern tentang cara meraih keberhasilan usaha kecil dalam mempertahankan eksistensinya secara dinamis. Dalam berbagai konsep strategi bersaing dikemukakan bhw keberhasilan suatu perusahaan sangat tergantung pada kemampuan internal yg meliputi kompetensi khusus. Sementara itu Michael Porter dalam teori competitive strategy nya mengemukakan bahwa untuk mencapai daya saing khusus, perusahaan harus menciptakan keunggulan melalui strategi generik yaitu strategi yg menekankan pada low cost strategy, defferentiation dan focus. Dengan strategi ini perusahaan akan mempunyai daya tahan hidup secara berkelanjutan (sustainability). Menurut pendapat Mahoney dan Pandian strategi yg dikemukakan M.Porter hanya untuk keperluan jangka pendek dan bersifat statis, menurut mereka yg lebih penting adalah strategi jangka panjang dan dinamis. Dengan demikian perusahaan harus dikembangkan melalui strategi yg berbasis pada pengembangan sumberdaya internal secara superior untuk menciptakan kompetensi inti (core competency) seperti yg disarankan oleh Mintzberg. Dalam konteks persaingan bebas yg semakin dinamis seperti sekarang ini, menurut DAveni, perusahaan harus menekankan pada strategi pengembangan kompetensi inti, yaitu pengetahuan dan keunikan untuk menciptakan keunggulan ,dimana keunggulan tsb dapat diciptakan melalui The New 7 S strategy, yaitu : 1. Superior stakeholder satisfaction (mengutamakan kepuasan

stakeholder) 2. Strategic sooth saying (strategi membuat kejuatan/mencengangkan) 3. Position for speed (posisi mengutamakan kecepatan) 4. Position for surprise (posisi untuk membuat kejutan) 5. Shifting the role of the game (strategi mengadakan perubahan peran yg dimainkan). 6. Signaling strategic intent (mengindikasikan tujuan dari strategi) 7. Simultanous and sequential strategic thrust (membuat rangkaian penggerak/pendorong strategi secara simultan dan berurutan). Dari gambaran diatas jelaslah bahwa kelangsungan hidup perusahan kecil maupun perusahaan besar, pada umumnya sangat tergantung pada strategi manajemen perusahaan dalam memberdayakan sumberdaya manusia.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Susetya Hadi

KEWIRAUSAHAAN

10