Anda di halaman 1dari 5

Laporan Praktikum

Hari/Tanggal

: Rabu, 20 April & 11 Mei 2011

Kimia Polimer

Asisten

: Randi Abdurahman&Fachrurrazie

PJP

: Andreawan Subekti, S.Si

NILON-6

Lukman La Gia

G44080119

Kelompok B pagi

Laporan Praktikum Hari/Tanggal : Rabu, 20 April & 11 Mei 2011 Kimia Polimer Asisten : Randi

DEPARTEMEN KIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR

2011

PENDAHULUAN

Nilon dapat digolongkan menjadi nilonaromatik dan linear. Nilon aromatik adalahnilon yang memiliki gugus aromatik pada unitulangnya, contohnya nilon-6,6. Sedangkanpada nilon linier, unit ulangnya tersusun darirantai lurus, misalnya nilon-6. Nilon jugaterbagi menjadi beberapa jenis berdasarkanjumlah atom karbon dalam unit ulangnyaseperti nilon-6; nilon-6,6; nilon-6,9; nilon-6,10; nilon-6,12; nilon-11; dan nilon-12 (Stevens 2001). Perbedaan jumlah atom karbondalam unit penyusun nilonmenyebabkanadanya sedikit perbedaan sifat fisik dankimianya. Nilon-6 merupakan salah satu senyawa poliamiada yang tersusun dari 6 atom karbon pada setiap unit ulangannya (Gambar 1). Nilon-6 dapat disintesis dari senyawa kaprolaktam pada suhu 533 K dengan katalis nitrogen selama 4-5 jam. Pada kondisi tersebut, cincinkaprolaktam akan terputus dan terjadilahpolimerisasi. Lelehan senyawa tersebut laludialirkan melewati spineret sehinggamembentuk serat nilon (Suhendi 2007).Beberapa sifat fisik dan kimia Nilon-6 antara lain memiliki suhu transisi gelas 47 o C, titik leleh 220 o C, bobot molekul per unitulang 113.16 g/mol, densitas amorf pada 25 o C sebesar 1084 g/cm3, dan densitas kristalin pada 25 o C sebesar 1.23 g/cm3.

Gambar 1 Reaksi sintesis nilon 6 dari kaprolaktam
Gambar
1
Reaksi
sintesis
nilon
6
dari
kaprolaktam

Membran merupakan suatu struktur yang memiliki bagian yang jauh lebih besar daripada ketebalannya, dan membran tersebut dapat dilalui oleh partikel tertentu yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Selain itu membran dapat disebut suatu lapisan semipermeabel berupa padatan polimer tipis yang menahan pergerakan bahan tertentu. Kesuksesan suatu pemisahan dengan membran tergantung pada mutu membran tersebut. Parameter mutu suatu membran yaitu memiliki permeabilitas dan selektifitas tinggi, kestabilan mekanis dan tahan terhadap zat kimia yang akan dipisahkan (Prayitno 2008). Percobaan ini bertujuan membuat membran nilon-6 dan mengukur fluks air dari membran polimer nilon-6 dengan variasi waktu pengukuran.

BAHAN DAN METODE

Alat dan Bahan

Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah alat-alat gelas, pelat kaca 20x30 cm, alat pengukur fluks air, bak plastik, dan neraca analitik. Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah benang nilon-6, HCl 22,5%, dan air.

Metode Percobaan

Pembuatan membran nilon-6 dilakukan dengan cara benang nilon-6 digunting menjadi bagian-bagian yang sangat kecil, dibuat 3 buah larutan dengan melarutkan masing- masing 1,5 gram; 2 gram; dan 2,5 gram benang nilon dalam 5 mL HCl 22.5% kemudian aduk dengan menggunakan gelas

pengaduk sampai terbentuk larutan yang homogen (casting solution). Larutan dituangkan pada pelat kaca dan diratakan dengan gelas pengaduk sehingga memiliki ketebalan yang merata. Pelat kaca tersebut dicelupkan ke dalam bak berisi air dengan posisi pelat kaca ± 60◦ terhadap permukaan air. Lapisan tipis membaran nilon ditunggu sampai terlepas dari pelat kaca dan mengambang di permukaan air. Membran nilon yang terbentuk dicuci dengan air mengalir untuk menghilangkan sisa pelarut. Lalu direndam di dalam wadah plastik berisi air suling. Selanjutnya membran dipotong sesuai dengan keperluan untuk pengukuran nilai fluks. Penentuan nilai fluks dilakukan dengan cara sampel membran dipotong persegi panjang ± 17 × 3,7 cm, sehingga sesuai dengan modul tempat sampel yang berada pada alat pengukur fluks air. Kemudian sampel ditempatkan ke dalam modul. Selanjutnya modul tersebut dihubungkan dengan selang pengalir umpan, rentetan, permeat, serta selang pengatur tekanan. Umpan yang digunakan adalah air suling. Selanjutnya umpan dialirkan dan tekanannya diatur sesuai dengan yang diinginkan. Variasi tekanan yang digunakan sebesar 10 psi. Nilai fluks setiap membran diukur dengan fungsi waktu sampai dicapai kondisi tunak (steady state).

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pembuatan membran nilon-6 dibuat dalam tiga variasi, yaitu: 1,5 g (15,00 %b/v); 2,00 gram (20,00 %b/v); dan 2,5 gram (25,00

%b/v). pembutan membran ini, nilon-6 dilarutkan dalm HCl 22,5%. Setelah larut atau homogen dibuwat membran sesuai dengan prosedu. Tujuan membram direndam diar, agar membran yang dibuat mudah atau kering. Selain itu membrane ini juga dialiri air yang mengalir tujuangnya adalah untuk menghilangkan pelarut yang digunakan dalan hal ini adalah HCl 22,5%. Mambran nilon-6 yang telah jadi atau siap digunakan untuk mengukur nilai fluks air. Sebelum membran digunakan untuk mengukur fluks air, membran yang baru jadi sebaiknya direndam lebih dahulu dalam air atau disimpan dalam air destilata dengan tujaun yang sama untuk menghilangkan HCl yang masih tersisa. Pengukuran nilai fluks air ditentukan pada setiap konsentasi pada selisih 30 menit hasil yang didapatkan ditujukan pada tabel 1. Menurut suhendi (2007) nilai fluks air akan menurun jika konsentrasi nilon-6 dinaikan. Hasil yang didapat pada percobaan ini sesuai dengan pendapat suheman (2007). Jika konsentasi nilon-6 dinaikan maka akan menurunkan nilai fluks air.

Tabel

1

Laju

fluks air berdasarkan

variasi

kosentrasi nilon-6

 
 

Bobot

Konsentrasi

Laju fluks

Laruatan

nilon-6

nilon-6

air

(gram)

(%b/v)

(L/m 2 jam)

1

1.50

15.00

790.5813

2

2.00

20.00

471.3558

3

2.50

25.00

267.6436

Penentuan nilia fluks air pada konsentrasi 25,00 %b/v (2,50 gram) nilon-6 ditentukan duakali ulangan dengan ketebalan membran yang berbeda. Nilai fluks air yang didapat pada setiap ulangan adalah 267.6436 L/m 2 jam dan 917.5903 L/m 2 jam. Perbedaan nilai ini, dapat terjadi ketika membran yang digukan pada pengukuran nilai fluks air mempunyai pori-pori yang besar ( mempunyai lubang- lubang kecil). Lubang lubang ini terbentuk akibat dari preparasi membrane yang tidak sesuai dengan yang dinginkan dalam hal ini perataan membaran nilon-6 yang tiadak merata. Hal inilah yang menyebabkan nilai fluks air pada konsentasi 25,00 %b/v (2,50 gram) ulangan ke-2 lebbih besar dari nili fluks air lainnya.

SIMPULAN

(1,50 gram nilon-6), 20,00 %b/v (2,00 gram nilon-6), dan 25,00 %b/v (2,50 gram nilon-6). Nilia fluks air masing-masing konsentrasi secara berturut-turur adalah 790.5813 L/m 2 jam, 471.3558 L/m 2 jam, dan 267.6436 L/m 2 jam. Hasil yang didapatkan menunjukan semakin tinggi konsentasi nilon-6 dapat menurunkan nilai fluks air. Tetapi jika pada saat preparasi membrane, membrane mempunyai lubang-lubang kecil atau ketebalan membrane tidak merata nilai fluks air yang diperoleh besar atau tidak kostan. Hai ini ditunjukan pada membrane nilon-6 konsentrasi 25,00 %b/v ulangan ke-2 dengan nilai fluks air adalah 917.5903 L/m 2 jam.

DAFTAR PUSTAKA

Pembuatan membran nilin-6 dibuat dengan tiga variasi konsentrasi, yaitu 15,00 %b/v