Anda di halaman 1dari 3

Closing case bab 2 perencanaan strategi bisnis Penjelasan Mindmap Pada masa lalu, perusahaan-perusahaan yang berada dalam

m industri farmasi memiliki average rate of return on invested capital yang cukup tinggi yaitu 16,45% bila dibanding perusahaan dalam industri lain seperti industri hardware komputer (12,76%), grosiran (8,54%), Elektronik (3,88%). Profitabilitas industri farmasi berasal dari permintaan yang terus bertumbuh selama beberapa dekade karena seiring umur bertambah, maka orang cenderung akan menghabiskan konsumsinya lebih besar pada obatobatan. Belum lagi faktor Baby Boom setelah perang dunia II. Ini dapat dilihat dari antara 1990 dan 2003, terdapat pertumbuhan sebanyak 12,5% per tahunnya dalam permintaan resep obat. Kedua, profitabilitas ini berasal dari adanya produk obat yang baru, contoh produk Lipitor dari Pfizer untuk menurunkan kolesterol yang menghasilkan US$ 12,2 juta bagi Pfizer. Dan biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi, mempacking, dan mendistribusikan produk tersebut hanya 10% dari pendapatan yang dihasilkan. Kemudian, hak pate selama 20 tahun yang diperoleh Pfizer (boleh ada yang mirip, tapi tidak boleh identik). Ini menjadikan Pfizer sebagai pemain tunggal dalam pasar tersebut dan dapat memasang harga yang cukup tinggi. Peluang bagi perusahaan-perusahaan besar dalam industri ini adalah untuk meluncurkan sebuah obat, dibutuhkan 10-15 tahun penelitian dan biaya tidak kurang dari US$800 juta. Ini menjadikan entry barrier bagi pemain baru untuk masuk ke pasar. Peluang lainnya adalah menemukan obat untuk penyakit yang sampai sekarang belum ada obatnya, contoh Alzheimer, Parkinson, kanker, serangan jantung, stroke, AIDS. Karena satu-satunya kesempatan untuk sukses bagi perusahaan farmasi adalah menemukan obat yang block buster. Dengan semakin meningkatnya biaya kesehatan, maka ada kebijakan kontrol harga yang dbuat oleh pemerintah, dimana akan merugikan perusahaan farmasi yang biaya produksinya pun juga meningkat. Pemerintah juga semakin memperketat aturan-aturan dalam bidang makanan dan obat. Kemudian, umur paten yang terbatas juga menjadi ancaman bagi perusahaan farmasi yang memiliki hak tersebut karena setelah masa hak paten habis, maka perusahaan lain bisa meniru produknya. Dengan demikian, tidak ada halangan bagi pemain baru untuk masuk ke pasar, persaingan semakin ketat dengan semakin banyaknya produsen obat yang mengakibatkan harga produk menurun dan profit pun semakin tipis. Perusahaan obat generic pun juga menjadi ancaman tersendiri bagi perusahan obat paten. Jawaban no.2 Ini bisa terjadi karena menurunnya produktivias R&D (exhibit 2), naiknya biaya komersialisasi, naiknya upah buruh, semakin pendek umur eksklusifitas hak paten (exhibit 3). Ini bisa dilihat pada exhibit 1 bahwa memang biaya produksi obat meningkat.