Anda di halaman 1dari 16

By: Lira F.

Lubis, drg

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) sekumpulan gejala penyakit yg menunjukkan kerusakan yg didpt dari faktor luar & bkn bawaan sejak lahir. Tahun 1983, para peneliti menemukan satu jenis retrovirus yang mulanya diberi nama Lympadenopati associated virus & pd Mei 1986 disepakati menggunakan nama: Human Immunodeficiency Virus

Gambaran Penyakit
1. Infeksi primer (primary infection) Tahap ini terlihat setelah beberapa minggu terpapar HIV, ditandai dengan gejala demam, sakit tenggorokan, lesu dan lemas, sakit kepala, fotofobia, limpadenopati serta bercak makulopapular. Tahap ini biasanya berlangsung sekitar satu atau dua minggu lebih dan ditemukan pada hampir 70% peristiwa infeksi HIV.

2. Infeksi dini (early infection) Tahap ini merupakan nama laten virus yang dapat berlangsung selama beberapa bulan sampai beberapa tahun. Umumnya penderita asimtomatik kecuali beberapa diantaranya dengan limpadenopati umum. 3. Infeksi menengah (middle infection) Tahap ini ditandai dengan munculnya kembali antigen HIV serta penurunan sel limfosit T sehingga penderita menjadi sangat rentan terhadap berbagai kondisi dan infeksi. Kandiasis di mulut dan oral hairy leukoplakia sering terlihat pada tahap ini.

4. Sakit HIV berat (severe HIV disease) Tahap ini ditandai dengan timbulnya infeksi oportunistik dan neoplasma yang menyebabkan keadaan sakit berat dengan angka kematian yang tinggi. Tahap inilah yang disebut AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome)

Pemeriksaan Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium menunjukkan antigen atau antibody terhadap HIV didalam darah. Untuk itu digunakan pemeriksaan : tes Elisa (Enzim linked immunosorbent assay) sebagai pemeriksaan penyaring, yang apabila positif lebih lanjut dikonfirmasikan dengan pemeriksaan Westren Immunoblot (WB) tes PCR atau Polymerase Chain Reactions.

Cara Penularan
Kontak seksual (homoseksual atau heteroseksual) Tranmisi jarum suntik dan alat kesehatan lain Tranmisi perinatal (dari ibu ke anak dalam persalinan) Tranmisi darah dan produk darah Tranmisi dalam pelayanan kesehatan yaitu pada pekerja rumah sakit yang berkontak dengan darah atau cairan tubuh pasien dengan infeksi HIV

GEJALA KLINIS DAN MANIFESTASI AIDS DI RONGGA MULUT


Gejala Klinis AIDS Spt terkena flu. Penderita merasa lelah yang berkepanjangan dan tanpa sebab, kelenjar2 getah bening dileher, ketiak, pangkal paha membengkak selama berbulan2, nafsu mkn menurun/hilang, demam yg terus menerus mencapai 39 derajat Celcius atau berkeringat pd malam hari, brt bdn turun tanpa sebab, lukaluka hitam pd kulit atau selaput lendir yg tdk bs sembuh, batuk2 yg berkepanjangan dan dlm kerongkongan, mudah memar atau pendarahan tanpa sebab. Gejala-gejala awal ini : AIDS Related Complex (ARC).

Manifestasi AIDS Infeksi

di rongga mulut

karena jamur (Oral Candidiasis) Spt : oral thrush, acute atrophic candidiasis, chronic hyperplastic candidiasis, dan stomatis angularis (Perleche). karena virus Spt : stomatis herpetiformis, herpes zoster, hairy leukoplakia, cytomegalovirus.

Infeksi

Infeksi a.

karena bakteri HIV necrotizing gingivitis disertai pendarahan waktu menggosok gigi, rasa sakit dan halitosis. Mengenai gingiva bag ant. Papila interdental dan tepi gingiva akan tampak berwrn merah, bengkak, atau kuning keabu-abuan krn nekrosis, sering terjadi necrotizing ulcrerative gingivitis yg parah dan penyakit periodontal yg progresif sekalipun kebersihan mulut terjaga dgn baik dan walaupun telah diberikan antibiotika.

b. HIV periodontitis Penyakit periodontal yg berlangsung secara progresif. Sejumlah penderita AIDS mengalami kerusakan tulang alveolar yang cepat.

Neoplasma

Sarkoma kaposi merupakan tanda awal AIDS dan umumnya (50%) ditemukan dalam mulut pria homoseksual dan jg dpt ditemukan dikulit kepala dan leher. Terletak pada palatum dan besarnya dari hanya beberapa millimeter sampai centimeter. Bentuknya tidak teratur, dapat tunggal atau multiple dan biasanya asimtomatik, sehingga baru disadari oleh pasien bila lesi sudah menjadi agak besar.

Kelainan lain didalam mulut Stomatis aphtosa rekuren, terutama tipe mayor. Ulkus nekrotik yang meluas sampai ke fausia. Xerostomia Pembesaran kelenjar parotis, terutama penderita AIDS anak-anak. Idiophatic thrombocytopenia purpura. Palsi wajah

Addisonian mucosal hyperpigmentation Limfadenopati submandibula. Hiperpigmentasi melanotik Penyembuhan luka yang lama Bayi yang lahir dengan infeksi AIDS dapat mengalami deformasi wajah.

PENCEGAHAN PENULARAN AIDS


Perlindungan diri meliputi cuci tangan, pemakaian sarung tangan, cadar, kaca mata, dan mantel kerja. Prosedur cuci tangan dilakukan dengan sabun antiseptik di bawah air mengalir. Dekontaminasi Peralatan metode pembersihan, desenfeksi dan sterilisasi.

Desinfeksi permukaan lingkungan kerja Setiap permukaan yang dijamah oleh tangan operator harus disterilkan atau desinfeksi. Penanganan limbah klinik semua bahan yang menular atau kemungkinan besar menular atau zat-zat yang berbahaya yang berasal dari lingkungan kedokteran dan kedokteran gigi. Sampah ini dikumpulkan untuk dibakar, atau ditanam untuk jenis tertentu.