P. 1
K100050027

K100050027

|Views: 68|Likes:
Dipublikasikan oleh dshoppingholic

More info:

Published by: dshoppingholic on Sep 07, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/05/2015

pdf

text

original

POLA PEMILIHAN OBAT DAN OUTCOME TERAPI GASTROENTERITIS AKUT (GEA) PADA PASIEN PEDIATRI DI INSTALASI RAWAT INAP

RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH SURAKARTA JANUARI - JUNI TAHUN 2008

SKRIPSI

Oleh:

MEGA NURMASARI K100050027

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA SURAKARTA 2010

.3 miliyar dan kematian pada anak balita sebanyak 3. sebagian besar (70-80%) dari penderita ini adalah anak dibawah 5 th (±40 juta kejadian). Di Indonesia. 1994). Di seluruh dunia diperkirakan diare menyebabkan 1 billiun episode dengan angka kematian sekitar 3-5 miliyar setahunnya. Kelompok ini setiap tahunnya mengalami lebih dari satu kejadian diare (Suharyono dkk.3 miliyar dan kematian pada anak balita sekitar 1. Dengan demikian di Indonesia dapat ditemukan penderita diare sekitar 60 juta kejadian setiap tahunnya. Gastroenteritis menjadi lebih serius pada orang yang kurang gizi sebab dapat memperburuk keadaan kurang gizi yang telah ada. LATAR BELAKANG MASALAH Penyakit diare sering disebut Gastroenteritis masih merupakan salah satu masalah kesehatan utama dari masyarakat di Indonesia. orang bisa tidak lapar dan ibu mungkin tidak memberi makan pada anak yang menderita diare. Selama diare zat gizi hilang dari tubuh. Pada tahun 1995 Depkes RI memperkirakan terjadi episode diare sekitar 1. Beberapa ibu mungkin menunda pemberian makanan pada bayinya selama beberapa hari. walaupun diare telah membaik (Andrianto. diare akut masih merupakan penyebab kesakitan dan kematian yang penting pada anak.2 juta setiap tahunnya (Soebagyo. 2008). 1995).BAB I PENDAHULUAN A.. Data survey tahun 2002 menunjukkan angka kesakitannya adalah sekitar 200-400 kejadian diare diantara 1000 penduduk setiap tahunnya.

yang tidak jarang akan berakhir dengan shock dan kematian.Kematian akibat gastroenteritis biasanya bukan karena adanya infeksi dari bakteri atau virus tetapi karena terjadi dehidrasi. bahkan kejang. panas. . 2008).anak kondisi ini lebih berbahaya karena cadangan intrasel dalam tubuh mereka kecil dan cairan ekstra selnya lebih mudah dilepaskan jika dibandingkan oleh orang dewasa (Firdaus. dimana pada diare yang hebat anak akan mengalami buang air besar dalam bentuk cair beberapa kali dalam sehari dan sering disertai dengan muntah. Data dari yang didapatkan di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta pada bulan Januani-Juni terdapat 75 kasus pasien pediatri dengan diagnosa gastroenteritis akut. Pada bayi dan anak. tubuh akan kehilangan banyak air dan garam–garam sehingga dapat mengakibatkan dehidrasi. Peningkatan diare juga terjadi pada saat sumber air khususnya air minum terkontaminasi air “kotor” seperti daerah yang terkena dampak banjir di Surakarta dan sekitarnya. hipoglikemis. Penggunaan obat terhadap suatu kasus penyakit misalnya diare akan lebih baik dan bermanfaat jika benar–benar memenuhi kriteria rasionalnya. Oleh karena itu. 1997). 1997). asidosis. Di daerah tropik terutama di Surakarta pada musim hujan diare karena bakteri cenderung meningkat. Proses pemilihannya dilakukan secara konsisten mengikuti standar baku akan menghasilkan penggunaan obat yang sesuai dengan kriteria kerasionalnya (Sastramihardja. Timbulnya endemik diare dipengaruhi musim-musim tertentu akibat peningkatan populasi maupun virulensi faktor agent (Soebagyo.

dan banyaknya penderita diare yang berkunjung di rumah sakit atau puskesmas mendorong dilakukannya penelitian tentang gambaran pola pemilihan obat dan outcome terapi. PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan dalam latar belakang. sehingga penelitian ini dikembangkan bukan hanya membahas tentang pola pemilihan obat saja tetapi outcome terapi guna untuk melihat keberhasilan terapi dilihat dari data administratif berupa cara keluar. B.Mengingat banyaknya angka kematian yang disebabkan karena diare. Pemilihan tempat penelitian di instalasi rawat inap rumah sakit PKU Muhammadiyah karena merupakan salah satu rumah sakit swasta terbesar di wilayah Surakarta dengan banyaknya pelayanan unggulan sehingga dijadikan tujuan untuk pelayanan kesehatan pasien GEA dan data tahun 2004 di instalasi rawat inap rumah sakit PKU Muhammadiyah menyebutkan angka kesakitan yang ditimbulkan diare pada bayi dan anak masih tinggi sekitar 275 kasus. penggunaan antibiotika yang meliputi jenis antibiotika dan lama penggunaan antibiotika. Pada penelitian sebelumnya kebanyakan hanya membahas tentang pemilihan obat gastroenteritis akut. bentuk sediaan dan cara pemberian obat yang diterima pasien pediatri dengan diagnosa gastroenteritis . cara pemberian obat. Seperti apakah gambaran pola pemilihan obat yang meliputi penggolongan obat. kondisi keluar dan keadaan keluar. maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut: 1.

Seperti apa outcome terapi yang meliputi cara keluar dan kondisi keluar pada pasien pediatri dengan diagnosa gastroenteritis akut di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta periode Januari-Juni tahun 2008. cara pemberian obat. 1. Mengetahui outcome terapi yang meliputi cara keluar dan kondisi keluar pada pasien pediatri dengan diagnosa gastroenteritis akut di instalasi rawat inap rumah sakit PKU Muhammadiyah Surakarta periode Januari-Juni tahun 2008. C. 2. bentuk sediaan dan cara pemberian obat yang diterima pasien pediatri dengan diagnosa gastroenteritis akut di instalasi rawat inap rumah sakit PKU Muhammadiyah Surakarta periode Januari-Juni tahun 2008. 2. Pengertian TINJAUAN PUSTAKA Diare atau gastroenteritis (GE) adalah peningkatan frekuensi dan penurunan konsistensi pengeluaran tinja dibandingkan individu dengan . penggunaan antibiotika yang meliputi jenis antibiotika dan lama penggunaan antibiotika. Mengetahui gambaran pola pemilihan obat yang meliputi pemilihan obat yang meliputi penggolongan obat. D. TUJUAN PENELITIAN Tujuan penelitian ini adalah : 1.akut di Instalasi Rawat Inap Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Surakarta periode Januari-Juni tahun 2008.

kuman-kuman patogen dan apatogen: a) Infeksi bakteri misalnya Escherichia coli. Penyebab Menurut Noerasid dkk (1988) 70-90% penyebab diare saat ini sudah dapat diketahui dengan pasti. Gastroenteritis Akut (GEA) diartikan sebagai buang air besar (defekasi) dengan tinja berbentuk cairan/setengah cair (setengah padat) dengan demikian kandungan air pada tinja lebih banyak dari biasanya berlangsung kurang dari 7 hari terjadi secara mendadak (Soebagyo.keadaan usus besar yang normal (Dipiro et. b) Infeksi virus misalnya Rotavirus. lebih banyak cairan dan garam yang hilang. disebabkan oleh: 1) Infeksi virus. 2005).. gangguan saraf. 2) Hiperperistaltik usus halus yang dapat disebabkan oleh bahan-bahan kimia. Lebih banyak tinja cair dikeluarkan. Diare Sekresi (secretory diarrhoea). Ditinjau dari sudut patofisiologisnya. Norwalk.al. gangguan psikis (ketakutan. yang sering menyertai diare (Andrianto. 1995). maka penyebab gastroenteritis akut (diare akut) dibagi menjadi 2 golongan yaitu: a. Kehilangan cairan dan garam dalam tubuh yang lebih besar dari normal menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi timbul bila pengeluaran cairan dan garam lebih besar dari pada masukan. c) Infeksi Parasit misalnya Entamoeba hystolitica. Giardiosis lambia. hawa dingin. Dehidrasi dapat diperburuk oleh muntah. alergi. 2008). makanan. Shigella dysentriae. 2. gugup). .

1991) 3. b. (Suharyono. Tanda dan Gejala Diare Gejala gastroenteritis mula-mula anak menjadi cengeng. protein. gelisah. (Suharyono dkk. Diare non spesifik: misalnya diare dietetik. Diare infeksi spesifik: misalnya tifus abdomen dan paratifus. vitamin dan mineral). Tanda Kehilangan Cairan Warna Kulit Turgor kulit Membran Mukosa Tekanan Darah Denyut Nadi Keluaran Urine Ringan < 5% Pucat Menurun Kering Normal Normal/meningkat Menurun Sedang 5-9 % Abu – Abu Tidak elastic Sangat Kering Normal/semakin rendah Meningkat Oliguria Berat > 10 % Bercak-bercak Sangat tidak elastic Pecah – pecah Semakin rendah Cepat dan panjang Oliguria nyata nafsu makan berkurang. suhu badan meningkat. disebabkan oleh : 1) Malabsorbsi makanan (karbohidrat. Tabel 1. 2) KKP (Kekurangan Kalori Protein).. kemudian timbul diare . disentri basil (Shigella). 3) BBLR (Bayi Berat Badan Lahir Rendah) dan bayi baru lahir. Diare Osmotik (Osmotic diarrhoea).b. (Suraatmaja. Tanda-tanda dehidrasi menurut derajat dehidrasi (Muscari 2005). 2005). lemah.1994) Diare berdasarkan ada atau tidaknya infeksi dibagi menjadi 2 bagian: a.

lamanya diare. Diagnosis Diare Diagnosis gastroenteritis (diare) berdasarkan gejala klinik seharusnya sudah memadai dan sudah cukup untuk kepentingan terapi. Tanda-tanda vital tersebut tetap relatif konstan sepanjang kehidupan dewasa kita. Penatalaksanaan Terapi .al. Pemeriksaan fisik. sering terjadi perubahan rentang normal. b. 2002) denyut nadi dan laju pernafasan adalah tanda vital yang rutin diukur dalam kesehatan. informasi tentang tinja maupun darah. meliputi: umur. pendidikan dan upaya pencegahan. frekuensi diare. Kecepatan respirasi dan kecepatan denyut nadi normal berdasar umur yang telah dikelompokkan. Endoskopi. seperti bayi dan anak-anak tumbuh dan usia. Umur < 1 tahun 1 – 2 tahun 2 – 5 tahun 5 – 12 tahun > 12 tahun Kecepatan Respirasi (×/menit) 30 – 60 24 – 40 22 – 34 18 – 30 12 – 16 Kecepatan Denyut Nadi (×/menit) 100-160 90 – 150 80 – 140 70 – 120 60 – 100 4. d. Anamnesis. jenis kelamin. Laboratorium. Namun. meliputi: tinja. kultur tinja maupun darah dan serologi. Tabel 2. c. 5. Menurut Daldiyono (1990) langkah–langkah diagnosis gastroenteritis adalah sebagai berikut: a. Hal ini karena diare yang disebabkan oleh infeksi dan karena toleransi makanan mencakup sebagian besar kasus diare. Namun demikian diagnosis tetap perlu diupayakan demi kepentingan penelitian.Menurut (Hockberger et.

Pemilihan Obat Rasional . yaitu satu atau lebih gejala. diare telah berlangsung lebih dari lima hari. Pemberian antibiotika hanya terbatas karena pada umumnya diare dapat sembuh dengan sendirinya (self-limiting disease). Pemberian antibiotik secara rutin tidak diperlukan. Terapi Zinc digunakan untuk mengobati diare persisten. Tetapi antibiotik diberikan sesuai dengan tatalaksana diare akut atau apabila ada infeksi non intestinal seperti pneunomia. infeksi saluran kencing atau sepsis. sedangkan terapi non spesifik dengan anti diare tidak direkomendasikan dan terapi antibiotika hanya diberikan bila ada indikasi. Terapi zinc pada kasus diare akut tertentu ternyata dapat menurunkan kejadian berlanjutnya diare akut menjadi diare persisten. 2008). Pemberian cairan dan elektrolit secara parenteral hanya untuk kasus dehidrasi berat (Soebagyo. 2008). bayi berusia kurang dari satu tahun dengan BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) dan jika terdapat tanda-tanda defisiensi zinc. Indikasi yang dianjurkan adalah berat badan untuk umur saat diperiksa kurang dari 70%. 6. yang perlu diperhatikan adalah penanganan terhadap dehidrasi yang terjadi (Soebagyo.Panduan pengobatan menurut WHO (World Health Organization) diare akut dapat dilaksanakan secara sederhana yaitu dengan terapi cairan dan elektrolit per-oral dan melanjutkan pemberian makanan.

World Health Organization menyatakan bahwa penggunaan antibiotik yang rasional harus memenuhi beberapa kriteria.1994) dalam garis besar pengobatan diare dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis yaitu: a. yaitu: tepat indikasi.. Memonitor atau menghentikan pengobatan (monitor or stop treatment). d. b. tepat obat. harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut: Jumlah cairan yang harus diberikan sama dengan . tepat dosis dan waspada terhadap efek samping obat (Sastramihardja. 1997) proses pengobatan rasional secara umum terdiri dari enam tahap. Menentukan tujuan terapi (specify the therapeutic objective). Menurut (Suharyono dkk. instruction. Memulai pengobatan (start of the treatment). e. Resep dikatakan rasional jika dilakukan secara tepat. c.Drug therapy dapat berhasil jika dilakukan peresapan secara rasional. yaitu: a. f. 1997). Pengobatan Cairan Untuk menentukan jumlah cairan yang perlu diberikan kepada penderita diare. Menentukan masalah yang dihadapi penderita (define the patient’s problem). Memberikan informasi. instruksi dan kewaspadaan (give information. and warning). Menurut (Sastramihardja. Mengevaluasi ketepatan (kenyamanan) pengobatan secara individual (verify the suitability of your personal treatment).

Ada beberapa cairan rehidrasi oral: a) Cairan rehidrasi oral yang mengandung NaCl. klorida 80 mEq/L.al. NaHCO3 dan glukosa. Tabel 3. Ada 2 jenis pengobatan cairan yaitu: 1) Cairan Rehidrasi Oral (CRO) Cairan oralit yang dianjurkan oleh WHO-ORS. Umur Bayi baru lahir Bayi 2 tahun 6 tahun 15 tahun 18 tahun Jumlah kebutuhan cairan 80-100 mL/kg/hari 120-130 mL/kg/hari 115-125 mL/kg/hari 90-100 mL/kg/hari 70-85 mL/kg/hari 40-50 mL/kg/hari . KCL. Kebutuhan cairan yang spesifik per kelompok umur (muscari. glukosa 20 g/L. 2) banyaknya cairan yang hilang melalui keringat. Elektrolit yang dikandung meliputi sodium 90 mEq/L.1) jumlah cairan yang telah hilang melalui diare dan/muntah muntah PWL (Previous Water Losses) ditambah dengan. kalium 20 mEq/L. 3) banyaknya cairan yang hilang melalui tinja dan muntah yang masih terus berlangsung CWL (Concomitant water losses). 2005). kalori 85 cal/L. tiap 1 liter mengandung osmolalitas 333 mOsm/L.. bikarbonat 30 mEq/L (Dipiro et. yang dikenal dengan nama oralit. 2005). urin dan pernafasan NWL (Normal Water Losses) ditambah dengan.

b) Cairan rehidrasi oral yang tidak mengandung komponen-komponen di tabel 3 misalnya: larutan gula. Jika kausa diare ini penyakit parenteral. disebut CRO tidak lengkap. Selama pemberian cairan parenteral ini. Obat-obat ini berkhasiat menghentikan peristaltik. Antispasmodik/spasmolitik atau opium (papaverin. loperamid dan sebagainya) yang menyebabkan terkumpulnya cairan di lumen usus dan terjadi peningkatan (overgrowth) bakteri. Pengobatan Kausal Pengobatan kausal adalah pengobatan yang tepat terhadap kausa diare. 1988). akibatnya diarenya tidak terlihat tetapi perut akan bertambah kembung dan dehidrasi bertambah berat (Noerasid dkk. diberikan antibiotika sistemik.. setiap jam perlu dilakukan evaluasi jumlah cairan yang keluar bersama tinja dan muntah dan Perubahan tanda-tanda dehidrasi. Pengobatan Simptomatik 1) Obat-obat antidiare: obat-obat yang berkhasiat menghentikan diare secara cepat. jika pada pemeriksaan laboratorium ditemukan bakteri patogen. 1994). darah pada tinja dan secara klinis terdapat tanda-tanda yang mendukung adanya infeksi enteral (Suharyono dkk.. 1994). b. cairan-cairan yang tersedia di rumah dan lain-lain. air tajin. gangguan digesti dan absorbsi. 2) Cairan Rehidrasi Parenteral (CRP) menurut (Suharyono dkk. Cairan Ringer Laktat sebagai cairan rehidrasi parenteral tunggal. c. . Antibiotika boleh diberikan. diberikan setelah diketahui penyebabnya yang pasti..

Cholera. Oleh karena itu antiemetik tidak digunakan pada anak yang diare (Soebagyo. b. 7.. Kriteria diagnosis: Mencret. d. pektin. mata cekung. 2008). nadi cepat. E. ubun-ubun cekung. bila perlu analisis gas darah elektrolit dan Tes Malabsorbsi.2) Adsorbens: obat-obat adsorben seperti kaolin. Diagnosis pembanding: Mencret psikologi. Konsultasi: Spesialis Anak . V. nikotinamide dan sebagainya tidak akan memperbaiki dehidrasi (hipovolemic shock) sehingga pengobatan yang paling tepat pemberian cairan secepatnya (Noerasid dkk. 3) Stimulans: obat-obat stimulan seperti adrenalin. telah dibuktikan tidak ada manfaatnya. Shigella. turgor menurun. e. mulut/bibir kering. Tabonal®) dan sebagainya. charcoal (norit. c. SPM (Standart Pelayanan Medis) Standart pelayanan medis RS PKU Muhammadiyah Surakarta tahun 2008 biasa digunakan oleh para tenaga kesehatan misal dokter umum dan dokter spesialis. Campylobacter.Coli. Rotavirus. Oliguri. nafas cepat dan dalam. 4) Antiemetic: obat antiemetik seperti chlorpromazine dan prochlorperazine mempunyai efek sedatif. Data yang tertera di SPM yaitu: a. Pemeriksaan penunjang: Pemeriksaaan rutin tinja. Nama penyakit: Gastroenteritis Akut. menyebabkan anak tidak mau mengkonsumsi cairan. 1988). Salmonela.

elektrolit.al. dan hasil laboratorium. Lama Perawatan: 3 – 5 hari. bertujuan untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Informed Consent (tertulis): Tertulis.f. Standart tenaga: Dokter Umum. m. Antibiotik atas indikasi. 2005). Setiap kegiatan untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan dapat disebut juga dengan upaya kesehatan. 8. hipokalemi. . Monitoring untuk perubahan karakter dan frekwensi gerakan usus besar sehari-hari berhubungan dengan tanda penting dan peningkatan outcome terapi. diperlukan pada tindakan lumbal j. urinalis dan hasil culture (Dipiro et. Penentuan Outcome Terapi Outcome terapi gastroenteritis diarahkan ke arah gejala. Output: Sembuh total. h. diet.. Penyulit: asidosis. osmolalitas. sel darah. kejang. k. selain itu kebutuhan klinik juga diperlukan untuk memonitor berat badan. tanda. l. Perawatan Rumah Sakit: Rawat Inap. Spesialis Ilmu Kesehatan Anak. rejatan. bila terdapat dehidrasi berat. Gejala lanjutan biasanya meningkat dalam waktu 24 sampai 72 jam. i. 9. g. Rumah Sakit Rumah sakit adalah salah satu dari sarana kesehatan tempat menyelenggarakan upaya kesehatan. Masa Pemulihan: 2-3 minggu. hipernatremi. Terapi: Rehidrasi Oral/Parenteral.

KS/PA/1992. 2009). diagnosis pada waktu penerimaan. status perkawinan. 10. unit-unit pelayanan non Medik. dan akurat dari kehidupan dan kesakitan penderita. tanggal dan waktu masuk rumah sakit dan tempat dirumah sakit. . dan rekam medis (Anonimd. administrasi manajemen. Kapasitas yang tersedia di Rumah Sakit sebanyak 157 tempat tidur. Data identifikasi dalam rekaman medik pada umumnya terdapat dalam lembar penerimaan rumah sakit. jelas. Rekam Medik Rekam medik adalah sejarah ringkas. nama suami/istri. nama. Lembaran ini pada umumnya mengandung informasi berkaitan seperti nomor rekam medik. Pada lembar penerimaan itu umumnya terlampir formulir persetujuan untuk memberi kewenangan (otorisasi) bagi penanganan medik dan bedah (Siregar. alamat. Izin menyelenggarakan RS PKU Muhammadiyah Surakarta tanggal 7 Februari 1986 dengan no: 023/Tan/Med/RS. penderita. nama dan alamat dokter keluarga. no telepon rumah/kantor. 2003). pekerjaan. ditulis dari sudut pandang medik. keperawatan. Tahun 1998 RS PKU Muhammadiyah mendapatkan Akreditasi untuk 5 pelayanan meliputi pelayanan medis.Pada masa sekarang ini Rumah Sakit PKU Muhammadiyah telah memiliki unit-unit pelayanan kesehatan seperti Poliklinik. jenis kelamin. penunjang Medik. tempat tanggal lahir. Instalasi Gawat Darurat (IGD).

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->