Anda di halaman 1dari 57

PJOK. VII.2.4.11 s.d. PJOK. VII.2.6.

16

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester

: : :

Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan VII 2

KEGIATAN SISWA

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

KATA PENGANTAR
Dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di SMP Terbuka, perlu adanya penyempurnaan modul sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini. Oleh karena itu Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama berupaya melakukan penyempurnaan modul SMP Terbuka agar sesuai dengan tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta dapat memenuhi kebutuhan siswa, keadaan sekolah dan masyarakat sekitar. Seiring dengan dinamika penyempurnaan tersebut, ditetapkanlah Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi dan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Kedua peraturan tersebut merupakan pedoman dalam penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Modul sebagai sumber belajar utama dalam proses pembelajaran bagi siswa SMP Terbuka ini telah disusun sesuai dengan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam pembahasannya modul ini telah mencakup seluruh Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mencapai kompetensi lulusan minimal tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dengan disempurnakannya modul SMP Terbuka ini diharapkan siswa memiliki kompetensi yang memadai sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku. Mengingat Kurikulum yang digunakan dalam penulisan modul ini adalah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), maka masukan dan saran dari lapangan sangat diharapkan untuk penyempurnaan baik isi maupun perwajahan modul ini di masa yang akan datang. Semoga modul ini dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga mutu pendidikan SMP Terbuka mengalami peningkatan sesuai dengan tuntutan jaman. Jakarta, Januari 2009 Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Pertama

Didik Suhardi, SH., M. Si. NIP. 131270212

PETUNJUK BELAJAR Buku ini memuat 6 (enam) modul untuk mata pelajaran Pcndidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan Kelas VII Semester 2. Modul ini harus Kamu pelajari dan selesaikan dalam jangka waktu satu semester, baik melalui kegiatan belajar di TKB (Tempat Kegiatan Belajar) maupun belajar di luar TKB. Dalam mempelajari modul ini supaya diperhatikan hal-hal sebagai berikut : 1. Belajar dengan modul keberhasilannya tergantung dari kedisiplinan dan ketekunan Karnu dalam memahami dan mematuhi langkah-langkah belajarnya. 2. Belajar dengan modul dapat dilakukan secara mandiri atau kelompok, baik di TKB atau di luar TKB. 3. Langkah-lahgkah yang perlu Kamu ikuti secara berurutan dalam mempelajari modul ini adalah sebagai berikut : a. Usahakan Kamu (bila memungkinkan) memiliki buku paket Pendidikan Jasmani Kelas VII sebagai bahan pengayaan atau pendalaman materi, karena dalam modul ini diutamakan pada materi esensial/matcri pokok/materi utama. b. Baca dan pahami benar-benar tujuan yang terdapat dalam modul ini. Perhatikan materi pokoknya dan uraian materinya. c. Bila dalam mempelajari tersebut mengalami kesulitan, diskusikan dengan teman- teman yang lain. Dan bila inipun belum terpecahkan sebaiknya Kamu tanyakan pada guru pamong di TKB atau guru bina pada waktu tatap muka. d. Setelah Kamu merasa memahami materi pelajaran tersebut, kerjakanlah tugastugas yang tercantum dalam modul ini, dalam lembar jawaban yang terpisah atau pada buku tulis Kamu. e. Periksalah hasil penyelesaian tugas tersebut melalui kunci yang tersedia. Dan bila ada jawaban yang belum betul, pelajari sekali lagi materi yang bersangkutan. Bila semua kegiatan dalam satu modul sudah dapat diselesaikan dengan baik Kamu berhak mengikuti tes akhir modul yang diselenggarakan oleh guru bina atau guru pamong. f. Bila dalam tes akhir modul Kamu dapat mencapai nilai 6,5 Kamu dapat mempelajari modul berikutnya. 4. Urutan kegiatan di atas harus Kamu taati, agar Kamu lebih cepat berhasil mempelajari modul ini. SELAMAT BELAJAR!

PJOK. VII.2.4.11

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu

: Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII : 2 : 2 x 40 menit

KEGIATAN SISWA
PERMAINAN BOLA BASKET

Penulis Pengkaji

: Dra. Hj. Indrawati, M. Pd : Drs. Roji

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN Tidak terasa Kamu telah menyelesaikan beberapa modul di semester yang lalu dengan baik, dengan penelitian kegiatan pembelajaran wajib telah Kamu selesaikan pula. Tetaplah bersemangat agar modul tersebut dapat diselesaikan dengan baik secara keseluruhan dan memperoleh hasil yang memuaskan. Setelah mempelajari dan melaksanakan tugas-tugas terdahulu dalam modul ini diharapkan Kamu dapat melakukan teknik dasar bola basket. Waktu yang tersedia untuk mempelajari permainan bola basket adalah 2 x 40 menit. Tetaplah yakin apabila yang Kamu lakukan dengan penuh kesungguhan niscaya dapat terkuasai dengan baik. Jangan lupa ya, lakukan pemanasan terlebih dahulu agar tidak tejadi cidera otot.

Selamat Belajar !

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Teknik Melempar dan Menangkap 1. Standar Kompetensi 1. Mempraktikkan teknik dasar permainan dan olahraga dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 2. Kompetensi Dasar 1.2.Mempraktikkan variasi dan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar, lanjutan, serta nilai kerja sama toleran percaya diri, keberanian, menghargai lawan, bersedia berbagi dan peralatan **) 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Pengenalan tentang bola basket Melakukan teknik dasar melempar dan menangkap dengan koordinasi yang baik. 4. Materi Pokok Bola Basket 5. Uraian Materi Permainan bola basket diciptakan oleh Prof. Dr. James A. Naismith, salah seorang guru pendidikan jasmani YMCA (Young Man Christian Association), Springfield, Amerika Serikat tahun 1891. Pada tahun 1936 permainan bola basket dimainkan pada olahraga Olympiade di Berlin, Jerman. Pada tanggal 21 Juli 1932 berdirilah induk organisasi bola basket dunia yang disebut FIBA singkatan dari Federation International Basket Ball Amateur. Di Indonesia pertama kali dipertandingkan pada PON I di Solo tahun 1948. Induk organisasi bola basket di Indonesia adalah PERBASI (Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia) yang dibentuk pada tanggal 23 Oktober 1951. a. Sarana dan Prasarana Lapangan Bola Basket Gambar Lapangan

Gambar 1.1 : Lapangan bola basket

Ukuran bola : Berat bola : 600-650 gram Keliling bola : 75-78 cm Lama permainan 2 x 20 menit dengan istirahat 10 menit Jumlah pemain satu regu 5 orang dengan pembagian posisi : 2 orang sebagai pemain bertahan (guard) 3 orang sebagai pemain penyerang (foreward) b. Teknik dasar permainan bola basket Ada beberapa teknik permainan yang harus dikuasai yaitu : Passing (operan) Dribbling (menggiring) Shooting (menembak) Passing (operan) Macam-macam teknik passing : lemparan setinggi dada (chest pass) lemparan melambung (over head pass) lemparan pantulan (bounce pass) : lemparan bawah dengan dua tangan Tekinik lemparan setinggi dada (chest pass) Sikap awal : berdiri dengan salah satu kaki di depan, lutut ditekuk pegang bola dengan kedua tangan di depan dada siku ditekuk diletakkan disamping badan Gerakannya: dorong bola ke arah depan dengan meluruskan kedua tangan diikuti, dengan lecutan pergelangan tangan, serta lepaskan bola setelah kedua lengan lurus arah bola lurus setinggi dada

Gambar 1.2: lemparan sctinggi dada

Gerakan menangkap bola : tarik kedua tangan ke belakang, menempel dengan dada, gerakan rileks. Lemparan melambung (over head pass) Sikap awal : berdiri dengan posisi kaki muka belakang pegang bola dengan dua tangan, siku ditekuk, badan agak condong ke depan.

Gerakannya : Ayunkan bola ke depan dengan meluruskan ke dua lengan Gerakan lemparan dengan satu tangan. lempar bola dengan satu tangan, tarik ke belakang dengan memutarkan badan terlebih dahulu hingga bahu menyamping, bersamaan bola dilempar gerakan kaki belakang ke depan bola dilempar melalui atas bahu ke depan Lemparan ini biasa digunakan oleh pemain-pemain jangkung. Untuk menggerakkan bola di atas sehingga melampaui daya raih lawan. Lemparan ini juga sangat berguna untuk operan cepat, bila pengoper itu sebelumnya menerima bola di atas kepala.

Gambar 1.3 : Teknik lempar atas kepala atau (over head)

Gambar 1. 4 : Lemparan melambung satu tangan

Lemparan dengan pantulan (bounce pass) Sikap awal : berdiri dengan salah satu kaki di depan, kedua lutut ditekuk badan agak condong ke depan pegang bola dengan dua tangan Gerakannya : dorong bola ke bawah / lantai dengan telapak tangan dan jari-jari terbuka sumber gcrakan mendorong berasal dari siku lakukan berulang-ulang dengan berjalan atau berlari

Gambar 1.5 : Lemparan pantulan

Lemparan bawah dengan dua tangan lemparan ini digunakan untuk operan jarak dekat atau jarak jauh dimana posisi lawan sangat mendesak dan sangat ketat. Kemungkinan lawan lebih dari satu orang. Perhatikan gambar

Gambar 1.6 : Lemparan bawah dengan dua tangan

Lemparan ini sangat baik dilakukan untuk operan jarak dekat, terutama sekali bila lawan melawan penjagaan satu lawan satu.

Kegiatan 2 : Teknik menggiring bola (dribel) 1. Standar Kompetensi 1. Mempraktikkan teknik dasar permainan dan olahraga dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 2. Kompetensi Dasar 1.3.Mempraktikkan variasi dan teknik dasar salah satu permainan dan olahraga beregu bola besar, lanjutan, serta nilai kerja sama toleran percaya diri, keberanian, menghargai lawan, bersedia berbagi dan peralatan **) 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Menggiring bola dengan tangan sambil bergerak Menangkap bola dengan koordinasi yang baik Bermain bola basket dengan peraturan yang dimodifikasi 4. Materi Pokok Bola Basket 5. Uraian Materi a) Teknik dasar menggiring bola Sikap awal : sikap melangkah dengan kedua lutut ditekuk agak rendah, badan agak condong ke depan pegang bola dengan dua tangan

Gerakannya : dorong bola ke bawah oleh jari-jari tangan sebagai pengarah dan dibantu oleh telapak tangan Saat bola memantul naik sambut lagi oleh jari-jari tangan dan didorong kembali ke bawah sumber gerakan berasal dari siku dilakukan di tempat dan dapat dilanjutkan dcngan berjalan atau berlari.

Gambar 2.1 : Teknik menggiring bola

b) Menangkap (Catching) Dapat dilakukan dengan satu tangan atau dua tangan bergantian baik dalam keadaan berhenti, berjalan maupun dalam keadaan berlari. Keterampilan menangkap dalam permainan bola basket sangat berperan sekali karena merupakan kunci pokok keberhasilan suatu tim dalam bermain dan diperlukan suatu gerakan yang gesit, cepat dan cekatan. Hal ini untuk menghindari perebutan bola dengan lawan. Menangkap bola dapat terjadi pada bola yang datangnya melambung, bola datar, bola rendah.

Gambar 2.2 : Tangkapan sambil berlari

c) Teknik menembak (shooting) Sikap awal : berlari dengan salah satu kaki di depan pegang bola dengan kedua tangan diatas depan kepala Gerakannya : dorong bola keatas depan sambil tangan diluruskan dengan diikuti lecutan pergelangan tangan arah bola adalah parabola

Gambar 2.3 :Gerakan menembak

Gambar 2.4 : Teknik menembak dilihat dari arah depan

Keterangan : a. Tahap persiapan b. Tahap pelaksanaan c. Tahap gerak lanjutan (follow through) d) Bermain dengan peraturan sederhana yang dimodifikasi Permainan bola basket adalah permainan beregu yang memerlukan kerjasama tim. Sedangkan bermain dengan peraturan yang sederhana adalah bermain tidak harus menggunakan lapangan yang sebenarnya tcrmasuk jumlah pcmain yang tidak dibatasi harus dengan jumlah 5 orang setiap regunya. Hanya permainan ini dianjurkan menerapkan teknik pcrmainan yang sudah diajarkan seperti passing ; dribbling, shooting. Biasanya masih banyak kekurangan dan kesalahan siswa dalam bertanding baik yang dilakukan dengan sengaja maupun tidak disengaja. Misalnya saja yang masih sering terjadi saat mendribel bola seharusnya bola dipantulkan ke lantai tetapi mungkin bola dibawa / dipegang sambil berlari. Untuk itu peran guru disini diperlukan sebagai wasit atau sebagai pemimpin pertandingan. Diharapkan setelah latihan-Iatihan di atas dilakukan, Kamu harus dapat menguasai latihan dengan baik. Baik itu lemparan/operan/passing, menangkap bola dan latihan menembak. Usahakan ketiga unsur tersebut Kamu kuasai. Selamat mencoba ! Sampai jumpa lagi pada latihan-latihan yang lain !

C. PENUTUP Saya ucapkan selamat, karena Kamu telah berhasil menyelesaikan kegiatan pembelajaran pada modul ini. Mudah-mudahan keberhasilanmu dapat mendorong semangatmu untuk terus belajar melalui modul-modul ini Setelah Kamu menguasai gerakan-gerakan teknik dasar bola basket yang terdiri dari teknik dasar melempar dan menangkap dengan kontrol yang baik , memantulmantulkan bola dengan tangan sambil bergerak, melakukan teknik dasar menembak (shooting), dan bermain dengan peraturan yang dimodifikasi Ingat setiap akan melakukan kegiatan olahraga Kamu harus terlebih dahulu pemanasan yang cukup. Jika latihan yang Kamu lakukan belum menguasai usahakan agar Kamu dapat mengulang-ulang latihan sehingga nilai yang Kamu peroleh bisa mencapai 6.5 . Selamat melanjutkan pada modul berikut !

PJOK. VII. 2.4.12

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu

: : : :

Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan VII 2 2 x 40 menit

KEGIATAN SISWA
KEBUGARAN JASMANI

Penulis Pengkaji

: Dra. Hj. Indrawati, M. Pd : Drs. Roji

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN Modul yang lalu sudah selesai dengan baik, Kamu harus pertahankan belajarmu supaya hasilnya lebih baik. Untuk itu dalam modul ini akan dijelaskan tentang kebugaran jasmani agar otot-otot dalam tubuh Kamu akan terbentuk dengan baik dan kuat. Siapkan alat-alat penunjang kegiatan ini berupa matras atau kasur spon yang kering! Kalau tidak ada ya sudah tidak usah Kamu paksakan! Susunlah tenagamu agar Kamu dapat melakukan latihan kekuatan otot lengan, pinggang dan otot leher. Sudah mempelajari modul ini diharpkan Kamu dapat memahami dan menerapkan serta melakukan dengan benar. Waktu yang tersedia untuk mempelajari modul ini 2 x 40 menit

Selamat Belajar !

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Latihan Kelentukan dan Keseimbangan. 1. Standar Kompetensi : 9. Mempraktikan kebugaran jasmani dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya 2. Kompetensi Dasar 9.1 Mempraktekan jenis latihan untuk kelentukan dan keseimbangan serta nilai disiplin dan tangung jawab. 9.2 Mempraktekan jenis latihan kecepatan dan kelincahan serta nilai disiplin dan tangung jawab. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi - Melakukan latihan kelentukan otot lengan, otot pinggang, otot kaki, otot leher. - Melakukan latihan keseimbangan sikap kayang - Latihan kecepatan dengan lari bolak-balik - Latihan kelincahan dengan melompati bola 4. Materi Pokok Kebugaran jasmani 5. Uraian Materi Sejarah Singkat Sejak tahun 1000 SM hangsa Yunani telah melakukan gerakan senam berbentuk upacara keagamaan untuk menyembah dewa Zeus. Kata senam sendiri berasal dari kata Gymnastik yang diambil dari kata Gymnos dan artinya, telanjang karena senam pada saat itu dilakukan dengan telanjang. Senam ini dilakukan di suatu tempat yang tersendiri dengan sebutan Gymnasium. Pada tahun 1776 seseorang yang berkebangsaan Jerman mencoba memasukkan senam ke dalam pendidikan sekolah. Johan Christian Fredrick Gathmust masyarakat internasional menganggap sebagai Bapak Senam Dunia. Karena jasa beliau yang berhasil menciptakan gerakan senam lebih sistematis dengan sebutan gymnasty furdie jogend. Bangsa Indonesia hanya mengenal senam dasar yang diperkenalkan masa penjajahan Jepang dengan sebutan Taiso, tetapi sejak tahun 1963 saat pelaksanaan Ganefo, bangsa Indonesia mulai mengenal senam ketangkasan. Senam di Indonesia berkembang dengan pesat hal ini didukung dengan banyaknya sekolahsekolah olahraga yang bermunculan sehingga pada tahun 1977 para dosen STO (Sekolah Tinggi Olahraga) yang sekarang berubah nama menjadi FPOK (Fakultas Pendidikan Olahraga Kesehatan) berhasil menciptakan senam pagi Indonesia yang gerakannya terbentuk dari gabungan musik gerakan Taixo dan unsur jurus pencak silat. Pada akhirnya perkembangan senam pagi Indonesia ditujukan pada senam kesegaran jasmani.

1. Latihan Kelentukan. Seperti yang telah diuraikan diatas bahwa senam dasar dapat berupa latihan kelentukan, keseimbangan dan kekuatan, latihan-latihan ini biasa di pergunakan sebagai gerakan pemanasan. a. Latihan kelentukan otot / persendian leher Sikap awal: berdiri tegak dengan posisi kaki dibuka selebar bahu, tangan di pinggang, dan pandangan ke depan. Gerakannya: miringkan badan ke kiri dan ke kanan, anggukkan kepala kebawah dan keatas, tengokkan kepala ke kiri dan ke kanan, bergantian dengan mata terbuka, dan pada saat melakukan gerakan di atas yang perlu diperhatikan posisi pundak tidak boleh ikut bergerak.

Gambar 1.1 : Latihan Kelentukan Otot Leher

b. Latihan Kelentukan Togok dan Sendi Bahu Sikap awal : berdiri tegak buka kaki selebar bahu, kedua tangan memegang dinding/palang tunggal, badan membungkuk, dan pandangan ke depan. Gerakannya : renggutkan badan ke bawah berulang-ulang, posisi tangan tidak terlepas dan rileks mengikuti gerakan badan.

Gambar 1.2 : Kelentukan Togok dan Sendi Bahu

Gerakan yang lain adalalah: Sikap awal: 1) salah satu kaki berada di depan dan kaki yang lain berada di belakang, 2) kedua tangan memegang dinding,

3) badan tegak, dan 4) pandangan ke depan. Gerakannya : 0) renggutkan badan ke depan berulang ulang, 1) kaki dilenturkan.

Gambar 1.3 : Kelentukan Otot Togok

c. Latihan Kelenturan Pinggang Sikap awal: Berdiri dengan sisi kiri/kanan menghadap dinding. Salah satu tangan yang dekat dinding di pinggang. Gerakannya : Tangan yang berada di pinggang berusaha mendorong/mencondongkan pinggang kesamping kanan atau kiri sejauh mungkin dan usahakan tangan yang lainnya tetap menempel pada tembok, pertahankan posisi demikian selama 6 detik dan dilakukan secara bergantian.

Gambar 1. 4: Latihan Kelentukan Togok dan Sendi Bahu.

d. Latihan Kelentukan Sendi Panggul Sikap awal : posisi berdiri kaki dibuka lebar, badan dibungkukkan, kedua telapak tangan menyentuh lantai, pandangan ke depan

Gambar 1.5 : Latihan Kelentukan Sendi Panggul

Gerakannya : Gerakkan kedua kaki ke arah luar sedikit demi sedikit hingga batas kemampuan masing-masing, Jika sudah mcncapai batas kemampuan pertahankan hingga 6 detik. e. Latihan Kelenturan Lutut dan Pergelangan Kaki Sikap awal: 1) lipat salah satu kaki ke belakang, 2) posisi kaki yang lain berdiri tegak, dan 2) posisi tengah yang berlawanan memegang ujung jari kaki yang dilipat.

Gambar 1.6 : Kelenturan Lutut dan Pergelangan Kaki

Gerakannya : tekan ujung jari yang dipegang oleh tangan ke arah badan hingga mcnycntuh pantat, lakukan berulang-ulang dengan bergantian kaki. f. Latihan Kelenturan pergelangan Tangan Sikap awal: berdiri tegak buka kaki selebar bahu, kedua tangan lurus ke depan berpegang tangan dengan posisi jari merapat di antara jari tangan kanan dan kiri, putarkan pegangan jari-jari tangan tersebut sehingga kedua telapak tangan tersebut menghadap ke atas kepala.

Gambar 1.7 : Kelentukan Pergelangan Tangan

g. Latihan Kelenturan Otot dan Tungkai Bagian Belakang Sikap awal: Lakukunlah posisi push up. Gerakannya : Posisi push up sedikit demi sedikit kedua kaki yang lurus dimajukan ke arah kedua tangan kemudian menggeser kedua telapak tangannya ke arah

depan sehingga kembali pada posisi awal push up. Lakukanlah latihan ini hingga jarak 10 meter.

Gambar 1.8 : Kelentukan Otot dan Tungkai Bagian Belakang

2. Latihan Keseimbangan berdiri satu kaki Sikap awal : kedua tangan di pinggang, pandangan lurus ke depan salah satu kaki berdiri tegak dan kaki yang lainnya lurus ke depan. Gerakannya : turunkan badan perlahan-lahan dengan cara menekuk kaki yang berdiri tegak dan pertahankan sikap ini agar tidak jatuh. lakukanlah gerakan ini naik turun berulang-ulang dengan bergantian kaki tumpu.

Gambar 1.9 : Latihan Keseimbangan

Gerakan sikap lilin Sikap awal Tidur telentang dengan tungkai lurus dan rapat. Kedua tangan di samping bahu. Gerakannya : Luruskan kaki ke atas dalam keadaan rapat. Kedua tangan memegang pinggul untuk membantu menyanggah badan agar tidak jatuh. Bertumpu pada pundak.

Gambar 1.10 : Gerakan Sikap Lilin

Kegiatan 2 : Latihan kecepatan 1. Standar Kompetensi : 9. Mempraktikan kebugaran jasmani dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya Kompetensi Dasar Mempraktikan jenis latihan untuk kelentukan dan keseimbangan serta nilai disiplin dan tangung jawab. 9.2 Mempraktekan jenis latihan kecepatan dan kelincahan serta nilai disiplin dan tangung jawab. 9.1 4. 5. Indikator Pencapaian Kompetensi Latihan kecepatan dengan lari bolak-balik

2.

3.

Materi Pokok Kebugaran jasmani Uraian Materi Untuk melatih kecepatan dapat dilakukan dengan lari sprint pada jarak tempuh 20 m, 30 m, dan 40 m atau dapat disesuaikan dengan kondisi lingkungan yang tersedia. dimulai dengan duduk telunjur, aba-aba dari guru langsung kemudian berdiri dan lari secepatnya. Lari ditempat menghadap kedepan atau kebelakang dilanjutkan sprint. Lakukan satu kali dengan jarak 20 m secara bolak-balik. Untuk melatih kecepatan dapat dilakukan dengan lari sprint pada jarak 20 m, 30 m, dan 40 m.

Gambar 2.1 : Lari Sprint

Masih dengan garis start yang sama, dilakukan dengan latihan : Lari sprint sampai batas yang ditentukan kembali dengan lari miring /geser. Lari sprint sampai batas ditentukan kembali lagi dengan lari silang, dan seterusnya. Lari melalui pancang atau rintangan yang dibuat jarak 1 meter dengan gerakan zig-zag. Lari melalui bola-bola yang diletakan jarak 1 meter kemudian di lompati.

C. PENUTUP Saya ucapkan selamat, karena Kamu telah berhasil menyelesaikan kegiatan pembelajran pada modul ini. Mudah-mudahan keberhasilanmu dapat mendorong semangatmu untuk terus belajar melalui modul-modul ini Setelah Kamu menguasai gerakan-gerakan senam kebugaran jasmani dengan baik , diharapkan Kamu dapat meningkatkan kekuatan otot-otot tubuhmu dan juga meningkatkan fungsi organ tubuh yang lain. Ingat setiap akan melakukan kegiatan olahraga Kamu harus terlebih dahulu pemanasan yang cukup. Jika latihan yang Kamu lakukan belum menguasai usahakan agar Kamu dapat mengulang-ulang latihan sehingga nilai yang Kamu peroleh bisa mencapai 6.5 . Selamat melanjutkan pada modul berikut !

PJOK. VII.2.5.13

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu

: Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII : 2 : 2 x 40 menit

KEGIATAN SISWA
SENAM LANTAI

Penulis Pengkaji

: Dra. Hj. Indrawati, M. Pd : Drs. Roji

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN Tidak terasa Kamu telah menyelesaikan beberapa modul dengan baik, dengan penelitian kegiatan pembelajaran wajib telah Kamu selesaikan pula. Tetaplah bersemangat agar modul tersebut dapat diselesaikan dengan baik secara keseluruhan dan memperoleh hasil yang memuaskan. Setelah selesai mempelajari dan melakukan latihan teknik dasar senam, selanjutnya Kamu dapat mempelajari modul berikut tentang senam lantai. Tapi perlu diketahui bahwa latihan ini di perlukan pemanasan terlebih dahulu agar Kamu dapat mempersiapkan diri serta untuk mencegah terjadinya cidera otot. Nah... selain itu Kamu juga harus menyiapkan sebuah alat untuk alas gerakan senam lantai, yang berupa matras atau kasur busa/spon. Jika ditempatmu tidak ada, Kamu dapat melakukan dengan membuat tumpukan jerami kering yang di tutupi/di alas dengan kain atau plastik.

Nah... Selamat bekerja dan Belajar !

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Teknik Dasar Guling Depan 1. Standar Kompetensi 10. Mempraktikan teknik dasar senam lantai dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 2. Kompetensi Dasar 10.1. Mempraktikan teknik dasar gerak guling depan serta nilai kedisiplinan, kebenaran, tanggung jawab. 10.2. Mempraktikan teknik dasar guling belakang serta nilai kedissiplinan, keberanian, tanggung jawab. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Melakukan gerak guling ke depan 4. Materi Pokok Senam Lantai 5. Uraian Materi Untuk melakukan senam lantai dianjurkan untuk menggunakan kasur busa / spon/ matras agar benturan yang terjadi pada pesenam tidak mcngalami cidera. a. Guling depan (forword roll) adalah gerakan menggulingkan badan ke depan membulat dengan urutan gerakan sebagai berikut: - kedua telapak tangan, tengkuk, punggung, pinggul, pantat. Sikap awal dengan jongkok. Letakkan kedua telapak tangan diatas matras selebar bahu. Gerakannya : tundukkan kepala diantara dua lengan dengan tumpuan tengkuk, siku ditekuk, dagu lebih dekat dengan dada. lanjutkan dengan gerakan mengguling ke depan, kedua tangan mengait pada tulang kering untuk memudahkan gerakan mengguling.

Gambar 1.1 : Sikap dan gerakan mengguling ke depan dari sikap jongkok

Kegiatan 2 : Guling ke belakang (back roll) 1. Standar Kompetensi 10. Mempraktikan teknik dasar senam lantai dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 2. Kompetensi Dasar 10.2. Mempraktikan teknik dasar guling belakang serta nilai kedissiplinan, keberanian, tanggung jawab. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Melakukan gerak guling ke belakang 4. Materi Pokok Senam Lantai 5. Uraian Materi Gerakan ini kebalikan dari gerakan guling depan, dengan urutan gerakan sebagai berikut ; - pantat, pinggul belakang, punggung, tengkuk, dan kedua kaki. Sikap awal - jongkok : - kedua telapak tangan disamping telinga atau kedua lengan lurus ke depan. Gerakannya : - tundukkan kepala, tolakan kedua kaki ke belakang dengan posisi badan harus membulat. - kedua telapak tangan membantu mendorong sehingga kembali ke sikap jongkok. - urutan gerakan sama dengan penjelasan di atas.

(1)

(2)

(3)

(4)

Gambar 2.1 : Gerakan Guling ke Belakang

Kesalahan Umum: - tidak mengangkat pinggul dan meluruskan kedua kaki. - tidak membengkokkan siku ke samping. - tidak memasukkan kepala ke antara dua tangan dan kaki. - tidak membawa berat badan ke depan. - sebelum pundak kena matras sudah melompat. - pada waktu menggelinding kaki tidak dilipat serta badan tidak dibulatkan.

C. PENUTUP
Saya ucapkan selamat, karena Kamu telah berhasil menyelesaikan kegiatan pembelajran pada modul ini. Mudah-mudahan keberhasilanmu dapat mendorong semangatmu untuk terus belajar melalui modul-modul ini Setelah Kamu mempelajari kemudian melakukan gerakan senam lantai dengan baik, kini berikutnya Kamu melanjutkan pembelajaran senam irama ya! Ingat setiap akan melakukan kegiatan olahraga Kamu harus terlebih dahulu pemanasan yang cukup. Jika latihan yang Kamu lakukan belum menguasai usahakan agar Kamu dapat mengulang-ulang latihan sehingga nilai yang Kamu peroleh bisa mencapai 6.5 . Selamat melanjutkan pada modul berikut !

PJOK. VII.2.5.14

MODUL SMP TERBUKA


Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu : Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII : 2 : 2 x 40 menit

KEGIATAN SISWA
SENAM IRAMA TANPA ALAT

Penulis Pengkaji

: Dra. Hj. Indrawati, M. Pd : Drs. Roji

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN Tidak terasa Kamu telah menyelesaikan beberapa modul dengan baik, dengan penelitian kegiatan pembelajaran wajib telah Kamu selesaikan pula. Tetaplah bersemangat agar modul tersebut dapat diselesaikan dengan baik secara keseluruhan dan memperoleh hasil yang memuaskan. Setelah mempelajari dan melaksanakan tugas-tugas terdahulu dalam modul ini diharapkan Kamu dapat melakukan senam irama dengan iringan musik yanng sesuai. Sehingga gerakan yang Kamu lakukan tampak indah. Waktu yang tersedia untuk mempelajari makanan sehat adalah 2 x 40 menit. Tetaplah yakin apabila yang Kamu lakukan dengan penuh kesungguhan niscaya dapat terkuasai dengan baik. Selamat Belajar !

B. KEGIATAN BELAJA R Kegiatan 1 : Teknik Dasar Senam Tanpa Alat 1. Standar Kompetensi 11. Mempraktikan senam irama tanpa alat dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 2. Kompetensi Dasar 11.1. Mempraktekkan teknik dasar senam irama tanpa alat, gerak mengayun dua lengan mengikuti irama serta nilai disiplin, estetika, toleransi dan keluwesan 11.2. Mempraktekkan teknik dasar senam irama tanpa alat dengan melangkah dan mengayun lengan mengikuti irama serta nilai disiplin, estetika, toleransi dan keluwesan. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Melakukan teknik dasar mengayun dua lengan ke depan, belakang dan kesamping. Melakukan teknik dasar gerak langkah maju-mundur diikuti ayunan lengan dengan mengikuti irama. 4. Materi Pokok Senam irama tanpa alat. 5. Uraian Materi Senam irama adalah suatu perpaduan antara berbagai bentuk gerakan dengan irama yang mengiringinya, misalnya dengan menggunakan tepukan tangan, ketukan, tambure, nyanyian, musik, dan sebagainya. Orang yang berjasa dalam aliran senam irama adalah seorang musikus yang bernama J. J. Dalerose. Melalui karyanya yang bernama Rhytmique Gymnastics ia memusatkan seluruh perhatiannya terhadap hubungan antara musik dengan gerak tubuh. Perkembangan senam irama bersamaan dengan adanya perubahan di dalam bidang seni panggung, seni musik, dan seni tari. Menurut perkembangannya, senam irama dapat terbagi atas tiga aliran yaitu terdiri dari: Senam irama yang berasal dari seni sandiwara. Senam irama yang berasal dari seni musik. Senam irama yang berasal dari seni tari (balet). Untuk dapat melakukan gerakan senam irama dengan baik, tentunya kita harus mengetahui gerakan-gerakan dasar senam irama. Kita akan mempelajari tentang: Latihan beberapa macam ayunan tangan dan langkah kaki secara bervariasi mengikuti irama.

1. Latihan Beberapa Macam Ayunan Tangan a. Latihan I (ayunan satu lengan ke belakang dan ke muka) Sikap awal Sikap tegak, langkahkan kaki kiri, kedua lengan lurus ke depan. Hitungan 1 Lengan kiri diayun ke belakang. Hitungan 2 Lengan kiri diayun ke depan. : Hitungan 3 Lengan kanan diayun ke belakang. Hitungan 4 Lengan kanan diayun ke depan. Pandangan selalu mengikuti ayunan lengan. Lihat Gambar 1.1

Gambar 1.1 : Latihan pertama

b. Latihan II (ayunan dua tangan ke belakang dan ke depan) Sikap awal Sikap tegak, langkahkan kaki kiri, kedua lengan lurus ke depan. Hitungan 1 Kedua lengan diayun ke belakang samping kiri. Hitungan 2 Kedua lengan diayun kembali ke depan. Hitungan 3 Kedua tengan diayun ke belakang samping kanan. Hitungan 4 Kedua lengan diayun kembali ke depan.

Pandangan selalu mengikuti ayunan lengan. Lihat Gambar 1.2

Gambar 1.2 : Latihan Kedua

c. Latihan III (ayunan lengan silang dan rentang di muka badan) Sikap awal Sikap tegak, langkahkan kaki kiri, kedua lengan terentang. Hitungan 1 Kedua lengan disilangkan di muka dada. Hitungan 2 Kedua lengan direntangkan kembali setinggi bahu. Lihat Gambar 1.3

Gambar 1.3 : Latihan ketiga

d. Latihan IV (ayunan satu lengan melingkar di atas kepala) Sikap awal Sikap tegak, langkahkan kaki kiri dan kedua lengan lurus ke depan Hitungan 1 Lengan kanan diayunkan melingkar ke dalam satu lingkaran di atas kepala. Badan meliuk ke belakang. Hitungan 2 Tegak langkah kaki kanan. Kedua lengan lurus ke depan. Hitungan 3 Lengan kiri diayun melingkar ke dalam satu lingkaran di atas kepala. Badan meliuk ke belakang. Hitungan 4 Tegak langkah kaki kiri kedua lengan lurus ke depan.

Lihat Gambar 1.4

Gambar 1.4 : Latihan keempat

Kegitan 2 :Latihan Langkah Kaki 1. Standar Kompetensi 11. Mempraktikan senam irama tanpa alat dan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. 2. Kompetensi Dasar 11.1. Mempraktekkan teknik dasar senam irama tanpa alat, gerak mengayun dua lengan mengikuti irama serta nilai disiplin, estetika, toleransi dan keluwesan 11.2. Mempraktekkan teknik dasar senam irama tanpa alat dengan melangkah dan mengayun lengan mengikuti irama serta nilai disiplin, estetika, toleransi dan keluwesan. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Melakukan teknik dasar gerak langkah maju-mundur diikuti ayunan lengan dengan mengikuti irama. 4. Materi Pokok Senam irama tanpa alat. 5. Uraian Materi Sebelum kita melakukan langkah kaki, maka kita harus mempelajari tentang sikap awal (SA) yaitu sikap pada waktu akan melakukan gerakan senam irama. Adapun sikap awal dapat terbagi atas 2 bagian yaitu: a. Sikap tegak langkah (TL) kaki kiri atau kaki kanan. b. Sikap tegak anjur (TA) kaki kiri atau kaki kanan, ke muka atau ke belakang.

a. Penjelasan tegak langkah (TL) 1) Tegak langkah (TL) kiri Berdiri di atas kaki kanan, ujung kaki kiri diletakkan di samping tumit kanan. Lutut kanan ditekuk sedikit. 2) Tegak langkah (TL) kanan Berdiri di atas kaki kiri, ujung kaki kanan diletakkan di samping tumit kiri, tutut kiri ditekuk sedikit.

Gambar 2.1 : Sikap tegak langkah kiri dan sikap tegak langkah kanan

b. Penjelasan tegak anjur (TA) 1) Tegak anjur (TA) kiri ke muka. Berdiri di atas kaki kanan, lutut kanan ditekuk sedikit. Kaki kiri lurus ke muka, ujung jari-jari kaki di lantai, tumit diangkat dan berat badan pada kaki kanan. 2) Tegak anjur (TA) kanan ke muka Berdiri di atas kaki kiri, lutut kiri dnekuk sedikit. Kaki kanan lurus ke muka. Ujung jari-jari kaki di lantai dan tumit diangkat. Berat badan pada kaki kiri. 3) Tegak anjur (TA) kiri ke belakang Berdiri atas kaki kanan, lutut kanan ditekuk sedikit, kaki sanan lurus ke belakang dan tumit diangkat 4) Tegak anjur (TA) kanan ke belakang. Berdiri atas kaki kiri, lutut kiri ditekuk sedikit, kaki kanan lurus ke belakang dan tumit diangkat. 5) Tegak anjur (TA) kiri ke samping Berdiri tegak di atas kaki kanan, lutut kanan dapat ditekuk sedikit kaki kiri lurus ke samping kiri dan tumit diangkat. 6) Tegak anjur (TA) kanan ke samping Berdiri atas kaki kiri, lutut kiri dapat ditekuk sedikit dan kaki kanan lurus ke samping kanan, tumit diangkat. Mengenai gerakan-gerakan tersebut.

Gambar 2.2 : Berbagai sikap tegak anjur

c. Macam-macam langkah kaki 1) Langkah biasa (looppas) Sikap awal (SA) : Tegak langkah kiri dengan kedua tangan berada di piggang. Gerakannya : Hitungan 1 Langkahkan kaki kiri ke depan di muka kaki kanan Tumit selalu diangkat dan tumpuan di atas ujung kaki. Setiap langkah dilakukan dengan mengepit dan diikuti dengan pemindahan berat badan. Hitungan 2 Langkahkan kaki kanan ke depan, di muka kaki kini. Tumit selalu diangkat dan tumpuan di atas ujung kaki. Setiap melangkah selalu dilakukan dengan ngeper dan diikuti pemindahan berat badan. Pada langkah ini dapat digunakan irama 2/4, 3/4 atau 4/4. 2) Langkah rapat (bytrekpas) Sikap awal (SA) Tegak langkah kaki kiri, kedua tangan dipinggang. Gerakannya : Hitungan 1 Langkahkan kaki kiri ke depan, diikuti pemindahan berat badan ke depan. Hitungan 2 Langkahkan kaki kanan ke depan, letakkan telapak kaki di sisi dan rapatkan dengan kaki kiri. Setiap langkah selalu dilakukan dengan gerakan ngeper dan pemindahan berat badan. Langkah rapat ini dapat diikuti dengan irama 3/4 atau 4/4 3) Langkah tiga (wallspas) Sikap awal Tegak langkah kaki kiri kedua tangan di pinggang. Gerakannya : Hitungan 1 Langkahkan kaki kiri ke depan dengan langkah biasa. Hitungan 2 Langkahkan kaki kanan ke depan setengah langkah. Hitungan 3 Langkahkan kaki kiri ke depan lagi setengah langkah, untuk selanjutnya ganti dilakukan kaki kanan. Setiap langkah selalu dengan mengeper dan pandangan selalu ke depan. Pada langkah tiga ini harus digunakan atau diikuti dengan lagu yang berirama 3/4.

4) Langkah ganti (wissetpas) Sikap awal Tegak langkah kaki kiri dan kedua tangan di pinggang. Gerakannya : Hitungan 1 Langkahkan kaki kiri ke depan, disusul kaki kanan melangkah ke depan di samping tumit kaki kiri. Hitungan 2 Langkahkan kaki kiri ke depan lagi, berat badan pindah ke kaki kiri. Hitungan 3 Langkahkan kaki kanan ke depan, disusul kaki kiri melangkah ke depan di samping tumit kaki kanan. Hitungan 4 Langkahkan kaki kanan ke depan lagi dan berat badan pindah ke kaki kanan. Langkah ini dapat diikuti dengan menggunakan irama 4/4.

C. PENUTUP Saya ucapkan selamat, karena Kamu telah berhasil menyelesaikan kegiatan pembelajaran pada modul ini. Mudah-mudahan keberhasilanmu dapat mendorong semangatmu untuk terus belajar melalui modul-modul ini Setelah Kamu menguasai gerakan-gerakan ayunan dan gerak langkah kaki dengan baik maka Kamu dapat melakukan variasi gerakan dari beberapa gerakan yang ada dengan iringan musik yang sesuai. Ingat setiap akan melakukan kegiatan olahraga Kamu harus terlebih dahulu pemanasan yang cukup. Jika latihan yang Kamu lakukan belum menguasai usahakan agar Kamu dapat mengulang-ulang latihan sehingga nilai yang Kamu peroleh bisa mencapai 6.5 . Selamat melanjutkan pada modul berikut !

PJOK. VII.2.5.15

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu

: Pendidikan Jasmani, Olahraga dan : VII : 2 : 2 x 40 menit

Kesehatan

KEGIATAN SISWA

RENANG GAYA DADA

Penulis Pengkaji

: Dra. Hj. Indrawati, M. Pd : Drs. Roji

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN Tidak terasa Kamu telah menyelesaikan beberapa modul dengan baik, dengan penelitian kegiatan pembelajaran wajib telah Kamu selesaikan pula. Tetaplah bersemangat agar modul tersebut dapat diselesaikan dengan baik secara keseluruhan dan memperoleh hasil yang memuaskan. Kamu sangat hebat dapat mempelajari dan melakukan materi dalam modul-modul ini. Tidak terasa, sudah banyak materi modul yang Kamu kuasai. Nah, pertahankan jangan mengendorkan semangatmu. Kini kita akan belajar lagi, tentang renang gaya dada, pasti Kamu akan senang dalam mempelajarinya, walaupun mungkin agak sulit untuk mendapatkan kolam renang di daerah tempat tinggalmu. Tapi hal ini tidak mengurangi semangat belajarmu dalam melakukan pembelajaran ini. Siap-siaplah mempelajari modul berikut. Selamat belajar!

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : 1. Standar Kompetensi 12. Mempraktikan teknik dasar renang gaya dada, dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya 2. Kompetensi Dasar 12.1. Mempraktikan koordinasi gerakan kaki dan lengan renang gaya dada serta nilai disiplin, keberanian dan kebersihan. 12.2. Mempraktikan koordinasi gerakan lengan dan pernapasan renang gaya dada serta nilai disiplin, keberanian dan kebersihan. 12.3 Mempraktikan koordinasi gerakan renang gaya dada renang gaya dada serta nilai disiplin, keberanian dan kebersihan 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Pengenalan air Teknik dasar renang gaya dada 4. Materi Pokok Renang gaya dada / gaya katak 5. Uraian Materi 1. Macam-macam gaya dalam renang. Dalam olahraga renang terdapat 4 gaya yang lazim dipertandingkan baik pada tingkat nasional maupun tingkat internasional, yaitu : a. gaya bebas b. gaya dada c. gaya punggung d. gaya kupu-kupu Sedangkan yang termasuk dalam olahraga air diantaranya renang, loncat indah, polo air, menyelam, lomba layar, mendayung dan ski air. Pada bagian ini kita akan mempelajari salah satu gaya renang yaitu renang gaya dada. Diharapkan setelah Kamu mempelajari renang gaya dada dapat melakukan dengan baik dan benar. 2. Teknik dasar gerakan renang Pada bab terdahulu telah dipelajari cara pengenalan terhadap air, juga latihan : a. cara mengapung b. cara meluncur c. gerakan kaki d. gerakan tangan c. pengambilan napas f. koordinasi gerakan

1. Pengenalan terhadap air Pengenalan terhadap air sudah dilakukan pada bagian terdahulu, tapi pada modul kali ini tidak perlu dilakukan lagi. Sebelum melakukan latihan renang gaya dada ini perlu Kamu melakukan lebih dahulu pemanasan yang secukupnya agar tidak menimbulkan kram, di dalam air. Bentuk pemanasan dapat dilakukan dengan latihan stretching / peregangan otot di darat. Kemudian masuklah ke dalam air sambil bermain, menyelam sebagai bentuk adaptasi terhadap air. a. Cara mengapung Berdirilah ditepi kolam kemudian lakukan dengan badan yang rileks dengan cara seperti di bawah ini: Letak pusat titik berat dan titik apung

Gambar 1.1 :Ssikap mengapung

b. Cara meluncur Sama dan latihan sebelumnya dimana setelah Kamu mampu melakukan gerakan mengapung dengan sikap seperti pada gambar di atas baik bentuk membungkuk ataupun telentang. Pada latihan meluncur dapat Kamu lakukan pada tepi kolam dengan sikap awal: - berdiri dengan kedua tangan lurus keatas, salah satu kaki menumpu pada dinding kolam - bungkukkan badan sejajar dengan air kemudian dorong kuat dengan salah satu kaki yang menumpu di dinding kolam diikuti kaki yang lain. - gerakan ke depan lurus tanpa ada gerakan kaki dan ayunan tangan

Gambar 1.2 :Gerakan meluncur

Kegiatan 2 : Gerakan kaki 1. Standar Kompetensi 12. Mempraktikan teknik dasar renang gaya dada, dan nilai-nilai yang terkandung didalamnya 2. Kompetensi Dasar 12.1. Mempraktikan koordinasi gerakan kaki dan lengan renang gaya dada serta nilai disiplin, keberanian dan kebersihan. 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Melakukan koordinasi gerakan kaki dan lengan. Melakukan koordinasi gerakan lengan dan pernapasan Melakukan koordinasi gerakan renang gaya dada 4. Materi Pokok Renang gaya dada / gaya katak 5. Uraian Materi Berdirilah di tepi kolam dan berpegangan pada pinggiran kolam kemudian luruskan badan ke belakang. Perhatikan gambar 2.1 yang menunjukkan latihan gerakan kaki renang gaya dada : A = sikap permulaan berpegangan di stang, posisi badan miring di air.

B = Hitungan "satu", melipat tungkai bawah, sampai menyentuh tungkai atas (betis menyentuh paha) C = Hitungan "dua" membuka tungkai bawah dan memutar telapak kaki keluar (abdusio tungkai bawah dan eksorotasi telapak kaki) D = Hitungan "tiga", membuka tungkai atas (paha) yang diikuti oleh tungkai bawah dan telapak kaki. E = Hitungan "empat", merapatkan dan sekaligus meluruskan seluruh tungkai menjadi sikap lurus seperti F.

G = Hitungan "lima", badan tetap dalam posisi lurus untuk keperluan luncuran saat kegiatan pindah tempat nantinya.

Gambar 2.1 : Latihan gerakan kaki

Gambar 2.2 : Gerakan kaki di lihat dari samping dikoordinasikan dengan meluncur

a. Gerakan tangan Setelah mempelajari gerakan meluncur, gerakan kaki, sekarang kita pelajari cara melakukan gerakan lengan dan tangan renang gaya dada. Sikap awal: - dapat dilakukan di darat maupun di dalam air dengan kolam yang rendah - jika dilakukan di darat - berdiri dengan kedua kaki kangkang - bungkukkan badan kedua lengan lurus Gerakannya : - buka ke dua lengan kesamping dengan kedua telapak tangan di buka jari-jari rapat. - selanjutnya tekuklah lengan sambil melakukan tarikan di dalam air, putar kedua telapak tangan sambil menekan ke bawah sampai di bawah dagu. - pertemuan kedua telapak tangan berada di bawah dada dilanjutkan lurus ke depan dengan telapak tangan menghadap ke bawah. - Jika dilakukan di dalam air.

Gerakannya sama dengan di darat, sekarang coba Kamu lakukan di dalam air setelah Kamu coba gerakan tangan, sekarung koordinasikan dengan latihan mulai dari meluncur, gerakan kaki dan tangan. Perhatikan gambar di bawah ini adalah latihan gerakan tangan gaya dada yang dilakukan di dalam air tanpa menggunakan gerakan kaki.

Gambar 2.4: Gerakan tangan yang dikoordinasi dengan meluncur

b. Pengambilan napas Cara pengambilan napas sangat perlu dilatihkan karena merupakan hal yang sangat penting dalam olahraga renang. Berbeda dengan pengembilan napas pada renang gaya bebas, kalau pada renang gaya dada pengambilan napas dapat dilakukan dengan sedikit mengangkat kepala ke depan atas hingga muka terangkat sampai permukaan air dan saat mengeluarkan udara terjadi pada waktu kepala, muka berada di dalam air. Hal ini dapat Kamu lakukan / latihan di darat lebih dahulu, setelah itu lakukan di dalam kolam yang dangkal.

Gambar 2.5 : Gerakan Pengambilan Napas

c. Koordinasi gerakan Lakukan gerakan koordinasi renang gaya dada dimulai dari tepi kolam yang dangkal, mulailah dari gerakan meluncur, gerakan kaki, gerakan tangan dan di ikuti dengan pengambilan napas. Perlu di ingat saat melakukan renang gaya dada tidak dibenarkan melakukan gerakan kaki membuka bersamaan dengan ayunan tangan kesamping, hal ini akan menyebabkan gerakan renang tidak maju ke depan. Cara melakukan latihan di kolam Latihan yang dilakukan di kolam dapat mcmpergunakan sudut kolam yang dangkal dengan formasi, sebagai berikut.

x x X X X

X X

X X

X X

X X

X X
x

X X X

X X X

X X X

X X X

Keterangan gambar x x = guru = siswa = arah kegiatan = arah kembali ke tempat awal

C. PENUTUP Saya ucapkan selamat, karena Kamu telah berhasil menyelesaikan kegiatan pembelajran pada modul ini. Mudah-mudahan keberhasilanmu dapat mendorong semangatmu untuk terus belajar melalui modul-modul ini Setelah Kamu menguasai gerakan-gerakan teknik dasar renang gaya dada terdiri dari gerakan pengenalan air sampai koordinasi gerakan, maka kini Kamu dapat mempelajari modul berikut! Ingat setiap akan melakukan kegiatan olahraga Kamu harus terlebih dahulu pemanasan yang cukup. Jika latihan yang Kamu lakukan belum menguasai usahakan agar Kamu dapat mengulang-ulang latihan sehingga nilai yang Kamu peroleh bisa mencapai 6.5 . Selamat melanjutkan pada modul berikut !

PJOK. VII.2.6.16

MODUL SMP TERBUKA

Mata Pelajaran Kelas Semester Waktu

: Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan : VII : 2 : 2 x 40 menit

KEGIATAN SISWA
KESEHATAN

Penulis Pengkaji

: Dra. Hj. Indrawati, M. Pd : Drs. Roji

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL 2009

A. PENDAHULUAN Tidak terasa Kamu telah menyelesaikan beberapa modul dengan baik, dengan penelitian kegiatan pembelajaran wajib telah Kamu selesaikan pula. Tetaplah bersemangat agar modul tersebut dapat diselesaikan dengan baik secara keseluruhan dan memperoleh hasil yang memuaskan. Setelah Kamu mempelajari modul yang terdahulu, kini Kamu akan mempelajari modul tentang penyakit seksual. Yang konon penyakit ini sebagai penyakit menular. Nah, Kamu harus mempelajari dengan baik agar Kamu dapat memahami bagaimana terjangkitnya penyakit yang berbahaya ini.

Selamat Belajar ya !

B. KEGIATAN BELAJAR Kegiatan 1 : Penyakit Kelamin a Standar Kompetensi 13. Menerapkan budaya hidup sehat b Kompetensi Dasar 13.1 Melakukan identifikasi berbagai penyakit menular seksual 13.2 Menerapkan cara menghindari penyakit menular c Indikator Pencapaian Kompetensi Melakukan identifikasi penyakit meular seksual. Melakukan identifiaksi cara penularan Melakukan identifikasi cara pencegahan d Materi Pokok Penyakit Menular Seksual (PMS) e Uraian Materi Penyakit menular seksual mempunyai ruang lingkup yang begitu luas, dalam arti dengan adanya perkembangan teknologi telah banyak ditemukan pula jenis-jenis penyakit menular. Dalam modul ini akan Kamu pelajari beberapa penyakit menular seksual, diantaranya GONORRHOE, SIFILIS dan AIDS. Setelah Kamu mempelajari diharapkan Kamu dapat mengetahui dan menghindari beberapa jenis penyakit menular seksual ini. 1. GONORE (GONORRHOE) Penyakit ini disebabkan oleh sejenis bakteri yaitu GONOCO dan penularannya hampir selalu karena persetubuhan dan dapat pula di katakan sebagai jenis penyakit kelamin yang disebabkan oleh NEISSEPI GONNORHOE dengan masa tunas 2-5 hari atau lebih, setelah itu akan timbul dan terjadi keluhan-keluhan pada kening. a. Gejala penyakit Perasaan nyeri seperti terbakar ketika buang air Sering buang air kecil, agak berwarna kekuning-kuningan dan kehijauhijauan Pada pria, ujung zakarnya memerah dan membengkak, sedangkan pada wanita bagian vagina terasa panas dan bengkak Pengeluaran getah yang menahun, baik pada pria maupun pada wanita Pada taraf akut terhadap perasaan tidak enak dan rasa nyeri Bila kuman penyakit ini sudah menyerang peredaran darah dapat menimbulkan: Peradangan pada persendian seperti lutut, mata kaki dan siku

Peradangan pada mata, seperti bayi yang dilahirkan dan ibu yang menderita penyakit ini b. Cara penularan Melalui kontak langsung, dengan hubungan seksual Mclalui kontak tidak langsung, scperti melaLui benda-benda yang telah terkontaminasi Bahkan dapat diturunkan pada anak dan seorang ibu yang menderita Gonore (Gonorrhoea) c. Cara pencegahannya Yang ditujukan pada penderita, dengan pengobatan untuk menyembuhkan dan menghilangkan sumber penularan dengan cara: Case finding, yaitu mencari penderita dalam masyarakat dengan jalan pemeriksaan Contact tracing, yaitu menanyakan kepada penderita pada siapa saja telah menularkan, agar dapat diusut hingga pengobatan dapat segera diberikan

Yang ditujukan pada sumber penularan, yaitu dengan pendataan (regristasi) dan lokalisasi wanita tuna susila (WTS) agar dapat diberikan pengobatan secara periodik Yang ditujukan kepada masyarakat, yaitu dengan cara memberikan penerangan pengetahuan tentang bahaya penyakit Gonore (Gonorrhoea) karena salah satu faktor insiden dan penyakit menular seksual (PMS) adalah ketidaktahuan masyarakat terhadap penyakit tersebut, dan yang lebih penting patuhilah norma-normal perahiran agama. 2. Sifilis (Syphilis) Merupakan jenis penyakit kelamin yang disebabkan oleh TREPONEMA PALLIDUM yang kronis dan bersifat sisteinik, yang dalam perjalanannya dapat rnenyerang seluruh anggota tubuh. Adapun yang dimaksud dengan penyakit kelamin adalah penyakit menular yang cara penularannya biasanya karena berhubungan kelamin (sexual contact).

a. gejala-gejala penyakit dapat dibagi dalam empat tingkatan, sebagai berikut : Tingkat Gejala Gejala-gejala yang terjadi pada penderita Setelah masa tunas 1-3 minggu Terdapat benjolan kecil di daerah kemaluan, kulit di atasnya akan rusak dan berubah menjadi luka berbentuk bulat oval dan bila dipijat tidak terasa nyeri Kurang lebih 3 minggu terjadi pembengkakan di daerah lipatan paha, keras dan tidak nyeri, dan biasanya penderita akan merasakan: Sakit Suhu badan rneninggi Atau penderita tidak mengalami gangguan apa-apa Setelah kurang lebih 3-6 minggu Pada seluruh tubuh terdapat bercak-bercak merah dan benjolan kecil bundar Benjolan kecil dan bundar tersebut tidak nyeri dan gatal, dapat sembuh sendiri atau timbul terus-menerus hingga tingkat gejala III Pada organ tubuh terdapat benjolan-benjolan yang disebut GUMMA, seperti pada tulang, kaki, otak, jantung, pembuluh darah dan syaraf GUMMA ini dapat berlangsung beberapa tahun, hingga tingkat gejala IV Susunan syaraf sudah terkena atau dapat disebut NEUROLEUS Dinding aorta mengalami perubahan hingga tidak kuat menahan tekanan darah dan pecah, lalu masuk ke dalam rongga dada, hingga penderita dapat mati mendadak Pembuluh darah dalam otak mengalami penyempitan hingga otak sedikit/tidak mendapatkan darah, dan biasanya berakhir dengan kematian atau didahului dengan gejala-gejala: Kelumpuhan Tidak bisa berbicara Kebutaan Mati sebelah Tuli Timbul perubahan kejiwaan pada penderita (DEMENTIA PARALYTICA) Terjadinya TABES DORSALIS pada penderita yang disebabkan oleh rusaknya urat syaraf, biasanya terjadi pada usia 40-50 tahun dan kadang-kadang terjadi pada usia lebih muda

II

III

IV

b. Cara penularan Melalui kontak langsung, dengan hubungan seksual Melalui kontak tidak langsung, seperti jarum suntik, tranfusi darah, atau benda-benda yang sudah terkontaminasi c. Cara pencegahan Yang ditujukan pada penderita, dengan pengobatan untuk menyembuhkan dan menghilangkan sumber penularan dengan cara: Case finding, yaitu mencari penderita dalam masyarakat dengan jalan pemeriksaan Contact tracing, yaitu menanyakan kepada penderita pada siapa saja telah menularkan, agar dapat diusut hingga pengobatan dapat segera diberikan Yang ditujukan pada sumber penularan, yaitu dengan pendataan (regristasi) dan lokalisasi wanita tuna susila (WTS) agar dapat diberikan pengobatan secara periodic Yang ditujukan kepada masyarakat, yaitu dengan cara memberikan penerangan pengetahuan tentang bahaya penyakit Sifilis (Syphilis) karena salah satu faktor insiden dan penyakit menular seksual (PMS) adalah ketidak tahuan masyarakat terhadap penyakit tersebut dan yang lebih penting patuhilah norma-norma/peraturan agama. Dari dua jenis penyakit menular diatas, setelah Kamu pelajari di harapkan Kamu dapat menguasai dan melakukan tindakan agar terhindar dari kedua penyakit tersebut. Untuk selanjutnya mari kita pelajari penyakit AIDS yang selama kurun waktu terakhir banyak dibahas dalam beberapa media, baik itu elektronik meupun surat kabar.

Kegiatan 2 : Penyakit Menular AIDS 1. Standar Kompetensi 14. Menerapkan budaya hidup sehat 2. Kompetensi Dasar 13.1 Melakukan identifikasi berbagai penyakit menular seksual 13.2 Menerapkan cara menghindari penyakit menular 3. Indikator Pencapaian Kompetensi Melakukan identifikasi penyakit menular seksual. Melakukan identifikasi cara penularan Melakukan identifikasi cara pencegahan 4. Materi Pokok Penyakit Menular Seksual (PMS) 5. Uraian Materi 3. Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) Merupakan sindrom dengan gejala penyakit infeksi oportunistik atau kanker tertentu akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh infeksi virus HIV(Human Immuno Deficiency Virus). Untuk pertama kalinya penyakit ini ditemukan di Amerika Serikat tahun 1981, sedangkan jenis virusnya baru ditemukan tahun 1983 oleh ilmuwan Perancis, MONTAGNIER. a. Gejala-gejala penyakit Perjalanan penyakit lambat dan gejala-gejala AIDS baru timbul 10 tahun sesudah penderita terkena infeksi HIV, bahkan dapat lebih lama lagi, berikut gejala umum pada AIDS, diantaranya: Pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak, atau kelipatan paha Berat badan turun sampai < 10% dan garis dasar Demam berlangsung paling sedikit selama 1 bulan Berkeringat hebat di waktu malam hari Keletihan (kelelahan) Diare yang berlangsung paling sedikit 1 bulan Nafas pendek serta batuk-batuk Timbulnya bintik berwarna dadu sampai ungu pada bagian kulit penderita, termasuk di rongga mulut, hidung, atau kelopak mata. (Hal ini tidak ditemukan pada penderita AIDS wanita)

b. Penularan penyakit Menurut laporan WHO, hingga 1 juli 1994 terdapat sejumlah 985,119 kasus AIDS di dunia, namun angka tersebut masih jauh dari angka perkiraan, karena saat ini diduga jumlah penderita AIDS di dunia telah mencapai 4 juta kasus dan lebih dan I6 juta kasus pengidap HIV dewasa dan 2 juta kasus AIDS anak-anak, hingga perkiraan pada tahun 2000 jumlah kasus akan rneningkat menjadi 40 juta mengidap HIV dewasa dan lO juta anak-anak. Perkembangan penyakit ini luar biasa cepatnya, karena berkembang bukan secara ARITMATIK (2,4,6,8 dan seterusnya) seperti penyakit-penyakit yang lainnya, akan tetapi berkembang secara EXPONENSIAL (2, 4, 8, 16, 32 dan seterusnya). Secara umum penularan penyakitnya dapat melalui: Kontak Iangsung, yaitu hubungan seksual, baik melalui vagina, anus, dan oral Kontak tidak lansung, yaitu melalui benda-benda yang sudah terkontaminasi HIV, seperti jarum suntik, peralatan kesehatan gigi dan darah (donor darah dari penderita AIDS) Melalui ibu hamil yang menderitat AIDS, pada anak yang dikandungnnya c. Pencegahan penyakit Hingga saat ini belum ditemukan vaksin atau obat yang efektif untuk menyembuhkan AIDS/infeksi HIV. Berikut beberapa pencegahan yang dapat dilakukan diantaranya: Hindari melakukan aktivitas seksual antar laki-laki, karena sangat beresiko tinggi terkena AIDS, kurang lebih 65% Hindari melakukan aktivitas seksual dengan WTS atau bergantiganti pasangan, karena resiko terkena AIDS kurang lebih 4% -7% Hindari transfusi darah atau donor darah dan pengidap AIDS, karena beresiko terkena AIDS, kurang lebih 4% -5% Hindari penggunaan obat, melalui injeksi jarum bekas, karena beresiko terkena AIDS, kurang lebih 5% - 10% Hindari penggunaan peralatan orang lain, seperti sikat gigi dan pisau cukur Patuhilah norma-norma/ peraturan agama Tips: 1. Sangat dianjurkan untuk pcscrta didik mcngkonsumsi makanan yang cukup mengandung gizi dan tidak mengandung racun bibit penyakit, hingga makanan yang dikonsumsi perlu diperhatikan masalah kebersihan dan cara pengolahannya 2. Untuk rnencegah yang bersifat preventif tentang penyakit kelamin hendaknya menghindari dari sumber penularan, menjauhi pergaulan bebas dan mematuhi norma-norma agama

Setelah mempelajari dan mengetahui gejala-gejala dan cara penularannya dari penyakit menular seperti GONORRHOE, sifilis dan AIDS: tentunnya semua ini dapat menjadi bahan petimbangan yang sangat penting dalam tindakan-tindakanmu di kemudian hari. Hindarilah hubungan badan dengan lawan jenis sebelum Kamu menikah juga jauhilah pelacuran.

C. PENUTUP Saya ucapkan selamat, karena Kamu telah berhasil menyelesaikan kegiatan pembelajran pada modul ini. Mudah-mudahan keberhasilanmu dapat mendorong semangatmu untuk terus belajar melalui modul-modul ini Selesai sudah modul kelas VII yang Kamu pelajari, dan kini berakhir pula pembelajaran di kelas VII. Untuk selanjutnya, Kamu akan mempelajari modul kelas VIII setelah Kamu menyelesaikan tugas-tugas pada modul ini. Selamat ya, jika Kamu dapat naik ke kelas VIII. Ingat setiap akan melakukan kegiatan olahraga Kamu harus terlebih dahulu pemanasan yang cukup. Jika latihan yang Kamu lakukan belum menguasai usahakan agar Kamu dapat mengulang-ulang latihan sehingga nilai yang Kamu peroleh bisa mencapai 6.5 . Selamat melanjutkan pada modul berikut !

DAFTAR PUSTAKA - Prof. Dr. Dumadi, Drs. Kasiyo Dwijowinoto, MS, Renang : Materi, Metode, Penilaian., Depdikbud, Dikti, Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan, 1992 - Drs. Soejoko Handromartono, Olahraga Pilihan Renang, Depdikbud, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Proyek Pembinaan Tenaga Kependidikan, 1992 - Depdiknas, Dikdasmen, Buku VI Pedoman Renang, 2003 - Yudha M. Saputra, Drs. M.Lid. Dasar-dasar Keterampilan Atletik : Pendekatan Bermain untuk Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, Depdiknas, Ditpora Jakarta, 2001. - A. Carr, Gerry, Atletik untuk sekolah, Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada. - Roji, Drs. Pendidikan Jasmani VII, Erlangga, Jakarta 2004