Anda di halaman 1dari 47

BUDI SAMPURNA RS HUSADA, 29 JANUARI 2005

PENERAPAN U.U. PRAKTIK KEDOKTERAN DALAM TINDAKAN MEDIS DAN KEPERAWATAN


DAN KAITANNYA DENGAN MALPRAKTEK PROFESI

SISTEMATIKA

RISIKO TINDAKAN MEDIK, KESALAHAN MEDIK DAN HASIL BURUK TINDAKAN MEDIK MALPRAKTIK / KELALAIAN MEDIK / KEPERAWATAN PENGATURAN UU PRAKTIK KEDOKTERAN & PERMENKES UPAYA MENCEGAH MALPRAKTIK

BAGAIMANA MEMAHAMI MEDICAL ACCIDENT ?


MEDICAL RISKS ADVERSE EVENTS MEDICAL ERRORS MEDICAL NEGLIGENTS

KEDOKTERAN

EMPIRIS

HUBUNGAN DOKTER-PASIEN BERDASAR UPAYA : KONTRAK TERAPEUTIK (INSPANNINGSVERBINTENNIS) PERKEMBANGAN SANGAT CEPAT, DOKTRIN EVIDENCE BASED MENGGESER DARI ART KE ARAH SCIENCE COMPLEX AND TIGHTLY COUPLED SYSTEM

KEPASTIAN : PROBABILITAS PELUANG BIAS & UNKNOWN

AKIBAT SPESIALISASI & INTERDEPENDENSI PRONE TO ACCIDENT

RISIKO MEDIS

INHEREN PD SETIAP TINDAKAN MEDIS SEBAGIAN DIANGGAP ACCEPTABLE:


1.

TINGKAT PROBABILITAS DAN KEPARAHANNYA MINIMAL (UMUMNYA BERSIFAT FORESEEABLE BUT UNAVOIDABLE, CALCULATED, CONTROLLABLE) RISIKO BERMAKNA TETAPI HARUS DIAMBIL KARENA THE ONLY WAY (UNAVOIDABLE) RISIKO YG UNFORESEEABLE = UNTOWARD RESULTS

2.

3.

1 DAN 2 PERLU INFORMED CONSENT, SEHINGGA BILA TERJADI, DOKTER TIDAK BERTANGGUNGJAWAB SECARA HUKUM

CONTOH

RISIKO AKSEPTABEL:

EFEK SAMPING OBAT TINDAKAN LIFE-SAVING PADA GAWATDARURAT SEBELUMNYA TAK DIKENAL RISIKO YG TAK DIKETAHUI KAPAN AKAN MUNCUL DAN TAK DAPAT DIHINDARI

UNFORESEEABLE RISKS

ADVERSE EVENTS*
PREVENTABLE ADVERSE EVENTS

ADVERSE EVENTS

KELALAIAN

* SETIAP CEDERA YANG LEBIH DISEBABKAN OLEH MANAJEMEN MEDIS DARIPADA AKIBAT PENYAKITNYA

Preventable adverse events

Errors
TIDAK SEMUA ERRORS MENGAKIBATKAN ADVERSE EVENTS

Adverse events
TIDAK SEMUA ADVERSE EVENTS DISEBABKAN ERRORS

KONSTRUKSI MEDIS DAN HUKUM


UNDERLYING DISEASE NO ERROR PERJALANAN PENYAKIT DAN KOMPLIKASI

ACCEPTABLE RISKS UNFORESEEABLE RISKS

ADVERSE EVENTS

LATENT ERRORS

ACTIVE ERRORS
(Error of planning & error of execution)

PREVENTABLE PREVENTABLE ADVERSE EVENTS ADVERSE EVENTS NEGLIGENT ADVERSE EVENTS


(KELALAIAN MEDIS) + DAMAGE + CAUSAL

DUTY + BREACH OF DUTY

KEKERAPAN ADVERSE EVENTS

STUDI DI COLORADO & UTAH (1992) DAN NEW YORK (1984)

ADVERSE EVENTS : 2,9% DAN 3,7% RAWAT INAP 53% : PREVENTABLE ec ERROR 29,2% : NEGLIGENT BERAKIBAT KEMATIAN: 6,6% DAN 13,6%, ATAU 44.000 98.000 KEMATIAN / TAHUN, LEBIH TINGGI DARI KLL (43.458) DAN CA MAMMA (42.297)

MEDICAL ERRORS: 3 JUMBO JET CRASHES EVERYDAY (SHELDON F KURTZ, IOWA)


IOM, 2000

KEKERAPAN ERRORS DI RUMKIT

DI A.S.:

KESALAHAN PEMBERIAN OBAT DI 2 RUMKIT DI AS: 56% DAN 34% (BATES, 1995) KESALAHAN BEDAH : 1:50 PASIEN RAWAT (GAWANDE, 1999)

DI INDONESIA:
Iwan Dwiprahasto MMedSc, PhD di Jogja: MEDICATION ERROR DI I.C.U. MENCAPAI 96% (TAK SESUAI INDIKASI, TAK SESUAI DOSIS, POLIFARMAKA TAK LOGIS, DLL) MEDICATION ERROR DI PUSKESMAS: 80-AN %

MEDICAL ERRORS

PENYEBAB PREVENTABLE ADVERSE EVENTS

KEGAGALAN MELAKSANAKAN SUATU RENCANA TINDAKAN (error of execution; lapses dan slips) PENGGUNAAN RENCANA TINDAKAN YG SALAH UNTUK MENCAPAI TUJUAN TERTENTU (error of planning; mistakes).
Di dalam kedokteran, semua error dianggap serius karena dapat membahayakan pasien

MEDICAL ERRORS
DILIHAT DARI KONTRIBUSINYA

LATENT ERRORS

CENDERUNG BERADA DI LUAR KENDALI OPERATOR GARIS DEPAN; SEPERTI DESAIN BURUK, INSTALASI TAK TEPAT, PEMELIHARAAN BURUK, KESALAHAN KEPUTUSAN MANAJEMEN, STRUKTUR ORGANISASI YG BURUK KESALAHAN PADA TINGKAT OPERATOR GARIS DEPAN

ACTIVE ERROR

TIDAK SEMUA ERRORS MENGAKIBATKAN ADVERSE EVENTS

Human Error (James Reason, 1990)


Defenses
Unsafe Acts

Preconditions
Line Management

ACCIDENT

Decision makers

Active & Latent Failures Active failures

Latent failures Latent failures Latent failures

MALPRAKTIK MEDIS KELALAIAN MEDIS


APAKAH UU PRAKTIK KEDOKTERAN MENGATURNYA ?

MISKONSEPSI MASYARAKAT

LAYANAN MEDIS RUMAH SAKIT HARUS MENGHASILKAN KESEMBUHAN ATAU KESUKSESAN SETIAP DOKTER HARUS SELALU SIAP BERKORBAN MELAYANI PASIEN SETIAP LAYANAN MEDIS YANG MENGHASILKAN AKIBAT BURUK (UNEXPECTED, UNINTENDED, OR UNDESIRED MEDICAL RESULTS) ADALAH MALPRAKTEK MEDIS
MEDISMART, 1999-2004

HASIL BURUK
dapat terjadi sebagai akibat dari

PERJALANAN PENYAKIT ALAMI ADVERSE EVENTS YG NON ERROR

RISIKO YG AKSEPTABEL DAN TELAH DIINFORMASIKAN DAN DISETUJUI

PROBABILITAS & KEPARAHAN RENDAH THE ONLY WAY

RISIKO YG UNFORESEEABLE

CULPA : KELALAIAN MEDIK

foreseeable and avoidable risks

DOLUS : KESENGAJAAN

MALPRACTICE

PROFESSIONAL MISCONDUCT OR UNREASONABLE LACK OF SKILL. FAILURE OF ONE RENDERING PROFESSIONAL SERVICES TO EXERCISE THAT DEGREE OF SKILL AND LEARNING COMMONLY APPLIED UNDER ALL THE CIRCUMSTANCES IN THE COMMUNITY BY THE AVERAGE PRUDENT REPUTABLE MEMBER OF THE PROFESSION WITH THE RESULT OF INJURY, LOSS OR DAMAGE TO THE RECIPIENT OF THOSE SERVICES OR TO THOSE ENTITLED TO RELY UPON THEM.
BLACKS LAW DICTIONARY

MEDICAL MALPRACTICE

Medical malpractice involves the physicians failure to conform to the standard of care for treatment of the patients condition, or lack of skill, or negligence in providing care to the patient, which is the direct cause of an injury to the patient.
World Medical Association, 1992

MALPRAKTEK,

MELIPUTI:

INTENTIONAL (SENGAJA)
PROFESSIONAL MISCONDUCTS

NEGLIGENCE (LALAI)

MALFEASANCE, MISFEASANCE, NONFEASANCE

LACK OF SKILL

DI BAWAH STANDAR KOMPETENSI DI LUAR KOMPETENSI

MISCONDUCT

PRAKTEK TANPA KOMPETENSI ATAU TANPA IJIN MISREPRESENTASI KETERANGAN PALSU BUKA RAHASIA KEDOKTERAN TANPA HAK ABORSI ILEGAL EUTHANASIA PENYERANGAN SEKSUAL PENAHANAN PASIEN

LACK OF SKILL

KOMPETENSI KURANG ATAU BEKERJA DI LUAR KOMPETENSI / KEWENANGAN SERING DIKAITKAN DENGAN KOMPETENSI INSTITUSI

KADANG DAPAT DIBENARKAN PADA SITUASI-KONDISI LOKAL TERTENTU (Locality Rule)

MENJADI SALAH SATU PENYEBAB KELALAIAN MEDIK

KELALAIAN MEDIK

JENIS MALPRAKTEK TERSERING BUKAN KESENGAJAAN TIDAK MELAKUKAN YG SEHARUSNYA DILAKUKAN, MELAKUKAN YG SEHARUSNYA TIDAK DILAKUKAN OLEH ORANG2 YG SEKUALIFIKASI PADA SITUASI DAN KONDISI YG IDENTIK

SYARAT KELALAIAN (4D)

DUTY (Duty of care)


KEWAJIBAN PROFESI KEWAJIBAN KONTRAK DG PASIEN PELANGGARAN KEWAJIBAN TSB CEDERA, MATI ATAU KERUGIAN HUBUNGAN SEBAB-AKIBAT, SETIDAKNYA PROXIMATE CAUSE

DERELICTION / BREACH OF DUTY

DAMAGES

DIRECT CAUSALSHIP

UU PRAKTIK KEDOKTERAN
MENGATUR TENTANG : SERTIFIKASI, REGISTRASI, LISENSI PENYELENGGARAAN PRAKTIK DISIPLIN KETENTUAN PIDANA

SURAT IJIN PRAKTEK


PRAKTEK WAJIB MEMILIKI S.I.P. SIP DITERBITKAN DINAS KESEHATAN KABUPATEN/KOTA MAKSIMUM 3 TEMPAT, SATU SIP SATU TEMPAT SYARAT:

MEMILIKI S.T.R. MEMILIKI TEMPAT PRAKTIK REKOMENDASI ORG PROFESI

SERTIFIKASI KOMPETENSI

REGISTRASI

RE LISENSI
5 TAHUNAN

PEMBINAAN DAN DISIPLIN

PELAKSANAAN PRAKTIK

DASAR: KESEPAKATAN DOKTERPASIEN BILA BERHALANGAN: PEMBERITAHUAN ATAU TUNJUK PENGGANTI, YG JUGA PUNYA SIP WAJIB PASANG PAPAN PRAKTIK, ATAU BILA DI RS: DAFTAR DOKTER SARKES DILARANG MEMPEKERJAKAN DOKTER TANPA SIP

STANDAR PELAYANAN

DOKTER PRAKTIK WAJIB MENGIKUTI STANDAR PELAYANAN STANDAR YANDOK, DIBEDAKAN MENURUT JENIS & STRATA SARKES STANDAR YANDOK: DITETAPKAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN

TINDAKAN MEDIK

TINDIK HARUS DISETUJUI PASIEN, SETELAH DIBERI PENJELASAN:


DIAGNOSIS DAN TATA CARA TINDIK TUJUAN TINDIK ALTERNATIF DAN RISIKO RISIKO DAN KOMPLIKASI YG MUNGKIN PROGNOSIS TINDIK

PERSETUJUAN : LISAN/ TERTULIS TINDIK RISIKO TINGGI: TERTULIS SELANJUTNYA: PERATURAN MENTERI

REKAM MEDIS

WAJIB MEMBUAT REKAM MEDIS HARUS SEGERA DIBUAT, DIBUBUHI NAMA, WAKTU, TTD PETUGAS REKAM MEDIS MILIK SARKES, ISINYA MILIK PASIEN HARUS DISIMPAN SBG RAHASIA SELANJUTNYA PERATURAN MENTERI

RAHASIA KEDOKTERAN

WAJIB SIMPAN RAHASIA KEDOKTERAN DAPAT DIBUKA:


KEPENTINGAN KESEHATAN PASIEN PERMINTAAN PENEGAK HUKUM PERMINTAAN PASIEN PERUNDANG-UNDANGAN

LEBIH LANJUT: PERATURAN MENTERI

KENDALI MUTU / BIAYA

WAJIB MENYELENGGARAKAN KENDALI MUTU DAN BIAYA DAPAT DISELENGGARAKAN AUDIT MEDIS PEMBINAAN DAN PENGAWASAN OLEH ORG PROFESI

M.K.D.K.I

LEMBAGA OTONOM K.K.I, INDEPENDEN MKDKI BERTANGGUNGJAWAB KPD KKI MKDKI PROP DIBENTUK KKI ATAS USUL MKDKI PIMPINAN: KETUA, WAKIL, SEKR KEANGGOTAAN:

ORG PROF : 3 DR, 3 DRG ASOSIASI R.S. : 1 DR, 1 DRG 3 SARJANA HUKUM

DITETAPKAN MENTERI ATAS USUL ORG PROFESI, MASA BAKTI 5 TAHUN, SUMPAH

TUGAS MKDKI

MENERIMA PENGADUAN, MEMERIKSA, MEMUTUSKAN KASUS PELANGGARAN DISIPLIN MENYUSUN PEDOMAN DAN TATA CARA PENANGANAN KASUS PELANGGARAN DISIPLIN ANGGARAN: K.K.I

PENGADUAN

DIAJUKAN TERTULIS OLEH SETIAP ORANG YG MENGETAHUI ATAU DIRUGIKAN TIDAK MENGHILANGKAN HAK SETIAP ORANG UNTUK MELAPORKAN DUGAAN PIDANA KE PIHAK YG BERWENANG DAN/ATAU MENGGUGAT KERUGIAN PERDATA KE PENGADILAN

PEMERIKSAAN DAN KEPUTUSAN

BILA DITEMUKAN PELANGGARAN ETIKA DITERUSKAN KE ORG PROFESI KEPUTUSAN MKDKI MENGIKAT DOKTER DAN KKI KEPUTUSAN:

TIDAK BERSALAH SANKSI DISIPLIN PERINGATAN TERTULIS REKOM PENCABUTAN STR ATAU SIP IKUTI DIKLAT TERTENTU

SANKSI:

PIDANA 3 TH / DENDA 100 JUTA


WNI, PRAKTIK TANPA STR WNA, PRAKTIK TANPA STR SEMENTARA/ BERSYARAT PRAKTI TANPA SIP SEOLAH-OLAH DOKTER TIDAK PASANG PAPAN PRAKTIK TIDAK BUAT REKAM MEDIS TIDAK PENUHI KEWAJIBAN DOKTER MEMPEKERJAKAN DOKTER TANPA SIP BILA KORPORASI: TAMBAH 1/3 + CABUT IJIN

PIDANA 5 TH / DENDA 150 JUTA

PIDANA 1 TH / DENDA 50 JUTA:


PIDANA 10 TH / DENDA 300 JUTA


PERAN PERAWAT
MALPRAKTEK MEDIK BUKAN HANYA AKIBAT TINDAKAN DOKTER, MELAINKAN SELURUH JAJARAN PENYEDIA LAYANAN MEDIK, TERMASUK PERAWAT

ERRORS DALAM KEPERAWATAN


Patient falls Medication errors Failure to provide safe, appropriate care Insufficient treatments Inadequate documentation of appropriate, pertinent, and correct information Inappropriate assessments Not reporting changes in patient status etc
MEDISMART, 1999-2004

MEDICATION ERRORS

Illegible handwriting Misinterpreted abbreviations Inaccurate identification of patients Transcription errors Confusion between drugs with similar names or packaging The omission or addition of a dose A delay in dispensing the drugs Administering the wrong medication, or an incorrect rate/amount, or route
MEDISMART, 1999-2004

BAGAIMANA MENCEGAH?

KOMUNIKASI YG BAIK DG PASIEN

MENDENGAR, BEREMPATI, RESPONSIF, PERHATIAN/CARE, KEEP THE PATIENT INFORMED LENGKAP, RELEVAN, SEGERA KOMPETENSI, PERILAKU, PELAYANAN

INFORMED CONSENT

REKAM MEDIS

SALING INGATKAN STANDAR

CEGAH FRAUD & ABUSE

INSURANCES DEFENSE UNION


RISK TRANSFER

SELF ASSESSMENT
INCIDENT REPORT RISK AWARE NESS CLINICAL AUDIT

QUICK RESPONS

RISK CONTAIN MENT

RISK CONTROL

ENGINEERING SOLUTION CONTROL SOLUTION

EFFECTIVE COMMUNICATION PATIENTS INTEREST

PERSONNEL SOLUTION

RISK MANAGEMENT LOGIC


WHAT ARE THE HAZARDS PROBABILITY, SEVERITY, AND EXPOSURE ? LEVEL OF RISK ? YES ACCEPT THE RISK
ELIMINATE REDUCED

ACCEPTABLE ?

NO

CAN IT BE ELIMINATED ? CAN IT BE REDUCED ? CANCEL THE MISSION

PERAN KOMITE MEDIK / KEPERAWATAN


KREDENSIAL, SUPERVISI, DISIPLIN EVALUASI KERJA (ETIK & PROFESI) BENTUK SATUAN TUGAS

KOMISI KESELAMATAN PASIEN SUBKOMITE PANITIA-PANITIA

Misalnya:
Melakukan monitoring dan evaluasi: kasus-kasus bedah (surgical case monitoring), penggunaan obat (drug usage), farmasi dan terapi, rekam medis, tissue review, mortalitas dan morbiditas, medical care review/peer review , dsb melalui pembentukan sub komite-sub komite

KESIMPULAN
PATIENT SAFETY MINIMALISASI TUNTUTAN

MINIMALISASI MEDICAL ERRORS

MANAJEMEN RISIKO