Anda di halaman 1dari 51

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

tatangmanguny's blog
A BLOG OF YOGYAKARTA STATE-UNIVERSITY'S BLOGS : TATANG M. AMIRIN'S BLOG

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL RUMUS SLOVIN


Posted on 19/04/2010 Tatang M. Amirin; 19 April 2009; 9 Mei 2010; 24 September 2010; 5 Januari 2011 (Kutipkan dalam daftar pustaka Anda: Amirin, Tatang M. 2011. Populasi dan sampel penelitian 4: Ukuran sampel rumus Slovin. Tatangmanguny.wordpress.com.) Melakukan penelitian (jenis survai) itu pasti yang terbaik adalah dengan studi populasi, yaitu seluruh anggota populasi (seluruh subjek penelitian) diteliti (dihimpun data darinya). Nah, agar pembaca yang langsung membaca tulisan ini (belum baca tulisan lainnya) sambung dengan istilah populasi, terlebih dahulu perlu penjelasan mengenainya. Jika kita akan meneliti karyawan sebuah perusahaan yang banyaknya 1.000 orang, maka seluruh karyawan yang seribu orang itu disebut sebagai populasi penelitian kita. Tiap-tiap karyawan dari seluruh karyawan yang seribu orang itu disebut sebagai subjek penelitian, sekaligus kita sebut sebagai anggota populasi penelitian kita. Jadi, dengan demikian, dapat disimpulkan pula bahwa populasi penelitian itu adalah keseluruhan subjek penelitian. Ada kalanya, karena berbagai keterbatasan, kita tidak mungkin meneliti (menanyai atau mengumpulkan data bisa dengan wawancara, observasi, angket, tes dsb. dari) seluruh anggota populasi. Jadi, kita tidak bisa melakukan studi populasi. Kita mau tidak mau harus mengambil sebagian daripada seluruh anggota populasi tersebut. Sebagian subjek penelitian yang kita teliti (tanyai) langsung itu kita sebut sebagai sampel. Cara-cara bagaimana mengambil sampel dari populasi penelitian disebut dengan sampling. Pertanyaan yang sering muncul berkaitan dengan pengambilan sampel (sampling) itu adalah mengenai seberapa besar (banyak) jumlah sampel (sample size) yang patut diambil agar hasil penelitian yang dilakukan bisa diyakini benar. Apa makna bisa diyakini benar itu?

1 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

Pertama, karena tidak semua anggota populasi diteliti, diyakini benar itu artinya seberapa tinggi hasil penelitian dari sampel itu taraf kebisadipercayaannya akan mencerminkan seluruh anggota populasi. Maksudnya, data yang dihasilkan dari sampel itu benar-benar akan relatif sama dengan data yang diperoleh jika penelitian dilakukan terhadap seluruh anggota populasi. Nyicipi rasa sayur setengah sendok dari sepanci itu yakinkah akan sama persis dengan jika makan seluruh sayur itu? Tentu tidak. Sebab ada kalanya tidak galoh (merata rasanya di seluruh bagian). Terjadinya hasil penelitian yang tidak bisa diyakini bahwa betul-betul benar itu akan diperbesar apabila sampel yang diambil terlampau kecil berbanding jumlah keseluruhan anggota populasi. Kedua, walau bagaimanapun, hasil penelitian itu tidak selalu bisa diharapkan betul-betul benar (yakin 100% benar). Karena berbagai faktor, hasil penelitian itu dapat mengandung kesalahan (error, galat/ghalat). Salah satu kesalahan itu terjadi karena ada yang secara kebetulan benar. Murid yang sebenarnya tidak tahu bisa saja menjawab soal ujian cekpoin benar, karena kebetulan memilih pilihan jawaban yang merupakan jawaban yang benar. Kesalahan (error/galat) yang terjadi karena kebetulan itu lazim dilambangkan (direpresentasikan) dengan taraf signifikansi. Jelasnya, taraf seberapa besar kemungkinan terjadinya kebenaran karena kebetulan saja benar. Dalam bahasa lain seberapa besar taraf toleransi akan terjadinya kesalahan karena faktor kebetulan benar. Untuk ilmu kealaman taraf signifikansi itu disepakati para ahli (dalam berbagai literatur umumnya menyatakan sama) yang terbaik sebesar 0,01. Maksudnya hanya ada 0,01 atau 1% saja kesalahan karena kebetulan itu terjadi. Jadi, dengan kata lain, yakin sebesar 99% bahwa hasil penelitian itu benar. Itu artinya, karena tetap berhati-hati, tidak ada yang patut diyakini 100% benar. Untuk ilmu-ilmu sosial disepakati yang terbaik itu sebesar 0,05 . Maksudnya hanya ada 0,05 atau 5% saja kesalahan karena kebetulan itu terjadi. Jadi, yakin 95% bahwa hasil penelitian itu benar. Ini karena tingkat kepastian (keajegan) orang-orang (sosial) itu relatif tidak seajeg seperti gejala kealaman. Dalam pengambilan sampel, kedua aspek tersebut di atas menjadi salah satu perhatian utama. Jika hasil penelitian diharapkan mencapai taraf signifikansi tinggi (taraf kesalahan karena faktor kebetulan kecil), maka jumlah sampel dituntut lebih banyak dibandingkan harapan taraf signifikansi lebih rendah (banyak kesalahan yang disebabkan ada yang karena kebetulan benar lebih besar). Salah satu cara menentukan besaran sampel yang memenuhi hitungan itu adalah yang dirumuskan oleh Slovin (Steph Ellen, eHow Blog, 2010; dengan rujukan Principles and Methods of Research; Ariola et al. (eds.); 2006) sebagai berikut. n = N/(1 + Ne^2) n = Number of samples (jumlah sampel) N = Total population (jumlah seluruh anggota populasi) e = Error tolerance (toleransi terjadinya galat; taraf signifikansi; untuk sosial dan pendidikan lazimnya 0,05) > (^2 = pangkat dua)

2 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

Untuk menggunakan rumus tersebut, pertama-tama tetapkan terlebih dahulu taraf keyakinan atau confidence level (%) akan kebenaran hasil penelitian (yakin berapa persen?), atau taraf signifikansi toleransi kesalahan (0,..) terjadi. Misalnya kita ambil taraf keyakinan 95%, yaitu yakin bahwa 95% hasil penelitian benar, atau taraf signifikansi 0,05 (hanya akan ada 5% saja kesalahan karena kebetulan benar terjadi). Nah, jika yang akan kita teliti itu sebanyak 1.000 orang karyawan, seperti dicontohkan di muka, dan taraf signifikansinya 0,05, maka besarnya sampel menurut rumus Slovin ini akan menjadi: n = N/(1 + Ne^2) = 1000/(1 + 1000 x 0,05 x 0,05) = 286 orang. Cobalah gunakan rumus tersebut jika taraf keyakinan (kepercayaan) hanya 90% (taraf signifikansi 0,10)! Berapa banyak sampel harus diambil? Jawabnya: n = N/(1 + Ne^2) = 1000/(1 + 1000 x 0,10 x 0,10) = . . . orang. Jumlah sampel yang terambil lebih kecil daripada taraf signifikansi 0,05 (taraf keyakinan 95%), atau lebih besar? Jawabnya: 1000/(1+10) =1000:11 = 90,9 = 91. Nah coba pula, agar tidak keliru t.s. 0,10 (taraf kepercayaan 90%) dengan t.s. 0,01 (taraf kepercayaan 99%), hitung juga dengan populasi 1000 orang. Jadinya: n = N/(1 + Ne^2) = 1000/(1 + 1000 x 0,01 x 0,01) = . . . orang. Ada berapa orang sampel yang harus diambil? Jawabnya: 1000/(1+0,1) = 1000/1,1 = 909,09 = 910 STOP! Rumus Slovin ini tentu mempersyaratkan anggota populasi (populasi) itu diketahui jumlahnya (simbulnya N). Dalam bahasa saya disebut populasi terhingga. Jika populasi tidak diketahui jumlah anggotanya (populasi tak terhingga), maka rumus ini tak bisa digunakan. Lebih-lebih jika populasinya tak jelas (tidak diketahui keberadaannya, apalagi jumlahnya, misalnya orang yang korupsi atau nikah siri). Teknik sampling yang digunakan pun tentu tak bisa teknik yang bersifat random (probability sampling), harus menggunakan teknik yang sesuai (quota, purposive, snowball, accidental dsb.)
A D V E RT I SE M E N T

3 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

Share this: Like this:

Be the first to like this post.

This entry was posted in POPULASI DAN SAMPEL by tatang m. amirin. Bookmark the permalink [http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-slovin/] .
149 THOUGHTS ON POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL RUMUS SLOVIN

ika on 23/04/2010 at 09:26 said:

Salam kenal Pak Tulisannya sangat bermanfaat

tatang m. amirin on 23/04/2010 at 18:46 said:

Sama-sama. Terima kasih Mabk Ika.

ty on 01/04/2011 at 15:30 said:

mau nanya, kalau 10% tingkat kesalahannya, biasanya untuk ilmu apa ya?? thx

4 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

tatang m. amirin on 01/04/2011 at 20:08 said:

sOSIAL

farid on 25/04/2010 at 16:38 said:

beruntung sekali bisa bertemu tulisan bapak yang enak dibaca. mengalir. tidak bosenin. saya izin tulisan bapak saya post di blog saya ya (http://r-set.blogspot.com/) suwun

tatang m. amirin on 25/04/2010 at 22:26 said:

Terima kasih komentarnya. Silakan Mas Farid.

tatang m. amirin on 28/04/2010 at 18:52 said:

Tampaknya akan sangat cocok untuk populasi yang relatif homogin, sehingga bisa menggunakan simple random sampling. Populasi yang homogin itu tidak mengandung strata/cluster. Tapi, filosofi dasarnya tetap berlaku, yaitu semakin dikehendaki taraf signifikansi (kemungkinan benar secara kebetulan, atau error/galatnya) rendah (0,05 atau 5% saja salahnya, 0,04 atau 4% saja salahnya), atau taraf kepercayaan mendekati seratus persen, ya harus makin banyak sampelnya. Jadi, ya gunakan saja untuk populasi-populasi yang jelas diketahui jumlahnya. Untuk populasi tak terhingga (sulit diketahui jumlahnya) apalagi populasi tak jelas (tidak diketahui banyaknya dan keberadaannya secara pasti), ya tidak bisa digunakan. Kita tak tahu kan berapa banyak perempuan yang

5 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

sehari-hari biasa mengendarai sepeda motor jantan atau remaja putra yang mengenakan anting-nating di telinganya?! Itu contoh populasi tak jelas.

nanda on 28/04/2010 at 08:04 said:

pak apakah ada ketentuan untuk menggunakan rumus slovin ini? terima kasih

chaca on 02/05/2010 at 13:46 said:

Makasih banget pa, untung nemu tulisan bapak, cuma gara-gara rumus solvin ACC akripsi saya kepending sekarang udah nemu, insyaallah besok sekripsi saya di ACC dech semoga bapak sukses.

tatang m. amirin on 02/05/2010 at 18:42 said:

Waduh, senang juga saya mengetahui ini bermanfaat untuk ananda. Sukurlah kalau bermanfaat dan membantu. Untung juga ada yang nanya ke saya, jadi saya baca literatur, biar tak salah, lalu tuliskan di sini. Alhamdulillah, semua jadi ikut beramal. Sukses juga. Allah memberkati.

shal on 07/05/2010 at 10:52 said:

6 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

pak, kalau rumus slovin bisa buat populasi tak hinga tidak pak? kalau utk populasi tak hingga sendiir gimana? thx banget mohon bantuannya

tatang m. amirin on 07/05/2010 at 11:06 said:

Tidak, karena populasinya tidak diketahui jumlahnya. Rumus Slovin mempersyaratkan populasi terhingga, ada jumlah tertentu yang diketahui = N) Jika populasi tak diketahui banyaknya, ya pakai nonrandom sampling aja, misalnya accidental atau purposive sampling.

devi on 26/05/2010 at 13:03 said:

pak,mw nanya.. Populasi sy adlh slrh auditor di kota X, Nah di kota X ada 9 KAP dg jmlh total auditor 70org,tp yg brsedia diteliti hny 5kantor dg total auditor 50. Maka yg dikatakan populasi dlm pnltian sy itu 70org ato 50org Pak? 50 itu sy jdkan smpel smua. Lo kuesioner yg kmbali hny 35 tu gmn pak? pa layak? mksh sblmny.

tatang m. amirin on 27/05/2010 at 00:32 said:

Kalau pembimbing Anda bilang ada populasi sasaranseluruh yang termasuk kategori anggota populasi atau subjek (target population) dan ada reached (accessible) population populasi yang benar-benar bisa dihubungi, maka target population-nya 70 orang (seluruh auditor di kota X), accessible populationnya 50. Untuk mudahnya, populasinya seluruh auditor di kota X (70) orang. Sampel diambil dari yang bisa/mungkin dihubungikarena bersedia yaitu dari 50 orangsebanyak sesuai dengan angket yang kembali (35

7 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

orang-pakai teknik convenience/opportunity sampling). Populasi 70 itu sebenarnya harus studi populasi (sensus). Tapi, ya itu tadi, kan adanya cuma 35. Mau apa lagi. Coba lagi kontak semuanya sampai batas waktu tertentu. Jika tak juga dapat tambahan, ya sudah, gunakan 35 sebagai sampel. Analisis saja!

nana on 13/06/2010 at 07:09 said:

pagi pak,saya mau tanya kebetulan saya sedang nyusun skripsi dan kendala ada pada rumus slovin..ketika saya ambil taraf signifikan 10% dan tingkat kepercayaan 90%,,kira2 alsan apa ya pak,yang harus saya sampaikan ketika ditanya knpa kamu memilih slovin dan tingkatnya 10%,,knpatidak 5%,,..terima kasih pak, di tunggu jawabannya pak,

tatang m. amirin on 15/06/2010 at 22:18 said:

Hehe. ini sudah ada yang tanya juga sih, cuma lupa di tulisan apa. Lazimnya untuk ilmu pengetahuan sosial taraf signifikansi yang dipakai 5%. Itu saja.

nana on 21/06/2010 at 12:06 said:

siank pa.iya saya sudah baca blog bapak sebelumnya,,saya sudah terlanjur buat 10%,n skripsi sudah masuk,,hanya menunggu sidang pak..,,kalo saya jawab 5% atau 10% sama saja gmna pak,tergantung tingkt kepercayaan dan keputusan peneliti,,kira2 bisa jadi alsan tidak pak,untuk sidang saya,terima kasih,,maf banyak tanya pak.

tatang m. amirin

8 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

on 22/06/2010 at 12:00 said:

Ya jangan bilang sama saja, sebab 90% yakin benar dan 95% yakin benar itu tak sama. Jawabannya paling ya hanya mencoba lebih rendah dari taraf signifikansi 5% (taraf kepercayaan 95%), agar tak terlampau berat. Hehehe, sudah terlanjur, gimana lagi?!!!!

KAMARUDDIN on 04/07/2010 at 11:14 said:

JUMLAH POPULASI SAYA 100 KEPALA SEKOLAH DAN TARAF SIGNIFIKAN 0,05 (5%)..N BRAPA SAMPELNYA YA.

tatang m. amirin on 10/07/2010 at 10:32 said:

Teliti saja semuanya, wong cuma 100. Jadi, studi populasi.

ria martati on 16/07/2010 at 15:52 said:

Pak, saya mau tanya, kalau populasinya besar (di atas 5000) rumus apa yang bisa digunakan (yang jumlah ukuran sampelnya nanti paling kecil). Saya sudah coba pakai slovin, besar juga jadinya sampelnya. terima kasih sebelumnya.

tatang m. amirin on 21/07/2010 at 15:48 said:

Itu populasi 5000 kok banyak amat, memang populasi apaan? Ada cluster, ada stratanya (sebagai subpopulasi) enggak? Coba ambil sampel berjenjang. Cluster-cluster dan stratastratanya diambil sampelnya dulu. Dari sampel cluster/strata itu baru dihitung dengan rumus Slovin untuk mengambil

9 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

sampel yang acak sederhana (simple random sampling). Kan pasti akan menjadi kecil. Misal populasi ada di wilayah AMZ, dibagi ke dalam AMZ1, AMZ2, AMZ3, AMZ4, AMZ5. Dari lima subwilayah itu diambils ampel 50%nya (dua aja). Dari dua itu, misal AMZ3 dan AMZ5, dimbil lagi sub-subpopulasinya. JIka AMZ3 terdiri atas AMZ3a, AMZ3b, AMZc, AMZ3d, AMZ3e, AMZ3f, diambil sebagai sampel misal AMZ3a, AMZ3b dan AMZ3f. Ada berapa anggota populasi di AMZ3a? Ambil dengan rumus Slovin.

marten on 08/08/2010 at 13:30 said:

Pak saya mw tanya kalo populasinya jutaan(pengunjung dlm 1 tahun),bisa tidak pk rumus ini?? trs kalo dihitung pk rumus slovin untuk yang taraf signifikansi 10% ,berapapun jumlah populasinya itu hasilnya pasti 99,sekian.Jadi sampel yg diambil dibulatkan menjadi 100 sampel. Apakah memang seperti itu ya? trs kalau yg 5% apakah sama,kebetulan saya belum nyoba ngitung. Mhn dibantu!

tatang m. amirin on 09/08/2010 at 10:56 said:

Hehe. Kalau pakai 10% itu dosen suka keberatan, wong sepakatnya ahli penelitian sosial 5%. Nanti jadi masalah. Jika 1 tahun jutaan, kenapa tidak dikurangi untuk waktu sekian bulan aja, misal sebulan terakhir. Atau sampel diambil dulu dari bulan-bulan puncak kunjungan dan sepi kunjungan. Jadi, disampel bulannya dulu. Dari bulan tersampel (satu peak satu sepi), baru diambil sampel pengunjung. Yang dihitung dengan rumus Slovin subpopulasi pengunjung (bulan) itu.

sannie

10 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

on 12/08/2010 at 09:08 said:

Ass pak, kalo ukuran sampel itu mempengaruhi tingkat signifikansi ato tidak?? nuhun.

tatang m. amirin on 12/08/2010 at 10:29 said:

Hehe, baca tulisan tentang signifikansi, atuh. Mari signifikansi kita artikan hasil penelitian benar saja, sebagai misal untuk mempermudah. Coba bayangkan kita akan membeli kambing 100 ekor. Kita cek 1 kambing sehat apa tidak. Jika satu ekor itu sehat, maka kita katakan bahwa kambing seratus ekor itu sehat. Lalu 100 kambing itu kita beli semua. Teman kita yang lain mengecek kambing yang akan dibeli itu semuanya (100 ekor). Dari 100 ekor itu diketahuinya ada 30 ekor yang sakit. Ia beli hanya 70 ekor saja, yang 30 ekor ia tak beli. Teman lainnya mengecek 25 ekor. Dari 25 ekor itu diketahui ada 5 ekor yang sakit. Jadi 5/25 atau 20% kambing sakit. Itu berarti bisa jadi dari yang 100 ekor itu akan ada 20% kambing yang pasti juga kambing sakit. Nah, mau beli, apa tidak? Kalau mau beli, kan asumsinya ada 20% yang sakit. Jadi pakai harga 80%-nya saja kalau beli. Tentyu tak kan rugi. Jika harga 100% rugi 20%.

sannie on 12/08/2010 at 15:46 said:

ouwh,, lmyan klo skr ada gmbaran terimakasih pak tatang!!!

tatang m. amirin on 15/08/2010 at 01:10 said:

Sama-sama.

11 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

nana on 22/08/2010 at 21:42 said:

malam pak,,terima kasih untuk sharing ilmunya mengenai slovin akhirnya sidang skripsi saya berjalan lancar berkat share ilmu bapak,,terima kasih banyak ya pak,

tatang m. amirin on 23/08/2010 at 05:19 said:

Alhamdulillah. Sama-sama.

ady on 25/08/2010 at 23:16 said:

maaf pak mau tanya, saya rencananya mau ambil sampel di rumah sakit, kebetulan di instalasi rawat inap, bagaimana cara ambil sampel yang tepat, sedangkan pasien rawat inap hampir tiap minggu selalu berubah-ubah (keluar-masuk).

12 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

tatang m. amirin on 30/08/2010 at 20:47 said:

Maaf agak kelewat terbaca. Topiknya tentang apa sih? Kalau tentang kepuasan pelanggan, ya ambil saja mingguan, setiap minggu ada yang disampel, gitu, sampai beberapa minggu hingga jumlah dirasa cukup memadai untuk mendapatkan jawaban pertanyaan penelitian. Sukur kalau bisa diambil dari masa penuh pelanggan (peak season), dan masa jarang pasien. Tapi ini susah ya. Ya udah sampel mingguan saja dalam jangka bulan tertentu, misal tiga bulan. Sampel minggu menggunakan ordinal (systematic sampling).Misal (kalau dipakai angka bulan sekarang sebagai patikan, yaitu Agustus alias 8, itu berarti sambel terambil mulai dari minggu kelapan sejak ditetapkan. Lalu ambil misalnya selisih (kelipatan) dua. Jadi akan terkena minggu ke-8, ke-6, ke-4, ke-2, lalu ke-10, ke-12 dst.

13 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

ady on 26/08/2010 at 08:59 said:

lanjutan: rumah sakit ini baru beroperasi krng lbh 3 thn, jadi pasien dlm sehari cma da belasan org.

tatang m. amirin on 30/08/2010 at 20:57 said:

Tetapkan saja dulu akan sejak berdiri, atau hanya tahun terakhir. Terakhir pun mungkin hanya bulan terakhir sejak pengambilan data, selama tiga bulan, katakan. Misal sejak 1 September 2010. Bisa pakai sampel hari (ordinal selang 3 hari, misalnya), Tanggal 9 (ikut angka bulan September), 12, 15, 18, 21 dst.

Setyawan on 31/08/2010 at 00:58 said:

Selamat malam pak, mohon pencerahan. saya sedang nulis skripsi dan bimbingan. pas ambil sampel thd sekitar 210 populasi pake rumus slovin dapet 131, e=5%, tapi kalo pake nomogram harry king dengan tingkat eror 5% dapet prosentasi populasi yg diambil sbg sampel krg lbh 58% trus dihitung2 dapetnya sekitar 19/20 orang (sugiyono, 2006:101). itu dah cukup representatif ga pak? heheheh.. terus terang di kantor ber-strata dan banyakan pejabatnya, kalo nyebar angket banyak2 kuatir ndak berkenan para beliau tsb makasih pak maaf banyak nanya dan agak melenceng dari judul ditunggu segera ya pak jawabannya. dah ga kuku mau nulis lagi.

tatang m. amirin on 01/09/2010 at 12:21 said:

Rumus Slovin kan sebenarnya untuk random (simple random), populasinya homogen. Lha, kalau berstrata kan sebaiknya

14 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

gunakan teknik stratified sampling. Itu pun akan sangat baik jika proportional. Jadi coba cermati lagi kondisi (karakteristik populasinya. Soal representativitas, itu kan banyak pendapat. Pakai saja yang kira-kira lebih logis. 20 orang dari 200 kan 10% ya?! Cukup representatif?

Tety on 31/08/2010 at 15:17 said:

Selamat sore pak,,,bagaimana ya pak nentuin sampel yang populasinya belum diketahui? misalnya mw nyebari kuesioner kepada masyarakat X yang mana jumlah penduduknya belum saya ketahui..mohon dibantu ya pak

tatang m. amirin on 01/09/2010 at 12:28 said:

Baca atuh tulisan tentang sampling (pengambilan sampel) selengkapnya di blog ini juga, banyaaaak sekali, bukan tentang rumus Slovin aja. Kan ada tuh yang untuk populasi tak diketahui pasti jumlahnya. Ada quota, ada accidental/opportunistic/incidental, ada purposive, ada snawball sampling.

weirdlychosen on 11/09/2010 at 23:24 said:

Pak, kalau mau menghitung jumlah sampel untuk jumlah populasi tidak diketahui ada rumusnya kah? Kalau tidak, atas dasar apa saya harus menyebutkan salah satu dari teknik sampling yang sudah dibahas tadi

tatang m. amirin on 12/09/2010 at 19:03 said:

15 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

Coba dibaca cermat teknik-teknik sampling yang saya tulis di blog ini. Teknik yang digunakan disesuaikan dengan karakteristik populasinya, kan! Populasi dengan karakteristik tertentu akan cocok dengan teknik tertentu pula.

ayu liring on 01/10/2010 at 14:27 said:

pak saya mau ambil sampel di SMA jumlah populasinya 467 nah kalo pake rumus slovin dapet 83 orang dgn e = 10 %, nah pak dari 83 orang itu dibagi lagi tidak per kelas ? ato langsumg gunakam simpel random sampling? terima kasih sebelumnya.. )

tatang m. amirin on 01/10/2010 at 22:43 said:

(1) Sebaiknya gunakan taraf signifikansi 0.05 (taraf kepercayaan 95%) bukan 0.10 (tk 90%). Itu yang lazim digunakan dalam ilmu sosial. (2) Pengambilan sampel dengan memperhatikan strata (kelas) tergantung apa yang akan diteliti. Ada tidak pengaruh kelas (tingkat, tahun masuk) dengan topik penelitian. Kalau prestasi belajar mungkin tak ada pengaruhnya, karena yang dipelajarinya kan beda-beda sesuai dengan tingkatnya. Apalgi selera makan, tak ada kaitan dengan kelas/tingkat. Tapi kalau dengan menilai sekolah menyenangkan/memuaskan atau tidak, yang sudah lama kan jauh lebih banyak makan asam garam, termasuk menilai kepemimpinan kepala sekolah.

ayu liring on 01/10/2010 at 14:28 said:

siang pak,pak saya mau ambil sampel di SMA jumlah populasinya 467 nah kalo pake rumus slovin dapet 83 orang dgn e = 10 %, nah pak dari 83 orang itu dibagi lagi tidak per kelas ? ato langsumg

16 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

gunakam simpel random sampling? terima kasih sebelumnya..

makhrus on 14/10/2010 at 11:29 said:

saya mau tanya, bisa dapat taraf kesalahan 1%, 5% dan 10% itu dari mana? apakah dalam penelitian penentuan taraf kesalahan dngan cara memilih dari ke tiga taraf kesalahan tsb? makash bnyak mohon kirim ke EmalQ jga

tatang m. amirin on 14/10/2010 at 19:18 said:

Mau berapa yakin hasil penelitian tanpa kesalahan? Jika yakin 100% akan benar, tanpa kebetulan benar, ya taraf kesalahannya 0%. Itu saja. Hehehe. Ya baca dengan cermat, kok bisa ahli sosial umumnya pakai ts 5%, ahli alam pakai 1%. Itu antar mereka sepakat saja begitu, logisnya begitu, katanya. Ada di berbagai buku Statistik dan Penelitian.

makhrus on 14/10/2010 at 21:40 said:

ada tidak RUMUS untuk mencari taraf kesalahan baik tu 1%, 5% atwpn 10%? kalo ada seperti pa rumusnya ? Kirim jga ke emailQ

tatang m. amirin on 14/10/2010 at 21:54 said:

17 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

Kenapa harus dicari? Dipahami saja pengertiannya! Pasti ketemu tuh rumusnya.

rahma on 09/11/2010 at 18:18 said:

aslm.punten pak, kalo nomogram harry king bagaimana pak?terima kasih pak

tatang m. amirin on 09/11/2010 at 19:05 said:

Nanti saya tulis deh, biar jelas ceriteranya. Sampai saat ini (Idul Adha) belum saya jumpai naskah aslinya, yang ada hanya berbahasa Indonesia. Coba dulu buka nomogram harry king gitu, nanti kan bisa baca sendiri. Maaf.

Firman on 14/11/2010 at 10:36 said:

Alowpak minta solusi terkait rumus untuk menentukan sampel jika populasinya tidak ditahui??? ..

tatang m. amirin on 14/11/2010 at 15:42 said:

Tak ada. Ambil sampel yang menurut judgment logis memadai untuk memprediksi (memperkirakan) sifat-sifat keadaan populasi (menduga paramater) akan seperti sampelnya.

18 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

muhammadjepri on 26/11/2010 at 11:39 said:

trims kesempatan yg diberikan pak, skrg ini saya lagi nyusun tesis. kendala yang saya hadapi bagaimana menghitung sample dengan rumus slovin dengan tingkat kesalahan 10% maksud saya menghitung dengan kalkulator. mohon diberikan langkah-langkahnya. wasalam.

tatang m. amirin on 26/11/2010 at 22:21 said:

Coba tuliskan rumus Slovin ke dalam perkalian biasa dengan mencantumkan banyaknya N (anggota populasi). Jika kesulitan menghitung sekaligus, lakukan bertahap (bagi-bagi rumus itu ke dalam bagian-bagian hitungan)!

eka on 27/11/2010 at 09:05 said:

ass. pak saya mau nanya.rumus solvin dalam penggunaan spss seperti apa?

tatang m. amirin on 27/11/2010 at 14:21 said:

Ngapain pakai spss wong itu bukan untuk analisis data. Gunakan saja hitungan manual. Sederhana sekali kok.

Pramana on 02/12/2010 at 11:17 said:

19 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

Salam jumpa bapak, Saya mahasiswa AP tahun 1984, dulu bimbingan Bapak. masih Ingat Pak trima kasih

tatang m. amirin on 02/12/2010 at 12:23 said:

Tentu masih. Kabari dong sekarang posisi di mana.

haliman on 04/12/2010 at 19:33 said:

Tks atas tlsannya, Pak.Sngat bermanfaat.Smg jd amal ibdh Bapak.Amiiin.

tatang m. amirin on 04/12/2010 at 23:56 said:

Sama-sama. Semoga bermanfaat dunia akhirat. Amin.

Rezki on 10/12/2010 at 14:18 said:

aslkm pak maaf ni saya nanya lagi df = N-2 artinya apa ya pa? 2 disana menandakan apa? terima kasih banyak. wasalam

tatang m. amirin on 10/12/2010 at 19:25 said:

Saya agak ragu dengan rumus df = N-2. Yang dimaksud df =

20 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

degree of freedom. Itu bahasa chi-square (kay-skwer), yang suka-suka dibaca X kuadrat. Coba telaah di situ, ya. Termasuk di buku yang menuliskan rumusnya seperti itu. Ni keterangan tentang df. If there is one independent variable, df = r 1 where r is the number of levels of the independent variable. If there are two independent variables, df = (r 1) (s 1) where r and s are the number of levels of the first and second independent variables, respectively. If there are three independent variables, df = (r 1) (s 1) (t 1) where r, s, and t are the number of levels of the first, second, and third independent variables, respectively.

Rezki on 10/12/2010 at 21:25 said:

jadi df = N-2 pada artikel yg saya punya digunakan untuk menghitung r tabel dari uji validitas. mis, responden ada 30 org jd df = 30-2 = 28, nah angka 28 tsb dilihat di tabel nilai kritis untuk korelasi pearson dengan tingkat sig 5% dan hasilna 0.361. nanti sewaktu sidang, jika ditanya df = N-2 saya harus jawab apa? dan 2 itu menerangkan apa? apakah menggambarkan variabel yg di uji validitasna? terima kasih pak,

tatang m. amirin on 11/12/2010 at 00:26 said:

Wah, ternyata rumus uji validitas, ya. Bukan hanya uji validitas, tapi korelasi Product Moment rumusan Pearson pada umumnya. Nah angka 2 itu yang masih belum ada keterangan. Pokoknya orang pakai saja, begitu. Sedang saya lacak dulu, masih belum ada keterangan penjelas.

21 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

anung on 11/12/2010 at 19:15 said:

pak mau tanya,,, ini disuruh menentukan sampling dan jumlah sampel untuk masingmasing populasi berikut ini,, A. lokasi penelitian adalah suatu desa yang memilki karakteristik heterogen dengan N= 2.525 orang b. lokasi penelitian adalah SMA dengan N= 624 yang terbagi dalam : kelas x = 210 kelas xi = 205 kelas xii = 209 tlong bantu pecahkan masalah ini pak maksih

tatang m. amirin on 14/12/2010 at 15:05 said:

Gunakan rumus Slovin untuk A. Gunakan sampling proporsional untuk B.

jaka on 17/12/2010 at 21:51 said:

assalamualaikum wr. wb pak saya sedang mengerjakan skripsi saya yang berjudul karakteristik dan respon konsumen terhadap minuman teh merk X di suatu ritel. bagaimana cara menghitung jumlah sampel nya? sedangkan untuk jumlah populasinya tidak diketahui. terimakasih wassalam

tatang m. amirin on 18/12/2010 at 09:18 said:

22 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

gunakan teknik nonrandom sampling

Zeffry on 28/12/2010 at 12:26 said:

Pak Tatang yth, Penjelasannya sangat mudah dimengerti. Bentuk tulisan seperti ini sangat membantu agar orang tidak takut dan menyukai analisa kuantitatif. Bapak pasti cerdas karena yang bisa menyederhanakan masalah adalah orang yang cerdas. Terima kasih banyak semoga sukses selalu.

tatang m. amirin on 28/12/2010 at 14:59 said:

Terima kasih. Cerdas sih enggak juga, sih. Cuma gitu saja, lah, karena tugasnya harus mengajari orang, ya sebisa-bisa bagaimana sajalah caranya agar komunikatif, orang paham. Jadi, ya pakai cara ndeso, saja, yang gampang. Pakai cara Landa kan susah!

Pingback: Proposal Penelitian UJI KORELASI RANK KENDALL TAU UNTUK MENGETAHUI HUBUNGAN ANTARA IQ DAN PRESTASI KERJA KARYAWAN PT. SINARMAS statisticalblog

wawan on 10/01/2011 at 14:18 said:

pak tatang yang terhormat sy berencana meneliti tikus yg disensitisasi agar menjadi asma bagaimana cara pengmbilan sampelnya?? apakah saya bisa memakai teknik consecutive sampling?? semua tikus sy teliti mungkin hanya sekitar 20 ekor saja terimakasih

23 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

sungkem dari jawa

tatang m. amirin on 10/01/2011 at 18:44 said:

Ah, itu sih eksperimen. Tak ada sampel-sampelan. Bukan survai, kok. Bunyi aja setelah beberapa tikus disensistisasi Tentu dengan ada pembanding tikus yang tidak disensitisasi. Baca buku eksperimen IPA, bukan penelitian sosial. Kok sungkem dari Jawa? Saya kan di Jawa juga, bukan di mBandung!

Rezki on 11/01/2011 at 08:58 said:

asalamualaikum pak, mau minta tolong lagi nich sm bpk, lokasi penelitian saya di kampus, dan jumlah populasi 1300 mhsw, jml tsb didapat dari 4 angkatan: ang 2006 2009. dan saya sudah memakai rumus solvin, apakah saya harus menggunakan teknik Stratified Random Sampling, sedangkan penelitian saya tentang preferensi mahasiswa?? dan apakah saya uji kecukupan data? jika iya, rumusnya apa? terima kasih banyak pak.

tatang m. amirin on 11/01/2011 at 14:32 said:

(1) Memang strata berpengaruh terhadap preferensi? Maksudnya adakan ada perbedaan karena anagkatan? Jika ya, ambil sampel dari tiap strata. Jika tidak, random sederhana. (2) Apa itu uji kecukupan data? Tidak ada. Itu konteksnya validitas alat ukur (kalau mengukur: tinggi rendah, sedikit

24 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

banyak dsb.). Nah, jadi, tinggal konsep preferensi itu yang harus dipertegas diperjelas! (3) Jika kecukupan data dimaksud data dari sampel, kan sudah gunakan rumus Slovin. Kata Bapak Slovin (bukan Bapak TB), jika sampelnya sudah cukup, maka datanya ya cukup!

Rezki on 12/01/2011 at 08:22 said:

pembimbing saya itu, mau menegaskan lagi, apakah sampel yang 95 responden itu (hasil dari perhitungan solvin) sudah bisa dikatakan cukup? bagaimana membuktikannya pak?

tatang m. amirin on 12/01/2011 at 19:45 said:

Coba hitung lagi deh, dari 1300 anggota populasi (= N) apa benar dengan rumus Slovin ketemunya 95? Rumusnya kan n = N/(1 + Ne^2) = n = 1300 : [1 + (1300 x 0,5 x 0,5)] = . . . (95,58 = 100). Nah, kalau sudah benar, jawab saja, itu menurut rumus Slovin. Untuk t.s. 0,5 menurut Slovin sampel sudah cukup. Menurut rumus yang lain, ada yang bilang jika populasi lebih dari 1000 sampel 10%-15%an, jadi 130 195. Ya tinggal pilih, teknik siapa yang akan digunakan. YRumus kedua hanya rumus kira-kira, tidak sakelek (zakelijk) statistik. Slovin hitungan ilmu statistik. Mangga.

25 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

Rezki on 13/01/2011 at 03:29 said:

terima kasih banyak pak, sudah mau menjawab dan membantu saya ))

Rezki on 13/01/2011 at 08:30 said:

maaf pak koreksi sedikit, hitungan bapak salah, jika taraf signifikan (e) 5% berarti 0,05 dan hasil rumus solvin na n = 1300/(1+(13000,050,05) = 305,88 itu terlalu banyak, jadi saya pake taraf sig (e) 10% hasilnya 93, jadinya saya harus pakai yg mana?

tatang m. amirin on 13/01/2011 at 11:57 said:

Hihi iya ya. Salah tulis desimal persentase. Ya, biar tidak terlampau banyak, tapi tak terlampau sedikit, coba aja pakai e = 0,075, jangan terus pakai 0,10, kan dilihat dosen terlampau sedikit. Kalau t.p 92,5% = t.s. 0,075 kira-kira dapat berapa (yang sebanding dengan, alias bersekitaran, kalau misal ambil 10% sampel dari populasi = 130), supaya ada rumus statistik yang pas, gitu. Kan boleh turun dari 95% yakin (t.s. 0,05), menjadi hanya yakin 94% (t.s. 0,06), 93%, 92,5% dst. jika gunakan rumus Slovin.

Rezki on 13/01/2011 at 14:14 said:

yang paling mendekati 10% adalah t.p 92% = t.s 0.08 n = 140! wahhhhh banyak jg ya pak, tapi dengan jumlah segitu pasti cukup ya

26 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

pak? dan tdak perlu ada uji kecukupan data? makasih banyak ya pak, maaf bgt jadi ngerepotin n mengganggu waktu bpk. makasih bapak, bapak memang paling T.O.P BGT dah, heheh

tatang m. amirin on 13/01/2011 at 17:41 said:

Menjawab itu amal jariyah, kan?! Hehehe. Biar dapat pahala, celengan akhirat. Nggak repot juga, kok. Malah asyik. Makasih pujiannya, hidungku jadi melembung. Hehehe

cely on 16/01/2011 at 20:16 said:

assmualaikum.. pak mf menggu mw tnya saya mw penelitian lokasi SMA saya mw mengmbil populasi ank 200 org dari 5 kelas. sebaik nya berapa persen yg hrus saya ambil untuk djdi kn sampel dalm quantitativ research. sblum nya trimakasih bpak dtggu blasan secpatnya

tatang m. amirin on 17/01/2011 at 14:53 said:

Ya gunakan saja rumus Slovin. Sebenarnya 200 itu tak banyak sih. Kenapa tak diteliti semua saja.Apalagi kalau cuma menyebar angket.

kley on 23/01/2011 at 13:58 said:

pak saya mau tanya, kalo penelitian kuantitatif memang harus

27 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

menggunakan rumus slovin atau metode lainnya. kalo penelitan kualitatif yang berupa studi kelayakan, adakah rumus dalam menentukan jumlah sampel? misal populasi 3300, berapa jumlah sampel yang diperlukan? dimana studi kelayakan data sampel yang digunakan bukanlah data utama melainkan data pendukung. terima kasih pak.

tatang m. amirin on 23/01/2011 at 17:37 said:

Selama harus menggunakan ukuran kuantitatif, ya gunakan teknik dan ukuran sampel yang cocok. Kalau kualitatif, biasanya purposive. Baca yang purposive.

rizky on 25/01/2011 at 05:18 said:

pak saya mau nanya.. klo dengan rumus slovin ini nanti pengambilan sampling nya secara konsekutif bisa gak?? terimakasih pak..

tatang m. amirin on 26/01/2011 at 01:08 said:

Pengambilan sampel dengan tekbik konsekutif mirip dengan convenience sampling, yaitu mengambil sampel yang paling mudah terhubungi (diperoleh). Ini termasuk teknik nonrandom atau nonprobability sampling, pengambilan sampel yang tidak adil, tidak memberi kesempatan semua anggota populasi terambil sebagai sampel. Kenapa? Karena populasinya tak terhingga, misalnya, atau sulit dijangkau. Konsekuensinya, karena tidak adil (nonprobalitiy, nonrandom) hasil dari sampel tidak bisa sepenuhnya digeneralisasikan. Padahal Slovin mempersyaratkan derajat signifikansi tertentu. Jadi, jangan dicampuradukkan. Kalau populasinya jelas, ya gunakan random samping, jangan yang nonrandom. Jika tak jelas atau tak terhingga, ya gunakan teknik nonrandom dengan segala

28 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

keterbatasannya.

Trisa on 28/01/2011 at 00:27 said:

Pak, mau nanya Subjek penelitian saya kira-kira 200 orang, dengan jumlah aitem sebelum try out 88 buah. Jadi, sebaiknya aitem saya itu di-try out ke berapa orang ya? Thanks

tatang m. amirin on 28/01/2011 at 06:52 said:

Kalau itu sih tidak ada patokan. Try-out itu yang penting keterbacaan angket oleh subjek, dan sudahkah menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Baik, itu artinya dimengerti oleh orang lain, benar itu tatakalimatnya mengikuti tatakebahasaan. Lainnya, yang harus dilihat itu logis tidak, bener tidak secara nalar isi pertanyaan, dan sudah mencakup meliput apa yang harusnya diukur. Angket mengungkap tak perlu risau tentang validitas, misalnya kalau cuma bertanya Berapa ekor kambing yang dipunyai?

Trisa on 28/01/2011 at 19:55 said:

Mau nanya lagi pak.. (Maaf Statistikku lemah) Analisis data itu kita buat sendiri atau berdasarkan teori. Misalnya, mengelompokkan subjek penelitian berdasarkan jenis kelamin, usia, jumlah saudara, dan lain-lain. Kalau tak ada teori, gimana?

tatang m. amirin on 30/01/2011 at 08:29 said:

29 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

Segala sesuatu yang sudah tidak perlu diuji-cek lagi sebagai yang sudah benar, namanya asumsi (awas, bukan duga-menduga), sebagian sudah menjadi postulat, sama juga, sesuatu yang sudah sangat pasti. Contoh postulat: semua orang punya kemampuan, tapi juga punya kelemahan. Semua orang punya alat pengamatan (indra), tetapi indra itu pun punya kelemahan. Manusia itu berjenis kelamin, berkeluarga, saudara. Itu semua postulat. Tak perlu diuji dicari teorinya. Tapi, berapa banyak rata-rata orang di kampung X punya saudara, itu faktual empirik lapangan riel. Berapa rata-rata usia hidup orang kampung XYZ, itu faktual empirik (semua orang lahir dan akan matiitu postulatnya). Jadi: (1) kita bisa membuat kelompok-kelompok dan kelas-kelas (rieal) berdasarkan postulat yang sudah ada; (2) kita bisa membuat kelompok-kelompok baru dari lapangan (jika memang ada yang baru)postulatnya tetap: ada kelompok, ada jenis, ada kelas pada makhluk penghuni dunia. Nah, jadi, buatlah kelmpok-kelompom erdasarkan data riel dengan emgnacu postulat yang ada, itu termudah.

rizky on 28/01/2011 at 21:35 said:

jadi pak klo rumus perhitungan sampel untuk teknik konsekutif atau nonprobability sampling, mending pake apa ya pak?? saya masih bingung,, judul skripsi saya itu kejadian diare akut yg disbabkan rotavirus dan komplikasi malabsorpsi KH di jd nanti saya mengambil sampel secara konsekutif, dimana ada pasien diare yg baru dirawat, maka lgsg saya masukan ke dalam penelitian saya,, oiya sebelum nya saya pernah nanya ke ahli statistik, kata nya bisa digunakan rumus slovin utk mencari sampel minimal penelitian saya, untuk populasi nya bisa dimasukan angka kejadian diare pada tahun lalu.. terima kasih pak..

30 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

tatang m. amirin on 30/01/2011 at 08:46 said:

Ya, itu artinya populasinya populasi tahun lalu. Hehe. Populasi tahun ini berapa, padahal belum akan akhir tahun. Ya sudah, ambil pasien yang ada sekarang. Subjeknya kan yang diare akut karena rotavirus dan komplikasi malabsorbsi, yang akut bukan karena itu tak masuk, apalagi yang hanya diare biasa. Temukan saja yang begitu, diagnosis (analisis) dari yang ada itu, sampai kira-kira yakin apa yang dicari tertemukan. Kan itu kasus khas.

Rianthy on 08/02/2011 at 12:49 said:

Selamat siang pak, kbetulan sy ingin mengambil sampel di suatu pusat perbelanjaan seperti di mal. Sy rencana ingin mengambil sampel sekitar 350 org dgn asumsi 50 org per hr dlm seminggu. Menurut bpk bgm?? Apa sdh mencukupi ato msh kurang? Mengingat jumlah pengunjung mal yg sgt byk pula. Ato adakah rumus yg bs sy pakai dlm menentukan jumlah sampel tsb? Makasihhh.:)

tatang m. amirin on 08/02/2011 at 17:02 said:

Tidak ada masalah. Pakai yang convenience sampling aja. Jangan-jangan 350 terlampau banyak. Judment-nya pada apa data yang diperlukan sudah terperoleh atau masih belum. Itu saja. Jika dengan 100 orang sudah mencerminkan, 100 pun cukup.

Indah on 13/02/2011 at 13:17 said:

31 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

Selamat siang Pak,tulisannya sangat membantu sekali,terutama buat mahasiswa/i yg sedang stress bikin skripsi,hehehe. Ada yg ingin sy tanyakan,Pak..yang saya baca tadi bpk mengatakan bahwa standard error di dlm rumus slovin sdh dpatenkankalau ilmu bidang sosial umumnya pakai 5%, ilmu alam pakai 1%, sampel sy dr populasi konsumen yg membeli dan menggunakan kendaraan bermotor (ini tmsuk pnelitian bidang sosialkah?),sy pakai rumus slovin dgn error 1%,yg hsilnya sy bulatkan mjd 100 (dr 98,72),krn kalau sy pakai yg 5% bsar sekali sampelnya (>300),kr2 menurut bpk bgmana?apakah tdk masalah atau sy harus ubah error mjd 5%? dan satu lagi,metode pemilihan sampel sy nonprobabily jns judgement sampling.setau sy judgement sampling itu bagian dr purposive sampling, purposive itu bs diterapkan untuk jns data kuantitatif atau kualitatif atau dua2nya?krn jns data sya termasuk kuantitatif.. trima kasih atas jwbnya,Pak Best regards..

tatang m. amirin on 13/02/2011 at 13:36 said:

(1) Kok aku jadi bingung. Populasinya ada berapa, memang? Kenapa jadi nonprobability purposive? Whe, lha, wong rumus Slovin itu itu untuk probability (random) sampling, karena populasinya terhingga (jelas jumlahnya, bisa dihitung cacahnya). Yang tambah bingung, wong t.s. 0,01 (t.p. 99%) kok jadi lebih sedikit sampelnya dibanding yang t.s. 0,05 (t.p. 95%)? Lazimnya, logikanya, jika pingin taraf signifikansinya lebih rendah (lebih sedikit kebetulan benar) maka sampelnya harus lebih banyak. Coba deh cek lagi. (2) Kalau soal analisis ya tergantung jenis data yang akan dianalisis. Hati-hati, bukan jawaban respondennya, tapi yang dianalisisnya. Misalnya ada dua pilihan bagi responden (konsumen rumah makan, gitu), yaitu lebih suka (milih makan dengan lauk) gudeg apa suka sayur lodeh. Jawabannya gudeg atau sayur lodeh. Yang dianalisis kan bukan jawabannya (gudeg atau lodeh) itu, tapi berapa orang yang suka gudeg dan berapa orang yang suka sayur lodeh, agar sajiannya tidak lebih tidak kurang untuk masing-masing orang yang sukanya berbeda itu. Karena berkait dengan jumlah (banyaknya), maka itu dihitung-hitung. Karena dihitung-hitung, maka itu analisis kuantitatif.

32 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

Mikael on 18/02/2011 at 13:50 said:

Pak, mau tanya apa yang dimaksud dengan meta analisis? Terima kasih.

tatang m. amirin on 20/02/2011 at 06:22 said:

Melakukan ananalisis terhadap banyak data yang sudah ada. Bukan data tunggal yang digali diteliti dikumpulkan sendiri (data primer). Yang dianalisis itu umumnya merupakan data sekunder, data yang sudah dihimpun orang (atau sudah terhimpun oleh satu lembaga)

seandy on 26/02/2011 at 14:40 said:

assalamualaikum pak.. langsung saja pak saya ingin bertanya mengenai populasi. saya ingin meneliti mengenai situs komunitas terbesar pada suatu forum yang membernya berjumlah 2,5 juta orang dalam masalah ini saya kan tidak mungkin mengambil smua populasi itu kan pak. karena pasti juga sangat banyak. jadi saya berfikir mengapa tidak diperkecil menjadi bagian regional saja. akan tetapi dalam hal ini, forum komunitas ini kan tidak mencantumkan bagian regional pada membernya yang membuat saya bingung. bagaimana saya bisa tahu populasi pada regional itu y pak? jika saya membuat sebuah treat yang ingin menanyakan regional yang ingin saya teliti. itu bisa tidak y pak??saya takutnya tidak bisa digunakan dalam mengambil sample karena ada kesalahan dan juga mungkin tidak sah??? bgmn y pak baiknya??? wassalam

33 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

tatang m. amirin on 28/02/2011 at 11:37 said:

Itu artinya kedudukan populasi dan jumlahnya tak diketahui dengan pasti. Jadi, random (acak) saja berdasarkan catatan anggota populasi (member komunitas) yang diketahui. Akhirnya, karena sifat populasi seperti itu, ya kembali ke sampling tak random juga, ambil convenience atau quota sampling sampai data yang dikehendaki terhimpun memadai. Maaf baru jawab, saya ada acara di LN dan tak dapat akses internet cepat.

maulati on 27/02/2011 at 15:15 said:

asslmualaikum bpk,saya suka sekali baca tulisan bpk karna mudah skali dimengerti.ada yg saya ingin tnyakan dgn bpk, saya sdang meneliti dgn objek penelitiannya masyarakat bandung yg sudah pernah menonton suatu tayangan di televisi, bagaimana cara mengambil sampelnya jika kasusnya seperti ini pak? terima kasih..

tatang m. amirin on 28/02/2011 at 11:41 said:

Tanya orang-orang, suka nonton TV-kah, tanya lanjut suka nonton acara dimaksud, tanya lebih lanjut. sampai data dirasa cukup. Convenience sampling.

Aditya Mauludin S on 02/03/2011 at 00:09 said:

malam pa.

34 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

pa,,saya disaran kan oleh dosen saya pake rumus SLOVIN ini..dikarenakan sampel saya diketahui yaitu sekitar 50rb lebih. kata bapak kan,,standar taraf signifikasinya kan 0,05% atau sebesar 5%.. akan tetapi setelah saya hitung dah hasilnya menunjukkan jumlah sampelnya itu sebanyak 398. tetapi setelah memakain 10%,,hasilnya menjadi 99,88 sampel (saya bulatkan jadi 100). nah kira2 boleh tidak pak saya memakai taraf sinifikasinya 10%. mohon dijawab pa!!!!! terimakasih selamat malam

tatang m. amirin on 02/03/2011 at 15:52 said:

Mau yakin hasil penelitian benar 95% atau 90% (benar kebetulannya hanya 5% atau kebetulan benar 10%)?Ya tinggal pilih itu saja. Dasarnya kan itu, sebab kita tidak bia yakin 100% hasil penelitian kita benar-benar benar.

seandy on 05/03/2011 at 23:32 said:

wah, terima kasih banyak pak.. saya jadinya menghitung dengan slovin saja jadi populasi di generalkan saja pak. terima kasih pak

tatang m. amirin on 06/03/2011 at 02:04 said:

Sama-sama

35 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

ilham ichwanul on 09/03/2011 at 12:23 said:

assalamualikum.. wr.wb. salam sukses untuk bapak saya tertarik.. dengan postingan bapak.. sangat membuka wawasan saya mengenai rumus slovin. yang saya ingin tanyakan Populasi 20 org yang dijadikan sampel 18 org di kecamatan. rumus slovin ini cocok atau tidak untuk dijadikan analisis data dengan kaitannya dengan eksplanasi asosiatif, dan teknik anilisis regresi linier.. saya mengambil judul Penataan ruang kantor terhadap kinerja pegawai.. apakah nyambung.. pak klo gak nyambung mohon diberi pencerahannya. thanks sebelumnya ya pak tatang wassalamualaikum. wr. wb.

tatang m. amirin on 09/03/2011 at 15:15 said:

Penataan ruang kantor itu bukan variabel (sama untuk semua, kan?). Jadi tak bisa dikorelasikan, diasosiasikan, diregresikan. Yang bisa persepsi karyawan terhadapnya (merasa lebih nyaman, biasa saja, lebih tidak nyaman) baru dikaitkan dengan variabel kinerja. Populasi 20 ya ambil semua. Tapi, jangan-jangan tak ada gunanya penelitian hanya terhadap 20 orang, dan sekantor lagi. Beda jika dari berbagai kantor dengan beragam tataruang kantor.

ilham ichwanul on 09/03/2011 at 16:07 said:

terima kasih pak atas jawabannya. pikiran saya lebih terbuka maaf pak sebelumnya saya tambahkan sedikit dr pertanyaan saya maksud saya 20 org itu sampel keseluruhan, tidak termasuk camat dan sekcamnya pak.. jadi 18 org jd menggunakan sampel jenuh.. !!!! jd metode analisis data apa yang cocok untuk penelitian ini pak???? dalam penelitian ini saya menggunakan metode kuantitatif.

36 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

Penataan ruang kantor ini saya batasi melalui sistem tata meja, sistem pencahayaan, dan sirkulasi udara terhadap kinerja pegawai di kantor camat tersebut pak. Sekali lagi saya minta bantuan bapak untuk memberikan pencerahan. terima kasih sebelumnya pak. semoga ilmu yang bapak pelajari khususnya metetodologi penelitian. mendapat kan keberkahan dari ALLAH S.W.T. AMIN.

tatang m. amirin on 09/03/2011 at 22:01 said:

Ada 18 gelas berisi air bening. Semua dikucuri sirop warna merah. Sekarang warna air di gelas jadi apa? Ada 18 orang karyawan. Mereka bekerja di ruang yang tataruangnya sama. Mereka bisa berbeda kinerjanya? Karyawan itu gelas air bening, sirop merah itu tataruang. Ada 18 gelas berisi air bening, kuning, hijau, dan biru. Semua diberi sirop warna merah. Apa warna air di gelas-gelas itu sekarang? Berbeda-beda, ya. Kenapa berbeda? Karena aslinya sudah berbeda, bukan karena sirop yang diisikan. Ada 18 karyawan yang punya bakat, kemampuan, kerajinan, dan ketekunan berbeda. Diberi ruang kerja yang sama. Jika mereka berbeda, bukan karena ruangnya, kan, tapi karena bakat, kemampuan, kerajinan, dan ketekunan aslinya yang berbeda. Jadi, yang bisa dikorelasikan itu jika dua-duanya variabel (beragam, tak sama). Jika siropnya beda-beda, air bening yang dikucuri juga akan beda warna. Jika siropnya sama, ya aior bening itu akan berwarna sama. Iyalah, jika A diberi uang seratus ribu, juga B, juga C, juga D. Apakah kekayaan (pemilikan uang) mereka akan berbeda? Adakah korelasi antara pemberian uang seratus ribu dan tinggi rendahnya kekayaan (pemilikan uang) si A, B, C , D? Ya enggaklah, kalau mereka tadinya sama-sama tidak punya uang sepeserpun. Jika si A tak punya uang, si B punya seratus ribu, si C lima puluh ribu, dan si D sejuta, jika ada perbedaan kekayaan (pemilikan uang) itu apakah karena pengaruh diberi seratus ribu? Ya, enggak lah! Bingung, ya?! Ya itulah kesalahan pemahaman mendasar peneliti pemula. Maka, berkali-kali saya harus menjelaskan apa itu variabel dan apa itu konstanta. Dan selalu ditegaskan bahwa yang bisa mengubah sesuatu menjadi berbeda-beda itu adalah sesuatu yang merupakan ubahan (variabel), bukan

37 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

konstanta (yang tidak punya sifat beragam di dalam dirinya, contohnya sirup merah itu, ia tidak beragam, hanya satu ragam, yaitu merah).

Rohma on 14/03/2011 at 09:18 said:

Assalamualaykum.. Yth Pak Tatang, Kebetulan saya sedang mencari referensi tentang teknik sampling dari Slovin untuk Bab III saya. Saya mohon ijin ngopy tulisan bapak. Terimakasih.

tatang m. amirin on 14/03/2011 at 17:52 said:

Silakan

indra teguh santoso on 21/03/2011 at 09:08 said:

maaf bapak solusi slam knal saya mau tnya trkait taraf signifikansi 1%,5% dan 10 % sya mempunyai jdul skripsi keuangan namun untuk laporan tersebut sya menngunakan taraf signifikansi 10 %!!! Nah, saya mau tanya alasan kita pke taraf signifikansi 1%, 5% dan 10% tu apa bapak solusi ??? sejauh ini saya bsa membuat namun tk bsa memberikan alasan atas pertnyaan diatas???? Mhon bntuannya Bapak Solusi :(..

tatang m. amirin on 21/03/2011 at 12:01 said:

38 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

Yakin 100% hasil penelitian kita benar-benar benar (0% yang kebetulan saja benarnya), atau hanya yakin 99% hasil penelitian kita benar sebenar-benarnya (kemungkinan ada 1% yang menjawab benar karena kebetulan saja benar., bukan karena benar), apa hanya akan yakinnya 95% benar (5% kebetulan saja benarnya), atau yakin 90% benar (10% benar karena kebetulan benar). Dasarnya apa? Ya orang-orang yang ditanyai itu benar-benar sejujur-jurunya dan ajeg tidak menclamencle menjawab benar! Jangan-jangan ada yang asal jawab, seperti ketika ada pengamen ecek-ecek terus kita beri uang biar pergi, beda dengan pengamen yang kita nikmati benar karena enak didengar, lalu kita beri uang banyak.

Lady on 24/03/2011 at 08:51 said:

pak maaf saya mau tanya saya sdng menyusun skripsi, jadi dalam rms solvin dlm perhitungan populasinya tdk boleh menggunakan stratified random sampling ya pak???? terima kasih sebelumnya

tatang m. amirin on 24/03/2011 at 13:07 said:

Hus, stratified random sampling itu kan teknik mengambil sampel dari populasi, bukan ngitung populasi. Ya populasinya ada berapa anggota (jumlah subjek dalam populasi berapa). Untuk ambil sampelnya gunakan rumus slovin dari total anggota populasi itu (misalnya anggotanya ada 345 orang). Setelah diketahui berapa sampel akan diambil, maka dibagi menurut stratanya (stratified) secara proporsional (menurut jumlah anggota per populasi), yang anggota lebih banyak, akan dapat sampel lebih banyak, gitu. Misal sampelnya 10; strata 1 anggotanya 20, strata 2 20, strata 3 10. Perbandingannya 20 : 20 : 10; atau 2 : 2 : 1. Jumlah angka perbandingan 5. Jadi, tiap satu perbandingan itu itu sama arti dengan dua, diperoleh dari 10 (jumlah sampel seluruhnya yang akan diambil) dibagi 5 (jumlah bilangan perbandingan); alias 10 : 5 = 2. Maka dari strata 1 akan diambil 2 x 2 = 4

39 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

orang, strata 2 juga 2 x 2 =4 orang, strata 3 1 x 2 = 2 orang.

Hary Rayden on 24/03/2011 at 15:15 said:

Salam kenal Pak Tatang, Saya suka sekali dgn gaya bahasa penjelasan Bapak yang lugas dan sangat mudah dipahami oleh berbagai lapisan menggunakan kuesioner. 1. Jumlah data yang dianalisis berdasarkan slovin itu (baik 5%-10%) adalah data valid setelah kuesioner diterima/berdasarkan kuesioner yang disebarkan? 2. Berarti memang, apabila kita menggunakan Slovin, maka tidak perlu uji kecukupan data lagi yah Pak? 3. Bisa tidak, kita menggunakan data dari hasil kuesioner yang disebarkan orang lain digabung dengan yang kita sebar sendiri. Selanjutnya dianalisa, dalam satu kesatuan data kumulatif? Terima kasih yah Pak.. Salam .

Kebetulan juga saya ada pertanyaan tentang teknik kuantitatif,

40 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

tatang m. amirin on 25/03/2011 at 15:19 said:

(1) Data orang lain namanya data sekunder. Awas, hati-hati, kalau kita pakai bisa dianggap/masuk kategori plagiat. Pakai prosedur etik ilmiah. Jadi, gunakan data kita sendiri saja. Data orang lain sebagai pembanding. Kalau gabung dengan data orang lain, metodologi pengambilan sampelnya gimana? Jangan-jangan kacau balau dengan sampel kita. (2) Rumus slovin kan mengenai sample size (jumlah sampel). Jadi angketnya ya angket dari sampel itu. Jika ada angket yang tak kembali, sebarkan lagi angket, sampai jumlah terpenuhi. (3) Data valid mah bukan setelah angket disebar dan kembali, sebelum buat angket cek validitas angket. Angket yang jelekisiannya bisa didrop saja, tapi cari ganti.

Dina on 31/03/2011 at 21:45 said:

pak saya ingin tanya pndapat bapak tentang cara pengmbilan sampel di bab 3 saya. Saya ingin mencari jumlah sampel mahasiswa pengguna e-banking di fakultas saya. yg saya tanyakan: 1. Ngitung sampelnya itu apa pake rumusnya SLOVIN pak? 2. Masalahnya saya itu bingung, krn sy tidak tahu jmlah pasti mahasiswa pengguna e-banking, tp saya tahu jumlah mahasiswa di fakultas saya. Nah klo gitu populasi saya bisa di sebut sudah di ketahui apa belum yah pak???? klo blm kn berarti sy g bisa pake rumusnya SLOVIN dong. Nah terus menurut bapak cara menentukan sampel pada kasus saya ini pake metode apa yah pak?? Maap pak bila pertanyaan sy ini membingungkan, maklum lg skripsi trima kasih ya pak, atas sedekah ilmunya..

tatang m. amirin on 31/03/2011 at 23:51 said:

41 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

Penelitiannya hanya pada mahasiswa e-banking? Ya populasinya seluruh mahasiswa e-banking. Tanyain aja semua mahasiswa sefakultas, sampai ketemu yang e-banking. Hehehe.susah, ya! Ya temukan mahasiswa yang e-banking, lalu langsung tanyai sesuai tujuan penelitian. Temukan sampai dirasa jumlahnya cukup untuk membuat simpulan. Gini aja: Tanya di kelas Anda, ada berapa dari (misal) 40 mhs yang e-banking. Ada berapa kelas di fakultas Anda? Jika di kelas Anda ada 8 dari 40, itu berarti ada 20% kan?!. Jadi, jika mahasiswa sefakultas ada 2000, maka 20% dari 2000 kan ada 400. Anggap sebanyak itulah yang e-banking. Boleh diduga pakai rumus Slovin. Temukan kurang lebih sebanyak itu yang akan diteliti. Tampaknya akan memadai sebagai judgment rasional. Tapi teknik samplingnya jadi quota. Gitu.

Ty on 05/04/2011 at 11:22 said:

Pak, mau nanya Alasann apa yang bagus kalau mau memakai taraf kesalahan selain untuk menghemat waktu, biaya, Dan lain-lain? Kalau mau nyari tentang slovin itu dmna ya? Penjelasan yang jelas..thank

tatang m. amirin on 06/04/2011 at 17:29 said:

Hehehe. ya jangan dibawa-bawa soal biaya, waktu dan sebagainya. Itu soal keilmiahan penelitian. Kalau mau cari Slovin, ya pakai aja kata kunci Slovin, nanti kan muncul banyak sekali artikel tentangnya.

sasa on 09/04/2011 at 17:59 said:

asalamualaikum pak,

42 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

pak mau tanya,, saya bingung sama proposal saya,,.. independen penelitian saya jumlah keluarga di wilayah sekecamatan,, dependennya semua warga yang ada diwilayah kecamatan itu,, jadi untuk pengambilan sampel nya bagaimana?? dan cara pengambilannya,,..thanks..

tatang m. amirin on 09/04/2011 at 23:58 said:

Saya jadi ikut bingung juga dengan proposal ananda. Yang independen itu apa, yang dependen itu apa. Itu kan berkenaan dengan variabel. Lha, variabel dalam penelitian ananda itu apa? Variabel jumlah keluarga dan variabel warga itu jadi membingungkan semua orang! Coba pelajari dan cermati lagi dengan baik! Kan tidak mungkin ada hubungan semakin jumlah keluarga maka akan semakin warga! Lain dengan semakin banyak jumlah keluarga, semakin sedikit pemilikan tanah di daerahnya oleh tiap keluarga.

tobias on 21/04/2011 at 22:56 said:

Permisi pak Tatang, literatur rumus slovin ini dari mana ya pak ? saya cari2 kok ga nemubuat daftar pustakanya pak. terima kasih.

tatang m. amirin on 25/04/2011 at 18:12 said:

Who, saya juga lupa ngambilnya dari apa. hHnya pakai kata kunci slovin saja gitu, nemu yang penjelasan (Inggris)-nya enak untuk dilebihjelaskan lagi dalam bahasa Indonesia. Ntar saya lacak lagi, mudah-mudahan tertemukan. Sorry, setelah saya cek ulang tulisan saya itu, ternyata ada saya nukilkan dari Stephanie Ellen, eHow Contributor. Kata kunci yang bisa diapakai melacak slovins formula.

43 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

tia on 27/04/2011 at 13:06 said:

Pak, saya mau tanya, pada tulisan Bapak dituliskan seperti ini: Teknik sampling yang digunakan pun tentu tak bisa teknik yang bersifat random (probability sampling), harus menggunakan teknik yang sesuai (quota, purposive, snowball, accidental dsb.) maksudnya apakah rumus slovin tidak bisa digunakan pada teknik simple random sampling? saya mau tanya lagi Pak, pada penelitian saya kan jumlah populasinya diketahui 136 petani. lalu saya menggunakan teknik simple random sampling e, dengan pengambilan sample menggunakan rumus slovin juga. apakah bisa?

dimas on 18/05/2011 at 22:28 said:

selamat malam pasaya mau tanya saya ingin meniliti d suatu perushaan,,lalu sya disuruh oleh pembimbing saya menhitung setiap divisi,,sdangkan saya mengetahui jumlah karyawannya 355..saya sudah mengetahui hasilnya dengan rumus slovin dengan taraf 5%..hasil 188,0795 ,bagaimana saya membagi tiap divisi untuk menyebar kuesionernya????? oiasaya jg bingungg kalo sgtu banyak,pasti banyak yg jarang isi kuesioner..bagaiman mengantisipasinnya???? trimaksh sebelumnya..

44 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

tatang m. amirin on 19/05/2011 at 05:11 said:

(1) Bagi proporsional sebanding anggota tiap subdivisi (2) Ya itulah gunanya sampel banyak. angketnya jangan banyak-banyak, semakin panjang semakin enggan orang ngisi.-

seandy on 24/05/2011 at 09:12 said:

selamat pagi pak tatang saya menayakan tentang rumus penarikan sample. awalnya saya menggunakan slovin untuk penarikan ribuan populasi akan tetapi setelah sidang proposal. dosen yg menguji saya bilang salah, karena slovin itu digunakan untuk penarikan sampel yang jumlah populasinya dibawah 1000 orang. nah saya jadi bingung nih pak?? katanya dosen penguji tersebut digunakan rumus yamane untuk penarikan sampel diatas seribu. akan tetapi setelah saya hitung hasilnya hampir sama. saya bingung nih pak dengan yg dikatakan oleh pengujinya. oiya, adakah buku yang memberikan jawaban demikian pak?? mohon bantuannya pak. terima kasih

tatang m. amirin on 24/05/2011 at 18:36 said:

Ada buku yang mengatakan di atas 1000 ya 10-15% sajalah (Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian).

lita listyowati

45 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

on 30/05/2011 at 17:26 said:

pak saya mau tanya, untuk rumus slovin yg 1% kan untuk ilmu alam, 5% untuk ilmu sosial, terus yang 10% itu untuk ilmu apa ? terima kasih, mohon dijawab segera ya pak

tatang m. amirin on 31/05/2011 at 09:30 said:

Hehehe. Bukan begitu. Maksudnya jika ilmu kealaman karena gejala alam itu jauh lebih pasti, maka taraf keyakinannya bisa sampai 100%, tetapi agar tidak takabur, ya hanya 99% saja, alias t.s 0,01. Itu namanya maksimal, karena yakin 100% itu susah. Jadi, boleh saja IPA juga turun ke t.s. 10% (yakin 90% benar). Gitu.

lita listyowati on 31/05/2011 at 17:19 said:

pak ni saya mau tanya nih, apakah dirumus slovin ini ada batasan untuk penentuan jumlah responden ? masalahnya saya kan menggunakan 94 responden, berarti klu dmasukkan rumus jumlah respondennya 76 orang (itu berarti kan yang t,s nya benar). saya binggung jika nanti ada pertanyaan , kenapa anda mengambil sample sbnyk 94 org , alasannya apa ya pak ? penjelasan yang lengkap ttg rumus slovin ini dimuat dibuku apa ya pak ? trz penggarangnya sapa ? terimakasih ya pak n maaf kan saya jika pertanyaannya terlalu banyak.

tatang m. amirin on 01/06/2011 at 06:09 said:

Kok mubeng berputar-putar. Jumlah anggota populasinya berapa, 94? Atau itu sampel dari sekian jumlah anggota populasi? Kalau semua anggota populasi 94 kenapa tidak

46 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

diambil semua (diteliti semua, studi populasi atau sensus). Di tulisan ada tidak sumbernya? Cek!

Fauzia Fitri on 07/06/2011 at 08:30 said:

Assalamualaikum pak. Saya mau tanya pak, saya mengadakan penelitian dengan populasi mahasiswa laki-laki perokok di salah satu fakultas di universitas saya. saya mengasumsikan bahwa jenis populasinya adalah populasi tak jelas, karena memang tidak pasti berapa jumlah mahasiswa laki-laki yang merokok (sama halnya dengan contoh kasus bapak:jumlah WTS atau jumlah pencuri). untuk teknik sampling saya gunakan purposive sampling. dan teknik analisis statistik uji korelasi saya gunakan statistik non parametrik dengan rumus Spearman dengan alasan karena pemilihan sampel saya adalah non random (saya pernah membaca kalau salah satu syarat parametrik adalah pemilihan sampel secara random). Apakah metode penelitian yang seperti itu tepat pak? mohon bimbingannya. terimakasih banyak pak.

tatang m. amirin on 11/06/2011 at 11:04 said:

Populasinya bukan tak jelas, tapi tak terhingga, artinya ada jelas para perokok itu, bisa diamati dengan mata kepala, tapi data statistiknya tentu tidak (belum) ada. Ya sama saja, ngambil sampelnya tidak random. Kalau WTS kan kita tak tahu ada ayam kampus, ada juga mungkin ayam sekolah ada juga ayam alas yang tidak jelas sosoknya, wong tidak terang-terangan. Kalau terang-terangan namanya profesi. Hehehe Analisisnya memang harus salahs atu dari teknikteknik nonparamterik karena tidaka random sampelnya. Pilih yang tepat sesuai dengan jenis variabelnya.

ratna

47 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

on 13/06/2011 at 19:18 said:

Selamat malam pak.. Saya mau tanya, saya mau meneliti kepuasan pasien rawat inap di RSU, tetapi saya tidak bisa menentukan populasi di sana karena pasiennya banyak, tahun 2010 berjumlah 24.999 orang, bagaimana caranya untuk menentukan populasi dan jumlah sampelnya , terimakasih banyak pak mohon bantuannya

tatang m. amirin on 14/06/2011 at 15:49 said:

(1) Yang mau diteliti yang sudah datang (tahun lalu), apa yang sekarang berjalan. Yang tahun-tahun lalu pasti nyari orangnya susah, apalagi dari berbagai daerah yang jauh. Yang paling enak ya dari pasien sekarang. (2) Kalau dari pasien sekarang, ya ambil patokan rerata per tahun ada berapa pasien, lalu ambil sampelnya berdasarkan angka tersebut (perkiraan tahun sekarang pun akan berkisar sebanyak itu). (3) Sampelnya ambil secara opportunistik/aksidental /insidental.

febri on 20/06/2011 at 20:28 said:

pak, numpang tanya.. saya mahasiswa dan sudah mau sidang.. saya menggunakan rumus slovin untuk menghitung sampel.. karena populasinya besar sekali 20.000 orang, sehingga saya memeakai taraf signifikasi 10 % yang saya ukur adalah persepsi seseorang. apa alasan paling baik ya pak untuk saya jawab jika dosen bertanya tentang traf signifikasi 10% tersebut? terima kasih

tatang m. amirin on 21/06/2011 at 13:30 said:

48 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

Wah, populasinya terlampau luas. Hehehe. Ya udah, karena tidak mampu mengambil sampel lebih banyak, ya karena sampelnya sedikit, tarafnya diturunkan (itu hukumnya).

intan on 01/07/2011 at 19:56 said:

Aslm.. terima kasih paktulisan bapak banyak membantu saya

49 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

sheilla on 27/07/2011 at 18:12 said:

pak, saya sedang menyusun skripsi dengan tempat penelitian di SMA mengenai orientasi masa depan.. pembimbing saya menyarankan saya mengunakan rumus SLOVIN.. jumlah siswa di SMA tsb ada 141 orang, dari jumlah tsb sebanyak 69 siswa memiliki orientasi mas adepan optimis dan sebanyak 72 siswa memiliki orientasi masa depan pesimis.. nah yang mau saya teliti yaitu yang 72 siswa itu yg saya mau tanyakan adalah berapa jumlah N yg ada pada penelitian saya untuk mencari jumlah sampel dengan menggunakan rumus slovin? 141 atau 72? terima kasih pa sebelumnya

tatang m. amirin on 27/07/2011 at 20:20 said:

Topiknya membingungkan saya. Yang akan diteliti yang punya orientasi masa depan optimis saja. Kenapa? Itu Anda yang jawab. Jika yang akan diteliti yang pesimistik saja, ya subjeknya dan populasinya siswa yang pesimistiik itu saja (72), tidak (bukan) seluruh siswa (141), bukan pula yang optimistik (69).

maya on 17/08/2011 at 19:04 said:

malam pak,, saya mau tanya tentang rumus slovin,apakah ada ketentuannya pak??kmrn saya habis sidang KTI, saya menggunakan tingkat signifikan 10% dengan jumlah populasi 74 orang dan sampel ada 42 orang,dosen saya bertanya kenapa saya menggunakan 10% padahal jumlah populasi sedikit??kenapa tidak menggunakan yang 5% saja??saya harus menjawab gmn ya pak?soalnya sampel dan tingkat signifikan sudah tidak mungkin dirubah lg karena sidang sudah selesai,tp dosen mnyuruh saya menjelaskan waktu konsul revisi hasil sidang,trimakasih pak,,,,,,,

50 of 51

9/3/2011 11:30 AM

POPULASI DAN SAMPEL PENELITIAN 4: UKURAN SAMPEL R...

http://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-...

tatang m. amirin on 22/08/2011 at 19:24 said:

Ya ubah dan analisis ulang. Artinya harus ke lapangan lagi menambah sampel. Itu sikap iimiah. Skripsinya akan jauh lebih ilmiah dan layak publish. memang rada aneh, populasi 72 kenapa harus disampel, kenapa tidak diteliti seluruhnya (karena di bawah 100).

maya on 17/08/2011 at 19:08 said:

oy pak saya lupa ngasih tahu,, saya menggunakan simple random sampling pak, trimakasih skali lagi pak,,,,,

andre on 24/08/2011 at 22:42 said:

maaf pak mau tanya, apabila taraf signifikansi yg kita pakai pada rumus slovin 10 % (d=0,01),, bagaimana dengan alpha atau taraf signifikansi yang harus dipakai pada saat melakukan analisis data dengan chi square?? apa boleh tetap memakai alpha 5% dengan tingkat kepercayaan 95 % padasaat uji chi square??trimakasih

51 of 51

9/3/2011 11:30 AM