Anda di halaman 1dari 19

METODE QSPM

OLEH : KELOMPOK 10 IKM B 2008

1. RADITYA J. N. 2. NOVITA DIAN P. 3. KIKI ARDIANSYAH 4. DINDA DWI A. 5. DANNYS SETYADI 6. KHARIZMA FARIZZA 7. TITIS WIDYA KRISTY 8. L. M. ABI DUJANA 9. LYDIA P.

(100810089) (100810096) (100810104) (100810112) (100810116) (100810355) (100810361) (100810372) (100810379)

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS AIRLANGGA 2009


1

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Swt atas limpahan rahmat dan karuniaNya sehingga kami diberi kemudahan dalam menyusun dan menyelesaikan makalah ini. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh Ibu Nyoman selaku dosen pengajar mata kuliah Organisasi dan Metode Manajemen Pelayanan Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Tugas ini juga disusun untuk menambah wawasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan Metode pengambilan keputusan yaitu metode QSPM. Harapan kami, makalah ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pengambilan keputusan metode QSPM dalam perencanaan strategi, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

Surabaya, 30 November 2009 Kelompok 10

DAFTAR ISI

Kata Pengantar............................................................................................................. 1 Daftar Isi...................................................................................................................... 2 Pendahuluan................................................................................................................. 3 Isi 1. Metode QSPM..................................................................................................4 2. Contoh Penggunaan Metode QSPM.................................................................6 Lampiran SWOT..........................................................................................................9 Lampiran IE Matrix.....................................................................................................16 Penutup Kesimpulan..........................................................................................................17 Saran....................................................................................................................17 Daftar Pustaka............................................................................................................18

BAB I PENDAHULUAN

Proses penyusunan perencanaan strategis dilakukan dengan melalui tiga tahap analisis, yaitu tahap masukan atau input, tahap pencocokan atau analisis, dan tahap keputusan (decision making). Tahap masukan atau input dilakukan dengan menggunakan metode matrik EFE dan matrik IFE, hasilnya disajikan dalam bentuk informasi untuk masukan tahapan berikutnya. Selanjutnya adalah tahap pencocokan atau analisis, pada tahap ini fokus pada strategi alternatif yang dihasilkan. Dalam tahap ini metode yang digunakan adalah SWOT. Tahap terakhir adalah tahapan dalam pengambilan keputusan (decision making), dalam tahap ini metode yang digunakan adalah QSP matriks. Untuk jelasnya, proses penyusunan perencanaan strategis dapat dilihat pada kerangka formulasi strategis seperti yang ditunjukkan pada Gambar berikut ini :

Dari keterangan gambar diatas, sebelum menggunakan dan membicarakan mengenai matrik perencanaan strategis kuantitatif (QSPM), maka tidak bisa terlepas dari penggunaan matrik EFE, matrik IFE, matrik SWOT, ataupun matrik internal eksternal.

BAB II ISI

1. Metode QSPM QSPM (Quantitive Strategic Planning Matrix) merupakan teknik yang secara objektif dapat menetapkan strategi alternatif yang diprioritaskan. Sebagai suatu teknik, QSPM memerlukan intuisi yang baik dalam penilaian. Metode ini adalah alat yang

dirokemandasikan bagi para ahli strategi untuk melakukan evaluasi pilihan strategi alternatif secara objektif, berdasarkan faktor kunci kesuksesan internal-eksternal yang telah diidentifikasikan sebelumnya. Secara konseptual, tujuan metode ini adalah untuk menetapkan kemenarikan relatif dari strategi-strategi yang bervariasi yang telah dipilih, untuk menentukan strategi mana yang paling baik untuk diimplementasikan. Bentuk dasar dari QSP matrik adalah sebagai berikut :
AlternatifStrategi FaktorUtama faktoreksternal: a.LetakFKM b.AlumniFKM c.LapanganKerja d.SaingandariFKMuniversitaslain e.OpinimasyarakattentangFKM faktorinternal: a.Jumlahdosen b.JumlahmahasiswaFKM c.Jumlahkaryawan d.Sistempembelajaran e.Jumlahruangkuliah Weight StrategiI StrategiII StrategiIII

Kolom sebelah kiri dari QSPM terdiri dari faktor kunci kesuksesan yang dihasilkan dari metode IFE dan EFE yang didapat dari tahap input. Barisan atas terdiri dari alternatif strategi yang dapat direkomendasikan, hasil pemilihan penggunaan dari metode SWOT, metode SPACE, metode Grand Strategy, metode IE, dan metode BCG yang
5

direkomendasikan pada tahapan pencocokan. Kolom weight adalah bobot ketertarikan yang diterima oleh masing-masing faktor dalam metode IFE dan EFE. Langkah-langkah pengembangan suatu QSPM sebagai berikut : langkah 1 : Membuat daftar peluang, ancaman, kekuatan, dan kelemahan organisasi yang diambil dari metode EFE dan metode IFE. langkah 2 : Memberi weight atau pembobotan pada masing-masing eksternal dan internal faktor kunci kesuksesan dengan jumlah keseluruhan bobot harus sebesar 1 seperti yang ada di metode EFE dan IFE langkah 3 : Meneliti metode yang ada pada tahap analysis di perencanaan strategik dan mengidentifikasi strategi alternatif yang pelaksanaannya harus dipertimbangkan sebelumnya oleh organisasi. Strategi yang dimaksud adalah strategi alternatif yang dapat direkomendasikan, yaitu hasil dari metode SWOT, metode Grand Strategy, metode IE, dan metode BCG.Strategi-strategi ini dicatat di bagian atas baris QSPM. langkah 4 : Menetapkan Attractiveness Score (AS) yaitu nilai ketertarikan relatif dari masing-masing strategi yang dipilih, dengan cara meneliti masing-masing eksternal dan internal factor kunci kesuksesan. Kemudian menentukan peran dari tiap faktor dalam proses pemilihan strategi yang sedang dibuat. Langkah 5 : Menghitung Total Attractiveness Score (TAS) dengan mengalikan Weight (Langkah 2) dengan Attractiveness Score (Langkah 4) pada masing-masing baris. TAS ini menunjukkan ketertarikan relatif dari masing-masing alternatif strategi. Langkah 6 : Menghitung Total Altractiveness Score dengan menjumlahkan TAS dari masing-masing kolom QSPM. Nilai TAS dari alternatif strategi yang tertinggi adalah yang menunujukkan pilihan utama dari alternatif strategi dan nilai TAS dari alternatif strategi yang terkecil menunjukkan pilihan terakhir dari alternatif strategi.

2. Contoh Penggunaan Metode QSPM Contoh penerapannya misalnya dalam rencana peningkatan kualitas Fakultas Kesehatan Masyarakat. Langkah-langkah pengembangan suatu QSPM pada FKM sebagai berikut : langkah 1 : Membuat daftar peluang, ancaman, kekuatan, dan kelemahan organisasi yang diambil dari metode EFE Matrix dan metode IFE Matrix (lampiran 1). langkah 2 : Memberi weight atau pembobotan pada masing-masing eksternal dan internal faktor kunci kesuksesan dengan jumlah keseluruhan bobot harus sebesar 1 seperti yang ada di metode EFE dan IFE langkah 3 : Meneliti metode yang ada pada tahap analysis di perencanaan strategik yang menggunakan metode SWOT dan IE Matrix (lampiran 1 dan 2), kemudian mengidentifikasi strategi alternatif yang pelaksanaannya harus dipertimbangkan sebelumnya oleh organisasi. Strategi yang dimaksud adalah strategi alternatif yang dapat

direkomendasikan dan setiap strategi terdapat nilai untuk Menetapkan Altractiveness Score (AS) dan Menghitung Total Altractiveness Score (TAS). Ada 3 strategi alternatif yang direkomendasikan sebelum memilih salahsatu strategi tersebut untuk mengambil keputusan, strategi itu antara lain: Strategi 1( Agresif Intensif) yaitu memerlukan usaha-usaha intensif untuk meningkatkan posisi persaingan organisasi melalui produk yang ada, Strategi 2 (Agresif Integrasi) yaitu secara keseluruhan,maksudnya pengendalian dan pengawasan pada SDM dan faktor internal FKM lainnya, saingan FKM, Strategi 3 (Agresif Diversifikasi) yaitu meningkatkan kualitas SDM maupun fasilitas yang dibutuhkan pasar. Strategi-strategi ini dicatat di bagian atas baris QSPM. langkah 4 : Menetapkan Attractiveness Score (AS) yaitu nilai ketertarikan relatif dari masing-masing strategi yang dipilih, dengan cara meneliti masing-masing eksternal dan internal factor kunci kesuksesan. Kemudian menentukan peran dari tiap faktor dalam proses pemilihan strategi yang sedang dibuat, didapatkan dari data Metode SWOT (Lampiran 1).. Langkah 5 : Menghitung Total Attractiveness Score (TAS) dengan mengalikan Weight (Langkah 2) dengan Attractiveness Score (Langkah 4) pada masing-masing baris. TAS ini menunjukkan ketertarikan relatif dari masing-masing alternatif strategi. Langkah 6 : Menghitung Total Altractiveness Score dengan menjumlahkan TAS dari masing-masing kolom QSPM. Nilai TAS dari alternatif strategi yang tertinggi adalah yang menunujukkan pilihan utama dari alternatif strategi yang telah direkomendasikan dan nilai TAS dari alternatif strategi yang terkecil menunjukkan pilihan terakhir dari alternatif strategi direkomendasikan.
7

FaktorUtama Faktoreksternal Opportunities LetakFKM AlumniFKM LapanganKerja KebijakanPemerintahTentangKesehatan PengabdianMasyarakat Threats SaingandariFKMuniversitaslain OpinimasyarakattentangFKM Persaingandenganfakultaslain Penelitian FaktorInternal Strengths Jumlahdosen JumlahmahasiswaFKM Jumlahkaryawan SPP Sumbangan Akreditasi Kenyamananlaboratorium Peralatanruangkuliah FasilitaslingkunganFKM Weaknesses Jumlahruangkuliah Peralatanlaboratorium Kenyamananruangkuliah Sistempembelajaran Total

Weight 0.09 0.13 0.13 0.11 0.11 0.11 0.12 0.09 0.09

AlternatifStrategi StrategiI StrategiII AS TAS AS TAS 3 4 4 4 4 4 3 3 2 0.27 3 0.52 4 0.52 4 0.44 3 0.44 0.44 0.36 0.27 0.18 0.21 0.12 0.21 0.21 0.12 0.36 0.06 0.08 0.27 0.21 0.36 0.06 0.21 4.25 4 3 4 3 4 3 4 3 3 2 4 3 3 4 3 4 4 3

StrategiIII AS TAS 0.27 0.52 0.52 0.33 0.33 0.33 0.48 0.27 0.27 0.21 0.18 0.28 0.21 0.12 0.36 0.08 0.06 0.36 0.21 0.36 0.08 0.21 4.07

0.27 3 0.52 4 0.52 4 0.33 3 0.44 0.33 0.48 0.27 0.36 0.21 0.24 0.21 0.21 0.12 0.36 0.06 0.06 0.36 0.21 0.36 0.08 0.21 4.13 3 3 4 3 3 3 3 4 3 2 4 4 3 4 3 4 4 4

0.07 0.06 0.07 0.07 0.06 0.09 0.02 0.02 0.09 0.07 0.09 0.02 0.07

3 2 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3

Dari tabel QSPM, diperoleh strategi alternatif dengan Total Attractiveness Score (TAS) masing: (1) Intensif (strategi I) = 4.25 ; (2) Integrasi(strategi II) = 4.13; (3) Diversifikasi(strategi III) = 4.07. oleh karena itu, strategi yang paling cocok untuk diimplementasikan adalah strategi I (Strategi Agresif Intensif) maksudnya strategi intensif yang masuk dalam kelompok ini meliputi strategi penetrasi pasar (market penetration),
8

pengembangan pasar (market development), pengembangan produk (product development). Dikatakan strategi intensif karena dalam implementasinya memerlukan usaha-usaha intensif untuk meningkatkan posisi persaingan organisasi melalui produk yang ada.

Hal : lampiran SWOT

ANALISIS FKM DENGAN METODE SWOT

1. Menentukan kriteria Internal (S W) ASPEK Jumlah dosen Jumlah mahasiswa FKM Jumlah karyawan SPP Sumbangan Akreditasi Jumlah ruang kuliah Laboratorium Peralatan Kenyamanan Fasilitas ruang kuliah Peralatan Kenyamanan Fasilitas lingkungan FKM Sistem pembelajaran Eksternal (O T) ASPEK Saingan dari FKM universitas lain Opini masyarakat tentang FKM Letak FKM Alumni FKM Lapangan kerja Kebijakan pemerintah tentang kesehatan Persaingan dengan fakultas lain Penelitian Pengabdian masyarakat O T S W

10

2. Menentukan bobot Internal (S W) Aspek S W Jumlah dosen Jumlah mahasiswa FKM Jumlah karyawan SPP Sumbangan Akreditasi Jumlah ruang kuliah Laboratorium v Peralatan v kenyamanan Fasilitas ruang kuliah v peralatan v kenyamanan Fasilitas lingkungan FKM Sistem pembelajaran 1 3 2 3 3 4 4 3 4 4 2 3 4 3 3 2 4 3 4 3 Penilaian orang ke3 4 5 6 7 3 3 3 3 4 3 4 3 2 4 3 4 4 2 4 3 2 4 3 4 4 3 2 3 2 4 3 4 4 3 3 2 2 4 3 4 3 2 3 3 3 4 4 4 4 8 3 3 3 4 4 4 2 4 3 9 3 3 4 3 3 4 3 4 3 TOTAL BOBOT 28 25 29 27 24 36 27 36 32 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 4 3 3 4 3 4 3 4 3 4 3 32 33 34 28 391 Eksternal (O T) Aspek O T Saingan dari FKM universitas lain Opini masyarakat tentang FKM Letak FKM Alumni FKM Lapangan kerja 1 4 2 3 Penilaian orang ke3 4 5 6 7 3 3 3 3 4 8 2 9 3 TOTAL BOBOT 28 0,11 0,07 0,06 0,07 0,07 0,06 0,09 0,07 0,09 0,02 0,02 0,02 0,09 0,07 1

3 3 4 4

4 3 4 4

4 3 4 4

4 2 4 4

4 3 4 4

4 2 4 4

3 3 3 3

4 2 4 3

2 3 4 4

32 24 35 34

0,12 0,09 0,13 0,13

11

Kebijakan pemerintah tentang kesehatan Persaingan dengan fakultas lain Penelitian Pengabdian masyarakat

29

0,11

3 2 4

3 3 4

2 3 3

2 3 3

3 3 3

3 3 3

2 2 4

3 2 3

3 3 3

24 24 30 260

0,09 0,09 0,11 1

Keterangan: 1 : sedikit penting 2 : agak penting 3 : penting 4 : sangat penting

3. Menentukan rating Internal (S W) Aspek S W Jumlah dosen Jumlah mahasiswa FKM Jumlah karyawan SPP Sumbangan Akreditasi Kenyamanan laboratorium Fasilitas ruang kuliah (peralatan) Fasilitas lingkungan FKM Jumlah ruang kuliah Peralatan Laboratorium 1 2 2 2 3 3 4 4 2 2 2 3 3 3 3 3 3 2 Penilaian orang ke3 4 5 6 7 3 3 3 3 3 2 3 3 2 4 2 2 3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 2 4 3 2 2 3 3 2 4 2 2 3 2 2 3 4 2 3 8 2 2 2 2 2 3 3 2 9 2 2 3 3 2 4 4 2 TOTAL RATING 23 21 24 24 21 33 26 19 23 15 23 2,56 2,33 2.67 2,67 2,33 3,67 2,89 2,11

3 -2 -3

3 -2 -2

2 -2 -3

2 -2 -3

3 -2 -3

2 -2 -3

2 -1 -2

3 -1 -2

3 -1 -2

2,56 -1,67 -2,56

12

Fasilitas ruang kuliah (kenyamanan) Sistem pembelajaran

-3 -3

-1 -2

-1 -2

-3 -3

-2 -2

-1 -2

-2 -2

-1 -2

-2 -2

16 20

-1,78 -2,22

Eksternal (O T) Aspek O T Letak FKM Alumni FKM Lapangan kerja Kebijakan pemerintah tentang kesehatan Pengabdian masyarakat Saingan dari FKM universitas lain Opini masyarakat tentang FKM Persaingan dengan fakultas lain Penelitian Keterangan: Kekuatan 1 : Sedikit kuat 2 : Agak kuat 3 : Kuat 4 : Sangat kuat Kelemahan -1 : Sedikit lemah -2 : Agak lemah -3 : Lemah -4 : Sangat lemah Peluang 1 : Sedikit berpeluang 2 : Agak berpeluang 3 : Berpeluang 4 : Sangat berpeluang Ancaman -1 : Sedikit terancam -2 : Agak terancam -3 : Terancam -4 : Sangat terancam 1 3 4 4 4 2 2 3 3 3 Penilaian orang ke3 4 5 6 7 2 3 2 2 2 3 2 4 4 3 3 3 4 4 2 3 4 3 3 3 8 2 3 4 3 9 3 4 3 3 TOTAL RATING
21 30 30 29

2,33 3,33 3,33 3,22

3 -3

3 -2

4 -2

2 -2

4 -2

4 -3

4 -2

3 -3

3 -3

30 22

3,33 -2,44

-2

-2

-2

-3

-2

-2

-3

-3

-3

22

-2,44

-2 -3

-1 -2

-1 -2

-1 -3

-2 -2

-1 -2

-2 -3

-2 -3

-2 -2

14 22

-1,56 -2,44

13

4. Menentukan skor IFAS / IFE Matriks KIF Jumlah dosen Jumlah mahasiswa FKM Jumlah karyawan SPP Sumbangan Akreditasi Kenyamanan laboratorium Fasilitas ruang kuliah (peralatan) Fasilitas lingkungan FKM Jumlah ruang kuliah Peralatan laboratorium Fasilitas ruang kuliah (kenyamanan) Sistem pembelajaran Weight 0,07 0,06 0,07 0,07 0,06 0,09 0,02 0,02 0,09 Rating 2,56 2,33 2.67 2,67 2,33 3,67 2,89 2,11 2,56 Total S 0,07 0,09 -1,67 -2,56 BXR 0,18 0,14 0,19 0,19 0,14 0,33 0,06 0,04 0,23 1,5 -0,12 -0,23

0,02

-1,78

-0,04

0,07

-2,22 Total W

-0,16 -0,55 0,95

Strength Posture EFAS / EFE Matrix KIF Letak FKM Alumni FKM Lapangan kerja Kebijakan pemerintah tentang kesehatan Weight 0,09 0,13 0,13 0,11 Rating 2,33 3,33 3,33 3,22

BXR 0,21 0,43 0,43 0,35

14

Pengabdian masyarakat Saingan dari FKM universitas lain Opini masyarakat tentang FKM Persaingan dengan fakultas lain Penelitian

0,11

3,33 Total O

0,37 1,79 -0,27

0,11

-2,44

0,12

-2,44

-0,29

0,09 0,11

-1,56 -2,44 Total T

-0,14 -0,27 -0,97 0,82

Competitive Posture

POSISI FKM

O Kuadran SO

0.82

0.95

Ke area Kuadran SO ialah yang menggunakan kekuatan internal untuk memanfaatkan peluang external. Lebih mendukung strategi agresif yang dapat diterapkan pada organisasi FKM dengan cara : a. menambah jasa baru namun masih sesuai terkait dengan kebutuhan FKM dengan menambah pengajar dan karyawan sesuai yang dibutuhkan. b. Kemitraan (aliansi) dengan cara mengajak kerjasama beberapa LSM untuk lebih mengenalkan FKM pada masyarakat luas. c. Upaya mengenalkan kelebihan FKM pada aliansi-aliansi baru yang bergerak pada bidang kesehatan.
15

d. Meningkatkan sdm FKM dan mutu SKM dengan cara mengetahui kebutuhan pasar atau perusahaan sehingga SKM dapat diberi pelatihan-pelatihan sesuai kebutuhan pasar. e. Meningkatkan

16

Hal : Lampiran 2

ANALISIS FKM MENGGUNAKAN IE MATRIX

EFE Score 4.0 Strong I grow

average II and

weak III build

high

EFE IV V VI 0.82 hold and maintain VIII or IX divest

medium

VII harvest

low

1.0

4.0

IFE 0.95

1.0

IFEscore

Matrix IE, menunjukkan Sel VII, VIII, dan IX yang ditandai dengan panen atau strategi keluar. Jika biaya untuk meremajakan bisnis rendah, maka harus berusaha untuk merevitalisasi bisnis. Dalam kasus lain, manajemen biaya yang agresif adalah cara untuk memainkan permainan akhir. Matrix IE FKM Tepatnya menunjukkan Sel IX (divest). yang berati terjadinya kondisi buruk pada FKM sehingga lebih mementingkan ke arah eksternal, yaitu lebih mengenalkan FKM ke masyarakat luas dan mengajak LSM kesehatan untuk bergabung dengan FKM dengan tujuan untuk meminimalkan kondisi buruk yang terjadi pada FKM.

17

BAB III PENUTUP

Kesimpulan Dalam mengadakan perencanaan strategi dalam suatu organisasi, QSPM sangat diperlukan sebagai metode pengambilan keputusan setelah tahap input dan tahap analisis dilakukan. QSPM sangat berhubungan dengan metode-metode lain yang digunakan dalam tahap input dan analisis sebagai bentuk informasi untuk tahap QSPM sendiri. Kondisi eksternal-internal organisasi sangat diperlukan dalam penggunaan metode ini, sehingga dapat diputuskan pemilihan prioritas strategi mana yang akan digunakan sesuai dengan keadaan organisasi tersebut.

Saran Berdasarkan kesimpulan yang ada, amka dapat dilakukan langkah-langkah strategi mana yang dipilih sesuai dengan kondisi organisasi tersebut, dengan begitu dapat melakukan evaluasi dan identifikasi organisasi dengan tujuan meningkatkan citra organisasi sesuai denagn visi dan misi.

18

Daftar Pustaka

Tugas SWOT tanggal 30 November 2009 Modul Mata Kuliah Analisa Keputusan Jurusan Teknik Industri UMB Rangkuti, Freddy. 2006. Analisi SWOT : Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama http://www.scribd.com/doc/3302568/Manual-Metode-Perencanaan-Strategis. Diakses pada 16 november 2009

Anonim. 2009. Perencanaan.

http://id.wikipedia.org/wiki/wikipedia_bahasa_indonesia. Diakses pada 5 September 2009.

19