P. 1
Pengaruh Metode Permainan dalam Pembelajaran Matematika terhadap Hasil Belajar Siswa

Pengaruh Metode Permainan dalam Pembelajaran Matematika terhadap Hasil Belajar Siswa

|Views: 5,655|Likes:
Dipublikasikan oleh dbencicinta

More info:

Published by: dbencicinta on Sep 05, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/24/2015

pdf

text

original

PENGARUH METODE PERMAINAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA (Studi Eksperimen di Kelas VII SMP

Negeri 2 Jatiwangi)

Skripsi Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana pendidikann (S. Pd) Pada Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Disusun oleh: ASEP HERDI NUGRAHA NIM : 07450721

KEMENTRIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2011

IKHTISAR ASEP HERDI NUGRAHA : “Pengaruh Metode Permainan dalam Pembelajaran Matematika terhadap Hasil Belajar Siswa (Studi Eksperimen di Kelas VII SMP Negeri 2 Jatiwangi Kabupaten Majalengka)”. Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang harus dipelajari di sekolah. Oleh karena itu peserta didik harus dapat menciptakan suasana pembelajaran yang dapat menarik minat siswa untuk belajar matematika. Proses belajar matematika akan terjadi dengan lancar apabila dilakukan secara kontinyu. Pembelajaran dengan metode permainan sesuai dengan hal tersebut, karena permainan merupakan kegiatan yang disenangi oleh anak usia SMP. Siswa akan lebih memahami materi pelajaran jika siswa tersebt menggemari pelajarannya. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui respon siswa terhadap metode permainan dalam pembelajaran matematika. Selain itu juga untuk mengetahui pengaruh metode permainan dalam pembelajaran matematika terhadap hail belajar siswa. Penelitian ini bertolak dari pemikiran bahwa hasil belajar matematika akan berhasil jika proses pengajaran tidak hanya difokuskan kepada konsep-konsep dan materi saja, namun juga perlu memperhatikan metode yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar. Hal ini agar dalam suasana belajar mengajar tidak membosankan, dapat menarik perhatian siswa, mendorong motivasi belajar, memperjelas dan mempermudah konsep yang kompleks sehingga mudah dipahami. Metode permainan adalah suatu metode yang didalamnya terdapat permainan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Jatiwangi Kabupaten Majalengka tahun ajaran 2010/2011 yang terdiri dari 12 kelas. Sedangkan sampel dalam penelitian ini diambil secara purposive yaitu kelas VII-I. Pengumpulan data menggunakan angket dan tes dengan menggunakan uji statistik parametrik. Hasil pengolahan data menunjukkan respon siswa terhadap metode permainan menunjukkan angka rata-rata 6,91% menjawab sangat setuju, 35,27% menjawab seuju, 24,82% menjawab netral, 28,64% menjawab tidak setuju dan 4,36% menjawab sangat tidak setuju. Hasil belajar siswa dengan metode permainan termasuk kategori baik dengan nilai rata-rata 78,86. Berdasarkan uji statistik didapat bahwa - t tabel > t hitung > t tabel (-1,68195 > 8,091 > 1,68195) maka Ho ditolak dan Ha diterima. Artinya metode permainan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan segiempat. Sedangkan kontribusi metode permainan terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan segiempat sebesar 60,09% dan selebihnya oleh faktor lain.

PERSETUJUAN PENGARUH METODE PERMAINAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA (Studi Eksperimen di Kelas VII SMP Negeri 2 Jatiwangi Kabupaten Majalengka)

Oleh : ASEP HERDI NUGRAHA NIM. 07450721

Menyetujui, Pembimbing I, Pembimbing II,

Reza Oktiana Akbar, M. Pd NIP. 198110222005011001

Hadi Kusmanto, M. Si NIP. 19790109 201101 1 006

PENGESAHAN Skripsi yang berjudul “Pengaruh Metode Permainan dalam Pembelajaran Matematika terhadap Hasil Belajar Siswa (Studi Eksperimen di Kelas VII SMP Negeri 2 Jatiwangi) ”. Oleh: Asep Herdi Nugraha, NIM: 07450721, telah diuji dalam sidang munaqasah Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah IAIN Syekh Nurjati Cirebon pada tanggal 25 Agustus 2011. Skripsi ini diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd) pada Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Cirebon, Agustus 2011 Sidang Munaqasah, Dekan Fakultas Tarbiyah, Ketua Jurusan Matematika,

Dr. Saefudin Zuhri, M.Ag. NIP. 19710302 199803 1 002

Toheri, S.Si., M.Pd. NIP. 19730716 200003 1 002

Penguji I,

Penguji II,

Drs. Aris Suherman M. Pd NIP. 19601019 198511 1 001

Ondi Saondi, M.Pd NIP. 19760104 200003 1 001

NOTA DINAS

Kepada Yth, Ketua Fakultas Tarbiyah IAIN Syekh Nurjati Cirebon di Cirebon

Assalamu’alaikum wr. wb

Setelah melakukan bimbingan, telaah, arahan dan koreksi terhadap penulisan skripsi dari ASEP HERDI NUGRAHA, NIM. 07450721 dengan judul : “PENGARUH METODE PERMAINAN DALAM PEMBELAJARAN

MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA (Studi Eksperimen di Kelas VII SMP Negeri 2 Jatiwangi Kabupaten Majalengka)”. Kami berpendapat bahwa skripsi tersebut diatas sudah dapat diajukan kepada Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Tarbiyah IAIN Syekh Nurjati Cirebon untuk dimunaqosahkan.

Wassalamu’alaikum wr. wb

Cirebon, Agustus 2011 Pembimbing I, Pembimbing II,

Reza Oktiana Akbar, M. Pd NIP. 198110222005011001

Hadi Kusmanto, M. Si NIP. 19790109 201101 1 006

PERNYATAAN OTENSITAS SKRIPSI Bismillahirrahmaanirrahim Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya denga judul : “PENGARUH METODE PERMAINAN DALAM PEMBELAJARAN

MATEMATIKA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA (Studi Eksperimen di Kelas VII SMP Negeri 2 Jatiwangi Kabupaten Majalengka)” ini beserta seluruh isinya adalah benar-benar karya sendiri dan saya tidak melakukan penjiplakan atau pengutipan dengan cara yang tidak sesuai dengan etika yang berlaku dalam masyarakat keilmuan. Atas pernyataan ini, saya siap menanggung resiko atau sangsi apapun yang dijatuhkan kepada saya sesuai dengan aturan yang berlaku, apabila dikemudian hari ditemukan pelanggaran terhadap etika keilmuan atau ada klaim terhadap kealian karya saya.

Cirebon, Agustus 2011 Yang membuat pernyataan,

ASEP HERDI NUGRAHA NIM. 07450721

BIODATA

Nama Tempat, Tanggal Lahir Nama Ayah Nama Ibu Alamat

: Asep Herdi Nugraha : Majalengka, 20 Januari 1989 : Idris Wachjudin : Onok Heryanah : Blok Cibadak RT 02 RW 05 Desa Burujulkulon Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka

PENDIDIKAN 1. SDN BURUJULKULON IV 2. SMP NEGERI 2 JATIWANGI 3. SMA NEGERI 1 DAWUAN

:

TAHUN 1995 – 2001 TAHUN 2001 – 2004 TAHUN 2004 – 2007

4. IAIN SYEKH NURJATI CIREBON TAHUN 2007 – 2011

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Shalawat serta salam semoga Allah SWT tetap limpahkan kepada Nabi Muhammad SAW, tidak lupa kepada para keluarganya, sahabatnya dan para pengikutnya. Ucapan terima kasih penulis haturkan kepada yang terhormat: 1. Bapak Prof. DR. H. Maksum Muhtar, MA. selaku Rektor IAIN Syekh Nurjati Cirebon 2. Bapak Syaefuddin Zuhri selaku Dekan Fakultas Tarbiyah IAIN Syekh Nurjati Cirebon, 3. Bapak Toheri, S.Si,. M.Pd. selaku Ketua Jurusan Tadris Pendidikan Matematika IAIN Syekh Nurjati Cirebon 4. 5. 6. Bapak Rza Oktiana Akbar, M.Pd. selaku pembimbing I Bapak Hadi Kusmanto, M.Pd.I selaku pembimbing II Bapak Drs. H. Somantri, M.Pd. selaku Kepala SMP Negeri 2 Jatiwangi dan guru-guru serta siswa-siswa yang telah membantu penulis dalam mengadakan penelitian. 7. Semua pihak yang telah membantu menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini tentunya masih banyak terdapat kekeliruan dan kesalahan, baik dari segi isi maupun teknik penulisannya. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun. Akhirnya, penulis mempersembahkan skripsi ini kepada masyarakat akademik mudah-mudahan bermanfaat bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Cirebon, Agustus 2011

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...............................................................................

i

DAFTAR ISI ..............................................................................................

ii

DAFTAR TABEL .....................................................................................

iv

DAFTAR LAMPIRAN .............................................................................

v

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang............................................................................ B. Perumusan Masalah .................................................................... C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ................................................... D. Kerangka Pemikiran ................................................................... E. Hipotesis Penelitian .................................................................... F. Sistematika Penulisan ................................................................. 1 5 6 7 9 10

BAB II LANDASAN TEORI A. Metode Permainan dalam Pembelajaran Matematika ................ B. Permainan Kuartet dalam Materi Segiempat .............................. C. Hasil Belajar Siswa..................................................................... D. Segiempat ................................................................................... 11 14 17 20

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian .................................................... B. Populasi dan Sampel................................................................... C. Metode dan Desain Penelitian .................................................... D. Teknik Pengumpulan Data ......................................................... 29 29 31 32

E. Instrumen Penelitian ................................................................... F. Prosedur Pengolahan Data ..........................................................

33 41

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Data 1. Metode Pemainan dalam Pembelajaran Matematika ................ 2. Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Matematika dengan Metode Permainan .................................................................... B. Analisis Data 1. Uji Normalitas ........................................................................... 2. Uji Homogenitas ....................................................................... 3. Analisis Regresi a. Uji Linieritas dan Signifikansi Korfisien Regresi ............... b. Uji Kebaikan Model ............................................................ 4. Uji Hipotesis ............................................................................. C. Pembahasan ..................................................................................... 52 54 55 56 51 52 49 47

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan ..................................................................................... B. Saran................................................................................................ 58 61

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................

62

LAMPIRAN-LAMPIRAN

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1 Jadwal Penelitian......................................................................... Tabel 3.2 Populasi Penelitian ...................................................................... Tabel 3.3 Desain Penelitian......................................................................... Tabel 3.4 Rekapitulasi Analisis Butir Soal Materi Segiempat .................... Tabel 3.5Daftar Analisis Varians ................................................................ Tabel 3.6 Daftar Harga Koefisien Korelasi................................................. Tabel 4.1 Perhitungan Rata-rata jawaban Angket Metode Permainan dalam Pembelajaran Matematika ............................................... Tabel 4.2 Statistics .................................................................................... Tabel 4.3 Klasifikasi Penilaian ................................................................... Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Nilai Tes .................................................... Tabel 4.5 Output SPSS Uji Normalitas ....................................................... Tabel 4.6 Output SPSS Uji Homogenitas ................................................... Tabel 4.7 Output SPSS Uji Linieritas ......................................................... Tabel 4.8 Output SPSS Analisis Regresi .................................................... Tabel 4.9 Output SPSS Uji Kebaikan Model .............................................. Tabel 4.10 Output SPSS Uji Hipotesis .......................................................

29 30 32 40 44 46

47 49 49 50 51 52 53 53 54 55

DAFTAR LAMPIRAN

Data Siswa Kelas Ujicoba Instrumen Penelitian......................................... Kisi-kisi Instrumen Penelitian Angket ........................................................ Angket (Ujicoba)......................................................................................... Hasil Ujicoba Angket .................................................................................. Output SPSS Validitas Angket ................................................................... Output SPSS Reliabilitas Angket ................................................................ Kisi-kisi Instrumen Penelitian ..................................................................... Soal Instrumen Penelitian ........................................................................... Kunci Jawaban Instrumen penelitian .......................................................... Hasil Ujicoba Instrumen Penelitian ............................................................ Kelompok Unggul dan Kelompok Asor ..................................................... Validitas Ujicoba Penelitian........................................................................ Reliabilitas Uji Coba Instrumen Penelitian ................................................. Daya Pembeda Ujicoba Instrumen Penelitian ............................................. Tingkat Kesukaran Ujicoba Instrumen Penelitian ...................................... Data Siswa Kelas Eksperimen .................................................................... Angket ......................................................................................................... Hasil Angket Kelas Eksperimen ................................................................ Soal Post Tes ............................................................................................... Kunci Jawaban Post Tes.............................................................................. Hasil Post Tes Kelas Eksperimen ............................................................... Hasil Post Tes Berdasarkan Jenis Kelamin ................................................. Rekapitulasi Hasil Angket dan Hasil Post Tes Kelas Eksperimen ............. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran ........................................................... Kartu Kwartet .............................................................................................. Tabel Nilai Uji-t ..........................................................................................

63 64 65 67 69 70 71 74 83 97 99 106 107 109 111 113 114 117 119 126 137 139 140 142 149 153

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dalam membentuk kepribadian manusia seutuhnya dikarenakan seiring dengan pesatnya

perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mengakibatkan persaingan hidup semakin ketat. Untuk menghadapi persaingan tersebut setiap individu perlu dibekali kemampuan untuk bertahan hidup, menyesuaikan diri, mandiri, dan dapat menjawab tantangan global agar berhasil di masa yang akan datang. Kemampuan-kemampuan tersebut dapat diperoleh dan dikembangkan melalui pendidikan, karena pendidikan merupakan suatu upaya mempersiapkan individu melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan bagi peranannya di masa yang akan datang. Menurut Sudirman (Herlina, 2006:1) pendidikan berarti usaha yang dijalankan oleh seseorang atau kelompok orang untuk mempengaruhi seseorang atau sekelompok orang lain agar lebih dewasa atau mencapai tingkat hidup dan penghidupan yang lebih tinggi. Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal, sebagai berlangsungnya kegiatan belajar mengajar dimana terjadi interaksi timbal balik antara guru dan siswa saat pengajaran berlangsung. Oleh karena itu sekolah harus senantiasa berusaha menciptakan suasana belajar sebaik-baiknya agar tujuan pendidikan bisa tercapai.

Matematika merupakan salah satu ilmu dasar yang harus dikuasai setiap manusia, terutama oleh siswa sekolah (Abdul Halim Fathani, 2009:75). Karena melalui matematika siswa dilatih berpikir secara logis, rasional dan kritis dalam bertindak sehingga mampu bertahan dan berhasil di arena persaingan. Dalam Garis-Garis Besar Program Pengajaran (GBPP) (Nurhani, 2007:2) matematika disebutkan bahwa tujuan umum diberikannya matematika pada jenjang pendidikan dasar dan menengah meliputi dua hal, yaitu: 1. Mempersiapkan siswa agar sanggup menghadapi perubahan keadaan didalam kehidupan dan di dunia yang selalu berkembang, melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran secara logis, kritis, cermat, jujur, efektif, dan efisien. 2. Mempersiapkan siswa agar dapat menggunakan matematika dan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari-hari, dan dalam mempelajari berbagai ilmu pengetahuan. Matematika memberikan kontribusi yang besar dalam membekali siswa untuk menghadapi masa depan. Oleh karena itu, siswa harus memahami matematika dengan sungguh-sungguh, namun pada kenyataannya sampai saat ini matematika memiliki citra yang negatif di mata siswa. Sebagian besar dari mereka merasa malas, jenuh, bosan, dan beranggapan bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan menakutkan, seperti yang diungkapkan oleh Suherman (Herlina, 2006:2). Menurut Ruseffendi (Leli Nurlaeliyah, 2010:2) matematika dianggap sebagai ilmu yang sukar, ruwet dan memperdayakan. Selain itu, matematika tidak luput dari rumus-rumus. Siswa dapat mengerjakan soal jika siswa dapat menghafal dan memahami rumus-rumus matematika. Berdasarkan observasi pendahuluan di Sekolah Menengah Pertama, yaitu di SMP Negeri 2 Jatiwangi kabupaten Majalengka tentang pembelajaran matematika, hasil wawancara antara penulis dengan salah satu guru matematika

yaitu bapak Firman adalah penulis mengetahui bahwa di SMP Negeri 2 Jatiwangi masih menggunakan metode pembelajaran tradisional, yaitu guru hanya menjelaskan sesuai konsep yang ada dan nilai ulangan matematika yang diperoleh siswa masih belum memuaskan. Penulis mencoba melakukan wawancara dengan salah satu siswa SMP Negeri 2 Jatiwangi yang bernama Septiana Miftah Malik kelas VII-I SMP Negeri 2 Jatiwangi, penulis mengetahui bahwa selama pembelajaran berlangsung siswa merasa bosan, mengantuk, mengobrol dengan teman sebangkunya, bolak-balik ke toilet, SMSan, internetan di Handphone secara diam-diam (karena sekolah melarang membawa HP). Hal inilah yang mengakibatkan nilai ulangan harian siswa kurang memuaskan. Bahkan terkadang dalam ulangan harian ataupun ujian, siswa cenderung melihat pekerjaan temannya (menyotek) karena pelajaran yang diajarkan sulit untuk dipahami dan sulit untuk dihafalkan. Berdasarkan uraian tersebut, hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika sampai saat ini kurang memuaskan disebabkan karena siswa sulit mengerjakan soal matematika karena terlalu banyak rumus yang harus dipahami dan dihafalkan serta metode pengajaran yang monoton. Dalam hal ini guru hanya menjelaskan sesuai buku paket matematika. Pembelajaran merupakan suatu proses belajar dimana proses belajar dapat diartikan sebagai tahapan perubahan perilaku kognitif, afektif, dan psikomotor yang terjadi dalam diri siswa (Muhibbin Syah, 2010:111). Dalam proses belajar pasti ada metode pembelajaran, salah satunya adalah metode permainan. Permainan merupakan kegiatan yang disukai semua kalangan khususnya kalangan

anak-anak usia sekolah dasar dan menengah. Karena didalamnya kita bebas berekspresi, bebas dari aturan “harus selalu berhasil”. Meski pada dasarnya dalam permainan pasti ada persaingan atau kompetisi, tetapi kesalahan yang ada dapat dijadikan motivasi untuk menang dalam permainan selanjutnya. Jika anak-anak dilarang bermain dan dipaksakan saja belajar, hatinya akan menjadi mati, kepintarannya akan tumpul dan mereka akan merasakan kepahitan hidupnya (Rohani, 2010: 31-32). Dikaitkan dengan pembelajaran, pembelajaran merupakan salah satu upaya untuk menata lingkungan agar proses belajar dapat terlaksana dengan optimal. Dan proses pembelajaran yang baik hendaknya diarahkan untuk memotivasi siswa agar memiliki keinginan untuk belajar dan mengembangkan proses belajarnya sendiri. Dalam hal ini, guru harus mempunyai cara-cara untuk menarik perhatian siswa agar mau belajar, yaitu menggunakan variasi gaya mengajar, variasi penggunaan media dan variasi pada interaksi (Susanto, 2010: 25). Menurut Ruseffendi (Nurhani, 2007: 5) agar pelajaran menarik bagi siswa, maka dalam pelajarannya kita dapat memasukkan permainan dan teka-teki, dikaitkan dengan persoalan sehari-hari, cara penyampaian materinya bergantiganti, dan memberi kesempatan pada siswa untuk membawa seseuatu yang dapat dipelajarinya di sekolah. Jika siswa menyukai pelajaran matematika, maka siswa akan senang belajar matematika. Jika siswa sudah senang belajar matematika, maka siswa akan selalu belajar. Akibatnya siswa dapat memahami rumus matematika dan menghafalnya, sehingga hasil belajar siswa diharapkan lebih

memuaskan. Permainan yang digunakan penulis adalah permainan kwartet. Dimana siswa dibuat berkelompok yang terdiri dari 4 orang. Berdasarkan uraian diatas, penulis mengadakan penelitian yang berjudul “Pengaruh Metode Permainan dalam Pembelajaran Matematika terhadap Hasil Belajar Siswa (Studi Eksperimen di kelas VII SMP Negeri 2 Jatiwangi Kabupaten Majalengka)”.

B. Perumusan Masalah 1. Identifikasi Masalah a. Wilayah Kajian Wilayah kajian dalam penelitian ini adalah tentang metode pembelajaran matematika dengan menggunakan metode permainan. b. Pendekatan Penelitian Pendekatan dilakukan secara empirik yaitu tentang pengaruh pembelajaran matematika dengan metode permainan terhadap hasil belajar siswa. c. Jenis Masalah Jenis masalah dalam penelitian ini adalah korelasional karena untuk mengetahui pengaruh pembelajaran matematika dengan metode permainan terhadap hasil belajar siswa. 2. Pembatasan Masalah Untuk menghindari terlampau luasnya permasalahan, maka penelitian dibatasi pada hal-hal berikut:

1. Metode permainan yaitu pembelajaran dengan metode permainan kwartet. 2. Hasil belajar siswa yaitu siswa bisa mengerjakan soal dan menghafal rumus. 3. Penelitian (segiempat). 4. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 2 Jatiwangi kelas VII. 3. Pertanyaan Penelitian Dari latar belakang masalah tersebut dapat disimpulkan beberapa pertanyaan penelitian yaitu: 1. Bagaimanakah respon siswa terhadap penerapan metode permainan dalam pembelajaran matematika? 2. Bagaimana hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika yang menerapkan metode permainan? 3. Apakah terdapat pengaruh penerapan metode permainan dalam pembelajaran matematika terhadap hasil belajar siswa di kelas VII SMP Negeri 2 Jatiwangi kabupaten Majalengka? dilakukan pada pokok bahasan bangun datar

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Mengetahui respon siswa terhadap penerapan metode permainan dalam pembelajaran matematika.

2.

Untuk

mengetahui

seberapa

besar

hasil

belajar

siswa

pada

pembelajaran matematika yang menerapkan metode permainan. 3. Menentukan ada tidaknya pengaruh penerapan metode permainan dalam pembelajaran matematika terhadap hasil belajar siswa di kelas VII SMP Negeri 2 Jatiwangi kabupaten Majalengka. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut: 1. Bagi Peneliti Peneliti dapat menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh selama perkuliahan maupun diluar perkuliahan ke dalam pembelajaran yang nyata. 2. Bagi Siswa Dengan metode permainan kwartet, siswa diharapkan dapat menghafal rumus-rumus matematika. 3. Bagi Guru Dapat dijadikan masukan dalam memberikan pembelajaran

matematika di kelas.

D. Kerangka Penelitian Matematika merupakan pelajaran yang tidak luput dari rumus-rumus. Dalam wawancara dengan beberapa siswa di SMP Negeri 2 Jatiwangi, matematika merupakan pelajaran yang sulit dan membosankan. Hal ini dikarenakan dalam pembelajaran matematika di sekolah tersebut masih konseptual, dimana guru

hanya menjelaskan sesuai buku paket dan memberikan tugas yang ada di LKS (Lembar Kerja Siswa). Guru memerlukan sebuah metode dimana siswa tidak merasa jenuh dan bosan dalam pelajaran matematika. Seorang guru harus bisa menggunakan metode-metode pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa, mendorong motivasi belajar siswa, memperjelas dan mempermudah konsep yang kompleks agar mudah dipahami oleh siswa. Pemilihan metode dalam pembelajaran matematika harus tepat dengan materi yang diajarkan. Kesesuaian dan ketepatan dalam memilih metode sangat membantu siswa untuk lebih mudah dalam memahami materi pelajaran sehingga hasil belajar siswa pun bisa optimal. Segiempat merupakan materi pelajaran matematika yang didalamnya terdapat banyak rumus luas dan keliling serta sifat-sifat dari jenis-jenis segiempat tersebut yaitu persegi panjang, persegi, jajargenjang, trapesium, layang-layang dan belah ketupat. Metode yang sesuai dengan materi segiempat adalah metode permainan kwartet, karena dalam penmainan kwartet, siswa dapat menghafal rumus-rumus dan sifat-sifat sehingga dalam mengerjakan soalpun akan lebih mudah. Permainan kwartet adalah permainan kartu yang berisi kumpulan gambar yang dikelompokkan menjadi beberapa tema. Masing-masing tema terdiri dari 4 kartu. Permainan kwartet bisa menjadi alat bantu belajar Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. (http://psikomotor.com/2009/06/playing-cardkwartet.html). Dari

pernyataan tersebut, penulis mencoba menggunakan permainan kwartet pada pelajaran matematika, yaitu pada materi segiempat. Penulis menggambarkan pengaruh metode permainan dalam pembelajaran matematika terhadap hasil belajar siswa sebagai berikut: METODE PERMAINAN Aktivitas siswa Motivasi belajar Efisiensi waktu ● ● ● HASIL BELAJAR • Keaktifan siswa • Pemahaman materi • Menghafal rumus • Nilai tes Dari tabel diatas menunjukkan bahwa indikator yang ada dalam metode permainan mempengaruhi hasil belajar siswa. Indikator-indikator tersebut adalah aktivitas bermain siswa membuat siswa lebih aktif, metode permainan memberikan motivasi belajar siswa membuat siswa memahami dan bisa menghafalkan rumus, efisiensi waktu yang lebih lama daripada pembelajaran yang biasa (ceramah) membuat siswa lebih memahami materi dan dapat menghafalkan rumus.

E. Hipotesis Menurut Subana dan Sudrajat hipotesis merupakan kendali bagi peneliti agar arah penelitian yang dilakukan tidak kemana-mana, selain dari tujuan penelitian. (Subana dan Sudrajat, 2005:74) Berdasarkan landasan teori diatas, hipotesis dalam penelitian ini adalah adanya pengaruh pembelajaran matematika dengan metode permainan terhadap hasil belajar siswa.

F. Sistematika Penulisan Sistematika penelitian yang digunakan oleh penulis dalam penyusunan skripsi ini adalah sebagai berikut : a. Bab I Pendahuluan Di dalamnya menjelaskan latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, teori pendukung, kerangka penelitian, hipotesis, dan sistematika penulisan. b. Bab II Landasan Teori Dalam bab ini membahas tentang metode permainan, permainan kwartet, hasil belajar siswa dan materi segiempat. c. Bab III Metodologi Penelitian Dalam bab ini membahas tentang waktu dan tempat penelitian, populasi dan sampel penelitian, kisi-kisi dan instrument penelitian, teknik pengumpulan data, dan prosedur pengolahan data. d. Bab IV Pembahasan Hasil Penelitian Dalam bab ini membahas tentang deskripsi data dan analisis data. Analisis dan tersebut berupa pengujian prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Uji independent dan kelinearan regresi, uji korelasi, uji koefisien determinasi, dan pengujian hipotesis. e. Bab V Kesimpulan dan Saran Dalam bab ini penulis member kesimpulan dan saran.

BAB II LANDASAN TEORI A. Metode Permainan dalam Pembelajaran Matematika Metode menurut kamus besar bahasa Indonesia adalah cara kerja yang bersistemuntu memudahkan pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan (1989:580). Menurut Suherman dan Sukjaya metode adalah prosedur pembelajaran yang dipilih untuk membantu para siswa mencapai tujuan atau untuk menginternalisasikan isi atau pesan (Suherman dan Sukjaya, 1990:200). Sehubungan dengan upaya ilmiah, maka metode menyangkut masalah cara kerja untuk dapat memahami objek yang menjadi sasaran ilmu yang bersangkutan. Fungsi metode berarti sebagai alat untuk mencapai tujuan. Metode mengajar yang baik adalah metode yang dapat menumbuhkan kegiatan siswa (Nana Sudjana, 2010 : 76). Pengetahuan tentang metode-metode mengajar sangat di perlukan oleh para pendidik, sebab berhasil atau tidaknya siswa belajar sangat bergantung pada tepat atau tidaknya metode mengajar yang digunakan oleh guru. Metode mengajar sagat beragam, diantaranya dalam pembelajaran diselipkannya sebuah permainan. Menurut Hans Daeng permainan adalah bagian mutlak dari kehidupan anak dan permainan merupakan bagian integral dari proses pembentukan kepribadian anak. Sedangkan Andang Ismail menuturkan bahwa permainan ada dua pengertian. Pertama, permainan adalah sebuah aktifitas bermain yang murni mencari kesenangan tanpa mencari menang atau kalah. Kedua, permainan diartikan sebagai aktifitas bermain yang dilakukan dalam rangka mencari kesenangan dan kepuasan, namun ditandai pencarian menang-kalah. Sedangkan menurut Kimpraswil

mengatakan bahwa definisi permainan adalah usaha olah diri (olah pikiran dan olah fisik) yang sangat bermanfaat bagi peningkatan dan pengembangan motivasi, kinerja, dan prestasi dalam melaksanakan tugas dan kepentingan organisasi dengan lebih baik. (http://belajarpsikologi.com/tag/pengertian-permainan/) Permainan adalah hal yang paling disukai anak-anak. Ketika bermain, anak-anak merasa gembira, tidak ada beban apapun dalam pikiran. Suasana hati senantiasa ceria. Dalam keceriaan inilah guru bisa dengan mudah menyelipkan ajaran-ajarannya (Suparman, 2010: 169). permainan menyediakan lingkungan belajar yang penuh dengan mainan dimana para siswa mengikuti aturan-aturan yang telah digariskan karena mereka tertarik untuk mendapatkan tantangan. Permainan merupakan teknik yang dapat memotivasi para siswa, khususnya untuk isi yang berulang-ulang dan membosankan (Suherman dan Sukjaya, 1990:202). Beragam teori yang mendasari berkembangnya kegiatan bermain dan permaninan diantaranya adalah teori kognitif Jean Piaget. Menurut Piaget, sejalan dengan perkembangan kognisinya kegiatan bermain seorang anak mengalami perubahan dari tahap sensori motor, bermain khayal sampai bermain kepada sosial yang disertai aturan permainan (Tedjasaputra, 2005: 8). Saat bermain anak tidak belajar sesuatu yang baru tetapi mempraktekannya sesuai yang telah dipelajari sebelumnya. Tahapan perkembangan bermain berdasarkan perkembangan kognitif anak menurut Piaget dibedakan menjadi: a. Tahap sensory motor play ( + 3/4 bulan – 1/2 tahun) Bermain dimulai pada periode perkembangan kognitif sensori motor sejak usia 3-4 bulan kegiatan pengulangan yang dilakukan anak lebih terkoordinasi. Pada usia 7-11 bulan kegiatan pengulangan

b.

c.

d.

yang dilakukan anak sudah disertai variasi, dan pada usia 18 bulan mulai ada percobaan-percobaan aktif pada kegiatan bermain anak. Tahap symbolic atau make believe play ( + 2-7 tahun) Tahap ini merupakan ciri periode pra operasional yang terjadi antara usia 2-7 tahun. Tahapan ini ditandai dengan bermain khayal dan bermain pura-pura, lebih banyak bertanya dan menjawab pertanyaan, serta mulai dapat menggunakan berbagai benda sebagai symbol atau representasi benda lain. Tahap social play games with rules (+ 8-11 tahun) Kegiatan bermain anak lebih banyak dikendalikan oleh aturan permainan. Tahap games with rules & sports (+ 11 tahun ke atas) Pada tahap ini, meskipun aturan permainan yang diberlakukan lebih ketat dan kaku, anak tetap menikmati kegiatan bermain bahkan terpacu untuk mencapai hasil terbaik. (Tedjasaputra, 2005: 24-27) Berdasarkan tahapan perkembangan bermain Piaget tersebut, siswa-

siswa SMP berada pada tahapan games with rules & sports yang didalamnya siswa tidak hanya melakukan permainan untuk mendapatkan rasa senang tetapi juga untuk satu tujuan tertentu yang ingin dicapai (misalnya keinginan untuk menang dan mendapatkan hasil terbaik). Dalam pembelajaran matematika, metode permainan adalah suatu cara penyajian materi melalui kegiatan yang menggembirakan yang dapat menunjang tercapainya tujuan instruksional matematika. Siswa SMP termasuk dalam kategori anak-anak. Setiap anak pasti menyukai permainan karena menurut anak permainan itu sangat menyenangkan. Ketika dalam pembelajaran matematika diselipkan suatu permainan, maka siswa akan tertarik untuk mengikuti pelajaran tersebut. Pembelajaran dengan menggunakan metode permainan akan mencairkan suasana egang menjadi santai, sehingga siswa tidak takut menghadapi pelajaan matematika yang menurut mereka meruakan pelajaran yang sulit.

Permainan juga akan memudahkan siswa untuk lebih memahami materi, karena ketika siswa mempraktekan permainan tersebut, maka siswa sedang melakukan proses belajar atau pembelajaran.

B. Permainan Kuartet dalam Materi Segiempat Segiempat merupakan materi SMP kelas VII, dimana didalamnya terdapat beberapa bangun datar yang mempunyai empat buah sisi. Selain itu, segiempat tidak luput dari rumus luas dan rumus keliling serta sifatsifat dari segiempat itu sendiri. Rumus dan sifat segiempat yang begitu banyak cukup sulit untuk di hafalkan. Ketika siswa tidak hafal rumus, maka siswa akan sulit untuk memahami materi dan mengerjakan soal yang berkaitan dengan segiempat yaitu mengenai luas dan keliling segiempat. Metode permainan merupakan metode pembelajaran matematika yang digunakan dalam penelitian ini. Peneliti menggunakan permainan dimana permainan ini sering dilakukan pada saat peneliti masih menduduki Sekolah Dasar. Permainan yang digunakan dalam materi segiempat adalah permainan kuartet. Permainan kuartet terdiri dari dua kata yaitu permainan dan kuartet. Menurut kamus besar bahasa Indonesia, permainan adalah sesuatu yang digunakan untuk bermain (1989:544). Sedangkan kuartet adalah kelompok, kumpulan dan sebagainya yang terdiri atas empat (1989:467). Permainan kuartet merupakan permainan kartu dimana media yang

digunakan dalam permainan ini adalah kartu kuartet. Kartu kuartet berasal dari dua kata, yaitu kartu dan kuartet. Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, kartu dapat diartikan sebagai kertas tebal yang berbentuk persegi panjang untuk bermacam-macam keperluan. Sedangkan kuartet merupakan kelompok, kumpulan dan sebagainya yang terdiri atas empat anggota. Jadi, kartu kuartet adalah suatu kumpulan kertas yang berbentuk persegi panjang yang dikumpulkan menjadi empat sebagai satu kesatuan. (http://stkipselong.com/2011/01/kartu-kuartet-dan pembelajaran. html) Permainan kuartet dapat pula diartikan sebagai permainan kartu yang dikelompokkan menjadi beberapa tema dan masing-masing tema terdiri dari empat kartu. Permainan kuartet disebut juga playing card. (http://psikomotor.com/2009/06/playing-cardkwartet.html) Permainan ini sangat sederhana, pada intinya pemain harus melengkapi set kartu yang dimilikinya. Pemain bisa mencapai hal tersebut dengan cara meminta dari pemain lain ataupun mengambil dari tumpukan kartu yang tersisa. Setiap pemain diharuskan membuang kartu yang ada ditangannya setiap habis mengambil ataupun meminta kartu. Proses ini akan terus berjalan sampai salah seorang pemain terlebih dahulu melengkapi koleksi kartunya dan memiliki koleksi kartu lengkap sampai dengan empat set. (http://www.kotakgame.com/feature/detail.php?page2=7&id=75&page=1 &c=6)

Kartu kuartet yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah kartu yang dibuat oleh peneliti sendiri dimana pada kartu kuartet tersebut tertulis rumus atau sifat-sifat dari segiempat. Cara bermainnya sedikit berbeda dari permainan kuartet pada umumnya. Setiap siswa atau pemain sebelumnya diberikan selembar rangkuman mengenai rumus luas dan keliling serta sifat-sifat untuk dipelajari di rumah. Sehingga pada saat permainan berlangsung, pemain mempunyai gambaran. Selain cara bermainnya yang berbeda, jumlah pemainnya pun berbeda. Peserta dalam permainan ini berjumlah enam orang. Hal ini dikarenakan supaya menghemat biaya dan tenaga peneliti dalam mempersiapkan segala sesuatunya. Meski biasanya peserta dalam permainan ini terdiri dari empat orang. Perbedaan cara bermain dalam permainan kuartet segiempat ini adalah setiap pemain diwajibkan menyebutkan rumus luas, keliling atau sifat jika ingin mendapatkan kartu lawan. Misalnya pada saat pemain 1 mendapatkan giliran dan pemain 1 menyebutkan tema “persegi panjang dan persegi”, kemudian pemain lainnya mempunyai tema yang sama misal dengan sub tema luas persegi panjang, maka pemain 1 harus menyebutkan rumus luas persegi panjang yaitu p x l. begitupun dengan tema-tema yang lainnya. Berikut ini adalah contoh dari kartu kuartet segiempat dengan tema “persegi panjang dan persegi”:

PERSEGI PANJANG DAN PERSEGI

PERSEGI PANJANG DAN PERSEGI

L. PERSEGI PANJAN = p x l K. PERSEGI PANJANG =2(p+l) L. PERSEGI K. PERSEGI =S
2

K. PERSEGI PANJANG=2(p+l) L. PERSEGI PANJANG = p x l L. PERSEGI K. PERSEGI = S2 = 4S

= 4S

PERSEGI PANJANG DAN PERSEGI

PERSEGI PANJANG DAN PERSEGI

L. PERSEGI

= S2

K. PERSEGI

= 4S

L. PERSEGI PANJANG = p x l K. PERSEGI PANJANG =2(p+l) K. PERSEGI = 4S

L. PERSEGI PANJANG = p x l K. PERSEGI PANJANG =2(p+l) L. PERSEGI = S2

C. Hasil Belajar Siswa Belajar adalah suatu proses perubahan di dalam kepribadian manusia, dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya piker dan lain-lain kemampuan (Thursan Hakim, 2004:1). Menurut Oemar Hamalik (Leli, 2010 : 30) belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan ingkungan.

Ada tiga macam yang mempengaruhi belajar, yaitu faktor individual, faktor sosial, dan faktor struktural. Faktor individual adalah faktor internal pelajar seperti kondisi jasmani dan ruhaninya. Faktor sosial adalah faktor eksternal pelajar, seperti kondisi lingkungan, sedangkan faktor struktural adalah pendekatan belajar yang melipiti strategi dan metode yang digunakan pelajar dan pengajar dalam melakukan kegiatan pembelajaran (Mahmud, 2006; 90). Setiap individu dikatakan belajar apabila individu tersebut telah mengalami proses belajar dan tercapainya suatu tujuan pembelajaran. Karena proses belajar dan mengajar adalah proses yang bertujuan. Tujuan tersebut dinyatakan dalam rumusan tingkah laku yang diharapkan dimiliki siswa setelah menyelesaikan pengalaman belajarnya. Hasil yang diperoleh dari penilaian dinyatakan dalam bentuk hasil belajar (Nana, 2010 : 111). Menurut syah (Siti, 2010:13) hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajarnya baik apek pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotor) dan sikap (afektif). Hasil belajar yang dicapai siswa dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor dari dalam diri siswa dan faktor yang datang dari luar siswa atau lingkungan. Faktor yang datang dari dalam diri siswa terutama kemampuan yang dimilikinya. Faktor kemampuan siswa besar sekali pengaruhnya terhadap hasil belajar yang dicapai. Selain itu ada juga faktor lain seperti motivasi belajar, minat dan perhatian, sikap dan kebiasaan belajar, ketekunan, social ekonpmi, factor fisik dan psikis.

Hasil belajar yang dicapai juga dipengaruhi oleh lingkungan. Artinya ada factor-faktor di luar dirinya yang dapat menentukan atau mempengaruhi hasil belajar yang dicapai. Salah satu lingkungan belajar yang paling dominan mempengaruhi hasil belajar di sekolah adalah kualitas pengajaran. Kualitas pengajaran ialah tinggi rendahnya atau efektif tidaknya proses belajar mengajar dalam mencapai tujuan pengajaran. Motivasi belajar juga mempengaruhi hasil belajar siswa, salah satunya dijelaskan pada teori Victor H. Vroom (Teori Harapan). Victor H. Vroom dalam bukunya yang berjudul “Work and Motivation”

mengetengahkan suatu teori yang disebutnya sebagai “Teori Harapan”. Menurut teori ini, motivasi merupakan akibat suatu hasil dari yang ingin dicapai oleh seseorang dan perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya akan mengarah kepada hasil yang diinginkannya itu. Artinya, apabila seseorang sangat menginginkan sesuatu dan jalam tampaknya terbuka untuk memperolehnya, yang bersangkutan akan berupaya mendapatkannya. Teri harapan berkata bahwa jika seseorang

menginginkan sesuatu dan harapan untukmemperoleh sesuatu itu cukup besar, yang bersangkutan akan sangat terdorong untuk memperoleh hal yang diinginkannya itu. Sebaliknya, jika harapan yang diinginkannya itu tipis, motivasinya untuk berupaya itu rendah. (http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/06/teori-teori-motivasi/)

D. Segiempat 1. Persegi Panjang Persegi panjang adalah segiempat dengan sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar, serta sudut-sudutnya 90o.
C I

D

_ O

_

A

I

B

Dengan memperhatikan gambar di atas, maka sifat-sifat persegi panjang adalah sebagai berikut:  Mempunyai 4 sisi yang saling berhadapan sama panjang dan sejajar : AB = DC dan AB // DC AD = BC dan AD // BC  Mempunyai 4 sudut siku-siku yaitu ∠A = ∠B = ∠C = ∠D = 90o.  Mempunyai 2 diagonal yang sama panjang dan saling membagi dua sama panjang. AC = BD dan AO = OC = OB = OD  Mempunyai 2 simetri putar dan 2 simetri lipat.  Mempunyai 4 cara untuk dipasangkan menempati bingkainya.

Keliling dan Luas Persegi Panjang  Keliling suatu bangun adalah jumlah sisi-sisi yang membatasi bangun tersebut. Pada gambar di atas, keliling persegi panjang = AB + BC + CD + DA dengan : AB = CD = panjang = p BC = DA = lebar =ℓ

Jadi, keliling persegi panjang = 2 (p + ℓ)  Luas daerah persegi panjang adalah hasil kali ukuran panjang dan lebarnya. Jadi, luas persegi panjang = p x ℓ 2. Persegi Persegi adalah persegi panjang yang semua sisinya sama panjang.
D I _ O A _ C

I

B

Dengan memperhatikan gambar, maka sifat-sifat persegi adalah sebagai berikut:  Mempunyai 4 sisi yang sama panjang dan sisi yang berhadapan sejajar: AB = BC = CD = DA dan AB // DC, AD // BC  Mempunyai 4 sudut siku-siku yaitu ∠A = ∠B = ∠C = ∠D = 90o

 Mempunyai 2 diagonal yang saling berpotongan tegak lurus di titik O, yaitu AC dan BD  Kedua diagonal sama panjang dan saling membagi dua sama panjang : AC = BD dan AO = OC = OB = OD  Mempunyai 4 simetri putar dan 4 simetri lipat  Mempunyai 8 cara untuk dipasangkan menempati bingkainya Keliling dan Luas Persegi  Pada gambar di atas, keliling persegi = AB + BC + CD + DA dengan AB = CD = BC = DA = sisi = s Jadi, keliling persegi = 4s  Luas daerah persegi adalah hasil kuadrat dari panjang sisinya. Jadi, luas persegi = s2 3. Jajargenjang Jajargenjang adalah segiempat dengan sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar. Besar semua sudut tidak sama dengan 90o.

D

//

C

_ O A // B

_

Dengan

memperhatikan

gambar

di

atas,

maka

sifat-sifat

jajargenjang adalah sebagai berikut:  Mempunyai 4 sisi yang saling berhadapan sama panjang dan sejajar :

AB = DC dan AB // DCAD = BC dan AD // BC  Mempunyai 4 sudut, dengan sudut-sudut yang berhadapan sama besar, ∠A = ∠C dan ∠B = ∠D  Jumlah dua sudut yang saling berdekatan 180o ∠A + ∠B =180o, ∠A + ∠D = 180o, ∠C + ∠B =180o, ∠C + ∠D = 180o  Mempunyai 2 diagonal yang tidak sama panjang, berpotongan di titik O dan saling membagi dua sama panjangAC > BD, dengan AO = OC dan OB = OD  Mempunyai 2 simetri putar dan tidak mempunyai simetri lipat  Mempunyai 2 cara untuk dipasangkan menempati bingkainya Keliling dan Luas Jajargenjang  Pada gambar di atas, keliling jajargenjang = AB + BC + CD + DA dengan AB = CD = panjang = p BC = DA = lebar =ℓ

Jadi, keliling jajargenjang = 2 (p + ℓ)  Jajargenjang terdiri atas 2 buah segitiga yang kongruen, yaitu ∆ABD dan ∆CDB. Luas daerah jajargenjang ABCD = 2 x luas ∆ABD Luas ∆ABD = ½ x alas x tinggi = ½ x AB x DD’

(Karena AB Luas ∆ABD

= panjang jajargenjang, maka: ) = ½ x panjang x tinggi = 2 x luas ∆ABD = 2 x (½ x panjang x tinggi) = panjang x tinggi

Jadi, luas jajargenjang ABCD

4.

Belahketupat Belahketupat adalah jajargenjang yang semua sisinya sama

panjang.
C

\ D O /

/ B \

A

Dengan memperhatikan gambar, maka sifat-sifat belahketupat adalah sebagai berikut:  Mempunyai 4 sisi yang sama panjang dan sisi yang berhadapan sejajar AB = BC = CD = DA dan AB // DC, AD // BC  Mempunyai 4 sudut, dengan sudut-sudut yang berhadapan sama besar, ∠A = ∠C dan ∠B = ∠D  Jumlah dua sudut yang saling berdekatan 180o. ∠A + ∠B = 180o, ∠A + ∠D = 180o, ∠C + ∠B = 180o,

∠C + ∠D =180o,  Mempunyai 2 diagonal yang tidak sama panjang, berpotongan tegak lurus di titik O dan saling membagi dua sama panjang. AC > BD, dengan AO = OC dan OB = OD  Mempunyai 2 simetri putar dan 2 simetri lipat  Mempunyai 4 cara untuk dipasangkan menempati bingkainya Keliling dan Luas Belahketupat  Pada gambar di atas, keliling belahketupat = AB + BC + CD + DA dengan AB = BC = CD = DA = sisi = s Jadi, keliling belahketupat = 4s  Belah ketupat juga merupakan jajargenjang, maka rumus luas belahketupat sama dengan jajargenjang yaitu panjang x tinggi. Karena pada belahketupat diagonal-diagonalnya saling tegak lurus dan saling membagi dua sama panjang, maka luas belahketupat adalah setengah dari hasil kali panjang kedua diagonalnya. Jadi, luas belahketupat = ½ x diagonal 1 x diagonal 2 = ½ x AC x BD 5. Trapesium Trapesium adalah segiempat dengan sepasang sisi yang berhadapan sejajar.

D _ |

>

C

H

>

G

L t F
L

>

K

=
A

= >
I

L

>

B

E

>

J

Macam-macam Trapesium :  Trapesium siku-siku adalah trapesium yang salah satu sudut alasnya siku-siku.  Trapesium samakaki adalah trapesium yang sisi tidak sejajarnya sama panjang.  Trapesium sembarang adalah trapesium yang sisi tidak sejajarnya tidak sama panjang dan tidak ada sudut 90o. Sifat-sifat Trapesium :  Pada setiap trapesium, jumlah tiap pasang sudut dalam sepihak pada sisi yang sejajar adalah 180o ∠A + ∠D = 180o ∠B + ∠C = 180o ∠E + ∠H = 180o ∠F + ∠G = 180o ∠L + ∠I = 180o ∠K + ∠J = 180o  Pada trapesium samakaki, terdapat 2 garis yang sama panjang dan 2 pasang sudut yang sama besarnya. EG = HF dan ∠E = ∠F, ∠H = ∠G  Pada trapesium siku-siku, terdapat 2 sudut siku-siku. ∠A = ∠D = 90

Keliling dan Luas Trapesium  Keliling trapesium adalah jumlah panjang keempat sisinya. Keliling trapesium = AB + BC + CD + DA  Luas trapesium adalah setengah dari hasil kali jumlah sisi-sisi yang sejajar dengan tingginya. Tinggi adalah jarak antara dua garis sejajar. Jadi, luas trapesium = ½ x (AB + CD) x t 6. Layang-layang Layang-layang adalah suatu segiempat yang sisinya sepasangsepasang sama panjang dan sepasang sudutnya yang berhadapan sama besar. A

B
O

D

C Dengan memperhatikan gambar, maka sifat-sifat layang-layang adalah sebagi berikut:  Mempunyai 4 buah sisi, dengan sisinya yang sepasang-sepasang sama panjang. AB = AD dan BC = CD  Sepasang sudut yang berhadapan sama besar, sedangkan sepasang sudut yang lainnya tidak.

∠ABC = ∠ADC ∠BAD ≠ ∠BCD  Mempuntai dua buah diagonal yang tidak sama panjang, berpotongan saling tegak lurus di titik O. Salah satu diagonalnya membagi dua sama panjang diagonal lain.  Mempunyai 1 buah simetri lipat dengan sumbu simetrinya merupakan diagonal AC dan tidak mempunyai simetri putar.  Dapat menempati bingkainya tepat dengan dua cara.

Keliling dan Luas Layang-layang  Keliling layang-layang adalah jumlah semua sisi layang-layang. Dimana : AB = BD = s 1 = sisi pendek layang-layang BC = DC = s 2 = sisi panjang layang-layang Maka Keliling = AB + BD + BC + DC = s1 + s1 + s2 + s2 = 2s 1 + 2s 2 = 2 (s 1 + s 2 )  Luas layang-layang adalah setengah dari hasil kali panjang kedua diagonalnya. Luas = ½ x diagonal 1 x diagonal 2 = ½ x AC x BD

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Jatiwangi yang beralamat di Jalan Pengairan No. 1315 Ciborelang Kecamatan Jatiwangi Kabupaten Majalengka. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 11 April 2011 sampai 8 Juni 2011. Untuk lebih jelasnya, penulis susun tahapan dan jadwal kegitan penelitian (eksperimen) dalam bentuk tabel sebagai berikut : Tabel 3.1 Jadwal Kegiatan No. 1 2 3 4 5 6 7 Kegiatan Persiapan Observasi sekolah Uji coba instrumen penelitian
Ekperimen

Maret April Mei Juni 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

Penyebaran test dan angket Pengumpulan data Penyusunan laporan

B. Populasi dan Sampel Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas : obyek/subyek yang mempengaruhi kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. (Sugiyono,

2011 : 61) Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 2 Jatiwangi yang terdiri dari 12 kelas yaitu VII-A sampai dengan VII-L. Berikut ini adalah jumlah siswa setiap kelasnya, yaitu: Tabel 3.2 Populasi Penelitian Kelas VII-A VII-B VII-C VII-D VII-E VII-F VII-G VII-H VII-I VII-J VII-K VII-L Jumlah Laki-laki 12 12 12 24 24 24 24 24 22 24 22 22 246 Perempuan 20 20 20 22 22 22 22 22 22 20 22 22 256 Jumlah 32 32 32 46 46 46 46 46 44 44 44 44 502

Dari keseluruhan kelas VII dipilih satu kelas untuk dijadikan sampel. Pemilihan sampel dilakukan dengan teknik sampling purposive, yaitu teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Menurut Riduwan (Leli, 2010 : 43) mengemukakan bahwa, “Purposive Sampling” yang dikenal juga

sebagai sampling pertimbangan adalah teknik teknik yang digunakan peneliti, jika peneliti mempunyai pertimbangan-pertimbangan tertentu di dalam pengambilan sampel atau penentuan sampel untuk tujuan tertentu”. Secara purposive dengan pertimbangan dari Kepala Sekolah bahwa kelas VII-A, VIIB, dan VII-C merupakan kelas RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional) yang menggunakan tenaga pengajar ahli dan padai berbahasa Inggris. Maka kelas tersebut tidak bisa dilakukan penelitian. Sehingga dipilih kelas VII-I sebagai kelas eksperimen. Hal ini dikarenakan tenaga pengajarnya masih guru honorer.

C. Metode dan Disain Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode eksperimen yang berarti metode yang benar-benar untuk melihat sebab akibat terhadap variabel yang mendapatkan perlakuan atau terikat dengan melihat variable yang tidak mendapat perlakuan sebagai pembanding. Adapun langkah-langjah penelitianya adalah sebagai berikut :  Persiapan  Memilih kelas untuk menguji eksperimen penelitian  Menganalisis data hasil uji coba untuk mengetahui validitas, realibilitas, daya pembeda, dan indeks kesukaran instrument penelitian.  Melakukan kegiatan belajar mengajar.  Melakukan post-test.  Mengumpulan data hasil penelitian.

 Menganalisis data. Desain penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah dalam bentuk Pre-Experimental Design tepatnya One-Shot Case Study dengan pola sebagai berikut : Tabel 3.3 Desain Penelitian X O

Keterangan : X = Treatment yang diberikan (variabel independen) yaitu pembelajaran matematika dengan menggunakan metode permainan. O = Observasi (Variabel dependen) yaitu post tes.

( Sugiyono, 2010 : 74 )

D. Teknik Pengumpulan Data Dalam pengumpulan data, penulis menggunakan teknik sebagai berikut: 1. Angket Angket diberikan kepada responden untuk mengetahui bagaimana respon siswa terhadap pembelajaran matematika pada pokok bahasan segiempat dengan metode permainan. Bentuk angket yang digunakan dalam penelitian ini adalah memakai rating scale (sugiono, 2007 : 141) yang menghasilkan respon dalam menjawab suatu pertanyaan dengan jawaban

Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Netral (N), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS). Angket tersebut untuk dijadikan variabel X. 2. Tes Dalam penelitian ini, peneliti hanya menggunakan post test yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh metode permainan pembelajaran matematika terhadap hasil belajar siswa. Soal post test menggunakan tipe obyektif yaitu dalam bentuk pilihan ganda dengan 4 (empat) alternative jawaban. Hal ini dilakukan mengingat bentuk ini lebih banyak keunggulannya dibandingkan dengan soal tipe obyektif lainnya (Suherman dan Sukjaya, 1990:105).

E. Instrumen Penelitian Instrumen yang di gunakan dalam penelitian ini berupa angket dan tes hasil belajar matematika. Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam penyusunan instrumen penelitian ini adalah :  Persiapan  Penyusunan kisi-kisi instrumen penelitian  Penyusunan item instrumen penelitian  Konsultasi dengan dosen pembimbing  Penyempurnaan instrumen penelitian  Pengesahan instrumen penelitian

Angket digunakan untuk mengukur respon siswa terhadap metode permainan dalam pembelajaran matematika yang dibuat sebanyak 25 pertanyaan dengan 5 alternatif jawaban yaitu Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Netral (N), Tidak Setuju (TS), dan Sangat Tidak Setuju (STS) dengan ketentuas skor untuk pertanyaan positif SS = 5, S = 4, N = 3, TS = 2, STS = 1 dan skor untuk pertanyaan negatif SS = 1, S = 2, N = 3, TS = 4, STS = 5. (Subana dan Sudrajat, 2001 : 136) Tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa dalam pokok bahasan segiempat. Tes yang digunakan adalah post tes berupa soal pilihan ganda yang dibuat sebanyak 25 soal dengan 4 alternatif jawaban. Sebelum angket dan soal tes digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa pada materi segiempat di kelas eksperimen, angket dan soal tes terlebih dahulu diujicobakan. Uji coba tes dilakukan untuk mengetahui validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda soal. Akan tetapi angket hanya dihitung validitas dan reliabilitasnya saja. Setelah diketahui validitas, reliabilitas, indeks kesukaran, dan daya pembeda butir soal maka dipilih soal yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa. a. Validitas Validitas adalah ukuran yang digunakan dalam pengujian instrumen tes meliputi kesahihan atau kevalidan suatu instrumen. Validitas instrumen yang digunakan adalah validitas isi. Rumus yang digunakan adalah :

rxy =

(NΣx

NΣxy − (Σx)(Σy )
2

− ( Σx ) 2 N Σ y 2 − ( Σ y ) 2

)(

)

(Arikunto, 2009 : 72)

Keterangan:
rxy

= Koefisien korelasi = Banyaknya siswa = Skor variabel butir soal = Skor total

N

x
y

Kriteria validitasnya:
0,90 < rxy ≤ 1,00

= validitasnya sangat tinggi (sangat baik) = validitasnya tinggi (baik) = validitasnya sedang (cukup) = validitasnya rendah = validitasnya sangat rendah = tidak valid

0,60 < rxy ≤ 0,90
0,40 < rxy ≤ 0,60

0,20 < rxy ≤ 0,40
0,00 < rxy ≤ 0,20

rxy ≤ 0,00

Validitas instrument tes dihitung dengan menggunakan ANATES dengan langkah-langkah sebagai berikut: • • • Masuk program ANATES Klik “Jalankan Pilihan Ganda” Klik “Buat File Baru”, maka akan muncul: Jumlah Subjek :… (isi dengan jumlah siswa, yaitu 44). (isi dengan banyaknya soal yang diujikan yaitu 25).

Jumlah Butir Soal : …

Jumlah Pilihan Jawaban : … (isi dengan banyaknya alternatif jawaban). • • • Klik OK Isi sesuai data kemudian klik “Kembali ke Menu Utama” Klik “Olah Semua Otomatis” Hasil dari perhitungan validitas soal tes dengan menggunakan menggunakan ANATES dapat dilihat di lampiran halaman , yaitu ada

5 soal yang tidak valid yang mengakibatkan soal tersebut dihilangkan. Soal tersebut adalah soal nomor 10, 11, 16, 17 dan 22. Validitas angket dihitung dengan menggunakan SPSS dengan langkah-langkah sebagai berikut: • • • • • Masuk program SPSS Buka [File] → [Open] → [Data] → (data yang akan diolah) Dari menu [Analyze] → [Correlate] → [Bivariate] Pilih butir yang akan diujikan ke kotak [Items] Pada menu Statistics cek list pada Exclude Cases Fairwise, kemudian [Continue] untuk melanjutkan. • • Cek list Pearson, Two-Tailed, Flag Significant Correlation. Kemudian klik [OK] untuk menampilkan hasil. Hasil perhitungan validitas untuk angket dapat dilihat di lampiran halaman 75 yaitu menunjukkan bahwa 25 item soal angket valid.

b. Reliabilitas Reliabilitas instrument adalah ketepatan atau kegiatan alat tersebut dalam menilai apa yang hendak dinilai/diukur. Reliabilitas artinya dapat dipercaya juga dapat diandalkan. Untuk menghitung reliabilitas soal menggunakan rumus :

(Arikunto, 2009 : 93) Keterangan :

r 11
k

= Reabilitas yang dicari = Banyaknya pertanyaan = Jumlah varians butir = Varian total

Kriterianya:

r11 ≤ 0,20

= reliabilitas sangat rendah

0,20 < r11 ≤ 0,40 = reliabilitas rendah 0,40 < r11 ≤ 0,60 = reliabilitas sedang/cukup

0,60 < r11 ≤ 0,90 0,90 < r11 ≤ 1,00

= reliabilitas tinggi = reliabilitas sangat tinggi

Dalam menghitung reliabilitas untuk soal tes, penulis menggunakan ANATES dengan langkah-langkah yang sama seperti menghitung validitas. Berdasarkan perhitungan dengan menggunakan program Anates bahwa kriteria reliabilitas soal tes yang diuji cobakan bernilai 0,86.

Dengan demikian, bahwa taraf kepercayaan dari soal yang dibuat memiliki reliabilitas/taraf kepercayaan yang tinggi. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat di lampiran halaman

Reliabilitas angket dihitung dengan menggunakan SPSS dengan langkah-langkah sebagai berikut: • • • • • Buka program SPSS Buka [File] → [Open] → [Data] → (data yang akan diolah) Dari menu [Analyze] → [Scale] → [Reliability Analysis] Pilih butir yang akan diujikan ke kotak [Items] Pada menu Statistics cek list pada scale if item deleted, kemudian [Continue] untuk melanjutkan. • Kemudian klik [OK] untuk menampilkan hasil.

(Yus Agusyana dan Islanscript, 2011 : 40) Dari tabel perhitungan dengan menggunakan SPSS kriteria soal angket yang diujicobakan adalah 0,753. Dengan demikian taraf kepercayaan dari soal angket tersebut adalah tinggi.

c. Indeks Kesukaran Untuk mengukur tingkat kesukaran tiap butir soal, digunakan rumus seperti berikut ini:

IK =

JB A + JBB JS A + JS B

(Suherman, 2003:170)

Keterangan : IK JB A JB B JS A JS B = Indeks Kesukaran = jumlah siswa kelompok atas yang menjawab benar = Jumlah siswa kelompok bawah yang menjawab benar = Jumlah siswa kelompok atas = Jumlah siswa kelompok bawah

Kriteria tingkat kesukarannya: IK ≤ 0,00 0,00 < IK ≤ 0,30 0,30 < IK ≤ 0, 70 0,70 < IK ≤ 1,00 IK > 1,00 : Sangat sukar : Sukar : Sedang : Mudah : Sangat mudah

Indeks kesukaran soal tes dihitung dengan menggunakan ANATES dengan langkah-langkah yang sama seperti mengitung validitas. Hasil selengkapnya dapat dilihat di lampiran halaman

d. Daya Pembeda Untuk menghitung daya pembeda digunakan rumus:

DP =
Dengan: DP JB A JB B

JB A − JBB JS A + JS B

(Suherman, 2003:160)

= Daya pembeda soal = jumlah siswa kelompok atas yang menjawab benar = Jumlah siswa kelompok bawah yang menjawab benar

JS A JS B

= Jumlah siswa kelompok atas = Jumlah siswa kelompok bawah

Kriterianya:
DP ≤ 0,00 0,00 < DP ≤ 0,20 0,20 < DP ≤ 0,40 0,40 < DP ≤ 0,70 0,70 < DP ≤ 1,00

= sangat jelek = jelek = cukup = baik = sangat baik

Daya pembeda soal tes dihitung dengan menggunakan ANATES dengan langkah-langkah yang sama seperti mengitung validitas. Hasil selengkapnya dapat dilihat di lampiran halaman

Tabel 3.4 Rekapitulasi Analisis Butir Soal Materi Segiempat
No item 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Validitas Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Reliabilitas Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Daya Pembeda Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Sangat Baik Sangat Baik Sangat Jelek Baik Cukup Sangat Baik Baik Baik Tingkat Kesukaran Sangat Mudah Sedang Sedang Mudah Mudah Sedang Sedang Mudah Mudah Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Keterangan Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dibuang Dibuang Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai

16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid

Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel

Jelek Jelek Sangat Baik Baik Baik Baik Cukup Sangat Baik Baik Cukup

Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sukar Sedang Sedang Sukar Sangat Sukar

Dibuang Dibuang Dipakai Dipakai Dipakai Dipakai Dibuang Dipakai Dipakai Dipakai

F. Prosedur Pengolahan Data Data yang diperoleh adalah skor post test, serta skor angket. Langkahlangkah pengolahan data yang penulis lakukan adalah sebagai berikut: 1. Analisis Data a. Uji Normalitas Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak. Dalam menghitung uji normalitas, penulis menggunakan SPSS dengan Kolomogorov-Smirnov. Rumus Kolomogorov-Smirnov adalah sebagai berikut: 𝐷𝐷 = max1≤𝑖𝑖≤𝑁𝑁 �𝐹𝐹(𝑌𝑌𝑖𝑖 ) − 𝑖𝑖
−1 𝑖𝑖 𝑁𝑁

(http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://en. wikipedia.org/wiki/Kolmogorov%25E2%2580%2593Smirnov_test) Langkah-langkah perhitungan uji normalitas dengan metote Kolomogorov-Sminnov dengan menggunakan program SPSS sebagai berikut: • Masuk progam SPSS adalah

, 𝑁𝑁 − 𝐹𝐹(𝑌𝑌𝑖𝑖 )�

• •

Buka [File] → [Open] → [Data] → (data yang akan diolah) Dari menu [Analyze] → [NonParametricsTest] → [Legacy

Dialogs ] → [1-Sample KS] • • Pilih Test Distribution dengan menceklist [Normal] Kemudian klik [OK] untuk menampilkan hasil.

(Yus Agusyana dan Islanscript, 2011:72)

b. Uji Homogenitas Dalam penelitian ini penulis hanya melakukan penelitian di satu kelas dan hanya melakukan post tes. Untuk mengetahui apakah hasil post tes tersebut homogeny atau tidak, penulis mengambil data berdasarkan jenis kelamin dalam satu kelas tersebut. Uji homogenitas dalam penelitian ini penulis menggunakan SPSS dengan menggunakan rumus Levene menurut sebagai berikut: ̅ ̅ (𝑁𝑁 − 𝑘𝑘) ∑𝑘𝑘 𝑁𝑁𝑖𝑖 (𝑍𝑍𝑖𝑖. − 𝑍𝑍.. )2 𝑖𝑖=1 𝑊𝑊 = 𝑁𝑁 ̅ (𝑘𝑘 − 1) ∑𝑘𝑘 ∑ 𝑖𝑖 (𝑍𝑍𝑖𝑖𝑖𝑖 − 𝑍𝑍𝑖𝑖. )2 𝑖𝑖=1 𝑖𝑖
=1

Keterangan:; W k N Ni Z.. Z i.

= Hasil pengujian = Jumlah kelompok sampel yang berbeda = Jumlah sampel = Jumlah sampel pada kelompok ke-i = Rata-rata dari Z ij = Rata-rata Z ij untuk kelompok ke-i

(http://exponensial.wordpress.com/tag/shapiro-wilk/)

Langkah-langkah dalam menghitung uji homogenitas adalah sebagai berikut : • Masuk program SPSS • Masukan data yang akan diolah • Klik [Analyze] → [Compare Means] → [One Way Anova] • Klik variabel jenis kelamin dimasukkan ke Dependent List sedangkan post tes dimasukkan ke Factor • Klik [Options] → [Homogenity OF Varians] → [Continue] • klik [OK]. (Yus Agusyana dan Islanscript, 2011:79)

2. Uji Linieritas dan Signifikansi Koefisien Regresi Uji linieritas dan signifikansi koefisien regresi dilakukan dengan menggunakan uji statistik F, sebagaimana dijelaskan Sudjana (2005:332), untuk menggunakan uji statistik F terlebih dahulu dihitung dahulu jumlah kudrat-kuadrat (JK) untuk variansi regresi (a), regresi (a/b), residu (res), tuna cocok (TC) dan kelainan (E), dengan rumus : a. Rumus persamaan awal yaitu Y = a + bX Dengan: a=
(∑ Yi)(∑ Xi 2 ) − (∑ Xi )(∑ XiYi) n∑ Xi 2 − (∑ Xi ) 2

b=

n∑ XiYi − (∑ Xi )(∑ Yi) n∑ Xi 2 − (∑ Xi ) 2 (Sudjana, 2005 : 332)

b. JK (T) =

∑Y
∑Y
n

2

2

c. JK (a) =

   ∑ X ∑Y  d. JK (b/a) = b ∑ XY −  n    

e. JK (res) = JK (T) – JK (a) – JK (a/b)
 (∑ Y )2    2 f. JK (E) = ∑ Y −  n    

g. JK (TC) = JK (res) – JK (E) Semua hasil yang diperoleh disusun dalam daftar analisis varians sebagai berikut : Tabel 3.5 Daftar Analisis Varians Sumber varians Total Regresi (a) DK N 1 JK KT
2

F
2

∑Y
n

i
2

∑Y
n

i
2

2 S reg 2 S res

(∑ Y )
i

(∑ Y )
i

Regresi (b/a) Residu Ttuna cocok

1 n-2 k-2

JK reg = JK (b / a )

S reg = JK (b / a )
2

JK res = ∑ (Yi − Y ) JK (TC)

S

2 res

∑ (Y =
2 S TC =

i

−Y)

2

n−2
2 S TC 2 SE

JK TC k −2
JK ( E ) n−2

Kelaianan

n-k

JK (E)

2 SE =

Dari daftar di atas kita dapat dua hasil yaitu sebagai berikut :

a. Untuk uji independent Hasil bagi F =
2 S reg 2 S res

berdistribusikan F dengan dk pembilang 1 dan dk maka ubahan berhubungan

penyebut (n-2) jika F >

F(1−α )(1,n − 2 )

independent/hubungan yang signifikan.

b. Untuk uji kelinieran Hasil bagi F =
2 S TC dipakai untuk menguji tuna cocok regresi linier. 2 SE

Dalam hal ini F > F(1−α )( k − 2,n − k ) maka hubungan antara ubahan linier. Langkah-langkah dalam menghitung koefisien regresi dengan

menggunakan SPSS adalah sebagai berikut: • Masuk program SPSS • Masukkan data pada worksheet SPSS • Klik [Analyze] → [Regression] → Linier • Klik variabel X (angket) ke kotak Independent list dan variabel Y (post tes) ke kotak Dependent. • Klik [OK] (Yus Agusyana dan Islanscript, 2011:98)

3. Uji Korelasi Setelah uji prasyarat terpenuhi, maka dapat dilanjutkan uji korelasi. Untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan metode permainan terhadap

hasil belajar siswa, digunakan uji korelasi produk moment dari Karl Pearson dengan rumus sebagai berikut:

rxy =

{N (∑ X ) − (∑ X ) }{N (∑ Y ) − (∑ Y ) }
2 2 2 2

N (∑ XY ) − (∑ X )(∑ Y )

,(Sudjana, 2005:369)

Setelah dipeoleh harga koefisien korelasi, kemudian harga tersebut diitrepetasikan dengan menggunakan ketentuan sebagai berikut: Tabel 3.6 Daftar Harga Koefisien Korelasi Besarnya nilai r 0,80-1,00 0,60-0,80 0,40-0,60 0,20-0,40 0,00-0,20 Intrepretasi Sangat Tinggi Tinggi Cukup Rendah Sangat rendah

4. Uji Hipotesis Untuk menghitung uji hipotesis, penulis menggunakan rumus Uji t sebagai berikut :

t=

r n−2 1− r2

(Sugiyono, 2011 : 230)

Jika t hitung > t tabel maka H 0 ditolak dan H a diterima.

BAB IV HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Data 1. Metode Permainan dalam Pembelajaran Matematika (Variabel X) Angket dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui respon siswa terhadap metode permainan dalam pembelajaran matematika. Indikator angket pengaruh metode permainan dalam pembelajaran matematika terhadap hasil belajar siswa meliputi indikator sikap siswa terhadap metode permainan dalam pembelajaran matematika, keaktifan siswa, motivasi dalam belajar, efektifitas metode permainan, efisiensi waktu belajar dan hasil belajar siswa dalam bentuk tes. Data yang diperoleh sebagai berikut: Tabel 4.1 Perhitungan rata-rata jawaban angket metode permainan dalam pembelajaran matematika
FREKUENSI (F) TIAP ALTERNATIF JAWABAN

PROSENTASE (%) TIAP ALTERNATIF JAWABAN

No. Item SS 1 2 3 4 5 6 13 0 4 0 0 2

S 21 0 25 8 3 17

N 10 11 13 11 5 15

TS 0 25 2 21 32 9

STS 0 8 0 4 4 1

JUMLAH 44 44 44 44 44 44

SS 29,55 0,00 9,09 0,00 0,00 4,55

S 47,73 0,00 56,82 18,18 6,82 38,64

N 22,73 25,00 29,55 25,00 11,36 34,09

TS 0 56,82 4,55 47,73 72,73 20,45

STS 0 18,18 0 9,09 9,09 2,27

JUMLAH 100 100 100 100 100 100

7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 JUMLAH Rata-rata

1 0 4 4 3 0 5 3 4 1 3 6 2 0 12 0 4 0 5 76 3,04

5 3 26 20 27 7 21 24 22 8 23 20 30 4 17 1 27 3 26 388 15,52

10 13 9 16 8 6 8 10 12 4 16 14 8 6 13 17 11 16 11 273 10,92

26 25 5 3 5 23 10 7 6 28 2 4 4 28 2 23 2 21 2 315 12,6

2 3 0 1 1 8 0 0 0 3 0 0 0 6 0 3 0 4 0 48 1,92

44 44 44 44 44 44 44 44 44 44 44 44 44 44 44 44 44 44 44 1100 44

2,27 0,00 9,09 9,09 6,82 0,00 11,36 6,82 9,09 2,27 6,82 13,64 4,55 0,00 27,27 0,00 9,09 0,00 11,36 172,73 6,91

11,36 6,82 59,09 45,45 61,36 15,91 47,73 54,55 50,00 18,18 52,27 45,45 68,18 9,09 38,64 2,27 61,36 6,82 59,09 881,82 35,27

22,73 29,55 20,45 36,36 18,18 13,64 18,18 22,73 27,27 9,09 36,36 31,82 18,18 13,64 29,55 38,64 25,00 36,36 25,00 620,45 24,82

59,09 56,82 11,36 6,82 11,36 52,27 22,73 15,91 13,64 63,64 4,55 9,09 9,09 63,64 4,55 52,27 4,55 47,73 4,55 715,91 28,64

4,55 6,82 0 2,27 2,27 18,18 0 0 0 6,82 0 0 0 13,64 0 6,82 0 9,09 0 109,09 4,36

100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 100 2500 100

Tabel tersebut diatas menunjukkan berapa banyak siswa yang menjawab sangat setuju, setuju, netral, tidak setuju dan sangat tidak setuju. Berdasarkan tabel diatas, dapat digambarkan bahwa hasil angket metode permainan dalam pembelajaran matematika menunjukkan angka rata-rata 6,91% menjawab sangat setuju, 35,27% menjawab setuju, 24,82% menjawab netral, 28,64% menjawab tidak setuju dan 4,36% menjawab sangat tidak setuju.

2.

Hasil Belajar Siswa dalam Pembelajaran Matematika dengan Metode Permainan ( Variabel Y) Tabel 4.2
Statistics posstes N Valid Missing Mean Median Variance Minimum Maximum 44 4 78.86 80.00 52.167 60 95

Hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika dengan metode permainan diperoleh dari hasil post tes. Dari 20 butir soal tes untuk mengambil data terhadap 44 siswa di kelas VII-I SMP Negeri 2 Jatiwangi tahun pelajaran 2020/2011, diperoleh data yaitu nilai tertinggi adalah 95, nilai terendah adalah 60, rata-rata (mean) sebesar 78,86, median sebesar 80 dan variansi sebesar 52,167. Penulis menentukan interpretasi skor hasil tes dengan membuat tabel distribusi frekuensi yang bersumber dari sekolah dimana penulis melakukan penelitian, yaitu sebagai berikut: Tabel 4.3 Klasifikasi Penilaian Nilai Kriteria 79 – 100 Baik Sekali 65 – 78 Baik 55 – 64 Sedang 40 – 54 Rendah < 40 Rendah Sekali Sumber : SMP Negeri 2 Jatiwangi

Dari hasil post tes dan dengan mengacu kepada ketentuan diatas maka dapat disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut: Tabel 4.4 Distribusi Frekuensi Nilai Tes Nilai 79 – 100 65 – 78 55 – 64 40 – 54 < 40 Kategori Baik Sekali Baik Cukup Rendah Sangat Rendah Jumlah Frekuensi 27 16 1 0 0 44 Prosentase 61,36 36,37 2,27 0 0 100

Berdasarkan tabel distribusi frekuensi nilai tes diatas dapat diketahui bahwa ada 27 orang siswa yang berada dalam kategori baik sekali dengan nilai antara 79 – 100 dengan prosentase 61,36%, 16 orang siswa berada dalam kategori baik dengan nilai antara 65 – 78 dengan prosentase 36,37% dan ada 1 orang siswa yang berada dalam kategori cukup yaitu dengan nilai antara 55 – 64 dengan prosentase 2,27%. Jadi hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika dengan metode permainan di kelas VII-I SMP Negeri 2 Jatiwangi termasuk dalam kategori baik.

B. Analisis Data 1. Uji Normalitas Uji nornalitas dilakukan untuk mengetahui apakah skor yang diperoleh dari kelas yang diteliti merupakan kelas yang berasal dari populasi yang berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas yang digunakan adalah uji Kolmogorov-Smirnov dengan mengambil taraf signifikan (α) sebesar 0,05. Kriteria pengujiannya adalah H 0 diterima jika nilai signifikan > 0,05 dan H 0 ditolak jika nilai signifikan < 0,05. (Agusyana dan Islandscript, 2011:69) Perhitungan normalitas dalam penelitian ini penulis menggunakan program SPSS. Hasilnya sebagai berikut: • Hasil perhitungan normalitas angket (variabel x) Tabel 4.5 Output SPSS Uji Normalitas
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Angket (x) Hasil Belajar (y) N Normal Parameters
a,,b

44 Mean Std. Deviation 91.18 8.247 .085 .051 -.085 .564 .908

44 78.86 7.223 .176 .142 -.176 1.168 .130

Most Extreme Differences

Absolute Positive Negative

Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed)

Dari tabel diatas diperoleh nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 yaitu 0,908 untuk angket dan 0,130 untuk tes. Karena nilai signifikansi lebih

besar dari 0,05 maka H 0 diterima. Hal ini menunjukan bahwa angket dan tes berasal dari populasi yang berdistribusi normal.

2.

Uji Homogenitas Homogenitas dalam penelitian ini penulis melihat dari sudut pandang

jenis kelamin yaitu antara laki-laki dan perempuan. Hasil perhitungan dari uji homogenitas dengan menggunakan SPSS adalah sebagai berikut: Tabel 4.6 Output SPSS Uji Homogenitas
Test of Homogeneity of Variances Levene Statistic posstes angket .030 .015 df1 1 1 df2 42 42 Sig. .862 .902

Berdasarkan tabel diatas dioperoleh nilai signifikansi tes sebesar 0,862 dan angket sebesar 0,902. Karena nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 maka tes dan angket berdistribusi homogen.

3.

Analisis Regresi a. Uji Linieritas dan Signifikansi Koefisien Regresi Dari perhitungan dengan menggunakan program SPSS maka dapat diperoleh data hasil perhitungan untuk linieritas sebagai berikut:

Tabel 4.7 Output SPSS Uji Linieritas
ANOVA Sum of Model 1 Regression Residual Total Squares 1366.491 876.691 2243.182 df 1 42 43 Mean Square 1366.491 20.874 F 65.465 Sig. .000
a b

Berdasarkan

hasil

perhitungan

uji

linieritas

dengan

menggunakan SPSS, diperoleh nilai signifikansi yang lebih kecil dari α yang ditetapkan (sig. 0,000 < 0,05). Dengan demikian Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada hubungan linier antara variabel metode permainan dalam pembelajaran matematika dengan hasil belajar siswa. Perhitungan analisis regresi menggunakan SPSS, hasilnya sebagai berikut: Tabel 4.8 Output SPSS Analisis Regresi
Coefficients Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) angket B 16.536 .684 Std. Error 7.734 .084 .780
a

Standardized Coefficients Beta t 2.138 8.091 Sig. .038 .000

Berdasarkan tabel diatas, diketahui bahwa nilai sig. pada angket adalah 0,016, dan pada post tes sebesar 0,000. Keduanya lebih kecil dari 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa nilai konstanta dan koefisien variabel x (angket) pada output adalah signifikan artinya persamaan yang paling sesui untuk kedua variabel tersebut adalah: Ỷ = 16,536 + 0,684x Dengan : x = Metode permainan dalam pembelajaran matematika Ỷ = Hasil belajar siswa

b. Uji Kebaikan Model Dalam menghitung uji kebaikan model, penulis menggunakan SPSS yang hasilnya sebagai berikut: Tabel 4.9 Output SPSS Uji Kebaikan Model
Model Summary Adjusted R Model 1 R .780
a

Std. Error of the Estimate

R Square .609

Square .600

4.569

Berdasarkan

perhitungan

uji

kebaikan

model

dengan

menggunakan SPSS diperoleh nilai R square sebesar 0,609 sehingga model regresi Ỷ = 16,536 + 0,684x termasuk kategori tinggi. Artinya kontribusi metode permainan dalam pembelajaran matematika

terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan segiempat sebesar 60,9% dan selebihnya oleh faktor lain. Berdasarkan tabel diatas diketahui bahwa koefisien korelasi (R) = 0,780 artinya keeratan pengaruh metode permainan dalam pembelajaran matematika terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan segiempat cukup kuat.

4.

Uji Hipotesis Hipotesis adalah asumsi atau dugaan mengenai sesuatu hal yang dibuat untuk menjelaskan hal itu yang sering dituntut untuk melakukan pengecekannya (Sudjana, 2005:219). Hipotesis dalam penelitian ini adalah: Ho : β 1 = 0 artinya tidak ada pengaruh metode permainan dalam pembelajaran matematika terhadap hasil belajar siswa. Ha : β 1 ≠ 0 artinya ada pengaruh metode permainan dalam

pembelajaran matematika terhadap hasil belajar siswa. Tabel 4.10 Output SPSS Uji Hipotesis
Coefficients Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) Angket B 16.536 .684 Std. Error 7.734 .084 .780
a

Standardized Coefficients Beta t 2.138 8.091 Sig. .038 .000

Uji hipotesis digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh metode permainan terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan segiempat. Berdasarkan hasil perhitungan SPSS diperoleh t hitung yaitu pada tabel sebesar 8,091. Kemudian dicari nilai t tabel pada α = 5% dengan derajat kebebasan (df) yaitu pada tabel anova adalah 42, diperoleh nilai t tabel sebesar 1,68195. Oleh karena nilai -t tabel > t hitung > t tabel (-1,68195 > 8,091 > 1,68195) maka Ho ditolak, Ha diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan metode permainan dalam

pembelajaran matematika terhadap hasil belajar siswa.

C. Pembahasan Berdasarkan analisis deskripsi, dapat disimpulkan bahwa semakin besar siswa menyukai metode permainan dalam pembelajaran matematika maka semakin meningkat pula hasil belajarnya. Hal ini dapat dilihat dari nilai post tes yang menunjukkan angka rata-rata 78,86 yang termasuk kategori baik. Hasil penelitian yang diperoleh, menunjukkan bahwa -t tabel > t hitung > t tabel (-1,68195 > 8,091 > 1,68195) maka Ho ditolak, Ha diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan metode permainan dalam pembelajaran matematika terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan segiempat. Berdasarkan hasil pengujian regresi dengan menggunakan SPSS diperoleh koefisien korelasi (r) = 0,780 termasuk dalam kategori sedang dan koefisien determinasi (r2) = 0,609 atau 60,9%. Hasil tersebut menunjukkan adanya

korelasi antara metode permainan dalam pembelajaran matematika dan hasil belajar siswa pada pokok bahasan segiempat. Kontribusi metode permainan dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan segiempat sebesar 60,9% dan selebihnya dipengaruhi oleh faktor lain. Adapun persamaan regresinya adalah Ỷ = 16,536 + 0,684x. Pada persamaan tersebut koefisien arah regresi linier (b) = 0,648 bertanda positif artinya hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan segiempat akan meningkat dengan pengaruh metode permainan sebesar 0,648 kali.

BAB V PENUTUP

A. KESIMPULAN Berdasarkan tujuan penelitian dalam Bab I dan sesui data yang terkumpul serta dianalisi maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: 1. Respon siswa kelas VII-I SMP Negeri 2 Jatiwangi terhadap metode permainan dalam pembelajaran matematika termasuk dalam kategori baik, yaitu menunjukkan angka rata-rata 6,91% menjawab sangat setuju, 35,27% menjawab setuju, 24,82% menjawab netral, 28,64% menjawab tidak setuju dan 4,36% menjawab sangat tidak setuju. 2. Hasil belajar siswa kelas VII-I di SMP Negeri 2 Jatiwangi dalam pembelajaran matematika yang menggunakan metode permainan pada pokok bahasan segiempat termasuk dalam kategori baik. Hal ini sesuai dengan nilai rata-rata hasil tes materi segiempat yaitu sebesar 78,86. Dengan demikian siswa kelas VII-I SMP Negeri 2 Jatiwangi Kabupaten Majalengka memiliki hasil belajar yang baik dalam pelajaran matematika dengan metode permainan pada pokok bahasan segiempat. 3. Berdasarkan perhitungan analisis regresi, dapat disimpulkan bahwa kontribusi metode permainan dalam pembelajaran matematika terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan segiempat sebesar 60,09% dan selebihnya oleh faktor lain. Oleh karena -t tabel > t hitung > t tabel (-1,68195 > 8,091 > 1,68195) artinya metode permainan mempunyai pengaruh

yang signifikan terhadap hasil belajar siswa pada pokok bahasan segiempat. Adapun persamaan regresinya adalah Ỷ = 16,536 + 0,684x. Pada persamaan tersebut koefisien arah regresi linier (b) = 0,684 bertanda positif artinya hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika pada pokok bahasan segiempat akan meningkat dengan pengaruh metode permainan sebesar 0,684 kali.

B. SARAN Dari hasil penelitian yang sederhana ini, maka studi yang lebih lanjut dapat juga sebagai pengaruh bagi guru dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa. Untuk itulah perlu diberikan beberapa saran dalam upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa, diantaranya adalah: 4. Kepada guru bidang studi matematika agar lebih meningkatkan profesionalisme dan lebih memilih serta menerapkan metode

pembelajaran sesuai dengan materi yang akan disampaikan. Karena dengan menerapkan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan maka pencapaian hasil belajar yang optimal dapat terpenuhi. 5. Hendaknya guru bidang studi matematika menumbuhkan rasa

ketertarikan siswa terhadap pelajaran matematika yaitu dengan cara menyelipkan hiburan atau permainan agar situasi belajar tidak menegangkan. Karena beberapa siswa takut kepada guru matematika dan pelajaran matematika.

6.

Kepada siswa agar lebih semangat belajar matematika dan senang belajar matematika, karena dengan begitu siswa akan lebih mudah memahami materi yang diajarkan.

DAFTAR PUSTAKA Agusyana, Yus dan Islandscript. 2011. Olah Data Skripsi dan Penelitian dengan SPSS 19. Jakarta : PT Elex Media Komputindo Arikunto, Suharsimi. 2009. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara Fathani, Abdul Halim. 2009. Matematika Hakekat dan Logika. Yogyakarta : Arruzz Media Group

Hakim, Thursan. 2004. Belajar Secara Efektif. Jakarta: Puspa swara Herlina, N. 2006. Penggunaan Metode Permainan Pada pokok Bahasan Lambang Bilangan dengan Berbagai Basis untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas 2C SMPN 29 Bandung. Bandung : Tidak diterbitkan http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/02/06/teori-teori-motivasi/ http://belajarpsikologi.com/tag/pengertian-permainan/ http://eksponensial.wordpress.com/tag/shapiro-wilk/ http://psikomotor.com/2009/06/playing-cardkwartet.html http://stkipselong.com/2011/01/kartu-kuartet-dan-pembelajaran.html http://www.kotakgame.com/feature/detail.php?page2=7&id=75&page=1&c=6 http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://en.wikipedi a.org/wiki/Kolmogorov%25E2%2580%2593Smirnov_test

Mahmud. 2006. Psikologi Pendidikan Mutakhir. Bandung : Sahifa Nurhani. 2007. Penerapan Strategi Permainan dalam Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa SMP. Skripsi Jurusan Pendidikan Matematika UPI. Bandung: tidak diterbitkan Nurlaeli, leli. 2010. Pengaruh Penggunaan Media Dakon terhadap Hasil Belajar Siswa pada Pelajaran Matematika Pokok Bahasan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB). Cirebon : Tidak diterbitkan

Rohani, Ahmad. 2010. Pengelolaan Pembalajaran. Edisi Revisi. Jakarta: Rineka Cipta Subana dan Sudrajat. 2005. Dasar-dasar Penelitian Ilmiah. Bandung : Pustaka Setia Sudjana, Nana. 2010. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung : Sinar Baru Algesindo Sudjana. 2005. Metoda Statistika. Bandung: Penerbit Tarsito Sugiyono. 2007. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung : Alfabeta . 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. bandung : Alfabeta . 2011. Statistika Untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta Suherman, Eman. 2003. Evaluasi Pembelajaran Matematika. Bandung : UPI Suherman, Eman dan Yaya Sukjaya. 1990. Petunjuk Praktis untuk Melaksanakan Evaluasi Pendidikan Matematika. Bandung : Wijayakusumah Suparman S. 2010. Gaya Mengajar yang Menyenangkan Siswa. Yogyakarta: Pinus Book publisher Susanto, Eko. 2010. 60 Games untuk Mengajar. Yogyakarta: Lukita Syah, Muhibbin. 2010. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung : Remaja Rosdakarya Tedjasaputra, Mayke S. Bermain, Mainan dan Permainan. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia, 2005 Tim Penyusun Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan bahasa. 1989. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka

Lampiran 1

DATA SISWA KELAS UJI COBA INSTRUMEN PENELITIAN KELAS VIII-I SMP NEGERI 2 JATIWANGI

NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

KODE S1 S2 S3 S4 S5 S6 S7 S8 S9 S10 S11 S12 S13 S14 S15 S16 S17 S18 S19 S20 S21 S22

NAMA SISWA ADE MOHAMAD IKBAL ADI TARSIDI AJI SUNJAYA SURYA ARIFIN ANDI NOVAYANDI ASEP NUNU NUGRAHA AUGUSTIRA MAULANA BILAL FAHRIZI DEA ANNISA DESI KOMALASARI DINI SUSANTI ELSHIFA SYATIFA NUR EVA SORAYA FAJAR HASANUDIN FERI NURWANTO FINANDA ALISHA FATIMAH M. HARIS AMRULLAH HEDI SUSTYA APRILYANI HESTI SUGIANTI INA ROSPIANA INDRI ANGGRAENI INGGITYA FUJIYANTI IROH HERNAWATI

L/P L L L L L L L P P P P P L L P L L P P P P P

NO. 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44

KODE S23 S24 S25 S26 S27 S28 S29 S30 S31 S32 S33 S34 S35 S36 S37 S38 S39 S40 S41 S42 S43 S44

NAMA SISWA JUKI KIRANA MAYA NIRMALA MEIGI ARYA KUSUMA MIRNAWATI MOHAMAD IKHFA RAMADHAN MUMU NURUL MUMIN NADIA HASANAH PUTRI NADIRA SOLISTYA LUKITA RAHMAWATI NINIK INTAN ANGGRAENI PIPIT PITRIYANI PUJI PERMANA REVA RAMADHIAH ROHIMAH ZAKIYAH ULFAH RONI RAFSANJANI SAMARI SARTIKASARI SRI RAHAYU SESKOWATI TIO APRIYANTO UDIN SAPRUDIN WINI WIHARNI YENNI PRATIWI YUNIDAR KUSUMANINGSIH

L/P L P L L L L P P P P L P P L L P P L L P P P

Lampiran 2

KISI-KISI INSTRUMEN PENELITIAN ANGKET Pembelajaran dengan metode permainan

NO. 1.

Variabel Metode permainan dalam pembelajaran matematika

Indikator • Sikap terhadap permainan siswa metode dalam

No. Item Positif Negatif 1 13 21 6 8 22 24

Jumlah 7

pembelajaran matematika • Keaktifan siswa 11 18 • Motivasi belajar

2

dalam

19 25

5 7 16

5

• Efektifitas metode permainan

3 9 14 23

2 12 20

7

• Efisiensi belajar 2. Hasil belajar siswa

waktu 4 10 15 17 1 3

• Hasil belajar siswa dalam bentuk tes

Jumlah

14

11

25

Lampiran 3

ANGKET (Ujicoba) Metode Permainan dalam Pembelajaran Matematika Petunjuk pengisian Memberikan tanda silang [ X ], pada pernyataan No. 1 s.d No. 25 dengan salah satu jawaban yang tersedia: SS = Sangat Setuju; S = Setuju; TT = Tidak Tahu atau Ragu-Ragu; TS = Tidak Setuju; atau STS = Sangat Tidak Setuju.
NO. 1. PERNYATAAN Saya merasa belajar matematika menjadi lebih menyenangkan dengan metode permainan Saya merasa sulit memahami materi segiempat dengan metode permainan. Saya merasa lebih mudah memahami materi 3. segiempat permainan. 4. Metode permainan membutuhkan waktu yang lama. Saya 5. merasa kurang percaya diri ketika dengan menggunakan metode SS S TT TS STS

2.

menyelesaikan soal segiempat dengan metode permainan.

6.

Saya

merasa

pembelajaran

dengan

metode

permainan membosankan. Saya merasa matematika merupakan pelajaran yang menyebalkan. Saya lebih suka belajar segiempat tanpa metode permainan. Saya merasa cara menggunakan metode

7.

8.

9.

permainan mudah dan lebih cepat mengerti. Saya merasa lebih mudah mengerjakan soal-soal

10.

segiempat permaian.

setelah

menggunakan

metode

11. 12.

Saya merasa lebih aktif ketika belajar segiempat dengan menggunakan metode permainan. Saya merasa metode permainan tidak membantu

saya dalam memahami materi segiempat. 13. Saya tertarik belajar matematika dengan

menggunakan metode permainan. Metode permaianan membantu saya dalam memahami materi segiempat. Saya merasa hasil ulangan setelah menggunakan metode permainan lebih baik. Saya merasa malas belajar segiempat dengan metode permainan. Saya merasa setelah menggunakan metode

14.

15.

16.

17.

permainan, kecemasan saya ketika mengerjakan soal berkurang.

18.

Dengan metode permainan saya menjadi berani maju ke depan, untuk menjawab soal segiempat. Saya merasa pelajaran matematika adalah

19.

pelajaran yang menyenangkan. Saya merasa cara menggunakan metode

20.

permainan sulit. Metode permainan adalah salah satu metode pembelajaran matematika yang diperlukan siswa. Menurut saya, siswa tidak perlu belajar dengan metode permainan. Menurut saya, dengan metode permainan suasana belajar menjadi tidak menegangkan. Saya tidak tertarik untuk mengikuti pelajaran matematika dengan metode permainan. Saya merasa lebih bersemangat menggunakan belajar metode

21.

22.

23.

24.

25.

matematika permainan.

dengan

Lampiran 4 HASIL UJIBOBA ANGKET METODE PERMAINAN DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 kode siswa S-1 S-2 S-3 S-4 S-5 S-6 S-7 S-8 S-9 S-10 S-11 S-12 S-13 S-14 S-15 S-16 S-17 S-18 S-19 S-20 NO ITEM 1 5 4 4 5 4 3 4 3 5 3 5 4 3 3 3 3 4 4 5 4 2 4 4 2 4 3 4 5 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 3 3 3 4 3 4 4 2 4 4 4 2 4 5 4 3 4 3 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 2 4 2 4 2 5 4 2 4 2 2 4 4 4 4 5 4 4 2 5 4 4 5 4 4 3 4 5 4 4 4 4 4 4 4 4 6 2 3 2 4 3 2 4 2 4 1 3 4 2 2 2 1 3 3 3 3 7 2 2 2 4 4 4 4 1 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 8 2 4 2 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 9 2 4 2 4 4 4 4 4 4 3 5 4 2 4 4 3 4 4 4 4 10 4 4 2 4 4 3 5 3 4 4 3 5 3 2 3 2 3 4 5 4 11 4 4 2 5 4 4 5 4 4 3 4 5 4 4 2 2 4 4 5 4 12 3 4 2 4 4 2 5 4 4 2 3 4 4 5 2 2 5 4 4 4 13 4 4 2 4 4 2 4 3 4 2 4 4 2 4 2 2 4 4 4 4 14 4 4 2 4 4 2 4 4 4 2 3 4 4 3 4 2 4 4 4 4 15 4 3 2 5 4 2 4 2 5 2 3 4 4 4 2 2 4 4 4 3 16 5 4 2 4 4 1 5 4 4 1 4 4 4 3 2 2 4 4 4 4 17 2 4 2 4 4 4 5 4 4 2 4 4 3 4 2 3 4 4 4 3 18 4 4 2 5 4 3 5 2 4 3 4 5 4 4 2 3 4 4 5 3 19 4 2 2 4 4 2 4 4 4 3 4 4 4 4 4 2 4 4 4 3 20 4 4 2 4 4 4 4 4 5 2 5 4 4 3 4 2 4 4 4 4 21 5 4 3 3 4 4 3 2 4 2 5 5 4 3 3 3 5 4 4 3 22 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 4 5 4 4 3 3 4 4 4 4 23 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 5 3 24 4 4 3 3 4 3 4 4 4 2 5 5 3 4 3 2 3 4 4 4 25 4 4 3 4 5 4 3 4 3 2 4 4 4 4 3 2 5 4 4 4 JUMLAH SKOR 91 93 58 101 99 75 105 83 103 64 100 108 87 91 74 63 99 99 105 92

21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44

S-21 S-22 S-23 S-24 S-25 S-26 S-27 S-28 S-29 S-30 S-31 S-32 S-33 S-34 S-35 S-36 S-37 S-38 S-39 S-40 S-41 S-42 S-43 S-44

4 4 5 4 3 4 4 4 5 4 5 4 5 3 4 4 3 4 4 5 3 4 3 5 175

4 5 4 4 3 4 3 3 4 3 4 4 5 5 3 3 3 4 4 5 4 4 3 4 171

4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 5 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 161

4 3 4 4 3 2 4 4 3 4 3 4 4 4 3 3 3 5 4 4 2 4 3 2 150

2 4 5 4 3 4 3 4 5 3 4 4 4 3 4 2 3 4 4 4 4 4 4 4 169

2 3 4 3 2 2 2 3 4 3 2 2 4 4 2 2 3 3 2 3 2 2 2 2 116

4 5 4 4 4 3 3 3 4 2 3 2 4 4 4 4 1 2 4 4 3 2 3 4 148

4 3 4 4 3 4 4 4 5 3 4 2 4 3 3 2 3 4 4 4 4 4 3 3 158

4 5 4 4 3 4 4 4 4 3 2 2 4 3 3 4 3 4 4 4 2 2 3 4 156

4 4 5 4 3 3 4 3 5 4 3 3 4 4 2 4 3 4 4 4 3 4 1 3 156

4 3 5 4 3 2 4 4 4 3 4 4 4 4 2 4 3 4 4 4 4 4 2 2 162

4 4 4 4 3 4 3 4 5 4 4 3 4 4 3 2 3 3 4 4 4 4 2 4 158

4 3 5 4 3 2 2 4 4 3 2 4 4 5 3 3 3 4 4 4 2 2 4 2 147

4 3 4 4 3 2 2 4 4 3 3 4 4 4 4 2 3 4 4 4 4 4 3 2 152

4 2 4 3 3 2 2 3 4 3 4 4 5 4 3 4 3 4 4 5 4 4 2 3 150

3 1 4 4 2 2 4 4 4 5 4 4 4 3 4 4 5 4 4 4 4 4 2 2 154

4 2 4 4 3 3 4 4 5 3 3 3 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 155

4 3 5 4 3 3 3 4 5 3 4 4 4 4 3 2 3 4 4 4 4 2 3 3 159

3 3 4 4 3 2 4 3 4 2 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 2 1 151

4 2 4 4 4 5 4 4 4 3 4 4 5 4 4 2 3 4 4 5 4 4 3 5 168

5 3 5 3 3 3 4 4 5 4 3 4 5 4 4 3 4 5 4 4 5 3 4 4 168

3 4 4 4 3 4 3 3 5 4 4 3 3 4 3 2 3 4 3 4 4 4 4 3 157

3 4 3 4 4 4 3 4 5 3 4 2 4 3 3 4 3 4 4 4 4 4 3 4 161

3 3 4 3 3 3 4 3 5 4 3 3 4 4 3 3 4 4 4 4 2 3 4 3 155

3 4 3 4 3 2 3 4 5 4 4 5 4 4 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 161

91 84 105 96 76 77 84 92 111 83 87 85 104 97 80 78 78 97 96 103 86 87 73 78 3918

JUMLAH

OUTPUT SPSS VALIDITAS ANGKET
jumlah item1 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item2 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item3 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item4 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item5 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item6 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item7 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item8 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item9 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N .577
**

item10

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

.681** .000 44 .788** .000 44 .732
**

Sig. (2-tailed) N item20 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item21 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item22 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item23 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item24 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N item25 Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N jumlah Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

.000 44 .581** .000 44 .525** .000 44 .513** .000 44 .494** .001 44 .647** .000 44 .464** .002 44 1 44

.000 44 .519** .000 44 .667** .000 44 .725** .000 44 .558** .000 44 .805
**

item11

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

item12

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

.000 44 .747
**

item13

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

.000 44 .721
**

item14

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

.000 44 .751** .000 44 .623** .000 44 .719
**

item15

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

.000 44 .356
*

item16

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

.018 44 .473
**

item17

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N

.000 44 .806** .000 44 .631**

.001 44 .422** .004 44 item19 item18

Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation

Lampiran 6 OUTPUT SPSS RELIABILITAS ANGKET
Reliability Statistics Cronbach's Alpha .753 N of Items 26

Item-Total Statistics Scale Mean if Item Deleted item1 item2 item3 item4 item5 item6 item7 item8 item9 item10 item11 item12 item13 item14 item15 item16 item17 item18 item19 item20 item21 item22 item23 item24 item25 jumlah 174.11 174.20 174.43 174.68 174.25 175.45 174.73 174.50 174.55 174.55 174.41 174.50 174.75 174.64 174.68 174.59 174.57 174.48 174.66 174.27 174.27 174.52 174.43 174.57 174.43 89.05 Scale Variance if Corrected ItemItem Deleted Total Correlation 623.033 626.213 622.484 611.664 624.192 610.393 627.738 627.744 626.998 613.556 609.364 612.302 609.215 615.586 608.687 610.666 616.670 609.139 617.532 620.529 622.156 628.023 629.042 620.437 626.902 160.975 .557 .499 .652 .708 .539 .792 .323 .452 .395 .662 .774 .715 .729 .705 .734 .595 .704 .793 .610 .559 .500 .494 .475 .630 .441 1.000 Cronbach's Alpha if Item Deleted .746 .747 .745 .740 .746 .740 .748 .748 .748 .741 .739 .741 .739 .742 .739 .741 .743 .739 .743 .745 .745 .748 .748 .744 .747 .934

Lampiran 7

KISI-KISI INSTRUMEN PENELITIAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas Semester Ajaran
No. Kompetensi Dasar Materi Ajar

: MTs : Matemetika : VII (Tujuh) : II (Dua) : 2010/2011
Indikator Jenjang Kognitif C1 C2 C3 Jumlah

1.

6.2. Mengidentifikasi sifat-sifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang.

Segiempat

• Menjelaskan sifat-sifat persegi panjang.

1

• Mengingat segiempat • Mengidentifikasi sifat-sifat segiempat

• Menjelaskan pengertian persegi. • Menjelaskan sifat-sifat persegi. • Menjelaskan pengertian jajargenjang. • Menyebutkan macammacam trapesium. • Menjelaskan sifat-sifat belah ketupat. • Menjelaskan sifat-sifat jajargenjang. • Menjelaskan sifat-sifat laying-layang • Menjelaskan sifat trapesium siku-siku.

2

3

4

5

6

7

8

9

2.

6.3. Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan segiempat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.

• Menghitung keliling dan luas segiempat dan menggunakannya dalam pemecahan masalah.

• Menggunakan luas persegi. • Menggunakan keliling persegi. • Menggunakan luas persegi panjang. • Menggunakan luas belah ketupat. • Menggunakan luas persegi panjang. • Menggunakan luas trapesium. • Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sudut pada trapesium. • Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perbandingan panjang dan lebar suatu persegi panjang. • Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan perbandingan antara keliling persegi dan persegi panjang. • Menyelesaikan luas layang-layang dengan melihat sebuah gambar. • Menyelesaikan masalah mengenai

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

sisi-sisi yang sejajar pada trapesium. • Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sudut pada belah ketupat. • Menyelesaikan luas belah ketupat. • Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan sudut pada jajargenjang. • Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan luas suatu daerah yang diarsir. • Menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan luas persegi panjang. 25 24 23 22 21

Keterangan : C1 C2 C3 : Tingkat Pengetahuan : Tingkat Pemahaman : Tingkat Penerapan

Lampiran 8

SOAL TES POKOK BAHASAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KELAS VII SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2010-2011 Mata Pelajaran : Matematika Kelas Semester PETUNJUK 1. Tulislah namamu di sudut kanan atas pada lembar jawaban. 2. Kerjakan lebih dahulu soal yang kamu anggap mudah. 3. Periksa dahulu pekerjaanmu sebelum diserahkan kepada bapak atau ibu guru. 4. Seluruh jawaban ditulis pada lembar jawaban. I. Pilihlah jawaban yang paling tepat diantara A, B, C, atau D yang sesuai dengan pernyataan di bawah ini dengan cara memberi tanda silang (X) pada kolom lembar jawaban yang tersedia ! : VII (Tujuh) : 2 (Dua) Pokok Bahasan : Segiempat Waktu : 90 Menit

1. Sifat-sifat dibawah ini yang merupakan sifat persegi panjang adalah … a. Sudut-sudut pada persegi panjang merupakan sudut lancip b. Diagonal-diagonal pada persegi panjang sama panjang c. Diagonal-diagonal pada persegi panjang tidak saling membagi dua sama panjang d. Sisi-sisi yang berhadapan tidak sejajar

2. Segiempat yang semua sisinya sama panjang dan semua sudutnya 900 merupakan pengertian dari .... a. Persegi panjang b. Trapesium c. Persegi d. Jajargenjang

3. Persegi mempunyai .... sumbu simetri dan simetri putar tingkat … a. 2 dan 4 b. 4 dan 2 c. 2 dan 2 d. 4 dan 4

4. Jajar genjang dapat diartikan … a. Segiempat yang mempunyai sisi yang berhadapannya sama panjang b. Segiempat yang semua sudutnya berjumlah 3600 c. Segiempat yang panjang diagonalnya sama panjang d. Segiempat yang jumlah sudut yang berhadapannya adalah 1800

5. Berikut ini merupakan jenis-jenis trapesium, kecuali … a. Trapesium sama sisi b. Trapesium siku-siku c. Trapesium sama kaki

d. Trapeium sembarang

6. Pernyataan mengenai belah ketupat berikut benar, kecuali … a. Semua sisinya sama panjang b. Diagonal-diagonalnya tidak sama panjang c. Semua sudutnya sama besar d. Kedua diagonalnya saling berpotongan tegak lurus dan membagi dua sama panjang

7. Jajargenjang memiliki diagonal yang .... a. Merupakan sumbu simetri b. Saling membagi dua sama panjang c. Saling tegak lurus d. Sejajar

8. Layang-layang mempunyai … a. 2 buah simetri lipat dan 2 buah simetri putar b. 4 buah simetri lipat dan 4 buah simetri putar c. 2 buah simetri putar dan tidak mempunyai simetri lipat d. 1 buah simetri lipat dan tidak mempunyai simetri putar

9. Trapesium siku-siku memiliki … a. Sudut yang berjumlah 900

b. Empat buah sudut siku-siku c. Dua buah sudut lancip d. Dua buah sudut siku-siku

10. Luas suatu persegi adalah 144 cm2. Maka panjang sisi persegi tersebut adalah … a. 10 cm b. 11 cm c. 12 cm d. 13 cm

11. Keliling suatu persegi adalah 48 cm. maka luas persegi tersebut adalah … a. 36 cm2 b. 144 cm2 c. 81 cm2 d. 64 cm2

12. Diketahui persegi panjang ABCD dengan AB = 5 cm dan BC = 7 cm. Luas persegi panjang ABCD adalah ... a. 25 cm2 b. 30 cm2 c. 32 cm2 d. 35 cm2

13. Panjang sisi belah ketupat yang diagonal-diagonalnya 12 cm dan 16 cm adalah … a. 6 cm b. 8 cm c. 10 cm d. 14 cm

14. Keliling persegi panjang adalah 72 cm dan panjangnya 20 cm. luas persegi panjang tersebut adalah … a. 320 cm2 b. 456 cm2 c. 216 cm2 d. 340 cm2

15. Perhatikan gambar dibawah ini! D 7 cm C

A

19 cm

Keliling trapezium ABCD adalah … a. 104 cm b. 46 cm

c. 34 cm d. 42 cm

16. Pada trapesium siku-siku KLMN besarnya Maka besar LMN adalah … a. 1200 b. 1250 c. 1300 d. 1350

MKL = 600 dan

MLK = 450.

17. Panjang dan lebar suatu persegi panjang berbanding 3:2. Jika keliling persegi panjang itu 40 cm, maka panjang dan lebarnya berturut-turut adalah … a. 12 cm dan 7 cm b. 12 cm dan 8 cm c. 14 cm dan 7 cm d. 14 cm dan 8 cm

18. Luas sebuah persegi panjang sama dengan luas sebuah persegi. Jika luas persegi adalah 36 cm2 dan lebar persegi panjang adalah 4 cm, maka perbandingan keliling persegi dan persegi panjang adalah … a. 3 : 4 b. 7 : 8 c. 11 : 13

d. 12 : 13

19. Perhatikan gambar dibawah ini! Jika QO = 12 cm dan PR = 21 cm, maka luas layang-layang PQRS adalah … a. 252 cm2 b. 244 cm2 c. 286 cm2 d. 216 cm2

20. Pada sebuah trapezium sama kaki, perbandingan sisi-sisi sejajarnya adalah 1:2. Jika tinggi trapesium 6 cm dan luas trapesium 36 cm2, maka panjang salah satu sisi sejajar trapesium adalah … a. 8 cm b. 10 cm c. 12 cm d. 14 cm

21. Pada belah ketupat disamping ini, nilai x dan besar adalah … a. 200 dan 800 b. 200 dan 1000 c. 360 dan 1080

PQR berturut-turut

d. 360 dan 1720

22. Keliling sebuah belah ketupat ABCD adalah 52 cm. jika panjang diagonal AC = 10 cm, maka luas belah ketupat ABCD adalah … a. 240 cm2 b. 160 cm2 c. 120 cm2 d. 110 cm2

23. Besar R adalah … a. 1200 b. 600 c. 400 d. 300

24. Perhatikan gambar dibawah ini!

Luas daerah yang diarsir pada gambar diatas adalah … a. 10 cm2 b. 11 cm2 c. 12 cm2

d. 13 cm2

25. Sebuah persegi panjang memiliki panjang (4x+3) cm dan lebar 8 cm. jika luas persegi panjang tersebut adalah 120 cm2, maka kelilingnya adalah … a. 74 cm b. 48 cm c. 56 cm d. 46 cm

Lampiran 9

KUNCI JAWABAN INSTRUMEN PENELITIAN 1. Sifat-sifat persegi panjang : a. Mempunyai 4 buah sisi, dengan sisi yang saling berhadapan sama panjang dan sejajar. b. Setiap sudutnya sama besar dan merupakan sudut siki-siku. c. Mempunyai 2 buah diagonal sama panjang yang saling berpotongan dan saling membagi dua sama panjang. d. Mempunyai 2 buah simetri putar dan 2 buah simetri lipat. Jawaban : B

2. Pengertian :  Persegi panjang adalah suatu segiempat yang sisi-sisi berhadapannya sama panjang dan sejajar, serta besar setiap sudutnya sama besar yaitu 900.  Trapesium adalah suatu segiempat yang memiliki tepat sepasang sisi yang berhadapan yang sejajar.  Persegi adalah suatu segiempat yang semua sisinya sama panjang dan semua sudutnya sama besar yaitu 900.  Jajargenjang adalah suatu segiempat yang sisi-sisi yang berhadapannya sama panjang dan sejajar, serta besar sudut-sudut yang saling berhadapan sama besar tetapi tidak sama dengan 900. Jawaban : C

3. Sifat-sifat persegi : a. Mempunyai 4 buah sisi yang sama panjang dan sisi yang berhadapan sejajar. b. Setiap sudutnya sama besar dan merupakan sudut siki-siku. c. Mempunyai 2 buah diagonal sama panjang yang saling berpotongan dan saling membagi dua sama panjang. d. Mempunyai 4 buah simetri putar dan 4 buah simetri lipat. Jawaban : D

4. Jajargenjang adalah suatu segiempat yang sisi-sisin berhadapannya sama panjang dan sejajar, serta sudut-sudut yang saling berhadapan sama besar terapi bikan merupakan sudut siku-siku. Jawaban : A

5. Jenis-jenis trapesium : a. Trapesium siku-siku b. Trapesium sama kaki c. Trapesium sembarang Jawaban : A

6. Sifat-sifat belah ketupat : a. Mempunyai 4 buah sisi yang sama panjang dan sisi yang berhadapan sejajar.

b. c. d.

Sudut-sudut yang saling berhadapan sama besar. Jumlah 2 buah sudut yang saling berdekatan adalah 1800. Mempunyai 2 buah diagonal yang tidak sama panjang. Diagonalnya saling berpotongan tegak lurus dan membagi dua sama panjang.

e. f.

Mempunyai 2 buah simetri putar dan 2 buah simetri lipat. Dapat menempati bingkainya dengan tepat empat cara..

Jawaban : C

7. Sifat-sifat jajargenjang : a. Mempunyai 4 buah sisi, dengan sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar. b. c. d. Sudut-sudut yang berhadapan sama besar. Jumlah 2 buah sudut yang saling berdekatan adalah 1800 Mempunyai 2 buah diagonal yang saling berpotongan dan membagi dua sama panjang. e. Mempunyai 2 buah simetri putar dan tidak memiliki simetri lipat.

Jawaban : B

8. Sifat layang-layang adalah sebagai berikut: a. Mempunyai 4 buah sisi, dengan sisi yang sepasang-sepasang sama panjang. b. Sepasang sudut yang berhadapan sama besar dan sepasang sudut lainnya tidak.

c.

Mempunyai 2 buah diagonal yang tidak sama panjang, berpotongan saling tegak lurus. Salah satu diagonalnya membagi dua sama panjang diagonal lainnya.

d. e.

Mempunyai 1 buah simetri lipat dan tidak mempunyai simetri putar. Dapat menempati bingkainya dengan tepat dua cara.

Jawaban : D

9. Trapesium siku-siku adalah trapesium yang memiliki tepat 2 buah sudut sikusiku. Jawaban : D

10. Diketahui : L = 144 cm2 Ditanya Jawab : s …? : L = s2 144 cm2 = s2 s2 = 144 cm2 s s = √144 cm2 = 12 cm

Jawaban : C

11. Diketahui : K = 48 cm Ditanya : L …?

Jawab

: K = 4s 48 cm = 4s 4s = 48 cm s s =
48 cm 4

= 12 cm L L L = s2 = (12 cm)2 = 144 cm2

maka,

Jawaban : B

12.

D

C Diketahui : AB = 7 cm 5 cm BC = 5 cm Ditanya A 7cm B : L …? p l

Jawab : L L L L =pxl = AB x BC = 7 cm x 5 cm = 35 cm2

Jawaban : D

13.

D Diketahui : di = AC = 12 cm d2 = BD = 16 cm A O C Ditanya : s …?

B Jawab : s = AB = BC = CD = DA  AO = ½ x AC = ½ x 12 cm = 6 cm  BO = ½ x BD = ½ x 16 cm = 8 cm  AB2 = AO2 + BO2 AB2 = 6 2 + 82 AB2 = 36 + 64 AB2 = 100 AB = √100 AB = 10 Jadi, sisiny adalah 10 cm Jawaban : C

14. Diketahui : K = 72 cm p = 20 cm Ditanya Jawab : L …? :

K 72 72

= 2x(p + l) = 2 x ( 20 + l ) = 40 + 2 l

72 – 40 = 2 l 32 2l l l = 2l = 32 = 32/2 = 16

maka, L = p x l = 20 x 16 = 320 Jadi luasnya adalah 320 cm2 Jawaban : A

15. Diketahui :

AB = 19 cm DC = 7 cm DE = 8 cm

Ditanya : K …? Jawab : AE = FB = ½ (AB – DC) = ½ (19 cm – 7 cm) = 6 cm AD2 = BC2 = AE2 + DE2 = 62 + 82 = 36 + 64 = 100 BC = √100

BC Jadi,

= 10 cm

K = AB + BC + CD + DA K = 19 cm + 10 cm + 7 cm +10 cm K = 46 cm

Jawaban : B

16. Pada segitiga KLM : ∠ LMK = 1800 – ( ∠ MKL + ∠ KLM ) ∠ LMK = 1800 – ( 600 + 450 ) ∠ LMK = 1800 – 1050 ∠ LMK = 750 ∠ KMN = ∠ MKL ( sudut dalam bersebrangan ) ∠ KMN = 600 Maka ∠ LMN = ∠ LMK + ∠ KMN = = Jawaban : D 750 1350 + 600

17. Diketahui :

perbandingan panajang dan lebar = 3 : 2 K = 40 cm

Ditanya Jawab Missal

: :

p dan l … ?

: p = 3x

dan

l = 2x

Maka : K 40 40 40 10x 10x x x Jadi, = 2(p+l) = 2 ( 3x + 2x ) = 2 (5x) = 10x = 40 = 40 = 40/10 = 4 panjang = 3x =3(4) = 12 cm lebar = 2x =2(4) = 8 cm Jawaban : B

18. Diketahui : Luas persegi = Luas persegi panjang = 36 cm2 l = 4 cm Ditanya Jawab  : perbandingan keliling persegi dan persegi panjang? :

Pada persegi : L = s2

36 = s2 s = 36 s = 6 cm Maka kelilingnya adalah 4s = 4 x 6 = 24 cm  Pada persegi panjang : L =pxl 36 = p x 4 36 = 4p p p = 36/4 = 9

Maka kelilingnya adalah 2 ( p + l ) = 2 ( 9 + 4 ) = 2 ( 13 ) = 26 cm Jadi, perbandingan keliling persegi dan persegi panjang = 24 : 26 = 12 : 13 Jawaban : D

19. Diketahui : QO = 12 cm Ditanya Jawab : L …? :

dan PR = 21 cm

L = ½ x d1 x d2 L = ½ x QS x PR L = ½ x ( 2 x QO) x PR L = ½ x ( 2 x 12 ) x 21 L = ½ x 24 x 21 L = 252 cm2

Jawaban

:

A

20. Diketahui : perbandingan = 1 : 2 t = 6 cm L = 36 cm2 Ditanya Jawab : panjang salah satu sisi ? :

Misal : a = x dan b = 2x Maka L =½x(a+b)xt 36 = ½ x ( x + 2x ) x 6 36 = ½ (3x) x 6 36 = 9x x = 36/9 x =4 Didapat a = 4 cm dan b = 2 x 4 = 8 cm

Jawaban : A

21. Diketahui :

∠ SPQ = 4x ∠ PSR = 5x

Ditanya Jawab

: nilai x dan ∠ PQR …? : (sifat belah ketupat)

∠ SPQ + ∠ PSR = 1800 4x + 5x = 1800

9x x x ∠ PQR ∠ PQR ∠ PQR ∠ PQR

= 1800 = 1800 / 9 = 200 (sifat belah ketupat)

= ∠ PSR = 5x = 5 ( 200) = 1000

Jawaban : B

22. Diketahui :

K = 52 cm AC = 10 cm (diagonal 1)

Ditanya Jawab  K 52 s

: L …? : = 4s = 4s = 52/4 = 13 cm

 AC = 10 cm, maka AO = 5 cm Sehingga OD = OD = OD = OD = AD2 - AO2 132 - 52 169 – 25 144

OD = 12 cm Didapat BD = 2 x OD

BD = 2 x 12 BD = 24 cm L = ½ x d1 x d2 L = ½ x 10 cm x 24 cm L = 120 cm2 Jawaban : C (diagonal 2)

23. Diketahui : Ditanya Jawab : :

∠ Q = 1200 ∠ R…?

∠ Q + ∠ R = 1800 1200 + ∠ R = 1800 ∠ R = 1800 - 1200 ∠ R = 600 Jawaban : B

24. Diketahui : Pada trapesium Pada segitiga Ditanya Jawab : a = 8 cm, b = 4 cm, t = 3 cm : a = 2 cm, t = 1,5 cm

: Luas daerah yang diarsir…? :

 Luas trapesium = ½ ( a + b ) x t =½(8+4)x3

= 18 cm2  4 Luas segitiga = 4 ( ½ x a x t ) = 4 ( ½ x 2 x 1,5 ) = 6 cm2  Luas daerah yang diarsir = Luas trapesium – 4 Luas segitiga = 18 cm2 - 6 cm2 = 12 cm2 Jawaban : C 25. Diketahui : p = ( 4x + 3 ) cm l = 8 cm L = 120 cm2 Ditanya Jawab L : K…? :

=pxl

120 = ( 4x + 3 ) 8 120 = 32x + 24 32x = 120 – 24 32x = 96 x = 96/32 = 3 maka, p = 4 (3) + 3 = 15 cm jadi K=2(p+l) K = 2 (15 + 8 ) K = 2 ( 23 ) K = 46 cm Jawaban:D

Lampiran 10 HASIL UJICOBA INSTRUMEN PENELITIAN (TES) BUTIR SOAL 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 0 0 1 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 0 0 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 1 0 1 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23

KODE SISWA S-1 S-2 S-3 S-4 S-5 S-6 S-7 S-8 S-9 S-10 S-11 S-12 S-13 S-14 S-15 S-16 S-17 S-18 S-19 S-20 S-21 S-22 S-23

1 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0

2 1 1 1 1 0 1 0 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 0 0 1

3 1 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 0 0 0 0

SKOR 24 23 23 23 12 11 9 16 10 12 8 7 23 5 11 12 11 15 15 18 10 10 10

24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44

S-24 S-25 S-26 S-27 S-28 S-29 S-30 S-31 S-32 S-33 S-34 S-35 S-36 S-37 S-38 S-39 S-40 S-41 S-42 S-43 S-44 JUMLAH

1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 0 1 1 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 0 0 1 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 1 1 0 1 0 1 0 1 0 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 0 0 0 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 0 1 1 1 0 1 0 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 1 0 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 0 0 0 1 0 0 0 0 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 1 0 1 0 0 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 0 1 31 22 18 34 35 28 25 32 35 25 23 17 23 16 20 19 14 14 19 14 13 16 23

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 7

0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 4

11 19 10 20 8 7 5 6 8 8 12 6 6 8 7 7 11 10 12 9 19 527

Lampiran 11 KELOMPOK UNGGUL DAN KELOMPOK ASOR
KELOMPOK UNGGUL & ASOR ====================== Kelompok Unggul No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 No Subyek 1 2 3 4 13 27 25 44 20 8 18 19 Jml Jwb Benar No Subyek 1 2 3 4 13 27 25 44 20 8 18 19 Jml Jwb Benar Kode/Nama Subyek s1 s2 s3 s4 s13 s27 s25 s44 s20 s8 s18 s19 Kode/Nama Subyek s1 s2 s3 s4 s13 s27 s25 s44 s20 s8 s18 s19 Skor 24 23 23 23 22 20 19 19 18 16 15 15 Skor 24 23 23 23 22 20 19 19 18 16 15 15 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 8 8 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 2 2 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11 9 9 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 3 3 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 10 10 1 1 1 1 1 1 1 7 4 4 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 11 11 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 5 5 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 12 12 1 1 1 1 1 1 1 1 8 6 6 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 13 13 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 7 7 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 12 14 14 1 1 1 1 1 1 1 1 8

No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

No Subyek 1 2 3 4 13 27 25 44 20 8 18 19 Jml Jwb Benar

Kode/Nama Subyek s1 s2 s3 s4 s13 s27 s25 s44 s20 s8 s18 s19

Skor 24 23 23 23 22 20 19 19 18 16 15 15

15 15 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10 Skor 24 23 23 23 22 20 19 19 18 16 15 15

16 16 1 1 1 1 1 1 1 7 22 22 1 1 1 1 1 1 6

17 17 1 1 1 1 1 1 6

18 18 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10

19 19 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 10

20 20 1 1 1 1 1 1 1 1 1 9

21 21 1 1 1 1 1 1 1 1 8

No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

No Subyek 1 2 3 4 13 27 25 44 20 8 18 19 Jml Jwb Benar

Kode/Nama Subyek s1 s2 s3 s4 s13 s27 s25 s44 s20 s8 s18 s19 Kelompok Asor

23 23 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 11

24 24 1 1 1 1 1 1 1 7

25 25 1 1 1 1 4

No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

No Subyek 29 37 12 32 33 38 14 31 35 36 39 30 Jml Jwb Benar No Subyek 29 37 12 32 33 38 14 31 35 36 39 30 Jml Jwb Benar

Kode/Nama Subyek s29 s37 s12 s32 s33 s38 s14 s31 s35 s36 s39 s30

Skor 8 8 7 7 7 7 6 6 6 6 6 5

1 1 1 1 1 1 4 8 8 1 1 2 15

2 2 1 1 1 1 4 9 9 1 1 1 3 16

3 3 1 1 2 10 10 1 1 1 1 1 1 1 7 17

4 4 1 1 1 1 1 1 6 11 11 1 1 1 1 4 18

5 5 1 1 1 1 4 12 12 1 1 1 1 4 19

6 6 1 1 1 1 4 13 13 1 1 1 3 20

7 7 1 1 1 1 1 5 14 14 0 21

No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

Kode/Nama Subyek s29 s37 s12 s32 s33 s38 s14 s31 s35 s36 s39 s30

Skor 8 8 7 7 7 7 6 6 6 6 6 5

No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

No Subyek 29 37 12 32 33 38 14 31 35 36 39 30 Jml Jwb Benar

Kode/Nama Subyek s29 s37 s12 s32 s33 s38 s14 s31 s35 s36 s39 s30

Skor 8 8 7 7 7 7 6 6 6 6 6 5

15 1 1 1 1 1 5 Skor 8 8 7 7 7 7 6 6 6 6 6 5

16 1 1 1 1 1 1 6 22 22 1 1 2

17 1 1 1 1 4 23 23 1 1 2

18 1 1 24 24 0

19 1 1 1 1 4 25 25 0

20 1 1

21 1 1 2

No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

No Subyek 29 37 12 32 33 38 14 31 35 36 39 30 Jml Jwb Benar

Kode/Nama Subyek s29 s37 s12 s32 s33 s38 s14 s31 s35 s36 s39 s30

Lampiran 12 VALIDITAS UJI COBA PENELITIAN Hasil perhitungan validitas soal tes dengan menggunakan ANATES adalah sebagai berikut:
Btr Baru 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Btr Asli 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Korelasi 0,445 0,536 0,517 0,456 0,454 0,490 0,457 0,580 0,507 0,134 0,368 0,383 0,588 0,545 0,384 0,207 0,199 0,697 0,543 0,661 0,434 0,296 0,519 0,790 0,650 Sign. Korelasi Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan Sangat Signifikan

Lampiran 13 RELIABILITAS UJICOBA PENELITIAN Hasil perhitungan reliabilitas soal tes dengan menggunakan ANATES adalah sebagai berikut:
RELIABILITAS TES ================ Rata2 Simpang Baku KorelasiXY Reliabilitas Tes No.Urut 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 = = = = 11,93 5,45 0,75 0,86 Kode/Nama Subyek s1 s2 s3 s4 s5 s6 s7 s8 s9 s10 s11 s12 s13 s14 s15 s16 s17 s18 Skor Ganjil 12 11 12 11 6 5 4 9 4 6 4 5 11 3 6 6 6 10 Skor Genap 12 12 11 12 6 6 6 7 6 6 4 2 11 3 5 6 5 5 Skor Total 24 23 23 23 12 11 10 16 10 12 8 7 22 6 11 12 11 15

No. Subyek 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18

19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44

19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44

s19 s20 s21 s22 s23 s24 s25 s26 s27 s28 s29 s30 s31 s32 s33 s34 s35 s36 s37 s38 s39 s40 s41 s42 s43 s44

10 9 7 6 5 6 12 4 11 5 4 3 5 2 4 7 4 3 4 2 3 6 5 5 7 10

5 9 3 3 5 5 7 5 9 4 4 2 1 5 3 5 2 3 4 5 3 5 5 7 2 9

15 18 10 9 10 11 19 9 20 9 8 5 6 7 7 12 6 6 8 7 6 11 10 12 9 19

Lampiran 14 DAYA PEMBEDA UJICOBA INSTRUMEN PENELITIAN Hasil perhitungan daya pembeda soal tes dengan menggunakan ANATES adalah sebagai berikut:
DAYA PEMBEDA ============ Jumlah Subyek = 44

Klp atas/bawah(n) = 12 Butir Soal = 25

No Butir Baru 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

No Butir Asli 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Kel. Atas 11 11 10 12 12 12 12 12 12 7

Kel. Bawah 4 4 2 6 4 4 5 2 3 7

Beda 7 7 8 6 8 8 7 10 9 0

Indeks DP (%) 58,33 58,33 66,67 50,00 66,67 66,67 58,33 83,33 75,00 0,00

11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

10 8 12 8 10 7 6 10 10 9 8 6 11 7 4

4 4 3 0 5 6 4 1 4 1 2 2 2 0 0

6 4 9 8 5 1 2 9 6 8 6 4 9 7 4

50,00 33,33 75,00 66,67 41,67 8,33 16,67 75,00 50,00 66,67 50,00 33,33 75,00 58,33 33,33

Lampiran 15 TINGKAT KESUKARAN UJICOBA PENELITIAN Hasil perhitungan tingkat kesukaran soal tes dengan menggunakan ANATES adalah sebagai berikut:

TINGKAT KESUKARAN ================= Jumlah Subyek Butir Soal = 44 = 25

No Butir Baru 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

No Butir Asli 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Jml Betul 31 22 18 34 35 28 25 32 34 25

Tkt. Kesukaran(%) 70,45 50,00 40,91 77,27 79,55 63,64 56,82 72,73 77,27 56,82

Tafsiran Sangat Mudah Sedang Sedang Mudah Mudah Sedang Sedang Mudah Mudah Sedang

11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

23 17 23 16 20 19 14 14 18 14 13 17 22 7 4

52,27 38,64 52,27 36,36 45,45 43,18 31,82 31,82 40,91 31,82 29,55 38,64 50,00 15,91 9,09

Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sedang Sukar Sedang Sedang Sukar Sangat Sukar

Lampiran 16

DATA SISWA KELAS EKSPERIMEN KELAS VII-I SMP NEGERI 2

22. 23. 24.

MAYA NUR ARAFAH MUHAMAD BADRUJAMAN NANDO RENALDO NENG YULIA NUNU NUGRAHA PEGI MELATI SUKMA REZKI SEPTIANI RIA APRIANTI RIMA NUR RAMADAYANTI SEPTIANA MIFTAH MALIK SHIDIQ SINTA SETIANINGSIH SISKA APRIYANI SITI MINAWATI SYIWA PRAJA KUSUMA TATAN TARMIKA THIA SEPTIANI TIA OKTAVIANI TRIO NURMALA TUBAGUS AZIZ WAHYUDI YAYAN ARYANTO YUNDA DWI CAHYATI YUSMAN BAGUS MAHESA

P L L P L P L P P L L P P P L L P P L L L P L

JATIWANGI
25. NO. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11 .12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. NAMA SISWA AHMAD HARSANI AI SITI FATIMAH AIN NURHALIMAH ANGGI SEPTINA P. ANI NURAENI ASEP SUPRIATNA AYU ECA RAHAYU BANGKIT NUSANTARA DANI AHMAD MAULANA DEDEH FATIMAH SARI DERI NURYANA EMAL NURWAHIDIN ERIKA NURMAULIDA GUSTIRA NURAHADI IMANNUDIN AZAMKI INDRA ADI KURNIAWAN INDRI ASTUTI JAJA ZAKARIA JUJU LINDA NABIANI LUKMAN SYAFRI L/P 26. L 27. P 28. P 29. P 30. P 31. L 32. P 33. L 34. L 35. P 36. L 37. L 38. P 39. L 40. L 41. L 42. P 43. L 44. P P L

Lampiran 17

ANGKET Metode Permainan dalam Pembelajaran Matematika Petunjuk pengisian Memberikan tanda silang [ X ], pada pernyataan No. 1 s.d No. 25 dengan salah satu jawaban yang tersedia: SS = Sangat Setuju; S = Setuju; TT = Tidak Tahu atau Ragu-Ragu; TS = Tidak Setuju; atau STS = Sangat Tidak Setuju.
NO. PERNYATAAN Dengan menggunakan metode permainan saya 26. merasa belajar matematika menjadi lebih SS S TT TS STS

menyenangkan. Saya merasa sulit memahami materi segiempat 27. dengan metode permainan. Saya merasa lebih mudah memahami materi 28. segiempat permainan. Metode permainan membutuhkan waktu yang 29. lama. Saya 30. merasa kurang percaya diri ketika dengan menggunakan metode

menyelesaikan soal segiempat dengan metode permainan. Saya merasa pembelajaran dengan metode

31. permainan membosankan. Saya merasa matematika merupakan pelajaran 32. yang menyebalkan. Saya lebih suka belajar segiempat tanpa metode 33. permainan.

Saya 34.

merasa

cara

menggunakan

metode

permainan mudah dan lebih cepat mengerti. Saya merasa lebih mudah mengerjakan soal-soal 35. segiempat permaian. Saya merasa lebih aktif ketika belajar segiempat 36. dengan menggunakan metode permainan. Saya merasa metode permainan tidak membantu 37. saya dalam memahami materi segiempat. Saya 38. menggunakan metode permainan. Metode permaianan membantu saya dalam 39. memahami materi segiempat. Saya merasa hasil ulangan setelah menggunakan 40. metode permainan lebih baik. Saya merasa malas belajar segiempat dengan 41. metode permainan. Saya 42. merasa setelah menggunakan metode tertarik belajar matematika dengan setelah menggunakan metode

permainan, kecemasan saya ketika mengerjakan soal berkurang. Dengan metode permainan saya menjadi berani

43. maju ke depan, untuk menjawab soal segiempat. Saya 44. pelajaran yang menyenangkan. Saya 45. permainan sulit. 46. Metode permainan adalah salah satu metode merasa cara menggunakan metode merasa pelajaran matematika adalah

pembelajaran matematika yang diperlukan siswa. Menurut saya, siswa tidak perlu belajar dengan 47. metode permainan. Menurut saya, dengan metode permainan suasana 48. belajar menjadi tidak menegangkan. Saya tidak tertarik untuk mengikuti pelajaran 49. matematika dengan metode permainan. Saya 50. merasa lebih bersemangat menggunakan belajar metode

matematika permainan.

dengan

Lampiran 18 HASIL ANGKET KELAS EKSPERIMEN
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 NAMA SISWA Ahmad Harsani Ai Siti Fatimah Ain Nurhalimah Anggi Septina P. Ani Nuraeni Asep Supriatna Ayu Eca Rahayu Bangkit Nusantara Dani Ahmad Maulana Dedeh Fatimah Sari Deri Nuryana Emal Nurwahidin Erika Nurmaulida Gustira Nurahadi Imannudin Azamki Indra Adi Kurniawan Indri Astuti Jaja Zakaria Juju Linda Nabiani Lukman Syafri Maya Nur Arafah Muhamad Badrujaman NO ITEM 1 5 4 5 4 5 3 5 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 4 5 4 3 5 5 2 4 3 4 5 5 4 4 4 3 5 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 5 4 3 4 2 3 5 4 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 2 3 4 4 2 3 3 2 2 4 4 4 4 2 5 5 5 5 3 5 4 4 4 4 3 4 4 2 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 6 4 3 4 4 4 2 3 1 2 4 2 2 2 3 2 1 3 2 3 2 2 4 4 7 4 2 4 4 4 4 4 4 3 5 4 3 4 4 3 3 4 2 4 3 3 3 4 8 4 3 5 4 4 4 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 2 3 4 4 5 3 9 3 4 4 4 3 3 3 5 3 4 4 2 3 3 4 4 4 4 4 4 2 2 3 10 5 4 5 4 4 2 3 1 4 3 4 3 3 4 3 2 3 3 3 4 3 4 4 11 5 3 4 4 4 4 1 2 4 4 4 4 3 4 2 2 4 4 3 5 4 4 4 12 4 4 5 5 4 5 4 2 4 5 4 4 5 4 2 2 5 5 3 4 4 5 4 13 4 4 4 5 2 2 2 4 4 4 3 2 4 3 4 4 3 5 3 4 2 4 3 14 4 4 3 4 4 2 2 3 4 5 3 3 4 2 4 4 3 5 3 4 4 3 4 15 4 4 3 4 4 2 3 2 5 3 3 4 4 2 3 4 3 4 4 4 4 3 4 16 4 4 4 4 4 4 2 2 4 4 5 4 4 2 4 4 5 4 3 4 4 4 4 17 4 4 4 4 4 4 3 3 4 5 3 3 4 3 4 5 3 5 3 3 3 3 4 18 4 5 4 4 2 3 3 3 4 5 3 4 4 3 4 5 3 5 3 4 4 4 3 19 4 4 4 4 4 4 2 2 4 4 3 4 4 3 3 4 2 5 4 4 4 3 4 20 4 4 5 4 4 4 5 3 5 4 3 4 4 2 4 4 3 4 3 4 4 4 3 21 4 5 5 3 3 4 4 4 5 4 4 3 5 3 4 5 4 4 5 4 5 3 5 22 3 5 4 5 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 3 5 4 3 4 3 4 3 4 23 4 4 4 4 4 3 4 2 4 4 3 4 4 3 4 5 3 4 5 2 4 4 5 24 4 5 5 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 2 3 5 4 3 5 3 2 3 4 25 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 4 5 4 4 5 4 3 5 5 3 4 4 JUMLAH SKOR 101 96 105 104 95 84 81 73 93 103 88 86 91 80 85 92 90 95 93 92 86 93 98

24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44

Nando Renaldo Neng Yulia Nunu Nugraha Pegi Melati Sukma Rezki Septiani Ria Aprianti Rima Nur Ramadayanti Septiana Miftah Malik Shidiq Shinta Setianimgsih Siska Apriyani Siti Minawati Syiwa Praja K. Tatan Tarmika Thia Septiani Tia Oktaviani Trio Nurmala Tubagus Aziz Wahyudi Yayan Aryanto Yunda Dwi Cahyati Yusman Bagus Mahesa JUMLAH

5 3 5 4 4 4 4 4 4 4 5 3 4 5 4 5 4 4 3 4 5 179

5 4 4 4 3 4 4 3 3 3 4 4 4 5 3 5 5 5 3 4 4 173

4 4 3 5 4 3 4 2 4 3 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 5 163

4 2 3 4 4 4 4 2 3 3 2 3 4 4 4 5 3 3 3 5 4 153

4 4 4 5 4 4 4 4 4 2 4 2 4 4 4 4 5 4 3 4 4 169

3 2 2 4 3 2 2 3 2 2 2 2 3 3 3 5 3 3 3 3 4 122

4 3 3 4 3 2 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 4 5 1 2 4 155

4 4 4 4 4 4 4 3 3 2 3 5 4 4 4 4 2 3 3 4 4 160

2 4 4 4 4 4 2 4 4 5 4 4 5 4 4 4 4 3 4 5 4 161

4 3 3 5 3 4 4 4 2 4 3 4 4 5 4 4 3 4 3 4 4 156

4 4 3 2 4 2 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 5 4 4 158

4 3 2 4 4 2 4 4 2 3 4 4 2 3 3 4 4 4 4 4 3 164

4 4 2 4 4 3 2 2 5 4 5 2 3 4 4 4 5 4 3 2 4 153

4 4 2 4 4 4 2 4 4 4 4 4 2 3 4 4 5 4 3 2 3 155

5 4 3 4 3 3 2 4 4 3 4 2 4 4 5 5 4 4 3 2 4 156

4 4 2 4 4 4 1 4 4 4 3 2 4 2 4 3 5 4 2 2 3 156

4 4 4 4 3 3 2 3 4 4 4 2 4 4 4 4 3 4 3 3 4 159

4 5 3 4 3 3 3 4 5 4 4 2 2 2 4 4 4 4 3 3 4 160

4 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 5 4 3 2 4 162

5 4 2 4 4 4 2 4 4 4 4 4 2 4 5 4 4 4 4 5 3 168

4 4 3 4 3 4 2 4 5 3 4 3 3 2 4 5 5 5 3 3 3 171

4 4 3 4 4 3 3 4 4 4 4 3 2 3 4 4 4 4 3 4 4 160

4 5 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 165

4 4 4 4 4 3 2 3 4 3 4 3 3 4 4 4 4 4 3 3 4 158

4 4 5 4 4 3 2 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 2 4 166

101 94 81 101 90 82 73 89 91 88 93 78 87 92 98 104 100 97 78 84 97 3700

Lampiran 19 POST TES KELAS VII SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2010-2011 Mata Pelajaran : Matematika Kelas Semester PETUNJUK 1. 2. 3. Tulislah namamu di sudut kanan atas pada lembar jawaban. Kerjakan lebih dahulu soal yang kamu anggap mudah. Periksa dahulu pekerjaanmu sebelum diserahkan kepada bapak atau ibu guru. 4. Seluruh jawaban ditulis pada lembar jawaban. : VII (Tujuh) : 2 (Dua) Pokok Bahasan : Segiempat Waktu : 90 Menit

II. Pilihlah jawaban yang paling tepat diantara A, B, C, atau D yang sesuai dengan pernyataan di bawah ini dengan cara memberi tanda silang (X) pada kolom lembar jawaban yang tersedia !

1. Sifat-sifat dibawah ini yang merupakan sifat persegi panjang adalah … e. Sudut-sudut pada persegi panjang merupakan sudut lancip f. Diagonal-diagonal pada persegi panjang sama panjang g. Diagonal-diagonal pada persegi panjang tidak saling membagi dua sama panjang h. Sisi-sisi yang berhadapan tidak sejajar

2. Segiempat yang semua sisinya sama panjang dan semua sudutnya 900 merupakan pengertian dari .... e. Persegi panjang f. Trapesium g. Persegi h. Jajargenjang

3. Persegi mempunyai .... sumbu simetri dan simetri putar tingkat … e. 2 dan 4 f. 4 dan 2 g. 2 dan 2 h. 4 dan 4

4. Jajar genjang dapat diartikan … e. Segiempat yang mempunyai sisi yang berhadapannya sama panjang f. Segiempat yang semua sudutnya berjumlah 3600 g. Segiempat yang panjang diagonalnya sama panjang h. Segiempat yang jumlah sudut yang berhadapannya adalah 1800

5. Berikut ini merupakan jenis-jenis trapesium, kecuali … e. Trapesium sama sisi f. Trapesium siku-siku g. Trapesium sama kaki

h. Trapeium sembarang

6. Pernyataan mengenai belah ketupat berikut benar, kecuali … e. Semua sisinya sama panjang f. Diagonal-diagonalnya tidak sama panjang g. Semua sudutnya sama besar h. Kedua diagonalnya saling berpotongan tegak lurus dan membagi dua sama panjang

7. Jajargenjang memiliki diagonal yang .... e. Merupakan sumbu simetri f. Saling membagi dua sama panjang g. Saling tegak lurus h. Sejajar

8. Layang-layang mempunyai … e. 2 buah simetri lipat dan 2 buah simetri putar f. 4 buah simetri lipat dan 4 buah simetri putar g. 2 buah simetri putar dan tidak mempunyai simetri lipat h. 1 buah simetri lipat dan tidak mempunyai simetri putar

9. Trapesium siku-siku memiliki … e. Sudut yang berjumlah 900

f. Empat buah sudut siku-siku g. Dua buah sudut lancip h. Dua buah sudut siku-siku

10. Diketahui persegi panjang ABCD dengan AB = 5 cm dan BC = 7 cm. Luas persegi panjang ABCD adalah ... e. 25 cm2 f. 30 cm2 g. 32 cm2 h. 35 cm2 11. Panjang sisi belah ketupat yang diagonal-diagonalnya 12 cm dan 16 cm adalah … e. 6 cm f. 8 cm g. 10 cm h. 14 cm

12. Keliling persegi panjang adalah 72 cm dan panjangnya 20 cm. luas persegi panjang tersebut adalah … e. 320 cm2 f. 456 cm2 g. 216 cm2 h. 340 cm2

13. Perhatikan gambar dibawah ini! D 7 cm C

A

19 cm

Keliling trapezium ABCD adalah … e. 104 cm f. 46 cm g. 34 cm h. 42 cm

14. Luas sebuah persegi panjang sama dengan luas sebuah persegi. Jika luas persegi adalah 36 cm2 dan lebar persegi panjang adalah 4 cm, maka perbandingan keliling persegi dan persegi panjang adalah … e. 3 : 4 f. 7 : 8 g. 11 : 13 h. 12 : 13

15. Perhatikan gambar dibawah ini! Jika QO = 12 cm dan PR = 21 cm, maka luas layang-layang PQRS adalah … e. 252 cm2 f. 244 cm2 g. 286 cm2 h. 216 cm2

16. Pada sebuah trapezium sama kaki, perbandingan sisi-sisi sejajarnya adalah 1:2. Jika tinggi trapesium 6 cm dan luas trapesium 36 cm2, maka panjang salah satu sisi sejajar trapesium adalah … e. 8 cm f. 10 cm g. 12 cm h. 14 cm

17. Pada belah ketupat disamping ini, nilai x dan besar adalah … e. 200 dan 800 f. 200 dan 1000 g. 360 dan 1080 h. 360 dan 1720

PQR berturut-turut

18. Besar R adalah … e. 1200 f. 600 g. 400 h. 300

19. Perhatikan gambar dibawah ini!

Luas daerah yang diarsir pada gambar diatas adalah … e. 10 cm2 f. 11 cm2 g. 12 cm2 h. 13 cm2

20. Sebuah persegi panjang memiliki panjang (4x+3) cm dan lebar 8 cm. jika luas persegi panjang tersebut adalah 120 cm2, maka kelilingnya adalah … e. 74 cm f. 48 cm g. 56 cm h. 46 cm

Lampiran 20

KUNCI JAWABAN POST TES 1. Sifat-sifat persegi panjang : e. Mempunyai 4 buah sisi, dengan sisi yang saling berhadapan sama panjang dan sejajar. f. Setiap sudutnya sama besar dan merupakan sudut siki-siku. g. Mempunyai 2 buah diagonal sama panjang yang saling berpotongan dan saling membagi dua sama panjang. h. Mempunyai 2 buah simetri putar dan 2 buah simetri lipat. Jawaban : B

2. Pengertian :  Persegi panjang adalah suatu segiempat yang sisi-sisi berhadapannya sama panjang dan sejajar, serta besar setiap sudutnya sama besar yaitu 900.  Trapesium adalah suatu segiempat yang memiliki tepat sepasang sisi yang berhadapan yang sejajar.  Persegi adalah suatu segiempat yang semua sisinya sama panjang dan semua sudutnya sama besar yaitu 900.  Jajargenjang adalah suatu segiempat yang sisi-sisi yang berhadapannya sama panjang dan sejajar, serta besar sudut-sudut yang saling berhadapan sama besar tetapi tidak sama dengan 900. Jawaban : C

3. Sifat-sifat persegi : a. Mempunyai 4 buah sisi yang sama panjang dan sisi yang berhadapan sejajar. b. Setiap sudutnya sama besar dan merupakan sudut siki-siku. c. Mempunyai 2 buah diagonal sama panjang yang saling berpotongan dan saling membagi dua sama panjang. d. Mempunyai 4 buah simetri putar dan 4 buah simetri lipat. Jawaban : D

4. Jajargenjang adalah suatu segiempat yang sisi-sisin berhadapannya sama panjang dan sejajar, serta sudut-sudut yang saling berhadapan sama besar terapi bikan merupakan sudut siku-siku. Jawaban : A

5. Jenis-jenis trapesium : d. Trapesium siku-siku e. Trapesium sama kaki f. Trapesium sembarang Jawaban : A

6. Sifat-sifat belah ketupat : a. Mempunyai 4 buah sisi yang sama panjang dan sisi yang berhadapan sejajar.

b. c. d.

Sudut-sudut yang saling berhadapan sama besar. Jumlah 2 buah sudut yang saling berdekatan adalah 1800. Mempunyai 2 buah diagonal yang tidak sama panjang. Diagonalnya saling berpotongan tegak lurus dan membagi dua sama panjang.

e. f.

Mempunyai 2 buah simetri putar dan 2 buah simetri lipat. Dapat menempati bingkainya dengan tepat empat cara..

Jawaban : C

7. Sifat-sifat jajargenjang : f. Mempunyai 4 buah sisi, dengan sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar. g. h. i. Sudut-sudut yang berhadapan sama besar. Jumlah 2 buah sudut yang saling berdekatan adalah 1800 Mempunyai 2 buah diagonal yang saling berpotongan dan membagi dua sama panjang. j. Mempunyai 2 buah simetri putar dan tidak memiliki simetri lipat.

Jawaban : B

8. Sifat layang-layang adalah sebagai berikut: a. Mempunyai 4 buah sisi, dengan sisi yang sepasang-sepasang sama panjang. b. Sepasang sudut yang berhadapan sama besar dan sepasang sudut lainnya tidak.

c.

Mempunyai 2 buah diagonal yang tidak sama panjang, berpotongan saling tegak lurus. Salah satu diagonalnya membagi dua sama panjang diagonal lainnya.

d. e.

Mempunyai 1 buah simetri lipat dan tidak mempunyai simetri putar. Dapat menempati bingkainya dengan tepat dua cara.

Jawaban : D

9. Trapesium siku-siku adalah trapesium yang memiliki tepat 2 buah sudut sikusiku. Jawaban : D

10.

D

C Diketahui : AB = 7 cm 5 cm BC = 5 cm Ditanya A 7cm B : L …? p l

Jawab : L L L L =pxl = AB x BC = 7 cm x 5 cm = 35 cm2

Jawaban : D

11.

D Diketahui : di = AC = 12 cm d2 = BD = 16 cm A O C Ditanya : s …?

B Jawab : s = AB = BC = CD = DA  AO = ½ x AC = ½ x 12 cm = 6 cm  BO = ½ x BD = ½ x 16 cm = 8 cm  AB2 = AO2 + BO2 AB2 = 6 2 + 82 AB2 = 36 + 64 AB2 = 100 AB = √100 AB = 10 Jadi, sisiny adalah 10 cm Jawaban : C

12. Diketahui : K = 72 cm p = 20 cm Ditanya Jawab : L …? :

K 72 72

= 2x(p + l) = 2 x ( 20 + l ) = 40 + 2 l

72 – 40 = 2 l 32 2l l l = 2l = 32 = 32/2 = 16

maka, L = p x l = 20 x 16 = 320 Jadi luasnya adalah 320 cm2 Jawaban : A

13. Diketahui :

AB = 19 cm DC = 7 cm DE = 8 cm

Ditanya : K …? Jawab : AE = FB = ½ (AB – DC) = ½ (19 cm – 7 cm) = 6 cm AD2 = BC2 = AE2 + DE2 = 62 + 82 = 36 + 64 = 100 BC = √100

BC Jadi,

= 10 cm

K = AB + BC + CD + DA K = 19 cm + 10 cm + 7 cm +10 cm K = 46 cm

Jawaban : B

14. Diketahui : Luas persegi = Luas persegi panjang = 36 cm2 l = 4 cm Ditanya Jawab  : perbandingan keliling persegi dan persegi panjang? :

Pada persegi : L = s2 36 = s2 s = 36 s = 6 cm Maka kelilingnya adalah 4s = 4 x 6 = 24 cm

Pada persegi panjang : L =pxl 36 = p x 4 36 = 4p p p = 36/4 = 9

Maka kelilingnya adalah 2 ( p + l ) = 2 ( 9 + 4 ) = 2 ( 13 ) = 26 cm

Jadi, perbandingan keliling persegi dan persegi panjang = 24 : 26 = 12 : 13 Jawaban : D

15. Diketahui : QO = 12 cm Ditanya Jawab : L …? :

dan PR = 21 cm

L = ½ x d1 x d2 L = ½ x QS x PR L = ½ x ( 2 x QO) x PR L = ½ x ( 2 x 12 ) x 21 L = ½ x 24 x 21 L = 252 cm2 Jawaban : A

16. Diketahui : perbandingan = 1 : 2 t = 6 cm L = 36 cm2 Ditanya Jawab : panjang salah satu sisi ? :

Misal : a = x dan b = 2x Maka L =½x(a+b)xt 36 = ½ x ( x + 2x ) x 6 36 = ½ (3x) x 6

36 = 9x x = 36/9 x =4 Didapat a = 4 cm dan b = 2 x 4 = 8 cm

Jawaban : A

17. Diketahui :

∠ SPQ = 4x ∠ PSR = 5x

Ditanya Jawab

: nilai x dan ∠ PQR …? : (sifat belah ketupat)

∠ SPQ + ∠ PSR = 1800 4x + 9x x x ∠ PQR ∠ PQR ∠ PQR ∠ PQR 5x = 1800

= 1800 = 1800 / 9 = 200 (sifat belah ketupat)

= ∠ PSR = 5x = 5 ( 200) = 1000

Jawaban : B

18. Diketahui : Ditanya :

∠ Q = 1200 ∠ R…?

Jawab

:

∠ Q + ∠ R = 1800 1200 + ∠ R = 1800 ∠ R = 1800 - 1200 ∠ R = 600 Jawaban : B

19. Diketahui : Pada trapesium Pada segitiga Ditanya Jawab : a = 8 cm, b = 4 cm, t = 3 cm : a = 2 cm, t = 1,5 cm

: Luas daerah yang diarsir…? :

 Luas trapesium = ½ ( a + b ) x t =½(8+4)x3 = 18 cm2  4 Luas segitiga = 4 ( ½ x a x t ) = 4 ( ½ x 2 x 1,5 ) = 6 cm2  Luas daerah yang diarsir = Luas trapesium – 4 Luas segitiga = 18 cm2 - 6 cm2 = 12 cm2 Jawaban : C 20. Diketahui : p = ( 4x + 3 ) cm

l = 8 cm L = 120 cm2 Ditanya Jawab L : K…? :

=pxl

120 = ( 4x + 3 ) 8 120 = 32x + 24 32x = 120 – 24 32x = 96 x = 96/32 = 3 maka, p = 4 (3) + 3 = 15 cm jadi K=2(p+l) K = 2 (15 + 8 ) K = 2 ( 23 ) K = 46 cm Jawaban : D

Lampiran 21 HASIL POST TES KELAS EKSPERIMEN BUTIR SOAL 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 0 1 1 1 0

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25

NAMA SISWA
Ahmad Harsani Ai Siti Fatimah Ain Nurhalimah Anggi Septina P. Ani Nuraeni Asep Supriatna Ayu Eca Rahayu Bangkit Nusantara Dani Ahmad Maulana Dedeh Fatimah Sari Deri Nuryana Emal Nurwahidin Erika Nurmaulida Gustira Nurahadi Imannudin Azamki Indra Adi Kurniawan Indri Astuti Jaja Zakaria Juju Linda Nabiani Lukman Syafri Maya Nur Arafah Muhamad Badrujaman Nando Renaldo Neng Yulia

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1

2 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1

3 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1

4 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1

15 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 1 1

16 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 0 0 0 0 1 0 1 1 1

17 0 0 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1

18 1 0 0 1 1 0 0 1 1 0 0 0 1 0 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1

19 1 0 1 1 0 0 1 1 1 0 0 1 0 0 1 0 1 0 1 1 0 1 0 1 1

20 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 0 1 1 0 0 0 1 1 0 1 0 1 0 0 1

SKOR NILAI 16 15 19 17 16 15 16 15 16 17 15 15 16 14 16 15 16 17 17 16 16 15 17 17 16 80 75 95 85 80 75 80 70 80 85 75 75 80 70 80 75 80 85 85 80 80 75 85 85 80

26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44

Nunu Nugraha Pegi Melati Sukma Rezki Septiani Ria Aprianti Rima Nur Ramadayanti Septiana Miftah Malik Shidiq Shinta Setianimgsih Siska Apriyani Siti Minawati Syiwa Praja K. Tatan Tarmika Thia Septiani Tia Oktaviani Trio Nurmala Tubagus Aziz Wahyudi Yayan Aryanto Yunda Dwi Cahyati Yusman Bagus Mahesa

JUMLAH

1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 43

1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 36

0 1 1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 33

1 1 0 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 1 38

1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 40

1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 40

1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 1 0 1 1 1 0 0 1 35

1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 37

1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 40

1 1 0 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 0 1 38

1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 0 1 1 1 1 0 1 1 32

1 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 36

0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 1 1 39

0 1 1 1 1 1 0 1 0 0 1 1 1 0 1 1 1 1 1 33

1 0 1 1 0 1 0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 0 1 1 35

1 1 1 0 1 0 1 0 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 32

0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 0 30

0 1 1 0 1 1 1 1 1 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 30

1 1 1 1 0 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 0 1 1 1 29

0 1 0 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 0 1 0 0 0 19

14 18 16 14 13 15 15 15 16 12 17 16 15 17 17 19 13 16 17 695

70 90 80 70 65 75 75 75 80 60 85 80 75 85 85 95 65 80 85 3470

Lampiran 22 HASIL POST TES BERDASARKAN JENIS KELAMIN LAKI-LAKI NAMA SISWA
Ahmad Harsani Asep Supriatna

NO

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

Bangkit Nusantara Dani Ahmad Maulana Deri Nuryana Emal Nurwahidin Gustira Nurahadi Imannudin Azamki Indra Adi Kurniawan Jaja Zakaria Lukman Syafri Muhamad Badrujaman Nando Renaldo Nunu Nugraha Septiana Miftah Malik Shidiq Syiwa Praja Kusuma Tatan Tarmika Trio Nurmala Tubagus Aziz Wahyudi Yayan Aryanto Yusman Bagus Mahesa JUMLAH

SKOR NILAI 16 80 15 75 14 70 16 80 15 75 15 75 14 70 16 80 15 75 17 85 16 80 17 85 17 85 14 70 15 75 15 75 17 85 16 80 17 85 19 95 13 65 17 85 346 1730

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22

PEREMPUAN NAMA SISWA SKOR NILAI Ai Siti Fatimah 15 75 Ain Nurhalimah 19 95 Anggi Septina P. 17 85 Ani Nuraeni 16 80 Ayu Eca Rahayu 16 80 Dedeh Fatimah Sari 17 85 Erika Nurmaulida 16 80 Indri Astuti 16 80 Juju 17 85 Linda Nabiani 16 80 Maya Nur Arafah 15 75 Neng Yulia 16 80 Pegi Melati Sukma 18 90 Rezky Septiani 16 80 Ria Aprianti 14 70 Rima Nur Ramadayanti 13 65 Sinta Setianingsing 15 75 Siska Apriyani 16 80 Siti Minawati 12 60 Thia Septiani 15 75 Tia Oktaviani 17 85 Yunda Dwi Cahyati 16 80 JUMLAH 348 1740

Lampiran 23 REKAPITULASI HASIL ANGKET DAN HASIL POST TES KELAS EKSPERIMEN NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 NAMA SISWA Ahmad Harsani Ai Siti Fatimah Ain Nurhalimah Anggi Septina P. Ani Nuraeni Asep Supriatna Ayu Eca Rahayu Bangkit Nusantara Dani Ahmad Maulana Dedeh Fatimah Sari Deri Nuryana Emal Nurwahidin Erika Nurmaulida Gustira Nurahadi Imannudin Azamki Indra Adi Kurniawan Indri Astuti Jaja Zakaria Juju Linda Nabiani Lukman Syafri Maya Nur Arafah Muhamad Badrujaman Nando Renaldo Neng Yulia Nunu Nugraha Pegi Melati Sukma Rezki Septiani Ria Aprianti Rima Nur Ramadayanti Septiana Miftah Malik Shidiq Shinta Setianimgsih Siska Apriyani Siti Minawati Syiwa Praja K. Tatan Tarmika ANGKET (X) 101 96 105 104 95 84 81 73 93 103 88 86 91 80 85 92 90 95 93 92 96 93 98 101 94 81 101 90 82 73 89 91 88 93 78 87 92 POST TES (Y) 80 75 95 85 80 75 80 70 80 85 75 75 80 70 80 75 80 85 85 80 80 75 85 85 80 70 90 80 70 65 75 75 75 80 60 85 80

38 39 40 41 42 43 44

Thia Septiani Tia Oktaviani Trio Nurmala Tubagus Aziz Wahyudi Yayan Aryanto Yunda Dwi Cahyati Yusman Bagus Mahesa JUMLAH

98 104 100 97 78 84 97 4012

75 85 85 95 65 80 85 3470

Lampiran 24 RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas Semester

:

SMP Negeri 2 Jatiwangi : : : Matematika VII (Tujuh) 2 (Dua)

Standar Kompetensi

: Memahami konsep segiempat serta menentukan ukurannya.

Kompetensi Dasar

: Mengidentifikasi sifat-sifat segiempat

Indikator

: Menjelaskan jenis-jenis segiempat berdasarkan sisi-sisinya dan besar sudutnya.

Alokasi Waktu

: 4 jam pelajaran (2 pertemuan).

A.

Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat menjelaskan jenis-jenis segitiga berdasarkan sisi-sisinya dan besar sudutnya.

B.

Materi Ajar Segiempat

C.

Metode Pembelajaran Permainan Kuartet

D.

Langkah-langkah Kegiatan Pertemuan pertama Pendahuluan : - Menyampaikan tujuan pembelajaran. - Memotivasi peserta didik dengan memberi penjelasan tentang pentingnya mempelajari materi ini. Kegiatan Inti a. Peserta didik membuat rangkuman mengenai materi segiempat yaitu tentang sifat-sifat, rumus luas dan keliling. b. c. Menjelaskan sifat-sifat segiempat, rumus luas dan keliling. Peserta didik diminta untuk menghafalkan sifat-sifat segiempat, rumus luas dan keliling.

Penutup a. Memberikan tes lisan yaitu dengan menanyakan yang telah dihafalkan.

Pertemuan kedua Pendahuluan : - Menyampaikan tujuan pembelajaran. - Memotivasi peserta didik dengan memberi penjelasan tentang pentingnya mempelajari materi ini. - Memngingatkan pelajaran sebelumnya. Kegiatan Inti a. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok terdiri dari 4 orang. b. Setiap kelompok diberikan kartu kwartet yang berisi materi segiempat, yaitu mencakup sifat-sifat, rumus luas dan keliling. c. Setelah dibuat kelompok dan mendapatkan kartu kwartet, guru menjelaskan aturan dari permainan kwartet. d. Setelah semua paham dengan aturan permainan, semua kelompok diminta memainkan kartu kwartet tersebut. e. Siswa yang memiliki grup/kelompok tema dari kwartet adalah pemenangnya. f. Setelah permainan selesai, peserta didik deberi soal.

Penutup a. Memberikan tes lisan mengenai sifat-sifat segiempat, rumus luas dan keliling. b. Peserta didik diberikan pekerjaan rumah (PR) dari soal-soal LKS halaman 52 ( Tagihan 10 nomor 1), halaman 55 (Tagihan 20 nomor 1), halaman 57 (Tagihan 21 nomor 1), halaman 58 (Tagihan 22 nomor 1).

E.

Alat dan Sumber Belajar Sumber : • • Buku paket, yaitu buku Matematika SMP Kelas VII (penerbit : Yudhistira). Lembar Kerja Siswa (LKS)

F.

Penilaian Teknik : Kuis Tes lisan

Bentuk Instrumen : Contoh Instrumen : 1. 2.

Sebutkan sifat-sifat dari persegi panjang! Sebutkan rumus luas belah ketupat!

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas Semester

:

SMP Negeri 2 Jatiwangi : : : Matematika VII (Tujuh) 2 (Dua)

Standar Kompetensi

: Memahami konsep segiempat serta menentukan ukurannya.

Kompetensi Dasar

: Mengidentifikasi sifat-sifat persegi panjang, persegi, trapesium, jajargenjang, belah ketupat dan layang-layang.

Indikator

: 1.

Menjelaskan pengertian jajargenjang, persegi, persegi panjang, belah ketupat, trapesium, dan layang-layang menurut sifatnya.

2.

Menjelaskan sifat-sifat segi empat ditinjau dari sisi, sudut, dan diagonalnya.

Alokasi Waktu

: 6 jam pelajaran (3 pertemuan).

A.

Tujuan Pembelajaran a. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian jajargenjang, persegi, persegi panjang, belah ketupat, trapesium, dan layang-layang menurut sifatnya. b. Peserta didik dapat menjelaskan sifat-sifat segi empat ditinjau dari sisi, sudut, dan diagonalnya.

B.

Materi Ajar a. Mengingat segi empat. b. Mengidentifikasi sifat-sifat segi empat.

C.

Metode Pembelajaran Permainan Kwartet

D.

Langkah-langkah Kegiatan Pertemuan pertama, kedua, ketiga Pendahuluan : - Menyampaikan tujuan pembelajaran.

- Memotivasi peserta didik dengan memberi penjelasan tentang pentingnya mempelajari materi ini. - Memngingatkan pelajaran sebelumnya. Kegiatan Inti a. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok yang berbeda dari kelompok sebelumnya. Tiap kelompok terdiri dari 4 orang. b. Setiap kelompok diberikan kartu kwartet yang berisi materi segiempat, yaitu mencakup sifat-sifat, rumus luas dan keliling. c. Setelah dibuat kelompok dan mendapatkan kartu kwartet, guru menjelaskan aturan dari permainan kwartet. d. Setelah semua paham dengan aturan permainan, semua kelompok diminta memainkan kartu kwartet tersebut. e. f. Siswa yang memiliki grup/kelompok tema dari kwartet adalah pemenangnya. Setelah permainan selesai, peserta didik deberi soal.

Penutup c. Memberikan tes lisan mengenai sifat-sifat segiempat, rumus luas dan keliling. d. Peserta didik diberikan pekerjaan rumah (PR) dari soal-soal LKS halaman 52 ( Tagihan 10 nomor 2 – 5).

E.

Alat dan Sumber Belajar Sumber : • • Buku paket, yaitu buku Matematika SMP Kelas VII (penerbit : Yudhistira). Lembar Kerja Siswa (LKS)

Alat : Kartu Kwartet

F.

Penilaian Teknik : Kuiz. Uraian singkat.

Bentuk Instrumen : Contoh Instrumen : 1.

Persegi merupakan belah ketupat dengan sifat khusus. Berdasarkan pernyataan tersebut, buatlah pengertian persegi.

2.

Tulislah nama bangun datar yang sesuai dengan sifat berikut. Jawaban dapat lebih dari satu. a. Sisi yang berhadapan sama panjang. b. Sudut-sudut yang berhadapan tidak sama besar. c. Diagonal-diagonalnya membagi 2 sama panjang.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Nama Sekolah Mata Pelajaran Kelas Semester

:

SMP Negeri 2 Jatiwangi : : : Matematika VII (Tujuh) 2 (Dua)

Standar Kompetensi

: Memahami konsep segiempat serta menentukan ukurannya.

Kompetensi Dasar

: Menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan segi empat serta menggunakannya dalam pemecahan masalah.

Indikator

: 1.

Menurunkan rumus keliling dan luas bangun segitiga dan segi empat.

2.

Menyelesaikan

masalah

yang

berkaitan

dengan

menghitung keliling dan luas bangun segitiga dan segi empat.

Alokasi Waktu

: 6 jam pelajaran (3 pertemuan).

A.

Tujuan Pembelajaran a. Peserta didik dapat menurunkan rumus keliling dan luas bangun segi empat. b. Peserta didik dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan menghitung keliling dan luas bangun segi empat.

B. -

Materi Ajar Menghitung keliling dan luas segi empat dan menggunakannya dalam pemecahan masalah. Menghitung keliling dan luas segitiga dan menggunakannya dalam pemecahan masalah. Menghitung keliling dan luas bangun datar dan menggunakannya dalam pemecahan masalah.

C.

Metode Pembelajaran Permainan Kwartet

D.

Langkah-langkah Kegiatan

Pertemuan Pertama, Kedua, dan Ketiga

Pendahuluan

: - Menyampaikan tujuan pembelajaran. - Memotivasi peserta didik dengan memberi penjelasan tentang pentingnya mempelajari materi ini. - Membahas PR.

Kegiatan Inti a. Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok yang berbeda dari sebelumnya. Tiap kelompok terdiri dari 4 orang. b. Setiap kelompok diberikan kartu kwartet yang berisi materi segiempat, yaitu mencakup sifat-sifat, rumus luas dan keliling. c. Setelah dibuat kelompok dan mendapatkan kartu kwartet, guru menjelaskan aturan dari permainan kwartet. d. Setelah semua paham dengan aturan permainan, semua kelompok diminta memainkan kartu kwartet tersebut. e. f. Siswa yang memiliki grup/kelompok tema dari kwartet adalah pemenangnya. Setelah permainan selesai, peserta didik diberi soal.

Penutup a. b. Memberikan tes lisan mengenai sifat-sifat segiempat, rumus luas dan keliling. Peserta didik diberikan pekerjaan rumah (PR) dari soal-soal LKS halaman 61 – 63 (Evaluasi Kompetensi Siswa).

E.

Alat dan Sumber Belajar Sumber : • • Buku paket, yaitu buku Matematika SMP Kelas VII (penerbit : Yudhistira). Lembar Kerja Siswa (LKS)

Alat : Kartu Kwartet

F.

Penilaian Teknik : kuis. uraian singkat.

Bentuk Instrumen : Contoh Instrumen :

1.

Tentukan luas dan kelilng segi empat berikut:

5 cm

8 cm

2.

Keliling suatu belah ketupat 60 cm dan panjang salah satu diagonalnya 24 cm. Luas belah ketupat tersebut adalah ...

3.

Perhatikan gambar dibawah ini!
D 7 cm C

A

19 cm

B

Keliling trapesium ABCD adalah …

Lampiran 25

KARTU KWARTET
PERSEGI PANJANG DAN PERSEGI PERSEGI PANJANG DAN PERSEGI PERSEGI PANJANG DAN PERSEGI

L. PERSEGI PANJAN = p x l K. PERSEGI PANJANG = 2 (p+l) L. PERSEGI K. PERSEGI = S2 = 4S K. PERSEGI PANJANG = 2 (p+l) L. PERSEGI PANJANG = p x l L. PERSEGI K. PERSEGI = S2 = 4S

L. PERSEGI

= S2

L. PERSEGI PANJANG = p x l K. PERSEGI PANJANG = K. PERSEGI = 4S

2 (p+l)

PERSEGI PANJANG DAN PERSEGI

JAJARGENJANG DAN TRAPESIUM

JAJARGENJANG DAN TRAPESIUM

K. PERSEGI

= 4S L. JAJARGENJANG K. JAJARGENJANG L. TRAPESIUM K. TRAPESIUM = axt = 2(p+l) = ½ .(a+b). t = a+b+ c+d K. JAJARGENJANG L. JAJARGENJANG L. TRAPESIUM K. TRAPESIUM = 2(p+l) = axt = ½ .(a+b). t = a+b+ c+d

L. PERSEGI PANJANG = p x l K. PERSEGI PANJANG = 2 (p+l) L. PERSEGI = S2

JAJARGENJANG DAN TRAPESIUM

JAJARGENJANG DAN TRAPESIUM

LAYANG-LAYANG DAN BELAH KETUPAT

L. TRAPESIUM K. JAJARGENJANG L. JAJARGENJANG K. TRAPESIUM

= ½ .(a+b).t = 2(p+l) = axt = a+b+ c+d

K. TRAPESIUM K. JAJARGENJANG L. JAJARGENJANG L. TRAPESIUM

= a+b+ c+d = 2(p+l) = axt = ½ .(a+b). t

L. LAYANG-LAYANG = ½ x d1 x d2 K. LAYANG-LAYANG = 2 (s1 + s2 ) L. BELAH KETUPAT = ½ x d1 x d2 K. BELAH KETUPAT = 4s

KARTU KWARTET
LAYANG-LAYANG DAN BELAH KETUPAT LAYANG-LAYANG DAN BELAH KETUPAT LAYANG-LAYANG DAN BELAH KETUPAT

K. LAYANG-LAYANG =2 (s1 + s2 ) L. LAYANG-LAYANG =½x d1 x d2 L. BELAH KETUPAT =½x d1 x d2 K. BELAH KETUPAT = 4s

L. BELAH KETUPAT =½x d1 x d2 K. LAYANG-LAYANG =2 (s1 + s2 ) L. LAYANG-LAYANG =½x d1 x d2 K. BELAH KETUPAT = 4s

K. BELAH KETUPAT K. LAYANG-LAYANG L. LAYANG-LAYANG L. BELAH KETUPAT

= 4s =2 (s1 + s2 ) =½x d1 x d2 =½x d1 x d2

SIFAT PERSEGI PANJANG
1. Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar. 2. Sudut-sudutnya sama besar dan merupakan sudut sikusiku. 3. Diagonalnya sama panjang, saling berpotongan dan saling membagi dua sama panjang. 4. Memiliki 2 buah simetri lipat dan 2 buah simetri putar.

SIFAT PERSEGI PANJANG
1. Sudut-sudutnya sama besar dan merupakan sudut sikusiku. 2. Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar. 3. Diagonalnya sama panjang, saling berpotongan dan saling membagi dua sama panjang. 4. Memiliki 2 buah simetri lipat dan 2 buah simetri putar.

SIFAT PERSEGI PANJANG
1. Diagonalnya sama panjang, saling berpotongan dan saling membagi dua sama panjang. 2. Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar. 3. Sudut-sudutnya sama besar dan merupakan sudut sikusiku. 4. Memiliki 2 buah simetri lipat dan 2 buah simetri putar.

SIFAT PERSEGI PANJANG
1. Memiliki 2 buah simetri lipat dan 2 buah simetri putar. 2. Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar. 3. Sudut-sudutnya sama besar dan merupakan sudut sikusiku. 4. Diagonalnya sama panjang, saling berpotongan dan saling membagi dua sama panjang.

SIFAT PERSEGI
1. Memiliki 4 sisi panjang dan sisi berhadapan sejajar. sama yang

SIFAT PERSEGI
1. Setiap sudutnya sama besar, merupakan sudut siku-siku. 2. Memiliki 4 sisi sama panjang dan sisi yang berhadapan sejajar. 3. Diagonalnya membagi sudutsudut persegi menjadi dua sama besar 4. Mempunyai 4 buah simetri lipat dan 4 buah simetri putar.

2. Setiap sudutnya sama besar, merupakan sudut siku-siku. 3. Diagonalnya membagi sudutsudut persegi menjadi dua sama besar 4. Mempunyai 4 buah simetri lipat dan 4 buah simetri putar.

KARTU KWARTET
SIFAT PERSEGI
5. Diagonalnya membagi sudut-sudut persegi menjadi dua sama besar 6. Setiap sudutnya sama besar, merupakan sudut siku-siku. 7. Memiliki 4 sisi sama panjang dan sisi yang berhadapan sejajar. 8. Mempunyai 4 buah simetri lipat dan 4 buah simetri putar.

SIFAT PERSEGI
1. Mempunyai 4 buah simetri lipat dan 4 buah simetri putar. 2. Diagonalnya membagi sudutsudut persegi menjadi dua sama besar 3. Setiap sudutnya sama besar, merupakan sudut siku-siku. 4. Memiliki 4 sisi sama panjang dan sisi yang berhadapan sejajar.

SIFAT JAJARGENJANG
1. Sisi yang berhadapan sejajar dan sama panjang. 2. Sudut yang berhadapan sama besar 3. Jumlah dua sudut berdekatan 1800 yang

4. Mempunyai 2 buah simetri putar dan tidak mempunyai simetri lipat.

SIFAT JAJARGENJANG
1. Sudut yang sama besar berhadapan

SIFAT JAJARGENJANG
1. Jumlah dua sudut berdekatan 1800 yang

SIFAT JAJARGENJANG
1. Mempunyai 2 buah simetri putar dan tidak mempunyai simetri lipat. 2. Sisi yang berhadapan sejajar dan sama panjang. 3. Sudut yang berhadapan sama besar 4. Jumlah dua sudut berdekatan 1800 yang

2. Sisi yang berhadapan sejajar dan sama panjang. 3. Jumlah dua sudut berdekatan 1800 yang

2. Sisi yang berhadapan sejajar dan sama panjang. 3. Sudut yang berhadapan sama besar 4. Mempunyai 2 buah simetri putar dan tidak mempunyai simetri lipat.

4. Mempunyai 2 buah simetri putar dan tidak mempunyai simetri lipat.

SIFAT TRAPESIUM
1. 2. Mempunyai 4 sisi. Jumlah sudut yang berdekatan diantara dua garis sejajar adalah 1800 Trapesium siku-siku: terdapat 2 buah sudut sukusiku Trapesium samakaki: terdapat 2 buah garis diagonal yang sama panjangnya dan sudut yang sama besarnya.

SIFAT TRAPESIUM
1. Jumlah sudut yang berdekatan diantara dua garis sejajar adalah 1800 Mempunyai 4 sisi. Trapesium siku-siku: terdapat 2 buah sudut sukusiku Trapesium samakaki: terdapat 2 buah garis diagonal yang sama panjangnya dan sudut yang sama besarnya.

SIFAT TRAPESIUM
1. Trapesium siku-siku: terdapat 2 buah sudut sukusiku Jumlah sudut yang berdekatan diantara dua garis sejajar adalah 1800 Mempunyai 4 sisi. Trapesium samakaki: terdapat 2 buah garis diagonal yang sama panjangnya dan sudut yang sama besarnya.

2. 3.

2.

3.

3. 4.

4.

4.

KARTU KWARTET
SIFAT TRAPESIUM
5. Trapesium samakaki: terdapat 2 buah garis diagonal yang sama panjangnya dan sudut yang sama besarnya. Trapesium siku-siku: terdapat 2 buah sudut sukusiku Jumlah sudut yang berdekatan diantara dua garis sejajar adalah 1800 Mempunyai 4 sisi.

SIFAT LAYANGLAYANG
1. Sepasang sisi yang berdekatan sama panjang. 2. Salah satu diagonalnya merupakan sumbu simetri. 3. Mempunyai 1 buah simetri lipat dan tidak mempunyai simetri putar . 4. Sepasang sudut yang berhadapan sama besar

SIFAT LAYANGLAYANG
1. Salah satu diagonalnya merupakan sumbu simetri 2. Sepasang sisi yang berdekatan sama panjang. 3. Mempunyai 1 buah simetri lipat dan tidak mempunyai simetri putar. 4. Sepasang sudut berhadapan sama besar yang

6.

7.

8.

SIFAT LAYANGLAYANG
1. Mempunyai 1 buah simetri lipat dan tidak mempunyai simetri putar. 2. Salah satu diagonalnya merupakan sumbu simetri 3. Sepasang sisi yang berdekatan sama panjang. 4. Sepasang sudut yang berhadapan sama besar

SIFAT LAYANGLAYANG
1. Sepasang sudut yang berhadapan sama besar. 2. Mempunyai 1 buah simetri lipat dan tidak mempunyai simetri putar. 3. Salah satu diagonalnya merupakan sumbu simetri 4. Sepasang sisi yang berdekatan sama panjang. 1.

SIFAT BELAH KETUPAT
Sisinya sama panjang dan sisi yang berhadapan sejajar. Sudut yang berhadapan sama besar Diagonalnya saling tegak lurus dan membagi dua sama panjang Mempunyai 2 simetri putar dan 2 buah simetri lipat.

2.

3.

4.

SIFAT BELAH KETUPAT
1. Sudut-sudut yang berhadapan sama besar. Sisinya sama panjang dan sisi yang berhadapan sejajar. Diagonalnya saling tegak lurus dan membagi dua sama panjang Mempunyai 2 buah simetri putar dan 2 buah simetri lipat. 1.

SIFAT BELAH KETUPAT
Diagonalnya saling tegak lurus dan membagi dua sama panjang. Sisinya sama panjang dan sisi yang berhadapan sejajar. Sudut-sudut yang berhadapan sama besar Mempunyai 2 buah simetri putar dan 2 buah simetri lipat. 1.

SIFAT BELAH KETUPAT
Mempunyai 2 buah simetri putar dan 2 buah simetri lipat. Sisinya sama panjang dan sisi yang berhadapan sejajar. Sudut-sudut yang berhadapan sama besar Diagonalnya saling tegak lurus dan membagi dua sama panjang

2.

2.

2.

3.

3.

3.

4.

4.

4.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->