Anda di halaman 1dari 30

ANALISA KOMPOSISI GAS DAN PERUBAHAN FASA GAS P.T.

PERTAMINA HULU ENERGY WEST MADURA OFFSHORE

Proposal Magang Kerja

Oleh : IMAN ANSORI 070082

PROGRAM STUDI TEKNIK PERMINYAKAN AKAMIGAS BALONGAN INDRAMAYU JAWA BARAT 2011

LEMBAR PENGESAHAN

Nama NIM

: IMAN ANSORI : 070082

Jurusan : Teknik Perminyakan Judul : ANALISA KOMPOSISI GAS DAN PERUBAHAN FASA GAS P.T. PERTAMINA HULU ENERGY WEST MADURA

OFFSHORE

Indramayu, .Agustus 2011 Proposal ini telah disetujui dan disahkan oleh :

Dosen Pembimbing I

D. Subyar Mujihandono, S.T.

ii

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama

: Iman Ansori : Jakarta, 9 Oktober 1990 : Laki - laki

Tempat / tanggal lahir Jenis kelamin

Kewarganegaraan : Indonesia Agama Alamat : Islam : Jl. Utan Panjang II No. 137L Kemayoran Jakarta Pusat Telepon E-mail : 081324729016 : raftel.gl.ia@gmail.com

Pendidikan Formal SDS Kebon Kosong Pg SMPN 78 Jakarta SMAN 1 Jakarta Akamigas Balongan (1996 2002) (2002 2005) (2005 2008) (2008 2011)

iii

iv

Pendidikan Non Formal English Course Internship at Kodeco Energy (2001-2005) (2010)

PENGALAMAN ORGANISASI Panitia Seminar KMI Goest To Campus Wakil Ketua Sehari Ramadhan di Boedoet Seksi Humas, Publikasi dan Dokumentasi Idul Adha SMAN 1 Jakarta Seksi Dana Maulid Nabi Muhammad SMAN 1 Jakarta Ketua Panitia Isra Miraj SMAN 1 Jakarta (2009) (2008) (2009) (2010) (2007 2008)

Pengalaman Kerja : 1. Praktek Kerja Lapangan Onshore Receiving Facility (ORF) 20 Sepetember s.d 20 November 2010 PT. Kodeco Energy, Ltd,. 2. Praktek Kerja Lapangan Sumur TBN-44 P.T. Pertamina EP Region Jawa 3. Asisten Dosen Fisika Dasar I tahun 2010 Akamigas Balongan Membimbing mahasiswa/I Akamigas Balongan periode 2009/2010 dalam praktikum Kimia Dasar I serta dalam penulisan Laporan Resmi 4. Asisten Dosen Fisika Dasar II tahun 2010 Akamigas Balongan Membimbing mahasiswa/I Akamigas Balongan periode 2009/2010 dalam praktikum Kimia Dasar II serta dalam penulisan Laporan Resmi

Demikianlah daftar riwayat hidup ini, saya buat dengan sebenar benarnya.

Hormat Saya,

Iman Ansori

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang mengatur segala alam dan mencurahkan segala rahmat-Nya untuk semua makhluk-Nya. Atas hidayah dan inayah-Nya pula penulis dapat menyusun proposal Magang Kerja dengan judul : Analisa Komposisi Gas Dan Perubahan Fasa Gas P.T. Pertamina Hulu Energy West Madura Offshore. Proposal Magang Kerja ini merupakan salah satu syarat memenuhi nilai kelulusan di AKAMIGAS BALONGAN. Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada : 1. Ir.Hj.Hanifah Handayani selaku ketua Yayasan Bina Islamy Akamigas Balongan Indramayu. 2. Drs. H. Nahdudin Islamy, selaku Direktur Akamiogas Balongan. 3. D. Subyar Mujihandono , ST. Selaku Dosen Pembimbing. 4. Dosen-dosen Akamigas Balongan yang telah membimbing & memberi ilmu kepada kami. 5. Rekan-rekan Mahasiswa senasib dan seperjuangan.

Indramayu,

Agustus 2011

Penulis

vi

DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ........................................................................... ii DAFTAR RIWAYAT HIDUP ....................................................................... iii KATA PENGANTAR .................................................................................. vi DAFTAR ISI .............................................................................................. vii DAFTAR GAMBAR .................................................................................... ix DAFTR TABEL........................................................................................... x BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1 1.1. Latar Belakang .............................................................................. 1 1.2. Tema............................................................................................. 2 1.3. Tujuan ........................................................................................... 2 1.3.1. Tujuan yang Bersifat Umum ................................................... 2 1.3.2. Tujuan yang Bersifat Khusus ................................................. 3 1.4. Manfaat ......................................................................................... 3 1.4.1. Bagi Perusahaan .................................................................... 3 1.4.2. Bagi Mahasiswa ..................................................................... 4 1.5. Rencana Kegiatan ........................................................................ 4 1.5.1. Aktifitas................................................................................... 4 1.5.2. Tempat Magang ..................................................................... 4 vii

viii

BAB II DASAR TEORI ............................................................................... 5 2.1. Komponen-komponen Gas Alam .................................................. 5 2.1.1. Reservoir Minyak Berat .......................................................... 6 2.1.2. Reservoir Minyak Ringan ....................................................... 8 2.1.3. Reservoir Gas Kondensat ...................................................... 9 2.1.4. Reservoar Gas Basah .......................................................... 10 2.1.5. Reservoir Gas Kering ........................................................... 11 2.2. Sifat-sifat Gas Hidrocarbon ......................................................... 12 2.2.1. Specific Gravity .................................................................... 12 2.2.2. Kompresibilitas ..................................................................... 13 2.2.3. Densitas Gas ........................................................................ 15 2.2.4. Viscositas ............................................................................. 16 2.2.5. Faktor Volume Formasi (Bg) ................................................ 17 BAB III METODOLOGI PENELITIAN....................................................... 19 BAB IV KESIMPULAN SEMENTARA ...................................................... 20 DAFTAR PUSTAKA

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2. 1. Diagram Fasa dari Minyak Berat .......................................... 7 Gambar 2. 2. Diagram Fasa dari Minyak Ringan ....................................... 9 Gambar 2. 3. Diagram Fasa dari Gas Kondensat .................................... 10 Gambar 2. 4. Diagram Fasa dari Gas Basah ........................................... 11 Gambar 2. 5. Diagram Fasa dari Gas Kering ........................................... 12

ix

DAFTR TABEL

Tabel 2. 1. Komponen-komponen Gas Alam ............................................. 5 Tabel 2. 2. Tabel Koreksi Corr, Kobayashi, dan Borrow .......................... 14

BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Seperti yang telah diketahui bahwa minyak bumi ditemukan pada

berbagai kedalaman dengan berbagai tekanan dan temperatur. Semakin dalam reservoir tersebut, semakin besar tekanan dan temperaturnya. Perbedaan keadaan tekanan dan temperatur di permukaan dan di reservoir serta terjadinya penurunan tekanan reservoir apabila minyak diproduksikan akan mempengaruhi keadaan fasa dari minyak bumi tersebut, apakah minyak bumi berupa gas , cair atau padat. Minyak dan gas bumi merupakan contoh larutan multi komponen yaitu merupakan campuran dari berbagai senyawa Hidrocarbon, bahkan sering mengandung senyawa-senyawa non Hidrocarbon seperti H2s, CO2, dan sebagainya. Gas alam terdiri atas 8 komponen atau lebih (C1 s/d C7, CO2, H2S, N2). Hidrocarbon yang ditemukan di dalam reservoir dapat dibedakan berdasarkan diagram fasanya dan perbandingan antara fasa gas dan fasa air di permukaan dapat di klasifikasikan menjadi : 1. Minyak Bumi a. Minyak berat (Low Shrinkage Crude Oil) b. Minyak ringan (High Shrinkage Crude Oil 2. Gas Bumi a. Gas Kondensat retrograt (Retrograde Condensat Gas)

b. Gas Kering (Wet Gas) c. Gas kering (Dry Gas) 1.2. Tema Tema yang akan diambil dalam magang ini adalah Analisa Komposisi Gas dan Perubahan Fasa Gas dalam Separator. Untuk tema yang lebih spesifik dapat disesuaikan dengan yang ada ditempat Magang Kerja.

1.3.

Tujuan Adapun tujuan yang hendak dicapai sehubungan dengan

pelaksanaan magang ini adalah sebagai berikut : 1.3.1. Tujuan yang Bersifat Umum Adapun tujuan yang bersifat umum adalah sebagai berikut : 1. Mengetahui informasi mengenai gambaran pelaksanaan pekerjaan perusahaan atau institusi tempat magang berlangsung. 2. Menerapkan ilmu pngetahuan yang didapat dari bangku perkuliahan. 3. Untuk meningkatkan daya kreatifitas dan keahlian mahasiswa 4. Melatih kepekaan mahasiswa untuk mencari solusi masalah yang dihadapi dalam dunia industri atau dunia kerja.

5. Mengetahui, mengenali dan memahami prinsip kerja dari analisa komposisi gas dan perubahan fasa gas dalam separator .

1.3.2. Tujuan yang Bersifat Khusus Adapun tujuan yang bersifat khusus adalah sebagai berikut : 1. Mengetahui parameter dalam analisa komposisi gas dan perubahan fasa gas dalam separator. 2. Mengetahui komposisi utama gas hydrocarbon 3. Mengetahui sifat-sifat fisik gas hidrocarbon. 4. Mengetahui proses terjadinya perubahan fasa gas dalam separator.

1.4.

Manfaat 1.4.1. Bagi Perusahaan 1. Perusahaan dapat memanfaatkan tenaga mahasiswa yang magang dalam membantu menyelesaikan tugastugas untuk kebutuhan di unit-unit kerja yang relevan. 2. Perusahaan mendapatkan alternatif calon karyawan pada spesialisasi yang ada pada perusahaan tersebut. 3. Menciptakan kerjasama yang saling menguntungkan dan bermanfaat perusahaan tempat magang dengan

mahasiswa Akamigas Balongan.

1.4.2. Bagi Mahasiswa 1. Dapat mengenal secara dekat dan nyata kondisi dilingkungan kerja. 2. Dapat mengaplikasikan keilmuan mengenai Teknik

Perminyakan yang diperoleh dibangku kuliah dalam praktek dan kondisi kerja yang sebenarnya. 3. Dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap perusahaan tempat mahasiswa magang.

1.5.

Rencana Kegiatan 1.5.1. Aktifitas Hal-hal yang dilakukan selama proses magang hal yang berkaitan dengan analisa komposisi gas dan perubahan fasa gas dalam separator.

1.5.2. Tempat Magang Penulis mengajukan magang di P.T. Pertamina Hulu Energy WMO pada tanggal 01 Oktober s/d 01 November 2011. Adapun waktu yang lebih tepat dapat disesuaikan dengan yang ada ditempat magang.

BAB II DASAR TEORI

2.1.

Komponen-komponen Gas Alam Endapan fluida hidrocarbon yang terjadi secara ilmiah tersusun dari

bahan-bahan kimia organik. Bila campuran bahan-bahan kimia tersebut terdiri atas molekul-molekul yang berukuran kecil, maka akan terbentuk gas pada tekanan dan temperatur normal serta di sebut sebagai gas alam. Gas Chromatography merupakan alat yang digunakan untuk menganalisa komposisi dari gas, baik gas alam ataupun gas hidrocarbon untuk memperoleh hasil yang akurat.

Tabel 2. 1. Komponen-komponen Gas Alam Hidrokarbon Metana Etana Propana Butana Pentana Heksana Non-Hidrokarbon Nitrogen Karbondioksida Trace 15% Trace 1% 70 98% 1 10% Trace 5% Trace 2% Trace 1% Trace - %

Hidrogen Sulfida Helium

Umumnya Trace 0 5%

Kadang-kadang gas alam diketemukan dominan mengandung karbondioksida atau hidrogen sulfida.

Hidrocarbon di dalam reservoir selalu merupakan campuran beberapa komponen. Untuk itu perlu diketahui tentang system campuran komponen hidrokarbon. Seperti diketahui bahwa hidrokarbon bisa berupa cair, yang dikenal dengan sebutan minyak, dan bisa berupa gas yang disebut dengan gas hidrokarbon. Dilihat dari fasanya minyak bisa diklasifikasikan menjadi minyak berat (low shrinkage oil) dan minyak ringan (high shrinkage oil), sedang dalam gas dibagi menjadi gas kering dan gas basah. Peninjauan dari keadaan ini berdasarkan pada diagram fasa yang berupa diagram tekanan dan temperatur untuk multi komponen.

2.1.1. Reservoir Minyak Berat Diagram fasa dari minyak berat (low shrinkage crude oil) diperlihatkan pada Gambar 2.1. Sebagai catatan disini adalah bahwa daerah dua fasa mencakup kisaran tekanan yang lebar dan juga bahwa temperatur kritik dari minyak adalah lebih tinggi dari temperatur reservoar. Garis vertikal 1 - 2 - 3 memperlihatkan pengurangan tekanan dengan temperatur konstan yang terjadi apabila minyak tersebut

diproduksikan. Garis yang putus-putus memperlihatkan kondisi tekanan-temperatur yang terjadi apabila minyak meninggalkan reservoar dan mengalir melewati tubing menuju ke seperator.

Gambar 2. 1. Diagram Fasa dari Minyak Berat Titik 1 menunjukkan bahwa keadaan reservoar dikatakan tidak jenuh (undersaturated), sedangkan titik 2 menunjukkan keadaan reservoar jenuh (saturated) dimana minyak mengandung gas sebanyak-banyaknya dan suatu pengurangan tekanan akan menyebabkan pembentukan fasa gas. Pada titik 3 fluida yang tetap berada di reservoir terdiri dari 75% mol cairan atau 25% mol gas. Titik yang menunjukkan tekanan dan temperatur di dalam seperator terletak hampir dekat dengan garis titik gelembung yang diperkirakan 85% mol minyak diproduksikan tetap sebagai cairan pada kondisi separator. Karena mempunyai persentase cairan yang cukup tinggi, maka minyak ini disebut low shrinkage crude oil.

Apabila diproduksikan maka minyak berat ini biasanya menghasilkan gas oil ratio permukaan sebesar 500 scf/stb dengan gravity 30oAPI atau lebih. Cairan produksi biasanya berwarna hitam dan lebih pekat lagi.

2.1.2. Reservoir Minyak Ringan Diagram fasa dari minyak ringan (high shrinkage crude oil) diperlihatkan pada Gambar 2.2. Garis vertikal menunjukkan pengurangan tekanan dengan temperatur tetap selama produksi. Titik 1 dan titik 2 mempunyai pengertian yang sama dengan diagram sebelumnya, bedanya apabila tekanan diturunkan di bawah garis titik gelembung, prosentase gas akan lebih besar. Titik 3 reservoir mengandung 40% mol cairan. Diperkirakan 65% fluida tetap sebagai cairan pada kondisi separator. Oleh karenanya minyak disebut sebagai minyak ringan (high shrinkage crude oil). Jadi minyak ini mengandung relatif sedikit molekul berat bila dibandingkan dengan minyak berat. Apabila diproduksikan maka minyak ringan ini biasanya menghasilkan gas oil ratio permukaan sebesar kurang lebih 8000 scf/stb dengan gravity sekitar 50oAPI. Cairan produksi biasanya berwarna gelap.

Gambar 2. 2. Diagram Fasa dari Minyak Ringan

2.1.3. Reservoir Gas Kondensat Adakalanya temperatur reservoar terletak diantara titik kritis dengan cricondenterm dari fluida reservoir (Gambar 2.3). Sekitar 25 % mol fluida produksi tetap sebagai cairan di permukaan. Cairan yang diproduksikan dari campuran hidrokarbon ini disebut gas kondensat. Pada titik 1 reservoar hanya terdiri dari satu fasa dan dengan turunnya tekanan reservoar selama produksi berlangsung, terjadi kondensasi retrograde dalam reservoar. Pada titik 2 (titik embun) cairan mulai terbentuk dan dengan turunnya tekanan dari titik 2 ke titik 3, jumlah cairan dalam reservoar bertambah. Pada titik 3 ini

10

merupakan titik dimana jumlah maksimum cairan yang bisa terjadi. Penurunan selanjutnya menyebabkan cairan menguap. Gas oil ratio produksi dari reservoar kondensat dapat mencapai sekitar 70,000 scf/stb dengan gravity cairan sebesar 60
o

API. Cairan produksi biasanya berwarna cerah.

Gambar 2. 3. Diagram Fasa dari Gas Kondensat

2.1.4. Reservoar Gas Basah Diagram fasa dari campuran hidrokarbon terutama

mengandung molekul lebih kecil, umumnya terletak dibawah temperatur reservoir. Contoh dari diagram fasa untuk gas basah diberikan Gambar 2.4. Dalam kasus ini fluida berbentuk gas secara keseluruhan dalam pengurangan tekanan reservoar. Karena kondisi seperator terletak di dalam daerah dua fasa, maka cairan akan terbentuk di

11

permukaan. Cairan ini umumnya dikenal sebagai kondensat atau gas yang dihasilkan disebut gas kondensat. Gas basah dicirikan dengan gas oil ratio permukaan lebih dari 100,000 scf/stb. Asosiasi minyak tangki pengumpul biasanya adalah air sebagai gravity lebih besar daripada 50 oAPI.

Gambar 2. 4. Diagram Fasa dari Gas Basah

2.1.5. Reservoir Gas Kering Diagram fasa untuk gas kering diperlihatkan pada Gambar 2.5. Untuk campuran ini, baik kondisi reservoarnya maupun kondisi seperator terletak di luar daerah dua fasa. Tidak ada cairan yang dapat dibentuk dalam reservoar atau di permukaan dan gasnya disebut gas alam. Kata kering menunjukkan bahwa fluida tidak cukup

12

mengandung molekul hidrokarbon berat untuk membentuk cairan di permukaan. Tetapi perbedaan antara gas kering dan gas basah tidak tetap, biasanya sistem yang gas oil ratio-nya lebih dari 100,000 scf/stb dipertimbangkan sebagai gas kering.

Gambar 2. 5. Diagram Fasa dari Gas Kering

2.2.

Sifat-sifat Gas Hidrocarbon Sifat-sifat gas yang akan dibahas antara lain adalah specific gravity,

densitas, viscositas, faktor volume formasi serta kompresibilitas gas. 2.2.1. Specific Gravity Specific Gravity suatu gas / campuran adalah perbandingan densitas gas/campuran gas yang bersangkutan dengan densitas udara pada kondisi tekanan dan temperatur yang sama. Untuk gas murni

13

g = g / u

..................................................................(2-1)

Bila gas murni dianggap gas ideal maka g = Mg / Mu = Mg / 29 ..............................................(2-2)

2.2.2. Kompresibilitas Persamaan umum gas ideal harus di koreksi oleh suatu faktor koreksi agar dapat perlaku bagi gas/campuran gas nyata. Faktor koreksi yang dimaksud di sebut faktor kompresibilitas yang diberi simbol z. Kompresibilitas gas didefinisikan sebagai

perubahan volume gas yang disebabkan oleh adanya perubahan tekanan yang mempengaruhinya. Harganya dapat ditentukan dengan pengukuran langsung, korelasi Standing dan Katz, ataupun pengukuran persamaan keadaan. Penentuan harga z dengan korelasi Standing dan Katz maupun dengan persamaan keadaan, memerlukan harga tekanan dan temperatur tereduksi (Pr dan Tr) dengan persamaan keadaan berhubungan. Pr = P/Pc dan Tr = T/Tc ..............................................(2-3)

Untuk suatu campuran gas nilai Pc dan Tc merupakan Pc dan Tc yang semu atau pseudo. Ppc = yi.Pci dan Tpc = yi.Tci Metode Standing dan Katz ........................(2-4)

14

Setelah komposisi campuran gas diketahui atau specific gravity campuran gas diketahui, kemudian Pr dan Tr dapat ditentukan dengan persamaan (2-3) dan (2-4). Harga z untuk campuran gas kemudian dapat ditentukan dari grafik sesuai dengan tinggi rendahnya tekanan campuran gas yang bersangkutan. Biasanya bila terdapat gas-gas kotoran perlu diadakan koreksikoreksi, antara lain dengan: a. Cara Eilert, sage, Laccy Bila gas mengandung impurities (N2, CO2, H2s), maka harus digunakan persamaan berikut : Za = ZN2.YN2 + ZCO2.YCO2 + ZH2S.YH2S + (1 YN2 YCO2 YH2S). Zg Z true = c.Za b. Cara Wicher dan Aziz c. Cara Corr, Kobayashi, dan Borrow Tabel 2. 2. Tabel Koreksi Corr, Kobayashi, dan Borrow impurities CO2 H2S N2 Koreksi Tc, R -0.8 +1.3 -2.5 Koreksi Pc, psi +4.4 +0.6 -1.7

15

2.2.3. Densitas Gas Densitas atau berat jenis gas didefinisikan sebagai

perbandingan antara rapatan gas tersebut dengan rapatan suatu gas standar. Kedua rapatan diukur pada tekanan dan temperatur yang sama. Biasanya yang digunakan sebagai gas standar adalah udara kering. Secara sebagai berikut
BJ gas o u

matematis

berat jenis gas dirumuskan

................................................................... (2-5)

Definisi matematis dari rapatan gas (g) adalah g = MP / ZRT ................................................................(2-6) Dimana : M = berat molekul gas, P = tekanan, R = konstanta, T = temperatur, dan Z = faktor Kompresibilitas Sehingga bila gas dan udara dianggap sebagai gas ideal, maka BJ gas dapat dituliskan dengan persamaan sebagai berikut : BJ gas =
Mg . P R . T Mu . P R . T

Mg 28,97

........................................................... (2-7)

16

2.2.4. Viscositas Viscositas merupakan ukuran tahanan gas terhadap aliran. Viscositas gas hidrokarbon umumnya lebih rendah daripada viscositas gas non hidrokarbon. Bila komposisi campuran gas alam diketahui, maka

viscositasnya dapat diketahui dengan menggunakan persamaan :

gi Yi M i 0,5 g Yi M i 0,5
dimana : g atmosfer gi Yi Mi = = = = viscositas

............................................ (2-8)

gas

campuran

pada

tekanan

viscositas gas murni fraksi mpl gas murni berat molekul gas murni

Untuk gas campuran (gas alam) pada tekanan atmosfer, bila komposisinya diketahui dan SG-nya diketahui, maka viscositasnya dapat ditentukan dengan grafik. Apabila mol gas impuritisnya diketahui, maka korelasi terhadap viscositas campuran tersebut perlu dilakukan pula dengan grafik korelasi atau dengan korelasi masing-masing gas impurities. Untuk gas dengan campuran pada tekanan dan temperatur yang sembarang, cara penentuan viscositas dapat dilakukan dengan cara :

17

1. Cara korelasi Corr-Kobayashi-Burrows Korelasi ini menggunakan grafik hubungan antara viscositas ratio, g /gi dengan Ppr dan Tpr. 2. Cara Holo-Holmes-Pais Penentuan viscositas gas alam, cara ini biasanya digunakan untuk komputerisasi.

2.2.5. Faktor Volume Formasi (Bg) Faktor volume formasi gas (Bg) didefinisikan sebagai besarnya perbandingan volume gas pada kondisi tekanan dan temperatur reservoir dengan volume gas pada kondisi standar (60 F, 14,7 psia). Pada faktor volume formasi ini berlaku hukum Boyle - Gay Lussac. Bila satu standar cubic feet ditempatkan dalam reservoir dengan tekanan Pr dan temperatur Tr, maka rumus - rumus gas dapat digunakan untuk mendapatkan hubungan antara kedua keadaan dari gas tersebut, yaitu :

P1 V1 P V r r Z r Tr Z r Tr

..................................................... (2-9)

18

Untuk harga P1 dan T1 dalam keadaan standar, maka diperoleh :


Vr 0.0283 Z r Tr Pr cuft

..................................... (2-10)

Untuk keadaan standar, maka Vr (cuft) harus dibagi dengan 1 scf untuk mendapatkan volume standar. Jadi faktor volume formasi gas (Bg) adalah :
B g 0.0283 Z r Tr Pr cuft / scf

.............................. (2-11)

Dalam satuan bbl / scf, besarnya Bg adalah :


B g 0.00504 Z r Tr Pr bbl / scf

(2-12)

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Dalam melaksanakan Magang Kerja, mahasiswa diharapkan mampu melakukan study kasus yaitu mengangkat suatu kasus yang dijumpai ditempat Magang Kerja menjadi suatu kajian sesuai dengan bidang keahlian yang ada ataupun melakukan pengamatan terhadap suatu proses atau alat untuk kemudian dikaji sesuai dengan bidang keahlian yang dimiliki. Untuk mendukung Magang Kerja dan kajian yang akan dilakukan, maka dapat dilakukan beberapa metode pelaksanaan, yaitu antara lain : 3.1. Metode Interview Dengan cara memberikan pertanyaan kepada pembimbing atau petugas yang berwenang untuk mendapatkan data yang ada ditempat Magang Kerja.

3.2. Metode Observasi Dengan cara melakukan pengamatan secara sistematis mengenai hal-hal yang ada di laboratorium atau tempat Magang Kerja.

3.3. Study Literature Dengan cara menelaah literatur-literatur yang berhubungan dan bersesuaian, baik literatur dari perusahaan maupun dari luar perusahaan.

19

BAB IV KESIMPULAN SEMENTARA

1.

Gas alam adalah campuran bahan-bahan kimia yang terdiri atas molekul-molekul yang berukuran kecil, dan akan terbentuk gas pada tekanan dan temperatur normal.

2.

Gas Chromatography merupakan alat yang digunakan untuk menganalisa komposisi dari gas, baik gas alam ataupun gas hidrocarbon untuk memperoleh hasil yang akurat.

3.

Gas alam terdiri atas 8 komponen atau lebih (C1 s/d C7, CO2, H2S, N2).

20