Anda di halaman 1dari 2

Tahap 1: Rancangan Awal 1. Buat di selembar kertas mengenai konsep dari proyek stop motion yang ingin An da kerjakan.

2. Tulis disana tema atau pesan apa yang ingin disampaikan melalui stop motion t ersebut. 3. Kedua, tulis nama-nama tokoh (kalau dibutuhkan). 4. Ketiga, tentukan bahan apa yang ingin Anda gunakan sebagai modelnya (bisa pap ercraft, Lego, action vigure, atau bahan-bahan sederhana lainnya) 5. Keempat, tulis daftar semua lagu pengiring dan/atau efek suara (sound effect) yang sesuai dengan stop motion yang dibuat. 6. Kelima, tulis garis besar dari cerita tiap-tiap adegan (scene). Tahap 2: Mendesain 1. Kembangkan garis besar dari tiap-tiap scene agar lebih menarik lagi. Sesuaika n dengan sifat bahan yang digunakan untuk model. 2. Desain layout tampilan area yang ingin ditampilkan. Jangan lupa lampu untuk p ermainan cahayan agar lebih hidup stop motion-nya. 3. Desain tampilan model/tokoh yang ingin dimainkan. Bisa modelnya terbuat dari kertas, membuat desainnya secara manual dengan menggunakan kertas millimeter blo ck (agar tidak terjadi perbedaan ukuran), atau menggunakan digital imaging. Bisa juga Anda membuat sketsa desain modelnya terlebih dahulu, lalu men-scan-nya dan menyempurnakannya menggunakan aplikasi pengolah pixel (seperti Photoshop) atau vector (seperti Illustrator). Tahap 3: Persiapan dan Pelaksanaan 1. Siapkan semua set area 'beraksinya' model sesuai dengan alur cerita yang tela h dibuat. 2. Persiapkan pula model di posisi awal sesuai dengan cerita yang ada. 3. Siapkan kamera. Anda bisa memakai kamera apa saja, kamera digital saku pun ta k apa. Akan tetapi, untuk hasil yang lebih bagus, disarankan menggunakan kamera DSLR atau kamera digital yang mempunyai fitur HDR video. Tempatkan kamera dengan angle yang pas (usahakan jangan keseringan mengambil gambar dengan teknik zoom) . Semakin Banyak gambar yang diambil, maka semakin 'mulus' video yang dihasilkan nantinya. 4. Dianjurkan menggunakan tripod agar hasil gambar tidak goyang atau berubah ang le. Fungsi dari tripod ini untuk menyangga agar kamera tetap dalam posisi bidik yang tetap. Intinya, kamera harus tetap dalam posisi bidiknya. 5. Atur sumber pencahayaan yang baik. Bisa menggunakan lampu atau senter. Jika l ampu Anda berkedip-kedip, Anda perlu mematikan sumber-sumber cahaya disekitar 'a rea beraksi'. 6. Ambil foto pertama sebagai uji coba apakah sudah benar segala sesuatunya. Jik a belum, atur kembali yang dirasa perlu diperbaiki. 7. Jika foto pertama dirasa pas, lanjutkan dengan pergerakan selanjutnya. Yang p erlu diingat, jangan menggerakkan model terlalu cepat (jarak geraknya terlalu ja uh). Gerakan perlahan-lahan. Anda bisa memasukkan beberapa gerakan anggota dari model, atau mengubah tata letak set. 8. Lakukan hal yang sama, sampai lengkap sudah ceritanya. Tahap 4: Finishing Dalam tahap finishing (akhir) ini, Anda tinggal menggabungkan hasil jepretan yan g sudah Anda punya menggunakan software yang ada di komputer Anda. Windows Movie s Maker yang sudah bawaan dari windows bisa kita gunakan juga untuk mengubahnya menjadi film. Sedangkan untuk aplikasi dengan hasil yang lebih bagus (dengan kes ulitan yang lebih tinggi tentunya) ada Adobe After Effect, Adobe Premiere, Virtu al Dub, dan Stop Motion Station. Tips-tips di atas merupakan tips-tips yang Saya ketahui untuk membuat sebuah sto p motion yang terarah. Mungkin Anda punya cara-cara sendiri yang lebih simpel da n efisien. Maka, saya menanti kritik dan saran dari Anda untuk perbaikan tahapan

-tahapan yang saya tahu ini. Semoga STOP MOTION BUATAN ANAK INDONESIA bisa MENEM BUS PERFILMAN INTERNASIONAL. Amin.