Anda di halaman 1dari 6

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Elemen-elemen arsitektur merupakan elemen-elemen desain yang dimana menuntut kita mengetahui tentang berbai elemen elemen desain yang tentunya mempengaruhui suatu rancangan dalam mendesain sebua bangunan Dalam mendesain sebua bangunan jika kita tidak mengetahui elemen elemen desainya seperti ruang dalam ( interior), ruang luar (exterior), keindahan (estetika), dan lain-lain.akan brpengaru besar terhadap bangunan yang kita rancang. Jika semua elemen elemen desain ini bersatu maka akan membentuk sebua ruangan yang tertata rapi dan inda, serta akan ada harmoni didalam desain tersebut dan masi ada pula faktr pendunkungya yaitu garis , tekstur , dan warna. B. Tujuan Dan Manfaat Tujuan dari peulisan makalah ini adalah sebagai berikut : Untuk memberikan sedikit pengetahuan tentang elemen-elemen arsitektur dalam ilmu dalam rancang bangun dan desain. Manfaaat yang dapat diperoleh dari penulisan makalah ini yaitu : Mahasiswa dapat mempedalam pengetahuan tentang berbagai elemen dalam arsitektur.

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian elemen-elemen arsitektur Elemen Arsitektur adalah adalah elemen pennunjang dalam mendesain sebuah bangunan dimana kita mengetahui ada berbagai elemen yang mempengaruhi desain semua elemen ini bersatu membentuk kesan ruang,ketika semua elemen bersatu dengan cara yang baik,akan ada harmoni desain baik interior maupun eksterior. B. Jenis-Jenis Elemen Arsitektur Elemen-Elemen Arsitektur terbagi menjadi empat bagian yaitu : 1. Kegunaan ( fungsi ). Dalam merancang sebuah bangunan kita harus mempertimbangkan fungsi ruang tersebut, misal dalam merancang sebuah rumah tinggal, ruangan kita adakan pasti telah kita ketahui fungsinyasaebab dengan fungsi tersebutkita akan dapat atau mudah dalam mengatur tata letak ruang, dimensi ruang,keindahan ruang ,dan penempatan penempatan ruang,warna cat dan lain-lain. 2. Estetika ( Keindahan ). Secara umum kita ketahui bahwa Arsitektur merupakan perpaduan antara ilmu pengetahuan dan seni, dengan didukung pula dengan teori Vitruvius yang menempatkan arsitektur sebagai disiplin ilmu yang memanfaatkan secara bersama rasio atau logika, dan emosi atau perasaan. Pendekatan arsitektur menjadi bersifat multidisiplin dan beragam, antara lain melalui pendekatan seni yang didasari nilai-nilai esateti Dengan menilai arsitektur sebagai seni berarti teori seni atau teori estestika harus pula diterapkan pada arsitektur. Terdapat beberapa pengertian estetika atau keindahan yaitu : a. b. c. d. Nilai-Nilai yang menyenanbgkan pikiran, mata, dan telinga (kamus oksford). Sesuatu indah kalau sesuai dengan tujuan atau fungsi dan kegunaan (Socrates). Ekspresi luhur (Hegel). Sesuatu yang struktural (Schopenhauer).

e.

Bentuk sempurna yang ada pada alam (Baum garten .

Teori estetika pada dasarnya dapat dibagi tiga : a. Teori estetik formil Yaitu teori yang banyak berhubungan dengan seni klasik. Teori ini menyatakan bahwa keindahan luar bangunan menyangkut persoalan bentuk dan warna teori beranggapan bahwa keindahan merupakan hasil formil dari ketinggian,lebar,ukuran atau dimensi, dan warna. b. Teori Estetik ekspresionis Teori ini menyatakan bahwa keindahan tidak selalu terjelma dari bentuknya tetapi dari maksud dan tujuan atau ekspresinya teori ini beranggapan bahwa keindahan karya seni terutama bergantung pada apa yang di ekspresikanya. C. Teori Esteti Psikologis. Menurut teori ini keindahan mempunya tiga aspek yaitu : Keindahan dalam arsitektur merupakan irama yang sederhana dan mudah Keindahan merupakan akibat dari emosi yang dapat diperlihatkan dengan prosedur psikoanalistik. Keinhan merupakan akibat rasa kepuasan sipengamat sendiri terhadap objek yang dilihatnya. 3. Ruang Ruang mempunyai arti penting bagi kehidupan manusia, ruang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia baik secara psikologis,

emosial,(presepsi),maupun dimensional. Imanuelkant berpendapat bahwa ruang bukanlah sesuatu yang objektif atau nyata tetapi merupakan sesuatu yang subjektif sebgai hasil pikiran dan perasaan manusia. Sedangkan Plato berpendapat bahwa ruang adalah suatu kerangka atau wadah dimana objek dan kejadian tertentu berada. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ruang adalah :

Suatu wadah yang tidak nyata akan tetapi dapat dirasakan oleh manusia perasaan presepsi masing-masing indipidu melalui penglihatan

,penciuman,pendengaran dan penapsirannya. Untuk menyatakan bentuk dunianya manusia menciptakan ruang tersendiri dengan dasar fungsi dan keindahan yang disebut ruang arsitektur. Ruang Arsitektur menyangkut : a. Ruang Dalam Pada umumnya dikatakan ruang dalam (interior) di batasi oleh tiga bidang yaitu alas atau lanta, dinding,dan langit langit atau atap hanya perlu diingat bahwa beberapa hal,ruang dalam sukar dibedakan tiga bidang pembatas yang terjadi misalnya pada konstruksi shell karena dinding dan atap menjadi satu. b. Ruang Luar Ruang yang terjadi dengan membatasi alam hanya pada bidang ala s dan dindingnya sedangkan atap nya dapat dikatakan tidak terbatas. Sebagai lingkungan luar buatan manusia yang mempunyai arti dan maksud tertentu dan sebagai bagian dari alam. Arsitektur tanpa alam ,akan tetapi dibatasi oleh dua bidang : lantai dan dinding atau ruang yang terjadi dengan menggunakan dua elemen pembatas. Hal ini menyebabkan bahwa lantai dan dinding menjadi elemen penting merencamakan ruang luar. A.Ruang Mati Pengertian dari ruang hidup adalah bentuk yang benar dalam hubungannya dengan ruang-ruang yang bermutu untuk berkomposisi dengan struktur yang didalam

direncanakan dengan baik harus ada hubunganya dengan karakter massa dan fungsi dari struktur-struktur seperti itu. Dari pengertian di atas ini Ruang Mati (death space) dapat disimpulkan sebagai kebalikan daripada ruang hidup ,yaitu: Ruang terbentuk dengan tidak direncanakan, tidak terlingkup dan tidak dapat digunakan dengan baik. (ruang yang terbentuk tidak dengan diserngaja atau ruang tersisa ).Ruang mati bila kita lihat merupakan ruang yang terbuang percuma. Ruang

tersebut tanggung bula digunakan untuk salah satu kegiatan . sebab terjadinya tidak direncanakan. 4. Kekuatan kekuatan mempunyai kaitan erat dengan desain bangunan , biarpun beban bangunan sangat berat tetapi jika pondasinya kuat maka bangunan tersebut tidak akan mudah roboh /hancur sekalipun ada gempa kekuatan timbul jika ada beberapa faktor diantaranya ; Adanya Kekompakan Adanya Keseimbangan Adanya Tulangan

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan Yang dapat ditarik dari makalah ini adalah sebagi berikut : Elemen arsitektur terbagi menjadi empat bagian yaitu kegunaan (fungsi), estetika

(keindahan), ruang (ruang dalam atau interior dan ruang luar atau eksterior),kekuatan. B. Saran Adapun saran yang kami ajukan dari penulisan makalah ini,adalah perlu kiranya mahasiswa dapat mengerti dan memahami intisari dari penulisan makalah ini,sehingga dapat diaplikasikan bagi mahasiswa sendiri serta bagi para pembaca makalah ini. Kritik dan saran dari penulisan makalah ini sangat kami harapkan, guna perbaikan penulisan makalah selanjutnya.