Anda di halaman 1dari 1

JAKARTA, KOMPAS.com Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh menegaskan bahwa pe merintah menerapkan kebijakan pendidikan nondiskriminasi.

Lewat kebijakan ini, p emerintah berusaha mendorong pemerataan pendidikan seluas mungkin. "Sesuai arahan Bapak Presiden, kami telah menetapkan salah satu kebijakan yang d isebut kebijakan nondiskriminasi, yaitu berupa upaya pemberdayaan sekolah di dae rah khusus, daerah terpencil, daerah perbatasan, dan pulau-pulau terluar di Indo nesia," ujar Nuh, Sabtu (13/8/2011) di Istana Negara. Ia menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam acara Silaturahim Ib u Negara Ani Yudhoyono dengan Guru Sekolah Dasar Berdedikasi di Daerah Khusus da n Guru Pendidikan Khusus Berdedikasi Tingkat Nasional Tahun 2011. Hadir pula dal am acara itu, istri Wakil Presiden Boediono, Herawati Boediono. Dengan kebijakan tersebut, menurut Nuh, peningkatan jumlah serta kualitas guru a taupun insentif bagi mereka di daerah khusus pun menjadi prioritas kementerian y ang dipimpinnya. " Ini sudah dituangkan dalam Permendiknas (Peraturan Menteri Pe ndidikan Nasional) Nomor 25 Tahun 2011," katanya. Ada 99 guru yang tahun ini terpilih sebagai guru paling berdedikasi. Mereka dipi lih dari sekian banyak guru yang bertugas di daerah terpencil dan bertugas menga jar di sekolah-sekolah untuk anak berkebutuhan khusus. Acara tersebut diselenggarakan oleh Solidaritas Isteri Kabinet Bersatu (Sikib) s erta didukung oleh sejumlah pihak, antara lain Eka Tjipta Foundation yang menyum bangkan hadiah laptop bagi setiap guru.