Anda di halaman 1dari 5

Kontradiksi Konsumsi Kopi Antara Manfaat dan Risiko Kesehatan

Siapa tak kenal kopi? Minuman yang populer di seluruh penjuru dunia ini sudah akrab dikonsumsi semua lapisan masyarakat. Orang sudah mengenal dan menikmati berbagai sajian kopi mulai dari kopi tubruk biasa, kopi instan atau kopi yang dinikmati dengan campuran berbagai jenis bahan lain seperti krimer, susu, coklat, ginseng, dan masih banyak lagi. Bahkan kopi sudah menjadi gaya hidup masyarakat urban yang dinikmati di berbagai kafe-kafe kopi ternama dunia dan tempat-tempat bersosialisasi dimanapun. Muncul juga istilah "coffee break" yang menandakan waktu istirahat untuk mengkonsumi kopi. Kopi mengandung berbagai macam zat yang bersifat psikotropika ketika direspon oleh mekanisme pertahanan tubuh kita. Salah satunya, kopi mengandung kafein yang mampu menstimulasi produksi dua hormon perangsang yaitu cortisone dan adrenalin. Akibatnya dalam waktu singkat kopi mampu berpengaruh menghilangkan kantuk, meningkatkan kesadaran mental, pikiran, fokus, dan respon. Karena itulah kopi biasa dikonsumsi saat pagi hari, membantu terjaga di malam hari, dan ketika kondisi lelah setelah seharian beraktifitas. Alhasil kopi semakin membuat jam terjaga manusia lebih lama daripada jam tidurnya dan bekerja lebih lama daripada istirahat. Manfaat kopi tersebut menjadikannya "obat" perangsang paling populer di dunia. Bahkan lembaga olahraga internasional menyatakan bahwa kopi adalah legal untuk dikonsumsi sebagai penambah tenaga bagi para atlet sebelum bertanding. Karenanya jangan heran kalau beberapa atlet olahraga meminum black coffee atau kopi tanpa gula sebelum berlaga. Namun kandungan zat-zat dalam kopi juga berpengaruh terhadap kesehatan terutama ketika dosisnya berlebihan. Hasil penelitian mengenai pengaruh kopi terhadap kesehatan oleh para ahli di seluruh dunia masih menyatakan hal yang kontradiktif. Orang yang ingin sedikit terhindar dari efek kafein dapat memilih kopi non kafein atau decaffeinate coffee meski rasa khas kopinya akan berkurang. Manfaat Kesehatan Meningkatkan mood, mental, kewaspadaan, dan kemampuan kognitif Manfaat terbaik dari konsumsi kopi atau kafein adalah kemampuannya meningkatkan mood, performa fisik dan mental. Menurut Roland Griffiths dari Johns Hopkins School of Medicine, mereka yang mengkonsumsi minimal 200 mg kafein atau setara dengan 480 ml kopi memperlihatkan reaksi mood yang baik, senang, berenergi, perhatian yang tajam, ramah dan mudah bergaul. Memori verbal dan kecepatan respon juga meningkat bagi mereka yang mengkonsumsi kopi secara teratur. Penikmat kopi yang berusia lanjut menunjukkan peningkatan kemampuan kognitif terbesar. Banyak orang Amerika yang mengalami gangguan tidur bergantung pada kopi untuk membantu mereka beraktivitas sehari-hari dan membantu kemampuan mengemudi. Konsumsi kopi

membuat mereka lebih waspada, fokus, bereaksi lebih baik, mempertajam ingatan dan membantu menjalankan pekerjaan atau aktifitas yang rumit. Meningkatkan daya tahan dan performa fisik Untuk mereka yang aktif, konsumsi kafein mampu meningkatkan daya tahan dalam aktifitas aerobik (berintensitas rendah dalam jangka waktu panjang, dan membutuhkan daya tahan misalnya berjalan, berlari, berenang, dan bersepeda). Sementara konsumsi kafein mampu meningkatkan performa untuk mereka yang melakukan aktifitas anaerobik (berintensitas rendah dalam jangka waktu pendek, dan membutuhkan power seperti angkat beban dan angkat besi). Hal tersebut bisa disebabkan karena efek konsumsi kafein mampu mengurangi persepsi rasa sakit dan membantu kemampuan membakar lemak untuk bahan bakar daripada karbohidrat. Sebagai analgesik Kafein dalam kopi mampu meningkatkan efektifitas pengobatan penghilang rasa sakit (pain killers) terutama migrain dan sakit kepala. Karena alasan ini pula beberapa obat sakit kepala mengandung kafein dalam formulanya. Sebagai antioksidan Kopi mengandung zat antikanker bernama methylpyridinium yang artinya berfungsi sebagai antioksidan. Kandungan methylpyridinium ini terkandung baik dalam kopi berkafein maupun tidak dan bahkan dalam kopi instan. Mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan Dementia Beberapa studi menunukkan mereka yang mengkonsumsi 2 cangkir kopi sehari mengalami penurunan risiko terkena penyakit Alzheimer daripada yang hanya menkonsumsi kurang dari 1 cangkir sehari. Berkaitan dengan hasil tersebut, peminum 3-5 cangkir kopi sehari juga berkurang risikonya terkena penyakit dementia. Mengalami penurunan risiko batu ginjal dan kandung kemih Dua penelitian terhadap para pengkonsumsi kopi berkafein oleh Harvard School of Public Health menunjukkan korelasi penurunan penyakit batu ginjal dan kandung kemih pada pria maupun wanita. Mengurangi risiko penyakit Parkinson Beberapa penelitian terkini tentang manfaat konsumsi kopi terhadap penyakit malah semakin mempopulerkan kopi. Misalnya hasil ulasan dari 13 penelitian menunjukkan bahwa orang-orang yang mengkonsumsi kopi sebanyak 3,5 cangkir kopi sehari mengandung kafein mengalami penurunan risiko sebesar 30% dari penyakit Parkinson. Antidiabetes Ulasan lainnya menemukan bahwa para penikmat 4-6 cangkir kopi sehari (mengandung kafein atau tidak) juga mengalami penurunan risiko penyakit Diabetes tipe 2 sebesar 28% daripada yang tidak mengkonsumi kopi. Manfaat ini diperoleh karena kandungan zat-zat antioksidan dan asam chlorogenic pada kopi. Mengurangi risiko sirosis hati

Meskipun mekanisme dan jumlah konsumsi yang disarankan belum jelas, namun kebiasaan minum kopi juga mengurangi risiko terjadinya sirosis hati dan risiko hepatocellular carcinoma yaitu kanker hati primer yang biasanya terjadi pada penderita yang sudah mempunyai sirosis. Menurunkan risiko kanker mulut, esofagis dan faring Konsumsi kopi juga menunjukkan hasil berkurangnya risiko penyakit kanker mulut, esofagis, dan faring. Mencegah konstipasi Kopi berkafein maupun tidak berkafein bersifat sebagai stimulan peristaltik usus dan dianggap mampu mencegah konstipasi. Beberapa ahli pengobatan alternatif bahkan menganjurkan kopi sebagai "pembersih usus." Mencegah karang gigi Kandungan tannin dalam kopi yang berfungsi sebagai senyawa polifenol juga mampu mengurangi potensi cariogenic dalam makanan sehingga mencegah karang gigi dan pembentukan plak. Mengurangi risiko penyakit gout Dalam sebuah penelitian besar selama 12 tahun atas 45 ribu orang pria berusia diatas 40 tahun, risiko terjadinya penyakit gout menurun seiring banyaknya kopi yang dikonsumsi. Mitos Kafein Selama beberapa tahun, masyarakat umum percaya terhadap beberapa mitos soal kopi. Karena itu pada bulan Maret 2008, Center for Science in the Public Interest mempublikasikan hasil penelitian ilmiah menyeluruh soal kopi dalam Nutrition Action Healthletter. Penemuan dan hasil dari berbagai penelitian tersebut diantaranya menyatakan : Hidrasi Mitos menyatakan jika minuman mengandung kafein akan menyebabkan diuretik atau retensi urin. Namun penelitian membuktikan orang yang mengkonsumsi sampai dengan 550 mg kafein tidak mengalami retensi urin lebih banyak daripada ketika mengkonsumsi minuman bebas kafein. Namun retensi urin terjadi ketika konsumsi kafein mencapai diatas 575 mg. Jadi sebagai contohnya, secangkir Starbucks grande yang mengandung 330 mg kafein tidak akan serta merta membuat Anda cepat mengalami retensi urin daripada meminum setengah liter air putih biasa. Penyakit Jantung Para penderita penyakit jantung, terutama yang juga mempunyai tekanan darah tinggi, seringkali disarankan untuk menghindari konsumsi kafein karena sifatnya sebagai stimulan. Tetapi sebuah analisa atas 10 penelitian terhadap 400 ribu orang peminum kopi (mengandung kafein ataupun tidak) setiap hari tidak menunjukkan peningkatan risiko penyakit jantung. Menurut para ahli kardiologi dari University of California, San Francisco, hanya sedikit bukti yang menunjukkan konsumsi kopi dan/ atau kafein dalam dosis biasa mampu meningkatkan risiko serangan jantung, kematian akibat serangan jantung, atau ritme jantung yang abnormal. Bahkan penelitian atas 27 ribu wanita yang mengkonsumsi 1-3 cangkir kopi/hari selama 15

tahun di Iowa Women's Health Study, mengalami penurunan resiko penyakit kardiovaskular sebesar 24%, meskipun manfaat ini menurun jika konsumsi kopi meningkat. Hipertensi Kafein seringkali dianggap meningkatkan tekanan darah. Tetapi dalam penelitian atas 155 ribu wanita yang biasa mengkonsumsi kopi mengandung kafein ataupun tidak selama 10 tahun tidak menunjukkan perkembangan hipertensi daripada mereka yang bukan peminum kopi. Peningkatan risiko hipertensi malah ditemukan pada peminum cola. Bahkan penelitian dari John Hopkins Hospital, rumah sakit terbaik di AS, terhadap seribu orang laki-laki selama 33 tahun menyatakan bahwa kebiasaan minum kopi hanya berpengaruh sangat kecil atas risiko penyakit hipertensi. Kanker Pada tahun 1981, kepanikan sempat melanda pecinta kopi ketika sebuah penelitian dari Harvard menyatakan konsumsi kopi dapat meningkatkan risiko kanker pankreas. Usut punya usut ternyata bukan kopi yang jadi penyebab, tetapi kebiasaan merokok. Dalam sebuah ulasan dari 66 penelitian di tahun 2007, para ilmuwan menyatakan bahwa kecil sekali pengaruh konsumsi kopi terhadap risiko berkembangnya kanker pankreas atau ginjal. Dan penelitian terhadap 59 ribu wanita di Swedia yang biasa mengkonsumsi kopi atau teh tidak menunjukkan hubungan dengan kanker payudara. Namun perlu Anda catat, bahwa kopi mengandung tak kurang dari 1.000 zat yang lebih dari separuhnya adalah zat karsinogen. Keropos Tulang Meski beberapa observasi menyatakana adanya kaitan antara konsumsi kafein dan pengeroposan dan keretakan tulang, namun beberapa penelitian fisiologi manusia hanya menemukan sedikit pengurangan penyerapan kalsium dan tidak ada pengaruh pembuangan kalsium. Faktanya hanyalah peralihan kebiasaan konsumsi susu menjadi konsumsi kopi atau teh. Menurut Dr. Robert Heaney dari Creighton University, konsumsi sekecil 1-2 sendok susu sudah bisa mengimbangi efek negatif kafein terhadap kalsium. Jadi dia menegaskan, asalkan asupan makanan/ minuman mengandung kalsium sudah mencukupi maka tidak ada masalah untuk terus menikmati kopi atau teh. Efek Negatif Bagi Kesehatan Menimbulkan insomnia dan rasa gelisah Kecuali memang ingin terjaga, kalau Anda tidak ingin mengalami gangguan tidur, sebaiknya Anda tidak mengkonsumsi kopi. Konsumsi kopi dalam jumlah yang berlebihan juga akan menyebabkan rasa gelisah, mudah marah, jantung berdebar, dan bahkan depresi. Masalah saluran pencernaan Sifat stimulan kopi sebagai peristaltik usus menyebabkan kondisi sakit perut terutama bagi mereka yang sensitif. Penderita radang lambung (gastritis) dan radang usus besar (colitis) juga

tidak dianjurkan mengkonsumsi kopi. Membuat noda di gigi Kabar buruk juga bagi pecinta kopi karena seperti halnya teh, kopi juga dapat meninggalkan noda di gigi. Tidak dianjurkan untuk ibu hamil Konsumsi kopi yang berlebihan hingga 8 cangkir sehari sangat tidak dianjurkan pada wanita hamil karena meningkatkan risiko kematian janin. Muncul juga peningkatan gejala post menopause syndrome pada wanita pengkonsumsi kopi. Mengurangi zat besi Konsumsi kopi dapat berpengaruh mengarah pada anemia defisiensi zat besi pada ibu hamil dan janinnya. Kopi juga terkait dengan berkurangnya penyerapan zat besi. Jadi apapun pilihan kopi Anda, apakah itu kopi tubruk, black coffee, kopi susu, cappuccino, kopi moka, espresso, latte, atau frappuccino, nikmati saja "obat perangsang" terpopuler ini untuk menemani aktivitas sehari-hari Anda. Tentunya tidak dalam jumlah yang berlebihan untuk menjaga agar Anda tetap sehat.