Anda di halaman 1dari 44

Inti Sel Sel manusia dan hewan terdiri dari berbagai item.

Item ini dalam membran sel yang dikenal sebagai organel. Mereka menjalankan peran penting dalam fungsi sel. Sitoplasma membentuk sebagian besar sel, tapi salah satu bagian yang paling penting adalah inti sel. Sitoplasma adalah bahan cairan dan organel dalam sel, tidak termasuk inti. Sejumlah kecil energi untuk digunakan oleh sel dapat dihasilkan oleh proses kimia yang terjadi di sitoplasma. Hal ini memberikan kontribusi bagi kelangsungan hidup kita, karena merupakan proses kunci dalam metabolisme energi sel darah merah; itu disebut metabolisme anaerobik karena tidak membutuhkan oksigen. Inti sel dibatasi oleh membran ganda sendiri. Inti kontrol tindakan yang terjadi di dalam sel, dengan menggunakan materi herediter yang disebut asam deoksiribonukleat (DNA). DNA adalah kode buku yang berisi petunjuk untuk membuat zat yang dibutuhkan sel. Ini terdiri dari gen pada kromosom. Kode buku tetap dalam inti sel, tetapi menyampaikan informasi ke organel sel lain dengan cara molekul serupa yang disebut asam ribonukleat (RNA). RNA memiliki tanggung jawab menyalin informasi dari DNA dan bergerak melalui pori-pori di membran nukleus ke sitoplasma. RNA kemudian membawa kode untuk protein sintesis ribosom disebut situs. Ada, kode RNA diterjemahkan menjadi protein tertentu. Dengan pengecualian dari sel darah merah, semua sel memiliki satu atau lebih inti. DNA memiliki tugas sekunder replikasi sel. DNA adalah molekul untai-ganda, dan ketika sel mulai membagi, masing-masing untai dipisahkan dan salinan identik dari setiap dibuat. Dengan demikian, masing-masing DNA baru berisi satu untai baru DNA dan satu untai dari DNA asli. Dengan cara ini, kode genetik yang diawetkan dari satu generasi sel ke yang berikutnya. Mitokondria mengandung DNA mereka sendiri, sehingga mereka mereproduksi diri independen dari tindakan dalam nukleus. Pengangkutan protein, vitamin, dan bahan lainnya dari sitoplasma ke inti juga terjadi melalui poripori di membran nuklir sebagai yang baru saja disebutkan. Molekul-molekul kecil melayani berbagai fungsi, termasuk aktivasi (atau inaktivasi) dari bagian-bagian tertentu dari rantai DNA. DNA adalah bagian penting dari setiap organisme hidup seperti yang apa yang baik memisahkan dan menyatukan organisme yang berbeda. Mutasi genetik menimbulkan bentuk-bentuk baru kehidupan, dan evolusi nikmat organisme yang memiliki DNA yang memungkinkan mereka untuk bertahan hidup di lingkungan masing-masing.

Transport Membran Permeabilitas membrane sel bersifat sangat selektif. Arus pergerakan molekul dan ion antara sel dan lingkungan sekitarnya diatur dengan tepat oleh berbagai system transport yang spesifik. System transport ini berperan dalam : 1. Mengatur volume dan komposisi cairan tubuh 2. Mengatur masuknya bahan yang dibutuhkan seperti glukosa, asam amino dan pengeluaran bahan yang tidak dibutuhkan oleh sel misalnya bahan-bahan toksik 3. Menimbulkan gradient konsentrasi untuk ion-ion tertentu yang berperan dalam eksitabilitas sel saraf dan otot. Proses transport melalui membrane terjadi melalui 2 mekanisme, yaitu transport aktif dan transport pasif. Transport pasif terjadi tanpa memerlukan energy sedangkan transport aktif memerlukan energy. Yang termasuk transport pasif adalah : a. Difusi sederhana b. Transport dengan fasilitas c. Transport lewat ion channel Pada difusi sederhana molekul bergerak dari daerah yang konsentrasinya tinggi ke daerah yang konsentrasinya rendah. Misalnya oksigen yang banyak diluar sel akan berdifusi masuk ke dalam sel. Difusi sederhana sangat ditentukan oleh kelarutan suatu bahan dalam lemak. Apabila suatu bahan larut dalam lemak, maka bahan tersebut akan lebih mudah berdifusi disbanding bahan yang larut dalam air. Kecepatan difusi suatu zat dipengaruhi oleh beberapa factor: 1. Permeablitas membrane sel (ditentukan oleh ketebalan membrane, kelarutan suatu bahan dalam lemak, jumlah channel, temperature, dan diameter molekul). 2. Perbedaan konsentrasi molekul/ion 3. Perbedaan tekanan pada kedua sisi membrane 4. Perbedaan potensial listrik pada kedua sisi membrane 5. Luas permukaan membrane Transport dengan cara difusi fasilitas mempunyai perbedaan dengan difusi sederhana yaitu difusi fasilitas terjadi melalui carrier spesifik dan difusi ini mempunyai kecepatan transport maksimum (Vmax). Suatu bahan yang ditransport lewat cara ini akan terikat terlebih dahulu dengan carrier protein yang spesifik, dan ikatan ini akan membuka channel tertentu untuk membawa ikatan ini ke dalam sel. Jika konsentrasi bahan ini terus ditingkatkan, maka jumlah carrier akan habis berikatan dengan bahan tersebut sehingga pada saat itu kecepatan difusi menjadi maksimal (Vmax). Pada difusi sederhana hal ini tidak terjadi, makin banyak bahan kecepatan transport bahan makin meningkat tanpa batas. Transport lewat ion channel khusus bagi ion-ion yang sulit ditransport secara difusi akibat muatan listriknya. Ion channel ini mempunyai sifat yang sangat selektif dan terbukanya channel tersebut akibat potensial listrik sepanjang membrane sel dan melalui ikatan channel dengan hormone neurotransmitter. Beberapa ion harus dipertahankan jumlahnya lebih besar diluar sel (misalnya Natrium) atau kalium harus dipertahankan lebih banyak dalam sel. Hal ini tentunya tidak tercapai dengan transport pasif, sebab transport pasif hanya akan menyeimbangkan konsentrasi ion-ion di dalam dan diluar sel. Untuk perlu transport aktif yang memakai energy untuk melawan perbedaan konsentrasi, misalnya transport Na dari dalam sel keluar sel lewat Na pump. Transport aktif terbagi atas transport aktif

primer dan sekunder. Transport aktif sekunder juga terdiri atas co-transport dan counter transport (exchange). Transport aktif primer memakai energi langsung dari ATP, misalnya pada Na-K pump dan Ca pump. Pada Na-K pump, 3 Na akan dipompa keluar sel sedang 2 Na akan dipompa kedalam sel. Pada Ca pump, Ca akan dipompa keluar sel agar konsentrasi Ca dalam sel rendah. Pada transpor sekunder co-transport, glukosa atau asam amino akan ditransport masuk dalam sel mengikuti masuknya Natrium. Natrium yang masuk akibat perbedaan konsentrasi mengikutkan glukosa atau asam amino ke dalam sel, meskipun asam amino atau glukosa di dalam sel konsentrasinnya lebih tinggi dari luar sel, tetapi asam amino atau glukosa ini memakai energi dari Na (akibat perbedaan konsentrasi Na). Sehingga glukosa atau asam amino ditransport secara transport aktif sekunder co-transport.

Membran Sel Sel dan organel yang terdapat dalam sel, dilapisi oleh membran yang terutama tersusun oleh lemak dan protein. Lemak yang terdapat pada membran memungkinkan membran berfungsi sebagai barrier yang membatasi pergerakkan molekul yang dapat larut dalam air melewati membran. Molekul protein yang dapat menembus membran sel, berfungsi sebagai tempat lewatnya bahanbahan tertentu. Selain itu protein yang terdapat pada permukaan membran seperti reseptor, enzim dan pump (pompa) masing-masing berfungsi sebagai katalisator dan pompa yang melakukan transport aktif ion-ion tertentu kedalam maupun keluar sel. Selain berfungsi sebagai barrier yang permeabilitasnya selektif, membrane sel juga berfungsi mengatur arus informasi antara sel dengan lingkungan sekitarnya. Hal ini dimungkinkan oleh adanya reseptor yang spesifik pada permukaan membrane sel. Ikatan suatu substrat dengan reseptornya yang spesifik pada permukaan membrane sel akan menyebabkan terjadinya transduksi sinyal yang selanjutnya akan mengaktifkan berbagai mata rantai reaksi biokimia dalam sel, sehingga dapat disimpulkan bahwa membrane sel berfungsi dalam proses komunikasi antar sel. Membrane sel komposisinya terutama terdiri dari protein 55%, lemak 42%, dan karbohidrat 3%, tetapi persentase ini bervariasi pada berbagai sel. Terdapat 3 jenis yang terdapat pada membrane sel yaitu fosfolipid, kolesterol, dan glikolipid. Pada membrane sel fosfolipid membentuk 2 lapisan (lipid bilayer) dimana lapisan hidrofilik terletak pada bagian luar (berhadapan dengan cairan ekstrasel) dan bagian dalam sel (berhadapan dengan sitoplasma), sementara bagian hidrofobik terletak antara kedua lapisan hidrofilik ini. Protein atas membrane sel terbagi atas protein integral dan protein perifer. Sebagian besar protein integral membentuk channel pada membrane atau membentuk pompa sebagai tempat lewatnya ion-ion. Sementara protein perifer biasanya hanya terikat dengan protein integral atau dengan bagian hidrofilik membrane, dan umumnya protein perifer ini membentuk enzim.

Karbohidrat pada membrane umumnya dalam bentuk glikolipid dan glikoprotein. Karbohidrat ini berfungsi meningkatkan hidrofilisitas lemak dan protein, mempertahankan stabilitas membrane oleh adanya struktur yang disebut glikokaliks. Glikokaliks akan nberinteraksi dengan glikokaliks sel lain sehingga berfungsi melekatkan satu sel dengan sel yang lainnya. Glikolipid yang terdapat pada membrane sel juga berperan dalam reaksi imunologis, dengan membentuk antigen dalam darah.

Mitokondria Sumber Energi Mitokondria merupakan sumber energi (powerhouse) dari sel berfungsi mengekstrak energi dari makanan. Mitokondria merupakan organel yang besar dalam sel dan menempati sekitar 25% volume sitoplasma. Mitokondria mempunyai 2 lapisan membran, membran luar dan membran dalam. Membran luar mempunyai pori-pori yang memungkinkan molekul besar melewatinya. Membran dalam terdiri dari 80% protein dan 20% lemak dan menonjol ke dalam. Pada tonjolan ini (crista) terdapat banyak enzim-enzim oksidatuf fosforilase. Enzim ini berperan pada proses oksidasi glukosa dan lemak serta sintesa ATP dari ADP. Pada bagian dalam mitokondria (matriks)juga terdapat banyak enzim yang diperlukan untuk ekstraksi energi dari bahan-bahan makanan. Energi yang dilepaskan digunakan untuk sintesa ATP. Asam piruvat dan asam lemak dan sebagian besar asam amino akan diubah menjadi asetil-Co A pada matrix mitokondria, dimana proses tersebut menjadi melalui siklus asam sitrat atau siklus Krebs. Pada siklus ini, asetil-Co A akan dipecah menjadi hidrogen dan karbon dioksida. Karbon dioksida akan keluar dari mitokhondria. Reaksi ini menghasilkan banyak energi yang digunakan untuk pembentukan ADP dan ATP. Poses ini sangat kompleks dan melibatkan enzim ATP sintetase. Pada mitokhondria juga terdapat DNA, sama dengan yang terdapat pada inti sel. DNA ini mengatur kemampuan mitokhondria untuk mengadakan self replication bila aktivitas mitokhondria untuk menghasilkan energi meningkat.

Retikulum endoplasma, Aparatus golgi, Lisosom dan Periksisom Retikulum Endoplasma RE merupakan organel yang mempunyai permukaan membran yang sangat luas. Retikulum endoplasma terdiri dari vesikel dan tubulus yang berfungsi sebagai tempat sintesa protein dan lemak. Permukaan membran RE ada yang mengandung granula-granula ribosom dan disebut RE granuler/Rough RE dan ada yang tidak mengandung granula disebut RE agranuler/smooth RE. Ribosom yang terdapat pada granuler RE berfungsi sebagai tempat sintesa protein, sedang agranuler RE berfungsi sebagai sintesa dan metabolisme asam lemak dan fosfolipid. Aparatus Golgi AG disebut juga golgi kompleks yang mempunyai hubungan yang erat dengan RE granuler. Beberapa menit setelah protein disintesa oleh RE, akan ditransport ke golgi vesikel yang lokasinya dekat inti

sel. AG mempunyai fungsi memodifikasi unit glikoprotein dari karbohidrat dan sebagai polisi yang menyortir dan mengarahkan protein sesuai dengan tempatnya yang tepat. Lisosom Merupakan organel vesikuler yang dibentuk oleh Aparatus Golgi yang akan disebarkan ke seluruh sitoplasma. Lisosom berfungsi sebagai sistem pencernaan intrasel yang akan mencerna dan membuang bahan-bahan yang tidak dibutuhkan atau benda asing seperti bagian sel yang mati atau bakteri. Lisosom mempunyai PH yang lebih rendah dari sitoplasma. Fungsi pencernaan dari lisosom dilakukan melalui enzim acid hydrolase, yang dapat mencerna berbagai bahan organik menjadi bahan yang lebih sederhana seperti protein menjadi asam amino atau glikogen menjadi glukosa. Peroksisom Merupakan organel terkecil yang terdapat pada sitoplasma dengan diameter 0,5 m dan mempunyai membran. Mengandung enzim oksidase yang akan bereaksi dengan hidrogen membentuk hidrogen peroksida (H202), juga mengandung enzim katalase yang akan mengubah H202 menjadi air dan oksigen. Mekanisme oksidase-katalase-H202 sangat penting untuk mensintesis asam lemak menjadi acetyl-coenzym A yang selanjutnya masuk dalam siklus Krebs untuk pembentukan energi. Organel peroksisom ini juga banyak terdapat dalam hati dan ginjal yang berperan pada proses glukoneogenesis (pembentukan glukosa dari lemak/protein).

Sitoplasma dan Organel Sel bukanlah semata-mata suatu kantong yang berisi cairan, enzim, dan bahan kimia, tetapi juga mengandung struktur-struktur fisis yang tersusun dengan sangat sempurna, yang disebut sebagai organel dan sangat penting bagi fungsi sel. Misalnya tanpa adanya mitokhondria, maka lebih dari 95% energi yang disuplai oleh sel akan segera menghilang. Sitoplasme terisi dengan partikel-partikel dan organel-organel baik yang kecil maupun yang besar, dengan ukuran dari beberapa nanometer sampai beberapa mikrometer. Bagian cairan sitoplasma yang jernih dimana partikel-partikel didispersikan disebut sitosol yang mengandung terutama protein, elektrolit, glukosa dan sedikit campuran lemak yang terlarut. Bagian dari sitoplasma yang langsung berada dibawah membran sel seringkali mengandung mikrofilamen-mikrofilamen yang terutama terdiri dari aktin fibrialle. Ini merupakan bahan penyokong membran sel yang menyerupai gel setengah padat (semisolid). Daerah sitoplasma ini disebut korteks atau ektoplasma. Sitoplasma yang terletak antara korteks dan membran nuklear bersifat cair disebut endoplasma. Di dalam sitoplasma inilah tersebar berbagai bahan, yaitu globulus lemak netral, granula-granula glikogen, ribosom, granula sekretoris, dan lima macam organel terpenting yaitu Retikulum endoplasma, aparatus golgi, mitokondria, lisosom dan periksisom.

Inti Sel (Nucleus) Inti sel merupakan pusat pengetur berbagai aktifitas sel. Nukleus mengandung DNA dalam jumlah yang besar yang disebut Gen. Gen yang terdapat pada kromosom berfungsi untuk sintesa RNA yang mengatur karateristik dari protein yang diperlukan untuk berbagai aktifitas enzimatik serta mengatur reproduksi sel. Inti sel terdiri atas nukleolus, nukleoplasma dan membran inti sel. Membran dari inti sel terdiri 2 lapis, dimana lapisan luar berhubungan dengan membran retikulum endoplasma. Pada membran inti sel terdapat porus yang mempunyai diameter yang cukup besar sehingga dapat dilalui oleh molekul protein yang disintesa dalam inti sel. Pada nukleoplasma terdapat nukleoli yang tidak mengandung membran. Nukleolus mengandung banyak RNA dan protein, dan ukurannya bertambah besar bila sedang aktif mensintesa protein. Gen mengatur sintesa protein dan RNA dan menyimpannya dalam nukleolus. RNA dan protein ini akan ditransport keluar menuju sitoplasma melalui porus yang terdapat pada membran inti sel. DNA yang terdapat pada kromoson merupakan struktur double stranded yang terdiri dari : 1. Gugus fosfatbeda ini 2. Gugus pentose (gula) yaitu deoksiribosa 3. Basa nitrogen yaitu purine : adenine, guanine, pirimidine, sitosine dan thymine. Gugus posfat dan pentose membentuk struktur fisik DNA, sedangkan 4 basa yang berbeda ini membawa informasi genetik. Pada DNA, adenin selalu berikatan dengan thymine dan guanin selalu terikat dengan sitosine. Karena DNA berlokasi pada inti sel sedang hampir semua aktifitas sel terjadi pada sitoplasma, maka dibentuklah RNA yang dapat berdifusi menuju sitoplasma untuk mengatur sintesa protein yang spesifik. Proses pembentukan RNA diatur oleh DNA melalui proses transkripsi. Perbedaan struktur RNA dari DNA adalah bahwa pada RNA pentosenya adalah ribosa dan gugus basa yang berikatan dengan adenin adalah urasil (tidak ada thymine) Proses pembentukan RNA terjadi di bawah pengaruh enzim RNA polymerase. Setelah dibentuk RNA akan dilepas ke nukleoplasma. Terdapat 3 jenis RNA yang dibentuk oleh DNA, dimana tiap jenis RNA mempunyai fungsi yang berbeda yaitu : 1. Messenger RNA (mRNA), berfungsi membawa kode genetik ke sitoplasma untuk mengatur sintesa protein. 2. Transfer RNA (tRNA) untuk transport asam amino menuju ribosom untuk digunakan menyusun molekul protein. 3. Ribosomal RNA (rRNA) untuk membentuk ribosom bersama dengan 75 protein lainnya. Bila molekul mRNA kontak dengan ribosom, maka akan dibentuklah molekul protein disepanjang ribosom. Proses pembentukan molekul ini disebut translasi. Jadi pada ribosom terjadi proses kimia penyusunan asam amino untuk membentuk protein.

TRANSPORT MEMBRAN FISIOLOGI TUBUH MANUSIA

Permeabilitas membrane sel bersifat sangat selektif. Arus pergerakan molekul dan ion antara sel dan lingkungan sekitarnya diatur dengan tepat oleh berbagai system transport yang spesifik. System transport ini berperan dalam : 1. Mengatur volume dan komposisi cairan tubuh 2. Mengatur masuknya bahan yang dibutuhkan seperti glukosa, asam amino dan pengeluaran bahan yang tidak dibutuhkan oleh sel misalnya bahan-bahan toksik 3. Menimbulkan gradient konsentrasi untuk ion-ion tertentu yang berperan dalam eksitabilitas sel saraf dan otot. Proses transport melalui membrane terjadi melalui 2 mekanisme, yaitu transport aktif dan transport pasif. Transport pasif terjadi tanpa memerlukan energy sedangkan transport aktif memerlukan energy. Yang termasuk transport pasif adalah : a. Difusi sederhana b. Transport dengan fasilitas c. Transport lewat ion channel Pada difusi sederhana molekul bergerak dari daerah yang konsentrasinya tinggi ke daerah yang konsentrasinya rendah. Misalnya oksigen yang banyak diluar sel akan berdifusi masuk ke dalam sel. Difusi sederhana sangat ditentukan oleh kelarutan suatu bahan dalam lemak. Apabila suatu bahan larut dalam lemak, maka bahan tersebut akan lebih mudah berdifusi disbanding bahan yang larut dalam air. Kecepatan difusi suatu zat dipengaruhi oleh beberapa factor: 1. Permeablitas membrane sel (ditentukan oleh ketebalan membrane, kelarutan suatu bahan dalam lemak, jumlah channel, temperature, dan diameter molekul). 2. Perbedaan konsentrasi molekul/ion 3. Perbedaan tekanan pada kedua sisi membrane 4. Perbedaan potensial listrik pada kedua sisi membrane 5. Luas permukaan membrane Transport dengan cara difusi fasilitas mempunyai perbedaan dengan difusi sederhana yaitu difusi fasilitas terjadi melalui carrier spesifik dan difusi ini mempunyai kecepatan transport maksimum (Vmax). Suatu bahan yang ditransport lewat cara ini akan terikat terlebih dahulu dengan carrier protein yang spesifik, dan ikatan ini akan membuka channel tertentu untuk membawa ikatan ini ke dalam sel. Jika konsentrasi bahan ini terus ditingkatkan, maka jumlah carrier akan habis berikatan

dengan bahan tersebut sehingga pada saat itu kecepatan difusi menjadi maksimal (Vmax). Pada difusi sederhana hal ini tidak terjadi, makin banyak bahan kecepatan transport bahan makin meningkat tanpa batas. Transport lewat ion channel khusus bagi ion-ion yang sulit ditransport secara difusi akibat muatan listriknya. Ion channel ini mempunyai sifat yang sangat selektif dan terbukanya channel tersebut akibat potensial listrik sepanjang membrane sel dan melalui ikatan channel dengan hormone neurotransmitter. Beberapa ion harus dipertahankan jumlahnya lebih besar diluar sel (misalnya Natrium) atau kalium harus dipertahankan lebih banyak dalam sel. Hal ini tentunya tidak tercapai dengan transport pasif, sebab transport pasif hanya akan menyeimbangkan konsentrasi ion-ion di dalam dan diluar sel. Untuk perlu transport aktif yang memakai energy untuk melawan perbedaan konsentrasi, misalnya transport Na dari dalam sel keluar sel lewat Na pump. Transport aktif terbagi atas transport aktif primer dan sekunder. Transport aktif sekunder juga terdiri atas co-transport dan counter transport (exchange). Transport aktif primer memakai energi langsung dari ATP, misalnya pada Na-K pump dan Ca pump. Pada Na-K pump, 3 Na akan dipompa keluar sel sedang 2 Na akan dipompa kedalam sel. Pada Ca pump, Ca akan dipompa keluar sel agar konsentrasi Ca dalam sel rendah. Pada transpor sekunder co-transport, glukosa atau asam amino akan ditransport masuk dalam sel mengikuti masuknya Natrium. Natrium yang masuk akibat perbedaan konsentrasi mengikutkan glukosa atau asam amino ke dalam sel, meskipun asam amino atau glukosa di dalam sel konsentrasinnya lebih tinggi dari luar sel, tetapi asam amino atau glukosa ini memakai energi dari Na (akibat perbedaan konsentrasi Na). Sehingga glukosa atau asam amino ditransport secara transport aktif sekunder co-transport. Pada proses counter transport/exchange, masuknya ion Na ke dalam sel akan menyebabkan bahan lain di transport keluar. Misalnya pada Na-Ca exchange dan Na-H exchange. Pada Na-Ca exchange, 3 ion Na akan ditransport kedalam sel untuk setiap 1 ion Ca yang ditransport keluar sel, hal ini untuk menjaga kadar Ca intrasel, khususnya pada otot jantung sehingga berperan pada kontraktilitas jantung. Na-H exchange terutama berperan mengatur konsentrasi ion Na dan Hidrogen dalam tubulus, proksimal ginjal, sehingga turut mengatur pH dalam sel. Untuk partikel-partikel besar, misalnya bakteri tidak dapat ditransport seperti yang dikemukakan diatas. Transport molekul besar lewat mekanisme fagositosis (eksositosis, endositosis) dan pinositosis. Pinositosis disebut juga drinking sel, sebab yang ditransport adalah molekul yang mengandung cairan ekstrasel. Molekul tadi ditelan seluruhnya dan terbentuk dalam vesikel pinositik. Mekanisme ini sama dengan proses fagositosis, hanya saja molekul pada fagositosis lebih padat misalnya bakteri atau bagian sel yang rusak.

ANATOMI OTOT

Anatomi hewan juga disebut sebagai anatomi perbandingan atau morfologi hewan jika mempelajari struktur berbagai hewan, dan disebut anatomi khusus jika hanya mempelajari satu jenis hewan saja. Anatomi manusia Gambaran anatomi dari tahun 1728 Dilihat dari sudut kegunaan, bagian paling penting dari anatomi khusus adalah yang mempelajari tentang manusia dengan berbagai macam pendekatan yang berbeda. Dari sudut medis, anatomi terdiri dari berbagai pengetahuan tentang bentuk, letak, ukuran, dan hubungan berbagai struktur dari tubuh manusia sehat sehingga sering disebut sebagai anatomi deskriptif atau topografis (Wikipedia, 2009). Kerumitan tubuh manusia menyebabkan hanya ada sedikit ahli anatomi manusia profesional yang benar-benar menguasai bidang ilmu ini; sebagian besar memiliki spesialisasi di bagian tertentu seperti otak atau bagian dalam. Anatomi topografi harus dipelajari dengan pembedahan dan pemeriksaan berulang kali pada tubuh manusia yang telah meninggal (Wikipedia, 2009). Anatomi bukan sekedar ilmu biasa, namun harus benar-benar mempunyai keakuratan yang tinggi karena dapat digunakan dalam situasi yang darurat. Patologi anatomi adalah ilmu mengenai organ yang memiliki kelainan dan dalam keadaan sakit. Ilmu ini diterapkan untuk berbagai tujuan seperti bedah dan ginekologi (Wikipedia, 2009). Pada hewan, telah dikelompokkan mejadi dua kelompok yaitu hewan vertebrata (hewan bertulang belakang) dan hewan avertebrata (hewan tidak bertulang belakang). Semua makhluk hidup pasti memiliki ciri-ciri tertentu dan memiliki berbagai aktivitas dalam tubuh mereka misalnya dapat tumbuh dan berkembang, mewariskan sifat, sistem ekskresi, bergerak, bernafas, memiliki koordinasi dan indra, sistem pencernaan, sistem reproduksi, system transportasi dan lain sebagainya. Otot adalah sebuah jaringan konektif dalam tubuh yang tugas utamanya kontraksi. Kontraksi otot digunakan untuk memindahkan bagian-bagian tubuh & substansi dalam tubuh (Wikipedia, 2009) Daging merupakan bahan pangan yang dihasilkan dari perubahan post mortem (pascamerta) dari otot strip, otot yang membalut tulang rangka tubuh (skeletal), dikenal sebagai jaringan muskuler. Jaringan muskuler merupakan jaringan yang sangat berkembang dan sangat spesifik, dimana

berlangsung perubahan energi kimia menjadi energi mekanik yang menjamin penanganan dan pergerakan ternak. Sistem ini yang menjamin metabolisme energetik jaringan muskuler dan peranannya sangat besar terhadap warna, tekstur dan komposisi otot (Abustam, 2009) Sistem ini yang mempengaruhi secara langsung sedikit atau banyaknya terhadap karakteristik organoleptik (sensorik) daging dan merupakan penanggung jawab yang besar pada heterogenitas yang teramati pada tingkat sifat-sifat daging (Abustam, 2009). Struktur Otot Sejumlah besar otot dengan ukuran, bentuk dan struktur internal yang berbeda, merupakan penyusun rangka tubuh makhluk hidup (Abustam, 2009). Struktur dari otot-otot strip mengikuti skema organisasi secara umum : >Kumpulan dari serat-serat otot yang bergabung satu sama lainnya dan ditopang oleh jaringan ikat yang banyak (Barone, 1968). >Organisasi dari jaringan ikat ini memungkinkan untuk membedakan kelompok serat-serat muskuler menjadi kelompok pertama, kelompok kedua, kelompok ketiga dan kadang sampai kelompok empat (Legras dan Schmitt, 1973) >Pada otot besar, kelompok tingkat superior akan mengelompokkan kelompok dengan tingkat yang lebih rendah (inferior). Umumnya diketahui bahwa sifat-sifat reologik daging sangat tergantung pada kedua komponen tersebut: serat muskuler dan jaringan ikat. Komponen Penyusun Otot Jaringan Muskuler (Serat Muskuler) Unit dasar dari semua otot adalah serat muskuler yang berbentuk silinder dengan beberapa sentimeter panjangnya dan diameternya bervariasi antara 0,01 0,1 mm. Serat ini tersusun atas dinding (sarkolema), sarkoplasma dan miofibriler yang ditutupi/diselubungi oleh bagian-bagian longitudinal dan transversal dari retikulum sarkoplasmik (Porter, 1961). Proporsi sarkoplasma tergantung pada serat otot dan mengelilingi miofibriler serta berisi secara khusus dengan sejumlah enzim, mioglobin, mitokhondria, lemak dan glikogen (Bennett, 1960). Satu serat muskuler dengan diameter 60 m mengandung sekitar 2000 miofibriler dengan diameter 1,0 m. Miofibriler terdiri atas miofilamen tebal (miosin) dan miofilamen tipis (aktin). Filamen tebal tersusun atas molekul myosin, dimana kepala myosin menguak kearah lateral untuk berhubungan dengan filament tipis pada saat terjadi kontraksi. Filamen aktin terdiri atas molekul aktin yang tersusun seperti rangkaian biji-biji kalung atau tasbih. Serat muskuler dibagi secara longitudinal dengan suatu seri pita, yang dibawah mikroskop optik, nampak secara bergantian terang dan gelap (Bailey, 1972). Jaringan Ikat Secara histologis jaringan ikat terdiri atas tiga macam (Schmitt dkk, 1979): 1. Epimisium, merupakan amplop sebelah luar dari otot yang mengelilingi sejumlah kelompok ketiga dari serat muskuler dan disebut sebagai mioskhen. Epimisium ini terkait pada tulang melalui bantuan tendon. 2. Perimisium, merupakan jaringan ikat yang bercabang-cabang didalam otot dan membentuk suatu jaringan perimisium yang mengelilingi kelompok serat muskuler.

3. Endomisium, merupakan pembungkus dari serat otot dan terdapat paling dalam pada otot. Kelompok paling kecil dari serat muskuler disebut sebagai kelompok pertama. Komponen jaringan ikat Secara struktural, jaringan ikat terdiri atas tiga komponen yaitu sel, cairan dasar, dan serat Terdapat tiga sel dalam jaringan ikat (Bloom dan Fawcett, 1975): 1. Fibroblast, bertanggung jawab pada sintesa dan pembaharuan bahan-bahan ekstra seluler. 2. Adiposit, bertanggung jawab pada penyimpanan dan metabolisme lemak. 3. Makrofak tissuler, bertanggung jawab pada proses pertahanan immunisasi Cairan dasar, merupakan bahan organik dari mukopolisakarida dan terdiri atas mukoprotein, tropokolagen dan tropoelastin (Fitton-Jackson, 1964). Ada tiga serat yang menyusun jaringan ikat (Asghar dan Pearson, 1980): 1. Kolagen, terdiri dari gabungan dari sejumlah serabut-serabut dengan diameter 0,3 0,5 m dan tebalnya 1 12 m. 2. Retikulin, merupakan mukoprotein dimana bahan dan ultrastrukturnya serupa dengan kolagen, sekalipun serabut-serabut retikulin lebih pendek dan strukturnya lebih halus dibandingkan dengan kolagen. 3. Elastin, serat-seratnya bercabang-cabang dan jumlahnya bisa mencapai 1,9 37% dari jaringan ikat otot sapi. Pada beberapa otot sapi, seperti Semitendinosus, Latissimus dorsi dan Tensor fascia latae, menyajikan elastin lebih dari 10 % dari jaringan ikat (Bendall, 1967). Dari ketiga serat yang menyusun jaringan ikat, kolagen merupakan serat yang paling dominan (95 %) dan paling besar peranannya dalam menentukan kekerasan/kealotan pada otot. Dengan demikian bahasan tentang jaringan ikat lebih banyak ditujukan pada kolagen. Kolagen merupakan protein dengan nilai gizi yang rendah, ditandai dengan tidak adanya asam amino esensial didalam komposisi asam aminonya (Glanville dan Kuhn, 1979; Aberle dan Mills, 1983). Jenis Otot Otot jantung Otot yang ditemukan dalam jantung ini bekerja secara terus-menerus tanpa henti. Pergerakannya tidak dipengaruhi sinyal syaraf pusat, tetapi lebih karena pengaruh hormon. Otot lurik Memiliki desain yang efektif untuk pergerakan yang spontan dan membutuhkan tenaga besar. Pergerakannya diatur sinyal dari sel syaraf motorik. Otot ini menempel pada kerangka dan digunakan untuk pergerakan Otot polos Otot yang ditemukan dalam intestinum dan pembuluh darah bekerja dengan pengaturan dari sistem syaraf bawah sadar. SKELETAL MUSCLE

Kini kita akan membicarakan jenis otot yang senantiasa kita bayangkan saat kita menyebut kata ototsesuatu yang menunjukkan betapa kuat kita dan memungkinkan kita menendang keras bola ke arah gawang. Dan ini adalahotot-otot kerangka (sketal muscle) yang kadangkala disebut striated muscle karena adanya serat otot yang gelap dan terang membuat mereka sepeti strip (arsiran). Otot-otot skeletal ini merupakan oto-otot sadar dimana kita dapat mengendalikan/memerintahkannya untuk melakukan sesuatu. Kaki kita tidak akan pernah menendang bola ke arah gawang apabila kita tidak menginginkannya. Otot-otot ini membantu membentuk muscoloskeletal yaitu kombinasi kerja antara otot dan kerangka atau tulang. Bersama-sama otot skeletal dan tulang memberikan kekuatan dan tenaga pada tubuh kita. Pada banyak kasus, otot skeletal ini melekat pada salah satu ujung tulang. Otot-otot ini menekan seluruh bagian sendi dan lantas melekat lagi pada ujung tulang yang lain. Otot-otot skeletal melekat pada tulang dengan bantuan tendon. Tendon adalah semacam cord yang terbuat dari material kuat dan bekerja sebagai penghubung khusus antara tulang dan otot. Tendon ini juga melekat dengan bagus sehingga saat kita menggerakkan salah satu otot kita, tendon dan tulang akan bergerak bersama pula. Otot skeletal ini muncul dalam banyak bentuk dan ukuran yang berbeda yang membuat mereka mampu melakukan banyak pekerjaan. Otot-otot ini yang melakukan pekerjaan paling besar dan paling berat adalah otot-otot di punggung dekat pinggang kita yang memungkinkan kita berdiri tegak. Otot-otot ini juga memberikan tenaga pada saat kita mendorong atau menarik sesuatu. Otot-otot di dekat leher dan bagian atas punggung kita tidak begitu besar namun mampu melakukan sesuatu yang sangat mengagumkan: menahan beban saat kepala kita berputar, bergerak ke kiri kanan dan ke atas serta ke bawah. Bahkan otot-oto inilah yang mampu menahan posisi kepala agar tetap berada di atas.

MIOLOGI Jaringan otot terdiri dari sel-sel yang bentuknya panjang dan ramping. Tiap-tiap sel otot mempunyai serabut otot dan beberapa serabut otot ini dikumpulkan menjadi sebuah alat tubuh yang disebut otot (daging). Otot merupakan jaringan eksitabel atau jaringan peka rangsang, yang dapat dirangsang secara kimiawi, listrik dan mekanik untuk menimbulkan suatu aksi potensial. a. Fungsi Otot Fungsi utama dari otot rangka yaitu, melakukan kontraksi yang menjadi dasar terjadinya gerakan tubuh. Aktivitas otot rangka dikoordinasi oleh susunan saraf sehingga membentuk gerakan yang harmonis dari posisi tubuh yang tepat. b. Klasifikasi Otot 1. Berdasarkan sifat fisiologisnya dan strukturnya. a. Otot rangka Diberbagai bagian tubuh ada kurang lebih 600 otot rangka b. Otot polos terdiri atas : 1) Otot polos unit ganda (multi-unit) 2) Otot polos unit tunggal (single unit) c. Otot jantung 2. Berdasarkan hubungan serabut otot dan tendo a. Otot fusiform, ciri-cirinya 1) Serabutnya panjang 2) Hasil gerakannya luas tapi tidak kuat 3) Tendo relatif pendek b. Otot Unipenatus,ciri-cirinya 1) Serabut pendek 2) Tendo panjang 3) Lebih kuat c. Otot Bipenatus,ciri-cirinya 1) Serabut pendek, melekat pada kedua sisi tendo 2) Tendo panjang 3) Lebih kuat 3. Berdasarkan origo otot a. Otot dengan dua kepala contoh bicep brachii b. Otot dengan tiga kepala contoh triceps c. Otot dengan empat kepala contoh Quadriceps d. Otot dengan satu kepala mempunyai satu tendo perantara atau lebih disebut otot dengan dua venter atau 3 venter, contoh otot multi penatus 4. Berdasarkan kecepatan kontraksinya a. Otot Fasis (white muscle) b. Otot Postural (Red muscle) FISIOLOGI OTOT Otot adalah sebuah mesin yang yang merubah suatu ide dari otak menjadi sebuah gerakan .

Perubahan ini membutuhkan energi yang besar. Bila tidak ada otot, maka tidak akan ada yang dapat kita lakukan. Struktur Otot Sistem otot adalah sistem biologi manusia yang dapat digerakkan Otot merupakan jaringan yang dapat berkontraksi, secara embriologi berasal dari lapisan mesodermal. Otot terdiri dari kumpulan sel-sel otot Masing-masing sel otot terdiri dari : sarkolema : membran sel otot miofibril : bagian serabut otot yang mengandung filamen aktin dan miosin sarcoplasma : adalah tempat tertanamnya miofibril. Banyak mengandung cairan intrasel, mitokondria dan retikulum endoplasma. retikulum sarkoplasma : merupakan retikulum endoplasma yang berfungsi untuk menentukan kecepatan kontraksi otot. Endomysium : masing-masing sel otot terbungkus dalam endomisium Perymisium : kumpulan sel2 otot tadi diliputi oleh fasikel dan disebut perimisium Epymisium : ikatan otot yang lebih besar Otot rangka merupakan otot yang pergerakannya disadari. terdiri dari banyak inti, letaknya di tepi dan bercorak - neuromuscular junction : adalah tempat dimana motor neuron menstimulasi sel otot rangka. Otot rangka berkontraksi berdasarkan hantaran impuls dari motor neuron. - Fungsi otot rangka : 1. Mendukung tubuh 2. Membantu pergerakan tulang 3. Ikut menjaga kestabilan suhu tubuh 4. Membantu proses saat kontraksi sistem kardiovaskular dan sistem limfatik 5. Melindungi organ dalam 6. Menstabilkan persendian Otot polos - merupakan otot yang gerakannya tidak disadari. - Terdapat pada organ tubuh seperti : esofagus, usus, bronkus, uterus, ureter, bladder, vena. - Otot polos terdiri dari satu inti dan tidak bercorak Otot jantung - Merupakan otot yang gerakannya tidak disadari - Struktur otot jantung terdiri dari satu inti, tetapi bercorak. - Otot jantung hanya terdapat pada organ jantung .

The anatomy of a sarcomere The thick filaments produce the dark A band. The thin filaments extend in each direction from the Z line. Where they do not overlap the thick filaments, they create the light I band. The H zone is that portion of the A band where the thick and thin filaments do not overlap. The entire array of thick and thin filaments between the Z lines is called a sarcomere. Shortening of the sarcomeres in a myofibril produces the shortening of the myofibril and, in turn, of the muscle fiber of which it is a part. Sliding Filament Theory The theory of how muscle contracts is the sliding filament theory. The contraction of a muscle occurs as the thin filament slide past the thick filaments. The sliding filament theory involves five different molecules plus calcium ions. The five molecules are: myosin, actin, tropomyosin, troponin, and ATP. Myosin The myosin molecules are bundled together to form the thick filament. The head (cross bridge) of the myosin molecule has the ability to move back and forth. The flexing movement of the head provides the power stroke for muscle contraction. The hinge portion of linear tail allows vertical movement so that the cross bridge can bind to actin on the thin filament. The cross bridge has two important binding sites. One site specifically binds ATP, a high energy molecule. ATP This binding of ATP transfers energy to the myosin cross bridge as ATP is hydrolyzed into ADP and inorganic phosphate. The second binding site on the myosin cross bridge binds to actin. Actin Actin is the major component of the thin filament. Tropomyosin entwines around the actin and covers the binding sites on the actin subunits and prevents myosin cross bridge binding. Troponin is attached and spaced periodically along the tropomyosin strand. After an action potential calcium ions are released from the terminal cisternae and bind to troponin. This causes a conformational change in the tropomyosin-troponin complex, "dragging" the tropomyosin strands off the binding site. Calcium The five organic molecules and the calcium ions all work together in a coordinated maneuver to cause the thin filament to slide past the thick filament, and are illustrated here Sliding Filament Theory Menjelaskan cara otot berkontraksi. - Saat relaksasi : ujung filamen aktin tidak tumpang-tindih, filamen miosin saling tumpang-tindih sempurna - Saat kontraksi filamen aktin tertarik ke dalam filamen miosin sehingga saling tumpang-tindih. Membran Z juga tertarik oleh filamen aktin sampai ujung filamen miosin. Teori Roda Pasak - Saat kepala jembatan melekat pada active site butuh tenaga yang besar kepala miring ke pertengahan filamen miosin dan menarik filamen aktin = power stroke. Kemudian kepala akan terlepas dari active site - Saat kepala terlepas dari active site, terjadi gerak miring lagi yang menimbulkan power stroke filamen aktin bergerak maju

- Kepala jembatan akan membengkok bolak-balik dan menarik filamen aktin ke arah pusat filamen miosin - Pergerakan jembatan menggunakan active site filamen aktin disebut dengan roda pasak The energy necessary for muscle contraction is provided by ATP. ATP energizes the power stroke of the myosin cross bridge, disconnects the myosin cross bridge from the binding site on actin at the conclusion of a power stroke, and energizes the calcium ion pump. In order to make ATP, the muscle does the following: breaks down creatine phosphate, adding the phosphate to ADP to create ATP, carries out anaerobic respiration by which glucose is broken down to lactic acid and ATP is formed, and carries out aerobic respiration by which glucose, glycogen, fats and amino acids are broken down in the presence of oxygen to produce ATP. The contraction of a skeletal muscle is the result of the activity of groups of muscle cells called motor units. In skeletal muscle, the cells never contract individually. Rather they contract as groups of muscle cells that are collectively connected to a motor nerve originating in the spinal cord. The combination of the motor nerve cell (neuron) and the muscle cells it innervates is known as the motor unit. The size of the motor units determines the precision of movement that a particular muscle can produce. Hubungan saraf-otot - Ujung serabut saraf(end plate) berinvaginasi ke dalam serabut otot diluar membran plasma (synaptic gutter) - Bila impuls saraf mencapai hubungan saraf-otot dilepaskan asetilkolin sebagian berdifusi keluar synaptic gutter, sisanya dihancurkan oleh kolinesterase - Membran otot menjadi sangat permeabel thd ion natriumpotensial membran pada daerah endplate potensial endplate

SISTEM SARAF MANUSIA Berbicara tentang saraf manusia tentu akan mengenal istilah-istilah yang sering digunakan. Istilahistilah tersebut adalah:

IMPULS yaitu rangsangan atau pesan. Disampaikan melalui senyawa kimia dalam tubuh yang disebut dengan asetilkolin. RESEPTOR yaitu struktur yang dapat menerima impuls.Dapat berupa sel, jaringan atau organ, alat gerak, otot. EFEKTOR yaitu struktur yang dapat menanggapi impuls. Dapat berupa sel, jaringan atau organ, alat gerak, otot.

Neuron atau sel saraf yaitu merupakan sel yang terpanjang yang dimilki oleh tubuh manusia dan bertugas untuk menerima dan menghantarkan impuls ke tempat yang dituju.

Organel penyusun sel Neuron terdiri dari: 1) Dendrite merupakan penjuluran pendek yang keluar dari badan sel. Berfungsi untuk menghantarkan impuls dari luar sel neuron ke dalam badan sel. 2) Badans sel merupakan bagian neuron yang banyak mengandung cairan sel (sitoplasma) dan terdapatnya nucleus (inti sel). Berfungsi sebagai penerima impuls dari dendritie dan menghantarkannya menuju axon dengan perantara sitoplasma. 3) Sitoplasma merupakan cairan pengisi badan sel. Berfungsi untuk mempercepat penghantaran impuls dalam sel. 4) Nucleus merupakan bagian terpenting dari sel, bentuknya akan menyesuaikan bentuk sel. Berfungsi untuk mengatur seluruh kegiatan sel dan pembelahan sel. 5) Axon/neurit merupakan cabang saraf yang panjang yang keluar dari badan sel. Berfungsi untuk menerima impuls dari badan sel dan menghantarkannya ke percabangan axon. 6) Percabangan axon merupakan bagian dari axon yang bercabang-cabang. Berfungsi menerima impuls dari axon.

7) Selubung neurolema/neurilema merupakan selaput tipis yang berada paling luar dari axon. Berfungsi untuk melindungi axon serta memberikan nutrisi pada axon serta regenerasi pada selubung mielin. 8) Selubung myelin merupakan selaput tipis yang berhubungan langsung dengan axon dan terletak setelah selubung neurilema. Berfungsi untuk melindungi axon dan memberikan nutrisi pada axon. 9) Sel Schwann merupakan sel-sel yang terdapat di dalam selubung myelin. Berfungsi untuk memperbaiki sel axon yang rusak/regenerasi. 10) Nodus Ranvier merupakan celah diantara axon yang tidak tertutup oleh selubung neurilema. Berfungsi untuk mempercepat penyampaian impuls ke neuron. Pembagian sel neuron a. Berdasarkan fungsinya 1. Saraf sensorik/aferen yaitu neuron yang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat (SSP). 2. Saraf motorik/eferen yaitu neuron yang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari SSP ke efektor. 3. Saraf asosiasi/interneuron yaitu neuron yang menghubungkan saraf sensorik dengan sarf motorik di dalam SSP. b. Berdasarkan strukturnya 1. Neuron unipolar yaitu neuron yang memiliki satu buah axon yang bercabang. 2. Neuron bipolar yaitu neuron yang memiliki satu axon dan satu dendrite. 3. Neuron multipolar yaitu neuron yang memiliki satu axon dan sejumlah dendrite. Sinapsis 1. Merupakan hubungan penyampaian impuls dari satu neuron ke neuron yang lain, biasanya terjadi dari ujung percabangan axon dengan ujung dendrite neuron yang lain. 2. Celah antara satu neuron dengan neuron yang lain disebut dengan celah sinapsis. Di dalam celah sinapsis inilah terjadi loncatan-loncatan listrik yang bermuatan ion, baik ion positif dan ion negatif. Di dalam celah sinapsis ini juga terjadi pergantian antara impuls yang satu dengan yang lain, sehingga diperlukan enzim kolinetarase untuk menetralkan asetilkolin pembawa impuls yang ada. Dalam celah sinapsis juga terdapat penyampaian impuls dengan bantuan zat kimia berupa asetilkolin yang berperan sebagai pengirim (transmitter). Muatan listrik dalam neuron 1. Muatan listrik yang terjadi dalam satu axon akan memiliki muatan listrik yang berbeda antara lapisan luar dan lapisan dalam axon.

2. Polarisasi yaitu keadaan istirahat pada sel neuron yang memperlihatkan muatan listrik positif dibagian luar dan muatan listrik negative di bagian dalam. 3. Depolarisasi yaitu keadaan bekerjanya sel neuron yang memperlihatkan muatan listrik positif di bagian dalam dan muatan listrik negative di bagian luar. Gerakan berdasarkan tanggapan impuls Gerak biasa: merupakan gerakan yang disadari dan impuls akan diolah oleh SSP (otak dan medulla spinalis) terlebih dahulu sebelum terjadi gerakan. Skema/bagan gerakan biasa Impuls > reseptor > neuron sensorik > medulla spinalis > otak > Medulla spinalis > interneuron > neuron motorik > Efektor > gerakan Gerak reflex: merupakan gerakan yang tanpa disadari karena menanggapi impuls secara langsung. Sehingga sifat gerakan ini tidak diolah terlebih dahulu oleh otak. Jarak terpendek efektor dalam menanggapi impuls disebut dengan lengkung refleks. Skema/bagan gerak refleks Impuls >> reseptor > neuron sensorik > medulla spinalis > interneuron > Neuron motorik efektor >> gerakan. Macam gerakan refleks tergantung dari tanggapan efektor terhadap impuls yang ada. Bila tanggapan terhadap impuls melibatkan satu efektor saja, maka disebut dengan refleks tunggal. Jika tanggapan terhadap impuls melibatkan lebih dari 1 efektor maka disebut dengan refleks kompleks. SSP (Sistem Saraf Pusat) 1. 1. Otak Diselimuti oleh selaput otak yang disebut selaput meninges. Selaput meninges terdiri dari 3 lapisan : 1. Lapisan durameter yaitu lapisan yang terdapat di paling luar dari otak dan bersifat tidak kenyal. Lapisan ini melekat langsung dengan tulang tengkorak. Berfungsi untuk melindungi jaringan-jaringan yang halus dari otak dan medula spinalis. 2. Lapisan araknoid yaitu lapisan yang berada dibagian tengah dan terdiri dari lapisan yang berbentuk jaring laba-laba. Ruangan dalam lapisan ini disebut dengan ruang subaraknoid dan memiliki cairan yang disebut cairan serebrospinal. Lapisan ini berfungsi untuk melindungi otak dan medulla spinalis dari guncangan. 3. Lapisan piameter yaitu lapisan yang terdapat paling dalam dari otak dan melekat langsung pada otak. Lapisan ini banyak memiliki pembuluh darah. Berfungsi untuk melindungi otak secara langsung. Otak dibagi menjadi 4 bagian : 1) Cerebrum

2) Cerebellum 3) Mesencephalon 4) Diencephalon

a. Cerebrum 1) Merupakan bagian otak yang memenuhi sebagian besar dari otak kita yaitu 7/8 dari otak.

2) Mempunyai 2 bagian belahan otak yaitu otak besar belahan kiri yang berfungsi mengatur kegaiatan organ tubuh bagian kanan. Kemudian otak besar belahan kanan yang berfungsi mengatur kegiatan organ tubuh bagian kiri. 3) Bagian kortex cerebrum berwarna kelabu yang banyak mengandung badan sel saraf. Sedangkan bagian medulla berwarna putih yang bayak mengandung dendrite dan neurit. Bagian kortex dibagi menjadi 3 area yaitu area sensorik yang menerjemahkan impuls menjadi sensasi. Kedua adalah area motorik yang berfungsi mengendalikan koordinasi kegiatan otot rangka. Ketiga adalah area asosiasi yang berkaitasn dengan ingatan, memori, kecedasan, nalar/logika, kemauan. Mempunyai 4 macam lobus yaitu : * Lobus frontal berfungsi sebagai pusat penciuman, indera peraba. * Lobus temporal berungsi sebagai pusat pendengaran * Lobus oksipetal berfungsi sebagai pusat pengliihatan. * Lobus parietal berfungsi sebagai pusat ingatan, kecerdasan, memori, kemauan, nalar, sikap. b. Cerebellum

Merupakan bagian otak yang terletak di bagian belakang otak besar. Berfungsi sebagai pusat pengaturan koordinasi gerakan yang disadari dan keseimbangan tubuh serta posisi tubuh.

Terdapat 2 bagian belahan yaitu belahan cerebellum bagian kiri dan belahan cerebellum bagian kanan yang dihubungkan dengan jembatan varoli yang berfungsi untuk menghantarkan impuls dari otot-otot belahan kiri dan kanan.

c. Mesencephalon

Merupakan bagian otak yang terletak di depan cerebellum dan jembatan varol. Berfungsi sebagai pusat pengaturanan refleks mata, refleks penyempitan pupil mata dan pendengaran.

d. Diencephalaon 1) Merupakan bagia otak yang terletak dibagian atas dari batang otak dan di depan mesencephalon. 2) Terdiri dari talamus yang berfungsi untuk stasiun pemancar bagi impuls yang sampai di otak dan medulla spinalis. 3) Bagian yang kedua adalah hipotalamus yang berfungsi sebagai pusat pengaturan suhu tubuh, selera makan dan keseimbangan cairan tubuh, rasalapar, sexualitas, watak, emosi. 1. 2. Medula 1. a. Medulla oblongata

Disebut juga dengan sumsum lanjutan atau penghubung atau batang otak. Terletak langsung setelah otak dan menghubungkana dengan medulla spinalis, di depan cerebellum. Susunan kortexmya terdiri dari neeurit dan dendrite dengan warna putih dan bagian medulla terdiri dari bdan sel saraf dengan warna kelabu. Berfungsi sebagai pusat pengaturan ritme respirasi, denyut jantung, penyempitan dan pelebaran pembuluh darah, tekanan darah, gerak alat pencernaan, menelan, batuk, bersin,sendawa.

1. b. Medulla spinalis Disebut denga sumsum tulang belakang dan terletak di dalam ruas-ruas tulang belakang yaitu ruas tulang leher sampaia dengan tulang pinggang yang kedua. Berfungsi sebagai pusat gerak refleks dan menghantarkan impuls dari organ ke otak dan dari otak ke organ tubuh. SST (Susunan Saraf Tepi/Perifer) Merupakan system saraf yang menghubungkan semua bagian tubuh dengan system saraf pusat. 1. Sistem saraf sadar/somatik

Merupakan system saraf yang kerjanya berlangsung secara sadar/diperintah oleh otak. Bedakan menjadi dua yaitu : a. Sistem saraf pada otak Merupakan sistem saraf yang berpusat pada otak dan dibedakan menjadi 12 pasang saraf yaitu : No Nama saraf Jenis saraf Menuju Fungsi

OLFAKTORI

SensorikPusat pembau

Berkaitan dengan penciuman Berkaitan dengan penglihatan

II

OPTIK

SensorikRetina mata

III

OKULOMOTOR

Motorik Otot bola mata dan otot kelopak Menggerakan bola mata mata (kiri dan kanan) Motorik Oto bola mata Motorik Kelopak mata atsa, bola mata, kelenjar lakrimal Mukosa hidung, langit-langit rongga mulut, taring, gigi atas, pipi dan kelopak mata bawah. Lidah bagian atas (bukan pengecap), gigi bawah dan rahang bawah. Untuk memutar bola mata Membawa impuls yang berkaitan dengan sensai rasa, nyeri, raba dan suhu.

IV V

TROKLEAR TRIGEMINUS

1. OFTALMIK

1. MAKSILAR

1. MASNDIBULAR Motorik Otot penggerak bolamata Motorik Lidah bagian oengecap anterior Pergerakan rektus lateral Mempengaruhi pergerakan otot-otot rahang, wajah, kepala serta ekskresi kelenjar ludah dan air mata. Fungsi

VI VII

Abdusen Facial

No

Nama saraf

Jenis saraf

Menuju

VIII

Vestibulo koklear

SensorikKoklea telinga, vestibula dan kanal semisirkularis

Berkaitana dengan pendengaran dan keseimbangan. Mempengaruhi

IX

Glosofaring

Motorik Lidah pengecap, tonsil langit-

langit mulut, kulit telinga

pergerakan otot faring dan lidah. Mempengaruhi pergerakan menelan, stimulasi kelenjar lambung, usus, hati dan pankreas. Mengkoordinasi gerakan bahu dan leher. Berkaitan dengan kegiatan menelan dan berbicara.

Vagus

Motorik Faring, laring, trakea, bronkus, pulmo, lengkung aorta

XI

Asesori spinal

Motorik Otot sternokleidomastoid dan otot trapezius Motorik Otot lidah

XII

Hipoglosus

b. Sistem saraf sumsum spinalis Merupakan sistem saraf yang berpusat pada medula spinali (sumsum tulang belakang) yang berjumlah 31 pasang saraf yang terbagi sepanjang medula spinalis. 31 pasang saraf medula spinalis yaitu : Jumlah Medula spinalis daerah Servix Menuju

8 pasang

Kulit kepala, leher dan otot tangan Organ-organ dalam Paha Otot betis, kaki dan jari kaki Sekitar tulang ekor

12 pasang 5 pasang 5 pasang 1 pasang

Punggung Lumbal/pinggang Sakral/kelangkang koksigeal

3. Sistem saraf Otonom

Merupakan sistem saraf yang cara kerjanya secara tidak sadar/diluar kehendak/tanpa perintah oleh otak. Sistem saraf yang mensarafi seluruh otot polos, otot jantung, kelenjar endokrin dan kelenjar eksokrin. Dibedakan menjadi 2 bagian yaitu saraf simpatik dan saraf parasimpatik yang keduanya bekerja secara antagonis/berlawanan.

1. a. Sistem saraf simpatik

Merupakan 25 pasang simpul saraf (ganglion) yang terdapat di medulal spinalis.

Disebut juga dengan sistem saraf thorakolumbar karena saraf ini keluar dari vertebrae thorak ke-1 sampai ke-12 dan vertebrae kolumbar ke-1 sampai dengan ke-3.

Beberapa fungsi sistem saraf simpatik yaitu : * Mempercepat denyut jantung * Memperlebar pembuluh darah * Menghambat pengeluaran air mata * Memperluas/memperlebar pupil * Menghambat sekresi air ludah * Memperbesar bronkus * Mengurangi aktivitas kerja usus * Menghambat pembentukan urine 1. b. Sistem saraf parasimpatik

Merupakan sistemsaraf yang keluar dari daerah otak. Terdiri dari 4 saraf otak yaitu saraf nomor III (okulomotorik), nomor VII (Facial), nomor IX (glosofaring), nomor X (vagus).

Disebut juga dengan sistem saraf craniosakral karena saraf ini keluar dari daerah cranial dan juga dearah sakral. Beberapa fungsi sistem saraf parasimpatik yaitu : * Memperlambat denyut jantung * Mempersempit pembuluh darah * Memperlancar pengeluaran air mata * Memperkecil pupil * Memperlancar sekresi air ludah * Menyempitkan bronkus * Menambah aktivitas kerja usus * Merangsang pembentukan urine

Sel Saraf Sel saraf tdd badan sel, dendrit, & akson Badan sel saraf bergabung mjd substantia kelabu pd otak & medula spinalis Akson saraf bergabung mjd substantia putih Perbedaan warna tjd krn pd akson diselimuti sarung dr bahan lemak yg berfungsi utk memberi makan, melindungi, & memisahkan antar serabut saraf Serabut saraf memiliki kemampuan eksitabilitas (dpt dirangsang) & konduktivitas (dpt menghantarkan)

Neurosit (sel saraf) Badan sel Dendrit Akson Konduktivitas Eksitabilitas SUSUNAN SARAF Susunan saraf pusat = sistem serebrospinal Otak Otak besar (serebrum) Otak kecil (serebelum) Batang otak Medula spinalis Susunan saraf perifer Susunan saraf somatik Susunan saraf otonom Susunan saraf simpatik Susunan saraf parasimpatik

Meningia Merupakan selaput yg meliputi otak & medula spinalis Tdd : Dura mater ; lapisan yg padat & keras. Tdd 2 lapis ; lapisan luar yg melekat pd tengkorak, & lapisan dalam yg melekat pd arakhnoid Arakhnoid ; selaput tipis yg memisahkan dura mater dg pia mater Pia mater ; lapisan yg melekat pd otak. Lapisan ini kaya pembuluh darah

Meningitis ; peradangan selaput otak. Ditandai dg peningkatan jumlah cairan serebrospinalis & perubahan komposisi cairan. Diagnosis dilakukan dg punksi lumbal (VL1-2)

Sistem ventrikuler Otak & medula spinalis berhubungan melalui adanya rongga2 yg berisi cairan serebrospinalis (yg bening, alkali, tekanan 60-140mm air) Cairan serebrospinalis diproduksi oleh fleksus coroid Diserap oleh sirkulasi vena pd granulasi arakhnoid pd sinus sagitalis superior

Cek dg cara punksi lumbal

Fungsi cairan serebrospinalis Melembabkan otak & medula spinalis Melindungi alat2 dalam otak & medula spinalis Melicinkan otak & medula spinalis Menghantarkan makanan ke jaringan saraf

Otak (serebrum)

Fungsi serebrum Mengontrol mental, tingkah laku, pikiran, kesadaran, moral, kemauan, kecerdasan, kemapuan berbicara, berbahasa Mengontrol motorik gerak otot2, persendian, tulang Menilai & menafsirkan impuls sensorik, termasuk sensibiltas kulit, sentuhan, tekanan, suhu, getaran, nyeri, dll Pusat memori, mengingat masa lampau Mengatur aktivitas, koordinasi gerak otot & sikap badan Arakhiserebelum (vestibuloserebelum) serabut aferen berasal dr telinga dalam yg diteruskan oleh nervus VIII (auditorius) untuk keseimbangan & rangsangan pendengaran ke otak Palaeserebelum (spinoserebelum) sbg pusat penerima impuls dr reseptor sensasi umum medula spinalis & nervus vagus yg berasal dr kelopak mata rahang atas-bawah, serta otot pengunyah Neoserebelum (pontoserebelum) korteks serebelum yg menerima informasi ttg gerakan yg sedang & yang akan dilakukan dan mengatur gerakan sisi badan SARAF CRANIAL NC I = olfaktorius sensorik penghidu/penciuman

NC II = optikus sensorik penglihatan NC III = okulamotorius motorik gerak kelopak mata, bola mata, akomodasi NC IV = trokhlearis motorik gerak bola mata NC V = trigeminus sensorik sebagian kulit kepala-wajah, mukosa hidung-mulut-sinus paranasali & gigi; motorik ke otot2 pengunyah. Terbagi mjd 3 bag : N. oftalmikus N. maksilaris N. mandibularis NC VI = abdusen motorik gerak bola mata NC VII = facialis motorik otot2 mimik muka & kepala; sensorik pengecap di lidah NC VIII = vestibulokohlearis sensorik pendengaran NC IX = glossofaringeus motorik otot faring & kelenjar parotis; sensorik pengecap di lidah & palatum mole NC X = vagus sensorik -motorik NC XI = aksesorius motorik menggerakan otot sternomastoideus & trapezeus ; sensorik menyertai n. vagus ke laring & faring NC XII = hypoglosus motorik menggerakan lidah Medula spinalis Mrpkn lanjutan dr medula oblongata

Sampai VL1-2

Fungsi medula spinalis Pusat gerakan otot2 tubuh terbesar di kornu ventralis/motorik Mengurus kegiatan refleks2 spinalis serta refleks lutut Menghantarkan rangsangan koordinasi dr otot & sendi ke serebelum Sbg penghubung antarsegmen medula spinalis Mengadakan komunikasi antara otak dan semua bagian tubuh Jalur hantaran saraf

Gerak refleks

Fisiologi Reproduksi

1. MENSTRUASI Menstruasi adalah suatu pelepasan darah dari uterus yang terjadi secara periodik. Ini kira-kira terjadi hari ke 28 dan berlangsung 3-7 hari. Menstruasi merupakan puncak dari suatu proses dimana mulai sebelum hari ke 28. Proses terjadinya sebagai berikut : a. Suatu folikel mulai berkembang di dalam ovarium dan menghasilkan hormon estrogen. b. Hormon ini merangsang kelenjar-kelenjar dalam endometrium untuk tumbuh dan bertambah panjangnya, dan endometrium menjadi lebih tebal. c. Keadaan ini berjalan terus-menerus sampai terjadi ruftur follikel dan menghasilkan ovum untuk di lepaskan. d. Follikel menjadi korpus luteum e. Korpus luteum mulai menghasilkan hormon baru, yakni progesteron dimana ketika hormon ini mencapai endometrium maka akan menimbulkan perubahan-perubahan bentuk untuk mempersiapkan suatu dasar yang cocok bagi ovum jika terjadi fertilisasi. f. Jika konsepsi tidak terjadi, endometrium yang telah di persiapkan menjadi sia-sia dan melepaskan bagian dalam dari endometrium. Terjadi lah perdarahan dan menstruasi, terutama karena adanya degenerasi korpus luteum. 2. MENOPAUSE Adalah waktu berhentinya fungsi menstruasi. Hal ini biasnya terjadi antara usia 36-55 tahun. Pada wanita yang sehat, gejala-gejalnya tidak nampak, tetapi mungkin ada kemerah-merahan, ekstabilitas saraf dan mental, gangguan pencernaan dan lain-lain.

3. KONSEPSI Penyatuan ovum dengan spermatozoa di sebut dengan fertilisasi atau konsepsi. Pada umumnya, spermatozoa berjalan keatas memasuki tubafallopi dan bertemu dengan ovum : hanya satu sperma yang masuk ke ovum dan fuse nuclei ; pada wanita ini kehidupan baru dapat tercipta. Sel tunggal akan membelah diri dan akan membelah lagi : menjadi sel-sel yang berbeda ; 40 minggu kemudian bayi lahir. Setelah kelahiran, uterus mengalami involusi dan payudara mengeluarkan susu untuk memberi makan bayi. Dalam suatu periode yang berbeda. Saat evulasi dan menstruasi terjadi lagi, dan siklus reproduksi mulai lagi. 4. VIABILITAS JANIN Setelah 28 minggu (7 bulan), janin mempunyai berat sekitar 2,5 pon. Ada peluang untuk hidup jika bayi lahir. Perawatan khusus diperlukan pada akhir dari 32 minggu (8 bulan), janin mempunyai berat sekitar 7 pon. Bayi lahir pada masanya atau dalam waktu yang penuh. Kepala janin, lebih baik bergerak dari pada tubuhnya yang istirahat, dan selama melahirkan kepala merupakan bagian paling besar saat lahir. Tulang-tulang tengkorak kepala yang berhubungan dengan membran lunak dapat memberikan banyak sekali overlapping ( bentuk/cetakan), dengan melawan penekanan dalam saluran lahir ; jadi pada waktu yang bayi dapat menyesuaikan diri karena jalan lahir terbuka keluar untuk menerima bayi. 5. FISIOLOGI JANIN Janin memperoleh oksigen, air dan bahan-bahan makanan dari ibu melalui plasenta. Ada beberapa aktivitas tertentu dalam sistemnya, fungsinya adalah memungkinkan persiapan untuk penggunaan penuh dimana akan berkembang setelah lahir, misalnya janin mempunyai gerakangerakan dinding dada, tetapi tanpa oksigen pada seluruh tubuhnya. Sebagian besar hasil-hasil metabolismedi keluarkan oleh ibunya melalui plasenta, setelah lahir, dengan cepat foramen ovale di antara atrium jantung tertutup secara fungsional, dan paru-paru mulai berkembang saat pernapasan pertama. Bayi yang baru lahir biasanya agak hitam dan berbiru-biruan dan merah mudah karena bagian tubuhnya belum menerima secara komplet oksigen darah dalam uterus. Meskipun demikian, keadaan ini dengan segera menjadi merah muda karena lambat laun melakukan pernapasan.: kepala pertama kali menerima oksigen dan kaki masih biru selama beberapa waktu yang lama. Kadang-kadang tenggorokan dan saluran hidung di bersihkan dari cairan mukus sebelum bayi dapat bernapas : kadang-kadang alveoli paru-paru tidak dapat mengembang dan keadaan ini di sebut dengan atelektasis. Usus terisi bahan-bahan viseid yang hitam kehijau-hijauan, di sebut dengan mekonium. Secara normal dapat di kosongkan usus selama I kelahiran, tetapi jika terjadi pengeluaran selama persalinan maka kemungkinan ada indikasi asphyxia pada bayi dan merupakan indikasi tambahan untuk mempercepat kelahiran dengan berbagai cara. Jenis seringkali mengeluarkan urine beberapa menit setelah lahir.

Perubahan Fisiologi USILA Sistem Muskuloskeletal 1. o otot. Kekuatan otot : Ukuran otot akan berkurang akibat berkurangnya protein dan atrofi dan degenerasi serabut

o Kapasitas otot rangka menurun kuran lebih 26% antara 51 55 tahun. Untuk pria, terutama otot-otot fleksi dan ekstensi trunk. Untuk usia 70 tahun kuran lebih 60 80% dibanding usia 20 tahun, gangguan menulis, memasang kancing 20 45%. 2. Tulang

Kepadatan tulang atau berkurang akibat mineral tulang berkurang, kalsium dan fosfot akibatnya mudah cidera dan penyembuhan lambat. Pergerakan sendi terganggu, timbul gesekan > kerusakan dan instabilitas proses degeneratif akan muncul, cervical, lumbal, panggul dan lutut. Sistem Neuromuskular Akibat gangguan homeostatis pada pembuluh mikro otak, terjadi hipoperfusi > kemunduran fungsi saraf. Berat otak berkurang 10% pada usia 90 tahun. Neuro transmitter dan enzim berkurang dan pada usia 80 tahun kuran lebih 30-50% pada otak berkurang sel neuronnya 1. Pada susunan Saraf Pusat Korteks motorik dan cerebellum jumlah selnya paling banyak berkurang. Terjadi gangguan memory pikun, usia 65 tahun mengalami demensia ringan 11%, 5-7% demensia berat. Hipotalamus homeostatis, kurang peka, gangguan thermostat, vasomotor 2. Gangguan saraf Perifer Penurunan sensibilitas ,koordinasi, kemampuan kognitif. Perubahan serabut sensorik : sensasi sentuhan, pendengaran nyeri, suhu. Gangguan proprioseptif atau kinestetik pada otot, tendo dan sendi akibatnya gerakan kurang akurat, gampang jatuh, kurang cepat pada perubahan posisi dan gerakan. Sistem Kardiovaskular Ukuran jantung akan sedikit berkurang akibat berkurangnya aktivitas dan berkurangnya sel-sel otot jantung, kekuatan miokardium ikut berkurang, stroke volume maksimum, cardiac out put dan aliran darah berkurang. Pengisian ventrikel berkurang sampai 50% antara umur 20-80 tahun. Tenggang waktu antara penutupan katup aorta, katup mitralis, rilexasi bertambah. Denyut jantung maksimal berkurang, pada usila terjadi perubahan pada pembuluh darah; pada arteri elastic dan muscular terjadi elevasi fibrous; isinya collagen dan elastin dan desposisi lemak. Untuk a. muscular, intima menebal dan memadat akibatnya terjadi proses arteroscelerosis. Sistem Respiratori

Fungsi paru menurun. Jaringan paru dan dinding dada berkurang elastisitasnya akibatnya berkurang mobilitas dan respirasi berkurang. Terjadi pembesaran duktus alveoli, elastisitas paru luas permukaan paru dan reserve fungsional paru berkurang volume residual paru meningkat 35% pada usia 60 tahun. Thorax kaku karena kalsifikasi articulation costae dan spino thoracalais. Kapasitas vital rata-rata menurun pada wanita 22 ml, pada pria 26 ml. Perubahan Kejiwaan Mengalami penuru inan fungsi intelektual (dimensia). Yang paling dominan berkurangnya memori dan pengetahuan umum, perhatian, verbalisasi, orientasi, asosiasi. Dimensia terjadi antara 5-15% pada usia 65 tahu ke atas dengan gejala ; memory in painmen, retanded raction time, ekspresi perasaan menurun dan AKS. Dimensia terdiri dari : 1. Demensia Senilis : SDAT (Senile Dam Alzheimer Type) Penyebab : atrofi otak, sel neuron subkortikal dan kortikal berkurang. Aliran darah, utilisasi O? dan ambilan glukosa berkurang. 2. Demensia Multi Infark Usia 65 tahun Kemampuan intelektual

Tanda/gejala neurologic fokal; hiper reflexia, reflex patologik, gangguan langkah, kelemahan anggota tubuh. Afasia dan gangguan berfikir abstrak kritis

3. Demensia degenerative Primer Usia 65 tahun Demensia Delerium, delusion Depresi mental

Fisiologi Darah Tinggi Darah manusia adalah cairan jaringan tubuh. Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi, mengangkut zat-zat sisa metabolisme, dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah.. Darah manusia berwarna merah, antara merah terang apabila kaya

oksigen sampai merah tua apabila kekurangan oksigen. Warna merah pada darah disebabkan oleh hemoglobin, protein pernapasan (respiratory protein) yang mengandung besi dalam bentuk heme, yang merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen. Manusia memiliki sistem peredaran darah tertutup yang berarti darah mengalir dalam pembuluh darah dan disirkulasikan oleh jantung. Darah dipompa oleh jantung menuju paru-paru untuk melepaskan sisa metabolisme berupa karbon dioksida dan menyerap oksigen melalui pembuluh arteri pulmonalis, lalu dibawa kembali ke jantung melalui vena pulmonalis. Setelah itu darah dikirimkan ke seluruh tubuh oleh saluran pembuluh darah aorta. Darah mengedarkan oksigen ke seluruh tubuh melalui saluran halus darah yang disebut pembuluh kapiler. Darah kemudian kembali ke jantung melalui pembuluh darah vena cava superior dan vena cava inferior. Darah juga mengangkut bahan bahan sisa metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia asing ke hati untuk diuraikan dan ke ginjal untuk dibuang sebagai air seni. Ket: a. Eritosit b. Neutrofil c. Eusinofil d. Limfosit Komposisi Darah Manusia Terdiri dari dua komponen: 1. Korpuskuler adalah unsur padat darah yaitu sel-sel darah 4 Eritrosit, Lekosit, Trombosit. a. Eritrosit (Sel Darah Merah) Merupakan bagian utama dari sel darah. Jumlah pada pria dewasa sekitar 5 juta sel/cc darah dan pada wanita sekitar 4 juta sel/cc darah. Berbentuk Bikonkaf, warna merah disebabkan oleh Hemoglobin (Hb) fungsinya adalah untuk mengikat Oksigen. Kadar 1 Hb inilah yang dijadikan patokan dalain menentukan penyakit Anemia. Eritrosit berusia sekitar 120 hari. Sel yang telah tua dihancurkan di Limpa 4. Hemoglobin dirombak kemudian dijadikan pigmen Bilirubin (pigmen empedu). b. Lekosit (Sel Darah Putih) Jumlah sel pada orang dewasa berkisar antara 6000 9000 sel/cc darah.. Fungsi utama dari sel tersebut adalah untuk Fagosit (pemakan) bibit penyakit/ benda asing yang masuk ke dalam tubuh. Maka jumlah sel tersebut bergantung dari bibit penyakit/benda asing yang masuk tubuh. Peningkatan jumlah lekosit merupakan petunjuk adanya infeksi misalnya radang paru-paru. Lekopeni Berkurangnya jumlah lekosit sampai di bawah 6000 sel/cc darah. Lekositosis Bertambahnya jumlah lekosit melebihi normal (di atas 9000 sel/cc darah). Fungsi fagosit sel darah tersebut terkadang harus mencapai benda asing/kuman jauh di luar pembuluh darah. Kemampuan lekosit untuk menembus dinding pembuluh darah (kapiler) untuk mencapai daerah tertentu disebut Diapedesis. Gerakan lekosit mirip dengan amoeba Gerak Amuboid. Jenis Lekosit Granulosit Lekosit yang di dalam sitoplasmanya memiliki butir-butir kasar (granula). Jenisnya

adalah eosinofil, basofil dan netrofil. Agranulosit Lekosit yang sitoplasmanya tidak memiliki granola. Jenisnya adalah limfosit dan monosit. Eosinofil mengandung granola berwama merah (Warna Eosin) disebut juga Asidofil. Berfungsi pada reaksi alergi (terutama infeksi cacing). Basofil mengandung granula berwarna biru (Warna Basa). Berfungsi pada reaksi alergi. Netrofil (ada dua jenis sel yaitu Netrofil Batang dan Netrofil Segmen). Disebut juga sebagai sel-sel PMN (Poly Morpho Nuclear). Berfungsi sebagai fagosit. Limfosit (ada dua jenis sel yaitu sel T dan sel B). Keduanya berfungsi untuk menyelenggarakan imunitas (kekebalan) tubuh. sel T4 imunitas seluler sel B4 imunitas humoral Monosit merupakan lekosit dengan ukuran paling besar c. Trombosit (KEPING DARAH) Disebut pula sel darah pembeku. Jumlah sel pada orang dewasa sekitar 200.000 500.000 sel/cc. Di dalam trombosit terdapat banyak sekali faktor pembeku (Hemostasis) antara lain adalah Faktor VIII (Anti Haemophilic Factor) Jika seseorang secara genetis trombositnya tidak mengandung faktor tersebut, maka orang tersebut menderita Hemofili. Proses Pembekuan Darah Trombosit yang menyentuh permukaan yang kasar akan pecah dan mengeluarkan enzim Trombokinase (Tromboplastin). Prosesnya adalah sebagai berikut; TROMBOSIT pecah TROMBOPLASTIN ion Ca PROTROMBIN TROMBIN Vitamin K FIBRINOGEN FIBRIN Pada masa embrio (janin) sel-sel darah dibuat di dalam Limpa dan Hati (extra medullary haemopoiesis). Setelah embrio sudah cukup usia, fungsi itu diambil alih oleh Sumsum Tulang. 2. Plasma Darah Terdiri dari air dan protein darah Albumin, Globulin dan Fibrinogen. Cairan yang tidak mengandung unsur fibrinogen disebut Serum Darah. Protein dalam serum inilah yang bertindak sebagai Antibodi terhadap adanya benda asing (Antigen). Zat antibodi adalah senyawa Gama Globulin. Tiap antibodi bersifat spesifik terhadap antigen dan reaksinya bermacam-macam. - Antibodi yang dapat menggumpalkan antigen Presipitin. - Antibodi yang dapat menguraikan antigen Lisin. - Antibodi yang dapat menawarkan racun Antitoksin. FUNGSI DARAH MANUSIA - Transportasi (sari makanan, oksigen, karbondioksida, sampah dan air) - Termoregulasi (pengatur suhu tubuh) - Imunologi (mengandung antibodi tubuh) - Homeostasis (mengatur keseimbangan zat, pH regulator) GOLONGAN DARAH MANUSIA Golongan darahadalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai.

Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian. Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya, sebagai berikut: Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau Onegatif. Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Sehingga, orang dengan golongan darah Bnegatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif Individu dengan golongan darah AB memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B serta tidak menghasilkan antibodi terhadap antigen A maupun B. Sehingga, orang dengan golongan darah AB-positif dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut resipien universal. Namun, orang dengan golongan darah AB-positif tidak dapat mendonorkan darah kecuali pada sesama AB-positif. Individu dengan golongan darah O memiliki sel darah tanpa antigen, tapi memproduksi antibodi terhadap antigen A dan B. Sehingga, orang dengan golongan darah O-negatif dapat mendonorkan darahnya kepada orang dengan golongan darah ABO apapun dan disebut donor universal. Namun, orang dengan golongan darah O-negatif hanya dapat menerima darah dari sesama O-negatif. Secara umum, golongan darah O adalah yang paling umum dijumpai di dunia, meskipun di beberapa negara seperti Swedia dan Norwegia, golongan darah A lebih dominan. Antigen A lebih umum dijumpai dibanding antigen B. Karena golongan darah AB memerlukan keberadaan dua antigen, A dan B, golongan darah ini adalah jenis yang paling jarang dijumpai di dunia. Ilmuwan Austria, Karl Landsteiner, memperoleh penghargaan Nobel dalam bidang Fisiologi dan Kedokteran pada tahun 1930 untuk jasanya menemukan cara penggolongan darah ABO. v Rhesus Jenis penggolongan darah lain yang cukup dikenal adalah dengan memanfaatkan faktor Rhesus atau faktor Rh. Nama ini diperoleh dari monyet jenis Rhesus yang diketahui memiliki faktor ini pada tahun 1940 oleh Karl Landsteiner. Seseorang yang tidak memiliki faktor Rh di permukaan sel darah merahnya memiliki golongan darah Rh-. Mereka yang memiliki faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya disebut memiliki golongan darah Rh+. Jenis penggolongan ini seringkali digabungkan dengan penggolongan ABO. Golongan darah O+ adalah yang paling umum dijumpai, meskipun pada daerah tertentu golongan A lebih dominan, dan ada pula beberapa daerah dengan 80% populasi dengan golongan darah B. Kecocokan faktor Rhesus amat penting karena ketidakcocokan golongan. Misalnya donor dengan Rh+ sedangkan resipiennya Rh-) dapat menyebabkan produksi antibodi terhadap antigen Rh(D) yang mengakibatkan

hemolisis. Hal ini terutama terjadi pada perempuan yang pada atau di bawah usia melahirkan karena faktor Rh dapat mempengaruhi janin pada saat kehamilan. E. Jenis/Macam Kelainan & Penyakit Sistem Transportasi Darah Pada Tubuh Manusia Sistem transportasi pada manusia sangat penting untuk berbagai kebutuhan penunjang hidup. Berikut ini adalah beberapa penyakit yang terjadi bila terjadi kelainan atau gangguan pada sistem transportasi tubuh kita disertai arti definisi / pengertian masing-masing penyakit. 1. Anemia / Penyakit Kurang Darah Anemia adalah suatu kondisi di mana tubuh kita kekurangan darah akibat kurangnya kandungan hemoglobin dalam darah. Akibatnya tubuh akan kekurangan oksigen dan berasa lemas karena hemoglobin bertugas mengikat oksigen untuk disebarkan ke seluruh badan. 2. Hemofili / Hemofilia / Penyakit Darah Sulit Beku Hemofilia adalah suatu penyakit atau kelainan pada darah yang sukar membeku jika terjadi luka. Hemofili merupakan penyakit turunan. 3. Hipertensi / Penyakit Darah Tinggi Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang diakibatkan oleh adanya penyempitan pembuluh darah dengan sistolis sekitar 140-200 mmHg serta tekanan diastolisis kurang lebih antara 90-110 mmHg. 4. Hipotensi / Penyakit Darah Rendah Hipotensi adalah tekanan darah rendah dengan tekanan sistolis di bawah 100 mmHg (milimeter Hydrargyrum / mili meter air raksa)(Hydrargyrum = air raksa). 5. Varises / Penyakit Otot Nimbul Varises adalah pelebaran pada pembuluh vena yang membuat pembuluh dasar membesar dan terlihat secara kasat mata yang umumnya terdapat pada bagian lipatan betis. 6. Penyakit Kuning Bayi Penyakit kuning pada anak bayi adalah kelainan akibat adanya gangguan kerusakan sel-sel darah oleh aglutinin sang ibu. 7. Sklerosis Sklerosis adalah penyakit kelainan pada pembuluh nadi sistem transportasi yang menjadi keras. 8. Miokarditis Miokarditis adalah suatu kelainan akibat terjadinya radang pada otot jantung. 9. Trombus / Embolus Trombus adalah kelainan yang terdapat pada jantung yang disebabkan oleh adanya gumpalan di dalam nadi tajuk. 10. Leukimia / Penyakit Kanker Darah Leukimia adalah penyakit yang mengakibatkan produksi sel darah putih tidak terkontrol pada sistem transportasi.