P. 1
GEOLOGI PULAU SUMATERA

GEOLOGI PULAU SUMATERA

|Views: 488|Likes:
Dipublikasikan oleh Achmad Syarif Lor-chi

More info:

Published by: Achmad Syarif Lor-chi on Sep 05, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2014

pdf

text

original

*KEADAAN GEOLOGI PULAU

* Kelompok 2:
- Achmad syarif - - Adrian Endah - - Aji Arifin - - Alfi Khoirinnisa Pamungkas - - Ardi Wicaksono - - Arlita Eka - - Azmi Navitsa - - Bagus Budi Raharjo - - Bayu Prasetyo - -Wahyu Purwanto - -Yanuari - -Yudi Malis (K5409001) (K5409002) (K5409003) (K5409004) (K5409006) (K5409007) (K5409008) (K5409009) (K5409010) (K5409061) (K5409065) (K5409067)

SUMATERA

Bagian Tengah. bagian ini merupakan jalur vulkanis (Inner Arc) yang menduduki bagian tengah Pulau Sumatra dengan posisi agak ke Barat. . Jalur ini dikenal denan sebutan Bukit Barisan.* Terdapat megunungan yang membentang dari barat laut ke tenggara. Bukit Barisan (Zone Barisan) mengalami peristiwa-peristiwa geologis yang berulang-ulang. Bukit barisan ini memiliki lebar yang tidak sama.

Karena tekanan yang terus semakin kuat. Patahan itulah yang menjadi episentrum gempa.* *Terdapat pertemuan dua lempeng besar di Pulau Sumatera. sehingga terjadi beberapa patahan. . Akibat patahan tersebut terlepaslah energi yang selama ini tersimpan dan menghasilkan gempa. Ketika magma bergerak memberikan tekanan ke lempeng Samudra Hindia-Australia dan tekanan itu semakin lama semakin kuat. lempeng Samudra-Hindia-Australia dan lempeng Eurasia atau disebut juga lempeng benua. Sementara lempeng Eurasia cenderung bersifat pasif.

magnetisme dan seismik ketebalan sekitar 20 kilometer. 1979).*Pulau Sumatra tersusun atas dua bagian utama. dan ketebalan lempeng benua sekitar 40 kilometer (Hamilton. sebelah barat didominasi oleh keberadaan lempeng samudera. sedang sebelah timur didominasi oleh keberadaan lempeng benua. * Keadaan Geologi Pulau Sumatera. Berdasarkan gaya gravitasi. .

* .

.

(Char-shin Liu et al.* Sejarah tektoik Pulau Sumatra berhubungan erat dengan dimulainya peristiwa pertumbukan antara lempeng India-Australia dan Asia Tenggara. * . Proses tumbukan ini pada akhirnya mengakibatkan terbentuknya banyak sistem sesar sebelah timur India. sekitar 45. 1993 dalam Natawidjaja. 1994). Setelah itu kecepatan mengalami kenaikan sampai sekitar 76 milimeter/ tahun (Sieh. yang mengakibatkan rangkaian perubahan sistematis dari pergerakan relatif lempeng-lempeng disertai dengan perubahan kecepatan relatif antar lempengnya berikut kegiatan ekstrusi yang terjadi padanya. 1994). Gerak lempeng India-Australia yang semula mempunyai kecepatan 86 milimeter/tahun menurun menjaedi 40 milimeter/tahun karena terjadi proses tumbukan tersebut. 1983 dalam Natawidjaja.6 juta tahun yang lalu.

Bagian selatan terdiri dari lempeng mikro Sumatra. punggungan busur muka dan cekungan busur muka telah terfragmentasi akibat proses yang terjadi. Kenyataan menunjukkan bahwa adanya transtensi (transtension) Paleosoikum Tektonik Sumatra menjadikan tatanan Tektonik Sumatra menunjukkan adanya tiga bagian pola (Sieh. yang terbentuk sejak 2 juta tahun lalu dengan bentuk geometri dan struktur sederhana. bagian tengah cenderung tidak beraturan dan bagian utara yang tidak selaras dengan pola penunjaman.*Keadaan Pulau Sumatra menunjukkan bahwa kemiringan penunjaman. 2000). .

Daerah cekungan ini meliputi daerah seluas 330 x 510 km2. . dimana sebelah barat daya dibatasi oleh singkapan Pra-Tersier Bukit Barisan.*Blake (1989) menyebutkan bahwa daerah Cekungan Sumatra Selatan merupakan cekungan busur belakang berumur Tersier yang terbentuk sebagai akibat adanya interaksi antara Paparan Sunda (sebagai bagian dari lempeng kontinen Asia) dan lempeng Samudera India. di sebelah timur oleh Paparan Sunda (Sunda Shield). sebelah barat dibatasi oleh Pegunungan Tiga puluh dan ke arah tenggara dibatasi oleh Tinggian Lampung.

* Punggungan busur muka relatif dekat. . * Cekungan busur muka terbentuk sederhana. dengan ke dalaman 1-2 kilometer dan dihancurkan oleh sesar utama. terdiri dari antiform tunggal * Sesar Mentawai dan homoklin. dan berbentuk sederhana. * Lokasi gunung api umumnya sebelah timur-laut atau di dekat sesar.* Sesar Sumatra menunjukkan sebuah pola geser kanan en echelon dan terletak pada 100-135 kilometer di atas penunjaman. * Sudut kemiringan tunjaman relatif seragam. yang dipisahkan oleh punggungan busur muka dan cekungan busur muka relatif utuh.

* Busur vulkanik berada di sebelah utara sesar Sumatra. * Punggungan busur muka secara struktural dan kedalamannya sangat beragam. berada pada posisi 125140 kilometer dari garis penunjaman. * Sudut kemiringan penunjaman sangat tajam.* * Sesar Sumatra berbentuk tidak beraturan. * Homoklin di belahan selatan sepanjang beberapa kilometer sama dengan struktur Mentawai yang berada di sebelah selatannya. . * Kedalaman cekungan busur muka 1-2 kilometer.

* Homoklin yang terletak antara punggungan busur muka dan cekungan busur muka tercabik-cabik. sekitar 0. * Sudut kemiringan penunjaman beragam.6 kilometer.2-0. dan terbagi-bagi menjadi berapa blok oleh sesar turun miring * Busur luar terpecah-pecah. . * Busur vulkanik memotong dengan sesar Sumatra. * Topografi cekungan busur muka dangkal.* * Sepanjang 350 kilometer potongan dari sesar Sumatra menunjukkan posisi memotong arah penunjaman.

*Tatanan tektonik regional sangat mempengaruhi perkembangan busur Sunda. sementara di sebelah timur pertemuan subduksi antara lempeng samudra Australia dan lempeng-lempeng mikro Tersier mengkontruksikan sistem busur Sunda sebagai busur kepulauan (island arc) kepulauan yang lebih labil. di bagian barat. pertemuan subduksi antara lempeng Benua Eurasia dan lempeng Samudra Australia mengkontruksikan Busur Sunda sebagai sistem busur tepi kontinen (epi-continent arc) yang relatif stabil. .

struktur-struktur di Pulau Sumatra secara vertikal berkembang sebagai struktur bunga. Busur Sunda mendorong pada kesimpulan bahwa batas Busur Sunda yang mewakili sistem busur kepulauan dan busur tepi kontinen terletak di Selat Sunda. Karena pola kenampakan anomali gaya berat menunjukkan bahwa pola struktur Jawa bagian barat yang cenderung lebih sesuai dengan pola Sumatra dibanding dengan pola struktur Jawa bagian Timur. .*Perbedaan sudut penunjaman antara Propinsi Jawa dan Propinsi Sumatra Selatan. Secara vertikal perkembangan struktur masih menyisakan permasalahan namun jika dilakukan pembangungan dengan struktur cekungan Sumatra Selatan.

* .

SEKIAN DAN TERIMAKASIH .

54.7./03.3.-./..3-.!07-0/.7.079.03.$0..82038.9.2...25././.342.3%2:7 $0.-.:. 0825:..3...9./-.3-:8:790543930390709.-07.320..!74538.3 !74538$:2.3:3.3.897:9:7.3/3/03.897:9:7.7.0:3...380-.3897:9:72.$:2.03/07:30-808:.8. .897:9:7-:3.3 :8:7$:3/..3-.354.54.203/47435.2:3...3-.3 897:9:7 897:9:7/!:./$0.3897:9:7 .38:/:9503:3.39.703.3 3.3/..97.7...3 .88902 -:8:705:.3$:2.3502-.9.97. 50702-.:.97.079. .-0702-.$0.9 $:3/. 80.3/03.8:8:7$:3/.97...9 203:3:.3 54.9.:$:2...-.35072.

.

$ %#$ .

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->