P. 1
Sejarah Lengkap Gumi Sasak

Sejarah Lengkap Gumi Sasak

|Views: 3,249|Likes:
Dipublikasikan oleh Kusman Suriadi

More info:

Published by: Kusman Suriadi on Sep 06, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/20/2013

pdf

text

original

Makam ini terletak di

sebuah kampung yang bernama

Peresak. desa Selaparang,

kecamatan

Pringgabaya,

kabupaten Lombok Timur.

Kira-kira berjarak 4 kilometer

di sebelah barat laut ibu kota

kecamatan Pringgabaya. Dari

Mataram ibu kota Provinsi

Nusa Tenggara Barat berjarak

lebih kurang 60 kilometer, dapat dijangkau dengan segala jenis

kendaraan termasuk jenis bus.

Makam Selaparang termasuk sebuah monumen peninggalan

sejarah dan purbakala yang pada saat ditemukan dan dicatat sebagai

peninggalan sejarah dan purbakala sudah tidak dipergunakan lagi

sebagaimana fungsinya semula yaitu sebagai tempat pemakaman.

Oleh karena itu, makam Selaparang termasuk dalam klasifikasi

monumen mati disebut dead monument.

Makam Selaparang memiliki fungsi sosial yang cukup

penting sebagai tempat berziarah. Makam ini terkenal juga dengan

sebutan makam keramat raja Selaparang. Hal ini dapat dilihat dari

banyaknya peziarah pada waktu-waktu tertentu, terutama pada

musim menjelang keberangkatan jamaah haji ke Mekah, banyak

Gumi Sasak Dalam Sejarah

130

yang memerlukan berziarah ke makam ini terlebih dahulu. Tradisi ini

masih berlanjut sampat sekarang.

Selaparang merupakan sebuah kerajaan yang sangat dikenal

baik di Lombok maupun luar Lombok, nama Selaparang masih

lestari sampai sekarang sebagai nama sebuah desa tempat makam

Selaparang itu berada. Masyarakat suku Sasak di Lombok sangat

percaya bahwa makam kuno Selaparang adalah tempat makam raja-

raja Selaparang Islam. Selaparang adalah sebuah kerajaan Islam

tertua di Lombok.

Di desa Selaparang terdapat pemakaman kuno, masing-

masing dikenal Makam Keramat Selaparang dan Makam Tanjung.

Keduanya dipercaya makam-makam raja Selaparang. Sayang saja

kita belum mengetahui secara pasti siapa nama-nama tokoh yang

dimakamkan di tempat itu, karena belum adanya sumber-sumber

tertulis yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.telihat

bentuk makam dan batu nisannya, mungkin sekali kalau yang

dimakamkan itu tokoh-tokoh yang berpengaruh pada masa itu.

Mungkin saja seorang raja atau tokoh penyiar Agama.

Persekutuan masyarakat hukum yang tertinggi di Lombok

telah ada sejak tahun 1543 M. Hal ini didasarkan pada sejumlah

lontar yang menyebutkan pembagian pulau Lombok menjadi

beberapa daerah kecil yang diperintahkan oleh seorang datu, seperti

Sokong, Bayan, Selaparang, dan sebagainya. Dengan demikian,

maka dapat dianggap nama Selaparang telah muncul pada

pertengahan abad ke 16 M.

Babad Lombok menyebutkan bahwa ajaran agama Islam

masuk ke Lombok dibawa oleh Sunan Prapen Putra Sunan Ratu Giri,

bersamaan dengan pengiriman Datoq Bandan (Datuq Ri Bandan) ke

Makassar dan Selayar, untuk menyebarkan agama Islam. Peristiwa

tersebut terjadi pada masa pemerintahan Sunan Dalem atau pada

masa pemerintahan Batu Renggong dari Kerajaan Gelgel.

Di dalam kompleks Makam Keramat Selaparang ada sebuah

batu nisan yang bertuliskan huruf arab dan huruf-huruf yang

merupakan peralihan huruf Jawa kuno ke huruf Bali. Inskripsi ini

Gumi Sasak Dalam Sejarah

131

terdiri atas lima baris, terpahat dalam relief yang timbul (sekarang

sudah aus dan rusak), bertuliskan:

Baris Kesatu : la ilaha ilallah

Baris Kedua : wa muhammadun rasul

Baris Ketiga : ulla (dan) maesan

Baris Keempat : gagawean

Baris kelima : parayuga

Menurut W.F. Stutterheim, inskripsi tersebut adalah sebuah

candra sengkala yang bernilai angka tahun 1142 Hijriah atau 1729

M. Angka tahun ini dihubungkan dengan kematian raja Selaparang

yang pada 6 tahun sebelumnya (1723 M), berperang mengusir orang-

orang Sumbawa dengan bantuan orang-orang Bali yang pada akhir

abad ke-17 berhasil menanamkan kekuasaannya atas sebagian pulau

Lombok. Akan tetapi, batu nisan yang berangka tahun itu adalah

makam Ki Gading atau Penghulu Gading. Melihat namanya

bukanlah seorang raja atau datu melainkan seorang tokoh penyebar

agama. Kalau kita berpegang pada angka tahun tersebut, maka usia

peninggalan berupa makam keramat raja ini tidak terlalu tua kira-kira

2 atau 3 abad yang lampau. Perlu disadari bahwa angka tahun

tersebut tidak dapat menentukan umur dari makam tersebut karena

sangat mungkin bahwa makam-makam yang terdapat di dalamnya

berasal dari masa yang berbeda-beda.

Memperhatikan tipologinya, bagian terbesarbatunisanyang

ada di kompleks pemakaman Selaparang mengingatkan kita kepada

bentuk batu yang terdapat di Aceh, Banten dan Madura yang berasal

dari abad ke 16 dan 17 M. Oleh karena itu, dari sudut arkeologi

peninggalan Islam termasuk peninggalan yang tua.

Sebelum berdirinya kerajaan Selaparang Islam, telah ada

kerajaan Selaparang Hindu yang didirikan oleh Ratu Mas Pahit, salah

seorang keturunan Prabu Brawijaya dari Majapahit. Kerajaan inilah

yang dihancurkan oleh pasukan Majapahit di bawah pimpinan

Senopati Nala.

Gumi Sasak Dalam Sejarah

132

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->