Anda di halaman 1dari 23

TERBENTUKNYA KOLONI-KOLONI DI AMERIKA

Makalah Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah Sejarah Amerika I Dosen pengampu Dra. Th. Sumini, M.Pd.

Disusun Oleh : 1. Galuh 2. Sisilia Lengitubun 3. Sri Donny Artantio 4. Ferdinandus Yanyaan ( 0513140 )

( 061314020 ) ( 061314027 ) ( 061314034 )

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA YOGYAKARTA 2008

KATA PENGANTAR
Dengan penuh syukur, penulis haturkan terimakasih kepada Tuhan atas dampingan-Nya dalam menyelesaikan laporan penulis yang berjudul Terbentuknya Koloni-Koloni di Amerika. Laporan ini penulis susun sebagai penyelesaian tugas mata kuliah Sejarah Amerika I. Selesainya penulisan laporan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak serta peran serta dari berbagai pihak. Oleh karena itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada : 1. 1. Dra. Th. Sumini, M.Pd. selaku dosen pengampu mata kuliah Kewarganegaraan. 2. 2. Perpustakaan Universitas Sanata Dharma. 3. 3. Teman-teman Pendidikan Sejarah.

Penulis menyadari bahwa laporan ini masih jauh dari kata sempurna serta tidak lepas dari kekurangan, maka penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan laporan-laporan penulis berikutnya. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Yogyakarta,

Desember 2008

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................... i DAFTAR ISI ................................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................. 1

1.1 LATAR BELAKANG ............................................................................ 1

1.2 RUMUSAN MASALAH .. 2

1.3 TUJUAN .......... 2

BAB II PEMBAHASAN 3

2.1 PROSES TERBENTUKNYA KOLONI-KOLONI DI AMERIKA .. 3

2.2 KEHIDUPAN DI DALAM KOLONI-KOLONI 5

2.3 KEHIDUPAN ANTAR KOLONI 8 2.4. NILAI-NILAI UNIVERSAL YANG DAPAT DIAMBIL . 12

BAB III. PENUTUP .................................................................................................... 13

3.1. KESIMPULAN ........................................................................................ 13

3.2. JAWABAN PERTANYAAN .................................................................. 14 DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................... 15

DAFTAR PUSTAKA INTERNET .............................................................................. 16

LAMPIRAN ................................................................................................................ 20

BAB I PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG Keberhasilan ekspedisi Christopher Columbus menemukan benua Amerika bagian selatan, telah mencengangkan masyarkat Eropa pada waktu itu. Negara-negara Eropa tertarik untuk mengetahui dan mnguasai hasil bumi serta hasil tambang benua baru ini. Akhirnya terjadilah kolonialisme yang dimulai dari kedatangan orang-orang Eropa yang ditugaskan oleh negaranya untuk menetap dan menguasai benua Amerika. Diantaranya dilakukan oleh Spanyoldan Portugis yang mendominasi di Amerika Tengah dan selatan. Sedangkan Ingris, Perancis dan Belanda mendominasi ekspedisi ke Amerika Utara. Dalam rangka membangun koloni-koloni tersebut muncul berbagai kendala seperti serangan dari bangsa asli, pemberontakan-pemberontakan, cuaca yang kurang cocok bagi bangsa Eropa serta hambatannya. Pemerintah Kolonial Negara Eropa mulai berusaha mencari-cari kelemahan suku asli untuk menghadapi serangan yang dilakukan bangsa asli tersebut. Mereka (pemerintah colonial) mulai mempelajari bahanbahan etnografi tentang suku-suku bangsa di luar Eropa, mempelajari kebudayaan dan kebiasaannya untuk kepentingan pemerintah kolonia. Proses pembaratan di Amerika tidak bersamaan waktunya. Hal ini berlangsung antara abad ke-16 s.d ke-19, di Amerika Utara abad ke-17 sd je-18 dan di Canada pada abad ke 14. Sejak itu timbullah perdaban dengan corak baru yaitu peradaban yang memiliki anasir Eropa di Amerika, namun kedaerahan dari bangsa-bangsa imigran. Perdaban ini yang kemudian disebut kebudayaan Amerika (non-India). 1.2 RUMUSAN MASALAH 1. 2. 3. Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: 1. Bagaimana proses terbentuknya koloni-koloni 2. Bagaimana struktur sosial, politik dan ekonomi pada masyarkat koloni 3. Bagaimana struktur sosial dan politik antar koloni.

1.3. TUJUAN PENULISAN 1. 1. Untuk mengetahui proses terbentuknya koloni-koloni 2. 2. Untuk mengetahui struktur sosial, politik dan ekonomi pada masyarkat koloni 3. 3. Untuk mengetahu struktur sosial, politik dan ekonomi antar koloni

BAB II PEMBAHASAN
2.1 PROSES TERBENTUKNYA KOLONI-KOLONI DI AMERIKA Awal tahun 1600-an menjadi permulaan gelombang besar emigrasi dari Eropa ke Amerika Utara. Selama lebih dari tiga abad, gerakan perpindahan penduduk ini tumbuh dari hanya beberapa ratus orang Inggris menjadi banjir berjuta-juta pendatang baru. Terdorong oleh motivasi yang kuat dan berbagai alasan lainnya, mereka pun membangun peradaban baru di kawasan utara benua tersebut. Banyak emigran dari Eropa meinggalkan tanah airnya karena berbagai factor diantaranya: 1. 1. Melarikan diri dari penindasan politik. 2. 2. Demi mencari kemerdekaan menjalankan ibadah. 3. 3. Untuk petualangan. 4. 4. Mencari peruntungan yang lebih baik daripada negeri mereka sendiri karena Amerika mengandung kekayaan alam yang berlimpah. Diantara tahun 1620 dan 1635, kesulitan ekonomi melanda Inggris. Kegagalan panen kian memperparah kesengsaraan. Pemerintahan Raja Charles I yang sewenang-wenang membuat rakyat Inggris berbondong-bondong bermigrasi ke dunia baru. Politik penindasan yang dijalankan sejumlah pangeran yang picik terutama dengan dalih agama dan kehancuran akibat serangkaian perang yang berlarut-larut, mendorong bayaknya perpindahan ke Amerika pada akhir abad ke 17 dan ke 18.
2 1

Kebayakan pemukim yang datang ke Amerika pada abad ke-17 merupakan orang Inggris, namun ada juga orang Belanda, Swedia, dan Jerman. Setelah tahun 1680 ribuan pengungsi mulai berbondong-bondong meninggalkan daratan Eropa untuk melarikan diri dari bencana perang, untuk menghindari kemiskinan yang diakibatkan oleh penindasan pemerintah dan para tuan tanah. Para emigran yang datang dari Inggris tidak didukung langsung oleh pemerintahnya melainkan oleh kelompok perseorangan yang tidak resmi yang tujuannya adalah keuntungan hal ini sangat berbeda dengan politik kolonialisasi Negara lain dimana emigran didukung langsung oleh pemerintahannya.
Anonimous, Garis Besar Sejarah Amerika, Jakarta, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, 2004, hal. 14. Idem

1 2

Koloni awal yang dibangun di Amerika ada dua yaitu:

1.

1. JAMESTOWN Merupakan koloni Inggris pertama yang di bangun di Amerika tepatnya di Amerika Utara berdasarkan piagam yang dihadiahkan Raja James I kepada Virginia Company. Untuk menghindari pihak Spanyol yang lebih dahulu datang maka para emigran yang terdiri dari orang-orang kota dan para petualang memilih kawasan sejauh 60 kilometer ke arah hulu Sungai James dari teluk. Para emigran yang terdiri dari orang-orang kota dan para petualang ini lebih tertarik untuk mencari emas

ketimbang berladang. Diantara tahun 1607 dan 1624 diperkirakan 14.000 orang bermigrasi ke koloni itu, namun hanya 1.132 orang yang masih hidup disana pada tahun 1624. 2. 2. MASSACHUSETTS Pada abad ke-16 sebuah klompok yang terdiri dari dari lelaki dan wanita yang menyebut dirinya kaum puritan mencoba mengubah Gereja Negara Inggris dari dalam. Mereka menuntut agar tata cara ibadah dan susunan gereja yang mengacu pada Katolik Roma diganti dengan bentuk kepercayaan dan ibadah Protestan yang lebih sederhana. Ide ini telah mengancam memecah belah masyarakat dan mendorong kekuasaan kerajaan. Tidak semua orang menyulai hokum yang kolt dan kaku dari kaum Puritan. Kaum Puritan Ortodoks yang mencari lahan dan keberuntungan yang lebih baik segera mulai meninggalkan Koloni teluk Massachusetts. Pada saat yang bersamaan, peumukimanpemukiman lain mulai tumbuh di sepanjang pantai New Hampshire dan Maine, saat kian bayak imigran yang berdatangan mencari tanah dan kebebasan yang tampak ditawarkan oleh dunia baru.
3 4

Dari Koloni awal di Amerika ini kemudian mulai terbentuk Koloni-Koloni lainnya di Amerika Utara yang dibedakan menjadi : 1. New England Colonies yang terdiri dari: a. Playmouth Colony
Ibid hal. 16 Ibidhal.20

.1b. New Hampshire .2c. Massachussetts Bay Colony .3d. Rhode Island .4e. Connecticut 2. Middle Colonies, terdiri dari: .1a. New York .2b. New Jersey .3c. Delaware .4d. Pennsylvania 3. Suthern Colonies, terdiri dari: .1a. Virginia .2b. Maryland .3c. North Carolina .4d. South Carolina .5e. Georgia 2.2 KEHIDUPAN DI DALAM KOLONI-KOLONI A. EKONOMI Kehidupan ekonomi dalam koloni-koloni di Amerika secara umum dipengaruhi oleh keadaa, geografis Amerika itu sendiri. Keadaan geografis Amerika bagian utara tanahnya tidak subur dan berupa dataran rendah serta memiliki banyak hutan, sehingga lahan pertanian menjadi sangat terbatas. Keadaan ini membawa pengaruh bagi kehidupan ekonominya sehingga sumber ekonomi banyak diperoleh dari perniagaan dan perdagangan, misalnya perdagangan kayu (papan dan bulu binatang) Demikian pula dengan Amerika bagian selatan

yang memiliki tanah yang subur sehingga lahan pertanian menjadi luas. Hal ini menyebabkan sumber ekonomi terbesar dari pertanian dan perkebunan seperti tembakau dan biji-bijian. B. POLITIK Kehidupan politik di dalam koloni-koloni terdiri dari tiga pemerintahan dan yang mempunyai hak pilih adalah kaum freeman . Ketiga macam pemerintahan tersebut adalah
5

Royal, Propietari, dan Charter. Di dalam pemerintahan Royal ; Gubernur dipilih oleh raja. Dalam pemerintahan Propietary yang menunjuk Gubernur adalah
5

Freemanadalahlakilakiyangmemilikikekayaan,berkulitputihdananggotagereja.

pemilik koloni (Propriato), sedangkan didalam pemerintahan Charter, rakyat memilih sendiri Gubernur mereka.

TIGA MACAM PEMERINTAHAN

Royal Colonies Raja Gubernur menunjuk

menunjuk

Council/Upper House of Legislature

KOLONI

Proprietary Colonies Proprietor (pemilik) Gubernur menunjuk

menunjuk

Council

Charter Colonies Pemilih (Eligible Voters) Gubernur & Council - UH & Assembly - LH Pemilih memilih Pemilih/EV Eligible Voters

memilih

memilih

Assembley/Lower House

Assembly

Yang pernah memakai tipe pemerintahan tersebut adalaha


6

a. Royal Colonies Massactusetts 1691-1776 (Lower House dipilih Council) New York 1685-1776 New Jersy 1702-1776 Virginia 1624-1774 Meryland 1691-1715

Ritchie, Donald A, Heritage Of Freedom History of the United Stated. New York: Macmillan Publishing Company, 1985, hal. 5.

New Carolina 1729-1776 South Carolina 1729-1776

Georgia 1752-1776 b. Propietary Colonies New Hampshire 1622-1679 New York 1664-1685 New Jersey 1664-1702 Delaware 1664-1776 Pennsylvania 1681-1776 Meryland 1632-1691 New Carolina 1663-1729 South Carolina 1663-1729 Georgia 1732-1752 c. Charter Colonies Plymouth 1620-1686 Massactsetts 1629-1686 Rhole Island 1644-1776 Conneticut 1662-1776 New York 1626-1664 New Jersey 1626-1664 Deleware 1638-1655 Virginia 1606-1624

C. SOSIAL BUDAYA Pusat dari kehidupan sosial dalam koloni Inggris, laki-laki merupakan kepala keluarga yang memiliki kekuasaan penuh dalam mengontrol anak-anak, pelayan dan budak. Dalam bidang agama setiap koloni masih mepertahankan dan melestarikan agama yang menjadi kepercayaan masing-masing. Misalnya di koloni selatan mayoritas beragama Katolik Roma, di Koloni New England mayoritas orang yang di Baptis. Selaian dalam bidang agama, pemdidikan di Koloni-koloni masing sangat sederhana. Anak-anak gadis hanya memperoleh sedikit pendidikan formal. Mereka lebih banyak dibekali dengan keterampilan rumah tangga dan mengurus anak sekolah/ College dalam koloni-koloni Inggris dibangun berdasarkan prinsip agama dan lebih dikhususkan bagi anak laki-laki guna mendidik mereka menjadi pemimpin. College-college yang ada di koloni-koloni inggris yaitu College Haarvarg (1636), William and Marry (1963) dan Valle (1701). Ketiga College ini pada awalnya masih berrsifat tradisional dengan menggunakan bahasa latin dan Ibrani. Tetapi sejak pertengahan Tahun 1700 mulai tumbuh ketertarikan pada ilmu mengenal surat kabar dan sistim regulasi perpustakaan. Surat kabar yang pertama terbit di koloni Inggris adalah Boston News Latter tahun 1704. 2.3 KEHIDUPAN ANTAR KOLONI A. NEW ENGLAND 1. 1. Sosial-Budaya Kehidupan di New England berpusat disekitar gereja, Sekolah dan alunalun dusun. Karena kehidupan yang selalu bersama-sama, oran-orang mempunyai perasaan yang sama dimana mereka bergantung satu sama lainnya. Kebudayaan dan cara hidup Amerika Serikat bermula dibagian timur laut yang meliputi New Hampsire, Maine, Vermant, Masschuset, Cunnecticut, dan yang paling khas adalah kebudayaan New Hamspire. Mereka mengambangkan cara hidup yang unik dengan dipengaruhi oleh kondisi bentang alamnya. Letak keunikannya adalah tradisi yang berkembang disana yang merupakan jembatan antara berbagai tradisi yang umumnya sama di Negara Bagian Inggris baru dengan sosial budaya yang amat berbeda dengan Negara bagian Amerika lainnya. 2. 2. Politik Karena hidup bersama-sama dan mereka mempunyai perasaan yang sama sehingga mereka bergantung pada sesamanya. Lain dari saudaranya di Selatan dan kepandaian berdemokrasi, menyelesaikan soal-soal pemerintah setempat dengan berunding dan bersepakat, dilakukan dalam rapat kota. 3. 3. Ekonomi Sebagian besar orang New England tinggal di desa dan dikota sekitar pelabuhan karena itu perdagangan atau bisnis menjadi mata pencaharian utama penduduk New England. Koloni teluk Massachusetts terus memperluas usaha pedagangannya. Mulai pertengahan abad ke-17 dan seterusnya koloni ini berkembang makmur dan Boston menjadi salah satu pelabuhan yang terbesar di Amerika. Mereka membuat kapal-kapal kayu, dan melayarkannya ke seluruh dunia atau dengan kata lain para ahli perkapalan dari teluk Massachussets telah meletakan dasar untuk sebuah perdagangan yang kian lama kian penting. Pada akhir periode colonial terjadi pembengkakan nilai ekspor

karena penjualan ikan, took-toko kapal dan perabotan kayu. B. MIDDLE COLONIES (Koloni Tengah) Middle Colonies merupakan bagian dari 13 koloni yang mana nantinya akan menjadi Amerika serikat. Daerah ini sebenarnya bernama New Netherland, namun kemudian diganti menjadi Middle Colonies (koloni tengah). Koloni ini terdiri dari : New Jersey, Pennsylvania, New York dan Delaware. Sekarang daerah koloni ini dikenal dengan nama Mid-Atalantic States. 1. 1. Sosial Masyarakat Middles Colonies cenderung memilih bermukim di pedalaman, dimana mereka membuka lahan sendiri dan hidup dengan berburu dan bertani untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Orang-orang belanda terus menggunakan pegaruh sosial di wilayah New York lama setelah jatuhnya New Netherland dan Integrasinya ke dalam sistem koloni Inggris. Perumahan mereka dibangun dari tanah liat. Wuwungan yang runcing bertingkat-tingkat segera menjadi bagian permanen dari asrsitektur kota. 2. 2. Politik Dalam banyak hal, Pennsylvania dan Delaware berutang budi kepada William Penn atas keberhasilan awal mereka. Dibawah kepimpinan Penn, Pennsylvania berjalan lancar dan tumbuh pesat. Sehingga pada tahun 1685, penduduknya sudah nnyaris mencapai 9000 Jiwa. 3. 3. Ekonomi Dibawah kepemimpinan Penn, koloni tengah ini berkembang sangat pesat. Msayarakat pada koloni ini sangat berbakat sehingga mereka berhasil dalam usaha perdagangan. Dari situ mereka membuat kota-kota koloni tengah sebagai
7

MiddleColonieshttp://en.wikipedia.org/w/index.php? title=Middle_colonies&redirect=no
7

salah satu pusat koloni Amerika. Selain itu koloni ini juga merupakan pintu gerbang utama menuju dunia baru bagi orang Irlandia skotlandia yang hijrah ke koloni pada awal abad ke-18. Orang-orang Iralndia Skotlandia memilih bermukim dipedalaman, sebab mereka dapat membuka lahan sendiri dan hidup dengan berburu dan bertani untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka. Orang-orang Jerman menjadi petani yang paling terampil. Tak kalah pentingnya, mereka juga berkembang dalam bidang indsutri, antara lain; kerajinan tangan seperti penenunan, pembuatan sepatu, pembuatan lemari, dan lain-lain. C. SOUTHERN COLONIES (Koloni Selatan) .11. Sosial- Budaya Di koloni-koloni yang paling selatan ini. Pertumbuhan penduduk di bagian pedalaman makna khusus. Kaum imigran dari Jerman dan Irlandia-skotlandia, bergerak masuk ke pedalaman Karena tidak bersedia hidup di pemukiman dataran rendah. Pantai dimana pengaruh Inggris sangat kuat. Orang-orang yang tidak dapat menguasi lahan subur di sepanjang pantai, menerobos ke perbukitan di barat sebagai tempat penampungan yang baru. Pada tahun 1730-an orang-orang terus berdatangan dan merambah kelembah shenandoah di Virginia. Karena begitu bayak orang yang datang kesana maka dengan segera lahan pertanian bertebaran diwilayah-wilayah pedalaman. Keluarga-keluarga pendatang dengan ini segera membangun pondok untuk tempat tinggal mereka, membuka jalan setapak dihutan belantara, serta bercocok tanam. Makanan mereka terdiri dari daging rusa, kalkun liar dan ikan. Setelah terbentuknya koloni terjadi interaksi antara bangsa pendatang yaitu inggris dengan penduduk asli yaitu Indian. Hal ini memeunculkkan beberapa hal antara lain: Timbul konflik antara penduduk asli (Indian) dengan pendatang mengenai lahn pertanian seiring dengan semakin berkembangnya pertanian orang Eropa di koloni, meeka membutuhkan lahan

pertanian yang semakin luas. Hal ini menyebabkan semakin sempitnya lhan perburuan orang-orang Indian, sehingga terjadi lahan diantara mereka. Adanya rasa superioritas orang Eropa yang menganffap bahwa orang kulit putih memiliki kedudukan yang lebih tinggi. Hal ini menyebabkan orang Indian tidak simpati pada orang Eropa. Tidak adanya kerja sama atau dukungan terhadap petani kecil sehingga mereka tidak bisa menghadapi serangan dari suku Indian yang pada akhirnya menimbulkan pemberontakan. Adanya perkawinan campur yang menghasilkan suatu pertanian antara penduduk asli dan pendatang, contohnya perkawinan antara John Rofle dan Pocahontas (putri kepala suku Indian) 2. 2. Politik Para petani didataran rendah pantai, yang didukung oleh para budak pekerja, memiliki tanah terbaik dan sebagian besar kekuatan politik. Mereka membangun rumah. Rumah-rumah besar, mengadopsi gaya dan padangan hidup kaum bangsawan serta terus menjalin hubungan sebaik mungkin yang mereka bisa dengan dunia dan kebudayaan dari seberang lautan. Pada saat yang bersamaan, para petani mereka yang menggarap tanah yang lebih kecil duduk di dewan rakyat dan punya kesempatan meraih jabatan politik. Independensi mereka yang disuarakan lantang adalah peringatan terus menerus bagi pemilik perkebunan untuk tidak terlalu jauh melanggar batas hak-hak orang merdeka 3. 3. Ekonomi Pada akhir abad ke-17, struktur perekonomian sosial Virgina dan Maryland bertumpu pada pemilik perkebunan besr dan peani merdeka pemilih tanah kecil Charleston di South Carolina menjadi pelabuhan utama dan pusat perdagangan di selatan pasar menjadi sumber kemakmuran utama, karena bayak pendatang yang cepat belajar memadukan pertanian dengan perdagangan hutanhutan yang lebat menghasilkan kayu-kayu sebagai bahan dasar perakitan kapal-yang terbaik di dunia. Selain itu komoditas yang paling berkembang adalah tembakau, beras dan pewarna pakaian. Utnuk tanaman tembakau pertama kali dikembangkan oleh John Rolfe. Keberhasilan perkebunan tembakau mendatangkan keuntungan yang besar. Selain itu juga berkembang perkebunan tebu dan menjualnya ke daerah India Barat. Di North dan South Carolina juga mengeksport beras dan nila, pewarna biru yang diperoleh dari tanaman local. 2.4 NILAI-NILAI UNIVERSAL YANG DAPAT DIAMBIL A. Nilai-nilai perjuangan dan kerja keras Nilai perjuangan dan kerja keras ini yaitu berasal dari keinginan untuk hidup di koloni-kolni amerika yang mana di koloni tersebut orang-orang eropa sangat sulit untuk dapat bertahan hidup oleh sebab itu untuk bisa bertahan hidup didaerah yang sulit untuk ditanami maka penduduknya bekerja keras untuk bisa bertahan hidup. B. Nilai kesetiaan nilai kesetiaan bisa berasal dari tata gereja yang masih dipertahankan walaupun dalam hal prakteknya ini sangat Nampak dalam gereja. C. Nilai persatuan persatuan berupa keinginan hidup bersama-sama dan mempunyai perasaan yang sama sehingga mereka untuk dapat bertahan hidup BAB III PENUTUP

3.1 PENUTUP Antara tahun 1607-1733 terbentuk 13 koloni di Amerika utara. Setelah itu tumbuhlah kolonikoloni yang mengalami perkembangan di segala bidang, baik politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Ke-13 koloni itu memberikan sumbangan yang besar bagi terbentuknya Amerika, karena dari ke-13 Koloni ini kemudian bersatu dan membentuk Amerika Serikat.
8

Tiga Belas Koloni adalah koloni Britania di Amerika Serikat. Koloni itu didirikan atas beberapa alasan. Beberapa orang berpikir bahwa koloni itu akan menghasilkan banyak uang dari barang-barang yang tidak dapat dijumpai di Eropa, seperti tembakau. Lainnya karena mencari kebebasan beragama atau hanya untuk memulai sesuatu yang baru.
9

Koloni New England yang terletak dikawasan timur laut pada umumnya memiliki tanah yang tipis dan berbatu, tanah datarannya relative sedikit dan musim dingin panjang sehinga sulit mencari hidup dari bertani, namun kayu-kayu yang bagus dihasilkan daerah ini mendorong timbulnya industry pembuatan kapal. Koloni Tengah masyarkatmy jauh lebih bervariasi, cosmopolitan dan bertenggang rasa daripada di New England. Dan merupakan pintu gerbang utama menuju dunia baru bagi orang Iralndia Skotlandia yang hijarah ke koloni pada awal abad ke-18. Sedangkan koloni selatan struktur perekonomian bertumpu pada pemilik perkebenunan besar dan petani merdeka pemilih tanah kecil. Para petani di dataran rendah pantai yang didukung oleh para budak pekerja memiliki tanha terbaik dan sebagian kekuatan politik.

GarisGarisBesarSedjrah,USIS ThirteenColonieshttp://en.wikipedia.org/wiki/ThirteenColonies
9

JAWABAN PERTANYAAN
0 1. Bagaimana bentuk hubungan masyarakat antar koloni 1 Jawab: Bentuk hubungan masyarakat dikoloni ini sangat erat terlihat ketika membangun kolonikoloni muncul berbagai kendala seperti serangan dari bangsa asli, pemberontakan, cuaca yang kurang cocok bagi bangsa eropa sehingga timbul semangat untuk menumbuhkan sikap rasa persatuan. persatuan berupa keinginan hidup bersama-sama dan mempunyai perasaan yang sama sehingga mereka untuk dapat bertahan hidup bergantung pada sesamanya. 2. 2. Bentuk Pemerintahan Koloni-koloni di Amerika Serikat Jawab: Pemerintahan kolonikoloni di Amerika serikat ada yaitu :

TIGA MACAM PEMERINTAHAN KOLONI

Royal Colonies Proprietary Colonies Charter Colonies Raja

Proprietor (pemilik)

Pemilih

(Eligible Voters)

menunjuk menunjuk memilih

Gubernur Gubernur Gubernur menunjuk

menunjuk & Council - UH Legislature

Council/Upper Council & House of

Assembly - LH

Pemilih memilih

Pemilih/EV

Eligible Voters memilih

Assembley/Lower House Yang pernah memakai tipe pemerintahan tersebut adalaha a. Royal Colonies Massactusetts 1691-1776 (Lower House dipilih Council) New York 1685-1776 New Jersy 1702-1776

Assembly

Virginia 1624-1774 Meryland 1691-1715 New Carolina 1729-1776 South Carolina 1729-1776 Georgia 1752-1776 b. Propietary Colonies New Hampshire 1622-1679 New York 1664-1685 New Jersey 1664-1702 Delaware 1664-1776 Pennsylvania 1681-1776 Meryland 1632-1691 New Carolina 1663-1729 South Carolina 1663-1729 Georgia 1732-1752 c. Charter Colonies Plymouth 1620-1686 Massactsetts 1629-1686 Rhole Island 1644-1776 Conneticut 1662-1776 New York 1626-1664

New Jersey 1626-1664 Deleware 1638-1655 Virginia 1606-1624 1. 3. Ciri-ciri secara khusus pemerintahan koloni Jawab: Cirri-ciri khusus yaitu dalam pemerintahan royal gubernur dipilih oleh raja, proprietary yang menunjuk gubernur adalah pemilik koloni (proriato) sedangkan didalam pemerintahan charter rakyat memilih sendiri gubernur mereka. 2. 4. Mengapa koloni selalu mengubah sistem pemerintahan Jawab: Koloni selalu mengubah sistem pemerintahan dikarenakan masyarkat koloni menginginkan pemerintahan yang lebih baik dari sebelumnya. Mereka ingin (masyarkat koloni) hak-hak mereka didengar oleh pemerintah menyebabkan Pemegang kekuasaan atas koloni sering mengubah sistem pemerintahan agar tidak terjadi kerusuhan yang mana akan merugikan pihak pemerintahan itu sendiri. 3. 5. Bagaimana masyarakat kolonis memanfaatkan hutan sebagai sumber perekonomian Jawab: Masyarakat memanfaatkan hutan sebagai sumber pereknomian terlihat ketika keadaan geografi Amerika bagian utara tanahnya tidak subur dan berupa dataran rendah serta memiliki banyak hutan, sehingga lahan pertanian menjadi sangat terbatas. Keadaan ini membawa pengaruh bagi kehidupan ekonominya sehingga sumber ekonomi banyak diperoleh dari perniagaan dan perdagangan, misalnya perdagangan kayu (papandan bulu binatang). Perdagangan kayu ini merupakan komoditi yang sangat penting bagi masyarkat koloni karena kebutuhan akan bahan baku pembuatan kapal sangat tinggi hal ini didukung dengan berkembangnya pelabuhan-pelabuhan besar di Amerika, dan kebutuhan kapal sangat tinggi sehingga masyarakat yang tinggal diwilayah yang tanahnya kurang subur yang tidak cocok untuk bertani dan untuk bertahan hidup mereka mulai memanfaatkan hutan sebagai sumber perkonomian. 4. 6. Model pemerintahan kolonis mana yang lebih baik Jawab: Model pemerintahan kolonis yang lebih baik menurut kelompok ada pemerintahan charter karena disini proses pemilihan gubernur dipilih langsung oleh rakyat jadi lebih demokratis dibandingkan dengan jenis pemerintahan yang lainnya contohnya: pemerintahan royal gubernur dipilih oleh raja, proprietary yang menunjuk gubernur adalah pemilik koloni (proriato) jdi peran masyarakat kolonis ini kurang diperhatikan, sedangkan dalam pemerintahan charter hak-hak masyarakat koloni lebih diperhatikan terlihat pada saat proses pemelihan gubernur mereka.

DAFTAR PUSTAKA

Anonimous. 2004. Garis Besar Sejarah Amerika. Jakarta: Departemen Luar Negeri Amerika Serikat. Escher, Francklin Jr. 1954. Dari Koloni Menjadi Salah Satu Negara Terbesar Sedjarah ringkas Amerika Serikat (terj.). Djakarta: Endang. Jane, Jean. 1953. Sedjarah Amerika serkat. Djakarta: Pustaka Rakyat N. V. Ritchie, Donald A. 1985. Heritage Of Freedom History of the United Stated. New York: Macmillan Publishing Company USIS, GarisGaris Besar Sejarah Amerika.

DAFTAR PUSTAKA INTERNET New England http://en.wikipedia.org/wiki/New_England Diakses pada tanggal 26 Agustus 2008 Middle Colonies http://en.wikipedia.org/w/index.php?title=Middle_colonies&redirect=no Diakses pada tanggal 26 Agustus 2008 Thirteen Colonies http://en.wikipedia.org/wiki/Thirteen Colonies Diakses pada tanggal 26 Agustus 2008

LAMPIRAN
THE AMERICAN COLONIES
REASONS FOR FOUNDERS FOUNDING NEW ENGLAND COLONIES
Pilgrims Puritans Puritans Rogers Williams Thomas Hooker Religious freedom Land, opposit to Massachusetts govermentre To set up a Puritans society Religious freedom Land. Trade with Indians

COLONY

DATE OF SETTLEMENT
1620 1623 1630 1636 1636

TYPE OF GOVERMENT
Charter, 1620-1686 Prorypriet,1622-1679 Charter,1629-1686 Royal,1691-1776 Charter, 1644-1776 Charter, 1622-1776 Dutch Charter, 16261664 Proprietary, 166641702 Royal, 1702-1776 Dutch Charter, 1626-1664 Proprietary, 166641702 Royal, 1702-1776 Swedish Charter, 1638-1655

Plymouth colony New Hamsphion Massachusetts Bay Colony Rhode Island Connecticut

MIDDLE COLONIES
New York (Founded as New Netherland) 1626 Dutch West India Company Lands, trade with Indians

New Jersey (Founded as New Netherland)

1626

Dutch West India Company

Lands, trade, with Indians

Delaware (Founded as New Sweden) Pennsylvania

1638

Sweden

Lands, trade with Indians Religious freedom for Quakers Hope, of finding gold, land Haven for catholics

1682

Wiliam Penn

Dutch Charter, 16551664 Proprietary, 16641776 Proprietary, 16811776 Charter, 1606-1624 Royal, 1624-1776 Proprietary, 16321692 Royal, 1691-1715 Proprietary, 17151776 Proprietary, 16631729 Royal, 1729-1776 Proprietary, 16631729 Royal. 1729-1776 Proprietary, 17321752 Royal, 1752-1776

SOUTHERN COLONIES
Virginia 1607 London Company

Maryland

1624

George Calvert

North Carolina South Carolina

1650 1670

Group of proprietors Group of proprietors James Oglethorpe

Land, trade, with Indians Land, trade with Indians Give debtors a new start, protect south Carolina from the Spanish

Georgia

1733

13 KKOLONI-KOOLONI AMMERIKA

Berikuut ini adalahh Tiga Belas 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kooloni Conneecticut Kooloni Delawware Prrovinsi Georrgia Prrovinsi Maryyland Prrovinsi Masssachusetts Baay Prrovinsi New Haampshire Prrovinsi New York Koloni itu ((didaftarkan dari utara kee selatan):

1. 2. 3. 4. 5. 6.

8. Provinsi New Jersey 9. Provinsi North Carolinna 10. Provinsi Peennsylvania 11. Koloni Rhoode Island dan Provinndence Plantation 12. Provinsi Soouth Carolinna 13. Koloni dann Dominion Virginia

NEWW ENGLAAND COLLONIESS

MMIDDLEE COLONNIES

SOOUTHERRN COLOONIES