P. 1
PENYAKIT MENULAR SEKSUAL

PENYAKIT MENULAR SEKSUAL

|Views: 944|Likes:
Dipublikasikan oleh memekos

More info:

Published by: memekos on Sep 09, 2011
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/08/2014

pdf

text

original

Penyakit Menular Seksual – Sifilis

Rully Wibowo (406080048)

BAB I PENYAKIT MENULAR SEKSUAL
I.1. Pendahuluan Penyakit kelamin (veneral diseases) sudah lama dikenal dan beberapa di antaranya sangat populer di Indonesia yaitu sifilis dan gonore. Dengan semakin majunya ilmu pengetahuan, seiring dengan perkembangan peradaban masyarakat, banyak ditemukan penyakit-penyakit baru, sehingga istilah tersebut tidak sesuai lagi dan diubah menjadi sexually transmitted diseases (STD) atau penyakit menular seksual (PMS).3 Perubahan istilah tersebut memberi dampak terhadap spektrum PMS yang semakin luas karena selain penyakit-penyakit yang termasuk dalam kelompok penyakit kelamin (VD) yaitu sifilis, gonore, ulkus mole, limfogranuloma venereum dan granuloma inguinale juga termasuk uretritis non-gonore (UNG), kondiloma akuminata, herpes genitalis, kandidosis, trikomoniasis, bakterial vaginosis, hepatitis, moluskum kontagiosum, scabies, pedikulosis pubis, dan lainlain.3 PMS adalah penyakit yang hubungannya terutama melalui hubungan seksual. Cara hubungan kelamin tidak terbatas secara genito-genital saja, tetapi dapat juga secara oro-genital atau ano-genital, sehingga kelainan yang timbul akibat penyakit menular seksual tidak terbatas pada daerah genital saja, tetapi dapat juga pada daerah-daerah ekstragenital.1 Meskipun demikian tidak berarti bahwa semuanya harus melalui hubungan kelamin, tetapi ada beberapa yang ditularkan melalui kontak langsung dengan alat-alat, handuk, termometer, dan sebagainya. Selain itu penyakit menular seksual juga dapat ditularkan kepada bayi dalam kandungan.1 Harus diperhatikan bahwa PMS menyerang sekitar alat kelamin tapi gejalanya dapat muncul dan menyerang mata, mulut, saluran pencernaan, hati, otak, dan organ tubuh lainnya. Contohnya, baik HIV/AIDS dan Hepatitis B dapat _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 1

Penyakit Menular Seksual – Sifilis kelamin.5

Rully Wibowo (406080048)

ditularkan melalui hubungan seks tapi keduanya tidak terlalu menyerang alat Terkadang, PMS tidak menunjukkan gejala sama sekali, sehingga kita tidak tahu kalau kita sudah terinfeksi. PMS dapat bersifat asymptomatic (tidak memiliki gejala) baik pada pria atau wanita. Beberapa PMS baru menunjukkan tanda-tanda dan gejala berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahuntahun setelah terinfeksi. Pada wanita, PMS bahkan tidak dapat terdeteksi. Walaupun seseorang tidak menunjukkan gejala-gejala terinfeksi PMS, dan tidak mengetahui bahwa mereka terkena PMS, mereka tetap bisa menulari orang lain.5 Orang yang terinfeksi HIV biasanya tidak menunjukkan gejala setelah bertahun-tahun terinfeksi. Tidak seorangpun dapat menentukan apakah betul atau tidak seseorang terinfeksi hanya berdasarkan penampilannya saja. Walaupun orang tsb mungkin terlihat sehat, mereka masih bisa menularkan HIV kepada orang lain. Kadang, orang yang sudah terinfeksi HIV tidak sadar bahwa mereka mengidap virus tsb, karena mereka merasa sehat dan bisa tetap aktif. Hanya tes laboratorium yang dapat menunjukkan seseorang telah terinfeksi HIV atau tidak.5 I.2. Gejala Umum Penyakit Menular Seksual PMS kadang tidak memiliki gejala. Gejala yang mungkin muncul termasuk: 5

Keluar Cairan/keputihan yang tidak normal dari vagina atau penis. Pada wanita, terjadi peningkatan keputihan. Warnanya bisa menjadi lebih putih, kekuningan, kehijauan, atau kemerahmudaan. Keputihan bisa memiliki bau yang tidak sedap dan berlendir.

Pada pria, rasa panas seperti terbakar atau sakit selama atau setelah kencing, biasanya disebabkan oleh PMS. Pada wanita, beberapa gejala dapat disebabkan oleh PMS tapi juga disebabkan oleh infeksi kandung kencing yang tidak ditularkan melalui hubungan seksual.

_________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 2

Penyakit Menular Seksual – Sifilis

Rully Wibowo (406080048)

Luka terbuka dan atau luka basah disekitar alat kelamin atau mulut. Luka tersebut dapat terasa sakit atau tidak. Tonjolan kecil-kecil (papules) disekitar alat kelamin. Kemerahan di sekitar alat kelamin. Pada pria, rasa sakit atau kemerahan terjadi pada kantung zakar. Rasa sakit diperut bagian bawah yang muncul dan hilang, dan tidak berhubungan dengan menstruasi. Bercak darah setelah hubungan seksual. Perempuan Laki-laki Luka dengan atau tanpa rasa sakit, disekitar alat kelamin, anus, mulut atau bagian tubuh yang lain. Tonjolan kecil-kecil, diikuti luka yang sangat sakit di sekitar alat kelamin Cairan dari vagina bisa gatal, kekuningan, kehijauan, berbau atau berlendir. Duh tubuh bisa

• • • •

Berikut tabel gejala umum PMS: 5 Gejala Luka

Cairan tidak normal

Cairan bening atau berwarna berasal dari pembukaan kepala penis atau anus.

juga keluar dari anus. Sakit pada saat buang air PMS pada wanita biasanya Rasa terbakar atau rasa kecil tidak menyebabkan sakit atau burning urination. Perubahan warna kulit Tonjolan seperti jengger sakit selama atau setelah urination terkadang diikuti

dengan duhtubuh dari penis. Terutama di bagian telapak tangan atau kaki. Perubahan bias menyebar ke seluruh bagian tubuh. Tumbuh tonjolan seperti jengger ayam di sekitar alat

ayam kelamin. Sakit pada bagian bawah Rasa sakit yang muncul dan hilang, yang tidak berkaitan perut dengan menstruasi bisa menjadi tanda infeksi saluran reproduksi (infeksi yang telah berpindah ke bagian dalam system reproduksi, termasuk serviks, tuba falopi, dan ovarium). _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 3

2. kanker. misalnya munculnya galur multiresisten Neisseria gonorrhoeae.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Kemerahan Rully Wibowo (406080048) Kemerahan pada sekitar alatKemerahan pada sekitar kelamin. bahkan juga kematian memerlukan penanggulangan. herpes genital. tidak dapat diperkirakan secara tepat. gangguan pertumbuhan. Gejala lain pada penderita HIV/AIDS • • • • • • • • Demam Keringat malam Sakit kepala Kemerahan di ketiak.7. sehingga hal ini akan meningkatkan biaya kesehatan.6. Namun demikian. Haemophylus ducreyi dan Trichomonas vaginalis yang resisten terhadap metronidazol.5. Beberapa penyakit infeksi sudah resisten terhadap antibiotik. dan kondiloma akuminata di beberapa negara cenderung meningkat dibanding uretritis gonore dan sifilis.3 Selain itu pola infeksi juga mengalami perubahan.3 I. dengan atau tanpa darah Bintik ungu kebiruan pada kulit Peningkatan insidens PMS dan penyebarannya di seluruh dunia. Perubahan pola infeksi maupun resistensi tidak terlepas dari faktor-faktor yang mempengaruhinya. alat kelamin. gangguan kehamilan. misalnya infeksi klamidia. kemerahan dan sakit pada skrotum..8. paha atau leher Mencret yang terus menerus Penurunan berat badan secara cepat Batuk.9 _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 4 .3. di sebagian besar negara insidens PMS relatif masih tinggi dan setiap tahun beberapa juta kasus baru beserta komplikasi medisnya antara lain kemandulan. Di beberapa negara disebutkan bahwa pelaksanaan program penyuluhan yang intensif akan menurunkan insidens PMS atau paling tidak dapat insidensnya relatif tetap. atau diantara kaki. Beberapa Contoh Penyakit Menular Seksual 1. kecacatan.

3. pasien yang tidak diobati bisa menulari orang lain. Mungkin ada perasaan tidak enak waktu kencing. Jenis yang kebal obat sekarang muncul secara umum di mana-mana. Dalam waktu 1-5 hari setelah kelahiran. Gejala dan tanda Pada laki-laki dan perempuan. Selama beberapa bulan. cairan yang kental dari saluran kencing akan keluar 2-7 hari setelah terinfeksi. Infeksi yang kronis umum terjadi dan bisa menyebabkan kemandulan. gejalanya biasanya ringan dan ada kemungkinan untuk tidak terdeteksi.1. Bayi yang baru lahir yang terinfeksi gonore. _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 5 . Pada laki-laki. mungkin ada sedikit cairan dari dan sedikit gangguan di vagina. Biasanya orang menderita sakit waktu kencing. GO Epidemiologi Disebabkan oleh kuman Neisseria gonorrhoeae. Gonore Rully Wibowo (406080048) Nama lain Kencing nanah. Terinfeksi dengan klamidia pada saat yang bersamaan juga bukanlah hal yang janggal. uretritis spesifik . menyerang laki-laki dan perempuan semua usia. Kebutaan bisa terjadi bila pengobatan khusus tidak segera diberikan. infeksi ini bisa tanpa gejala.Penyakit Menular Seksual – Sifilis I. terutama kelompok dewasa muda. Pada perempuan. Selain itu. Terjadi di seluruh dunia. Bila orang melakukan seks anal. matanya merah dan bengkak. mata itu akan mengeluarkan cairan yang kental. mungkin juga keluar cairan yang sama dari dubur.

Rifampisin 900 – 1200 mg dosis tunggal. Penyakit ini bisa menyerang baik laki-laki maupun perempuan semua usia. yang terjadi secara umum di seluruh dunia. Infeksi klamidia yang terjadi berulang kali biasanya bisa menyebabkan penyakit peradangan leher rahim kronis dan kemandulan.2. Kanamisin 2 g dosis tunggal. uretritis non-spesifik (UNS) Epidemiologi Antara 35-50 persen dari kasus penyakit kelamin non-gonore diperkirakan disebabkan oleh Chlamydia trachomatis.3.5 – 3. Penatalaksanaan Penisilin G prokain dengan dosis 2. _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 6 . Pada perempuan.8 juta unit + 1 g probenesid Ampisilin / amoksilin 3. Penularan terjadi lewat sanggama.4 – 4.5 g + 1 g probenesid.5 g IM dosis tunggal. Diagnosis Banding Uretritis non spesifik. terutama dewasa muda. kandidiasis. Klamidia Nama lain Uretritis non-gonore (UNG). Tiamfenikol 2. penyakit ini bisa menyebabkan radang leher rahim mukopurulent walaupun infeksi biasanya tanpa gejala. I.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Rully Wibowo (406080048) Diagnosis adalah dengan pemeriksaan mikroskopik gram-strain dari smear yang diambil dari cairan itu atau pun dengan cara pembiakan.

Sifilis Nama lain Raja Singa. I.yaitu sebuah spirochete (bakteri yang berbentuk spiral).3. Infeksi mata mungkin menyerang bayi yang dilahirkan oleh perempuan yang terinfeksi. Hal ini bisa dipastikan dengan mengetes cairan smear untuk melihat adanya antigen klamidia. Lues Venerea Epidemiologi Disebabkan oleh Treponema pallidium. kandidiasis.3. Penatalaksanaan * Tetrasiklin HCl 4 x 500 mg/hari selama satu minggu Eritromisin 4 x 500 mg/hari selama satu minggu (untuk wanita hamil) Doksisiklin 2 x 100 mg/hari selama satu minggu Azitromisin dosis tunggal 1-2 gram sekali minum Tetrasiklin dan doksisiklin tidak boleh diberikan untuk wanita hamil. Perbedaannya adalah banyak perempuan yang terinfeksi tidak menunjukkan gejala apa pun. trikomoniasis vaginalis.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Gejala dan tanda Rully Wibowo (406080048) Sama seperti gonore. Komplikasi yang menyebabkan kemandulan pada perempuan juga umum terjadi. Diagnosis biasanya didasari oleh tidak adanya kuman penyebab gonore pada smear atau pada pembiakan cairan dari leher rahim atau dari uretra (lubang kencing). Diagnosis Banding Gonore. Terjadi di seluruh dunia. terutama menyerang dewasa muda _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 7 .

Diagnosis laboratorium biasanya dilakukan dengan memakai tes serologi dari darah atau cairan serebrospinal. Infeksi bisa ditularkan dari seorang ibu yang terinfeksi kepada bayinya yang belum lahir. leher rahim. Gejala dan tanda Sebuah luka mula-mula muncul beberapa minggu setelah tertular. Ulkus Mole _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 8 . pitiriasis rosea. morbili.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Rully Wibowo (406080048) usia 20-35 tahun. Kuman kemudian memasuki aliran darah. Diagnosis Banding Herpes simpleks. Tahap ini ditandai dengan ruam yang menyebar dan pembengkakan kelenjar. doksisiklin (dosis dan lama pemberian akan dibicarakan pada bab selanjutnya). Hal ini merupakan penyebab penting terjadinya kelahiran bayi yang meninggal di daerah daerah endermis.4. dubur. luka ini biasanya merupakan borok yang tidak sakit di daerah tempat hubungan pertama kali terjadi (penis.3. Penularan terjadi melalui kontak langsung antara luka (yang bernanah atau yang membengkak) di kulit dengan selaput lendir atau dengan cairan tubuh (air mani. dalam waktu 1-3 bulan muncul tahap kedua. Setelah masa laten selama 5-20 tahun dengan sedikit atau tanpa gejala. limfogranuloma venereum. Baru-baru ini ada kenaikan jumlah kasus di beberapa negara industri yang dihubungkan dengan penggunaan narkoba dan pelacuran. ulkus mole. yang bisa menyebabkan kelumpuhan dan kematian muda. dan lain-lain. kondiloma akuminata. dinding belakang kerongkongan/faring). cairan vagina) selama sanggama. darah. Penularan bisa terjadi melalui tranfusi darah bila donor berada dalam tahap awal infeksi tersebut. I. eritromisin. tahap ketiga dari sifilis ini bisa termasuk penyakit-penyakit yang menyerang susunan saraf pusat atau sistem kardiovaskular. Penatalaksanaan Penisilin prokain. skabies. psoariasis. tetrasiklin. lebih lazim terjadi di daerah perkotaan.

. biasanya satu dan diameternva berukuran kurang dari 1cm. Diagnosis bisa dipastikan melalui pembiakan cairan dari luka. dan ditandai dengan adanya pembengkakan yang sakit dari kelenjar setempat. selama 10 – 14 hari. Luka yang disebabkan oleh canchroid sangat menular. sebuah bakteri Gram negatif.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Rully Wibowo (406080048) Nama lain Chancroid Epidemiologi Disebabkan oleh Haemophilus ducreyi. Sangat lazim terjadi di daerah tropis dan Sub-tropis di dunia. Tetrasiklin 4 x 500 mg/hari selama 10 – 20 hari. I. Limfogranuloma Venerum _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 9 . canchroid umumnya terjadi tanpa gejala. Diagnosis Banding Herpes genitalis.5. Pada perempuan. sifilis. Penatalaksanaan Sulfatiazol 4 x 500 mg/hari. Gejala dan tanda Ditandai dengan adanya luka yang bernanah atau memborok yang akut dan sakit dibagian kelamin. Luka itu biasanya muncul 3-5 hari setelah tertular. limfogranuloma venereum.3. anaerob fakultatif. Lebih sering terjadi pada laki-laki dengan masa inkubasi berkisar antara 2-35 hari dengan waktu rata-rata 7 hari. Trimetroprim sulfa forte 2 x (160/800 mg)/hari selama 10 -14 hari. granuloma inguinale.

Penatalaksanaan Kotrimoksazol 3 x 2 tablet. Limfopatia Venereum Epidemiologi Disebabkan oleh jenis Chlamydia trachomatis yang berbeda dari jenis yang menyebabkan peradangan saluran kencing dan leher rahim. Gejala dan tanda Sebuah luka kecil yang tidak sakit di daerah kemaluan (biasanya tidak diperhatikan) biasanya diikuti oleh pembengkakan yang menyakitkan dan parah dari kelenjar dan jaringan-jaringan di sekitarnya. hal ini mungkin disebabkan oleh tingginya tingkat infeksi tanpa gejala pada perempuan. Diagnosis dilakukan dengan cara pembiakan cairan dari luka atau pembuktian akan adanya kuman dengan sebuah tes antigen. Hal ini terjadi antara 5-30 hari setelah penularan pertama. I. Terjadi di seluruh dunia tapi lebih umum terjadi di daerah tropis dan sub-tropis. hernia inguinalis.6. selama 1 – 5 minggu. Namun demikian. Trikomoniasis vaginalis _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 10 . Diagnosis Banding Skrofuloderma. Tidak begitu umum didiagnosis pada perempuan. limfadenitis piogenik. Sulfonamida 3 x 1 g/hari selama 7 hari. Tetrasiklin 4 x 500 mg/hari selama 14 hari.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Rully Wibowo (406080048) Nama lain LGV.3.

dan secret uretra mukoid atau mukopurulen.5 gram.Nimorazol dosis tunggal 2 gram. poliuria. dan terutama didiagnosis pada perempuan berusia 16-35 tahun. Diagnosis dilakukan dengan pemeriksaan mikroskopik dari cairan serta identitikasi adanya parasit. Gejala dan tanda Pada perempuan. infeksi ini menyebabkan peradangan di vagina sehingga banyak mengeluarkan cairan yang berwarna kuning dan berbau tidak enak.Metronidazol dosis tunggal 2 gram atau 3 x 500 mg/hari selama 7 hari. _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 11 . Walaupun begitu. Sedangkan pada pria gambaran klinis lebih ringan dibandingkan dengan wanita.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Rully Wibowo (406080048) Nama lain Infeksi Trikomona Epidemologi Infeksi saluran urogenital yang dapat bersifat akut atau kronik dan disebabkan oleh Trichomonas vaginalis. . Diagnosis Banding Uretritis dan vaginitis karena sebab lainnya. Dapat berupa disuria. Penatalaksanaan . Terjadi di seluruh dunia. .Omidazol dosis tunggal 1.Tinidazol dosis tunggal 2 gram. . infeksi ini biasanya tidak memiliki gejala.

7. Melahirkan lewat vagina pada perempuan hamil dengan infeksi aktif di kemaluan (terutama yang primer). Sebelum bintil-bintil muncul. Pengulangan infeksi adalah hal yang biasa.3. perkembangan klinisnya bisa dikurangi dengan pengobatan. Penanganan stres dan gizi juga telah _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 12 . Pada waktu bintil-bintilnya ada. dan kemudian hilang. Keluasan sangat berhubungan dengan usia pertama kali bersanggama serta jumlah pasangan seks selama hidup. orang tersebut kemungkinan mengalami gejala seperti flu. Gejala dan tanda Herpes akan kelihatan 2-30 hari sesudah bersanggama. dan antibodi tipe 2 ini ditemukan pada 20-90 persen orang dewasa. Infeksi pertama biasanya terjadi pada masa rcmaja atau segera setelah dimulainya kegiatan seks. Herpes Genitalis Nama lain Herpes Simpleks tipe II Epidemiologi Biasanya disebabkan oleh virus Herpes simpleks tipe 2 (HSV-2). Beberapa waktu kemudian bintil-bintil akan muncul dan hilang secara berulang. Bintil-bintil akan timbul selama 1-3 minggu. memiliki risiko tinggi menyebabkan infeksi yang parah pada anak yang baru dilahirkan tersebut. Terjadi di seluruh dunia. di alat kelamin/dubur atau mulut.Secara topikal.Walaupun infeksi herpes di kemaluan tidak bisa diobati. Gejala yang paling umum adalah bintil-bintil kecil berisi cairan yang terasa sakit. Misalnya hidrogen peroksida 1-2% dan larutan asam laktat 4%. dapat diberikan cairan berupa irigasi. I.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Rully Wibowo (406080048) . alat kelamin akan terasa gatal atau panas.

dan kemungkinannya muncul kembali. ulkus mikstum.8. Penyakit ini mempunyai frekuensi pada pria dan wanita sama. Permukaannya berjonjot _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 13 . Gejala dan Tanda Penyakit ini berupa vegetasi yang bertangkai dan berwarna kemerahan kalau masih baru. penyakit jengger ayam. Kondiloma Akuminata Nama lain Kutil anogenital.3. Valasiklovir 2 x 500 – 1000 mg/hari selama 5 hari. Diagnosis Banding Ulkus durum. Penatalaksanaan Asiklovir 5 x 200 mg/hari selama 5 hari. I. ulkus mole. genital warts Epidemiologi Kondiloma akuminata adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV) tipe tertentu dengan kelainan berupa fibroepitelioma pada kulit dan mukosa. Famsiklovir 3 x 500 mg/hari selama 5 hari. jika telah lama menjadi agak kehitaman.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Rully Wibowo (406080048) dibuktikan sebagai hal yang penting dalam usaha mengurangi dampak herpes di kemaluan. Tersebar secara kosmopolit dab transmisi melalui kontak kulit langsung. limfogranuloma venereum.

. Asam triklorasetat 50 %. karsinoma sel skuamosa. Tindakan Bedah: _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 14 .Bedah beku (N2 cair. dan terkadang pada porsio uteri. Granuloma Inguinale 2. Immunoterapi.5 %. 3. muara uretra eksterna. veruka vulgaris. Jika timbul infeksi sekunder warna kemerahan akan berubah menjadi keabu-abuan dan berbau tidak enak. korpus. . anus. .Bedah laser (CO2 laser). I.Bedah listrik. Interferon. 4.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Rully Wibowo (406080048) (papilomatosa) sehingga pada vegetasi yang besar (giant condyloma) dapat dilakukan percobaan sondase. Kemoterapi: Tinktura podofilin 15-25 %. 5-florourasil 1-5 %. terutama terdapat di daerah lipatan yang lembab. Podofilotoksin 0.Bedah skalpel.3. intoitus vagina. Pada wanita di daerah vulva dan sekitarnya. misalnya di daerah genitalia eksterna.9. Diagnosis Banding Pearly penile papules. glans penis. sulkus koronarius. Pada pria tempat predileksinya di sekitar perineum. Penatalaksanaan 1. kondiloma lata. dan pangkal penis. . N2O cair).

Diagnosis laboratorium biasanya dilakukan dengan mengidentifikasi adanya "bakteri Donovan" di dalam smear yang menjalani pemeriksaan mikroskopik Giemsa stain. Mungkin disebabkan oleh Donovania granulomatis. tuberkulosis kutis verukosa. Tetrasiklin 4 x 500 mg /hari selama 10-20 hari.1. Penatalaksanaan Ampisilin 4 x 500 mg/hari selama 2 minggu. Granulovenereum. Gejala dan tanda Sebuah luka kecil di kulit di bagian kemaluan akan menyebar. Granuloma Donovani Epidemiologi Infeksi ini biasanya jarang terjadi di negara-negara industri. merupakan penyakit kronik dan bersifat sistemik. dan Australia tengah serta utara). BAB II SIFILIS II. lama kelamaan membentuk sebuah massa granulomatous (benjolan-benjolan kecil) yang bisa menyebabkan kerusakan berat pada organ-organ kemaluan. Kotrimoksazol 2 x 2 tablet/hari selama 1 bulan. Papua Nugini. amubiasis kutis. negara-negara Afrika. sifilis. Infeksi ini biasanya sangat kebal terhadap pengobatan.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Nama lain Rully Wibowo (406080048) Donovanosis. tetapi menjadi endemi di banyak negara tropis dan sub-tropis (terutama di India bagian selatan. Definisi Sifilis adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh Treponema pallidum. selama perjalanan penyakit _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 15 . Diagnosis Banding Limfogranuloma venereum. Amerika selatan. negara-negara Karibia. Streptomisin 1 g/hari IM selama 20 hari. Eritromisin 4 x 500 mg/ hari selama 2-3 minggu.

Sinonim yang umum ialah lues venerea atau biasanya disebut lues saja. Sebagai dasar diferensiasi terdapat 4 spesies yaitu Treponema pallidum sub species pallidum yang menyebabkan sifilis. pada stadium aktif terjadi setiap tiga puluh jam.15 µm. Treponema pallidum sub species pertenue yang menyebabkan frambusia.4 Menurut sejarahnya. panjangnya antara 6-15 µm. Sebagaimana mikroorganisme Gram-negatif. Sitoplasma yang merupakan lapisan dalam. lebar 0.10 II. mempunyai masa laten tanpa manifestasi lesi di tubuh. mengandung mesosome.4 Bentuknya spiral teratur.10 Treponema pallidum mempunyai titik ujung teratur dengan 3 aksial fibril yang keluar dari bagian ujung lapisan bawah. vakuol ribosom. fleksi sel.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Rully Wibowo (406080048) dapat menyerang seluruh organ tubuh. dijumpai dua lapisan. dan mungkin juga bahan-bahan nukleoid. terdiri atas delapan sampai dua puluh empat lekukan. Membiak secara pembelahan melintang. dan dapat ditularkan kepada bayi di dalam kandungan. Treponema pallidum jarang melakukan gerakan rotasi. dan maju seperti gerakan pembuka tutup botol.4 Klasifikasi sangat sulit dilakukan karena spesies Treponema tidak dapat dibiakkan in vitro. ordo Spirochaetales. Treponema pallidum sub _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 16 . Etiologi Pada tahun 1905 penyebab sifilis ditemukan oleh Schaudinn dan Hoffman ialah Treponema pallidum10. terdapat banyak sinonim sifilis yang tak lazim dipakai.2. yang merupakan spesies Treponema dari famili Spirochaetaceae. Dalam istilah Indonesia disebut raja singa. Terdapat 3 macam gerakan: rotasi cepat sepanjang aksis panjang heliks. Lapisan luar dilapisi oleh bahan mukoid dan tidak dijumpai pada Treponema yang tidak patogen.

Pada abad ke-18 baru diketahui bahwa penularan sifilis dan gonore disebabkan oleh sanggama dan pada saat itu keduanya dianggap disebabkan oleh infeksi yang sama. Dapat ditemukan endarteritis. yang menyebabkan fokus kecil dan nekrosis. Epidemiologi Rully Wibowo (406080048) species endemicum yang menyebabkan bejel.Penyakit Menular Seksual – Sifilis menyebabkan pinta.4 Pada sifilis stadium II lanjut dan sifilis stadium III juga terdapat infiltrat granulomatosa dengan sel-sel raksasa. Insidens yang terendah di Cina. dan treponema carateum yang Asal penyakit ini tak jelas. kecuali gumma mungkin merupakan suatu fenomena hiperimun. Klasifikasi10 _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 17 . Histopatologi Dari sudut histopatologis.4 II.3. dan endoflebitis. Ada yang menganggap penyakit ini berasal dari penduduk Indian yang dibawa oleh anak buah Columbus waktu mereka kembali ke Spanyol pada tahun 1492.10 II.5.4. Pada sifilis sekunder dijumpai sejumlah spirochaetes pada sayatan yang diberi pewarnaan Levaditi. dan merupakan tanda spesifik tetapi tidak patognomonis untuk sifilis.10 Insiden sifilis di berbagai negeri di seluruh dunia pada tahun 1996 berkisar antara 0. di samping proliferasi endotelial dan penebalan dinding pembuluh darah yang dikelilingi sel infiltrat.61 %. Pada tahun 1494 terjadi epidemi di Napoli. dijumpai vaskulitis granulomatosa. Pada sifilis tersier berbentuk gumma.52 %. berupa endarteritis obliterans. sedangkan yang tertinggi di Amerika Selatan. Sebelum tahun 1492 belum dikenal di Eropa.4 Dasar perubahan patologis pada sifilis ialah. infiltrat perivaskular yang terdiri atas limfosit dan plasma sel. Gumma terdiri atas satu pusat nekrosis koagulativa yang dikelilingi oleh sel epiteloid dan sel plasma dengan dinding fibroblastik. sifilis merupakan penyakit pembuluh darah dari awal hingga akhir perjalanan penyakit.10 II. Selanjutnya terjadi obliterasi dan trombosis pada lumen beberapa pembuluh darah.04-0. Di Indonesia tingkat insidensnya sekitar 0.

dan baru akan menjadi reaktif setelah 1 sampai 4 minggu berikutnya. dan stigmata. Secara epidemiologik menurut WHO dibagi menjadi: 1. terdiri atas stadium laten lanjut dan S III. karena terjadi penyembuhan spontan. Bentuk lain ialah sifilis kardiovaskular dan neurosifilis. 2. lanjut (sesudah dua tahun). Ruam sifilis sekunder ini dapat juga muncul sebelum ulkus menghilang.pallidum masuk melalui selaput lendir yang utuh. infeksi menjadi sistemik walaupun tanda-tanda klinis dan serologis belum jelas pada saat itu. kecuali hasil pemeriksaan serologis yang reaktif. Setelah beredar beberapa jam melalui pembuluh darah. S II.pallidum masuk. namun kadang-kadang ruam sangat sedikit dan tidak begitu jelas. Ruam ini juga akan hilang sekitar 2 sampai 6 minggu. Tes serologis untuk sifilis masih nonreaktif pada saat untuk pertama kali muncul. menuju kelenjar limfe.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Rully Wibowo (406080048) Sifilis dibagi menjadi sifilis kongenital dan sifilis akuisita (didapat).4 Ulkus akan muncul selama 1 sampai 5 minggu. Enam minggu kemudian akan timbul erupsi seluruh tubuh pada sebagian kasus sifilis sekunder. Sifilis akuisita dapat dibagi menurut dua cara. dan stadium laten dini. Stadium dini menular (dalam satu tahun sejak terinfeksi). Stadium lanjut tak menular ( setelah satu tahun sejak terinfeksi). di tempat masuk pada tubuh timbul lesi primer berupa ulkus. T. II.6.4 Kemudian perjalanan penyakit menuju ke tingkat laten. kemudian akan menghilang. secara klinis dan epidemiologik. stadium II/sifilis sekunder (S II) dan stadium III/sifilis tersier (S III). stadium rekuren. Ada yang memasukkannya ke dalam stadium III atau stadium IV. _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 18 . atau kulit yang mengalami abrasi. terdiri atas S I. dimana tidak dijumpai tanda-tanda klinis. Menurut cara pertama sifilis dibagi menjadi tiga stadium: stadium I/sifilis primer (S I). Sekitar 3 minggu setelah T. Patogenesis Sifilis ditularkan melalui kontak langsung dari lesi yang infeksius. dan diedarkan ke seluruh tubuh. Sifilis kongenital dibagi menjadi: dini (sebelum dua tahun). kemudian masuk ke dalam pembuluh darah.

rupanya treponema dalam keadaan dorman.pallidum. Setelah mengalami masa laten yang bervariasi. dan 90 % dari penderita terjadi pada tahun _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 19 . Meskipun demikian antibodi tetap ada dalam serum penderita.4 Stadium laten lanjut dapat berlangsung bertahun-tahun. dapat melahirkan bayi dengan sifilis kongenital. Pada saat itu muncullah S III berbentuk guma. Seperempat dari kasus tersebut terjadi kekambuhan yang berulang-ulang. Penderita dengan guma biasanya tidak mendapat gangguan saraf dan kardiovaskular.10 Treponema mencapai sistem kardiovaskular dan sistem saraf pada waktu dini.10 Menurut WHO (1955) masa laten dibagi dua. reaksinya hebat karena bersifat destruktif dan berlangsung bertahun-tahun. tetapi kerusakan terjadi perlahan-lahan sehingga memerlukan waktu bertahun-tahun untuk menimbulkan gejala klinis. Meskipun pada guma tersebut tidak dapat ditemukan T.4 Pada ibu yang melahirkan dengan menderita sifilis stadium laten. mungkin trauma merupakan salah satu faktor pencetus. sampai terjadi perubahan imunologis tertentu. dijumpai kekambuhan pada sifilis sekunder sebanyak 23. Setelah melalui masa laten dini perjalanan penyakit menuju ke stadium laten lanjut yaitu sifilis tersier. sebabnya belum jelas.5 %. Keseimbangan antara treponema dan jaringan dapat mendadak berubah. Pada mulanya batas antara sifilis sekunder dan laten dini tidak jelas. Kira-kira dua pertiga kasus dengan stadium laten tidak memberi gejala. yaitu stadium laten dini dan stadium laten lanjut. biasanya 1 tahun setelah infeksi dan hasil pemeriksaan serologis menunjukkan positif bervariasi. demikian pula sebaliknya.10 Pada perjalanan penyakit sifilis yang tidak diobati. guma tersebut dapat timbul di tempat-tempat lain. Berdasarkan pengalaman ini tidak dipergunakan lagi pembagian WHO. Dari aspek epidemiologis hanya stadium laten dini yang masih dapat menularkan penyakit.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Rully Wibowo (406080048) Masa laten dapat berlangsung bertahun-tahun atau seumur hidup. akan tetapi dapat disimpulkan bahwa sifilis yang menular hanya pada kasus yang kurang dari satu tahun.

7. Lesi awal biasanya berupa papul lentikuler yang mengalami erosi dan segera menjadi ulkus. organ atau bagian tubuh yang diserang. T. tonsil.1. 60 – 70 % penderita yang tidak diberi pengobatan dapat hidup dengan sedikit atau hampir tidak ada keluhan akibat penyakit tersebut. kemudian terjadi penyebaran secara limfogen dan hematogen. sedangkan pada wanita pada labia minor dan mayor. lesi primer akan sembuh spontan dalam waktu 4 sampai 6 minggu. Pada pria selalu disertai pembesaran kelenjar limfe inguinal medial unilateral/bilateral.pallidum yang masuk melalui sanggama akan berkembang biak.10 Ukurannya bervariasi dari beberapa mm sampai dengan 1-2 cm. Kuman masuk ke jaringan yang lebih dalam. luasnya penyebaran penyakit. dasarnya jaringan granulasi berwarna merah dan bersih. jari.4 II. lidah. dan teraba keras karena terdapat indurasi yang disebut ulkus durum. dindingnya tak bergaung. misalnya pada transfusi darah atau suntikan.4 Istilah syphilis d’emblee dipakai jika tidak terdapat lesi primer. II.10 Lesi primer tidak selalu ditemukan pada genitalia eksterna. Jumlah ulkus biasanya hanya satu. Bagian yang mengelilingi lesi meninggi dan keras. Sifilis primer (S I) Masa tunas biasanya dua sampai empat minggu. komplikasi.7. Gejala Klinis Gejala klinis dari sifilis bervariasi tergantung dari stadiumnya. Lesi dapat khas atau tidak khas. puting susu.10 Tanda klinis yang pertama muncul ialah ulkus. meskipun dapat juga multipel. lama penyakit. Tanpa diberi pengobatan. Bila tidak disertai infeksi bakteri lain.10 _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 20 . 3 minggu setelah kontak.4. dan anus.4 Kelainan tersebut dinamakan afek primer/lesi primer.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Rully Wibowo (406080048) pertama. dapat terjadi dimana saja di daerah genitalia eksterna. dan respon terhadap obat-obatan yang diberikan. Pada pria tempat yang sering terkena ialah sulkus koronarius. maka hampir tidak ada rasa nyeri. akan tetapi juga dapat ekstragenital seperti pada bibir.

dan pustul.10 Roseola biasanya merupakan kelainan kulit yang pertama terlihat pada S II. Gejala umumnya tidak berat. malaise. demam yang tidak terlalu tinggi. Jika menghilang.4. dan sering terjadi splenomegali. roseola. Kelainan ini mempunyai lokalisasi generalisata dan simetrik. dan disebut roseola sifilitika. nyeri kepala. umunya tanpa bekas.10 Dapat pula dijumpai pembesaran kelenjar limfe multipel superfisial pada tubuh.4 Manifestasi klinis sifilis sekunder dapat berupa berbagai ruam pada kulit. dan atralgia. Sifilis sekunder (S II) Biasanya S II timbul setelah 6 sampai 8 minggu sejak S I dan sepertiga kasus masih disertai S I. telapak tangan dan kaki ikut terkena. dan organ tubuh. dapat berupa makula. papulaskuamosa.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Rully Wibowo (406080048) lokalisasi sifilis primer II.7. Jarang dijumpai keluhan gatal. dapat pula bertahan hingga beberapa bulan.2. folikulitis. selaput lendir. Lesi vesikobulosa dapat ditemukan pada sifilis kongenital.10 _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 21 . kadang-kadang dapat meninggalkan bercak hipopigmentasi dan disebut leukoderma sifilitikum. papula. berupa anoreksia. Lesi kulit biasanya simetris. Roseola akan menghilang dalam beberapa hari/minggu. Lama S II dapat mencapai 9 bulan. turunnya berat badan.

lebih sering tampak pada kulit berwarna dan jika daya tahan tubuh turun. di bawah mammae. Bentuk lain ialah kondiloma lata. Pustul sering disertai demam yang intermiten dan _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 22 . yang dinamakan chancer redux. dan sangat menular. Papul dapat berskuama pada bagian pinggir (papuloskuamosa) atau dapat pula menutupi permukaan papul sehingga mirip psoariasis. Terdapat pula papul dengan likenifikasi pada dahi dengan susunan arsinar/sirsinar yang dinamakan korona venerik. skrotum.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Rully Wibowo (406080048) roseola sifilitika Papul merupakan bentuk paling sering terlihat pada S II dan terkadang muncul bersamaan dengan roseola. Kejadian yang jarang terlihat ialah pada lesi primer terbentuk lagi infiltrasi dan reindurasi. vulva.10 korona venerik Bentuk pustul jarang terdapat. terdiri atas papul-papul lentikuler yang akibat gesekan antar kulit permukaannya menjadi erosif. dan antar jari kaki. Jika papul-papul tersebut menghilang dan meninggalkan bercak pada leher disebut leukoderma koli atau collar of Venus. Tempat predileksinya di lipat paha. oleh karena itu dinamai psoariasiformis. perianal. eksudatif.

sering disertai limfadenitis generalisata.10 Rully Wibowo (406080048) penderita tampak sakit. Sifilis berupa ulkus-ulkus pada kulit dan mukosa disertai demam dan keadaan umum buruk disebut sifilis maligna yang dapat menyebabkan kematian. Keluhan dapat berupa nyeri pada tenggorok.10 Antara S II dini dan S II lanjut terdapat perbedaan. dan lebih cepat hilang (beberapa hari hingga beberapa minggu). Bila krustanya tebal disebut rupia sifilitika dan jika ulkus meluas ke perifer sehingga menyerupai kulit kerang disebut sifilis ostrasea.10 Pada mukosa mulut dan tenggorok. Dapat pula timbul ulkus yang ditutupi oleh krusta yang disebut ektima sifilitikum. simetrik.10 Kelainan kulit yang dapat menyerupai berbagai penyakit kulit ini membuat sifilis dijuluki “the great imitator”. Pada S II dini kelainan kulit generalisata. melainkan setempat-setempat. pustul dan krusta sehingga mirip impetigo dan disebut sifilis impetiginosa. sehingga disebut sifilis variseliformis karena menyerupai sifilis variseliformis Kelainan lain yang dapat terlihat ialah banyak papul. tidak simetrik dan lebih lama bertahan (beberapa minggu hingga beberapa bulan). berkonfluens.Penyakit Menular Seksual – Sifilis varisela. terutama waktu menelan. Kelainan lain yang menyerang mukosa adalah plaque muqueuses _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 23 . Gejala yang penting untuk membedakannya dengan berbagai penyakit kulit yang lain ialah: kelainan kulit pada S II umumnya tidak gatal. Pada S II lanjut tidak generalisata lagi. dan berbatas tegas yang disebut angina sifilitika eritematosa. sifilis dapat berupa makula eritematosa. pada S II dini kelainan kulit juga terjadi pada telapak tangan dan kaki.

kuku menjadi rusak. Sifilis laten dini Sifilis laten merupakan stadiums sifilis tanpa gejala klinis. sering terjadi kerontokan setempat-setempat. Dapat pula timbul radang kronik.10 alopesia difusa alopesia areolaris Pada kuku.4. biasanya miliar atau lentikuler. akan tetapi pemeriksaan serologis reaktif. rapuh. Dalam perjalanan penyakit sifilis selalu melalui _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 24 . berupa papul eritematosa. Umumnya kelainan ini tidak nyeri. dan terkadang terlepas yang dinamakan paronikia sifilitika. S II dini sering menyebabkan kerontokan rambut difus dan tidak khas yang disebut alopesia difusa. Pada S II lanjut.10 Diagnosis sifilis sekunder ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan serologis yang reaktif dan pemeriksaan lapangan gelap positif.4 II.10 mucous patch Pada rambut. permukaanya datar. seolah-olah seperti digigit serangga yang disebut alopesia areolaris/moth-eaten alopecia. timbul bersamaan dengan S II bentuk papul pada kulit. dan bagian distal lempeng kuku menjadi hiperkeratotik yang dinamakan onikia sifilitika.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Rully Wibowo (406080048) (mucous patch).3. terdapat kelainan berupa warna kuku memutih dan kabur.7.

dan hasil pemeriksaan cairan sumsum tulang belakang yang normal tetapi hasil pemeriksaan serologis darah reaktif. Sifilis tersier (S III)10 Lesi khas yang muncul antara tiga sampai sepuluh tahun setelah S I ialah guma. lambung.6.7. tulang.4.10 II. Akan tetapi bukan berarti penyakit akan berhenti pada tingkat ini. diagnosis ditegakkan dengan pemeriksaan tes serologik.7. Likuor serebrospinalis sebaiknya diperiksa untuk menyingkirkan kemungkinan neurosifilis asimptomatik. mata. yakni infiltrat sirkumskrip. _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 25 . dan hasil pemeriksaan fisik yang menunjukkan terdapat kelainan yang awal mulanya disebabkan sifilis. berbentuk gumma. ovarium. sebab dapat berjalan menjadi sifilis lanjut. kronis. kelainan susunan saraf pusat dan kardiovaskuler. Guma dapat menyerang mukosa mulut dan tenggorok. maupun tes serologik yang telah negatif menjadi positif. Hal ini terjadi terutama pada sifilis yang tidak diobati atau yang mendapat pengobatan tidak cukup.4 Tes yang dianjurkan ialah VDRL dan TPHA. selama bertahun-tahun atau seumur hidup. paru-paru. Perlu diperiksa pula. apakah ada sikatriks bekas S I pada alat genital atau leukoderma pada leher yang menunjukkan bekas S II (collar of Venus). dan destruktif. hepar. dan testis. esofagus.5. vesika urinaria. II.7. Sifilis laten lanjut10 Biasanya tidak menular. ginjal. Umumnya bentuk relaps ialah pada S II dan terkadang pada S I. II. Lama masa laten lanjut dapat bertahun-tahun hingga seumur hidup. Stadium rekuren10 Relaps dapat terjadi baik secara klinis berupa kelainan kulit mirip S II.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Rully Wibowo (406080048) tingkat laten. Demikian pula sinar-X aorta untuk melihat apakah ada aortitis. biasanya melunak. Diagnosis sifilis laten ditegakkan setelah diperoleh anamnesis yang jelas. prostat. Terkadang juga terdapat kulit hipotrofi lentikular pada tubuh bekas papul-papul S II.

terkadang sanguinolen.7. mempunyai kecenderungan untuk bergerombol atau berklofuensi. Kemudian terjadi perforasi dan mengeluarkan cairan seropurulen. Aneurisma aorta torakales merupakan tanda sifilis kardiovaskular. arteriosklerosis. berbentuk kantong pada aorta torakal. Tempat perforasi akan meluas menjadi ulkus. lebih banyak. dan dapat disertai jaringan nekrotik pada beberapa kasus. Perbedaannya dengan guma adalah nodus lebih superfisial dan lebih kecil (miliar hingga lentikuler).4 Secara teliti harus diperiksa kemungkinan adanya hipertensi. guma pada mata guma pada kulit Selain guma. selain itu tersebar (diseminata) dan warnanya merah kecoklatan. Bila ada insufisiensi aorta tanpa kelainan katub pada seseorang yang separuh baya disertai pemeriksaan serologis _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 26 . Bila komplikasi ini telah lanjut. akan sangat mudah dikenal. II. kelainan lain pada S III adalah nodus. Sifilis kardiovaskular Biasanya disebabkan karena nekrosis aorta yang berlanjut ke arah katub. Tanda-tanda sifilis kardivaskular adalah insufisiensi aorta atau aneurisma. dengan kulit yang semula tidak dijumpai kelainan dan kemudian menunjukkan tandatanda radang seperti eritem dan livid. atau penyakit jantung rematik sebelumnya.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Rully Wibowo (406080048) Besar guma bervariasi dari lentikuler sampai sebesar telur ayam. dengan infiltrat yang terdapat di bawahnya yang semula berbentuk benjolan menjadi datar. Tanpa pengobatan guma tersebut akan bertahan beberapa bulan hingga beberapa tahun. Nodus-nodus yang berkonfluensi dapat tumbuh terus secara serpiginosa.7.

Miokarditis jarang disebabkan oleh sifilis. karena jaringan granulasi dan deformitas.Penyakit Menular Seksual – Sifilis dapat dibuktikan lebih lanjut. Pemeriksaan cairan sumsum tulang belakang menunjukkan kenaikan sel protein total. protein total. Tidak ada tanda dan gejala kerusakan susunan saraf pusat.7. 2. yaitu disebabkan oleh stenosis muara arteria koronaria. serta dapat menyebabkan kematian mendadak. berupa kerusakan pembuluh darah serebrum. 1. dari yang ringan hingga _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 27 . pada tahap pertama harus diduga sifilis kardiovaskular. disertai pemeriksaan serologis yang reaktif. tergantung pada tipe dan tingkat kerusakan susunan saraf pusat yaitu asimptomatik. dan parenkimatosa. dan selalu menunjukkan penyebaran kerusakan parenkimatosa. Neurosifilis meningovaskular Tanda dan gejala kerusakan susunan saraf pusat. Pemeriksaan cairan sumsum tulang belakang menunjukkan kelainan sel. Neurosifilis asimptomatik Pemeriksaan serologis reaktif. sampai Angina pektoris merupakan gejala umum aortitis karena sifilis. dan ensefalomalasia dengan tanda-tanda adanya fokus neurologis sesuai dengan ukuran dan lokasi lesi.10 II.8. meningovaskuler. infark. Pada semua jenis neurosifilis terjadi perubahan berupa endarteritis obliterans pada ujung pembuluh darah disertai degenerasi parenkimatosa yang mungkin sudah atau belum menunjukkan gejala pada pemeriksaan. dan tes serologis reaktif. Neurosifilis parenkimatosa a. 3. Heart block merupakan kelainan aritmia jantung yang jarang dan terkadang disebabkan oleh sifilis.4 Rully Wibowo (406080048) darah reaktif. Neurosifilis dibagi atas 3 jenis. Paresis Tanda-tanda dan gejala paresis sangat banyak. Perubahan perilaku dan kejiwaan dapat terjadi. Neurosifilis4 Pada perjalanan penyakit neurosifilis dapat asimptomatik dan sangat jarang terjadi dalam bentuk murni.

gangguan kandung kemih. Treponema masuk secara hematogen ke janin melalui plasenta yang sudah dapat terjadi pada saat masa kehamilan 10 minggu.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Rully Wibowo (406080048) psikotik. degenerasi parenkimatosa tabes dorsalis II. dan stigmata.10 Pada sifilis kongenital dini.9.pallidum beredar dalam darah. protein. dan perasaan nyeri seperti diptong-potong. b. jika ibunya terkena sifilis. akan lebih jelek prognosisnya. Batas antara stadium dini dan lanjut adalah dua tahun. terutama sifilis dini sebab banyak T. Stigmata berarti jaringan parut atau deformitas akibat penyembuhan kedua stadium tersebut.7. impotensi. serta serologis reaktif. sifilis kongenital lanjut (tarda). arefleksia. ataksia. Terdapat pula tanda-tanda fokus neurologis. Tanda-tanda tersebut adalah sebagai berikut: 4 _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 28 .10 Gambaran klinis dapat dibagi menjadi sifilis kongenital dini (prekoks). Yang dini bersifat menular dan menyerupai S II. sedangkan yang lanjut berbentuk guma dan tidak menular. tanda dan gejala khas yang muncul sebelum umur 2 tahun. Pemeriksaan cairan sumsum tulang belakang abnormal pada hampir semua penderita dan pemeriksaan serologis sebagian menunjukkan hasil reaktif. Sifilis kongenital Sifilis kongenital pada bayi terjadi. Tabes dorsalis Tanda dan gejala pertama tabes dorsalis akibat degenerasi kolumna posterior adalah parestesia. Lebih awal munculnya manifestasi klinis. Pemeriksaan sumsum tulang belakang menunjukkan kenaikan sel.

Selaput lendir hidung dan faring dapat terkena serta mengeluarkan sekresi. 4. Lesi kulit terjadi segera setelah lahir. dapat diduga suatu sifilis kongenital.pallidum. Lesi pada selaput lendir. sehingga jika dijumpai keadaan demikian. Sekresi hidung disertai darah pada bayi yang baru lahir. lesi kulit pada sifilis kongenital dini Sifilis kongenital lanjut biasanya timbul setalah umur 2 tahun. Tulang. 5. Sistem saraf pusat. Pada sebagian penderita dijumpai kelainan cairan sumsum tulang belakang. 6. hampir semua penderita menunjukkan kelainan radiologis. berupa lesi vesikobulosa yang akan berlanjut menjadi erosi yang tertutup krusta. Kulit dan selaput lendir dipenuhi oleh T. Lesi kulit. Lesi kulit yang terjadi pada beberapa minggu kemudian berupa papuloskuamosa dengan distribusi simetris.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Rully Wibowo (406080048) 1. Terjadi osteokondrosis tulang panjang. 2. merupakan tanda khas sifilis. Titer serologis sering berfluktuasi. Anemia hemolitik. Lebih dari setengah dari jumlah penderita tanpa manifestasi klinis. walaupun hanya sebagian ditemukan tanda klinis. 3. kecuali tes serologis yang reaktif. Hepatosplenomegali. Tanda khas penyakit ini akan _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 29 .

4. tanda-tandanya adalah: 4 1. tetapi kadang-kadang terjadi pada umur pertengahan. Neurosifilis Dapat juga menunjukkan kelainan seperti manifestasi sifilis yang didapat. Perforasi palatum dapat terjadi pada sifilis kongenital. sehingga tulang kering menyerupai pedang (sabre).Penyakit Menular Seksual – Sifilis Rully Wibowo (406080048) muncul dengan berlanjutnya perjalanan penyakit ke stadium stigmata. Kelainan terjadi biasanya antara umur sepuluh sampai dua puluh tahun dan bersifat kronik. _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 30 . paresis lebih sering terjadi pada orang dewasa. 8. 3. Kelainan kulit Timbul fisura di sekitar rongga mulut dan hidung disertai ragade yang disebut sifilis rinitis infantil. Keratitis interstitialis Biasanya terjadi pada umur pubertas. Gigi Hutchinson Kurangnya perkembangan gigi maka incisor tengah menyerupai tong disertai takik dengan ukuran yang lebih kecil dari normal. disertai nyeri dan efusi yang disebut Clutton’s joint. 6. atau dapat juga terjadi kerusakan akibat guma yang menyebabkan destruksi terutama pada septum nasi atau pada palatum durum. tulang frontal yang menonjol. Kelainan tulang Terjadi sklerosis. 5. Gangguan nervus VIII Ketulian biasanya terjadi mendekati masa pubertas. 7. 2. Clutton’s joint Pada kedua sendi lutut dapat terjadi pembengkakan. dan terjadi bilateral. kelainan pertumbuhan pada bagian mahkota gigi. Gigi Mullberry Pada molar pertama. Pada kornea timbul pengaburan menyerupai gelas disertai vaskularisasi sklera. Sifilis kongenital lanjut tidak menular. Tabes dorsalis agak jarang dibandingkan dengan sifilis yang didapat.

membentuk daerah parut putih dikelilingi pigmentasi pada retina.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Rully Wibowo (406080048) keratitis interstitialis gigi Hutchinson Lesi kongenital dini dan lanjut dapat sembuh serta meninggalkan jaringan parut dan kelainan yang khas. Gambaran muka yang menunjukkan saddlenose. Atrofi dan kelainan akibat peradangan. b. d. d. Koroidoretinitis. Atrofi optik. tersendiri tanpa iridoplegia. Gigi menunjukkan gambaran incisor Hutchinson dan gigi Mullberry. Ketulian saraf. Lesi tulang : sabre tibia. saddle nose sabre tibia _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 31 . Stigmata lesi lanjut a. akan tetapi hanya sebagian penderita yang menunjukkan gambaran tersebut. Parut dan kelainan demikian merupakan stigmata sifilis kongenital. b. e.4 1. c. Stigmata lesi dini a. c. akibat osteoeriostitis. Lesi pada kornea: kekaburan kornea sebagai akibat ghost vessels. 2. Ragades.

2. Harus hati-hati membedakannya dengan treponema lain yang ada di daerah genitalia. Diperiksa dengan mikroskop lapangan gelap menggunakan minyak imersi. Ruam sifilis primer. Penentuan antibodi dalam serum. Serum diperoleh dari bagian dasar/dalam lesi dengan cara menekan lesi sehingga serum akan keluar. kemudian diperiksa dengan mikroskop fluoresensi. Diagnosis4 Untuk menegakkan diagnosis sifilis. ialah: a.8. a. Rully Wibowo (406080048) diagnosis klinis harus dikonfirmasikan dengan pemeriksaan laboratorium berupa: 1. sediaan diberi antibodi spesifik yang dilabel fluorescein.pallidum. Beberapa tes yang dikenal sehari-hari mendeteksi antibodi non-spesifik. akan tetapi dapat menunjukkan reaksi dengan IgM dan juga IgG. T. dibersihkan dengan larutan NaCl fisiologis. Karena di dalam mulut banyak dijumpai treponema komensal.pallidum berbentuk ramping. b. Pada waktu terjadi infeksi treponema.Penyakit Menular Seksual – Sifilis II. Tes yang menentukan antibodi non-spesifik.   Tes Wasserman Tes Kahn  Tes VDRL (Veneral Diseases Research Laboratory) _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 32 . Pemeriksaan dengan bahan pemeriksaan dari bagian dalam lesi. Mikroskop fluoresensi Bahan apusan dari lesi dioleskan pada gelas objek. atau pinta. Penelitian lain melaporkan bahwa pemeriksaan ini dapat memberi hasil non-spesifik dan kurang dapat dipercaya dibandingkan pemeriksaan lapangan gelap. frambusia. gerakan lambat dan berangulasi. baik yang menyebabkan sifilis. Pemeriksaan lapangan gelap (dark field). difiksasi dengan aseton. akan dihasilkan berbagai variasi antibodi. maka bahan pemeriksaan dari rongga mulut tidak dapat digunakan. untuk menemukan T.

6. Limfogranuloma venereum. Trauma. _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 33 . Liken planus. 3. 8. 5. Granuloma inguinale. Perlu dipikirkan: 4. 13. Kondiloma akuminata 10.10 1.9. Erupsi akibat obat-obatan. Diagnosis Banding Untuk lesi pada genitalia harus dipertimbangkan beberapa jenis penyakit. Sindrom Reiter. Herpes genitalis. 7. 12. yaitu tes RPCF (Reiter Protein Complement Fixation). Penentuan antibodi spesifik. Antibodi terhadap kelompok antigen.Penyakit Menular Seksual – Sifilis   Rully Wibowo (406080048) Tes RPR (Rapid Plasma Reagin) Tes Automated reagin b. Karsinoma sel skuamosa. Aftosis. 2. terutama bila tanda klinis dan pemeriksaan laboratorium untuk sifilis ternyata negatif. 11. Skabies. 4. Penyakit Bechet. yaitu:    Tes TPI (Treponema Pallidum Immobilization) Tes FTA-ABS (Fluorescent Treponema Absorbed) Tes TPHA (Treponema Pallidum Haemagglutination Assay)  Tes Elisa (Enzyme linked immuno sorbent assay) II. 9. Ulkus mole. c.

Dermatitis seboroik.4 II. 9. 10. T. Psoariasis. Diperlukan konsentrasi yang cukup dalam serum untuk membunuh treponema.1.10.4 Pengobatan tidak hanya untuk membunuh treponema di dalam darah. 8. karena setelah pemberian pengobatan masih ditemukan treponema di dalam cairan sumsum tulang belakang. II. Belum begitu jelas diketahui mengenai konsentrasi penisilin di dalam jaringan. Morbili. Skabies. 5. Penatalaksanaan Hingga saat ini obat pilihan utama untuk sifilis ialah penisilin. Pemberian penisilin oral tidak dianjurkan. 6.03 u/ml dalam serum dapat diperoleh dengan memberikan penisilin yang bersifat long acting.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Rully Wibowo (406080048) Sedangkan untuk lesi pada ekstragenital harus dipertimbangkan:10 1. 4.01 u/ml. 2. Mikosis profunda (sporotrikosis dan aktinomikosis). Pitiriasis Rosea. sebab konsentrasi dalam serum rendah akibat absorbsi yang kurang baik. bila ternyata alergi terhadap penisilin. Alopesia areata. Penyakit Bechet. Dengan demikian konsentrasi 0. Varisela. Herpes simpleks. Ulkus piogenik.pallidum sensitif terhadap penisilin dengan konsentrasi sekitar 0. 11.10. diberikan antibiotika lain. Pemilihan Jenis Penisilin _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 34 . akan tetapi juga di dalam jaringan terutama limfe dan susunan saraf pusat. 3. 7. Secara in vitro.

tersedia.000 satuan/kg BB per hari. yaitu suatu reaksi pseudo-alergi pada kulit berupa demam tinggi. mungkin disebabkan oleh hipersensitivitas akibat toksin yang dikeluarkan oleh banyak T. dan kemerahan pada muka.4 II. yang diberikan 50. terapi yang dianjurkan ialah dengan penisilin G benzatin 9. PAM (Penisilin G prokain + 2 % aluminium monostearat) dan Benzathine penisilin G. 2.10 Reaksi Jarisch-Herxheimer terjadi pada hari pertama setelah pemberian penisilin. malaise.000 – 150.000 u sekali suntik akan menghasilkan konsentrasi 0.4 juta unit.000 unit/kg BB i. setiap 4 jam selama 10-14 hari.6 juta unit. Penisilin G prokain dalam akua. Pengobatan Antibiotika Selain Penisilin _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 35 .10 Sebab yang pasti tentang reaksi ini belum diketahui. terutama pada umur lebih dari 6 tahun. Reaksi JH terjadi pada sifilis kongenital dini. diberikan 3 kali 2.4 MU sekali suntik untuk pengobatan sifilis dini. Untuk neurosifilis.4 MU penisilin akan bekerja selama 3-4 minggu.4 1. terapi anjurannya ialah penisilin G prokain dalam akua 100. Diperlukan jenis yang mempunyai absorbsi rendah. berkeringat. setiap hari selama 10 hari.pallidum yang mati. artralgia.000 u akan mencapai konsentrasi yang dibutuhkan dalam serum.4. relatif murah. dan dapat disimpan pada berbagai suhu.v. terapi yang dianjurkan ialah penisilin G prokain dalam akua 18-24 juta unit sehari. diberikan 3-4 juta unit.03 u/ml selama 7 hari. i. Pemberian penisilin G benzatin 300. sehingga pemberian 2. bila diberikan dengan dosis 600.2. Dianjurkan pemberian 2.10. dengan interval seminggu. nyeri kepala.10 Pada terapi sifilis dengan penisilin dapat terjadi reaksi JarishHerxheimer.10 Pada sifilis kongenital. dapat diberikan sekali suntik untuk jangka waktu tertentu yang dihitung jumlah unitnya. Pada sifilis kardiovaskular.m.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Rully Wibowo (406080048) Pilihan pensilin yang akan diberikan harus memenuhi syarat: sedikit efek samping.

4. selama 10-14 hari. Farida Z. 5 % akan mendapat S III. 5. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC. Hutapea. angka penyembuhan mencapai 95 % dengan kelainan kulit yang akan sembuh dalam 7-14 hari.m. 6. 2. maka hampir seperempatnya akan kambuh. 2005 : 3 – 16. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin.S. Dalam: Adhi D. Mochtar H. Sjaiful. 2005 : 70 – 87. Dalam: Atlas Berwarna Saripati Penyakit Kulit. Jubianto J.S. Tetrasiklin 4 x 500 mg/hari selama 15-30 hari.M.4 Beberapa contoh penggunaan antibiotik selain penisilin adalah sebagai berikut: 10 1.). Infeksi Menular Seksual. Wresti IBM. Epidemiologi Infeksi Menular Seksual.pallidum. Sefaleksin 4 x 500 mg/hari selama 15 hari. 2005 : 361 – 363. Dalam: Sjaiful FD. 2005 : 299 – 309. Azitromisin 1 x 500 mg/hari selama 10 hari. 3. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 3. Eritromisin 4 x 500 mg/hari selama 15-30 hari . Tinjauan Penyakit Menular Seksual (P. Namyo. Edisi 4. neurosifilis pada 9 % pria dan 5 % wanita. kecuali aminoglikosida (streptomisin dan gentamisin). sementara 23 % akan meninggal. Farida Z. Siregar. Edisi 3. Jubianto J.11. DAFTAR PUSTAKA 1. Fahmi Daili. Infeksi Menular Seksual. Siti A.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Rully Wibowo (406080048) Selain penisilin dapat digunakan antibiotika lain. Sifilis. 4. Doksisiklin 2 x 100 mg/hari selama 15-30 hari . sebab tidak efektif untuk T. _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 36 . 2. ed. ed. Edisi 2. Wresti IBM. R. Dalam: Sjaiful FD. Sefaloridin 2 g/hari i. Prognosis Jika sifilis tidak diobati. ed. Pada sifilis dini yang diobati. Hakim. II. Edisi 3. 10 % akan mengalami sifilis kardiovaskular. Lukman. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

Penyakit Virus. Ronny. Herpes Simpleks. ed. Siti A. Dalam: Adhi D. Dalam: Adhi D. Trikomoniasis. Fahmi Daili. ed. 10.Penyakit Menular Seksual – Sifilis Rully Wibowo (406080048) 5. Mochtar H.kesrepro. 8. ed.htm 6. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Edisi 4. Edisi 4.info/pmshivaids/index. 7. Siti A. 2005 : 391 – 411. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Mochtar H. Dalam: Adhi D. 2005 : 379 – 381. Handoko. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 2005 : 364 – 366. Dalam: Adhi D. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Siti A. Edisi 4. ed. 2005 : 110 – 118. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Sjaiful. Siti A. Edisi 4. Siti A. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Mochtar H. Mochtar H. ed. Fahmi Daili. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Mochtar H. Edisi 4. Adhi D. Sjaiful. Ronny. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Infeksi Genital Nonspesifik. http://situs. Sifilis. Handoko. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. _________________________________________________________________ _ Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Periode 22 Desember 2008 – 24 Januari 2009 Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara Rumah Sakit Sumber Waras 37 . 9. EC Natahusada. Dalam: Adhi D. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. 2005 : 382 – 383.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->