Anda di halaman 1dari 8

Millenium Development Goals (MDGs) MDGs (Milenium Development Goal) adalah agenda ambisius untuk mengurangi kemiskinan dan

memperbaiki kehidupan yang disepakati para pemimpin dunia pada Millennium Summit pada bulan September 2000. Untuk setiap tujuan satu atau lebih target yang telah ditetapkan, sebagian besar untuk tahun 2015, menggunakan tahun 1990 sebagai patokan. Millenium Development Goals (MDGs) pada dasarnya mewujudkan komitmen internasional yang dibuat di Perserikatan Bangsa-Bangsa. Millenium Development Goals (MDGs) pada dasarnya mewujudkan komitmen internasional yang dibuat di Perserikatan Bangsa-Bangsa Dunia pada konferensi Summits dan global sepanjang tahun 1990-an, seperti KTT Dunia untuk Anak, Konferensi Dunia tentang Pendidikan untuk Semua 1990 di Jomtien, Konferensi PBB tentang Lingkungan dan Pembangunan 1992 di Rio de Janeiro, dan KTT Dunia untuk Pembangunan Sosial 1995 di Copenhagen. Kemudian, pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Milenium Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) bulan September 2000 di New York, sebanyak 189 negara anggota PBB yang sebagian besar diwakili oleh kepala pemerintahan, termasuk presiden Indonesia, sepakat untuk menandatangi Deklarasi Milenium yang diadopsi dari komitmen sebelumnya. Deklarasi Milenium inilah yang berisi Millenium Development Goals (MDGs)As a follow-up to the commitments made in the Millennium Summit, each signatory country is expected to prepare a Millennium Development Goals Report.. MDGs terdiri dari 8 tujuan (goals) 1. Mengentaskan Kemiskinan Ekstrim dan Kelaparan Kekurangan gizi mengurangi tingkat sumber daya manusia melalui efek yang berlanjut antar generasi dan tak dapat diubah. Efek ini sangat mempengaruhi perkembangan fisik dan kognitif. Dengan gizi, kemiskinan dan kelaparan dapat

dicegah karena gizi dapat meningkatkan kemampuan kognitif berupa kecerdasan dan keterampilan dalam pencarian nafkah. Jikakemampuan kognitif dan keterampilan meningkat, dengan otomatis, manusia dapat meraih penghasilan yang baik. Jika manusia mendapatkan penghasilan yang baik,dengan otomatis, dia akan terhindar dari kelaparan. Target : a. Mengurangi sampai setengah jumlah orang yang hidup dengan kurang dari satu dollar per hari. b. Mencapai penuh dan produktif kerja dan pekerjaan yang layak bagi semua termasuk bagi perempuan dan kaum muda c. Mengurangi sampai setengah proporsi penduduk yang menderita kelaparan 2. Mewujudkan Pendidikan Dasar Kekurangan gizi dapat mempengaruhi peluang seorang anak pergi ke sekolah, belajar di sekolah serta menunjukkan performa yang baik di sekolahnya. Jika seorang anak mengalami kekurangan gizi, maka daya tahan tubuhnya terhadap suatu penyakit pasti akan berkurang, dengan demikian semakin besar kemungkinam seorang anak sakit, maka semakin besar pula kemungkinan anak tidak hadir serta belajar dalam sekolah.Kekurangan zat gizi, Iodine misalnya, menyebabkan hampir 18 juta bayi lahir dengan kecacatan mental bahkan bayi dengan kekurangan Iodine menengah mendapatkan IQ kurang dari 10 sampai 15 poin dari mereka yang tak kekurang Iodine.

Target : memastikan bahwa setiap anak laki-laki dan perempuan menyelesaikan pendidikan dasar. 3. Mendukung kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan Prasangka miring mengenai diskriminasi perempuan terhadap akses makanan, makanan, kesehatan serta perhatian dapat menyebakan perempuan kekurangan gizi, hal ini dapat menyebabkan seorang perempuan kurang akses ke asset-aset yang ada. Anemia yang disebakan kekurangan zat besi menyebakan perempuan hamil dan melahirkan bayi, meninggal sebanyak lebih dari 60,000 perempuan muda per tahun. Target : menghapus perbedaan gender dalam pendidikan dasar dan menengah pada tahun 2005, dan pada semua tingkatan pada tahun 2015. 4. Mengurangi tingkat kematian anak Kekurangan gizi, langsung maupun tak langsung, dikaitkan dengan banyak kematian anak. Seperti telah disebutkan di atas, anemia akibat kekurangan zat besi membunuh banyak ibu baik yang sedang hamil ataupun pada saat melahirkan. Dengan meninggalnya ibu,terutama pada saat kelahiran, mengecilkan peluang harapan hidup seorang anak. Target : mengurangi dua per tiga tingkat kematian anak-anak di bawah usia 5 tahun.

5. Meningkatkan kesehatan Ibu Kesehatan ibu disepakati sangat terkait dengan kekurangan gizi, yang dihubungkan dengan kebanyakan faktor-faktor berisiko untuk kematian ibu. Kelumpuhan ibu serta kekurangan iodine dan zat besi menjadi faktor yang serius. Target : a. Mengurangi tiga per empat rasio kematian ibu b. Mencapai akses untuk kesehatan reproduksi pada tahun 2015 6. Memerangi HIV/AIDS dan penyakit menular lain Kekurangan gizi dapat meningkatkan resiko transmisi HIV, dihubungkan dengan terapi anti retroviral, serta meningkatkan kemampuan serangan AIDS dan kematian awal. Kekurangan gizi juga berdampak pada meningkatnya infeksi tuberkolosis serta menurunnya tingkat pertahanan terhadap malaria. Target : a. Menghentikan dan mulai membalikkan penyebaran HIV / AIDS b. Mencapai, pada tahun 2010, akses universal terhadap pengobatan untuk HIV / AIDS bagi semua orang yang membutuhkannya. c. Menghentikan dan mulai membalikkan insiden malaria dan penyakit utama lainnya. 7. Memastikan kelestarian lingkungan Lingkungan yang lestari tak mungkin dapat terjadi tanpa adanya peran serta umat manusia. Peran serta umat manusia ini dapat terwujud melalui pewujudan kesehatan lingkungan.

Target : a. Mengintegrasikan prinsip-prinsip pembangunan yang berkelanjutan dalam kebijakan setiap negara dan program; sebaliknya hilangnya sumber daya lingkungan. b. Mengurangi hilangnya keanekaragaman hayati dan mencapai pada tahun 2010, penurunan yang signifikan pada tingkat kerugian c. Mengurangi sampai setengah proporsi penduduk tanpa akses berkelanjutan ke air minum yang aman dan sanitasi dasar. d. Mencapai perbaikan yang berarti dalam kehidupan untuk sedikitnya 100 juta di daerah kumuh, tahun 2020 8. Mengembangkan Kemitraan untuk Pembangunan Tujuan kedelapan berisikan aksi yang harus dilakukan oleh negara maju kepada negara berkembang untuk mencapai Tujuan 1-7 MDGs. Konsensus Monterrey yang merupakan hasil dari Konferensi Internasional tentang Pembiayaan untuk Pembangunan tahun 2002, dipandang sebagai unsur kunci tujuan delapan MDGs. Konsensus tersebut berintikan kebebasan perdagangan, aliran dana swasta, utang, mobilisasi sumberdaya domestic dan hibah untuk pembangunan. Faktanya, investasi dalam bidang kesehatan publik adalah investasi yang non-profit, hibah menjadi penting, terutama di sektor kesehatan. Target : a. Mengembangkan lebih jauh lagi terbuka, berbasis peraturan, dapat diprediksi, non-diskriminatif perdagangan dan sistem keuangan b. Membantu kebutuhan khusus dari negara-negara kurang berkembang c. Membantu kebutuhan khusus negara-negara berkembang dan daratan pulau kecil berkembang Serikat (melalui Program Aksi untuk

Pembangunan Berkelanjutan di Pulau Kecil Mengembangkan Serikat dan hasil dari kedua puluh dua sidang khusus Majelis Umum) d. Secara komprehensif mengusahakan persetujuan mengenai masalah utang dengan negara-negara berkembang melalui upaya nasional dan internasional untuk membuat utang berkelanjutan dalam jangka panjang e. Dalam kerjasama dengan perusahaan farmasi, menyediakan akses ke obat-obatan penting yang terjangkau di negara-negara berkembang f. Dalam kerjasama dengan pihak swasta, membangun adanya penyerapan keuntungan dari teknologi-teknologi baru, terutama teknologi informasi dan komunikasi

MILLENIUM DEVELOPMENT GOALS (MDGs)

ABDUL FARID SYAM K111 07 713

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR 2011