Anda di halaman 1dari 2

Perkembangan Politik Masa Orde Baru

Sebagai langkah awal untuk menciptakan stabilitas nasional,sidang umum IV MPRS telah memutuskan untuk menugaskan soeharto selaku pengembang SUPERSEMAR yang sudah di tingkatkan menjadi ketetapan MPRS No IX/MPRS untuk membentuk kabinet baru.Untuk itu di bentuk kabinet Ampera yang bertugas menciptakan stabilitas politik dan ekonomi.Program yang dirancang kabinet Ampera yaitu CATURKARYA,sebagai berikut: 1.memperbaiki perikehidupan rakyat,terutama dalam bidang sandang dan pangan 2.melaksakan pemilihan umum dalam batas waktu seperti tercantum dalam ketetapan MPRS No.XI/MPRS/1966. 3.meleksakan politik luar negeri yang bebas dan aktiv untuk kepentingan nasional sesuai dengan ketetapan MPRS No.XI/MPRS/1966 4.melanjutkan perjuanagn anti imperialismedan kolonialisme dalam segala bentuk *Pemilu Sarana Demokrasi di Masa Orde Baru Pemilu diselenggarakan untuk mewujudkan gagasan kedaulatan rakyat atau sistem pemerintahan demokrasi.Pemilu itU sendiri mempunyai 3 fungsi utama sebagai sarana demokrasi. Pemilu di Masa Orde Baru telah berlangsung 5 kali,yaitu tahun 1971,1977,1982,1987,1992.Untuk menjamin kebebasan pemilih dalam memberikan suara,pemilu indonesia pun menganut ASAS LUBER. Pada Masa Orde Baru pemilu tidak berjalan secara jujur dan demokratis.Walaupun demikian selama Orde Baru juga tercatat adanya pemilu yang relatif demokratis yaitu dalam bentuk Pemilihan Kepala Desa. Pemilihan Umum (pemilu) yang dilangsungkan tanggal 7 Juni 1999 lalu adalah tonggak penting dalam upaya Bangsa Indonesia melepaskan diri dari belenggu otoritarian dan menumbuhkan masyarakat madani yang demokratis. Peristiwa ini merupakan perwujudan dari semangat Reformasi !!! yang dipekikkan mahasiswa Indonesia di awal dan pertengahan tahun 1998. Kebebasan mengeluarkan pendapat yang disalahgunakan dan tanpa etika. Sudah saatnya masyarakat Indonesia disosialisasikan etika-etika dalam berdemonstrasi. Sebenarnya, Indonesia sudah mempunyai UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum yang dapat mengantisipasi terjadinya kekerasan dalam demonstrasi. Namun sayangnya tidak semua rakyat paham UU itu. Seharusnya, pemerintah lebih mensosialisasikan nilai-nilai dan etika dalam berdemonstrasi pada rakyat, agar rakyat dapat menyalurkan pendapatnya dengan cara yang baik dan benar.

ORDE REFORMASI
Era Reformasi di Indonesia dimulai pada pertengahan 1998, tepatnya saat Presiden Soeharto mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 dan digantikan wakil presiden BJ Habibie. Krisis finansial Asia yang menyebabkan ekonomi Indonesia melemah dan semakin besarnya ketidak puasan masyarakat Indonesia terhadap pemerintahan pimpinan Soeharto saat itu menyebabkan terjadinya demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai organ aksi mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia. Pemerintahan Soeharto semakin disorot setelah Tragedi Trisakti pada 12 Mei 1998 yang kemudian memicu Kerusuhan Mei 1998 sehari setelahnya. Gerakan mahasiswa pun meluas hampir diseluruh Indonesia. Di bawah tekanan yang besar dari dalam maupun luar negeri, Soeharto akhirnya memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Pemerintahan presiden BJ.Habibie yang mengawali masa reformasi belum melakukan mauver manuver yang cukup tajam dalam bidang ekonomi.Kebijakan kebijakannya di utamakan untuk mengendalikan stabilitas politik.Pda masa kepemimpinan presiden Abdurachman Wahid pun,belum ada tindakan yang cukup berarti untuk menyelamatkan negara dari kerpurukan.Padahal,ada berbagai persoalan ekonomi yang diwariskan Orde Baru harus hadapi,antara lain masalah KKN,Pemulihan Ekonomi,Kinerja BUMN,Pengendalian inflasi,dan mempertahankan kurs rupiah.Akibatnya ,kedudukannya digantikan oleh Megawati. *Masa Kepemimpinan Megawati Soekarnoputri Masalah masalah yang mendesak untuk dipecahkan adalah pemulihan ekonomi dan penegakan hukum.Kebijikan kebijakan yang ditempuh untuk mengatasi persoalan ekonomi antara lain: 1.Meminta Penundaan Pembayaran utang sebesar US$ 5,8 milyarpada pertemuan Paris Club ke3 dan mengalokasikan pembayaran utang luar negeri sebesar Rp 116,3 Triliun. 2.Kebijakan privatisasi BUMN

. . Faktor Penyebab Munculnya Reformasi


Banyak hal yang mendorong timbulnya reformasi pada masa pemerintahan Orde Baru, terutama terletak pada ketidakadilan di bidang politik, ekonomi dan hukum. Tekad Orde Baru pada awal kemunculannya pada tahun 1966 adalah akan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen dalam tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Setelah Orde Baru memegang tumpuk kekuasaan dalam mengendalikan pemerintahan, muncul suatu keinginan untuk terus menerus mempertahankan kekuasaannya atau status quo. Hal ini menimbulkan akses-akses nagatif, yaitu semakin jauh dari tekad awal Orde Baru tersebut. Akhirnya penyelewengan dan penyimpangan dari nilai-nilai Pancasila dan ketentuan-ketentuan yang terdapat pada UUD 1945, banyak dilakukan oleh pemerintah Orde Baru.

Anda mungkin juga menyukai