Anda di halaman 1dari 5

EKONOMI KERAKYATAN

Bahan Diskusi Tenaga Ahli dengan Komisi B DPRD Propinsi Bali


Oleh Made Antara
Staf Ahli DPRD Propinsi Bali Komisi B Periode 2000-2004 Email: antara_dps@yahoo.com

PENDAHULUAN Sampat saai ini belum ada bahan bacaan yang memberikan batasan atau definisi tentang 'Ekonomi Rakyat atau Ekonomi Kerakyatan (ekonomi yang bersifat merakyat). Bila dicermati dari kata yang menyusunnya, terdiri dari kata ekonomi dan rakyat. Ekonoini artinya aktivitas atau unit produksi barang dan jasa dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup rnanusia, sedangkan Rakyat artinya anggota masyarakat atau warga negara dari suatu negara. Bila kedua kata tersebut digabungkan menjadi Ekonomi Rakyat, artinya unit-unit usaha produksi barang dan jasa yang berskata kecil yang dilakukan oleh rakyat atan masyarakat (setempat). Menyadari bahwa di era pemerintahan Orba yang memperoleh perhatian khusus adalah para KongIomerat (pengusaha yang menggabungkan beberapa usaha rnenjadi suatu usaha besar) sebaga pelaku ekonomi skala besar (ekonomi konglomerat). Mereka memperolah fasiltas khusus dari pemerintah Orba, seperti kucuran kredit milyaran bahkan triliyunan rupiah, proteksi terhadap produk impor sejenis, keringanan pajak (tax holidays}, pajak ekspor, kebebasan meminjam utang pada kreditur luar negeri, dll, tetapi akhirnya merekalah yang memiliki andi besar membangkrutkan ekonomi negeri ini. Namun yang tetap tegar bahkan berjaya di tengah resesi ekonomi adalah aktivitas atau unit-unit usaha kecil petani/peternak/petambak/pekebun, milik rakyat kecil, yaitu unit-unit usaha pengrajin kecil, dll). industriawan Dari kondisi dan

kecil/rumahtangga, dan unit-unit usaha berbagai macam jasa (perdagangan; transportast, kepariwisataan, perbengkelan, garmen, situasi ini, akhirnya muncul istilah atau ungkapan 'Ekonomi Rakyat (kecil)'

sebaga versus 'Ekonomi Konglomerat (besar). Kedua istilah ini mernpunyai karakter yang berlawanan. Adapun karakteristik ekonomi rakyat sebagai berikut: Terdiri dari unit-unit usaha kecil (mikro) yang diusahakan oleh beratus ribu bahkan berjuta-juta rakyat (kecil);
Permodalan relatif lemah; Keterampitan masib relatif rendah; Manajemen usaha relatif lemah; Akses terhadap pasar dan sumber-sumber permodalan relatif terbatas; Tingkat pendidrkan para pelakunya - karena rakvat relatif rendah;

Akhirnya semua kelemahan ekononomi rakyat tersebut bermuara pada rendahnya produktivitas dan efisiensi alokasi sumberdaya, seningga mereka tidak mampu berkembang menjadi pelaku ekonomi kelas rnenenqah, apalagi pelaku ekonomi besar. Disinilah peran pemerintah dan pihak-pihak terkait diperlukan, bagaimana mengatasi banyak kelemahan-kelemahan tersebut, sehingga akhirnya rnenjadi kuat. Sedangkan karakteristik ekonom konglornerat adalah sebaliknya.

EKONOMI KERAKYATAN DI BALI Untuk kasus Bali, ekonomi rakyat tidak lain adalah unit-unit usaha produksi barang dan jasa masyarakat Bali dalam rangka rnemenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Jadi, membicarakan ekonomi rakyat untuk kasus Bali, berarti rnembicarakan aktivitas ekonomi masyarakat Bali. masyarakat Bali. berbasis pada tiga sektor utama, yaitu: 1. Sektor agribisnis yakni sektor-sektor yang teckait dengari sektor pertanian dakm arti luas (pertanian pangan, perkebunan peternakan, perikanan, dan kehutanan) dan industri makanan, minuman dan tembakau; 2. Sektor industri termasuk industri kecil dan kerajinan rumahtangga; dan 3. Sektor jasa termasuk jasa pariwisata (Perdagangan/hotel/restoran), Sedangkan ekonomi

tranportasi/Telekornunikasi, keuangan, persewaan bangunan/pemerintah/ jasa/jasa lain)(Tabel 3,1), ? Masyarakat atau pekerja-pekerja di Bali

memperole nafkah dari penghidupan dari hasil kerjaa di ketiga Sekktor utama
Pada Tabel I tampak bahwa sejak 1993-1998 kontribusi sektor agribisnis terhadap PDRB Bali berkisar antara 21,74 persen sampaii dengan 25,38 persen rnenurut harga berlaku. Walaupun secara persentase cenderung menurun, namun secara absolut meningkat relatif besar yakni sebesar Rp I 355 640,52 milyar tahun 1993 menjadi Rp 3 431 833,02 milyar tahun 1998. Kontribusi sektor industri cenderung meningkat dari 11,99 persen tatun 1993 rrienjadi 14,12 persen tahun 1998, sedangkan sector jasa relatif stabil sekitar 64 persen. Sedangkan pada Tabet 2 tampak bahwa sumbangan absokut sektor agribisnis terhadap PDRB Bali menurut barga konstan 1993 adalab sebesar Rp I 355 640,52 milyar tehun 1993 meningkat menjadi Rp 1 523 711,67 milyar tahun 1998. Jadi walaupun meningkat retatif rendah, tetapi peningkatan ini hanya disebabken oleh peningkatan produksi yanq terbebas dari pengaruh inflasi. PEMBERDAYAAN EKONOMI RAKYAT DI BALI Mengernbangkan memberdayakan ekonominya atau membangun perekonomian Bali berarti

rakyat kecil atau usaha kecil

yang jumlahnya relatif

banyak. Sementara ini di Indonesia, usaha besar (konglomerat) yang jumlahnya hanya 0,2 persen menguasai sekitar 50 persen dari pendapatan nasional. Sedangkan

usaha kecil yang jumlahnya lebih dari 99,8 persen hanya menguasai kurang dari 40 persen pendapatan nasional. Struktur ekonomi berbentuk piramida terbalik sanyat riskan terhadap gejolak perubahan ekonomi global. Begitu ada badai moneter yang memporak- porandakan sekelompok konglomerat tersebut, maka runtuhlah barigunan perekonomian nasional. Karenanya perekonomian t~asf'onaI Karenanya di'perIukan paradigm. barti untuk rne~akukan pertibaha,~ ~trukiural Indonesi'a mer~ad, pirarni'da tegak, set~ii~ga bangur~an perekonompar,

perekcnomi'an nasp'onal disokong ol~l

jt~taan ekonomi' u5aha kecti-keci sampap menengah, yang taban terhadap bada' ekonom,' qobal yang seti'ap saat akan datang rmenggoyang. Paradigma hart j'tu tidak

taifi adalah pembefdayaan ekonorni rakyat yang pelaku-peiakuoya Pultihan tita rakyat Indonesia Perekonomian Bali yang pelaku-pelakunya pengrajin kecil adalah rakyat kecil yaitu

petani/pekebun/peternak/nelayan, pekerja garmen,

dan rumahtangga

(pengukir,

pengolahan makanan/minuman), penjual berbagai jenis jasa

(perbengkelan, transportati; perbankan, perdagangan, jasa kepariwlsataan, dll), tidak lain adalah kumpulan aktivitas ekonomi mikro atau unt-unit usaha rekyat kecil. Karenanya, mengembangkan dan memajukan perekonomian Bali (sektor agribisnis, industri dan jasa) berarti memajukan ekonominya rakyat kecil. Jadi, rnanberdayakan (menjadikan berdaya) ekonomi rakyat Indonesia pada umumnya dan rakyat Bali pada khususnya dapat ditakukan dengan meningkatkan produktivitas aset-aset mereka melalui berbagai cara, antara lain:
Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka, baik da;am bidang teknis maupun manajemeri; Menyediakan modal usaha yang mereka perlukan; Menyediakan akses informasi pasar; Menyediakan bahan baku sesuai dengan jumlah dan waktu yang tepat; dan Untuk kasus petani tanaman pangan seperti padi yang harganya diatur oleh pemerintah, melalui pemberian produk mereka dengan harga yang layak dan waktu
yang tepat.

KONSEP EKONOMI KERAKYATAN di BALI TELAH TERIMPLEMENTASI Konsep ekonomi kerakyatan di Bali sebenarnya sudah diimplementasikan oleh semua pihak sejak awal pembangunan perekonomian Bali (Era Orde lama, Orde Baru, dan sampai Orde Reformasi), karena pelakupelaku ekonomi Bali umumnya rakyat (kecil) seperti sudah disinggung sebelumnya Pemerintah, investor swasa, LSM dan pihak-pihak yang peduli terhadap rnasyarakat Bali, melalul berbagai program dan proyek
berusaha meningkatkan

aktivitas-aktivitas ekonomi di ketiga sektor tersebut, agar rnampu menghasilkan

nilai tambah barang dan jasa lebih tinggi, sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan pendapatan masyarakat Bali. Usaha-usaha inipun sudah menampakkan hasil yang ditunjukkan oleh peningkatan pendapatari regional per kapita, atau pendapatan per kapita masyarakat Bali. Secara umum., selama kurun waktu 1993-1997, pendapatan perkapita seluruh kabupaten/kota madya mengalami perubahan yang cukup berarti. Kabupaten yang mengalami pertumbuhan pendapatan regional per kapita tertinggi adalah Kabupaten Gianyar 15,955%, selanjutnya kabupaten Jembrana 14,137%, Kota Madya Denpasar l4,015%, Kabupaten Badung 12,805%. Namun pendapatan regional per kapita tertinggi adalah Kabupaten Badung dan kemudian disusul oleh selanjutrira kabupaten Gianyar rakyat Bali harus Kabupaten/kota Madya Denpasar, dan pendapatan per kapita terendah adalah agar tingkat kemakmuran

kabupaten karangasem. Namun demikian, usaha-usaha pemberdayaan ekonomi terus-menerus dilakukan masyarakat Bali semakin meningkat pula. PENUTUP 1. Ekonom rakyat atau ekonomi kerakyatan adatah aktivitas atau unit-unit usaha produksi barang dan jasa yang berskala kecil yang dilakukan oleh rakyat atau masyarakat (setempat). 2, Pelaku-pelaku ekonomi rakyat adalah rakyat kecil yaitu petani/pekebun/ peternak/nelayan, garmen, dIl). 3. Memberdayakan (menjadikan berdaya) ekonomi rakyat di Bali dapat dilakukan dengan rneningkatkan produktivitas aset-aset produktif yang mereka miliki, yaitu lahan, ternak, ikan, tenagakerja, dan skill manajerial. pengolah pengrajin kecil dan rumahtangga (pengukir, pekerja jenis jasa makanan/minuman), penjual berbagai

(perbengkelan, transportasi, perbankan, perdagangan, jasa kepariwisataan,