Anda di halaman 1dari 16

KEWIRAUSAHAAN DAN PEMASARAN

A. PENDAHULUAN Indonesia yang dulu dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan alam dan tenaga kerja, serta aliran modal yang melimpah ternyata sampai saat ini gagal membuktikan sebagai Negara yang makmur dan sejahtera. Sekedar pembanding, Singapura dan Jepang yang merupakan Negara yang miskin akan kekayaan alam dan tenaga kerja ternyata mampu menjadi Negara yang memiliki tingkat kemakmuran dan kesejahteraan tinggi. Kondisi ironi ini mengundang pertanyaan yang paling mendasar, yaitu mengapa hal itu bisa terjadi? Jawaban terhadap pertanyaan ini tentu sangat beragam dan tidak selalu terjadi kesepakatan. Namun demikian tetap diyakini peran individu atau sekelompok orang dalam masyarakat yang mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi, yang kemudian disebut wirausaha (entrepreneur). Wirausaha merupakan orang yang mampu mengkombinasikan berbagai faktor produksi untuk menciptakan sesuatu yang baru dan memiliki nilai tambah melalui sebuah proses yang disebut kewirausahaan. Jadi esensi yang paling mendasar dari kewirausahaan adalah terjadinya inovasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan. Fenomena di atas telah melahirkan kesadaran baru bahwa sosok yang paling penting dan yang paling berperan sebagai agen perubahan ekonomi adalah para wirausaha. Kewirausahaan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melalui berpikir kreatif dan inovatif untuk menciptakan peluang. Banyak orang yang berhasil dan sukses karena memiliki kemampuan berpikir kreatif dan inivatif. Karya dan karsa hanya terdapat pada orang-orang yang berpikir kreatif. Tidak sedikit orang dan perusahaaan yang berhasil meraih sukses karena memiliki kemampuan kreatif dan inovatif. Proses kreatif dan inovatif tersebut biasanya diawali dengan memunculkan ideide dan pemikiran-pemikiran baru untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.

Sedangkan dalam organisasi perusahaan, proses kreatif dan inovatif dilakukan melalui kegiatan penelitian dan pengembangan (research and development) untuk meraih pasar. Baik ide, pemikiran, maupun tindakan kreatif tidak lain untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda merupakan nilai tambah barang dan jasa yang menjadi sumber keunggulan untuk dijadikan peluang. Jadi, kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam menciptkan nilai tambah di pasar melalui proses pengelolaan sumber daya dengan cara-cara dan berbeda, melalui : 1) Pengembangan teknologi baru, 2) Penemuan pengetahuan ilmiah baru, 3) Perbaikan produk barang dan jasa yang ada, 4) Penemuan cara-cara baru untuk menghasilkan barang lebih banyak dengan sumber daya yang lebih efisien. Kreativitas adalah kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan cara-cara, baru dalam pemecahan masalah dan menemukan pekung (thinking new thing). Sedangkan inovasi adalah kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka pemecahan masalah dan menemukan peluang (doing new thing). Jadi, kreativitas adalah kemampuan untuk memikirkan sesuatu yang baru dan berbeda, sedangkan inovasi merupakan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda tersebut dapat dalam bentuk hasil seperti barang dan jasa, dan bisa dalam bentuk proses seperti ide, metode, dan cara. Sesuatu yang baru dan berbeda yang diciptakan melalui proses berpikir kreatif dan bertindak inovatif merupakan nilai tambah (value added) dan merupakan keunggulan yang berharga. Nilai tambah yang berharga adalah sumber peluang bagi wirausaha. Ide kreatif akan muncul apabila wirausaha look at old think something new or different. Sukses kewirausahaan akan tercapai apabila berpikir dan melakukan sesuatu yang baru atau sesuatu yang lama dengan cara-cara baru (thing and doing new things or old thing in new way) (Zimmer, 1996:51).

B. KONSEP DASAR KUALITAS KEWIRAUSAHAAN Kualitas kewirausahaan yang dimiliki para wirausaha akan menentukan kinerja usahanya. Sebagai faktor penentu, konsepsi kualitas kewirausahaan dapat dijelaskan dari dua hal, yaitu pertama latar belakang teori yang menjadi dasar pandangan tentang kualitas kewirausahaan. Kedua, latar belakang analisis atas faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas kewirausahaan. Dalam hal pertama, terdapat sejumlah teori yang berkembang luas tentang kewirausahaan. Kewirausahaan telah menjadi bahasan yang menarik, tidak saja di dalam disiplin ilmu ekonomi, melainkan juga di dalam berbagai teori seperti sosiologi, psikologi, dan teori perilaku. Teori ekonomi tentang kewirausahaan, walaupun pernah mengalami pasang surut, tetapi karena kegigihan ekonom supra neo-klasik yang dipelopori Schumpeter, menempatkan kewirausahaan sebagai faktor produksi utama (kunci) dan bukan sekedar pelangkap yang diperlakukan sebagai variable eksternal (external variables). Inti dari teori ekonomi tentang kewirausahaan menyatakan bahwa kewirausahaan timbul dan berkembang, jika terdapat peluang ekonomi. Oleh karena itu dikatakan bahwa wirausaha adalah orang yang selalu mencari, menanggapi perubahan dan memanfaatkannya menjadi peluang, mengambil risiko moderta (Cantillon, Mc Clelland), menciptakan cara baru (Schumpeter), pembuat keputusan (Casson) dan pembangun organisasi (Leibenstein). Peluang (opportunity) merupakan suatu kesempatan (chance) yang timbul dan dapat diamati, misalnya dari adanya peningkatan perubahan perubahan kebutuhan barang dan jasa dalam masyarakat, berpencarnya kandungan sumber daya ekonomi antar kawasan (Say), sedikitnya informasi tentang pasar, sumber bahan atau ketidakpastian penawaran tenaga kerja (Leibenstein), pengalihan teknologi produksi dan organisasi dari Negara maju ke Negara berkembang (Broehl) dan sebagainya. Peluang yang berkembang karena berbagai faktor tadi dapat dievaluasi untuk menjadi suatu bisnis yang berhasil. Wirausaha yang berkualitas diyakini mampu menyusun rencana usahanya (business plan) dengan selalu menyelaraskannya terhadap unsur-unsur peluang dan sumber daya yang ada. Konsepsi hubungan tiga komponen penentu hampir pasti tidak menemukan distorsi yang berarti, dalam penerapan praktek bisnis berskala besar ataupun usaha-usaha yang
3

berpotensi menjadi besar. Lain halnya bagi usaha kecil-menengah, sebab pada bisnis seperti ini, unsur pemilik dan pengelola (owner-manager) umumnya memusat pada satu figure, sehingga wirausaha adalah penemu ide dan peluang usaha serta sekaligus penyedia sumber daya ekonomi yang diperlukan untuk menjalankan bisnis. Memperhatikan hal itu, maka wirausaha kecil adalah mereka yang memiliki kualitas kewirausahaan tinggi. Kualitas kewirausahaan merupakan perpaduan sifat kepribadian unggul dan penguasaan keterampilan (skill), berupa kemampuan manajerial. Yuyun Wirasasmita (1993:3) menyebutkan sifat kepribadian itu sebagai nilai intrinsic atau generic dari kewirausahaan dan penguasahaan keterampilan sebagai kemampuan manajerial. Hal kedua ialah menyangkut berbagai faktor yang mempengaruhi kewirausahaan. Untuk menguraikan hal itu digunakan dua asumsi (teori) dasar tentang kewirausahaan yaitu : 1) kewirausahaan dimana wirausaha adalah pelaku usaha sesuatu yang dilahirkan, teori ini dikembangkan oleh Hagen (1962), Fleming (1979), dan Shapiro (1982). 2) Pola-pola pengasuhan anak, latihan dan pendidikan berpengaruh bagi pembentukkan jiwa kewirausahaan, teori ini dipelopori oleh Mc Clelland. Berdasarkan pandangan Mc Clelland tersebut, maka dapat dikemukakan faktor yang mempengaruhi kualitas kewirausahaan, yaitu : a) faktor latar belakang yang merupakan bagian dari awal kehidupan seseorang meliputi asal-usul desa-kota dan status social, b) faktor yang mempengaruhi bagian dari kehidupan seseorang dikemudian hari, ialah pendidikan, pengalaman berusaha dan motivasi berusaha.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas kewirausahaan secara instrinsik adalah : 1) Pencarian peluang 2) Kegigihan dan ketekunan 3) Ketaatan terhadap kontrak dan perjanjian kerja 4) Tuntutan terhadap kualitas dan efisiensi 5) Pengambilan risiko
4

6) Penetapan tujuan 7) Pencarian informasi 8) Perencanaan sistematik dan monitoring 9) Persuasi dan penyusunan jaringan usaha dan 10) Kepercayaan diri. C. PROSES KEWIRAUSAHAAN Kewirausahaan diawali dengan proses imitasi dan duplikasi, kemudian berkembang menjadi proses pengembangan, dan berakhir pada adalah proses penciptaan sesuatu yang baru dan berbeda (inovasi). Tahap proses penciptaan sesuatu yang baru dan berbeda itulah yang disebut tahap kewirausahaan. Tahapan inovasi banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik yang berasal dari pribadi maupun lingkungan. Faktor pribadi yang memicu kewirausahaan adalah motif berprestasi, komitmen, nilai-nilai pribadi, pendididkan, dan pengalaman. Sedangkan faktor pemicu yang berasal dari lingkungan pada masa inovasi adalah peluang, model peran, dan aktifitas. Perilaku kewirausahaan merupakan fungsi dari kopetensi, insentif, dan lingkungan.

D. FUNGSI DAN PERAN WIRAUSAHA Secara umum, wirausaha memiliki dua peran, yaitu sebagai penemu (innovator) dan sebagai perencana (planner). Sebagai penemu, wirausaha menemukan dan menciptakan produk baru, teknologi dan cara baru, dan organisasi usaha baru. Sedangkan sebagai perencana, wirausaha berperan merancang usaha baru, merencanakan strategi perusahaan baru, merencanakan ide-ide dan peluang dalam perusahaaan, dan menciptakan organisasi perusahaan baru.

E. ETIKA BERWIRAUSAHA Terlepas dari tujuan yang bisa berbeda baik secara sosial ataupun ekonomi, ada beberapa etika berwirusaha yang penting dan harus diperhatikan, yaitu : 1) Kejujuran 2) Integritas
5

3) Menepati janji 4) Kesetiaan 5) Kewajaran 6) Suka membantu orang lain 7) Menghormati orang lain 8) Warga Negara yang baik dan taat hokum 9) Mengejar keunggulan, dan 10) Bertanggung jawab

Dalam konteks ekonomi maupun sosial, kejujuran, integritas dan tepat janji merupakan modal sosial yang dapat menumbuhkan kepercayaaan dan memelihara hubungan baik untuk jangka panjang.

F. OBJEK STUDI KEWIRAUSAHAAN Kewirausahaan mempelajari tentang nilai, kemampuan, dan perilaku seseorang dalam berkreasi dan berinovasi. Oleh sebab itu, objek studi kewirausahaan adalah nilainilai dan kemampuan (ability) seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku. Menurut Soeparman Soemahamidjaja (1997:14-15), kemampuan seseorang yang menjadi oobjek kewirausahaan meliputi : 1) Kemampuan merumuskan tujuan hidup/usaha. Dalam merumuskan tujuan hidup/usaha ersebut perlu perenungan, koreksi, yang kemudian berulang-ulang dibaca dan diamati sampai memahami apa yang menjadi kemauannya. 2) Kemampuan memotivasi diri untuk melahirkan suatu tekad kemauan yang menyalanyala. 3) Kemampuan untuk berinisiatif Yaitu mengerjakan sesuatu yang baik tanpa menunggu perintah orang lain, yang dilakukan berulang-ulang sehingga menjadi kebiasan berinisiatif. 4) Kemampuan untuk berinovasi, yang melahirkan kreativitas (daya cipta) setelah dibiasakan berulang-ulang akan melahirkan motivasi. Kebiasaan inovatif adalah desakan dalam diri untuk selalu mencari berbagai kemungkinan baru atau kombinasi
6

baru apa saja yang dapat dijadikan peranti dalam menyajikan barang dan jasa bagi kemakmuran masyarakat. 5) Kemampuan untuk membentuk modal uang atau barang modal (capital goods). 6) Kemampuan untuk mengatur waktu dan membiasakan diri untuk selalu tepat waktu dalam segala tindakan melalui kebiasaan yang selalu tidak menunda pekerjaan. 7) Kemampuan mental yang dilandasi dengan agama. 8) Kemampuan untuk membiasakan diri dari dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik maupun menyakitkan.

G. HAKIKAT KEWIRAUSAHAAN Menurut Drucker, kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different thing). Bahkan, entrepreneuship secara sederhana sering juga diartikan sebagai prinsip atau kemampuan wirausaha (Ibnu Soedjono, 1993; Meredith, 1996; Marzuki Usman, 1997). Istilah kewirausahaaan berasal dari terjemahan entrepreneuship, yang dapat diartikan sebagai the backbone of economy, yaitu syarat pusat perekonomian atau sebagai tailbone of economy, yaitu pengendali perekonomian sustu bangsa (Soeharto Wirakusumo, 1997:1). Secara epistimologi, kewirausahaan merupakan nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (star-up phase) atau suatu proses dalam mengerjakan suatu yang baru (creative) dan sesuatu yang berbeda (innovative). Menurut Thomas W Zimmerer (1996:51), kewirausahaan adalah applying creativity and innovation to solve the problems and to exploit opportunities that people face everyday. Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan upaya untuk memanfaatkan peluang yang dihadapi setiap hari. Kewirausahaan adalah penerapan kreativitas dan inovasi untuk memecahkan masalah dan upaya untuk memanfaatkan peluang yang dihadapi setiap hari. Kewirausahaan merupakan gabungan dari kreativitas, inovasi, dan keberanian menghadapi risiko yang dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentuk dan memelihara usaha baru. Kreativitas, oleh Zimmer (1996:51) diartikan sebagai kemampuan untuk mengembangkan ide-ide baru dan untuk menemukan cara-cara

baru dalam memecahkan persoalan dan menghadapi peluang (creativity is the ability to develop new ideas and to discover new ways of looking at problem and opportunities). Sedangkan, inovasi diartikan sebagai kemampuan untuk menerapkan kreativitas dalam rangka memecahkan persoalan-persoalan dan peluang untuk meningkatkan dan memperkaya kehidupan (innovation is the ability to apply creative solutions to those problem and opportunities to enhance or to enrich peoples live). Menurut Harvards Theodore Levitt yang dikutip Zimmer (1996:51), kreativitas adalah thinking new things (berpikir yang baru). Keberhasilan wirausaha akan tercapai apabila berpikir dan melakukan sesuatu yang abru atau sesuatu yang lama yang dilakukan dengan cara yang baru (thinking and doing new things or old thing in new ways). Menurut Zimmerer ide kreatif akan muncul apabila wirausaha melihat sesuatu yang lama dan memikirakan sesuatu yang baru atau berbeda (look at something old and think something new or different). Dari pandangan para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan (entrepreneuship) adalah suatu kemampuan (ability) dalam berpikir kreatif dan berperilaku inovatif yang dijadikan dasar, sumber daya, tenaga penggerak, tujuan siasat, kiat, dan proses dalam menghadapi tantangan hidup. Dari beberapa konsep yang dikemukakan di atas, ada enam hakikat penting kewirausahaan, yaitu : 1) Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi, 1994). 2) Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) (Drucker, 1959). 3) Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha) (Zimmerer,1996). 4) Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro, 1997).
8

5) Kewirausahaaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (innovative) yang bermanfaat memberikan nilai lebih. 6) Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan

mengombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilakan barang dan jasa baru yang lebih efisien, memperbaiaki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen. Berdasarkan keenam konsep diatas, secara ringkas kewirausahaan dapat

didefinisikan sebagai suatau kemampuan kreatif dan inovatif (create new different) yang dijadikan kiat, dasar, sumber daya, proses, dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi resiko. H. ASPEK-ASPEK KEWIRAUSAHAAN Entrepreneur adalah seseorang yang memiliki kombinasi unsur-unsur (elemen-

elemen) internal yang meliputi kombinasi motivasi, visi, komunikasi, optimisme, dorongan semangat, dan kemampuan untuk memanfaatkan peluang usaha. Aspek-aspek kewirausahan yaitu : 1) Kepemimpinan 2) Keuangan 3) Kebutuhan pelanggan 4) Sumber Daya Manusia 5) Strategi dan Perencanaan 6) Struktur organisasi 7) Pemasok dan hubungan kemitraan 8) Informasi dan pengetahuan 9) Proses dan prosedur produksi 10) Karakteristrik produk

I. PEMASARAN Pemasaran adalah sebuah proses dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Jadi, segala kegiatan dalam hubungannya dalam pemuasan kebutuhan dan keinginan manusia merupakan bagian dari konsep pemasaran. Pemasaran dimulai dengan pemenuhan kebutuhan manusia yang kemudian bertumbuh menjadi keinginan manusia. Contohnya, seorang manusia membutuhkan air dalam memenuhi kebutuhan dahaganya. Jika ada segelas air maka kebutuhan dahaganya akan terpenuhi. Namun manusia tidak hanya ingin memenuhi kebutuhannya namun juga ingin memenuhi keinginannya yaitu misalnya segelas air merek Aqua yang bersih dan mudah dibawa. Maka manusia ini memilih Aqua botol yang sesuai dengan kebutuhan dalam dahaga dan sesuai dengan keinginannya yang juga mudah dibawa. Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Seseorang yang bekerja dibidang pemasaran disebut pemasar. Pemasar ini sebaiknya memiliki pengetahuan dalam konsep dan prinsip pemasaran agar kegiatan pemasaran dapat tercapai sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia terutama pihak konsumen yang dituju. J. ASPEK YANG DIKAJI DALAM PEMASARAN Aspek yang dikaji dalam pemasaran yaitu : 1. Aspek Pasar dan Pemasaran Pengkajian terhadap aspek pasar dan pemasaran adalah kajian untuk mendapatkan gambaran apakah tersedia pasar atau calon peserta yang cukup luas dan potensial serta kemungkinan pemasaran. Agar usaha dapat memperoleh laba maka jumlah peserta harus melebihi titik impas. Pengkajian aspek pasar dan pemasarannya meliputi: a) Masyarakat yang mampu membayar iuran atau mempunyai daya beli untuk jasa pemeliharaan kesehatan (ability to pay) atau ATP, disebut masyarakat yang mempunyai potensi pasar (P) b) Masyarakat yang mampu membayar danmau membayar iuran (willingness to pay)

10

atau WTP, disebut sebagai daya tembus/penetrasi pasar (P) c) Harga jasa pemeliharaan kesehatan disebut iuran (I) 2. Aspek teknis Jasa Pemeliharaan Kesehatan Pengkajian terhadap aspek teknis jasa pemeliharaan kesehatan adalah kajian terhadap jasa pemeliharaan kesehatan yang akan dipasarkan. 3. Aspek Organisasi dan Manajemen Pengkajian aspek organisasi adalah kajian tentang organisasi yang potensial menjalankan dan sejauh mana keterlibatan pemrakarsa (pemerintah, swasta dan penyandang dana) dalam mengembangkan. UU Kesehatan No. 23/1992 dan Permenkes 571/1993.
4.

Aspek Ekonomi dan Keuangan Pengkajian terhadap aspek ekonomi dan keuangan adalah kajian tentang kebutuhan dana untuk membiayai, yang terdiri dari biaya investasi dan biaya operasional, agar usaha dapat memenuhi kewajiban-kewajiban keuangannya, memperoleh laba, baik untuk periode yang telah diperhitungkan maupun yang tak terduga.

K. ASPEK PEMASARAN Pemasaran adalah suatu proses penciptaan dan penyampaian barang dan jasa yang diinginkan pelanggan, yang meliputi kegiatan yang berkaitan dengan menarik dan mempertahankan pelanggan. Rahasia pemasaran yang berhasil adalah memahami siapa pelanggan Anda, apa kebutuhannya, permintaan dan keinginannya, dan Anda memberikan jasa, kecocokan dan sesuatu yang bernilai bagi pelanggan sehingga dia mau kembali lagi. Perlu diingat bahwa fungsi pemasaran merupakan fungsi seluruh aspek perusahaan, mempengaruhi setiap aspek kegiatan, mulai dari keuangan, produksi hingga perekrutan dan pembelian. Segmen pasar adalah sekelompok pelanggan tertentu yang mempunyai tanggapan yang relatif sama terhadap stimulasi pemasaran. Kelompok ini biasanya memiliki
11

karakteristik, kebutuhan, dan keinginan yang relatif sama sehingga akan memberikan respon yang relatif sama pula. Tiap segmen pasar akan mempunyai kelompok konsumen dengan karakter umum seperti umur, jenis kelamin, lokasi, gaya hidup, dan lain-lain. Kebiasaan membeli dari konsumen di segmen pasar yang sama biasanya hampir sama. Memahami karakter-karakter mereka bisa digunakan untuk memperbaiki produk, memutuskan strategi harga, distribusi dan cara promosi, dll. Menretkan produk dan kegiatan pemasaran sesuai dengan segmen pasar tertentu inilah yang disebut sebagai menargetkan pasar. Penentuan segmen pasar ini berguna untuk memperjelas pelanggan mana yang akan Anda layani. Menentukan Segmen Pasar Cara berikut mungkin dapat membantu Anda untuk menentukan segmen pasar Anda: 1) Buatlah daftar semua segmen pasar yang ada, yaitu: berdasar jenis kelamin, usia, pendapatan, profesi, pendidikan, dan lokasi tempat tinggal. 2) Tentukan segmen pasar Anda. Dalam menentukan segmen pasar, sebaiknya Anda mempertimbangkan hal-hal berikut: a) Pilih segmen yang masih sepi pemain. b) Pilih yang paling Anda kuasai. c) Pilih yang potensi pasarnya masih akan terus berkembang. 3) Tentukan harga, lokasi dan promosi yang tepat bagi segmen Anda.

BAURAN PEMASARAN Dalam ilmu manajemen pemasaran, 4 P ini sering disebut dengan bauran pemasaran (marketing mix). 4P dalam bauran pemasaran, yaitu : 1) Produk Produk adalah barang atau jasa yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan pelanggan. 2) Price (harga) Harga juga akan mempengaruhi baik penjualan maupun laba. Harga mungkin akan tergantung pada hukum ekonomi, missal permintaan dan penawaran. 3) Place (tempat)

12

Yang dimaksud dengan place adalah dimana pelanggan bisa mendapatkan barang dan jasa tersebut. Saluran yang digunakan untuk menyampaikan barang/jasa kepada pasar (retailer, pasar umum). Termasuk disini adalah transportasi dan penyimpanan. 4) Promotion (Promosi) Promosi biasanya diperlukan seorang entrepreneur untuk memperkenalkan,

memberikan informasi, atau mengingatkan pelanggan tentang produk / jasanya. Iklan, metode promosi, penyebaran informasi, penjualan langsung yang digunakan untuk menginformasikan barang dan jasa pada konsumen.

MENENTUKAN HARGA

Penetapan harga harus betul-betul diperhatikan dan dilakukan dengan hati-hati. Caracara berikut diharapkan dapat membantu Anda dalam menentukan harga jual produk / service 1) Dihitung dari harga produksi. Cara ini merupakan cara yang paling mudah untuk menetapkan harga jual, yang dilakukan dengan menghitung harga produksi per-unit atau harga pokok penjualan perunit produk kemudian ditambahkan beberapa persen margin yang merupakan keuntungan perusahaan. 2) Sesuaikan harga pasaran. Bila produk Anda adalah produk yang sudah banyak diproduksi dan dipasarkan, maka biasanya harga pasaran produk itu sudah terbentuk. Sehingga untuk menentukan harga jualnya Anda harus menyesuaikan dengan harga pasaran produk tersebut. 3) Sesuaikan segmen yg dituju. Anda dapat menentukan harga jual produk Anda sesuai dengan segmen yang Anda tuju. Bila Anda membidik segmen yang sensitif terhadap harga, maka Anda harus benar-benar memperhitungkan harga jual Anda. Pada segmen ini, selisih harga sedikit saja akan dapat mempengaruhi keputusan untuk membeli. Sebaliknya bila Anda membidik segmen atas yang biasanya tidak terlalu sensitive terhadap harga, maka Anda dapat menjual produk Anda dengan harga yang tinggi.

13

PROMOSI Promosi biasanya diperlukan seorang entrepreneur untuk memperkenalkan, memberikan informasi, atau mengingatkan pelanggan tentang produk / jasanya. Cara-cara berikut ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain: 1) Kartu nama. 2) Discount penjualan. Biasanya diskon ini diberikan pada saat pembukaan suatu usaha untuk menarik minat pelanggan untuk mencoba produk/jasa tersebut. 3) Iklan. Iklan dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain melalui selebaran, brosur, hingga memasang iklan di barbagai media massa seperti tv, radio, majalah, dan internet. 4) Mouth to mouth. Ini merupakan cara promosi yang paling efektif dan paling murah. Promosi ini bisa Anda dapatkan dengan menyediakan produk dan layanan yang memuaskan bagi pelanggan sehingga para pelanggan itu akan menyebarkannya pada teman, saudara dan lingkungannya.

L. ANALISIS ASPEK PEMASARAN Untuk menganalisis aspek pemasaran, seorang wirausaha terlebih dahulu harus melakukan penelitian dengan menggunakan sistem informasi pemasaran yang memadai, berdasarkan analisis dan prediksi, apakah bisnis yang akan dirintis atau dikembangkan memiliki peluang pasar yang memadai atau tidak, dalam analisis pasar, biasanya ada beberapa komponen yang harus dianalisis dan dicermati di antaranya : 1) Kebutuhan dan keinginan komsumen. 2) Segmentasi pasar. Pelanggan dikelompokkan dan diidentifikasi, misalnya berdasarkan geografi, demografi, dan sosial budaya dan demografis. 3) Target. Target pasar menyangkut banyaknya konsumen yang dapat diraih.

14

4) Nilai tambah. Wirausaha harus mengetahui nilai tambah produk barang dan jasa pada setiap rantai pemasaran mulai dari pemasok, agen, sampai pasa konsumen akhir. 5) Masa hidup produk. Harus dianalisis apakah masih hidup produk dan jasa bertahan lama atau tidak. 6) Struktur pasar. Harus dianalisis apakah barang dan jasa yang akan dipasarkan termasuk pasar persaingan tidak sempurna (seperti pasar monopoli, ologopoli, dan monopolistik), atau pasar persaingan sempurna. 7) Persaingan dan strategi pesaing. Harus dianalisis apakah tingkat persaingan tinggi atau rendah. 8) Ukuran pasar. Ukuran pasar dapat dianalisis dari olume penjualan. 9) Pertumbuhan pasar. Pertumbuhan pasar dapat dianalisis dari pertumbuhan volume penjualan. 10) Laba kotor. Apakah perkiraan margin laba kotor tinggi atau rendah. 11) Pangsa pasar. Pangsa pasar bisa dianalisis dari selisih jumlah barang dan jasa yang diminta dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.

15

DAFTAR PUSTAKA
http://www.google.co.id/ kewirausahaan\kelayakan_usaha. http://www.google.co.id/ Identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas

kewirausahaan mahasiswa. http://www.google.co.id/ Pemasaran - Wikipedia bahasa Indonesia. http://www.google.co.id/ Pembiayaan & Jaminan Kesehatan - Online - Studi Kelayakan JPKM. Suryana. 2003. Kewirausahaan : Pedoman Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses. Salemba. Emban Patria. Jakarta.

16