Anda di halaman 1dari 19

Outbond

Asal-usul outbound sendiri, berawal dari program pelatihan anak buah kapal salah satu pelayaran di Inggris. Pelatihan dilakukan tidak hanya di laut tetapi juga di darat yang berupa petualangan di alam, selama 26 hari. Istilah awal yang diberikan untuk pelatihan tersebut adalah County Badge . Kemudian berubah menjadi Outward Bound. Istilah Outward bound inilah yang kemudian terus dipakai sampai hari ini. Istilah Outward Bound sendiri sudah dipatenkan, sehingga semua orang boleh menggunakan istilah tersebut. Mungkin karena istilah Outward Bound sudah dipatenkan banyak orang kemudian menggunakan istilah 'outbound'.

Outbound yang dipahami banyak orang adalah kegiatan di alam terbuka. Tetapi sebenarnya Outbound adalah kegiatan pelatihan yang menggunakan alam bebas sebagai media. Sifat kegiatan umumnya menyenangkan, lucu, atau penuh tantangan. Program pengembangan dan pelatihan yang dilakukan di luar ruangan, atau biasa disebut outbound hanya akan efektif bila dilaksanakan dengan baik, yakni mampu memberikan rasa percaya diri dan dapat menguatkan mental bagi para partisipannya. Banyak tujuan dari diadakannya kegiatan Outbond ini diantaranya adalah : " Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan diri masing masing peserta " Mengetahui dan memahami perasaan, pendapat orang lain dan menghargai perbedaan " Membangkitkan semangat dan motivasi untuk terus terlibat dalam kegiatan-kegiatan formal maupun informal " Lebih mandiri dan bertindak sesuai dengan keinginan " Lebih empati dan sensitif dengan perasaan orang lain " Mampu berkomunikasi dengan baik

" Mengetahui cara belajar yang efektif dan kreatif " Memberikan pemahaman terhadap sesuatu tentang pentingnya karakter yang baik " Mengembangkan kualitas hidup peserta yang berkarakter " Menerapkan dan memberi contoh karakter yang baik kepada lingkungan Peserta Outbond merupakan suatu kelompok yang terdiri dari beberapa orang, dapat dimulai dari outbond yang diperuntukkan bagi anak - anak sampai orang dewasa. Para siswa maupun karyawan suatu instansi perusahaan. Sedangkan tempat - tempat yang cocok dijadikan sebagai tempat untuk outbond, misalnya daerah pegunungan, kawasan hutan lindung, atau bahkan daerah pedesaan.

Mungkin akan timbul berbagai macam pertanyaan, kenapa kebanyakan outbond dilaksanakan didaerah pegunungan? Dan berbagai jawaban pun dapat menjawabnya, misalnya dengan pertimbangan bahwa kawasan pegunungan disinyalir udaranya masih bersih, sejuk, tidak ada polusi, dan pastinya jauh dari keramaian kota, dll. Jadi outbond merupakan salah satu alternatif kegiatan yang dapat membangkitkan semangat dan meningkatkan kreatifitas masing - masing peserta.

Materi Outbond
Tujuan : Mendorong tejadinya interaksi yang intensif dan menyadarkan perlunya kerjasama. Media : Potongan lagu anak-anak/ yang lain, contoh balon, naik kepuncak gunung, pelangi, dll Langkah-langkah : Fasilitator menjelaskan nama pemainan ini yaitu hamming (senandung). Fasilitator membagikan potongan lagu dalam gulungan kertas pada semua peserta dengan satu lagu yang tidak sama untuk peserta. Peserta diminta melihat dengan baik dan menyimpan kertas yang berisi potongan lagu itu, dan tidak boleh memberitahukan potongan lagu itu pada peserta lain. Semua peserta diminta untuk bersenandung sesuai dengan potongan lagu dalam kertas, dan mencari yang senandungnya sama. Peserta yang mempunyai senandung sama diminta berkelompok. Evaluasi dan refleksi Bagaimana perasaan peserta pada waktu melakukan permainan tadi? Bagaimana perasaan peserta pada waktu mencari senandung yang sama? Bagaimana perasaan peserta yang tidak mendapatkan kelompok? Evaluasi dari fasilitator yang diarahkan pada pentingnya kerjasama kelompok. 2. Perkenalan Ball Game Tujuan : Pengenalan diri, dii orang lain, pengembangan diri termasuk pengembangan mental yang berorientasi mutu dan motivasi diri. Media : Bola karet Langkah-langkah : Tahap I Fasilitator menjelaskan aturan permainan yaitu esensi permainan ini adalah menyebutkan nama, pada tahap pertama setiap peserta akan mendapatkan lemparan bola (satu peserta hanya satu kali menyentuh bola). Peserta yang mendapat bola melemparkan bola pada peserta lain dengan cara menyebut nama sendiri dan nama tujuan peserta yang akan diberi bola .

Peserta yang terakhir menerima bola melempar kepada fasilitator yang berbeda di tengah lingkaran. Tahap II Esensi permainan ini tetap menyebutkan nama, satu peserta satu kali menyentuh bola. Bagi peserta yang menerima bola mengucapkan terima kasih kepada penberi bola. Kemudian melempar bola kepada peserta lain dengan menyebut nama sendiri dan nama peserta lain yang akan diberi bola Peserta terakhir menerima bola, melempa pada fasilitator yang berada ditengah lingkaran. Tahap III Esensi pemainan ini adalah menyebutkan nama dan setiap peserta hanya satu kali menyentuh bola, hanya pada tahap ini peserta dituntut untuk bekeja dengan kecepatan tinggi Fasilitator memberikan waktu untuk diskusi peserta akan diperoleh cara yang paling cepat Catatan : Pada tahap fasilitator memberi hukuman baik untuk kelompok atau individu setiap tejadi kesalahan. Evaluasi dan Refleksi Bagaimana perasaan peserta pada waktu melakukan permainan tadi? Bagaimana kesan peserta terhadap kelompok ini dan pserta lain? Apakah semua peserta sekarang sudah dapat mengenal peserta lain? (Fasilitator dapat mengembangkan evaluasi pada pengembangan diri. pengembangan mental yang berorientasi pada mutu dan motivasi diri). Evaluasi dari fasilitator yang diarahkan pada pentingnya kerjasama kelompok. 3. Pemecah Kesunyian Goyang Angka Tujuan : Menjadikan suasana yang sudah lelah menjadi sebuah semangat baru. Media : Kita ingat saja tanggal pada saat melakukan permainan itu, misal 12 Agustus 2008 Langkah-langkah : Fasilitator menanyakan biasanya menulis pakai apa? Pasti peserta akan menjawab pakai pensil/ bolponit/ juga spidol

Pada saat itu Fasilitator meminta pada saat itu menulis pensil/ bolponit/ pun spidol tetapi memakai pantat. Pesera diminta untuk berdiri sambil menaruh tangannya dipinggang. Kemudian secara bersama-sama mempraktekkan menulis angka 12 08 2008 sambil mengucapkan angka-angka tadi. Evaluasi dan refleksi Bagaimana perasaan peserta pada waktu melakukan permainan tadi? Fasilitator menanyakan terhadap peserta yang tertawa. Evaluasi dari fasilitator yang diarahkan pada pentingnya semangat baru untuk mengikuti kegiatan selanjutnya. 4. Mentalitas Tustfall (Jatuhan dengan Pecaya Diri) Tujuan : Menumbuhkan rasa percaya diri peserta pada diri sendiri maupun pada diri peserta lain, sehingga sebuah kekompakan kelompok. Langkah langkah : Tahap I Semua peserta mencari pasangan (pa/pa dan pi/pi). Peserta pertama mengambil sikap jatuh lurus kebelakang, peserta kedua mengambil sikap kuda kuda untuk menerima jatuhan dengan kedua tangannya. Peserta pertama (di depan) memberi aba aba siap , peserta kedua (di belakang) menjawab dengan perintah jatuh . Kemudian diulang ulang dan dibalik untuk setip peserta. Tahap II Peserta terdiri dari tiga orang , stu peserta mengambil sikap jatuh dan dua peserta lainya mengambil sikap menerima jatuhan. Aba aba peserta sama dengan tahap I, tiga orang bergantian mengambil sikap jatuh. Tahap III Disiapkan tempat jatuhan dari ketinggian tetentu (missal meja). Seorang peserta mengambil sikap jatuh dari meja, sedang anggota kelompok yang lain siap menerima jatuhan.

Aba aba dalam permainan ini tetap sama, hanya perintah jatuh ditunuk untuk salah seoang peserta. Evalusi dan refleksi Bagaimana perasaan peserta pada waktu melakukan permainan ini ? Mengapa ada peserta yang takut jatuh, fasilitator dapat mengembangkan kearah pembahasan pada rasa pecaya diri pada diri sendiri, orang lain dan kelompok. 5. Kerjasama Spider Web (Jaring laba laba) Tujuan : Dapat bekerja sekalipun dibawah tekanan dan dapat membangun kelompok secara aktif. Sekaligus memberi kesempatan secara kelompok untuk menetapkan komitmen sesuai dengan tujuan hidup yang telah dibuat untuk masa depannya. Langkah langkah : Peserta dihadapkan pada jarring laba laba yang terbuat tali, dengan lubang bervariasi. Sebelum melakukan ditunjuk dua orang satu orang menjadi orang buta dan satu orang lan sebagai orang bisu. Sebagai peserta harus memasuki jaring laba laba tanpa menyentuh tali. Setiap peserta hanya boleh memasuki satu lubang. Begitu dengan cara kerjasama sampai semua peserta berhasil melewati jaring laba laba. Evaluasi dan refleksi Tanyakan kepada peserta bagaimana perasaan dalam melakukan permainan tersebut? Fasilitator melakukan brainstorming dengan peserta agar tecapai tujuan permainan ini. 6. Kepemimpinan Kereta Manusia Buta Tujuan : Dapat merasakan menjadi seorang pemimpin dan menjadi orang yang dipimpin Langkah langkah : Fasilitator membuat arena kereta Peserta diminta untuk menutup matanya dan salaing memegang bahu teman yang ada didepannya, kecuali yang belakang Peserta yang paling belakang yang tidak ditutup matanya, menomando semua anggotanya dengan cara bila arena belok kanan, bahu kanan teman didepannya ditepuk sekali dan dilanjutkan sampai pada peserta yang paling depan untuk melangkah sesuai dengan instruksi dari belakang. Bila arena belok

kanan ditepuk bahu kiri teman didepannya dan dilanjutkan sampai pada peserta yang paling depan untuk melangkah sesuai dengan instruksi dari belakang. Dalan bila arena lurus maka instruksinya di tepuk kedua duanya sekali. Evaluasi dan refleksi Tanyakan kepada peserta bagaimana perasaan dalam melakukan permainan tersebut? Fasilitator melakukan brainstorming dengan peserta agar tecapai tujuan permainan ini. Training idoor sebelum/di saat/pasca outbound Training ini akan kami berikan sebelum/di saat/setelah pelaksanaan outbound. Training ini bertujuan untuk menggali nilai-nilai yang ada pada masing-masing karyawan, menguatkannya sebelum outbound dan mempertajam apa yang sudah ditanamkan saat outbound. Beberapa paket Outbound berbasis Psikologi yang kami sediakan antara lain : 1.Full Day Outbound : Low, Middle and High Impact. Beberapa contoh game adalah sebagai berikut:

Arung Jeram

Trust Fall

rafting kasembon

tank challenge 2.Paket 2 hari 1 malam / 3 hari 2 malam Paket pelatihan yang memadukan antara training indoor dan outdoor selama 2 hari 1 malam. Dikemas di sebuah tempat penginapan yang nyaman dengan suasana yang kondusif dan memiliki efek psikologis untuk membangun alam bawah sadar peserta menuju ke arah yang lebih baik sesuai dengan yang diharapkan. Indoor training: motivasi, spiritual, mental unblocking, dll. Outdoor Activities (malam hari): Fire Walking, Api unggun, Jurit Malam, Solo Camp, Tracking, Light of Candle, Kambing Guling, dll.

Fire Walking

api unggun 3. Family Gathering / Corporate Gathering Adalah paket refreshing dan upgrading buat anggota keluarga, karyawan, staff dan manajemen. Banyak sekali manfaat dari family and corporate gathering ini, antara lain: 1. Kerjasama dalam kelompok ( Team Building ) 2. Komunikasi ( Communication ) 3. Ice Breaking 5. LeaderShip 6. Competition 7. Dan lain-lain

family and corporate gathering

Manfaat Outbound antara lain: 1. Untuk menyegarkan jiwa (refresh) Dunia kerja yang monoton dan kadang penuh dengan stressing menjadikan karyawan merasa jenuh dan kurang bergairah dalam bekerja. Diperlukan variasi kegiatan yang bisa kembali menyegarkan jiwa. Outbound, family gathering dan rekreasi sangat sesuai untuk merefresh kondisi jiwa. 2. Untuk menjaga semangat belajar di manapun, kapanpun dan dari siapapun Pengalaman dalam hidup, seringkali menjadikan kita merasa hebat dan puas dengan ilmu yang kita miliki. Hal tersebut seringkali menjadikan kita terkesan egois dan mau menang sendiri. Hal lain yang muncul adalah enggan untuk mendengarkan masukan dan nasehat dari orang lain, terutama yang dianggap lebih rendah. Nah, dalam outbound inilah akan dimainkan beberapa skenario sehingga peserta bisa menjadi lebih rendah hati dan mau belajar dari siapapun. 3. Untuk mereview dan menanamkan kembali nilai-nilai yang sudah terlupakan (self reprogramming / self therapy) Iman (semangat) itu naik turun. Naik karena kita berbuat baik dan kumpul dengan team yang baik. Menguat karena ilmu dan melemah karena malas mencari ilmu. Jiwa kita ini ibarat HP, yang harus dicharge supaya bisa kembali berfungsi dengan baik. Karena rutinitas di pekerjaan seringkali menjadikan kita lupa akan nilai-nilai yang harusnya kita jaga dan tingkatkan dari waktu ke waktu, dari generasi ke generasi, seperti: kebersamaan, loyalitas, integritas, semangat, rendah hati, melayani, berbagi, kejujuran, dan lain-lain. Dalam outbound dan indoor, nilai-nilai tersebut bisa kita install kembali sehingga menjadikan team kita lebih siap dan dewasa dalam melakukan aktifitasnya. TEAM WORK YANG SOLID Team Work yang solid biasa digambarkan dengan kalimat pepatah Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing . Dengan demikian, segala pekerjaan berat akan terasa lebih ringan apabila dikerjakan dan diselesaikan secara bersama-sama. Peranan Team Work sangat besar kontribusinya bagi tercapainya target/tujuan dari suatu organisasi. Dalam suatu organisasi tanpa adanya team work yang tangguh, selain terbuka peluang menuju kegagalan, hasilnya pun tidak akan sesuai dengan yang diharapkan. Untuk membangun Team Work yang solid dan tangguh maka harus ada : VISI DAN MISI Semua orang yang terlibat dalam Teamwork harus benar-benar memahami dan mengerti dengan baik Visi dan Misi organisasi. Jika kondisi ini telah terpenuhi, selain akan menghilangkan sikap saling curiga/tidak percaya maka tujuan teamwork yang ingin dicapai akan semakin mudah direalisasikan karena semuanya telah terkonsentrasikan dengan baik pada tujuan yang ingin dicapai.

SALING MENGHORMATI Dikarenakan Team Work adalah satu kesatuan yang tidak terpisah maka setiap orang yang berada dalam Team Work memiliki fungsi dan peranan yang sangat vital dan penting. Tidak ada satu hal pun yang logis dikatakan bahwa si A, B atau C lebih penting / vital peranannya jika dibandingkan dengan si D, E atau F. Didasarkan oleh kondisi ini maka siapapun yang terlibat dalam Team Work harus saling menghormati dan menghargai. KESATUAN Selalu tekankan dalam Team Work bahwa kita adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Ibarat lidi, jika bersatu dalm satu ikatan (sapu lidi) akan memberikan kekuatan tetapi jika dipisahkan, manfaatnya akan sirna. Ketika ada yang sakit maka spontanitas semua yang terlibat dalam Team Work juga akan merasakannya dan berusaha menyembuhkannya. KERJASAMA Karena ini adalah untuk kepentingan bersama maka sudah sepatutnya bentuk dari kerjasama yang diberikan adalah kerjasama yang tulus dan ikhlas serta tanpa adanya niat niat terselubung. POSITIVE THINKING Ini adalah salah satu yang paling mendasar yang harus dimiliki dalam Team Work. Hal yang menentukan baik tidaknya diri seseorang adalah didasarkan oleh apa yang dia kontribusikan dalam team work dan bukan hanya oleh penampilan luar. RELA BERKORBAN Makna dari rela berkorban dalam team work adalah selain berkorban dalam bentuk materi tetapi juga waktu dan perasaan. Wujud nyata dari rela berkorban ini juga harus tulus dan ikhlas serta tanpa pamrih adanya. Motivasi utama dari perbuatan mulia ini adalah demi kesuksesan bersama dalam suatu team work. TANTANGAN DAN RINTANGAN Kembali, apapun tantangan dan rintangan yang timbul, semuanya akan selalu bersatu padu dalam menanganinya. Tidak seorangpun akan dibiarkan menderita atau bahagia sendirian. Semuanya akan selalu dirasakan bersama-sama. MACAM-MACAM GAMES OUTBOND Rafting/Arung Jeram Kegiatan Rafting atau Arung Jeram adalah salah satu bentuk kegiatan outdoor yang mengasyikkan dan menantang. Dalam melakukan kegiatan ini, air sungai yang deras dan perahu karet digunakan sebagai medianya. Kegiatan ini dapat dilakukan secara perorangan maupun berkelompok. Untuk kegiatan perorangan perahu yang digunakan adalah perahu kayak atau canoe, sedangkan untuk kegiatan yang

berkelompok, menggunakan perahu karet jenis oval kapasitas 4, 5, 6 12 orang. Sedangkan untuk sungai untuk kegiatan rafting sendiri ada tingkat kesulitan atau grade dimana skalanya 1 s/d 6. Skala 1 s/d 3 layak digunakan untuk wisata, sedangkan skala 4 s/d 6 untuk kegiatan petualangan.

Kegiatan Rafting sangat baik, karena dapat memicu adrenalin, meningkatkan rasa percaya diri seseorang, kerjasama kelompok maupun untuk obat penghilang kejenuhan karena sifatnya yang rekreatif dan fun.

Outbound Training Game: Escape from The Island Outbound Training escape from the island adalah salah satu permainan outbound yang cukup menantang. Selain untuk menguji kemampuan dalam kerjasama, juga untuk menguji kemampuan dalam menyusun strategi bersama untuk meraih kesuksesan.

Keberanian sangat dibutuhkan untuk melewati jembatan talinya. Orang yang berat badannya di atas rata-rata memiliki tantangan yang lebih besar untuk bisa melewatinya. Outbound Training Escape from the island adalah salah satu permainan favorit yg dilakukan oleh outbound Indonesia

Dalam iklim kerja yg semakin ketat, keyakinan individu untuk mengerjakan amanah masing-masing amat diperlukan. Memberikan yang terbaik untuk tim adalah merupakan sebuah kewajiban. Kehati-hatian pribadi dan tim sangat diperlukan agar semuanya berjalan sesuai harapan dan bisa mencapai tujuan. Outbound Training escape from the island bisa dipakai sebagai salah satu cara menginstallnya.

Lokasi yang pas dan seru untuk menjalankan Outbound Training ini adalah lokasi yang ada air di tengahnya, seperti kolam atau sungai. Masing-masing anggota tim dalam Outbound Training harus mengukur kemampuan diri, tidak memaksakan diri dalam mengambil amanah yang kira-kira tidak bisa dilakukannya. Mengambil peran yang lain akan jauh lebih baik, walau tidak tampak dipermukaan. Dibutuhkan kerendahan hati untuk mendengarkan masukan dari anggota tim yang lain. Dengan begitu akan terjadi sinergi yang luar biasa untuk meraih sukses. Bagi Anda yang suka tantangan, Outbound Training escape from the island ini cukup menarik untuk dimainkan. Secara psikologi akan sangat mendidik dan menumbuhkan leadership, teamwork, komunikasi efektif, planning skill, team building, dll. Psychology-Based Outbound : Firewalking Punya masalah merasa terhambat (terkekang) secara mental? Traumatik berat sehingga membuat aktivitas jadi terhambat? Ingin lebih termotivasi dan merubah frame berpikir menjadi lebih positif? Menghancurkan segala ketakutan dan menggantinya dengan sikap berani dan tidak merasa takut lagi? Cobalah permainan FIREWALKING ini..!! Apa itu Firewalking? Firewalking adalah sebuah metode terapi untuk menghancurkan hambatan-hambatan potensi diri (Unleashed Your Potential) dengan cara berjalan di atas api yang menyala. Lumayan panjang juga track yang dilalui, sepanjang 3 m. Peserta diminta berjalan (bukan berlari, apalagi melompat..^^ ) di atas api yang menyala setelah diberi aba-aba oleh fasilitator atau trainer pemandu game firewalking ini.

Setelah sesi indoor dengan materi motivasi, teamwork & service excellent selama kurang lebih 1,5 jam, maka peserta diajak untuk memasuki acara inti dari training ini, yaitu mendobrak tembok mental dengan permainan FIREWALKING..!! Dipandu oleh Bapak Askan Setiabudi sebagai trainer, mas Wildan, mas Viki dan mbak Sari sebagai fasilitator acara Firewalking ini. Api yang menyala dan menghangatkan suasana sekitar track Fire Walking ini sempat membuat hampir semua peserta yang didominasi kaum wanita merasa takut untuk mencoba. Peserta yang laki-laki pun mencoba terlebih dahulu. Hasilnya? Tidak apa-apa! Memang apinya panas, tapi tidak sampai membakar, bahkan cederapun tidak, jika kita mengikuti petunjuk dari fasilitator game fire walking ini. Bahkan mas Wildan sebagai fasilitator pun ikut mendemonstrasikan bahwa game ini tidak berbahaya. Hanya keyakinan, keberanian dan kemantapan hati yang diperlukan untuk melakukan permainan ini. Selanjutnya tinggal mengikuti petunjuk dari fasilitator/trainer. Insya ALLAH aman dan tidak berbahaya. Api memang panas. Namun ketakutan, rasa minder, tidak PD, tidak yakin, itu justru lebih membakar masa depan kita jika tidak segera kita buang dan hancurkan. Permainan Fire Walking adalah salah satu dari cara untuk menghancurkan hal-hal tersebut. Jika anda belum pernah mencoba permainan ini, maka cobalah! Namun jangan lakukan ini sendiri tanpa bimbingan dari tim yang berpengalaman.

Psychology Outbound Training : Hang On / Spider Net Jenis-jenis permainan dalam lembaga outbound manapun hampir semuanya sama. Yang membedakan adalah konsep training outbound nya. Pada lembaga kami, outbound bukan hanya untuk bersenang-senang atau melakukan aktifitas tanpa konsep. Di lembaga outbound indonesia kami mensetting nama kelompok, yel-yel, alur, game, filosofi, impact, dan semuanya dengan berdasar prinsip setting alam bawah sadar . Sehingga bisa melahirkan self therapy yang akan menghasilkan perubahan yang permanen dalam diri klien.

Kenapa tiga bulan setelah outbound semangat tim kami kok menurun kembali? Begitu pertanyaan dari klien kami. Dari pertanyaan inilah akhirnya kami membuat konsep OUTBOUND BASE ON PSYCHOLOGY . Dalam setiap Psychology Outbound Training selalu kami amati perilaku para pemain, sehingga bisa kami berikan penilaian tentang karakter masing-masing pemain, untuk dijadikan referensi bagi peningkatan kinerja setelah mengikuti outbound training. Maka permainan yang kami berikan bukan sekedar sebagai permainan (just fun) dan juga bukan hanya sekedar memaknai arti sebuah permainan. Tapi kami menjadikan permainan untuk mengukur karakter dan kinerja selama ini. Dari sinilah kami lalu mensetting skenario-skenario selanjutnya dalam game. Jai game di tempay kami bukan skenario mati , tapi skenario dinamis yang terus dikaji sepanjang perjalanan game. Feed Back dari peserta, berupa kata, sikap dan tulisan selama outbound berlangsung menjadi modal yang sangat penting bagi tim kami utntuk mensetting skenario berikutnya. Ini salah satu contoh game kami: HANG ON /SPIDER NET Manfaat Game Hang On: 1. Melatih keberanian 2. Melatih ketangkasan dan kecepatan 3. Melatih kehati-hatian 4. Menghilangkan keraguan dan ketakutan 5. Dll

Training Outbound: High Rope, Two Line Bridge

TWO LINE BRIDGE Mau uji nyali .? Salah satu permainan yang layak untuk Anda coba adalah high rope; two line bridge (tali tinggi; jembatan dua tali). Permainan ini harus penuh dengan savety (pengamanan), baik dari atas (tergantung) ataupun dari bawah (tali penahan yang biasanya dipegang oleh tim. Diperlukan pohon yang cukup kuat dan tinggi untuk permainan ini. Di Batu Malang, Taman Dayu Pasuruan, Taman Safari Pandaan, dan beberapa tempat yang lain cukup banyak lokasi yang bisa dipakai untuk game ini. Manfaat Game Two Line Bridge: 1. Melatih Percaya Diri 2. Menghilangkan trauma pada kegagalan atau rasa takut gagal 3. Melatih percaya pada tim 4. Melatih Kerjasam 5. Melatih profesionalisme dan tanggung jawab Dalam game ini, kami dari outbound yang berbasis psikologi sekaligus memberi terapi pada setiap peserta agar mereka bisa naik satu level kejiwaannya. Alur yag kami bangun pertama kali biasanya kami istilahkan AKTIVASI ALAM BAWAH SADAR, yaitu sebuah proses untuk open mind dan open heart: bahwa semua kita adalah manusia biasa yang harus terus bertumbuh agar menjadi sukses dan mulia di dunia dan di syurga.

Fase berikutnya adalah TRAINING NEED ANALYSIS (analisa kebutuhan training); sebuah upaya untuk melihat apa dan kenapa seseorang melakukan/tidak melakukan sesuatu di dalam hidupnya (pribadi, keluarga, masyarakat dan tim kerja) Fase berikutnya baru SELF THERAPY; menanamkan kesadaran proses rahasia agar seseorang bisa berubah secara permanent. DIJAMIN ANDA AKAN MANEMUKAN (KEMBALI) PERFORMA TERBAIK TIM Game Outbound: Fun Game, Moving Ball

Moving Ball alat yang diperlukan : 1. Bola 2. Manusia/peserta sebanyak 10-15 ekor he3 cara mainnya seperti ini, 1. Kumpulkan peserta dengan posisi duduk membentuk lingkaran sesuai dengan prosedur di atas. 2. Kemudian taruh bola di atas paha salah satu peserta 3. Beri aba-aba utuk memindahkan bola ke peserta yang lain dengan menggunakan paha, ingat hanya dengan paha ok????!!! Manfaat : 1. Melatih kerjasama (team work) 2. Melatih dalam penggunaan strategi 3. Melatih kehati-hatian 4. Melatih rela berkorban Dalam setiap Psychology Outbound Training selalu kami amati perilaku para pemain, sehingga bisa kami berikan penilaian tentang karakter masing-masing pemain, untuk dijadikan referensi bagi peningkatan kinerja setelah mengikuti outbound training.Maka permainan yang kami berikan bukan sekedar sebagai permainan (just not fun) dan juga bukan hanya sekedar memaknai arti sebuah permainan. Tapi kami menjadikan permainan untuk mengukur karakter dan kinerja selama ini.

Psychology Outbound Training: Panjat Tebing, Wall Climbing

Dalam setiap Psychology Outbound Training selalu kami amati perilaku para pemain, sehingga bisa kami berikan penilaian tentang karakter masing-masing pemain, untuk dijadikan referensi bagi peningkatan kinerja setelah mengikuti outbound training. Maka permainan yang kami berikan bukan sekedar sebagai permainan (just not fun) dan juga bukan hanya sekedar memaknai arti sebuah permainan. Tapi kami menjadikan permainan untuk mengukur karakter anggota tim dan kinerja selama ini. Manfaat wall climbing: 1. Melatih keberanian 2. Melatih kehati-hatian 3. Melatih kedisiplinan 4. Melatih kerjasama 5. Melatih siap menerima semua tantangan Wall Climbing atau panjat tebing seringkali diajarkan ketika masa SMA bagi teman-teman pecinta alam. Ketika pertama kali melakukan panjat tebing akan terasa cukup mengerikan. Adrenalin anda akan langsung naik, dada berdebar, kaki gemetar dan keringat mulaim memancar. Apalagi ketika anda lihat kebawah . Namun percayalah .asalkan anda telah memakai standart peralatan yang ada, maka bisa dipastikan 99% anda selamat. Nah yang 1%nya tergantung taqdir anda. Bukankah di tempat tidur kita juga bisa mati? Pernah ada kejadian di sebuah kampus di Malang, seorang mahasiswi wafat terjatuh dari ketinggian sekitar 10 meter ketika melakukan panjat tebing atau wall climbing di Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam di kampusnya. Usut punya usut karena sang mahasiswi tersebut kurang standart peralatan yang dipakainya dan juga kurang hati-hati satu dari sejuta pendaki wall climbing atau panjat tebing yang ada.Jadi nikmatilah panjat tebing dengan tenang, mantap, percaya diri dan penuh sensasi ..Maka anda akan lahir menjadi manusia yang semakin dewasa dan percaya diri