Anda di halaman 1dari 3

Nama Kelas Sekolah Tugas

: Putri Waaqiah : VII-F : MTs. Negri 3 Medan : Kumpulan Peribahasa

Ada gula ada semut. Dimana ada harta, maka banyak orang yang berdatangan. Ada udang dibalik batu. Punya maksud tersembunyi. Adat dunia balas membalas, syariat palu memalu. Kebaikan dibalas dengan kebaikan, kejahatan dibalas juga dengan kejahatan. Ada air ada ikan. Dimana kita tinggal, disitu kita mendapatkan rejeki. Air beriak tanda tak dalam. Orang yang terlalu banyak bicara biasanya bodoh/picak pengetahuan. Air tenang menghanyutkan. Orang yang pendiam biasanya pandai. Air yang tenang jangan disangka tiada berbuaya. Orang yang pendiam jangan dikira tidak berani. Bagai air didaun talas Orang yang tidak mempunyai pendirian lepas. Membasuh muka dengan air liur. Seseorang yang ingin memperbaiki kesalahannya, tapi malah memperbesar nodanya. Menepuk air didulang terpecik muka sendiri. Orang yang menyebarkan aib keluarganya berarti menjelekkan dirinya sendiri. Menjilat air ludah. Orang yang tidak punya rasa malu. Pandai berminyak air. Orang yang pandai memanfaatkan barang yang tidak berharaga menjadi barang yang bernilai jual. Sebelum ajal berpantang mati. Hidup mati seseorang Tuhanlah yang menentukan.

Berburu kepalang ajar bagai bunga kembang tak jadi. Kalau belajar haruslah bersungguh-sungguh, jangan tanggungtanggung. Akal akar berpulas tak patah. Orang yang cerdik tak akan pernah kehabisan akal. Jika tak ada rotan akarpun berguna. Kalau tak ada barang yang baik , barang yang kurang baik pun berguna juga. Alah bisa karena biasa. Baik buruknya pekerjaan itu menurut kebiasaan. Anak sebatang kara. Hidup seorang diri. Anak sendiri disayang, anak tiri dihardik. Kasih sayang yang diberikan tidak seimbang/tidak adil. Rusak anak karena menantu. Orang yang kurang bijaksana. Angguk bukan, geleng iya. Lain dimulut lain pula dihati. Bagai anjing beranak enam. Perihal orang yang tamak. Seperti anjing berebut tulang. Orang yang suka memperebutkan harta benda orang lain. Bagai api dengan asap. Persahabatan yang sulit dipisahkan/ sangat akrab. Semangatnya berapi-api. Kemauannya sangat besar. Terpijak arang hitam tapak. Orang yang berbuat jahat pasti akan menerima hukuman. Sebagai aur dengan tebing. Saling tolong menolong. Awak menagis diberi pisang. Memberi hadiah kepada orang yang sedang kesusahan. Ayam bertelur dipadi mati kelaparan. Orang selalu merasakan kekurangan, meskipun penghasilannya besar/banyak. Badak makan anak.

Orang yang membuang anaknya, karena takut kehormatannya hancur. Hancur badan dikandung tanah, budi bai berkenang. Budi baik itu tidak akan dilupakan untuk selama-lamanya. Tersembunyi di balik kata. Punya maksud lain dari perkataan.