Anda di halaman 1dari 5

Training Within Industry

Oleh : CHILMAR, Production Mgr, PT Yamaha Music Manufacturing Asia

Pada tahun ini TOYATA Corp. menunjukkan kemampuan melampaui GM Corp. Karena kemajuannya tsb. Banyak riset-riset dan buku-buku yang dituliskan mengupas apa yang telah dilakukan oleh TOYOTA. Dimulai dari THE TOYOTA WAY oleh J. K. Liker sampai THE ELEGANT SOLUTION oleh Matthew E. May. Mengapa TOYOTA bisa sukses, salah satunya adalah karena konsep KAIZEN, yang diyakini oleh Matthew E. May sebagai pendekatan buatan Amerika untuk mencapai inovasi. Nah, salah satu pendekatan buatan Amerika yang banyak diserap dan diterapkan dengan baik di Jepang adalah Training Within Industry. Apa itu TWI ? Saya coba untuk untuk berbagi pengetahuan dengan anda. Sejarah TWI TWI singkatan dari Training Within Industry diciptakan oleh Departemen Perang Amerika Serikat, dibawah Komisi Sumber Daya Manusia untuk Perang, yang berlangsung dari tahun 1940 (Saat kejatuhan Perancis pada PD II, Juni 1940) hingga tahun 1945. Tujuan utamanya adalah untuk memberikan bantuan pada bidang industri yang pada saat itu para karyawannya banyak yang direkrut masuk militer AS, sedangkan pada saat yang bersamaan Departeman Perang memesan penambahan amunisi, perbekalan, dll. Jelaslah bahwa kekurangan karyawan yang berkemampuan dan terlatih pada saat yang dibutuhkan akan membuat kesulitan di bidang industri. Hanya training pekerjaan yang metodenya diperbaikilah yang akhirnya dapat memperpendek waktu pembelajaran tentang pekerjaan-pekerjaan itu. Pada saat itulah TWI mulai banyak dipakai. Hingga akhir perang dunia ke-2, lebih dari 1.6 juta pekerja dari lebih 16.500 pabrik telah mempunyai sertifikasi ini.

Mengapa TWI menghilang dari Amerika ? Walaupun TWI lahir di Amerika Serikat, mengapa TWI menghilang dari negara tempat dilahirkannya ? Salah satu teorinya adalah karena industri di Amerika Utara tidak mempunyai lawan bersaing pada tahun 1945. Dengan tidak adanya kompetisi untuk mencapai industri yang efisien, hanya segelintir orang saja yang melihat

perlunya melakukan "perbaikan terus menerus", sehingga pemanfaatan sistem TWI menjadi terbengkalai. Di sisi lain negara-negara yang kalah perang seperti Jepang, perlu memembangun kembali industrinya. Untuk kebutuhan tersebut, banyak trainer TWI yang didatangkan ke Eropa dari negara yang menang perang dunia ke-2, sedangkan untuk pengembangan TWI di Jepang dilakukan berdasarkan perintah dari Jendral Mc Arthur selama pendudukan Amerika di Jepang.
Sejarah TWI di Jepang

Sejarah TWI di Jepang sendiri dimulai dari kekalahan Jepang di Perang Dunia II. Setelah PDII, Jenderal Mc Arthur yang melihat Jepang porak-poranda, berniat untuk membangkitkan kembali dengan segera industri-industri yang ada di Jepang. Melalui Pusat komandonya (General Head Quarter, GHQ), Jenderal Mc Arthur memerintahkan untuk menyebarkan metode Training Within Industry. Pendidikan TWI ditujukan untuk peningkatan kemampuan penyelia (supervisor) dalam hal : 1. Mengajarkan cara kerja 2. Cara melakukan kaizen (perbaikan terus menerus) 3. Cara menangani orang 4. Peningkatan keselamatan kerja
Berikut ini adalah perjalanan sejarah TWI di Jepang : Akhir thn 1948 General Head Quarter (GHQ) yg dipimpin oleh Mc Arthur memberikan bahan TWI kepada Kementerian Tenaga Kerja, Jepang. (Edisi Bahasa Inggris). Mei 1949 Memperjelas tanggung jawab Menteri Tenaga Kerja Jepang dalam pemberian bantuan. Undang-Undang kestabilan pekerjaan bab 30. Maret 1950 Oktober 1950 Januari 1951 Oktober 1951 Juli 1955 Dimulai pelatihan pendidikan trainer TWI-JI untuk pertama kali. Dimulai pelatihan pendidikan trainer TWI-JR untuk pertama kali. Orang-orang yang terkait TWI datang berkunjung ke Jepang. Introduksi TWI di Jepang dinyatakan selesai. Pendirian Nihon Sangyou Kunren Kyoukai/Japan Industrial Training Association (Asosiasi Pelatihan Industri Jepang). Asosiasi ini menjadi pusat dalam pelatihan untuk pengawas yang berdasarkan MTP dan TWI.

1968

Dimulai program pelatihan baru yang dinamakan cara bekerja secara aman. Dan dimulai training JS.

Konsep dasar dan Karakter Training TWI Mengapa training TWI dianggap berhasil ? Salah satu sebabnya adalah karena konsep dasar dan karakter jenis training itu sendiri. Marilah kita lihat seperti apa konsep dan karakter dari training TWI. Konsep dasar dari TWI adalah sebagai berikut : 1. Menghargai manusia : Bila kita mengerjakannya, pasti bisa. Berkeinginan untuk menghadapi tantangan. 2. Pendekatan secara ilmiah : Melihat pekerjaan secara rasional. 3. Berkontribusi pada negara : Melakukan kontribusi yang lebih kepada negara. Sedangkan karakter dari TWI adalah sebagai berikut : 1. Terstruktur. Bahan pelatihan TWI dibuat standar, mudah dipelajari dan mudah digunakan. 2. Dilakukan dengan cara diskusi dan praktek 3. Mengutamakan kemampuan(skill) dibandingkan dengan pengetahuan. Titik beratnya adalah bagaimana supaya bisa melakukannya (praktek) 4. Prosedur pelatihan yang mudah dan segera praktek

Jenis-jenis pelatihan TWI Secara umum dalam pengontrolan dan pengawasan lapangan pekerjaan, ada 2 pengetahuan dan 4 kemampuan (skill) yang menjadi persyaratan untuk seorang pengawas (supervisor). Pengetahuan dan Kemampuan itu adalah sebagai berikut : 1. Pengetahuan tentang pekerjaan Secara jelas mengetahui detail tentang pekerjaannya 2. Pengetahuan tentang tanggung jawab pekerjaan Mengetahui apa yang menjadi tanggung jawab seorang pengawas 3. Kemampuan mengajar Dapat melakukan pengontrolan pekerjaan dan pelatihan bawahan 4. Kemampuan melakukan perbaikan terus-menerus Dapat melakukan atau mempunyai kemampuan untuk memperbaiki cara kerja 5. Kemampuan menangani orang

Dapat menangani bawahan dengan baik 6. Kemampuan melakukan pekerjaan dengan aman Dapat mengontrol keselamatan dan kesehatan kerja di area kerja Dalam pelatihan TWI, untuk kebutuhan pengawas disediakan training untuk peningkatan 4 kemampuan (skill) diatas. Jenis-jenis pelatihannya adalah sebagai berikut : 1. TWI-JI (Job Instruction), 2. TWI-JM (Job Methods), 3. TWI-JR (Job Relations), 4. TWI-JS (Job Safety), untuk mengajar untuk melakukan perbaikan terus-menerus untuk menangani orang untuk melakukan pekerjaan dengan aman

Keseluruhan training TWI mempunyai kesamaan yaitu pelatihannya menggunakan kartu TWI yang isi adalah tahap-tahap pelaksanaan dari masing-masing jenis TWI. Dengan penggunaan kartu tersebut diharapkan pelaksanaannya sistematik dan menghemat waktu. Hubungan TWI dengan Lean (JIT) System Nah, mengapa training TWI mulai didengungkan kembali dalam dunia manufakturing ? Walaupun program TWI mulai disingkirkan pada akhir perang dunia ke-2, tetapi metode ini diperkenalkan ke negara-negara kalah perang dunia di Eropa dan Asia. Sistem ini diterima dengan sangat baik di Jepang, dimana TWI membentuk sistem yang menjadi budaya kaizen di dunia industri. Kaizen yang di dunia Barat dikenal dengan "Quality Circles" dipadukan dengan baik oleh Taichi Ono (Bapak Sistem Produksi Toyota) dengan Just In Time. Bahkan ada suatu cerita pada saat Toyota mengembangkan sayapnya ke Amerika Serikat dengan mendirikan NUMMI (New United Motor Manufacturing) pada tahun 1984 bersama dengan General Motor, trainer dari Toyota membawa kopi manual tua training TWI ke Amerika. Manual itu ditujukan untuk membuktikan bahwa pekerja Amerika di NUMMI dapat diajarkan dengan metode Jepang" yang digunakan di Toyota. Jadi sebenarnya TWI adalah pelopor apa yang sekarang dianggap sebagai kreasi Jepang. TWI menghasilkan dampak secara langsung terhadap pengembangan dan penggunaan sistem kaizen dan standar kerja di Toyota. Dimana untuk cara kerja diajarkan dengan cara Job Instruction dan metode kaizen merupakan keturunan langsung dari Job Methods, sedangkan Job Relations berdampak terhadap pengembangan struktur Team dan Grup Leader di Toyota. Singkatnya dengan kata lain, salah satu penyebab keunggulan dari Toyota adalah penerapan TWI yang sangat berhasil.

Penutup Menyadari keberhasilan Jepang dengan TWI-nya, Amerika mulai "menarik kembali" anaknya yang hilang. Berbagai tulisan tentang TWI mulai diterbitkan di Amerika sbb : 1. TWI- The Missing Link to Lean and Kaizen (http://www.tdo.org/twi/article1.asp), oleh Robert Wrona 2. The Roots of Lean, Training Within Industry (http://www.tdo.org/twi/Rootsof/Lean.pdf): The Origin of Kaizen, oleh Jim Huntzinger Bahkan "The TWI Institute" (http://twi-institute.org) pada tanggal 5-6 Juni 2007, telah menggelar TWI Summit di Orlanda, Florida, Amerika Serikat. Penulis sendiri merasakan cara pendekatan/pengajaran ala TWI ini sebagai suatu cara yang mengena dan memperhatikan kemampuan individual. Ternyata cara pendekatan yang memperhatikan kondisi individual seperti ini juga diterapkan dalam teori-teori psikologi terapi/komunikasi lain seperti NLP (Neuro Lingustic Programming), dll.

Mari kita pelajari dan terapkan bersama cara-cara TWI ini.


Referensi 1. Bahan Training : Nihon Sangyou Kunren Kyoukai 2. Wikipedia : http://en.wikipedia.org/ 3. TWI Institute : http://twi-institute.org/ 4. Info TWI dalam Bahasa Indonesia : http://aiueo-twi.blogspot.com/